Modul AjarBab 3Fase DSemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 8 Bab 3: Musik Mancanegara (Asia)

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 8 untuk Bab 3 "Musik Mancanegara (Asia)", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 8 Bab 3: Musik Mancanegara (Asia)

Seni Musik - Kelas 8

Bab 3

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 3 — Musik Mancanegara (Asia)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 3 — Musik Mancanegara (Asia)
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.3.1 Mengidentifikasi karakteristik musik dari berbagai genre pada ragam musik mancanegara Asia
  2. TP 8.3.2 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi pada lagu mancanegara Asia
  3. TP 8.3.3 Melakukan umpan balik karya musik orang lain sesuai dengan genre lagu mancanegara Asia menggunakan istilah musik yang tepat
  4. TP 8.3.4 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia secara berkelompok

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar musik tradisional dari negara tetangga kita di Asia Tenggara seperti Thailand atau Kamboja?
  2. Mengapa banyak ensambel musik tradisional di Asia Tenggara yang menggunakan instrumen perkusi dari perunggu atau kayu mirip gamelan Indonesia?
  3. Bagaimana kalian dapat membedakan asal negara suatu lagu Asia Timur hanya dari melodi atau suasana lagunya?
  4. Ciri khas apa yang membuat lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang terdengar unik dibandingkan musik tradisional lainnya?
  5. Bagaimana kita tahu bahwa tinggi nada suara yang kita nyanyikan sudah tepat pada nada solmisasi tertentu?
  6. Bagaimana aplikasi penala suara digital (tuner) dapat membantu kita mendeteksi dan menyesuaikan ketepatan nada saat melantunkan melodi lagu mancanegara seperti Arirang?
  7. Bagaimana ketukan metronom digital membantu kita menjaga kestabilan irama saat memainkan melodi lagu mancanegara Asia?
  8. Apa yang terjadi pada keteraturan irama lagu Arirang jika pola ketukan tidak sinkron dengan ketukan metronom?
  9. Bagaimana cara kita mengetahui bahwa sebuah rekaman lagu tradisional Asia dinyanyikan dengan nada yang tepat dan tempo yang stabil?
  10. Istilah musik apa yang dapat kita gunakan untuk memberikan kritik membangun saat mendengar nada yang fals atau ketukan yang terburu-buru?
  11. Bagaimana perbedaan rasa musikal ketika sebuah lagu dinyanyikan secara lembut (piano) dibandingkan keras (forte)?
  12. Istilah musik apa yang kita gunakan untuk mengomentari kejelasan pengucapan kata dan teknik penyambungan nada dalam nyanyian lagu Asia?
  13. Mengapa dalam bernyanyi bersama, kejelasan pelafalan lirik (artikulasi) dan pemenggalan kalimat lagu (frasering) sangat menentukan keindahan sajian vokal kelompok?
  14. Bagaimana cara kita menjaga ketepatan nada bersama teman sekelompok saat menyanyikan lagu mancanegara Asia?
  15. Bagaimana cara kita menjaga agar suara kita tidak saling menutupi atau bertabrakan ketika menyanyikan lagu mancanegara Asia dalam pembagian dua suara?
  16. Apa yang menentukan kekompakan suatu kelompok vokal saat bernyanyi bersama dari awal hingga akhir lagu?
  17. Bagaimana panduan alat bantu teknologi seperti metronom digital membantu kelompok menjaga kestabilan nada dan ketukan lagu Asia saat tampil di panggung?
  18. Mengapa penggunaan istilah musik yang tepat sangat penting saat kita memberikan ulasan terhadap penampilan vokal kelompok lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Tradisional Asia Tenggara (Pinpeat, Piphat, Hsaing Waing, dan Kulintang) — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.1 Mengidentifikasi karakteristik musik dari berbagai genre pada ragam musik mancanegara Asia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi karakteristik 4 ensambel musik tradisional Asia Tenggara: Pinpeat, Piphat, Hsaing Waing, dan Kulintang (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Berasal dari kawasan manakah ensambel Pinpeat dan Piphat?' (Acuan jawaban: Asia Tenggara / Kamboja dan Thailand); (2) 'Alat musik apakah yang paling mendominasi musik kulintang?' (Acuan jawaban: gong kecil / deretan gong perunggu) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan tayangan audio visual mengenai 4 ensambel musik Asia Tenggara: Pinpeat (Kamboja, ciri: ensambel perkusi pengiring tari/upacara dengan instrumen oneat, kongvong, skor thom), Piphat (Thailand, ciri: instrumen perkusi kayu/logam dan tiup pi nai dengan ritme energik), Hsaing Waing (Myanmar, ciri: susunan gong melingkar kyi waing dan pat waing), serta Kulintang (Filipina/Malaysia/Asia Tenggara kepulauan, ciri: deretan gong kecil mendatar) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengamati tabel perbandingan 4 ensambel untuk mengenali klasifikasi instrumen utamanya (idiophone, membranophone, aerophone) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tebak bunyi 'Ear Training Challenge': mendengarkan 4 cuplikan audio rekaman musik berdurasi masing-masing 30 detik, lalu secara mandiri mencocokkan cuplikan audio tersebut dengan nama ensambel yang tepat pada Lembar Kerja (Cuplikan 1: Pinpeat, Cuplikan 2: Piphat, Cuplikan 3: Hsaing Waing, Cuplikan 4: Kulintang) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Identifikasi Karakteristik Musik Asia Tenggara yang memuat 4 butir klasifikasi ensambel: (1) Pinpeat dari Kamboja (karakteristik instrumen: oneat, kongvong, samphor; dominan idiophone dan membranophone); (2) Piphat dari Thailand (karakteristik instrumen: ranat, pi nai, daphon; dominan idiophone perkusi dan aerophone); (3) Hsaing Waing dari Myanmar (karakteristik instrumen: pat waing, kyi waing, hne; deretan gong drum melingkar); (4) Kulintang dari Filipina/Malaysia (karakteristik instrumen: kulintang, agung, dabakan; deretan gong kuningan/perunggu horizontal) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi karakteristik 4 ensambel Asia Tenggara, mengevaluasi ketepatan identifikasi ciri instrumen dan negara asalnya (10 menit).

Penutup:

  • Murid menjawab 2 butir kuis cek pemahaman singkat: Butir 1: 'Sebutkan 2 instrumen utama pada ensambel Pinpeat!' (Acuan jawaban: oneat dan kongvong/samphor/skor thom); Butir 2: 'Apa ciri khas utama susunan instrumen pat waing pada ensambel Hsaing Waing?' (Acuan jawaban: deretan drum/gong kecil yang disusun dalam lingkaran) (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil pembelajaran hari ini, menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya mengenai musik Asia Timur, dan menutup pembelajaran dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi gambar instrumen dan kata kunci ensambel, sedangkan murid yang cepat diberikan rekaman audio dengan variasi tangga nada untuk diidentifikasi ciri instrumennya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mengenali ciri visual instrumen, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi karakteristik secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi minimal 2 ensambel dengan tepat, sedangkan murid mahir mengidentifikasi seluruh 4 ensambel beserta jenis klasifikasi instrumennya secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Berasal dari kawasan manakah ensambel Pinpeat dan Piphat? (Acuan jawaban: Asia Tenggara / Kamboja dan Thailand); (2) Alat musik apakah yang paling mendominasi musik kulintang? (Acuan jawaban: deretan gong kecil / gong perunggu mendatar)

Proses:

  • Lembar Identifikasi Karakteristik Musik Asia Tenggara berisi 4 butir pencocokan ensambel dan karakteristiknya. Acuan jawaban lengkap: (1) Pinpeat: Kamboja, instrumen oneat/kongvong/samphor, dominan perkusi/gong; (2) Piphat: Thailand, instrumen ranat/pi nai/daphon, perkusi kayu dan tiup; (3) Hsaing Waing: Myanmar, instrumen pat waing/kyi waing, susunan gong drum melingkar; (4) Kulintang: Filipina/Malaysia, instrumen deretan gong kecil mendatar dan agung.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir 2 butir: (1) Sebutkan 2 instrumen utama pada ensambel Pinpeat! (Acuan: oneat dan kongvong/samphor/skor thom); (2) Apa ciri khas utama susunan instrumen pat waing pada Hsaing Waing? (Acuan: drum/gong yang diletakkan melingkar dalam bingkai kayu).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai pengetahuan awal ensambel Asia Tenggara
  • Lembar Identifikasi Karakteristik 4 Ensambel Musik Tradisional Asia Tenggara (Pinpeat, Piphat, Hsaing Waing, Kulintang)
  • Cek pemahaman kuis singkat 2 butir pada penutup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik Musik Tradisional Asia Tenggara (Pinpeat, Piphat, Hsaing Waing, Kulintang)Mengidentifikasi 1 dari 4 ensambel musik tradisional Asia Tenggara beserta karakteristik instrumennya secara tepat sesuai acuan.Mengidentifikasi 2 dari 4 ensambel musik tradisional Asia Tenggara beserta karakteristik instrumennya secara tepat sesuai acuan.Mengidentifikasi 3 dari 4 ensambel musik tradisional Asia Tenggara beserta karakteristik instrumennya secara tepat sesuai acuan.Mengidentifikasi seluruh 4 ensambel musik tradisional Asia Tenggara (Pinpeat, Piphat, Hsaing Waing, Kulintang) beserta karakteristik instrumennya secara lengkap dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media audio-visual yang disajikan efektif membantu murid mengenali karakteristik bunyi dan instrumen ensambel Asia Tenggara?
  • Bagian karakteristik ensambel mana yang paling sering tertukar oleh murid saat kegiatan identifikasi?

Murid:

  • Ensambel musik Asia Tenggara manakah yang karakteristik bunyinya paling mudah dan paling sulit kamu kenali? Mengapa?
  • Persamaan apa yang paling menonjol antara musik tradisional Asia Tenggara dengan musik tradisional di Indonesia yang kamu temukan hari ini?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Tradisional dan Populer Asia Timur (Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang) — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.1 Mengidentifikasi karakteristik musik dari berbagai genre pada ragam musik mancanegara Asia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi karakteristik unsur musik (tangga nada/nuansa, birama/ritme, tempo, dan tema lirik) pada 3 lagu mancanegara Asia Timur: Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memutarkan 3 cuplikan audio pendek berdurasi 15 detik dari masing-masing lagu, lalu murid menjawab secara cepat tebakan judul lagu dan asal negaranya (acuan audio: Audio 1 = Sakura Sakura dari Jepang; Audio 2 = Mo Li Hua dari Tiongkok; Audio 3 = Arirang dari Korea) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mendengarkan audio utuh lagu 'Sakura Sakura' (Jepang), 'Mo Li Hua' (Tiongkok), dan 'Arirang' (Korea) dengan saksama untuk mengamati unsur tangga nada, tempo, birama, dan tema lirik (acuan: Sakura Sakura = tangga nada pentatonik in-sen/karakter minor melankolis, birama 4/4, tempo lambat/sedang/adagio-moderato, tema keindahan bunga sakura di musim semi; Mo Li Hua = tangga nada pentatonik mayor Cina/gong, birama 4/4 atau 2/4, tempo sedang/lincah/moderato, tema pujian harum dan putihnya bunga melati; Arirang = tangga nada pentatonik Korea/minyo, birama 3/4 atau 9/8 berayun, tempo sedang/moderato, tema perpisahan dan perjalanan di bukit Arirang) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan kuis permainan cepat 'Detektif Musik Asia Timur': guru memutarkan 3 potongan bagian melodi secara acak, lalu murid mencocokkan potongan melodi tersebut dengan 3 kartu lagu yang tersedia (Kartu A: Sakura Sakura, Kartu B: Mo Li Hua, Kartu C: Arirang) sambil mengangkat kartu yang tepat bersama pasangannya (acuan potongan melodi: Potongan 1 berirama 3/4 mengalun berayun = Kartu C Arirang; Potongan 2 bernuansa pentatonik melankolis Jepang = Kartu A Sakura Sakura; Potongan 3 bernada ceria pentatonik melati = Kartu B Mo Li Hua) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Karakteristik Musik Asia Timur untuk menganalisis dan mengidentifikasi 4 elemen musik pada ketiga lagu (Sakura Sakura, Mo Li Hua, Arirang) meliputi: (1) Asal negara & tema lirik, (2) Tangga nada/nuansa, (3) Birama/ketukan, (4) Tempo (acuan isian: Sakura Sakura = Jepang, musim semi/bunga sakura, pentatonik minor/in-sen, birama 4/4, tempo lambat-sedang; Mo Li Hua = Tiongkok, keindahan bunga melati, pentatonik mayor, birama 4/4 atau 2/4, tempo sedang; Arirang = Korea, kisah perpisahan di bukit Arirang, pentatonik tradisi Korea/minyo, birama 3/4 berayun, tempo sedang) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil isian lembar kerjanya dengan mencocokkan pada kunci verifikasi yang dipaparkan guru di layar, kemudian menandai karakteristik musik yang sudah tepat diidentifikasi dan yang masih keliru (acuan: ketepatan identifikasi 4 unsur musik pada 3 lagu) (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari karakteristik musik Asia Timur: ragam tangga nada pentatonik khas, keunikan birama 3/4 pada Arirang, serta keterikatan tema lirik dengan alam dan budaya masing-masing negara (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menyampaikan sekilas rencana kegiatan pertemuan berikutnya (penerapan unsur nada lagu Arirang menggunakan aplikasi penala suara digital) serta menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa tabel petunjuk pilihan kata (bank kata untuk tangga nada, tempo, dan birama); sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi langsung dari rekaman audio variasi aransemen populer tanpa bantuan opsi kata.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru saat membedakan ketukan birama 3/4 dan 4/4; murid yang mahir langsung menganalisis ketiga lagu secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja identifikasi karakteristik musik; murid yang cepat dapat menambahkan rincian motif melodi pembuka yang mudah diingat pada masing-masing lagu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menebak judul lagu dan asal negara dari 3 cuplikan audio 15 detik (acuan: Cuplikan 1 = lagu Sakura Sakura dari Jepang; Cuplikan 2 = lagu Mo Li Hua dari Tiongkok; Cuplikan 3 = lagu Arirang dari Korea).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan murid mengangkat kartu dalam kuis berpasangan 'Detektif Musik Asia Timur' berdasarkan potongan melodi (acuan: Potongan 1 irama 3/4 = Arirang; Potongan 2 nada minor Jepang = Sakura Sakura; Potongan 3 nada mayor melati Tiongkok = Mo Li Hua).
  • Pemeriksaan hasil kerja murid pada Lembar Kerja Identifikasi Karakteristik Musik Asia Timur untuk 3 lagu (acuan kunci: Sakura Sakura [Jepang, pentatonik minor/in-sen, birama 4/4, tempo lambat-sedang, lirik bunga sakura musim semi]; Mo Li Hua [Tiongkok, pentatonik mayor, birama 4/4 atau 2/4, tempo sedang, lirik keindahan bunga melati]; Arirang [Korea, pentatonik minyo, birama 3/4 berayun, tempo sedang, lirik perpisahan bukit Arirang]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan: murid mencocokkan lembar kerja dengan kunci acuan dan menuliskan jumlah unsur yang teridentifikasi secara tepat dari total 12 butir identifikasi (4 unsur x 3 lagu; acuan: unsur negara/lirik, tangga nada, birama, tempo pada Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal menebak judul dan asal negara lagu Asia Timur melalui cuplikan audio pendek.
  • Kuis berpasangan interaktif 'Detektif Musik Asia Timur' mencocokkan potongan melodi dengan kartu lagu.
  • Penilaian tertulis lembar kerja identifikasi karakteristik unsur musik (tangga nada, birama, tempo, tema lirik) pada lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik Musik Asia Timur (Sakura Sakura, Mo Li Hua, Arirang)Mengidentifikasi dengan tepat 1–3 butir unsur musik dari total 12 butir karakteristik pada lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 4–7 butir unsur musik dari total 12 butir karakteristik pada lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 8–10 butir unsur musik dari total 12 butir karakteristik pada lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 11–12 butir unsur musik dari total 12 butir karakteristik pada lagu Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang secara lengkap dan mandiri sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemutaran audio dan media kuis kartu efektif membantu murid membedakan karakteristik tangga nada dan birama lagu tradisional Asia Timur?
  • Bagian mana dari unsur musik (tangga nada, birama, tempo, tema) yang paling sering keliru diidentifikasi oleh murid, dan bagaimana strategi penguatan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Karakteristik lagu mana di antara Sakura Sakura, Mo Li Hua, dan Arirang yang paling mudah kamu kenali saat diperdengarkan? Mengapa?
  • Unsur musik apa (apakah tempo, birama, atau tangga nada) yang menurutmu paling menantang untuk dibedakan?

Pertemuan 3 — Menerapkan Unsur Nada Menggunakan Aplikasi Penala Suara Digital pada Melodi Lagu Arirang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.2 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi pada lagu mancanegara Asia

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan gawai yang telah terpasang aplikasi penala suara digital (chromatic tuner) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan ketepatan nada pada melodi lagu Arirang berbantuan aplikasi penala suara digital (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru membunyikan satu nada rujukan D4 (Re) pada instrumen keyboard/aplikasi, lalu meminta murid menyanyikan nada tersebut sambil mengamati jarum/indikator pada aplikasi penala suara masing-masing untuk memetakan kesiapan membaca indikator frekuensi nada (acuan ketercapaian: indikator aplikasi penala menunjukkan huruf 'D' dengan indikator jarum di tengah/hijau) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara membaca tampilan visual penala suara digital: indikator flat (terlalu rendah), in-tune (tepat/hijau), dan sharp (terlalu tinggi) (5 menit).
  • Murid mencermati partitur notasi melodi frasa pertama lagu Arirang dalam tangga nada pentatonik: D4 (Re), E4 (Mi), G4 (Sol), A4 (La), B4 (Si) dan mencocokkan konversi nama notasi solmisasi ke simbol nada internasional (D, E, G, A, B) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Game Interaktif 'Tantangan Jarum Hijau': Secara berpasangan, murid bergantian menyanyikan nada tunggal D4, G4, dan A4 di depan mikrofon aplikasi penala hingga jarum penala tepat berwarna hijau (in-tune), mencatat skor keberhasilan masing-masing (15 menit).
  • Murid secara mandiri menerapkan penalaan suara digital pada baris melodi frasa pembuka lagu Arirang baris 1: D4 - D4 - G4 - G4 - A4 - B4 - A4 - G4 ('A - ri - rang, A - ri - rang, A - ra - ri - yo'), menyesuaikan tinggi nada suaranya secara real-time berdasarkan petunjuk visual pada aplikasi penala suara (25 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid memeriksa catatan hasil penalaan mandiri, menganalisis nada melodi lagu Arirang mana yang paling sering meleset (flat/sharp) dan bagaimana strategi penyesuaian produksi suaranya (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan hasil penerapan aplikasi penala suara digital dalam mengontrol unsur nada pada melodi lagu Arirang (3 menit).
  • Asesmen Akhir (Cek Pemahaman): Guru memilih 2 nada melodi Arirang secara acak (G4 dan B4) untuk dinyanyikan oleh perwakilan murid dan diverifikasi langsung ketepatannya menggunakan penala suara digital di layar proyektor (acuan: nada G4 tepat pada frekuensi ~392 Hz dan B4 tepat pada frekuensi ~493 Hz dengan indikator visual penala in-tune) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemandirian murid menggunakan teknologi penala suara dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pada 3 nada dasar (D4, G4, A4), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tangga nada lengkap frasa pertama hingga frasa kedua Arirang (D4, E4, G4, A4, B4, D5).
  • Proses: Murid yang kesulitan penalaan mandiri bernyanyi dengan panduan tangga nada keyboard terlebih dahulu sebelum menguji ke penala digital; murid yang mahir langsung membidik nada secara a cappella berbantuan visual penala digital.
  • Produk: Semua murid mendokumentasikan ketepatan nada menggunakan lembar checklist penalaan digital dengan target minimal 5 nada melodi tepat in-tune.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Penalaan Nada Rujukan: Murid menyanyikan nada rujukan D4 di depan mikrofon aplikasi penala suara digital (acuan: aplikasi mendeteksi nada 'D' dengan penyimpangan cents maksimal ±10 cents / jarum penala hijau).

Proses:

  • Pengamatan Unjuk Kerja: Guru mengamati ketepatan nada murid saat menyanyikan melodi lagu Arirang frasa 1 (D4 - D4 - G4 - G4 - A4 - B4 - A4 - G4) berbantuan penala digital (acuan: minimal 6 dari 8 ketukan nada dinyanyikan in-tune sesuai deteksi aplikasi penala suara digital).

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Ketepatan Nada Melodi Arirang: Murid menyanyikan 2 nada target melodi Arirang yaitu G4 (Sol) dan B4 (Si) di depan penala digital (acuan: penala suara menampilkan label nada 'G' [~392 Hz] dan 'B' [~493 Hz] dalam kondisi in-tune/jarum hijau tanpa deviasi ekstrim flat/sharp).

Formatif:

  • Unjuk kerja penerapan penalaan nada mandiri berbantuan aplikasi penala suara digital pada melodi frasa 1 lagu Arirang menggunakan rubrik observasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan unsur nada menggunakan aplikasi penala suara digital pada melodi lagu ArirangMenerapkan penalaan nada dengan bantuan penuh guru, namun sebagian besar nada pada melodi Arirang masih terdeteksi flat/sharp (kurang dari 3 nada tepat in-tune sesuai deteksi aplikasi penala).Menerapkan penalaan nada secara mandiri dengan mencapai 3 hingga 4 nada yang tepat in-tune pada melodi Arirang sesuai deteksi aplikasi penala suara digital.Menerapkan penalaan nada secara mandiri dengan mencapai 5 hingga 7 nada yang tepat in-tune pada melodi Arirang sesuai deteksi aplikasi penala suara digital.Menerapkan penalaan nada secara mandiri dan konsisten dengan mencapai seluruh 8 nada pada melodi frasa 1 Arirang tepat in-tune (D4-D4-G4-G4-A4-B4-A4-G4) sesuai deteksi aplikasi penala suara digital.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan aplikasi penala suara digital efektif membantu murid menyadari ketepatan nada mereka sendiri saat menyanyikan melodi lagu mancanegara Asia?
  • Bagian melodi lagu Arirang manakah yang paling menantang bagi murid untuk disuarakan secara tepat (in-tune)?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat melihat jarum aplikasi penala suara digital bergerak ke warna hijau ketika menyanyikan nada melodi lagu Arirang?
  • Penyesuaian apa yang kamu lakukan pada suaramu ketika aplikasi penala mendeteksi nada yang kamu nyanyikan masih terlalu rendah (flat) atau terlalu tinggi (sharp)?

Pertemuan 4 — Menerapkan Unsur Irama dan Ketukan Menggunakan Aplikasi Metronom Digital pada Lagu Mancanegara Asia — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.2 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi pada lagu mancanegara Asia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyalakan perangkat aplikasi metronom digital (gawai/tablet kelas) dengan sikap tertib (3 menit).
  • Guru melaksanakan diagnostik awal berupa tes tepuk ritmis sinkron metronom (BPM 75) untuk memetakan kesiapan menjaga ketukan stabil sesuai acuan (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengatur tanda birama 3/4 tempo Andante (75 BPM) pada aplikasi metronom digital serta mencermati aksen ketukan pertama (tinggi) dan ketukan kedua-ketiga (rendah) (7 menit).
  • Murid secara berpasangan mencoba mengatur tempo metronom digital ke 75 BPM tanda birama 3/4 dan membunyikan ketukan bersama untuk mengenali aksen ketukan kuat dan lemah (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berpasangan 'Ketukan Sinkron': Murid berpasangan memainkan pola tepukan irama 3/4 lagu Arirang mengikuti ketukan metronom digital 75 BPM bergantian secara presisi (15 menit).
  • Murid memainkan melodi frasa 1 lagu Arirang (not: 3 . 5 | 6 . i | 6 5 3 5 | 3 . .) menggunakan alat musik pianika/keyboard berpanduan ketukan metronom digital 75 BPM secara sinkron (15 menit).
  • Murid melanjutkan memainkan melodi frasa 2 lagu Arirang (not: 6 . i | 6 5 3 | 2 1 2 3 | 1 . .) selaras ketukan metronom digital 75 BPM secara mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek ketepatan penerapan irama dan ketukan mereka terhadap metronom digital, mengidentifikasi bagian melodi yang masih terburu-buru atau tertinggal (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap penerapan unsur irama dan ketukan berbasis aplikasi metronom digital pada lagu Arirang (3 menit).
  • Murid dan guru menutup sesi dengan merapikan perangkat musik digital dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur not angka lagu Arirang dengan tanda aksen ketukan jelas untuk murid yang membutuhkan visualisasi ketukan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pada tempo lebih lambat (60 BPM) terlebih dahulu sebelum ke 75 BPM, sedangkan murid yang mahir mencoba langsung pada tempo 85 BPM.
  • Produk: Unjuk kerja sinkronisasi irama pada melodi frasa 1 dan 2 lagu Arirang dengan tingkat tempo standar (75 BPM) atau tempo cepat (85 BPM).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik praktik tepukan ritmis berpanduan metronom digital 75 BPM birama 3/4 sebanyak 4 birama. Kriteria/Acuan: Tepat membunyikan aksen tepuk pada ketukan 1 (kuat) dan ketukan 2, 3 (lemah) selama 4 birama beruntun (total 12 ketukan tepat waktu tanpa mendahului atau tertinggal).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja penerapan irama dan ketukan menggunakan metronom digital pada frasa 1 dan frasa 2 lagu Arirang (BPM 75 birama 3/4). Acuan ketercapaian: (1) Frasa 1 [3 . 5 | 6 . i | 6 5 3 5 | 3 . .] tepat jatuh pada 4 birama metronom; (2) Frasa 2 [6 . i | 6 5 3 | 2 1 2 3 | 1 . .] tepat jatuh pada 4 birama metronom tanpa kehilangan ketukan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman keteraturan ketukan: Murid memainkan melodi lengkap frasa 1 dan 2 lagu Arirang (8 birama) mengikuti metronom digital 75 BPM. Kriteria penerimaan operasional: Seluruh 8 birama melodi dimainkan stabil selaras bunyi 'tik' metronom tanpa mengalami pergeseran tempo (tidak rushing dan tidak dragging).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik memainkan melodi frasa 1 dan 2 lagu Arirang selaras ketukan metronom digital 75 BPM (tanda birama 3/4).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Irama dan Ketukan Metronom Digital pada Frasa 1 Lagu Arirang (4 Birama)Belum mampu menyelaraskan melodi frasa 1 dengan metronom digital (ketukan melodi selalu mendahului atau tertinggal dari bunyi metronom).Mampu menyelaraskan melodi frasa 1 dengan metronom digital pada 1-2 birama, namun 2 birama lainnya meleset dari ketukan.Mampu menerapkan ketukan metronom digital secara stabil pada minimal 3 dari 4 birama frasa 1 lagu Arirang.Menerapkan seluruh irama dan ketukan melodi frasa 1 lagu Arirang (4 birama penuh) secara sinkron dan presisi dengan metronom digital secara mandiri.
Penerapan Irama dan Ketukan Metronom Digital pada Frasa 2 Lagu Arirang (4 Birama)Belum mampu memainkan melodi frasa 2 selaras dengan ketukan metronom digital.Mampu memainkan melodi frasa 2 selaras ketukan metronom digital pada 1-2 birama dengan jeda ragu.Mampu memainkan melodi frasa 2 selaras ketukan metronom digital pada 3 dari 4 birama secara tepat.Memainkan seluruh melodi frasa 2 lagu Arirang (4 birama penuh) secara stabil dan presisi mengikuti ketukan metronom digital tanpa terputus.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan tempo 75 BPM pada metronom digital sudah memudahkan murid menjaga kestabilan ketukan saat memainkan melodi lagu Arirang?
  • Bagaimana variasi latihan berpasangan membantu murid yang kesulitan menjaga sinkronisasi ketukan?

Murid:

  • Bagian mana dari melodi lagu Arirang yang paling menantang untuk dimainkan tepat pada ketukan metronom digital?
  • Strategi apa yang membantuku tetap fokus menyelaraskan jari dengan bunyi ketukan metronom?

Pertemuan 5 — Melakukan Umpan Balik Ketepatan Nada dan Tempo Karya Musik Rekaman Asia Menggunakan Istilah Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.3 Melakukan umpan balik karya musik orang lain sesuai dengan genre lagu mancanegara Asia menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran pertemuan 5, yaitu melatih kemampuan memberikan umpan balik terkait ketepatan nada (pitch) dan tempo pada rekaman musik Asia menggunakan istilah musik yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pemutaran 2 cuplikan audio pendek (masing-masing 15 detik): Audio A (cuplikan lagu Sakura nada tepat, tempo stabil moderato) dan Audio B (cuplikan nada meleset/fals, tempo tidak stabil/accelerando tidak teratur). Murid secara tertulis memilih cuplikan yang mengalami ketidaktepatan nada dan tempo beserta alasannya secara singkat (acuan: Audio B mengalami ketidaktepatan nada/fals dan tempo tidak stabil) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai penggunaan istilah musik baku dalam menilai ketepatan nada (pitch: tepat/in-tune, fals/out of tune, pitchy) dan tempo (allegro/cepat, moderato/sedang, andante/lambat, ritardando/melambat, accelerando/mempercepat, tidak stabil/rushing/dragging) saat mendengarkan karya musik rekaman Asia (10 menit).
  • Murid memainkan permainan tebak cepat 'Detektif Bunyi' secara ceria: guru memperdengarkan 3 variasi cuplikan rekaman melodi lagu Mo Li Hua (Cina). Murid berlomba mengangkat kartu istilah: Kartu 1 'Pitch Tepat & Moderato' (rekaman 1: melodi tepat sesuai tangga nada pentatonik dan tempo sedang stabil), Kartu 2 'Fals / Out of Tune' (rekaman 2: nada ke-3 dan ke-5 meleset setengah nada), Kartu 3 'Rushing / Tempo Mempercepat Tidak Teratur' (rekaman 3: ketukan tiba-tiba mendahului metronom) (acuan: variasi 1 = Kartu 1; variasi 2 = Kartu 2; variasi 3 = Kartu 3) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menerima lembar kerja telaah umpan balik dan mendengarkan 2 rekaman vokal karya musik rekaman mancanegara Asia: Rekaman 1 (rekaman lagu Sakura - Jepang dengan ketepatan nada sempurna namun tempo melambat tanpa tanda/ritardando yang tidak direncanakan pada baris kedua) dan Rekaman 2 (rekaman lagu Arirang - Korea dengan tempo andante stabil 72 BPM namun nada ke-4 dan ke-7 meleset/fals turun) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan teks umpan balik objektif pada lembar kerja untuk kedua rekaman tersebut dengan menerapkan struktur umpan balik konstruktif (identifikasi bagian nada, status ketepatan pitch, stabilitas tempo, dan saran perbaikan) menggunakan istilah musik yang tepat sesuai acuan (acuan kunci: Rekaman 1 = pitch tepat/in-tune, tempo menyeret/dragging/ritardando tak teratur pada frasa kedua, saran: menjaga kestabilan tempo moderato; Rekaman 2 = tempo stabil andante, pitch fals/out of tune pada nada tinggi frasa refrain, saran: menyelaraskan ketepatan pitch nada tinggi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru memeriksa dan membahas hasil rumusan umpan balik yang telah dibuat, mencocokkannya dengan kriteria ketepatan penggunaan istilah nada dan tempo, serta mengevaluasi bagaimana pemilihan kata yang objektif dan istilah musik teknis membantu musisi lain memperbaiki penampilannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya istilah musik teknis (pitch, in-tune, fals, tempo, allegro, andante, dragging, rushing) dalam menyusun umpan balik karya musik rekaman Asia (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk menyimak rekaman musik Asia lainnya di rumah secara mandiri dan menutup kelas dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan glosarium daftar istilah musik (pitch, fals, in-tune, andante, moderato, accelerando, ritardando) beserta artinya pada lembar kerja; murid yang mahir diberikan audio rekaman dengan variasi dinamika tempo yang lebih halus.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah mendengarkan cuplikan audio hingga 3 kali pengulangan; murid mahir menganalisis rekaman dengan mendengarkan 1-2 kali putar saja.
  • Produk: Murid pemula menyusun umpan balik dengan mengisi format kalimat terbimbing berstruktur; murid mahir menyusun paragraf ulasan umpan balik kritis secara mandiri dan komprehensif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Mendengarkan 2 cuplikan rekaman audio (Audio A dan Audio B) berdurasi 15 detik. Murid menentukan cuplikan mana yang mengalami masalah ketepatan nada dan ketidakteraturan tempo. Acuan jawaban: Audio B (karena nada meleset/fals dari tangga nada dan temponya terburu-buru/tidak stabil).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja umpan balik terhadap Rekaman 1 (Sakura) dan Rekaman 2 (Arirang). Kriteria: (1) Ketepatan identifikasi nada (Sakura = nada tepat/in-tune; Arirang = nada meleset/fals pada bagian tinggi); (2) Ketepatan identifikasi tempo (Sakura = tempo melambat/dragging tidak teratur; Arirang = tempo stabil andante); (3) Ketepatan penggunaan istilah musik baku (pitch, in-tune, out of tune/fals, tempo, andante/moderato, dragging/rushing) dalam kalimat umpan balik konstruktif.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid menjawab 2 butir pertanyaan singkat: (1) Sebutkan istilah musik untuk nada yang meleset dari tinggi nada sebenarnya! (acuan: fals / out of tune / pitchy); (2) Sebutkan istilah untuk tempo yang secara tidak sengaja melambat dan menyeret! (acuan: ritardando tak terencana / dragging).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: tes identifikasi kesalahan nada dan tempo pada 2 cuplikan audio pemantik.
  • Asesmen formatif proses: lembar kerja penulisan umpan balik ketepatan nada dan tempo karya musik rekaman Asia (Sakura dan Arirang) menggunakan istilah musik teknis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Identifikasi Nada dan Penggunaan Istilah PitchBelum mampu mengidentifikasi ketepatan nada pada rekaman musik Asia dan tidak menggunakan istilah musik terkait pitch.Mampu mengidentifikasi ketepatan nada pada 1 rekaman lagu dengan benar, namun belum menggunakan istilah musik baku (hanya menyebut sumbang/enak).Mampu mengidentifikasi ketepatan nada pada kedua rekaman lagu mancanegara Asia secara tepat menggunakan istilah musik baku (in-tune, fals/out of tune).Mampu mengidentifikasi ketepatan nada pada kedua rekaman secara tepat, menggunakan istilah musik baku secara konsisten, serta menunjukkan lokasi frasa/nada yang tidak tepat secara presisi.
Ketepatan Identifikasi Tempo dan Penggunaan Istilah TempoBelum mampu mengidentifikasi kestabilan tempo pada rekaman musik Asia dan tidak menyertakan istilah tempo.Mampu mengidentifikasi kestabilan tempo pada 1 rekaman lagu secara tepat dengan istilah umum (cepat/lambat), tetapi belum menggunakan istilah musik baku.Mampu mengidentifikasi kestabilan tempo pada kedua rekaman lagu secara tepat menggunakan istilah musik baku (andante, moderato, dragging/rushing/ritardando).Mampu mengidentifikasi kestabilan tempo pada kedua rekaman secara tepat, konsisten menggunakan istilah musik baku, dan memberikan saran perbaikan tempo secara operasional.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media pemutaran audio rekaman musik Asia terdengar jelas oleh seluruh murid di kelas?
  • Apakah murid mampu membedakan dengan jelas antara masalah ketepatan nada (pitch) dan masalah kestabilan tempo?
  • Bagaimana efektivitas permainan 'Detektif Bunyi' dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep istilah musik teknis pada murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah bisa membedakan kapan sebuah lagu Asia dinyanyikan dengan nada tepat (in-tune) dan nada sumbang (fals)?
  • Istilah musik apa saja yang berhasil saya kuasai hari ini untuk memberikan masukan kepada penyanyi lain?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis audio hari ini yang paling menantang dan menyenangkan bagi saya?

Pertemuan 6 — Melakukan Umpan Balik Aspek Dinamika dan Artikulasi Penampilan Musik Asia Menggunakan Istilah Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.3 Melakukan umpan balik karya musik orang lain sesuai dengan genre lagu mancanegara Asia menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pemberian umpan balik aspek dinamika dan artikulasi pada rekaman penampilan lagu mancanegara Asia menggunakan istilah musik yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan dua cuplikan vokal pendek berdurasi 10 detik dari lagu 'Mo Li Hua' (Tiongkok) dan meminta murid menuliskan istilah musik yang tepat untuk dinamika dan artikulasi pada lembar kertas mini: Cuplikan 1 bernada lembut dan tersambung halus (acuan: piano, legato); Cuplikan 2 bernada tegas menghentak dan keras (acuan: staccato, forte) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati glosarium istilah musik untuk aspek dinamika (piano [lembut], forte [keras], crescendo [berangsur keras], decrescendo [berangsur lembut]) dan aspek artikulasi (legato [tersambung rapat/halus], staccato [terputus-putus/pendek], aksen [penekanan ketukan]) melalui penayangan video rekaman paduan suara lagu 'Dahil Sa Iyo' (Filipina) (10 menit).
  • Guru memandu murid membedah contoh kalimat umpan balik objektif berbasis istilah musik pada bagian refrain lagu 'Dahil Sa Iyo': 'Pada kalimat pertama vokal dibawakan dengan dinamika piano dan artikulasi legato, kemudian terjadi crescendo menuju forte pada puncak bait lagu' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan interaktif berpasangan 'Tebak Istilah Musik': murid secara bergiliran memperdengarkan kartu studi kasus audio (rekaman potongan penampilan vokal lagu Asia) dan rekannya mengangkat kartu istilah dinamika/artikulasi yang tepat (misal: potongan vokal terputus-putus -> kartu 'staccato'; vokal berangsur mengeras -> kartu 'crescendo') dengan penuh kegembiraan (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyimak rekaman video penampilan vokal lagu mancanegara Asia 'Arirang' (Korea) dan mengisi Lembar Analisis Umpan Balik untuk mengevaluasi 4 bagian penampilan berikut: Bagian 1 bait pembuka (acuan: dinamika piano, artikulasi legato), Bagian 2 jembatan lagu (acuan: artikulasi staccato, dinamika mezzoforte), Bagian 3 puncak lagu (acuan: dinamika crescendo menuju forte), Bagian 4 penutup lagu (acuan: dinamika decrescendo menuju pianissimo) (15 menit).
  • Murid merumuskan 1 paragraf umpan balik tertulis yang memuat identifikasi ketepatan dinamika dan artikulasi pada rekaman lagu 'Arirang' tersebut beserta saran perbaikan musikal menggunakan minimal 3 istilah musik yang tepat (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali rumusan kalimat umpan balik yang telah dibuat untuk memeriksa apakah istilah musik dinamika dan artikulasi yang digunakan sudah tepat konteks dan objektif sesuai bukti audio (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik standar seperti piano, forte, crescendo, legato, dan staccato saat menyampaikan umpan balik penampilan musik mancanegara (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas ketelitian analisis murid dan menyampaikan rencana latihan vokal pada pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bantuan definisi istilah musik (piano, forte, legato, staccato); bagi murid berkemampuan cepat disediakan ragam rekaman lagu mancanegara Asia dengan kontras dinamika yang lebih halus/kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyimak audio secara berulang per frase (2-3 kali) dengan panduan guru, sedangkan murid yang mahir langsung menganalisis keseluruhan bagian lagu secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menyusun umpan balik dengan mengisi templat kalimat berpanduan istilah musik; murid mahir menyusun narasi umpan balik kritis mandiri secara utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat identifikasi istilah musik: Murid mendengarkan 2 cuplikan vokal lagu 'Mo Li Hua' (Tiongkok) dan menuliskan istilah musik untuk dinamika dan artikulasi. Cuplikan 1 bernada lembut dan tersambung rapat (acuan: piano, legato); Cuplikan 2 bernada keras dan terputus-putus (acuan: forte, staccato). Target: minimal 2 istilah tepat.

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Analisis Umpan Balik rekaman lagu 'Arirang' (Korea) yang memuat 4 bagian: Bagian 1 bait pembuka (acuan: piano, legato), Bagian 2 jembatan lagu (acuan: mezzoforte, staccato), Bagian 3 puncak lagu (acuan: crescendo / forte), Bagian 4 penutup lagu (acuan: decrescendo / pianissimo). Kriteria: tepat mengidentifikasi istilah musik pada minimal 3 dari 4 bagian yang diamati.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis perumusan umpan balik: Murid menuliskan satu paragraf umpan balik terhadap rekaman penampilan vokal lagu Asia. Kriteria penerimaan operasional: Paragraf memuat minimal 3 istilah musik terkait dinamika atau artikulasi (pilihan istilah valid: piano, forte, mezzoforte, crescendo, decrescendo, pianissimo, legato, staccato, aksen) yang digunakan secara tepat dan logis sesuai konteks cuplikan rekaman yang dianalisis.

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengisian Lembar Analisis Umpan Balik rekaman lagu Asia (ketepatan istilah dinamika dan artikulasi)
  • Pengamatan keterlibatan dalam permainan tebak istilah musik dan perumusan kalimat umpan balik objektif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Dinamika dan Artikulasi dalam Umpan BalikMenggunakan kurang dari 2 istilah musik dinamika dan artikulasi secara tepat pada analisis bagian lagu Asia.Menggunakan 2 istilah musik dinamika dan artikulasi secara tepat sesuai bagian lagu Asia yang diamati.Menggunakan 3 istilah musik dinamika dan artikulasi secara tepat sesuai bagian lagu Asia yang diamati dalam umpan balik tertulis.Menggunakan 4 atau lebih istilah musik dinamika dan artikulasi secara tepat, konsisten, dan mandiri pada seluruh bagian lagu Asia yang dianalisis dalam umpan balik tertulis.
Kesesuaian Umpan Balik dengan Karakter Penampilan Musik AsiaUmpan balik yang dirumuskan belum mencerminkan bukti audio aspek dinamika atau artikulasi pada penampilan lagu.Umpan balik menyebutkan aspek dinamika dan artikulasi namun penjelasannya masih bersifat umum tanpa mengaitkan frase penampilan lagu.Umpan balik menjelaskan kesesuaian dinamika dan artikulasi secara objektif pada frase rekaman lagu Asia yang diamati.Umpan balik menjelaskan kesesuaian dinamika dan artikulasi secara terperinci, objektif, dan memberikan alternatif perbaikan musikal menggunakan istilah musik yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan istilah dinamika (piano/forte/crescendo) dan artikulasi (legato/staccato) dengan tepat pada saat mendengarkan rekaman?
  • Bagian mana dari aktivitas umpan balik yang paling efektif membantu murid menyampaikan komentar musikal secara objektif?

Murid:

  • Istilah dinamika atau artikulasi apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya kenali saat mendengarkan lagu 'Arirang'?
  • Bagaimana penggunaan istilah musik membantu saya memberikan saran yang jelas dan membangun kepada penampilan vokal orang lain?

Pertemuan 7 — Menerapkan Latihan Artikulasi, Frasering, dan Nada dalam Menyanyikan Lagu Mancanegara Asia secara Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.4 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia secara berkelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menerapkan tahapan proses berpraktik musik (pemanasan vokal, pelafalan artikulasi, pemenggalan kalimat lagu/frasering, dan penyesuaian nada) dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia 'Mo Li Hua' secara berkelompok (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik vokal singkat: seluruh murid diminta menirukan 2 pola latihan vokal tangga nada pentatonik Asia (do-re-mi-sol-la) dengan suku kata 'ma-me-mi-mo-mu' dan 'ta-te-ti-to-tu' secara bersamaan, kemudian guru mencatat kesiapan awal pelafalan vokal dan ketepatan nada murid (acuan: vokal 'a, e, i, o, u' terbuka jelas dan nada tepat tanpa meleset dari nada dasar F = Do) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai 3 aspek teknis bernyanyi pada partitur lagu 'Mo Li Hua' (Tiongkok): (1) artikulasi pelafalan lirik bahasa Mandarin secara fonetik baku: 'Hao yi duo mei li de mo li hua' (pelafalan konsonan h, m, l, d dan vokal a, i, u, o tegas dan bulat); (2) frasering (titik hembus/tarik napas yang tepat pada akhir birama 2 dan birama 4, bukan memotong kata di tengah frase); (3) ketepatan nada pentatonik (Do-Re-Mi-Sol-La / F-G-A-C-D) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok (masing-masing 4-5 orang) mencermati lembar partitur beranotasi frasering dan artikulasi yang dibagikan guru, kemudian menandai letak jeda napas (tanda koma vokal / apostrof vokal) pada 4 baris lirik lagu 'Mo Li Hua' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Permainan Estafet Vokal Ceria (Tantangan Kelompok): Setiap kelompok melakukan latihan pemanasan artikulasi secara bergantian melafalkan bait lagu 'Mo Li Hua' dengan variasi tempo cepat dan lambat menggunakan kartu panduan lafal untuk melatih kelenturan rahang dan bibir secara riang dan serempak (10 menit).
  • Setiap kelompok menerapkan proses latihan bertahap: (a) latihan solfeggio nada melodi bait 1 lagu 'Mo Li Hua' menggunakan panduan keyboard/audio acuan nada F; (b) latihan pemenggalan napas bersama (frasering) pada 4 baris lagu; (c) latihan menyanyikan utuh bait 1 dan 2 secara serempak bersama anggota kelompoknya (18 menit).
  • Masing-masing kelompok secara bergantian menyanyikan lagu 'Mo Li Hua' di hadapan guru dan kelompok lain untuk menguji penerapan artikulasi, frasering, dan ketepatan nada kelompok (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya mengevaluasi proses latihan vokal yang baru dijalani: mengidentifikasi bagian frase mana yang napasnya masih terputus dan nada mana yang masih belum tepat (pitchy), lalu merumuskan langkah perbaikan latihan vokal untuk sesi berikutnya (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti proses latihan berpraktik musik vokal kelompok: disiplin latihan bertahap dari pemanasan nada, kejelasan artikulasi lirik, hingga keserempakan frasering napas menghasilkan bunyi vokal kelompok yang rapi (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman dan umpan balik langsung terhadap performa latihan vokal tiap kelompok, lalu mengingatkan kelompok untuk menjaga kekompakan menjelang penyelarasan harmoni pada pertemuan berikutnya, diakhiri dengan doa penutup dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur lagu 'Mo Li Hua' lengkap dengan notasi angka, panduan pinyin Mandarin, dan tanda pemenggalan napas grafis untuk kelompok yang membutuhkan panduan visual lebih jelas.
  • Proses: Kelompok yang berkembang lebih cepat diberikan latihan variasi dinamika lembut-kuat pada frase lagu; kelompok yang masih kesulitan diberikan bimbingan pendampingan langsung oleh guru pada ketepatan tangga nada pentatonik dasar.
  • Produk: Kelompok dapat menyajikan lagu dengan tempo standar moderato secara serempak penuh, sedangkan kelompok yang siap dapat menambahkan pengulangan bait dengan variasi vokal solo pembuka sebelum bernyanyi kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan vokal murid menyanyikan 5 nada pentatonik acuan (F - G - A - C - D) dengan pelafalan suku kata 'ma-me-mi-mo-mu' dan 'ta-te-ti-to-tu' (acuan: ketepatan tinggi-rendah nada F-G-A-C-D tepat dan bentuk bibir/rongga mulut terbuka bulat pada kelima vokal).

Proses:

  • Pengamatan proses berpraktik vokal kelompok saat latihan mandiri dan gladi unjuk kerja kelompok menyanyikan bait lagu 'Mo Li Hua' (acuan pengamatan: 4 baris lirik dilafalkan jelas tanpa salah konsonan/vokal fonetik, jeda napas tepat berada di ujung frase baris 1-4 bukan di tengah kata, serta nada pentatonik selaras bersama kelompok).

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian performa kelompok di akhir sesi: Kelompok menyanyikan 2 baris inti lagu 'Mo Li Hua' ('Hao yi duo mei li de mo li hua, Fen fang mei li man zhi ya') dinilai ketepatan pemenggalan frasering (jeda napas hanya setelah kata 'hua') dan kejelasan artikulasi (acuan: lafal konsonan h, y, d, m, l, f, zh terdengar terbedakan dan tidak ada nada sumbang).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja proses latihan vokal kelompok (artikulasi lirik, frasering pernapasan, dan ketepatan nada) menggunakan lembar ceklis amatan ketercapaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Artikulasi Pelafalan LirikMelafalkan lirik lagu secara tidak jelas, bentuk mulut pasif, dan sebagian besar suku kata fonetik lagu Asia tidak terdengar benar.Melafalkan lirik lagu dengan cukup jelas tetapi masih ada beberapa konsonan dan vokal yang tertukar atau tertutup.Melafalkan seluruh lirik lagu 'Mo Li Hua' dengan artikulasi vokal dan konsonan yang jelas serta bentuk rongga mulut terbuka tepat secara konsisten.Melafalkan seluruh lirik lagu dengan artikulasi vokal dan konsonan yang sangat jelas, fasih, luwes, dan serempak penuh bersama seluruh anggota kelompok tanpa bantuan guru.
Penerapan Frasering (Pemenggalan Kalimat Lagu)Mengambil napas di sembarang tempat di tengah kata lirik sehingga memutus kalimat musik pada seluruh lagu.Menerapkan pemenggalan napas sesuai frase lagu pada 1-2 baris lagu, namun masih memutus napas di tengah kata pada baris lainnya.Menerapkan pemenggalan napas (frasering) tepat pada akhir tiap baris/frase kalimat musik pada seluruh 4 baris lagu 'Mo Li Hua' bersama kelompok.Menerapkan pemenggalan napas (frasering) secara sempurna, serempak tanpa ada anggota kelompok yang mencuri napas di tengah frase, serta menghasilkan ujung kalimat lagu yang terkontrol rapi.
Penerapan Ketepatan Nada (Pitch/Intonasi)Menyanyikan lagu dengan intonasi meleset jauh dari tangga nada acuan pentatonik (fals/pitchy di sebagian besar nada).Menyanyikan sebagian melodi dengan nada yang tepat, namun masih mengalami ketidaktepatan nada pada nada tinggi (C dan D).Menyanyikan seluruh rangkaian nada pentatonik lagu 'Mo Li Hua' dengan nada yang tepat dan stabil sesuai tangga nada acuan bersama kelompok.Menyanyikan seluruh nada dengan nada yang sangat tepat, stabil, seragam, dan selaras sempurna secara mandiri tanpa terpengaruh kelompok lain.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah tahapan latihan berpraktik musik (pemanasan vokal, frasering, dan pelafalan artikulasi) membantu murid meningkatkan kualitas nyanyian kelompok secara nyata?
  • Bagian latihan mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi kelompok yang masih kesulitan mencapai nada yang tepat?

Murid:

  • Apa kesulitan utama yang kamu dan kelompokmu rasakan saat menyelaraskan pernapasan (frasering) dan pengucapan lirik lagu 'Mo Li Hua'?
  • Langkah apa yang akan kamu dan kelompokmu lakukan untuk memperbaiki nada atau lafal lirik yang masih belum tepat pada latihan berikutnya?

Pertemuan 8 — Menerapkan Penyelarasan Harmoni dan Kekompakan dalam Menyanyikan Lagu Mancanegara Asia secara Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.4 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia secara berkelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan vokal (vocalizing) singkat untuk menyiapkan kesiapan bernyanyi bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta perwakilan kelompok menyanyikan akor dasar trinada C Mayor (C - E - G) secara simultan untuk memeriksa kepekaan keselarasan harmoni awal (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan proses latihan penyelarasan harmoni dua suara dan menjaga kekompakan ritmis dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia secara berkelompok (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mendengarkan pemodelan audio lagu mancanegara Asia (lagu 'Arirang' aransemen 2 suara: Suara 1 melodi utama dan Suara 2 harmoni terts di bawahnya) dan mengamati bagaimana kedua jalur suara menyatu tanpa saling mendominasi (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya mencermati partitur vokal dua suara lagu 'Arirang' untuk mengidentifikasi bagian-bagian frase di mana harmoni bergerak sejajar dan bagian di mana ketukan harus masuk serentak (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok masing-masing (4-5 orang) membagi peran suara (Suara 1 dan Suara 2) lalu melakukan permainan tantangan 'Harmoni Seimbang': kelompok bernyanyi secara bertahap (Suara 1 masuk lebih dulu 2 birama, disusul Suara 2) dengan menjaga keseimbangan volume dan ketepatan nada masing-masing tanpa terbawa jalur nada suara lain (10 menit).
  • Setiap kelompok menerapkan proses latihan mandiri untuk menyelaraskan harmoni dan keterpaduan kekompakan (sinkronisasi awal frase, keteraturan tempo, dan akhiran frase bersama) pada keseluruhan lagu 'Arirang' 2 suara (15 menit).
  • Kelompok menampilkan hasil latihan penyelarasan harmoni dan kekompakannya di depan kelas secara bergantian, sementara kelompok lain menyimak proses praktik musikal yang ditampilkan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mengevaluasi proses berpraktik vokal yang baru dilakukan, mengidentifikasi birama mana yang harmoninya sudah selaras dan birama mana yang masih kurang kompak untuk perbaikan selanjutnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses latihan hari ini mengenai kunci penyelarasan harmoni vokal (mendengarkan suara rekan satu kelompok) dan menjaga kekompakan tempo (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses perkembangan keterampilan bernyanyi kelompok dan mengingatkan murid untuk mempersiapkan penampilan unjuk kerja utuh pada asesmen sumatif pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan audio partitur terpisah per jalur suara (track Suara 1 dan Suara 2 terpisah), sedangkan kelompok yang sudah mahir langsung menggunakan partitur gabungan 2 suara.
  • Proses: Kelompok dengan keterampilan berkembang didampingi guru pada saat menyelaraskan perpindahan nada antarfrase, sedangkan kelompok mahir berlatih mandiri dengan tantangan menjaga kestabilan tempo secara acapella.
  • Produk: Semua kelompok menampilkan lagu yang sama (Arirang 2 suara); kelompok mahir membawakan harmoni 2 suara penuh di seluruh bait, sedangkan kelompok dalam bimbingan fokus menyelaraskan harmoni 2 suara pada bagian refrain/frase utama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik harmoni vokal singkat: 3 perwakilan murid menyanyikan paduan trinada C Mayor secara serentak (Murid A menyanyikan nada C4/Do, Murid B nada E4/Mi, Murid C nada G4/Sol). Guru memeriksa apakah ketiga nada berbunyi selaras tanpa ada nada yang sumbang/fals (acuan: ketepatan pitch C4 = 261,6 Hz, E4 = 329,6 Hz, G4 = 392,0 Hz terdengar padu membentuk akor C mayor stabil).

Proses:

  • Lembar observasi praktik kelompok saat latihan dan unjuk kerja mini: guru mengamati proses penerapan latihan harmoni (keseimbangan volume antar-suara 1 dan 2) dan kekompakan (keserentakan awal masuk nada, tempo stabil bersama, dan penghentian frase secara serempak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi proses praktik bernyanyi kelompok di akhir sesi: setiap kelompok menyebutkan minimal 1 bagian lagu (misal birama 5-8) yang harmoninya sudah selaras dan 1 langkah konkret yang dilakukan kelompok untuk menjaga kekompakan (acuan kriteria: menyebutkan nomor birama/frase secara spesifik dan tindakan musikal nyata seperti menghitung ketukan bersama atau saling memberi kode visual saat mulai bernyanyi).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpraktik menyanyi kelompok (penyelarasan harmoni 2 suara dan kekompakan ansambel vokal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyelarasan Harmoni Vokal BerkelompokBelum mampu menyelaraskan harmoni 2 suara; suara 2 masih sering tergelincir mengikuti nada suara 1 sehingga harmoni belum terbentuk.Mulai mampu menyanyikan harmoni 2 suara namun pada beberapa frase suara masih saling menutupi atau pitch belum stabil.Mampu menyelaraskan nada suara 1 dan suara 2 secara tepat dan seimbang di sebagian besar frase lagu.Konsisten menyelaraskan harmoni 2 suara dengan sangat stabil, pitch akurat, dan keseimbangan volume antarsuara terjaga utuh sepanjang lagu secara mandiri.
Kekompakan Bernyanyi BerkelompokBelum kompak; ketukan masuk (inzet) dan akhiran bernyanyi tidak serentak serta tempo sering mendahului atau tertinggal antaranggotanya.Mulai menunjukkan kekompakan pada ketukan awal, namun keserentakan akhiran frase dan kestabilan tempo bersama masih sering goyah.Kompak dalam ketukan masuk, kestabilan tempo bersama, dan akhiran frase pada sebagian besar bagian lagu.Sangat kompak secara konsisten dari awal hingga akhir lagu dengan inzet yang presisi, tempo stabil bersama, dan pengakhiran frase yang serentak sempurna.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu latihan kelompok cukup memberi ruang bagi murid untuk menyelaraskan pembagian suara?
  • Bagian harmoni lagu mana yang paling menantang bagi murid dan membutuhkan strategi bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Kesulitan apa yang saya dan kelompok alami saat menjaga agar suara kami tidak tertukar dengan kelompok suara lain?
  • Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang arti kekompakan dan kerja sama dalam bernyanyi bersama?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.3.1 Mengidentifikasi karakteristik musik dari berbagai genre pada ragam musik mancanegara Asia
  • TP 8.3.2 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi pada lagu mancanegara Asia
  • TP 8.3.3 Melakukan umpan balik karya musik orang lain sesuai dengan genre lagu mancanegara Asia menggunakan istilah musik yang tepat
  • TP 8.3.4 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam menyanyikan lagu mancanegara Asia secara berkelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid yang terbagi dalam 7 kelompok (@ 4 murid), dan mengondisikan ruang kelas siap untuk panggung pergelaran mini asesmen sumatif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif unjuk kerja bernyanyi kelompok berbantuan teknologi, presentasi karakteristik musik Asia, dan pengisian lembar penilaian antarteman (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan tata tertib dan rubrik asesmen sumatif unjuk kerja serta membagikan Lembar Penilaian Antarteman kepada setiap murid untuk diisi secara serentak selama menyimak penampilan kelompok lain (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Kelompok): Setiap kelompok dari 7 kelompok secara bergantian tampil selama 7 menit per giliran (total 7 kelompok x 7 menit = 49 menit plus 1 menit transisi = 50 menit), yang terdiri atas 2 menit presentasi lisan karakteristik alat musik/ragam genre musik Asia sesuai lagu pilihannya (Sakura Sakura, Mo Li Hua, atau Arirang) dan 5 menit bernyanyi bersama secara serempak dengan nada, irama, dan ketukan stabil berbantuan aplikasi penala/metronom digital (50 menit).
  • Tugas 2 (Penilaian Antarteman): Bersamaan dengan penampilan kelompok lain dan sesaat setelah penampilan selesai, setiap murid secara mandiri mengisi lembar umpan balik tertulis ringkas berisi catatan evaluasi ketepatan nada (pitch/fals/tepat), tempo (stabil/terburu-buru/melambat sesuai bpm metronom), dan artikulasi vokal menggunakan istilah musik yang tepat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid mengumpulkan seluruh lembar penilaian antarteman dan memfasilitasi refleksi bersama tentang tantangan menjaga kekompakan nada serta ritme bernyanyi menggunakan bantuan teknologi (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas seluruh rangkaian praktik bernyanyi kelompok mancanegara Asia dan menutup bab dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: Kelompok dapat memilih lagu mancanegara Asia dari repertoar yang telah dipelajari (Sakura Sakura [Jepang], Mo Li Hua [Tiongkok], atau Arirang [Korea]) sesuai kesiapan vokal kelompok tanpa mengubah standar rubrik penilaian.
  • Proses: Akomodasi akses: Murid dengan kebutuhan khusus dalam hal penglihatan atau pendengaran dapat duduk di barisan depan saat menyimak kelompok tampil dan menggunakan format teks lembar ulasan berhuruf besar.
  • Produk: Akomodasi akses: Murid dengan hambatan motorik menulis dapat memberikan ulasan umpan balik antarteman menggunakan format checklist pilihan istilah musik terstruktur yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis perangkat teknologi kelompok (aplikasi penala/metronom digital berfungsi pada gawai masing-masing kelompok) dan lembar penilaian antarteman yang siap dibagikan.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan rubrik unjuk kerja saat kelompok mempresentasikan karakteristik musik Asia dan bernyanyi serempak dengan iringan metronom digital.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja terpadu bernyanyi kelompok berbantuan teknologi, presentasi lisan karakteristik musik, dan penilaian antarteman: Penampilan kelompok menyanyikan lagu mancanegara Asia dengan iringan metronom digital/aplikasi musik, pemaparan lisan karakteristik alat musik/genre Asia dalam lagu tersebut, serta catatan ulasan umpan balik penampilan kelompok lain menggunakan istilah musik
  • Unjuk kerja bernyanyi dan pemaparan lisan kelompok: Penampilan kelompok (7 kelompok @ 4 murid, durasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan: 2 menit penjelasan lisan karakteristik alat musik dan ragam musik Asia terkait lagu, 5 menit menyanyikan lagu mancanegara Asia secara serempak dengan nada, irama, dan ketukan stabil berbantuan aplikasi metronom/alat musik digital) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bernyanyi, penerapan unsur musik berbasis teknologi, dan pemaparan karakteristik musik Asia)
  • Penilaian antarteman: Lembar umpan balik tertulis ringkas yang diisi setiap murid secara serentak saat menyimak dan sesaat setelah penampilan kelompok lain selesai, memuat evaluasi ketepatan nada, tempo, dan artikulasi menggunakan istilah musik yang tepat (25 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman berbasis daftar cek dan kolom ulasan istilah musik)

Sumatif:

  • Unjuk kerja terpadu bernyanyi kelompok berbantuan teknologi, presentasi lisan karakteristik musik, dan penilaian antarteman: Penampilan kelompok menyanyikan lagu mancanegara Asia dengan iringan metronom digital/aplikasi musik, pemaparan lisan karakteristik alat musik/genre Asia dalam lagu tersebut, serta catatan ulasan umpan balik penampilan kelompok lain menggunakan istilah musik
  • Unjuk kerja bernyanyi dan pemaparan lisan kelompok: Penampilan kelompok (7 kelompok @ 4 murid, durasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan: 2 menit penjelasan lisan karakteristik alat musik dan ragam musik Asia terkait lagu, 5 menit menyanyikan lagu mancanegara Asia secara serempak dengan nada, irama, dan ketukan stabil berbantuan aplikasi metronom/alat musik digital) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bernyanyi, penerapan unsur musik berbasis teknologi, dan pemaparan karakteristik musik Asia)
  • Penilaian antarteman: Lembar umpan balik tertulis ringkas yang diisi setiap murid secara serentak saat menyimak dan sesaat setelah penampilan kelompok lain selesai, memuat evaluasi ketepatan nada, tempo, dan artikulasi menggunakan istilah musik yang tepat (25 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman berbasis daftar cek dan kolom ulasan istilah musik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Karakteristik Musik Mancanegara Asia (TP 8.3.1)Menyebutkan karakteristik instrumen dan genre lagu Asia yang dibawakan namun tidak tepat atau tidak sesuai dengan fakta musikologis lagu tersebut.Menyebutkan 1 karakteristik instrumen atau genre musik Asia yang dibawakan secara tepat (acuan: Sakura Sakura memakai tangga nada pentatonik in-sen/instrumen koto/shamisen; Mo Li Hua memakai pentatonik zhi/guzheng/pipa; Arirang memakai ketukan semiochi/janggu/gayageum).Menyebutkan 2 karakteristik instrumen dan ragam genre musik Asia yang dibawakan secara tepat sesuai acuan lagu.Menyebutkan secara lengkap lebih dari 2 karakteristik instrumen, tangga nada, dan latar fungsi genre musik Asia yang dibawakan secara tepat dan terstruktur.
Penerapan Nada, Irama, dan Bantuan Teknologi (TP 8.3.2 & 8.3.4)Bernyanyi kelompok dengan nada sering meleset (fals) dan irama/ketukan lepas dari panduan tempo metronom digital.Bernyanyi kelompok dengan nada melodi yang sebagian tepat, namun kestabilan irama/tempo masih kerap tertinggal atau mendahului metronom digital.Bernyanyi kelompok secara kompak dengan nada melodi tepat dan irama stabil mengikuti tempo metronom digital dari awal hingga akhir lagu.Bernyanyi kelompok secara serempak, artikulasi jernih, nada dan melodi sangat presisi, serta tempo sangat stabil menyatu sempurna dengan panduan ketukan metronom digital.
Umpan Balik Antarteman Berbasis Istilah Musik (TP 8.3.3)Ulasan tertulis tidak memuat istilah musik yang tepat (hanya menuliskan komentar umum subjektif seperti 'bagus' atau 'kurang').Ulasan tertulis memuat 1-2 istilah musik (seperti nada, tempo, artikulasi) namun belum memberikan deskripsi perbaikan yang spesifik terhadap penampilan teman.Ulasan tertulis memuat minimal 3 istilah musik secara tepat (misal: intonasi nada, tempo/bpm metronom, artikulasi vokal) disertai penjelasan evaluatif yang relevan pada penampilan teman.Ulasan tertulis memuat seluruh aspek unsur musik (nada, ritme/tempo, dinamika, artikulasi) dengan analisis kritis yang mendalam dan solutif bagi perkembangan bermusik kelompok lain.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan alokasi waktu 7 menit per kelompok efektif mengakomodasi unjuk kerja vokal dan presentasi lisan?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menggunakan istilah musik yang objektif saat menilai teman sebayanya?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bernyanyi bersama kelompok dengan dipandu metronom digital di hadapan teman-teman?
  • Istilah musik apa yang paling membantumu dalam mengamati dan memberikan masukan yang membangun bagi kelompok lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi), Bab 3: Apresiasi Keragaman Musik Asia
  2. Rekaman audio/video cuplikan pertunjukan: Pinpeat Kamboja, Piphat Thailand, Hsaing Waing Myanmar, dan Kulintang
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Ensambel Musik Asia Tenggara
  4. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 3.
  5. Rekaman audio/video musik tradisional Asia Timur: Sakura Sakura (Jepang), Mo Li Hua (Tiongkok), dan Arirang (Korea).
  6. Lembar Kerja Murid (Tabel Analisis Karakteristik Musik Asia Timur) dan set kartu 'Detektif Musik Asia Timur'.
  7. Perangkat pemutar audio/laptop dan pelantang suara (speaker).
  8. Gawai/Smartphone yang terpasang aplikasi penala suara digital (Chromatic Guitar Tuner / SoundCorset / Vocal Pitch Monitor)
  9. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/2023 Revisi)
  10. Partitur notasi melodi lagu 'Arirang' (frasa 1) dengan simbol nada alfabet internasional dan solmisasi
  11. Aplikasi Metronom Digital (Soundcorset/Metronome Beats/perangkat gawai sekolah)
  12. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  13. Partitur notasi melodi lagu Arirang birama 3/4
  14. Instrumen keyboard/pianika sekolah
  15. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek).
  16. Rekaman audio lagu tradisional Jepang 'Sakura' dan lagu tradisional Korea 'Arirang' (versi tepat dan versi simulasi ketidaktepatan nada/tempo).
  17. Perangkat pemutar audio (speaker aktif/laptop).
  18. Lembar Kerja Murid (LKPD) Telaah Umpan Balik Musik Asia.
  19. Rekaman audio/video penampilan lagu 'Arirang' (Korea), 'Dahil Sa Iyo' (Filipina), dan 'Mo Li Hua' (Tiongkok)
  20. Glosarium istilah musik (dinamika dan artikulasi) dan Lembar Kerja Analisis Umpan Balik
  21. Perangkat pemutar audio/video, laptop, dan proyektor/speaker kelas
  22. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Bab 3: Musik Mancanegara Asia)
  23. Partitur notasi angka dan lirik beranotasi fonetik lagu 'Mo Li Hua' (Tiongkok)
  24. Keyboard/Piano aplikasi pengiring nada acuan F mayor
  25. Perekam suara gawai untuk mengevaluasi latihan kelompok
  26. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  27. Partitur notasi angka dan balok 2 suara lagu Arirang
  28. Audio rekaman model vokal lagu Arirang aransemen dua suara
  29. Keyboard/piano atau aplikasi instrumen penala untuk panduan nada dasar
  30. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 3)
  31. Aplikasi Penala Suara Digital (Tuner) dan Metronom Digital pada smartphone/tablet
  32. Partitur dan lirik lagu: Sakura Sakura (Jepang), Mo Li Hua (Tiongkok), dan Arirang (Korea)
  33. Lembar Asesmen Sumatif dan Penilaian Antarteman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.