Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 Bab 1: Eksplorasi Media Berkarya Seni Rupa

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 1 untuk Bab 1 "Eksplorasi Media Berkarya Seni Rupa", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 1 Bab 1: Eksplorasi Media Berkarya Seni Rupa

Seni Rupa - Kelas 1

Bab 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Eksplorasi Media Berkarya Seni Rupa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 1 — Eksplorasi Media Berkarya Seni Rupa
Alokasi Waktu30 JP (30 x 35 menit = 1050 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.1.1 Mengenali alat gambar, alat pemotong, dan alat perekat yang dimiliki untuk berkarya seni rupa
  2. TP 1.1.2 Menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat goresan garis dan warna
  3. TP 1.1.3 Menguji coba alat pemotong yang dimiliki melalui kegiatan memotong kertas
  4. TP 1.1.4 Menguji coba bahan perekat dan bahan kertas yang dimiliki melalui kegiatan menempel

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Benda apa saja di dalam kotak pensilmu yang bisa dipakai untuk menggambar?
  2. Bagaimana cara kita membedakan pensil tulis biasa dengan pensil warna?
  3. Benda apa di dalam tasmu yang bisa digunakan untuk memotong kertas?
  4. Benda apa yang kamu pakai saat ingin menempelkan kertas ke buku gambar?
  5. Bagaimana garis yang muncul jika pensil ditekan kuat pada kertas?
  6. Garis apa saja yang bisa kita buat dengan ujung pensil kita?
  7. Alat pewarna kering apa saja yang kamu bawa di dalam kotak pensilmu?
  8. Bagaimana caranya agar sapuan warna krayon atau pensil warna terlihat rata dan tebal di atas kertas?
  9. Apa yang terjadi jika goresan pensil ditimpa atau dipadukan dengan sapuan pensil warna atau krayon?
  10. Bagaimana caramu menggabungkan garis dan warna menggunakan alat gambar yang kamu miliki di atas kertas?
  11. Bagaimana posisi jari tangan kita saat memegang gunting agar aman dan kertas terpotong rapi?
  12. Apa yang terjadi jika kita menggerakkan gunting tepat mengikuti garis lurus pada kertas?
  13. Bagaimana caramu memegang gunting saat memotong kertas yang garisnya berkelok-kelok?
  14. Apakah kertasnya harus ikut diputar agar guntinganmu tetap pas di atas pola garis?
  15. Bagaimana caramu merekatkan kertas agar menempel kuat dan rapi di atas pola garis?
  16. Apa yang terjadi jika lem yang kita oleskan pada potongan kertas terlalu banyak atau terlalu sedikit?
  17. Bagaimana caramu menempelkan potongan kertas yang berbeda ukuran dan bentuk agar menempel rapi pada kertas dasar?
  18. Berapa banyak lem yang perlu kamu oleskan agar kertas menempel kuat tetapi tidak basah atau robek?
  19. Alat apa saja yang kita gunakan untuk menggambar, memotong, dan menempel?
  20. Bagaimana cara membuat karya yang rapi dengan memotong dan menempel kertas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Alat Gambar yang Dimiliki untuk Berkarya Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Mengenali alat gambar, alat pemotong, dan alat perekat yang dimiliki untuk berkarya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru menunjukkan satu buah pensil dan satu buah krayon di depan kelas, lalu bertanya singkat untuk memantik perhatian: 'Siapa yang punya benda ini di tasnya?' (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: guru mengangkat 4 alat satu per satu (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) dan meminta murid menunjukkan benda yang sama dari mejanya masing-masing (acuan: murid tepat mengangkat benda yang sesuai dengan yang ditunjukkan guru) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 4 jenis alat gambar yang umum dimiliki murid melalui benda nyata: (1) Pensil grafit (berujung abu-abu/hitam untuk membuat garis dasar sketsa), (2) Pensil warna (berisi pigmen warna dengan batang kayu), (3) Krayon/oil pastel (batang pewarna lilin tebal), dan (4) Penghapus pensil (karet penghapus tanda garis grafit) (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara aman dan nyaman menggenggam alat gambar: memegang batang pensil menggunakan tiga jari (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) dengan posisi ujung runcing menghadap ke kertas agar postur tangan rileks dan aman dari bahaya tertusuk (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Prinsip Menggembirakan: Guru mengadakan permainan tebak raba 'Kotak Misteri Alat Gambar'. Murid bergantian memasukkan tangan ke dalam kotak tertutup berisi 4 benda (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus), meraba bentuknya, lalu menebak nama alat tersebut sebelum mengeluarkannya untuk dilihat bersama (15 menit).
  • Murid membuka kotak pensil masing-masing di atas meja secara mandiri, kemudian mengelompokkan alat gambar milik mereka ke dalam 4 wadah kecil/piring kertas berlabel gambar: Wadah 1 untuk Pensil Grafit, Wadah 2 untuk Pensil Warna, Wadah 3 untuk Krayon, dan Wadah 4 untuk Penghapus (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Pengenalan Alat Gambar dengan menandai (memberi tanda centang V) pada gambar alat yang termasuk alat gambar di antara 4 gambar pilihan: (1) Pensil grafit [Centang], (2) Botol minum [Bukan - Silang], (3) Krayon [Centang], (4) Pensil warna [Centang] (acuan jawaban: nomor 1, 3, dan 4 dicentang; nomor 2 disilang/dibiarkan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan memeriksa kembali isi kotak pensilnya: 'Apakah semua alat gambarmu sudah lengkap dan tertata rapi kembali?' (10 menit).
  • Dua orang murid perwakilan berbagi perasaan dan menunjukkan alat gambar mana yang paling mereka sukai di depan kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengenalan alat gambar hari ini dan mengapresiasi kerapian meja murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya yaitu mengenali alat pemotong dan alat perekat, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu gambar konkret di samping benda asli; murid yang lebih cepat diberikan ragam pensil grafit dengan ketebalan berbeda (HB dan 2B) untuk diamati penampilannya.
  • Proses: Murid yang belum lancar membedakan alat didampingi langsung oleh guru melalui penunjukan satu per satu; murid yang sudah mahir dapat mengelompokkan alat gambar milik sendiri secara mandiri tanpa bantuan.
  • Produk: Pada lembar pengenalan, murid yang memerlukan bantuan dapat menunjukkan secara lisan/menunjuk langsung benda konkret, sedangkan murid lain memberi tanda centang pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan visual alat gambar di awal pendahuluan: Guru mengangkat satu per satu 4 alat gambar (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) dan meminta murid mengangkat alat yang sama milik mereka. Acuan tepat: (1) Guru angkat pensil grafit -> murid angkat pensil grafit; (2) Guru angkat pensil warna -> murid angkat pensil warna; (3) Guru angkat krayon -> murid angkat krayon; (4) Guru angkat penghapus -> murid angkat penghapus.

Proses:

  • Observasi saat aktivitas pemilahan alat gambar ke wadah: Memeriksa apakah murid tepat memasukkan pensil grafit ke wadah 1, pensil warna ke wadah 2, krayon ke wadah 3, dan penghapus ke wadah 4 (acuan: minimal 3 dari 4 jenis alat terpilah tepat sesuai jenisnya).
  • Pemeriksaan Lembar Pengenalan Alat Gambar dengan 4 butir: (1) Pensil grafit -> centang; (2) Botol minum -> bukan/silang; (3) Krayon -> centang; (4) Pensil warna -> centang. Acuan tepat: minimal 3 dari 4 gambar ditandai dengan benar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tunjuk benda di penutup: Guru menyebutkan nama salah satu alat secara acak ('Tunjukkan mana pensil warna!'), murid serentak mengangkat pensil warna milik masing-masing dari meja (acuan tepat: murid mengangkat pensil warna dengan ujung pigmen berwarna, bukan pensil grafit).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengelompokan 4 jenis alat gambar milik sendiri ke dalam wadah (Pensil Grafit, Pensil Warna, Krayon, Penghapus)
  • Pemeriksaan Lembar Pengenalan Alat Gambar (4 butir gambar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Alat Gambar yang DimilikiBelum mampu mengenali dan membedakan 4 alat gambar yang dimiliki (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Mengenali 1-2 dari 4 jenis alat gambar yang dimiliki (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) dengan bimbingan dan arahan guru.Mengenali 3-4 jenis alat gambar yang dimiliki (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) secara tepat dengan sedikit arahan guru.Mengenali seluruh 4 jenis alat gambar yang dimiliki (pensil grafit, pensil warna, krayon, penghapus) secara tepat, mandiri, dan konsisten tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan pensil grafit tulis biasa dengan pensil warna dan krayon yang mereka miliki?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan tebak raba alat gambar?

Murid:

  • Alat gambar apa saja yang ada di dalam kotak pensilmu hari ini?
  • Alat gambar mana yang paling kamu sukai bentuk atau warnanya?

Pertemuan 2 — Mengenali Alat Pemotong dan Alat Perekat yang Dimiliki untuk Berkarya Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Mengenali alat gambar, alat pemotong, dan alat perekat yang dimiliki untuk berkarya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menunjukkan dua benda nyata, yaitu gunting anak dan lem stik, lalu bertanya mengenai nama dan fungsi kedua benda tersebut untuk memancing rasa ingin tahu murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengangkat salah satu dari 2 benda yang dimiliki ketika guru menyebut fungsinya: (1) 'Alat untuk memotong kertas' (acuan jawaban: murid mengangkat gunting); (2) 'Alat untuk menempelkan kertas' (acuan jawaban: murid mengangkat lem stik/cair) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan contoh fisik 2 jenis alat pemotong ramah anak (gunting plastik/ujung tumpul dan pemotong kertas cetak/puncher) serta 2 jenis alat perekat (lem stik dan lem cair/kertas) sambil menjelaskan ciri bagian tajam gunting yang aman dan bagian wadah lem (15 menit).
  • Murid mengamati alat pemotong dan alat perekat yang mereka bawa di atas meja masing-masing, lalu bersama-sama mengidentifikasi bagian bilah pemotong serta bagian perekat secara berkesadaran agar mengenali fungsinya tanpa menyentuh bagian tajam secara sembarangan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan visual interaktif 'Tebak & Tunjuk Cepat': guru mengangkat 4 kartu gambar benda secara bergantian: Kartu 1 (Gunting), Kartu 2 (Lem stik), Kartu 3 (Lem cair), Kartu 4 (Cutter/pemotong kertas tumpul anak), dan murid secara serempak menyebutkan nama serta fungsinya: Kartu 1 = alat pemotong, Kartu 2 = alat perekat, Kartu 3 = alat perekat, Kartu 4 = alat pemotong (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Pengenalan Alat (LPA) berisi 4 butir soal menjodohkan gambar benda dengan kelompok fungsinya. Soal dan kunci acuan: (1) Gambar gunting dipasangkan ke kotak 'Alat Pemotong'; (2) Gambar lem stik dipasangkan ke kotak 'Alat Perekat'; (3) Gambar lem kertas cair dipasangkan ke kotak 'Alat Perekat'; (4) Gambar puncher kertas dipasangkan ke kotak 'Alat Pemotong' (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid memeriksa kembali hasil pengelompokan pada lembar kerjanya secara mandiri dan memastikan alat-alat di mejanya telah dikenali dengan benar serta disimpan di tempat yang aman (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan lisan bahwa alat pemotong (seperti gunting) digunakan untuk memotong dan alat perekat (seperti lem) digunakan untuk menempel (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan: guru menyebutkan nama benda, murid menjawab 'Pemotong' atau 'Perekat' (Contoh butir: lem stik -> perekat; gunting tumpul -> pemotong) serta memberikan apresiasi dan menutup pelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dan benda konkret langsung; murid yang mahir diberikan variasi gambar alat perekat selotip dan alat pelubang kertas.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara verbal dalam mencocokkan lambang gunting dan lem; murid yang mandiri langsung memasangkan pada lembar kerja secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mengelompokkan 4 gambar alat ke dalam kategori alat pemotong dan alat perekat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes unjuk respon cepat di awal pelajaran: Murid diminta mengangkat benda miliknya sesuai instruksi guru: (1) 'Tunjukkan alat untuk memotong kertas' (Acuan jawaban benar: murid mengangkat gunting tumpul); (2) 'Tunjukkan alat untuk menempelkan kertas' (Acuan jawaban benar: murid mengangkat lem stik/cair). Penskoran: tepat jika mengangkat kedua benda sesuai fungsi instruksinya.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat permainan 'Tebak & Tunjuk Cepat' mengenali 4 kartu benda: (1) Gunting = alat pemotong; (2) Lem stik = alat perekat; (3) Lem cair = alat perekat; (4) Pemotong kertas anak = alat pemotong.
  • Pemeriksaan Lembar Pengenalan Alat (LPA) berisi 4 butir penjodohan gambar dengan kotak kategori: Butir 1 (gambar gunting -> kotak Alat Pemotong); Butir 2 (gambar lem stik -> kotak Alat Perekat); Butir 3 (gambar lem cair -> kotak Alat Perekat); Butir 4 (gambar puncher -> kotak Alat Pemotong). Skor 1 untuk setiap butir tepat (total skor maksimal 4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Murid menjawab klasifikasi fungsi saat guru menyebutkan 2 alat acuan: (1) 'Gunting' (Acuan benar: alat pemotong); (2) 'Lem stik' (Acuan benar: alat perekat). Kriteria ketercapaian: murid menjawab kedua alat dengan tepat.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal pengenalan alat pemotong dan perekat
  • Observasi unjuk kerja permainan identifikasi 'Tebak & Tunjuk Cepat'
  • Penilaian Lembar Pengenalan Alat (menjodohkan 4 gambar alat dengan kategori fungsinya)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Alat Pemotong dan Alat Perekat yang DimilikiBelum mampu mengenali dan membedakan alat pemotong dan alat perekat (0-1 dari 4 butir alat pada lembar kerja tepat sesuai acuan kunci).Mulai mampu mengenali alat pemotong dan alat perekat dengan bantuan guru (2 dari 4 butir alat pada lembar kerja tepat sesuai acuan kunci).Mampu mengenali dan membedakan alat pemotong dan alat perekat secara tepat (3-4 dari 4 butir alat pada lembar kerja tepat sesuai acuan kunci dengan sedikit arahan).Mampu mengenali dan membedakan seluruh alat pemotong dan alat perekat secara tepat dan mandiri (4 dari 4 butir alat pada lembar kerja tepat sesuai acuan kunci tanpa keraguan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat membedakan secara jelas fungsi antara alat pemotong dan alat perekat?
  • Apakah aktivitas bermain tebak gambar efektif membantu murid Fase A mengenali alat-alat tersebut dengan aman?

Murid:

  • Benda mana yang kamu gunakan untuk memotong kertas?
  • Benda mana yang kamu gunakan untuk menempelkan kertas?

Pertemuan 3 — Menguji Coba Alat Gambar Pensil untuk Membuat Goresan Garis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat goresan garis dan warna

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan belajar dan mengajak murid menyiapkan satu batang pensil tulis serta selembar kertas uji coba (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid mengangkat pensil dan membuat 1 goresan garis bebas di pojok kertas untuk melihat cara menggenggam pensil (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara menguji coba pensil di papan tulis: membuat goresan garis lurus tipis dengan tekanan lembut dan garis tebal dengan tekanan kuat (10 menit).
  • Murid mengamati dan membedakan hasil goresan garis tipis dan tebal dari contoh yang diperagakan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan 'Tantangan Garis Pensil' yang menggembirakan: menguji coba pensil masing-masing untuk membuat 3 jenis goresan garis pada lembar kerja (garis lurus, garis lengkung/bergelombang, dan garis zig-zag) dengan 2 variasi tekanan (tebal dan tipis) (25 menit).
  • Murid menguji coba pensil secara mandiri untuk membuat goresan garis berulang hingga memenuhi 4 kotak eksplorasi (kotak 1: garis lurus tebal-tipis, kotak 2: garis lengkung, kotak 3: garis zig-zag, kotak 4: kombinasi garis bebas) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan lembar uji coba di atas meja dan menandai goresan garis mana yang menurut mereka paling jelas terlihat (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil uji coba pensil bahwa perbedaan tekanan menghasilkan ketebalan garis yang berbeda (10 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan merapikan alat tulis dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pensil dengan ketebalan berbeda (misalnya pensil HB dan 2B) bagi murid yang ingin menguji perbedaan kepekatan grafit.
  • Proses: Memberikan bimbingan fisik langsung pada genggaman pensil bagi murid yang goresannya masih sangat samar, dan memberi kebebasan eksplorasi variasi garis spiral/putus-putus bagi murid yang motorik halusnya sudah stabil.
  • Produk: Variasi jumlah dan jenis goresan garis yang dihasilkan pada lembar uji coba (minimal 3 jenis garis untuk reguler; tambahan garis spiral atau putus-putus untuk murid yang selesai lebih cepat).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja awal: Murid diminta membuat 1 goresan garis bebas di pojok kertas menggunakan pensil yang dimiliki. Kriteria pemetaan: (1) Belum siap: belum mampu menggenggam pensil sehingga garis tidak membekas di kertas; (2) Siap: mampu menggenggam pensil dan menggoreskan garis yang tampak nyata pada kertas (acuan: terlihat jejak grafit pensil pada kertas).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja selama tahap Mengaplikasi: Guru mengamati ketercapaian uji coba pembuatan 3 jenis garis pada lembar kerja (garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag) dengan variasi tekanan tebal dan tipis. Kriteria penerimaan: terdapat goresan nyata dari ketiga jenis garis tersebut pada lembar kerja murid.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menunjukkan hasil uji coba 4 kotak goresan garis pensil. Acuan ketercapaian: lembar kerja memuat lengkap goresan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag, dan kombinasi garis sesuai instruksi 4 kotak eksplorasi.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba membuat goresan garis dengan pensil menggunakan lembar observasi ketepatan goresan garis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Uji Coba Goresan Garis dengan PensilBelum mampu menguji coba pensil untuk membuat goresan garis (tidak ada garis yang terbentuk atau jejak grafit tidak tampak).Mampu menguji coba pensil untuk membuat 1 jenis garis (misal garis lurus saja) dengan bimbingan guru.Mampu menguji coba pensil untuk membuat 3 jenis goresan garis (garis lurus, lengkung, zig-zag) secara mandiri.Mampu menguji coba pensil untuk membuat 3 jenis goresan garis disertai variasi tekanan (tebal dan tipis) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu memegang pensil dengan benar untuk menggores garis?
  • Bagian mana dari kegiatan uji coba garis yang paling menarik minat murid?

Murid:

  • Apakah pensilmu mudah dipakai untuk membuat garis melengkung?
  • Garis mana yang paling kamu sukai saat dibuat dengan pensil?

Pertemuan 4 — Menguji Coba Alat Gambar Pewarna Kering untuk Membuat Sapuan Warna — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat goresan garis dan warna

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menunjukkan 2 alat gambar pewarna kering (krayon dan pensil warna) lalu melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan alat pewarna kering miliknya dan menyebutkan namanya (acuan: murid tepat menunjukkan dan menyebut krayon atau pensil warna) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menguji coba alat gambar pewarna kering yang dimiliki untuk membuat sapuan warna (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mendemonstrasikan cara memegang alat pewarna kering (pensil warna dan krayon) serta mencontohkan teknik membuat sapuan warna tipis dan sapuan warna tebal dengan mengatur tekanan jari pada kertas (10 menit).
  • Murid mengamati dan memperhatikan contoh 2 jenis sapuan warna pada kertas contoh: kotak A berisi sapuan pensil warna yang tipis merata dan kotak B berisi sapuan krayon yang tebal rapat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Dalam suasana bermain peran 'Ilmuwan Warna Cilik', murid melakukan uji coba menggoreskan 2 alat pewarna kering miliknya (pensil warna dan krayon) pada 4 bidang kotak uji di lembar eksplorasi: Kotak 1 untuk sapuan pensil warna tipis, Kotak 2 untuk sapuan pensil warna tebal, Kotak 3 untuk sapuan krayon tipis, dan Kotak 4 untuk sapuan krayon tebal (30 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses uji coba murid, memberikan umpan balik langsung pada cara memegang alat serta kerapatan sapuan warna (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid meletakkan lembar uji coba warnanya di atas meja masing-masing dan mencermati perbedaan hasil sapuan warna antara pensil warna dan krayon (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bersama hasil uji coba bahwa krayon menghasilkan sapuan warna yang lebih tebal/pekat sedangkan pensil warna menghasilkan sapuan warna yang lebih halus/tipis (10 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan kembali alat pewarna ke dalam kotak pensil masing-masing dan berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan alat gambar pewarna kering (pensil warna berujung runcing/tumpul atau krayon standar/jumbo) sesuai kenyamanan genggaman murid.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku menggenggam pewarna diberi bimbingan langsung memegang badan krayon; bagi murid yang sudah terampil diberi tantangan menguji coba gradasi tekanan dari tipis ke tebal dalam satu kotak bidang.
  • Produk: Variasi jumlah kerapatan sapuan warna pada bidang lembar uji coba sesuai kesiapan motorik murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual-kinestetik: Murid diminta mengambil dan menunjukkan 1 alat pewarna kering miliknya (pensil warna atau krayon) dari meja/kotak pensil dan menyebutkan jenisnya. Acuan ketercapaian: murid tepat menunjukkan krayon atau pensil warna dan menyebutkan namanya dengan benar.

Proses:

  • Formatif proses: Penilaian unjuk kerja eksplorasi sapuan warna pada 4 bidang kotak uji coba (Kotak 1: sapuan pensil warna tipis; Kotak 2: sapuan pensil warna tebal; Kotak 3: sapuan krayon tipis; Kotak 4: sapuan krayon tebal). Acuan ketercapaian: murid menggoreskan alat pewarna kering hingga menghasilkan lapisan sapuan warna pada bidang kotak.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menunjukkan hasil uji coba kotak sapuan warna yang paling pekat/tebal pada lembar eksplorasinya. Acuan ketercapaian: murid tepat menunjuk kotak sapuan krayon tebal atau kotak pensil warna tebal sebagai sapuan yang lebih pekat dibandingkan sapuan tipis.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba membuat sapuan warna menggunakan alat gambar pewarna kering pada lembar eksplorasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguji coba alat gambar pewarna kering untuk membuat sapuan warnaBelum mampu membuat sapuan warna menggunakan alat gambar pewarna kering pada bidang uji coba meski dengan bimbingan penuh.Mampu membuat sapuan warna menggunakan alat gambar pewarna kering pada 1–2 kotak bidang uji coba dengan bantuan atau arahan guru.Mampu membuat sapuan warna menggunakan alat gambar pewarna kering (pensil warna dan krayon) pada 3–4 kotak bidang uji coba secara mandiri.Mampu membuat sapuan warna menggunakan alat gambar pewarna kering pada seluruh (4) kotak bidang uji coba secara mandiri, rapi, serta mampu menunjukkan variasi sapuan tipis dan tebal secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memegang alat pewarna kering dengan posisi genggaman yang tepat saat menggores?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan uji coba membuat sapuan warna tebal dan tipis?

Murid:

  • Alat pewarna mana yang paling kamu sukai saat dipakai mewarnai, pensil warna atau krayon?
  • Apakah kamu merasa mudah saat membuat sapuan warna tebal dan tipis di atas kertas?

Pertemuan 5 — Menguji Coba Alat Gambar yang Dimiliki untuk Mengombinasikan Garis dan Warna — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat goresan garis dan warna

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan perlengkapan alat gambar yang dibawa murid, seperti pensil tulis, pensil warna, krayon, dan kertas gambar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid mengangkat pensil lalu menggoreskan 1 garis lurus di pojok kertas, kemudian mengangkat krayon/pensil warna lalu membuat 1 sapuan warna di samping garis tersebut (acuan kesiapan: murid mampu membedakan alat pembuat garis dan alat pewarna serta menghasilkan goresan nyata di atas kertas) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan uji coba mengombinasikan goresan garis pensil dengan sapuan warna di papan demonstrasi: (1) membuat garis lengkung dengan pensil lalu mengisinya dengan warna krayon, (2) membuat arsiran garis warna-warni di atas garis hitam (10 menit).
  • Murid mengamati dan menjawab pertanyaan pemantik guru tentang variasi alat gambar yang bisa digabungkan untuk menghasilkan garis dan warna secara bersamaan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan eksplorasi menggembirakan 'Tantangan Kombinasi Ajaib': guru menyebutkan satu pola kombinasi, murid berlomba langsung mencobanya di lembar eksplorasi masing-masing (misal: 'buat 3 garis gelombang dengan pensil, lalu warnai celahnya dengan krayon merah!') (15 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan uji coba mengombinasikan garis dan warna menggunakan seluruh alat gambar yang dimilikinya (pensil, krayon, dan/atau pensil warna) pada lembar kerja berisi 4 kotak eksperimen: Kotak 1 menguji coba garis lurus pensil + sapuan warna krayon; Kotak 2 menguji coba garis zig-zag pensil warna + blok warna berbeda; Kotak 3 menguji coba garis lengkung pensil + arsiran pensil warna; Kotak 4 bebas mengombinasikan ragam garis dan warna pilihan sendiri (acuan tugas: lembar kerja memuat kombinasi goresan garis nyata dan sapuan warna pada keempat kotak) (30 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid meletakkan lembar hasil uji coba di atas meja masing-masing dan mencermati hasil perpaduan garis dan warna yang telah mereka buat sendiri (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan meminta 3-4 murid menunjukkan bagian kombinasi garis dan warna yang paling jelas atau paling mereka sukai pada lembar eksperimennya (acuan ketercapaian: murid menunjukkan area yang memuat perpaduan nyata antara goresan garis dan sapuan warna) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa alat gambar seperti pensil, pensil warna, dan krayon dapat saling dikombinasikan untuk menghasilkan karya perpaduan garis dan warna (5 menit).
  • Guru mengarahkan murid merapikan kembali alat gambar ke dalam kotak pensil, membersihkan meja, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alternatif alat gambar (krayon ukuran besar untuk murid dengan motorik halus berkembang, atau pensil warna standar bagi yang sudah terampil).
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung bagi murid yang kesulitan memegang alat gambar atau memadukan garis dan warna; memberikan tantangan eksplorasi kombinasi garis lebih rapat/berlapis bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid bebas menentukan jenis garis (lurus, gelombang, zig-zag) dan warna yang dipadukan pada kotak eksperimen ke-4.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan motorik alat gambar: Murid diminta membuat 1 garis menggunakan pensil dan 1 sapuan warna menggunakan pewarna kering di sudut kertas. (Acuan verifikasi guru: [1] goresan garis pensil terlihat jelas dan tidak putus; [2] sapuan warna krayon/pensil warna menutupi permukaan kertas dengan nyata).

Proses:

  • Pengamatan langsung pengerjaan 4 kotak eksperimen kombinasi garis dan warna. (Acuan target 4 kotak: Kotak 1 = garis lurus pensil + sapuan warna krayon; Kotak 2 = garis zig-zag pensil warna + blok warna berbeda; Kotak 3 = garis lengkung pensil + arsiran warna; Kotak 4 = kombinasi bebas garis dan warna; kriteria keberhasilan: minimal 3 dari 4 kotak terisi kombinasi garis dan warna secara nyata dan mandiri).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman praktis di akhir sesi: Murid menunjukkan hasil karya eksperimennya dan menandai bagian kombinasi garis dan warna yang berhasil dibuat. (Acuan ketercapaian: lembar kerja memuat pertemuan/perpaduan fisik antara goresan garis dan sapuan warna pada kertas gambar tanpa robek).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba alat gambar untuk mengombinasikan garis dan warna pada 4 kotak eksperimen.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguji coba alat gambar untuk membuat kombinasi garis dan warnaBelum mampu membuat kombinasi garis dan warna; hanya menghasilkan coretan acak tanpa garis atau tanpa warna yang jelas meski telah dibimbing penuh.Mampu menguji coba kombinasi garis dan warna pada 1-2 kotak eksperimen dengan bantuan dan arahan guru.Mampu menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat kombinasi garis dan warna pada minimal 3 kotak eksperimen secara mandiri.Mampu menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat beragam kombinasi garis dan warna secara lengkap pada seluruh (4) kotak eksperimen dengan rapi dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memegang dan mengendalikan alat gambar dengan baik saat mengombinasikan garis dan warna?
  • Bagian mana dari langkah eksperimen kombinasi yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Alat gambar mana yang paling kamu sukai saat membuat garis dan warna bersamaan?
  • Apakah garis dan warnamu terlihat jelas dan rapi di atas kertas?

Pertemuan 6 — Menguji Coba Alat Pemotong yang Dimiliki melalui Kegiatan Memotong Kertas Mengikuti Garis Lurus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menguji coba alat pemotong yang dimiliki melalui kegiatan memotong kertas

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan murid untuk belajar berkarya seni rupa (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menunjukkan cara memegang gunting anak dan menyebutkan fungsi alat pemotong tersebut (acuan: jempol di lubang atas, jari telunjuk dan jari tengah di lubang bawah menghadap ke depan, fungsi untuk memotong/menggunting kertas) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba alat pemotong gunting anak untuk memotong kertas mengikuti garis lurus secara aman dan mandiri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan prosedur memegang gunting anak yang aman: ibu jari berada di lubang atas gunting, jari telunjuk menopang di bawah, dan jari tengah berada di lubang bawah; arah mata gunting selalu menjauhi tubuh (10 menit).
  • Murid mempraktikkan gerakan 'buka-tutup mulut buaya' dengan gunting anak di udara tanpa kertas secara serempak dan berulang untuk melatih kontrol otot jari (prinsip Menggembirakan: permainan gerak motorik tiruan buaya membuka dan menutup rahang) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan LKPD Memotong Garis Lurus yang memuat 4 jalur garis lurus putus-putus sepanjang 15 cm pada kertas HVS (jalur 1: garis lurus vertikal tebal, jalur 2: garis lurus vertikal tipis, jalur 3: garis lurus horizontal tebal, jalur 4: garis lurus horizontal tipis) (5 menit).
  • Murid menguji coba alat pemotong dengan memotong kertas mengikuti jalur 1 dan jalur 2 secara perlahan dengan tangan dominan menggerakkan gunting dan tangan non-dominan memegang tepi kertas agar tetap stabil (15 menit).
  • Murid melanjutkan uji coba memotong kertas pada jalur 3 dan jalur 4 secara mandiri hingga menghasilkan potongan kertas yang terpisah mengikuti pola garis lurus (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil potongan kertas dan mengamati keselarasan hasil guntingannya dengan garis lurus acuan pada lembar kerja (10 menit).
  • Murid menunjukkan satu hasil potongan garis lurus yang paling tepat dan menceritakan secara singkat kemudahan atau tantangan saat mengarahkan gunting pada garis lurus (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan motorik murid dalam memegang alat pemotong dan ketepatan mengikuti garis lurus (5 menit).
  • Guru memandu murid merapikan gunting ke dalam wadah yang aman dan membuang sisa remahan kertas ke tempat sampah serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kertas latihan disediakan dengan ketebalan garis lurus yang bervariasi (garis lurus tebal 3 mm untuk murid yang butuh panduan visual lebih jelas, dan garis lurus standar 1 mm untuk murid yang sudah mahir).
  • Proses: Bagi murid yang koordinasi motorik halusnya masih berkembang, guru memberikan bimbingan langsung dengan memegang tangan murid saat membuka-menutup gunting; bagi murid yang sudah mahir, diberikan kesempatan memotong mandiri pada kertas berukuran lebih panjang.
  • Produk: Potongan kertas mengikuti garis lurus dinilai berdasarkan ketepatan jalur dan keterputusan garis lurus (minimal 3 dari 4 garis lurus terpotong tepat pada jalurnya).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan diagnostik motorik dan alat pemotong: Guru meminta murid mengambil gunting anak dan memasukkan jari-jarinya ke lubang gunting. (Acuan diagnostik: jempol berada di lubang atas/kecil, telunjuk dan jari tengah berada di lubang bawah/besar, ujung gunting diarahkan ke depan menjauhi tubuh murid).

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan uji coba memotong: Guru mengamati posisi tangan murid saat menggunting 4 jalur garis lurus pada LKPD (Jalur 1: garis vertikal tebal, Jalur 2: garis vertikal tipis, Jalur 3: garis horizontal tebal, Jalur 4: garis horizontal tipis). Kriteria: alat pemotong digerakkan secara stabil membuka-menutup tepat pada garis lurus tanpa merobek kertas paksa.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja akhir memotong kertas: Guru memeriksa 4 hasil potongan garis lurus murid. (Acuan ketepatan: terpotong tepat pada garis atau melenceng tidak lebih dari 2 mm dari garis lurus; minimal 3 dari 4 garis terpotong rapi dari ujung ke ujung).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja keselamatan memegang alat pemotong (gunting anak)
  • Penilaian unjuk kerja hasil potongan kertas mengikuti 4 jalur garis lurus pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Menguji Coba Alat Pemotong pada Garis LurusBelum mampu memotong kertas mengikuti garis lurus; gunting dipegang tidak stabil atau kertas sobek tanpa mengikuti garis (0-1 garis lurus terpotong tepat).Mampu memegang gunting dengan benar tetapi potongan masih sering keluar jauh dari garis panduan (2 garis lurus terpotong tepat dengan bimbingan penuh).Mampu menguji coba alat pemotong memotong kertas tepat mengikuti pola garis lurus secara mandiri pada minimal 3 dari 4 garis lurus yang disediakan.Mampu menguji coba alat pemotong memotong kertas tepat mengikuti pola garis lurus secara konsisten dan rapi pada seluruh 4 garis lurus tanpa robekan dan tanpa melenceng.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi memegang alat pemotong secara aman dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari kegiatan memotong garis lurus yang paling memerlukan bimbingan intensif bagi murid kelas 1?

Murid:

  • Bagian jari mana yang kamu gunakan untuk menggerakkan gunting?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat menggunting kertas mengikuti garis lurus?

Pertemuan 7 — Menguji Coba Alat Pemotong yang Dimiliki melalui Kegiatan Memotong Kertas Mengikuti Pola Garis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menguji coba alat pemotong yang dimiliki melalui kegiatan memotong kertas

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kesiapan alat gunting tumpul khusus anak yang dibawa murid (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 lembar kertas berpola garis zig-zag dan meminta murid memperagakan cara memegang gunting dengan posisi jari yang aman (ibu jari di lubang atas, telunjuk/jari tengah di lubang bawah) serta menanyakan arah gerak kertas saat memotong (acuan: posisi tangan aman dengan ibu jari menghadap atas; murid mengetahui bahwa kertas digerakkan/diputar mengikuti kelokan garis) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba alat pemotong gunting untuk memotong kertas mengikuti aneka pola garis (zig-zag dan lengkung/bergelombang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan teknik menguji coba gunting pada 2 pola garis: garis zig-zag (sudut patah-patah) dan garis lengkung/gelombang (ombak), dengan menekankan teknik memutar media kertas secara perlahan menggunakan tangan nondominan sementara gunting tetap membuka-menutup lurus (3 menit).
  • Murid mempraktikkan gerakan 'buka-tutup paruh burung' dengan gunting di udara secara berulang untuk merasakan kelenturan jari tanpa memotong kertas terlebih dahulu (prinsip: menyenangkan dan melatih motorik) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja latihan memotong yang memuat tepat 2 jalur pola garis berjarak cukup lebar: Jalur A (3 puncak garis zig-zag runcing) dan Jalur B (3 bukit garis gelombang lengkung) (5 menit).
  • Murid secara mandiri menguji coba gunting masing-masing dengan memotong lembar kertas mengikuti Jalur A (pola zig-zag), berhenti tepat di tiap sudut untuk memutar arah kertas secara hati-hati (12 menit).
  • Murid melanjutkan uji coba memotong kertas mengikuti Jalur B (pola gelombang lengkung) dengan mengarahkan bilah gunting secara luwes mengikuti kelokan garis hingga garis selesai terpotong terpisah (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid meletakkan hasil potongan kertas Jalur A dan Jalur B di atas meja masing-masing dan mengamati apakah guntingan berhasil membelah kertas mengikuti alur pola garis (10 menit).
  • Guru mengajak murid saling menunjukkan hasil potongan garis zig-zag dan garis gelombangnya sambil mengungkapkan apakah pola zig-zag atau pola lengkung yang terasa lebih menantang saat digunting (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan memotong kertas mengikuti pola garis dan memastikan seluruh murid meletakkan kembali gunting di tempat yang aman (10 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar jalur garis dengan ketebalan garis yang lebih tebal (3 mm) bagi murid yang koordinasi visual-motoriknya masih berkembang, dan ketebalan standar (1 mm) bagi yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan pendampingan fisik berupa bimbingan tangan (hand-over-hand) saat memutar kertas di sudut runcing zig-zag bagi murid yang kesulitan, serta memberi kesempatan mandiri penuh bagi murid yang sudah lincah.
  • Produk: Hasil uji coba memotong 2 pola garis (zig-zag dan bergelombang) pada lembar kertas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan cara memegang alat potong (gunting anak): Guru meminta murid memegang gunting dalam posisi siap pakai. Kriteria siap: ibu jari berada di lubang pegangan atas dan telunjuk/jari tengah di lubang bawah dengan bilah menghadap ke depan/menjauhi tubuh (acuan: posisi tangan benar dan aman).

Proses:

  • Lembar observasi praktik memotong kertas mengikuti pola garis: Guru mencatat ketepatan memotong pada 2 target jalur: (1) Jalur A zig-zag (berhasil memotong mengikuti arah sudut tanpa memotong pintas); (2) Jalur B gelombang lengkung (berhasil memotong mengikuti lengkungan garis). Acuan keberhasilan: potongan kertas terbelah mengikuti kontur pola dengan deviasi robek/meleset maksimal 1 cm dari garis panduan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil fisik potongan lembar kerja murid: Guru mengecek keterpotongan kedua jalur pola kertas (Jalur A zig-zag dan Jalur B gelombang) untuk memastikan murid telah menguji coba alat potong secara tuntas dari pangkal hingga ujung garis.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja keselamatan memegang alat pemotong dan ketepatan alur potong mengikuti pola garis zig-zag dan bergelombang.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menguji Coba Alat Pemotong Mengikuti Pola Garis KertasBelum mampu memotong kertas mengikuti pola garis zig-zag maupun gelombang (potongan melenceng jauh atau kertas robek tak terarah) walau telah dibimbing.Mampu menguji coba memotong kertas, namun baru dapat mengikuti 1 pola garis (hanya zig-zag atau hanya gelombang) dengan bantuan bimbingan memutar kertas.Mampu memotong kertas mengikuti kedua pola garis (zig-zag dan gelombang) secara utuh dari awal sampai akhir dengan tepat secara mandiri.Mampu memotong kertas mengikuti kedua pola garis (zig-zag dan gelombang) secara mandiri, rapi tepat di atas garis pola, serta memutar kertas dengan sangat luwes dan aman.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid kelas 1 untuk menyelesaikan latihan memotong dua pola garis?
  • Bagian pola garis manakah (zig-zag atau gelombang) yang paling banyak memerlukan bimbingan teknik memutar kertas?

Murid:

  • Pola garis mana yang paling mudah kamu potong dengan guntingmu?
  • Apakah kamu memutar kertasmu saat menggunting bagian yang berbelok?

Pertemuan 8 — Menguji Coba Bahan Perekat dan Bahan Kertas yang Dimiliki melalui Kegiatan Menempel Pola Garis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.4 Menguji coba bahan perekat dan bahan kertas yang dimiliki melalui kegiatan menempel

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan bahan perekat (lem kertas) serta bahan kertas (kertas warna/origami dan lembar pola garis) (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 jenis bahan perekat (lem stik dan lem cair) serta potongan kertas, lalu meminta 3 murid secara bergantian menunjukkan cara mengoleskan lem secara efisien pada kertas (acuan: mengoles secukupnya pada bagian belakang kertas, tidak tumpah/meleber ke seluruh permukaan meja) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara menguji coba bahan perekat pada potongan bahan kertas: meratakan sedikit lem pada sisi belakang kertas lalu menempelkannya tepat mengikuti lajur pola garis lurus dan garis lengkung pada lembar kerja (10 menit).
  • Murid mengamati contoh hasil tempelan yang rekat sempurna (menempel rata, tidak lepas saat digoyang pelan) dan hasil yang kurang rekat atau terlalu basah akibat kelebihan lem (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid menerima lembar kerja berlatih yang memuat 3 lintasan pola garis: (1) garis lurus mendatar, (2) garis zig-zag, dan (3) garis lengkung bergelombang, serta potongan bahan kertas warna-warni yang sudah disiapkan (10 menit).
  • Murid memainkan tantangan ceria 'Kereta Kertas Menempel', yaitu berlomba secara mandiri menguji coba daya rekat bahan perekatnya dengan menempelkan potongan-potongan kertas mengikuti lintasan pola garis lurus tanpa keluar jalur (15 menit).
  • Murid secara mandiri melanjutkan kegiatan menguji coba bahan perekat dan bahan kertas dengan menempelkan potongan-potongan kertas mengikuti pola garis zig-zag dan pola garis lengkung hingga ketiga pola tertutup rapi oleh tempelan kertas (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kekokohan hasil uji coba menempelnya dengan menyentuh lembut ujung-ujung kertas yang telah ditempel untuk melihat apakah ada bagian yang belum merekat sempurna (10 menit).
  • Murid menceritakan pengalaman menguji coba bahan perekat: bagian pola garis mana yang paling mudah atau paling menantang untuk ditempeli kertas (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menempel potongan bahan kertas pada pola garis menggunakan bahan perekat secukupnya agar menempel rapi dan kuat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil uji coba menempel murid pada lembar kerja pola garis (3 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan merapikan meja belajar dan mengucap salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pola garis dengan lebar jalur lebih tebal bagi murid yang membutuhkan panduan visual lebih jelas.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dalam menakar jumlah olesan lem bagi murid yang masih kesulitan mengontrol perekat, serta memberi tantangan menempel pola garis lebih rapat bagi murid yang cepat.
  • Produk: Hasil uji coba menempel dinilai berdasarkan daya rekat dan kesesuaian tempelan mengikuti 3 pola garis (lurus, zig-zag, lengkung).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Demonstrasi singkat: Murid diminta memperagakan cara mengoleskan bahan perekat (lem) pada selembar potongan kertas (acuan tepat: mengoleskan lem secukupnya pada bagian belakang potongan kertas tanpa berceceran/berlebih).

Proses:

  • Pencatatan observasi saat murid menguji coba bahan perekat dan bahan kertas pada 3 jalur garis: (1) Pola garis lurus mendatar, (2) Pola garis zig-zag, dan (3) Pola garis lengkung bergelombang (acuan pengamatan: potongan kertas merekat kuat/tidak terlepas dan tertempel mengikuti lajur garis target minimal 2 dari 3 pola garis dengan baik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman hasil karya: Guru memeriksa lembar kerja penempelan pada ketiga pola garis. Kriteria tuntas: minimal 2 dari 3 pola garis (lurus, zig-zag, lengkung) tertempel dengan potongan kertas secara rekat (tidak lepas saat lembar ditegakkan) dan berada pada jalur pola garis.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba mengoleskan bahan perekat dan menempelkan potongan bahan kertas pada pola garis
  • Pemeriksaan hasil kerja penempelan potongan bahan kertas pada lembar 3 pola garis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan menguji coba bahan perekat dan bahan kertas melalui menempel pada pola garisBelum mampu merekatkan potongan bahan kertas pada pola garis; kertas lepas atau lem tidak menempel sama sekali pada ketiga pola garis.Mampu merekatkan potongan bahan kertas dengan bantuan arahan guru pada 1 pola garis (garis lurus), meskipun posisi masih sering keluar jauh dari garis atau lem berceceran.Mampu menguji coba bahan perekat dan bahan kertas secara mandiri dengan menempelkan potongan kertas merekat kuat mengikuti minimal 2 pola garis (lurus dan zig-zag/lengkung) secara rapi.Mampu menguji coba bahan perekat dan bahan kertas secara mandiri, seluruh potongan kertas merekat sangat kuat, rapi, dan tepat menutup seluruh 3 pola garis (lurus, zig-zag, dan lengkung) tanpa ceceran lem berlebih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi murid kelas 1 untuk menyelesaikan uji coba menempel pada 3 pola garis?
  • Apakah jenis bahan perekat yang digunakan murid mudah dioperasikan dan efektif merekatkan bahan kertas?

Murid:

  • Apakah potongan kertasku sudah menempel kuat dan tidak lepas saat lembar diangkat?
  • Pola garis mana yang paling kamu sukai saat ditempeli kertas hari ini?

Pertemuan 9 — Menguji Coba Bahan Perekat dan Bahan Kertas yang Dimiliki melalui Kegiatan Menempel Beragam Potongan Kertas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.4 Menguji coba bahan perekat dan bahan kertas yang dimiliki melalui kegiatan menempel

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan belajar dan mengecek perlengkapan yang dibawa murid: lem kertas serta beragam potongan kertas (kertas lipat warna-warni, potongan majalah/koran, potongan kertas HVS) (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan alat perekat (lem) dan memegang 1 lembar potongan kertas, lalu menanyakan: 'Di bagian mana lem dioleskan agar kertas menempel rapi?' (acuan jawaban: dioleskan secukupnya di bagian belakang potongan kertas, terutama bagian tepi atau sudut) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara menguji coba bahan perekat pada 2 jenis potongan kertas yang berbeda (kertas origami tipis dan kertas karton/kemasan yang lebih tebal), menunjukkan takaran lem yang cukup (tidak berlebihan) dan merata pada sisi belakang kertas (10 menit).
  • Murid menyimak dan meraba tekstur 3 jenis potongan kertas yang disediakan: (1) potongan kertas lipat/origami persegi, (2) potongan kertas majalah/kalender bentuk lingkaran/lengkung, dan (3) potongan kertas koran/hvs bentuk segitiga/geometris bebas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan eksplorasi: 'Tantangan Tempel Tangguh'—murid memilih dan menyusun 5 variasi potongan kertas di atas bidang kertas gambar dasar sebelum diberi lem untuk merancang tata letak bebas yang mereka sukai (15 menit).
  • Murid menguji coba menempelkan 5 variasi potongan kertas tersebut satu per satu menggunakan lem: mengoleskan lem pada bagian belakang potongan kertas, menempelkannya ke bidang dasar, lalu menekan perlahan dengan telapak tangan agar merekat rata tanpa terkelupas (25 menit).
  • Guru mengamati proses kerja murid, memberikan bimbingan teknis takaran lem bagi murid yang menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit lem, serta memverifikasi rekatan potongan kertas (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil uji coba tempelannya dengan meraba permukaan kertas yang ditempel untuk memastikan seluruh bagian tepi menempel rata dan bidang kertas dasar tidak basah berkerut (5 menit).
  • Murid secara bergantian menunjukkan hasil karya uji coba menempelnya dan menyebutkan potongan kertas mana yang paling mudah atau paling menantang untuk ditempelkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan cara menempel potongan kertas yang baik: lem dioleskan secukupnya di bagian belakang dan ditekan merata (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan kemandirian dalam menguji coba menempel beragam potongan kertas (3 menit).
  • Murid merapikan kembali sisa bahan kertas dan menutup rapat wadah lem, dilanjutkan doa penutup dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan potongan kertas dengan berbagai tingkat ketebalan (kertas origami tipis, kertas koran sedang, karton/kemasan tebal) dan variasi ukuran (besar dan kecil).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik halus didampingi guru dalam mengatur jumlah olesan lem; murid yang sudah mandiri diberikan tantangan menempel potongan kertas dengan bentuk dan ukuran yang lebih bervariasi.
  • Produk: Uji coba tempelan bebas beragam potongan kertas: murid berlatih menempel minimal 3 potongan kertas (tahap dasar) hingga 5 atau lebih potongan kertas (tahap mahir) secara rapi dan menempel kuat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan dan peragaan singkat di awal pembelajaran: 'Bagaimana cara mengoleskan lem pada potongan kertas agar menempel rapi?' (acuan: lem dioleskan secukupnya pada permukaan belakang kertas, tidak terlalu tebal/becek, dan diratakan hingga ke tepi potongan kertas).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat kegiatan uji coba menempel: (1) teknik pengolesan lem pada bagian belakang potongan kertas, (2) teknik menekan potongan kertas pada kertas dasar, dan (3) daya rekat pada 5 potongan kertas (kertas lipat, potongan majalah, potongan koran, potongan kemasan tipis, potongan hvs).

Akhir Pertemuan:

  • Cek hasil uji coba menempel potongan kertas dengan kriteria ketercapaian: minimal 4 dari 5 potongan kertas yang ditempel merekat kuat (tidak lepas saat dipegang) dan tidak menyebabkan kertas berlubang/terlalu basah akibat lem berlebih.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mengoleskan bahan perekat dan menempelkan beragam potongan kertas pada bidang kertas dasar.
  • Pemeriksaan hasil karya uji coba tempelan beragam potongan kertas berdasarkan daya rekat tepi dan kerapian permukaan kertas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Mengoleskan Bahan PerekatMengoleskan lem secara berlebihan hingga membasahi dan merusak permukaan kertas atau sangat kurang sehingga lem kering sebelum ditempelkan.Mengoleskan lem pada bagian belakang potongan kertas namun sering meluber ke bagian depan atau melebihi tepi kertas.Mengoleskan lem secukupnya pada sisi belakang potongan kertas dengan takaran yang pas dan merata.Mengoleskan lem dengan takaran sangat tepat dan merata hingga ke sudut/tepi belakang seluruh potongan kertas tanpa meluber sedikit pun secara mandiri.
Uji Coba Menempel Beragam Potongan KertasMenempelkan kurang dari 2 potongan kertas, dan potongan kertas masih mudah terlepas/terkelupas.Menempelkan 2-3 potongan kertas dengan bantuan guru, sebagian tepi potongan kertas masih terangkat/belum merekat kuat.Menempelkan minimal 4 dari 5 variasi potongan kertas secara mandiri dengan daya rekat kuat dan permukaan menempel rata.Menempelkan seluruh 5 variasi potongan kertas secara mandiri, seluruh tepi merekat sempurna, kuat, rata, dan bidang dasar tetap rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi murid kelas 1 untuk bereksplorasi mengoles lem dan menempel beragam potongan kertas?
  • Bagian mana dari teknik menempel (takaran lem, penekanan kertas, penataan) yang masih sulit dilakukan oleh sebagian murid?

Murid:

  • Apakah potongan kertasku sudah menempel kuat dan tidak lepas saat diangkat?
  • Potongan kertas mana yang paling kamu sukai saat kamu tempel tadi?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Mengenali alat gambar, alat pemotong, dan alat perekat yang dimiliki untuk berkarya seni rupa
  • TP 1.1.2 Menguji coba alat gambar yang dimiliki untuk membuat goresan garis dan warna
  • TP 1.1.3 Menguji coba alat pemotong yang dimiliki melalui kegiatan memotong kertas
  • TP 1.1.4 Menguji coba bahan perekat dan bahan kertas yang dimiliki melalui kegiatan menempel

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 1 bahwa murid akan menunjukkan kemampuannya mengenali alat rupa serta membuat karya eksplorasi garis, warna, potong, dan tempel secara mandiri (4 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan perlengkapan murid di meja masing-masing: pensil, pensil warna/krayon, gunting anak berujung tumpul, lem kertas, serta membagikan Lembar Kerja 1 dan Lembar Kerja 2 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan Tugas 1 (menjodohkan gambar alat dengan gambar fungsinya) pada Lembar Kerja 1, mencakup 3 butir soal: (1) Gambar pensil dan pensil warna dijodohkan dengan gambar kertas berisi goresan garis dan warna; (2) Gambar gunting anak dijodohkan dengan gambar kertas yang tergunting terbelah dua; (3) Gambar lem kertas dijodohkan dengan gambar dua potongan kertas yang menempel rapat (3 menit).
  • Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan Tugas 2 (karya eksplorasi media) pada Lembar Kerja 2: murid membuat goresan garis pensil dan sapuan pensil warna pada kertas gambar, memotong kertas berpola garis lurus menggunakan gunting secara aman, serta menempelkan potongan kertas tersebut menggunakan lem secukupnya hingga merekat rata dan rapi (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Kerja 1: menarik garis penghubung dari gambar alat ke gambar fungsinya untuk 3 butir soal yang disediakan (acuan kunci pencocokan: Butir 1 Gambar pensil & pewarna -> gambar goresan garis & warna; Butir 2 Gambar gunting -> gambar kertas terpotong terbelah; Butir 3 Gambar lem -> gambar kertas menempel rapat) (18 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Kerja 1 dan memastikan murid bersiap mengerjakan Tugas 2 di atas kertas gambar berukuran A4 (2 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan bagian pertama Tugas 2: membuat goresan garis lurus/lengkung menggunakan pensil dan mengisinya dengan sapuan pensil warna/krayon kering secara merata pada area gambar yang disediakan (17 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan bagian kedua Tugas 2: memotong kertas lipat mengikuti pola garis lurus yang telah dicetak menggunakan gunting anak berujung tumpul dengan teknik aman (posisi ibu jari di lubang atas dan bilah mengarah menjauhi badan) (25 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan bagian ketiga Tugas 2: mengoleskan bahan perekat (lem kertas) secukupnya pada bagian belakang potongan kertas lalu menempelkannya di atas kertas gambar hingga merekat rata, tidak terkelupas, dan rapi tanpa ceceran lem berlebih (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merapikan kembali alat gambar, gunting, dan lem ke tempat penyimpanan masing-masing serta memeriksa bahwa karyanya sudah diberi nama lengkap (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh Lembar Kerja 2 (karya eksplorasi media rupa) yang telah selesai dikerjakan (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian, ketertiban, dan kehati-hatian seluruh murid selama melaksanakan asesmen sumatif bab (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar panduan visual bergaris kontras lebih tebal bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir tugas.
  • Proses: Menyediakan gunting ergonomis bergagang adaptif bagi murid yang membutuhkan penyesuaian motorik halus saat memotong.
  • Produk: Standar bukti dan kriteria penilaian seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat kerja fisik (pensil, pewarna kering, gunting, lem) sebelum sesi asesmen dimulai

Proses:

  • Observasi kepatuhan keselamatan penggunaan gunting dan ketertiban kerja mandiri selama pengerjaan sumatif

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja serentak identifikasi alat dan penciptaan lembar eksplorasi media seni rupa (menggores, memotong garis lurus, dan menempel): Lembar kerja identifikasi bergambar (menjodohkan gambar alat dan fungsinya) serta lembar karya eksplorasi media rupa yang memuat goresan garis/warna, potongan kertas mengikuti garis, dan tempelan kertas yang merekat rata dan rapi
  • Unjuk kerja identifikasi serentak dengan lembar visual: Lembar kerja visual berisi gambar alat (alat gambar, alat pemotong, alat perekat) yang dijodohkan dengan gambar fungsinya secara tepat oleh murid secara serentak (25 menit; kelompok; instrumen: Lembar cek identifikasi visual dan kunci pencocokan)
  • Unjuk kerja eksplorasi media berkarya serentak: Karya eksplorasi pada kertas gambar yang memuat: (1) goresan garis pensil dan sapuan warna kering, (2) hasil memotong kertas mengikuti pola garis secara aman, dan (3) hasil menempel potongan kertas dengan takaran perekat yang pas sehingga menempel rata dan rapi (80 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi media (kriteria goresan/warna, ketepatan memotong pola, dan kerapian penempelan))

Sumatif:

  • Unjuk kerja serentak identifikasi alat dan penciptaan lembar eksplorasi media seni rupa (menggores, memotong garis lurus, dan menempel): Lembar kerja identifikasi bergambar (menjodohkan gambar alat dan fungsinya) serta lembar karya eksplorasi media rupa yang memuat goresan garis/warna, potongan kertas mengikuti garis, dan tempelan kertas yang merekat rata dan rapi
  • Unjuk kerja identifikasi serentak dengan lembar visual: Lembar kerja visual berisi gambar alat (alat gambar, alat pemotong, alat perekat) yang dijodohkan dengan gambar fungsinya secara tepat oleh murid secara serentak (25 menit; kelompok; instrumen: Lembar cek identifikasi visual dan kunci pencocokan)
  • Unjuk kerja eksplorasi media berkarya serentak: Karya eksplorasi pada kertas gambar yang memuat: (1) goresan garis pensil dan sapuan warna kering, (2) hasil memotong kertas mengikuti pola garis secara aman, dan (3) hasil menempel potongan kertas dengan takaran perekat yang pas sehingga menempel rata dan rapi (80 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja eksplorasi media (kriteria goresan/warna, ketepatan memotong pola, dan kerapian penempelan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Alat Rupa dan Fungsinya (Tugas 1)Menjodohkan dengan tepat paling banyak 1 dari 3 pasangan alat dan fungsinya (Acuan: [1] pensil/pewarna -> goresan garis/warna; [2] gunting -> kertas terpotong terbelah; [3] lem -> kertas menempel rapat).Menjodohkan dengan tepat 2 dari 3 pasangan alat dan fungsinya sesuai kunci acuan.Menjodohkan dengan tepat seluruh 3 pasangan alat dan fungsinya sesuai kunci acuan.Menjodohkan dengan tepat seluruh 3 pasangan alat dan fungsinya secara tepat, mandiri, dan cepat tanpa keraguan.
Menguji Coba Alat Gambar untuk Garis dan Warna (Tugas 2)Goresan garis pensil tampak putus-putus samar dan sapuan warna kering keluar jauh dari batas bidang gambar.Membuat goresan garis pensil cukup jelas, namun sapuan warna kering masih belum merata dan sebagian keluar batas bidang.Membuat goresan garis pensil yang tegas dan sapuan pewarna kering merata di dalam batas bidang gambar.Membuat goresan garis pensil yang sangat tegas, rapi, dan sapuan pewarna kering merata padat memenuhi bidang gambar tanpa keluar batas.
Menguji Coba Alat Pemotong melalui Memotong Kertas (Tugas 2)Hasil guntingan menyimpang jauh dari pola garis lurus atau kertas robek tak beraturan.Memotong kertas mengikuti garis lurus dengan tepi guntingan yang masih bergerigi atau sedikit melenceng dari garis acuan.Memotong kertas tepat mengikuti pola garis lurus secara aman dengan tepi guntingan yang rata.Memotong kertas tepat mengikuti pola garis lurus secara konsisten, aman, rapi sempurna tanpa gerigi atau deviasi tepi.
Menguji Coba Bahan Perekat dan Kertas melalui Menempel (Tugas 2)Potongan kertas belum merekat kuat (mudah lepas) atau permukaan kertas rusak/basah akibat ceceran lem berlebih.Potongan kertas menempel tetapi salah satu sudut terkelupas atau terdapat sedikit ceceran lem di sekitar tempelan.Potongan kertas menempel rata, seluruh sudut merekat kuat, dan bersih dari ceceran lem.Potongan kertas menempel sangat rata, merekat kuat sempurna di posisi yang tepat, serta permukaan karya sangat bersih dan rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit memadai bagi seluruh murid kelas 1 untuk menyelesaikan kedua tugas asesmen sumatif secara mandiri?
  • Bagian keterampilan mana (menggores/mewarnai, memotong, atau menempel) yang paling banyak memerlukan pendampingan motorik halus?

Murid:

  • Bagian mana dari karyamu hari ini yang paling kamu sukai hasilnya?
  • Alat mana yang paling mudah dan aman saat kamu gunakan tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 1 SD Kemendikbudristek
  2. Benda konkret alat gambar murid: pensil grafit, pensil warna, krayon/oil pastel, penghapus
  3. Kotak misteri raba alat dan 4 wadah/piring pemilah
  4. Lembar Kerja Pengenalan Alat Gambar bergambar 4 objek
  5. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
  6. Contoh fisik alat pemotong anak (gunting tumpul anak, pemotong kertas)
  7. Contoh fisik alat perekat (lem stik, lem kertas cair)
  8. Kartu gambar alat pemotong dan perekat
  9. Lembar Pengenalan Alat (LPA)
  10. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Pensil grafit (2B/HB) milik murid
  12. Kertas gambar / Lembar Eksplorasi Garis berpetak 4 kotak
  13. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I
  14. Krayon dan pensil warna milik murid
  15. Lembar aktivitas eksplorasi sapuan warna (berisi 4 bidang kotak uji coba)
  16. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek).
  17. Alat gambar milik murid: pensil tulis hitam, pensil warna, krayon/pastel.
  18. Buku gambar / kertas HVS / lembar kerja 4 kotak eksperimen.
  19. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023, Aktivitas 3 Bab 1)
  20. Gunting anak ujung tumpul
  21. LKPD Memotong Garis Lurus (kertas HVS dengan 4 pola garis lurus tebal dan tipis)
  22. Wadah penyimpanan alat dan tempat sampah kelas
  23. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi 2023), Bab I
  24. Gunting tumpul berujung bulat khusus anak
  25. Lembar pola garis memotong (Jalur A garis zig-zag dan Jalur B garis bergelombang/lengkung)
  26. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas I
  27. Lembar Kerja Pola Garis (garis lurus, garis zig-zag, dan garis lengkung)
  28. Bahan perekat (lem kertas stik/cair)
  29. Bahan kertas (potongan kertas lipat/origami/kertas warna)
  30. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
  31. Bahan perekat: lem kertas (lem stik/lem cair)
  32. Bahan kertas: kertas gambar/HVS sebagai bidang dasar
  33. Beragam potongan kertas: kertas origami/lipat aneka warna, potongan majalah/koran bekas, potongan kertas kalender/karton tipis
  34. Lembar Kerja 1 (Identifikasi bergambar alat dan fungsinya)
  35. Lembar Kerja 2 (Kertas gambar A4 dan kertas lipat dengan pola garis lurus)
  36. Alat dan bahan: pensil 2B, pensil warna/krayon, gunting anak ujung tumpul, lem kertas stik/cair

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.