Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 Bab 2: Menceritakan Hasil Pengamatan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 1 untuk Bab 2 "Menceritakan Hasil Pengamatan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 Bab 2: Menceritakan Hasil Pengamatan

Seni Rupa - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Menceritakan Hasil Pengamatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Menceritakan Hasil Pengamatan
Alokasi Waktu24 JP (24 x 35 menit = 840 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Mengenali unsur-unsur rupa berupa bentuk dalam benda-benda di sekitar
  2. TP 1.2.2 Mengenali unsur-unsur rupa berupa warna dalam benda-benda di sekitar
  3. TP 1.2.3 Menyebutkan unsur-unsur rupa berupa bentuk dan warna dalam benda-benda di sekitar
  4. TP 1.2.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Benda apa saja di dalam kelas kita yang permukaannya bulat seperti roda?
  2. Coba lihat buku tulismu dan papan tulis, bentuk bangun apa yang kamu lihat?
  3. Apakah ada benda di kelas kita yang bentuknya runcing memiliki tiga sudut seperti potongan pizza?
  4. Bentuk apa saja yang tampak pada atap, jendela, atau tiang bendera di luar kelas kita?
  5. Bagaimana kita bisa menemukan bentuk lingkaran, kotak, atau segitiga pada bangunan di sekitar sekolah?
  6. Warna apa saja yang bisa kalian lihat pada benda-benda di dalam kelas kita?
  7. Apakah warna daun di pot tanaman sama dengan warna buku gambarmu?
  8. Warna apa saja yang bisa kita temukan di halaman sekolah saat memandang ke sekeliling?
  9. Apakah semua tanaman di halaman memiliki warna hijau yang persis sama atau ada warna lainnya?
  10. Coba lihat tempat pensil atau botol minummu, apa bentuknya?
  11. Apa saja warna yang kamu lihat pada benda tersebut?
  12. Bagaimana caramu menyebutkan bentuk dan warnanya sekaligus?
  13. Bentuk apa saja yang kalian lihat pada gambar atap, pintu, dan jendela rumah?
  14. Warna apa saja yang ada pada bagian-bagian rumah di dalam gambar tersebut?
  15. Benda atau tanaman apa yang paling kamu ingat saat melihat halaman atau ruang kelas kita?
  16. Bagaimana caramu menuangkan bentuk dan warna benda yang kamu amati ke atas kertas gambar?
  17. Bentuk geometris dan warna apa saja yang kalian lihat di sekitar sekolah kita?
  18. Bagaimana caramu menuangkan benda-benda lingkungan sekitar yang kamu lihat ke dalam sebuah gambar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Unsur Bentuk Geometris (Lingkaran, Kotak, Segitiga) pada Benda di Dalam Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Mengenali unsur-unsur rupa berupa bentuk dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat 3 kartu bentuk besar secara berurutan: kartu lingkaran, kartu kotak (persegi/persegi panjang), dan kartu segitiga, lalu meminta murid secara klasikal menyebutkan atau menirukan nama bentuk yang ditunjukkan (acuan: kartu bulat = lingkaran; kartu bersudut empat siku-siku = kotak/persegi; kartu bersudut tiga = segitiga) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali bentuk geometris lingkaran, kotak, dan segitiga pada benda-benda nyata yang ada di dalam ruang kelas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 3 benda nyata di kelas: jam dinding bulat, buku cetak, dan penggaris segitiga, lalu memandu murid mengamati bentuk tepi permukaannya secara cermat (acuan bentuk: jam dinding = lingkaran; buku = kotak; penggaris = segitiga) (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terbimbing tentang ciri visual sederhana: lingkaran melengkung tanpa sudut, kotak memiliki empat garis lurus dan empat sudut, segitiga memiliki tiga garis lurus dan tiga sudut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid bermain 'Detektif Bentuk Kelas' secara berpasangan dengan gembira, di mana murid menjelajahi ruang kelas untuk mencari benda-benda yang memuat unsur lingkaran, kotak, dan segitiga (15 menit).
  • Setiap murid menerima lembar kerja pengamatan bergambar berisi 3 kolom bentuk (Lingkaran, Kotak, Segitiga) dan memasangkan atau menempelkan kartu gambar 6 benda kelas berikut ke kolom bentuk yang tepat: (1) Tutup botol minum -> kolom Lingkaran; (2) Papan tulis -> kolom Kotak; (3) Potongan hiasan bendera segitiga -> kolom Segitiga; (4) Uang koin -> kolom Lingkaran; (5) Penghapus papan tulis -> kolom Kotak; (6) Penggaris segitiga tukang/siku -> kolom Segitiga (acuan pasangan tepat: 1-Lingkaran, 2-Kotak, 3-Segitiga, 4-Lingkaran, 5-Kotak, 6-Segitiga) (20 menit).
  • Guru berkeliling mengamati pengerjaan murid, memberikan bimbingan langsung kepada murid yang masih bingung membedakan sudut segitiga dan kotak, serta mencatat kemandirian murid mengenali bentuk (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua orang perwakilan murid secara bergantian menunjukkan hasil lembar kerjanya dan menyebutkan benda kelas yang ditemukannya beserta bentuk geometrisnya di depan kelas (5 menit).
  • Guru bersama murid merefleksikan kegiatan belajar dengan mengulang kembali nama 3 bentuk geometris yang telah dikenali pada benda-benda kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir singkat (cek pemahaman) dengan menunjuk 3 benda di kelas (permukaan tempat sampah bulat, pintu kelas, dan gantungan hiasan segitiga) lalu murid bersama-sama menyebutkan bentuk geometrisnya secara cepat (acuan: tempat sampah = lingkaran; pintu = kotak; hiasan = segitiga) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keaktifan seluruh murid dalam mengenali bentuk benda di kelas, mengingatkan untuk memperhatikan bentuk benda saat pulang nanti, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret dengan bentuk tepi yang sangat tegas dan kontras bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual dan taktil.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan meraba sisi-sisi dan sudut benda secara langsung, sedangkan murid yang mandiri mencari benda tambahan di luar 6 contoh utama (misalnya stopkontak kotak atau roda kursi bulat).
  • Produk: Murid dapat mengenali bentuk dengan menempel kartu gambar benda pada kolom bentuk yang sesuai atau menunjuk langsung benda nyata di sekitarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual di awal pelajaran: Guru menunjukkan 3 kartu bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) satu per satu. Murid diminta mengenali dan menyebutkan nama bentuk kartu tersebut (acuan: kartu bundar melengkung = lingkaran; kartu 4 sudut siku = kotak/persegi; kartu 3 sudut runcing = segitiga).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan 6 benda kelas ke dalam kategori lingkaran, kotak, dan segitiga (acuan kunci tepat: tutup botol minum = lingkaran; uang koin = lingkaran; papan tulis = kotak; penghapus papan tulis = kotak; bendera hiasan segitiga = segitiga; penggaris segitiga = segitiga). Kriteria berhasil: murid tepat mengelompokkan minimal 4 dari 6 benda sesuai bentuk geometrisnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk 3 benda kelas (permukaan wadah tempat sampah, daun pintu kelas, gantungan hiasan sudut atap/bendera segitiga) dan meminta murid mengenali bentuknya (acuan jawaban: wadah tempat sampah bulat = lingkaran; daun pintu = kotak; hiasan bendera = segitiga).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan saat permainan Detektif Bentuk Kelas dan pemeriksaan lembar kerja pengelompokan bentuk benda di kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali unsur bentuk geometris (lingkaran, kotak, segitiga) pada benda di kelasBelum mampu mengenali bentuk geometris pada benda di kelas (tepat mengelompokkan 0-1 dari 6 benda acuan) meskipun telah dibimbing penuh oleh guru.Mulai mampu mengenali bentuk geometris pada benda di kelas (tepat mengelompokkan 2-3 dari 6 benda acuan) dengan bantuan bimbingan arahan guru.Mampu mengenali bentuk geometris pada benda di kelas secara tepat (tepat mengelompokkan 4-5 dari 6 benda acuan) secara mandiri.Sangat mampu mengenali bentuk geometris pada benda di kelas dengan tepat dan lengkap (tepat mengelompokkan seluruh 6 benda acuan) secara mandiri serta konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan unsur bentuk lingkaran, kotak, dan segitiga pada benda konkret di dalam kelas?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam mengamati bentuk benda?
  • Apakah ada murid yang masih tertukar mengenali antara bentuk kotak dan segitiga saat mengamati benda nyata?

Murid:

  • Bentuk apa yang paling mudah kamu temukan di dalam kelas kita tadi?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain mencari bentuk benda bersama temanmu?

Pertemuan 2 — Mengenali Unsur Bentuk pada Benda dan Bangunan di Lingkungan Luar Kelas/Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Mengenali unsur-unsur rupa berupa bentuk dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mengenali bentuk geometris (segi empat/kotak, segitiga, lingkaran) pada benda dan bangunan di halaman sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) dan meminta murid secara klasikal menunjukkan kartu yang sesuai dengan bentuk jam dinding dan permukaan meja di kelas (acuan: jam dinding = lingkaran; permukaan meja = segi empat/kotak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiri di depan jendela kelas/teras untuk mengamati lingkungan luar kelas secara berkesadaran, memperhatikan bingkai jendela sekolah, atap teras, dan roda gerobak sampah (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi bentuk geometris dasar pada bagian bangunan yang tampak: atap sekolah yang tampak segitiga, jendela kaca yang tampak kotak/persegi, serta lubang ventilasi atau roda yang bulat/lingkaran (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak keluar ke halaman sekolah dalam permainan 'Detektif Bentuk Luar Kelas' yang menggembirakan, di mana setiap murid memegang kartu simbol (kartu segitiga, kotak, lingkaran) untuk mencocokkan bentuk nyata (20 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menandai 4 target benda luar kelas pada Lembar Pengamatan Bentuk: (1) Atap gazebo/teras sekolah, (2) Kusen pintu teras kelas, (3) Roda gerobak/tutup drum air, (4) Rambu petunjuk/papan nama sekolah (acuan target kunci: (1) atap = segitiga; (2) pintu = segi empat/kotak; (3) roda/tutup drum = lingkaran; (4) papan nama = segi empat/kotak) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Kembali ke kelas, murid memeriksa kembali hasil pencocokan bentuk pada lembar kerjanya secara tenang dan membandingkannya dengan penjelasan penguatan dari guru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali macam-macam bentuk yang berhasil dikenali pada bangunan dan benda luar sekolah (lingkaran, kotak, segitiga) (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa tanya jawab cepat dengan menunjuk 2 foto benda luar: pot tanaman bulat dan jendela sekolah, murid menjawab serentak atau individu (acuan: pot tanaman bulat = lingkaran; jendela = segi empat/kotak) lalu guru menutup kelas (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi langsung dengan membawa benda tiruan bentuk dasar untuk dicocokkan ke objek luar; bagi murid cepat, disediakan objek pengamatan tambahan berupa genteng atap ventilasi.
  • Proses: Murid yang masih ragu diberi pendampingan bertahap dengan menunjukkan sisi dan sudut benda luar secara fisik.
  • Produk: Format penandaan pada lembar pengamatan menggunakan centang visual simbol bentuk.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali 3 bentuk geometris dasar (lingkaran, kotak, segitiga) pada 2 benda kelas (jam dinding dan meja) (acuan: jam dinding = lingkaran, permukaan meja = kotak/segi empat).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Pengamatan Bentuk Luar Kelas pada 4 target: (1) Atap teras/gazebo (segitiga), (2) Pintu teras (kotak/segi empat), (3) Roda/tutup drum (lingkaran), (4) Papan nama sekolah (kotak/segi empat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup terhadap bentuk rupa pada 2 foto benda luar sekolah: pot tanaman bundar dan jendela teras (acuan: pot bundar = lingkaran; jendela teras = kotak/segi empat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pencocokan bentuk saat pengamatan luar kelas
  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan 4 benda luar kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali unsur bentuk geometris pada benda dan bangunan luar kelasBelum mampu mengenali bentuk geometris pada benda luar kelas (0-1 target tepat dari 4 acuan: atap, pintu, roda, papan nama).Mengenali bentuk geometris pada sebagian kecil benda luar kelas dengan bimbingan (2 target tepat dari 4 acuan: atap = segitiga, pintu = kotak, roda = lingkaran, papan nama = kotak).Mengenali bentuk geometris pada sebagian besar benda luar kelas secara mandiri (3 target tepat dari 4 acuan).Mengenali seluruh bentuk geometris pada benda dan bangunan luar kelas secara mandiri dan tepat (4 target tepat dari 4 acuan: atap = segitiga, pintu = kotak, roda = lingkaran, papan nama = kotak).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur jelajah luar kelas berjalan tertib dan aman?
  • Apakah murid dapat membedakan bentuk kotak, segitiga, dan lingkaran pada benda berukuran besar di lingkungan luar kelas?

Murid:

  • Benda apa di halaman sekolah yang bentuknya paling mudah kamu kenali?
  • Bentuk apa yang paling banyak kamu temukan di bangunan sekolah?

Pertemuan 3 — Mengenali Unsur Warna pada Benda-Benda Alami dan Buatan di Sekitar Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Mengenali unsur-unsur rupa berupa warna dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu warna dasar (merah, kuning, biru) dan meminta murid secara klasikal menyebutkan nama warnanya (acuan: kartu 1 = merah, kartu 2 = kuning, kartu 3 = biru) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali warna pada benda alami (seperti daun dan batu) dan benda buatan (seperti pensil dan buku) di sekitar kelas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 contoh benda nyata di depan kelas: (1) daun sirih/tanaman hias (alami - hijau), (2) batu kerikil hias (alami - abu-abu/hitam), (3) botol minum plastik (buatan - merah/biru), dan (4) buku tulis (buatan - putih/kuning), lalu mengajak murid mengamati warna permukaannya secara cermat (15 menit).
  • Guru memandu tanya-jawab terbimbing untuk mengenali warna setiap benda dan mengelompokkan asal warnanya sebagai benda alami atau buatan manusia (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Detektif Warna': guru menyebutkan satu warna (misalnya hijau, merah, kuning, cokelat) dan murid secara antusias mencari lalu menunjuk 1 benda di sekitar kelas yang memiliki warna tersebut dalam waktu 30 detik (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Pengamatan Warna berisi 4 benda di sekitar kelas yang wajib dikenali warnanya: (1) Daun tanaman kelas, (2) Penghapus papan tulis, (3) Meja kayu, (4) Kotak pensil; murid secara mandiri mencocokkan/mewarnai lingkaran pada lembar sesuai warna asli benda tersebut (acuan: 1 = hijau, 2 = hitam/biru, 3 = cokelat, 4 = sesuai warna kotak pensil masing-masing murid) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid memeriksa hasil pengamatan warnanya bersama-sama, menyadari bahwa warna ada di mana-mana pada benda alami maupun buatan manusia di sekitar mereka (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid mengenali warna benda pada Lembar Pengamatan Warna (10 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini tentang mengenali ragam warna benda di kelas, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu contoh warna pembanding bagi murid yang masih ragu membedakan warna turunan.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langsung saat mencocokkan warna benda dengan pilihan warna; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan mengenali warna pada 2 benda alami tambahan di sudut kelas (misal: ranting kering = cokelat, bunga hias = merah).
  • Produk: Penandaan warna pada lembar pengamatan dapat berupa coretan krayon warna yang cocok atau menunjuk langsung ke kartu warna acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi warna dasar: Guru menunjukkan 3 kartu warna berturut-turut (merah, kuning, biru). Murid menyebutkan nama warnanya. Acuan jawaban benar: Kartu 1 = merah; Kartu 2 = kuning; Kartu 3 = biru.

Proses:

  • Formatif proses selama kegiatan inti: Pengamatan keterlibatan murid dalam mengenali warna pada 4 objek Lembar Pengamatan Warna: (1) Daun tanaman hias kelas (acuan: hijau), (2) Spons/penghapus papan tulis (acuan: hitam/biru), (3) Meja kelas (acuan: cokelat), (4) Kotak pensil murid (acuan: sesuai warna fisik benda yang dibawa). Kriteria berhasil: Murid tepat mengenali minimal 3 dari 4 warna benda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru menunjukkan 2 benda nyata penutup (buah jeruk/daun kering dan spidol) dan menunjuk 2 murid secara acak untuk menyebutkan warnanya (acuan: daun kering = cokelat/kuning; spidol = hitam/biru/merah sesuai benda yang ditunjukkan guru).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Detektif Warna'
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Pengamatan Warna (4 butir benda di kelas)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali unsur warna pada benda di sekitarBelum mampu mengenali dan menyebutkan warna pada 4 benda target meskipun sudah diberi bimbingan penuh.Mengenali 1-2 warna pada benda target dengan bimbingan dan arahan guru.Mengenali 3 warna pada benda target secara tepat dan mandiri.Mengenali seluruh (4) warna pada benda target secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengenali perbedaan warna pada benda alami dan buatan dengan jelas?
  • Apakah kegiatan permainan 'Detektif Warna' efektif membangkitkan keaktifan murid dalam mengamati lingkungan kelas?

Murid:

  • Warna benda apa yang paling mudah kamu temukan di dalam kelas?
  • Apakah kamu senang mencari warna-warna benda hari ini?

Pertemuan 4 — Mengenali Keanekaragaman Unsur Warna pada Lingkungan Halaman Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Mengenali unsur-unsur rupa berupa warna dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kesiapan murid dan menyampaikan kegiatan hari ini, yaitu mengamati keanekaragaman unsur warna pada benda-benda yang ada di lingkungan halaman sekolah (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menunjukkan 3 kartu warna (merah, kuning, hijau) dan meminta murid secara lisan mengenali nama warna pada kartu tersebut (acuan: kartu 1 = merah, kartu 2 = kuning, kartu 3 = hijau) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiri di teras kelas menghadap halaman sekolah, lalu menunjukkan pemandangan luar kelas untuk membedakan keanekaragaman warna alami (seperti daun hijau, tanah cokelat, bunga merah/kuning) dan buatan (seperti tiang bendera putih, tempat sampah biru, pagar hitam) (10 menit).
  • Guru memberikan tantangan pengamatan terarah: guru menyebutkan satu warna (misalnya hijau, cokelat, kuning) dan murid menunjuk benda di halaman yang memiliki warna tersebut secara bersama-sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid turun ke area halaman sekolah dengan aman untuk melakukan permainan berburu warna: murid diberi lembar ceklis visual berisi 4 kotak warna target (hijau, cokelat, kuning, merah) (10 menit).
  • Murid secara mandiri berkeliling di area halaman yang dibatasi guru untuk mengenali benda yang sesuai dengan 4 kotak warna pada lembar ceklis: (1) kotak hijau dicocokkan dengan daun/rumput; (2) kotak cokelat dicocokkan dengan batang pohon/tanah; (3) kotak kuning dicocokkan dengan bunga sepatu kuning/daun kering; (4) kotak merah dicocokkan dengan bunga soka/batu bata (20 menit).
  • Guru berkeliling mengamati dan melakukan asesmen proses dengan menanyakan langsung kepada murid warna yang mereka kenali pada benda temuan mereka di halaman (acuan ketepatan: murid dapat menunjukkan benda dan menyebutkan warna hijau, cokelat, kuning, atau merah secara tepat) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid kembali ke dalam kelas dan duduk melingkar, lalu meletakkan lembar ceklis warna yang telah terisi tanda centang benda temuannya di hadapan masing-masing (10 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan beragamnya unsur warna yang ada di halaman sekolah serta memeriksa kembali apakah ada warna yang terlewat atau sulit ditemukan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengenali keanekaragaman unsur warna di halaman sekolah (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pengamatan warna hari ini dan menutup pelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar ceklis dengan contoh visual sampel warna yang jelas bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu mengenali warna, guru mendampingi dan membandingkan langsung kartu warna dengan benda di halaman; bagi murid yang cepat, diberi tantangan tambahan mengenali gradasi warna (misalnya hijau muda dan hijau tua pada daun).
  • Produk: Murid mengenali minimal 4 warna target pada lembar ceklis halaman sekolah sesuai kemampuannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 3 kartu warna untuk mengenali warna dasar. Butir diagnostik: (1) Guru memperlihatkan kartu merah, murid menyebutkan warnanya (acuan: merah); (2) Guru memperlihatkan kartu kuning, murid menyebutkan warnanya (acuan: kuning); (3) Guru memperlihatkan kartu hijau, murid menyebutkan warnanya (acuan: hijau).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan ceklis verifikasi saat murid mengenali unsur warna benda di halaman sekolah pada 4 butir target: (1) Benda berwarna hijau (acuan: daun/rumput); (2) Benda berwarna cokelat (acuan: tanah/batang pohon/kayu); (3) Benda berwarna kuning (acuan: bunga kuning/daun kering); (4) Benda berwarna merah (acuan: bunga merah/batu bata/cat tiang merah). Kriteria: murid menunjuk benda dan menyebutkan nama warna dengan tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Guru menunjuk 2 benda nyata yang dibawa dari halaman (daun hijau dan ranting cokelat) lalu meminta murid menyebutkan warnanya secara bergantian (acuan: benda 1 = hijau, benda 2 = cokelat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat perburuan warna di halaman sekolah menggunakan lembar ceklis 4 warna target
  • Tanya jawab lisan pengenalan unsur warna pada benda di halaman sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali keanekaragaman unsur warna pada benda di halaman sekolahMengenali 1 atau belum mampu mengenali dari 4 warna target (hijau, cokelat, kuning, merah) pada benda di halaman sekolah walaupun telah dibimbing guru.Mengenali 2 dari 4 warna target (hijau, cokelat, kuning, merah) pada benda di halaman sekolah dengan arahan dan bantuan guru.Mengenali 3 hingga 4 warna target (hijau, cokelat, kuning, merah) pada benda di halaman sekolah secara tepat dan mandiri.Mengenali seluruh 4 warna target (hijau, cokelat, kuning, merah) serta mampu mengenali variasi/gradasi warna lain (seperti hijau muda dan hijau tua) pada benda di halaman sekolah secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu kegiatan pengamatan di luar kelas (halaman sekolah) sudah berjalan efektif dan tertib?
  • Bagian mana dari kegiatan berburu warna yang paling membantu murid memahami keberagaman unsur warna di lingkungan sekolah?

Murid:

  • Warna apa yang paling banyak kamu lihat di halaman sekolah tadi?
  • Apakah kamu senang mencari dan menemukan warna-warni benda di luar kelas hari ini?

Pertemuan 5 — Menyebutkan Unsur Bentuk dan Warna pada Benda-Benda Nyata di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menyebutkan unsur-unsur rupa berupa bentuk dan warna dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan menata kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat 2 benda kelas nyata: (1) Penggaris segitiga warna hijau; (2) Kotak kapur/spidol warna putih, lalu meminta murid menyebutkan bentuk dan warna kedua benda tersebut (acuan jawaban: penggaris segitiga berbentuk segitiga dan berwarna hijau; kotak kapur berbentuk kotak/persegi dan berwarna putih) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyebutkan unsur rupa bentuk dan warna sekaligus pada benda-benda nyata di sekitar kita (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meletakkan 3 contoh benda nyata di meja demonstrasi depan kelas: (1) Piring plastik merah; (2) Buku tulis biru; (3) Potongan kue mainan segitiga kuning (10 menit).
  • Guru memperagakan cara mengamati dan menyebutkan pasangan unsur bentuk dan warna dari ketiga benda itu: benda 1 berbentuk lingkaran berwarna merah; benda 2 berbentuk kotak berwarna biru; benda 3 berbentuk segitiga berwarna kuning (10 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan pelafalan unsur bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) dan warna (merah, kuning, biru, hijau, hitam, putih) pada benda yang ditunjuk secara berkesadaran (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memulai permainan interaktif 'Detektif Benda Ceria': guru menyiapkan 4 benda nyata bernomor di atas meja: Benda A = Tutup toples kuning (bentuk: lingkaran, warna: kuning); Benda B = Kotak pensil biru (bentuk: kotak, warna: biru); Benda C = Rambu peringatan segitiga merah (bentuk: segitiga, warna: merah); Benda D = Jam dinding bulat hijau (bentuk: lingkaran, warna: hijau) (10 menit).
  • Secara bergiliran atau berpasangan, murid maju mengambil satu nomor benda, mengamati benda aslinya, lalu menyebutkan unsur bentuk dan warna dari benda tersebut secara lisan (10 menit).
  • Setiap murid mengambil 1 benda milik sendiri di atas mejanya (misalnya buku, penghapus, botol minum, atau tempat bekal), lalu secara mandiri menyebutkan bentuk dan warna benda tersebut kepada guru/rekannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa kembali ketepatan penyebutan unsur bentuk dan warna: mengecek apakah ada bentuk atau warna yang tertukar atau belum disebutkan (10 menit).
  • Murid mengungkapkan pengalaman belajarnya mengenai kemudahan atau tantangan saat menyebutkan bentuk dan warna pada benda nyata (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengenali dan menyebutkan unsur bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) serta warna pada benda nyata di sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberanian serta ketepatan murid menyebutkan unsur rupa (3 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang menyebutkan bentuk dan warna pada gambar pengamatan lingkungan rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda-benda berunsur bentuk dasar tunggal dan satu warna mencolok untuk murid yang masih bingung, serta benda dengan kombinasi bentuk atau warna ganda untuk murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan scaffolding berupa panduan lisan bertahap (menanyakan bentuknya lebih dulu, kemudian menanyakan warnanya) bagi murid yang membutuhkan bimbingan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyebutkan bentuk dan warna pada 2 benda terpandu; murid mahir menyebutkan bentuk dan warna pada 4 benda nyata berbeda secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 benda konkret di kelas: (1) Penggaris segitiga warna hijau; (2) Kotak kapur warna putih. Kriteria ketercapaian: murid dapat menyebutkan unsur bentuk dan warna benda tersebut (acuan: benda 1 = segitiga, hijau; benda 2 = kotak/persegi, putih).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja lisan pada aktivitas 'Detektif Benda Ceria' dengan 4 benda target: Benda A (lingkaran, kuning), Benda B (kotak, biru), Benda C (segitiga, merah), Benda D (lingkaran, hijau). Guru mencatat ketepatan penyebutan unsur bentuk dan warna.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir aktivitas: murid secara mandiri menunjukkan 1 benda miliknya di atas meja (misalnya penghapus kotak putih, tutup botol lingkaran biru, atau penggaris segitiga merah) dan menyebutkan unsur bentuk serta warnanya secara tepat (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 1 bentuk geometris dasar yang sesuai dan 1 nama warna yang sesuai dengan wujud fisik benda tersebut).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menyebutkan unsur bentuk dan warna pada benda nyata di sekitar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Unsur Bentuk pada Benda NyataBelum mampu menyebutkan unsur bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) pada benda nyata yang diamati meskipun telah dibimbing.Menyebutkan unsur bentuk pada benda nyata dengan bimbingan atau contoh dari guru.Menyebutkan unsur bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) pada benda nyata secara mandiri dan tepat.Menyebutkan unsur bentuk pada berbagai benda nyata yang berbeda secara mandiri, tepat, dan konsisten.
Menyebutkan Unsur Warna pada Benda NyataBelum mampu menyebutkan unsur warna pada benda nyata yang diamati meskipun telah dibimbing.Menyebutkan unsur warna pada benda nyata dengan bimbingan guru.Menyebutkan unsur warna pada benda nyata secara mandiri dan tepat.Menyebutkan unsur warna pada berbagai benda nyata secara mandiri, tepat, dan konsisten tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah benda-benda konkret yang disediakan cukup beragam dan mudah dikenali bentuk serta warnanya oleh murid kelas 1?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid menggabungkan penyebutan bentuk dan warna sekaligus?

Murid:

  • Benda apa yang paling kamu sukai saat ditebak bentuk dan warnanya hari ini?
  • Apakah kamu sekarang bisa menyebutkan bentuk dan warna barang-barang di tas sekolahmu?

Pertemuan 6 — Menyebutkan Unsur Bentuk dan Warna pada Gambar Pengamatan Lingkungan Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menyebutkan unsur-unsur rupa berupa bentuk dan warna dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa murid dengan ramah (5 menit).
  • Guru menunjukkan satu gambar contoh sederhana sebuah rumah dan melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan bentuk atap dan warna pintu secara lisan kepada murid (acuan: bentuk atap = segitiga; warna pintu = cokelat) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan sebuah gambar peraga besar bertema 'Lingkungan Rumah Kita' yang memuat 4 objek benda: (1) atap rumah berbentuk segitiga berwarna merah, (2) pintu berbentuk kotak (persegi panjang) berwarna cokelat, (3) jendela berbentuk kotak berwarna biru, dan (4) jam dinding luar berbentuk lingkaran berwarna kuning (15 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati gambar tersebut secara seksama, lalu bersama-sama menunjuk dan menyebutkan pasangan bentuk dan warna dari keempat objek tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Pengamatan Gambar Rumah kepada setiap murid yang memuat 4 gambar bagian rumah: (1) ventilasi segitiga berwarna hijau, (2) daun pintu kotak berwarna biru, (3) cermin teras lingkaran berwarna kuning, dan (4) keset kotak berwarna merah (10 menit).
  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Gambar Rumah': bergantian menunjuk gambar dan saling menyebutkan unsur bentuk dan warna pada masing-masing benda tersebut secara lisan (acuan: ventilasi = bentuk segitiga, warna hijau; pintu = bentuk kotak, warna biru; cermin = bentuk lingkaran, warna kuning; keset = bentuk kotak, warna merah) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan meminta perwakilan murid menyebutkan kembali secara mandiri pasangan bentuk dan warna dari benda rumah yang paling mereka ingat pada gambar (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan mengonfirmasi ketepatan penyebutan unsur bentuk (lingkaran, kotak, segitiga) serta unsur warna (merah, kuning, biru, hijau, cokelat) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gambar benda di lingkungan rumah dapat dikenali dan disebutkan melalui unsur bentuk dan warnanya (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan mengapresiasi keaktifan murid dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu visual bentuk (segitiga, kotak, lingkaran) dan kartu warna untuk murid yang masih memerlukan bantuan konkret.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pertanyaan penuntun terarah saat menyebutkan bentuk dan warna; bagi murid yang cepat, diberi tantangan menyebutkan bentuk dan warna pada 2 objek tambahan dalam gambar (misal: genting segitiga kecil oranye, pot bunga lingkaran abu-abu).
  • Produk: Penyebutan dilakukan secara lisan langsung saat aktivitas berpasangan atau unjuk kerja individu di depan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan gambar rumah sederhana: 'Sebutkan bentuk atap dan warna pintu pada gambar ini!' (acuan: bentuk segitiga dan warna cokelat).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas berpasangan 'Detektif Gambar Rumah', memeriksa ketepatan murid menyebutkan 4 target bentuk dan warna pada gambar (acuan: ventilasi = bentuk segitiga, warna hijau; daun pintu = bentuk kotak, warna biru; cermin = bentuk lingkaran, warna kuning; keset = bentuk kotak, warna merah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan unsur bentuk dan warna dari 2 benda rumah yang ditunjuk guru pada poster (acuan target: atap = bentuk segitiga, warna merah; jam dinding = bentuk lingkaran, warna kuning).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja lisan menyebutkan unsur bentuk dan warna pada gambar benda lingkungan rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan unsur bentuk pada gambar pengamatan lingkungan rumahBelum mampu menyebutkan bentuk geometris (lingkaran, kotak, segitiga) pada gambar benda rumah meskipun telah dibimbing.Menyebutkan 1-2 bentuk geometris pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat dengan bimbingan guru.Menyebutkan 3-4 bentuk geometris (segitiga, kotak, lingkaran) pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat secara mandiri.Menyebutkan seluruh (4) bentuk geometris pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat serta konsisten menunjukkan bagian bentuknya tanpa ragu secara mandiri.
Menyebutkan unsur warna pada gambar pengamatan lingkungan rumahBelum mampu menyebutkan warna pada gambar benda rumah meskipun telah dibimbing.Menyebutkan 1-2 warna pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat dengan bimbingan guru.Menyebutkan 3-4 warna pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat secara mandiri.Menyebutkan seluruh (4) warna pada gambar benda lingkungan rumah dengan tepat serta konsisten membedakan variasi warna tanpa ragu secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar lingkungan rumah cukup jelas sehingga memudahkan murid mengidentifikasi dan menyebutkan bentuk serta warna?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan 'Detektif Gambar Rumah'?

Murid:

  • Benda apa di gambar rumah tadi yang paling mudah kamu sebutkan bentuk dan warnanya?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak bentuk dan warna bersama temanmu?

Pertemuan 7 — Membuat Karya Seni Rupa Gambar Berdasarkan Hasil Pengamatan terhadap Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara hangat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuat karya gambar berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar kelas atau sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik visual dengan menunjukkan 2 contoh gambar sketsa benda lingkungan (Gambar A: pohon dengan batang cokelat dan dedaunan hijau; Gambar B: tiang bendera abu-abu dengan bendera merah-putih) lalu meminta murid menunjukkan benda mana yang pernah mereka amati di lingkungan sekolah (acuan: murid mengenali minimal 1 gambar sebagai objek nyata di lingkungan sekolah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak berdiri di dekat jendela atau pintu kelas selama 5 menit untuk mengamati langsung objek-objek di lingkungan sekitar (seperti pohon, bunga di pot, pagar sekolah, ayunan, atau jendela kelas) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terbimbing di papan tulis tentang cara mentransfer hasil amatan menjadi gambar sederhana dengan menggabungkan unsur bentuk dasar (lingkaran, segitiga, kotak, garis) dan warna yang sesuai benda aslinya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui tantangan menggembirakan 'Tebak dan Sketsa Cepat', guru menyebutkan satu objek lingkungan (misalnya: 'pohon rindang di taman') dan murid serentak membuat coretan bentuk dasarnya di udara menggunakan jari tangan mereka sebelum mulai menggambar di kertas (10 menit).
  • Setiap murid menerima selembar kertas gambar A4 dan mulai membuat karya gambar lingkungan sekitar (misalnya sudut halaman, taman sekolah, atau deretan kelas) menggunakan pensil untuk membuat sketsa bentuk objek hasil amatan (30 menit).
  • Murid mewarnai karya gambar lingkungan sekitar mereka menggunakan krayon atau pensil warna sesuai dengan warna objek nyata yang telah diamati (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil karya gambarnya di atas meja masing-masing, lalu memeriksa secara mandiri apakah objek amatan (minimal 2 objek lingkungan sekitar, seperti pohon dan gedung, atau bunga dan pagar) sudah terwujud lengkap beserta warnanya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa benda-benda di sekitar dapat diabadikan menjadi karya gambar yang indah dengan memperhatikan bentuk dan warnanya (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik atas kemandirian serta ketekunan seluruh murid dalam menyelesaikan karya seni rupa mereka (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan dapat mengamati objek tunggal yang dekat (misalnya pot tanaman di depan kelas), sedangkan murid yang sudah mahir dapat mengamati komposisi pemandangan yang memuat 3 atau lebih objek lingkungan sekitar.
  • Proses: Guru memberikan panduan goresan bentuk dasar bagi murid yang ragu memulai, sementara murid yang mandiri dipersilakan langsung mengeksplorasi komposisi gambarnya secara bebas.
  • Produk: Karya gambar dinilai berdasarkan kehadiran objek hasil pengamatan lingkungan sekitar; murid yang belum lancar menghasilkan minimal 2 objek teridentifikasi, sedangkan murid cepat dapat menambahkan detail tekstur atau latar lingkungan yang lebih kaya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di awal kegiatan menggunakan 2 gambar sketsa objek lingkungan sekolah (Gambar A: pohon; Gambar B: tiang bendera). Kriteria kesiapan: murid mampu mengenali dan menunjuk minimal 1 objek yang benar-benar ada di lingkungan sekolah mereka (acuan: Gambar A atau Gambar B ada di lingkungan sekolah).

Proses:

  • Cek berkala saat murid menggambar dan mewarnai di tahap Mengaplikasi dengan daftar periksa: (1) Keberadaan objek nyata lingkungan sekitar dalam gambar (minimal 2 objek, acuan: pohon/bunga/gedung/tiang/pagar/alat bermain); (2) Keselarasan penggunaan bentuk dan warna dengan objek amatan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di tahap Merefleksi melalui pemeriksaan mandiri produk gambar murid: murid memastikan karyanya memuat minimal 2 objek lingkungan sekitar yang dapat diidentifikasi bentuk dan warnanya (kriteria penerimaan: terdapat representasi visual minimal 2 objek lingkungan nyata di kertas gambar murid beserta pewarnaannya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja proses berkarya: mengamati ketepatan murid dalam memvisualisasikan objek lingkungan sekitar nyata ke dalam bentuk gambar dan pewarnaan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Karya seni rupa gambar berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitarBelum mampu membuat gambar objek lingkungan sekitar; goresan masih berupa coretan acak tanpa bentuk objek yang dapat dikenali.Mampu membuat gambar 1 objek lingkungan sekitar dengan bentuk dasar yang mulai dapat dikenali namun belum diberi warna.Mampu membuat karya gambar yang memuat minimal 2 objek lingkungan sekitar yang dapat dikenali bentuknya dan diwarnai sesuai amatan.Mampu membuat karya gambar yang memuat 3 objek atau lebih dari lingkungan sekitar secara mandiri dengan bentuk dan pewarnaan yang sangat sesuai dengan hasil amatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu menggambar dan mewarnai cukup memfasilitasi seluruh murid kelas 1 dalam berkarya secara tuntas?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid saat mengamati objek langsung di sekitar kelas sebelum menggambar?

Murid:

  • Benda apa di sekolah yang paling kamu sukai saat kamu gambar tadi?
  • Apakah kamu merasa senang saat mewarnai gambar lingkungan sekolahmu?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Mengenali unsur-unsur rupa berupa bentuk dalam benda-benda di sekitar
  • TP 1.2.2 Mengenali unsur-unsur rupa berupa warna dalam benda-benda di sekitar
  • TP 1.2.3 Menyebutkan unsur-unsur rupa berupa bentuk dan warna dalam benda-benda di sekitar
  • TP 1.2.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menata meja kelas menjadi format mandiri untuk asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi sumatif bab: menyelesaikan karya gambar lingkungan sekitar dan menunjukkan secara lisan bentuk serta warna yang diamati (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan kertas gambar ukuran A4 dan menjelaskan instruksi tugas: setiap murid membuat satu gambar lingkungan sekitar (seperti ruang kelas, halaman sekolah, atau gedung sekolah) yang memuat unsur bentuk (lingkaran, kotak, atau segitiga) dan unsur warna yang telah diamati pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru memperagakan alur unjuk kerja lisan bergiliran di meja guru: saat seluruh kelas menggambar, satu per satu murid akan dipanggil untuk mengenali dan menyebutkan bentuk serta warna pada benda nyata di meja guru (kotak pensil persegi/kotak, jam dinding lingkaran, penggaris segitiga) dan pada gambar buatannya (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri membuat karya seni rupa gambar lingkungan sekitar pada kertas A4 menggunakan krayon/pensil warna, menuangkan pengamatan benda sekitar dengan unsur bentuk geometris (lingkaran, kotak, segitiga) dan pilihan warna (merah, kuning, biru, hijau, dll.) (49 menit).
  • Secara bergiliran selama kegiatan menggambar berlangsung, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit) untuk unjuk kerja lisan: murid diminta menunjuk dan menyebutkan nama 3 bentuk geometris (acuan: lingkaran pada jam dinding, kotak pada kotak pensil, segitiga pada penggaris) dan menyebutkan 3 nama warna pada benda tersebut, serta menyebutkan 1 bentuk dan 1 warna pada karyanya sendiri (42 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merapikan alat gambar masing-masing secara tertib dan meletakkan hasil karya gambar di atas meja masing-masing untuk diperiksa guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi seluruh murid atas kemandirian dan kesungguhan dalam menggambar serta menyampaikan pengamatan bentuk dan warna sepanjang Bab 2 (1 menit).
  • Guru menyampaikan simpulan bahwa di sekitar kita selalu ada berbagai bentuk dan warna yang indah, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi instrumen asesmen sumatif bab.
  • Proses: Akomodasi akses berupa penegasan kembali instruksi secara perlahan atau penunjuk visual bentuk dasar bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti produk gambar dan unjuk kerja lisan tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat gambar (krayon/pensil warna dan pensil) di meja masing-masing murid sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi ketertiban dan kemandirian pengerjaan karya gambar selama 55 menit di meja masing-masing.

Sumatif Bab:

  • penilaian produk visual dan unjuk kerja lisan terpadu: karya gambar lingkungan sekitar yang memuat unsur bentuk dan warna hasil pengamatan, serta penyampaian lisan singkat mengenali dan menyebutkan bentuk dan warna pada karya/benda nyata
  • penilaian produk: gambar karya seni rupa buatan murid yang dikerjakan serentak seluruh kelas, memvisualisasikan benda-benda lingkungan sekitar hasil pengamatan dengan komposisi unsur bentuk (lingkaran, kotak, atau segitiga) dan warna (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya gambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penyampaian lisan langsung saat murid dipanggil bergantian ke meja guru (1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit, muat satu kelas) untuk menunjuk dan menyebutkan nama unsur bentuk serta warna dari benda di kelas dan/atau pada karya gambarnya (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi lisan pengenalan bentuk dan warna)

Sumatif:

  • penilaian produk visual dan unjuk kerja lisan terpadu: karya gambar lingkungan sekitar yang memuat unsur bentuk dan warna hasil pengamatan, serta penyampaian lisan singkat mengenali dan menyebutkan bentuk dan warna pada karya/benda nyata
  • penilaian produk: gambar karya seni rupa buatan murid yang dikerjakan serentak seluruh kelas, memvisualisasikan benda-benda lingkungan sekitar hasil pengamatan dengan komposisi unsur bentuk (lingkaran, kotak, atau segitiga) dan warna (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya gambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penyampaian lisan langsung saat murid dipanggil bergantian ke meja guru (1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit, muat satu kelas) untuk menunjuk dan menyebutkan nama unsur bentuk serta warna dari benda di kelas dan/atau pada karya gambarnya (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi lisan pengenalan bentuk dan warna)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Karya Seni Rupa Gambar Lingkungan Sekitar (TP 1.2.4)Gambar belum menampilkan objek lingkungan sekitar dan belum memuat bentuk geometris yang dapat dikenali.Gambar menampilkan lingkungan sekitar tetapi hanya memuat 1 bentuk geometris dan belum diberi warna.Gambar menampilkan lingkungan sekitar yang memuat minimal 2 bentuk geometris (pilihan: lingkaran, kotak, segitiga) dan sudah diwarnai dengan rapi.Gambar menampilkan lingkungan sekitar secara lengkap dengan memadukan ketiga bentuk geometris (lingkaran, kotak, dan segitiga) serta diwarnai secara penuh dan rapi.
Mengenali dan Menyebutkan Unsur Bentuk (TP 1.2.1 & TP 1.2.3)Belum mampu menunjuk maupun menyebutkan nama bentuk geometris pada benda konkret yang disediakan.Mampu menunjuk dan menyebutkan dengan tepat 1 dari 3 bentuk geometris (daftar acuan: lingkaran pada jam dinding, kotak pada kotak pensil, segitiga pada penggaris segitiga).Mampu menunjuk dan menyebutkan dengan tepat 2 dari 3 bentuk geometris (daftar acuan: lingkaran pada jam dinding, kotak pada kotak pensil, segitiga pada penggaris segitiga).Mampu menunjuk dan menyebutkan dengan tepat seluruh (3 dari 3) bentuk geometris (daftar acuan: lingkaran pada jam dinding, kotak pada kotak pensil, segitiga pada penggaris segitiga) secara mandiri.
Mengenali dan Menyebutkan Unsur Warna (TP 1.2.2 & TP 1.2.3)Belum mampu mengenali maupun menyebutkan nama warna pada benda nyata atau gambarnya.Mampu menyebutkan dengan tepat 1 nama warna pada benda nyata atau gambarnya (daftar acuan warna yang diuji: merah, kuning, biru, hijau, hitam, putih).Mampu menyebutkan dengan tepat 2 hingga 3 nama warna pada benda nyata atau gambarnya (daftar acuan: merah, kuning, biru, hijau, hitam, putih).Mampu menyebutkan dengan tepat lebih dari 3 nama warna pada benda nyata dan pada gambarnya sendiri (daftar acuan: merah, kuning, biru, hijau, hitam, putih) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid mencukupi untuk mengamati kemampuan lisan mengenali bentuk dan warna?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam memadukan unsur bentuk dan warna pada karya gambar pengamatan?

Murid:

  • Benda apa di kelas yang paling mudah kamu kenali bentuk dan warnanya?
  • Apakah kamu merasa senang dan puas dengan gambar lingkungan sekitar yang sudah kamu buat hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
  2. Benda-benda nyata di dalam ruang kelas (jam dinding, papan tulis, buku, penghapus, botol minum, penggaris)
  3. Kartu bentuk geometris (lingkaran, kotak, segitiga) dan lembar kerja detektif bentuk
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 1 SD
  5. Lingkungan bangunan dan halaman luar kelas/sekolah
  6. Kartu simbol bentuk (lingkaran, segitiga, segi empat)
  7. Lembar pengamatan detektif bentuk luar kelas
  8. Benda-benda alami di kelas (daun tanaman pot, batu kerikil hias)
  9. Benda-benda buatan di kelas (kotak pensil, penghapus papan, buku, botol minum)
  10. Kartu warna dasar (merah, kuning, biru, hijau, cokelat, hitam)
  11. Lembar Pengamatan Warna dan krayon/pensil warna
  12. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  13. Lingkungan halaman sekolah (tanaman, tanah, bunga, sarana prasarana sekolah)
  14. Kartu contoh warna dan lembar ceklis pengamatan warna
  15. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
  16. Benda-benda nyata di dalam kelas (penggaris segitiga, kotak kapur/spidol, piring plastik, buku, tutup toples, tempat pensil, jam dinding).
  17. Benda pribadi milik murid (botol minum, penghapus, buku gambar, tempat bekal).
  18. Poster gambar peraga 'Lingkungan Rumah Kita'
  19. Lembar aktivitas bergambar bagian-bagian rumah
  20. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 1 SD Kemendikbudristek
  21. Kertas gambar A4
  22. Krayon atau pensil warna
  23. Pensil dan penghapus
  24. Lingkungan nyata di sekitar ruang kelas dan sekolah (halaman, taman, bangunan)
  25. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  26. Benda konkret di meja guru untuk uji lisan: jam dinding dinding (lingkaran), kotak pensil (kotak), penggaris segitiga (segitiga).
  27. Kertas gambar A4, pensil, dan krayon/pensil warna milik murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.