Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1: Mengamati dan Menceritakan Bentuk Benda di Lingkungan Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 1 dengan topik "Mengamati dan Menceritakan Bentuk Benda di Lingkungan Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1: Mengamati dan Menceritakan Bentuk Benda di Lingkungan Sekolah

Seni Rupa - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengamati dan Menceritakan Bentuk Benda di Lingkungan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengamati dan Menceritakan Bentuk Benda di Lingkungan Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan hasil pengamatan bentuk benda yang ditemukan saat berkeliling lingkungan sekolah menggunakan kalimat sederhana dalam bahasa sehari-hari
  2. Murid dapat menjawab pertanyaan tebak-tebakan tentang bentuk benda di lingkungan sekolah berdasarkan hasil pengamatannya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang pernah memperhatikan bentuk-bentuk benda di sekitar sekolah kita?
  2. Kira-kira benda apa saja yang ada di lingkungan sekolah yang bentuknya menarik?
  3. Bagaimana cara kalian menceritakan bentuk benda yang kalian lihat kepada teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan menyapa murid dengan penuh semangat
  • Guru mengajak murid bernyanyi atau tepuk semangat agar suasana kelas menjadi ceria
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tadi pagi melihat sesuatu yang menarik di jalan menuju sekolah?' untuk menggali pengalaman visual murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan berjalan-jalan di sekolah untuk melihat bentuk-bentuk benda, lalu menceritakannya'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan apa itu 'bentuk benda' dengan menunjukkan contoh konkret di dalam kelas (meja berbentuk persegi panjang, jam dinding berbentuk bulat, papan tulis berbentuk persegi)
  • Guru mengajak murid menyebutkan bentuk-bentuk benda yang mereka lihat di kelas dengan bahasa sehari-hari
  • Guru menjelaskan aturan saat berkeliling sekolah: berjalan tertib, tidak berisik, dan memperhatikan dengan saksama benda-benda di sekitar
  • Guru memberi contoh cara mengamati: 'Kita lihat bentuknya seperti apa? Bulat? Kotak? Panjang? Garis?'
  • Guru dan murid berkeliling lingkungan sekolah selama 10 menit, memberi kesempatan murid memilih bagian sekolah yang paling menarik bagi mereka
  • Selama berkeliling, guru sesekali bertanya: 'Apa yang kamu lihat?' untuk melatih murid fokus mengamati

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah kembali ke kelas, guru meminta murid duduk melingkar agar semua bisa saling melihat
  • Guru memberi contoh cara menceritakan hasil pengamatan: 'Tadi aku melihat tiang bendera. Bentuknya panjang seperti garis. Warnanya putih dan tinggi sekali'
  • Secara bergiliran, setiap murid menceritakan satu benda yang mereka amati dengan kalimat sederhana (3-5 murid dulu)
  • Guru memberi apresiasi dan umpan balik positif setelah setiap murid bercerita
  • Guru memfasilitasi kegiatan tebak-tebakan: satu murid memberikan petunjuk tentang bentuk benda yang diamati, murid lain menebak
  • Contoh guru: 'Aku melihat benda yang bentuknya bulat, ada di halaman, warnanya hijau. Siapakah aku?' (jawaban: bola atau tanaman hias dalam pot bulat)
  • Murid yang berhasil menebak mendapat kesempatan memberikan tebakan berikutnya
  • Guru memastikan setiap murid mendapat kesempatan berbicara minimal sekali

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid merefleksi dengan bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian saat berkeliling tadi? Senang? Tertarik?'
  • Guru bertanya: 'Bentuk benda apa yang paling menarik menurutmu? Mengapa?'
  • Guru meminta murid berbagi: 'Apakah ada yang tadinya sulit menceritakan bentuk benda? Bagaimana kamu mengatasinya?'
  • Guru memberi kesempatan murid menilai diri sendiri: 'Siapa yang tadi sudah berani bercerita di depan teman-teman? Angkat tangan!'
  • Guru mengajak murid memberi apresiasi pada diri sendiri dan teman dengan tepuk tangan bersama

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan satu bentuk benda yang mereka ingat dari kegiatan hari ini
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita sudah belajar mengamati bentuk benda di sekolah dan menceritakannya dengan kata-kata kita sendiri'
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua hebat! Kalian bisa mengamati dengan baik dan berani bercerita'
  • Guru memberi tugas refleksi sederhana: 'Di rumah nanti, coba perhatikan bentuk-bentuk benda di kamarmu. Besok kita akan cerita lagi'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan ucapan terima kasih

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan dapat fokus mengamati 2-3 benda saja dengan bentuk yang jelas (bulat, kotak). Murid yang cepat dapat mengamati lebih banyak benda dan memperhatikan detail tambahan seperti ukuran atau warna.
  • Proses: Murid yang pemalu dapat menceritakan hasil pengamatan berpasangan atau berbisik ke guru dulu sebelum bercerita di depan kelas. Murid yang percaya diri dapat menjadi pemandu tebak-tebakan dan membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang kesulitan cukup menyebutkan nama dan bentuk benda dengan 1-2 kalimat. Murid yang cepat dapat menambahkan deskripsi warna, ukuran, atau lokasi benda dengan kalimat lebih lengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid melihat benda di sekitar (sebelum pembelajaran dimulai)
  • Pertanyaan pemantik untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang bentuk benda

Proses:

  • Observasi selama murid berkeliling sekolah: apakah murid fokus mengamati atau tidak
  • Mendengarkan dan memberi umpan balik saat murid bercerita secara bergiliran
  • Observasi partisipasi murid dalam kegiatan tebak-tebakan
  • Catatan kemampuan murid menggunakan bahasa sederhana untuk mendeskripsikan bentuk

Akhir:

  • Meminta 2-3 murid menyebutkan kembali bentuk benda yang mereka ingat
  • Penilaian menggunakan rubrik untuk kemampuan bercerita dan menjawab tebak-tebakan
  • Refleksi diri murid tentang proses belajar mereka hari ini

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat berkeliling sekolah (fokus, antusias, tertib)
  • Observasi kemampuan murid menceritakan hasil pengamatan dengan bahasa sederhana
  • Observasi kemampuan murid menjawab dan membuat pertanyaan tebak-tebakan
  • Catatan anekdot tentang partisipasi dan keberanian murid berbicara

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menceritakan hasil pengamatan menggunakan rubrik dengan 4 level perkembangan
  • Penilaian kemampuan menjawab tebak-tebakan tentang bentuk benda berdasarkan hasil pengamatan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menceritakan hasil pengamatan bentuk bendaMurid belum mampu menceritakan bentuk benda yang diamati atau hanya diam saat diminta berceritaMurid mampu menyebutkan nama benda tetapi belum bisa mendeskripsikan bentuknya dengan jelasMurid mampu menceritakan nama dan bentuk benda dengan 1-2 kalimat sederhanaMurid mampu menceritakan nama, bentuk, dan detail tambahan (warna/ukuran/lokasi) benda dengan 3 kalimat atau lebih menggunakan bahasa sehari-hari yang runtut
Kemampuan menjawab pertanyaan tebak-tebakan tentang bentuk bendaMurid belum mampu menjawab pertanyaan tebak-tebakan atau tidak meresponsMurid mencoba menjawab tetapi jawabannya belum tepat atau masih perlu banyak bantuan guruMurid mampu menjawab pertanyaan tebak-tebakan dengan tepat setelah diberi 1-2 petunjukMurid mampu menjawab pertanyaan tebak-tebakan dengan cepat dan tepat berdasarkan hasil pengamatannya tanpa bantuan
Sikap dan partisipasi selama kegiatan mengamatiMurid tidak fokus mengamati, sering terganggu atau mengganggu temanMurid sesekali fokus mengamati tetapi masih perlu diingatkan guruMurid fokus mengamati lingkungan sekolah dan mengikuti aturan dengan baikMurid sangat fokus mengamati, antusias, dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap bentuk-bentuk benda di lingkungan sekolah

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang sama untuk bercerita dan berpartisipasi?
  • Apakah strategi berkeliling sekolah efektif untuk melatih kemampuan observasi murid?
  • Murid mana yang perlu pendampingan lebih dalam menceritakan hasil pengamatan?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat atau perlu penyesuaian?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat berkeliling sekolah tadi?
  • Bentuk benda apa yang paling menarik bagimu?
  • Apakah kamu merasa senang saat menceritakan hasil pengamatanmu?
  • Apa yang paling kamu suka dari kegiatan hari ini?
  • Apakah ada yang sulit bagimu? Bagaimana kamu mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Lingkungan sekolah sebagai objek pengamatan langsung
  2. Benda-benda di dalam kelas (meja, kursi, papan tulis, jam dinding, dll)
  3. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas I (Kurikulum Merdeka)
  4. Gambar atau poster bentuk-bentuk dasar (opsional untuk penguatan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.