Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 8 Bab 2: Alat Musik Tradisional

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 8 untuk Bab 2 "Alat Musik Tradisional", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 8 Bab 2: Alat Musik Tradisional

Seni Musik - Kelas 8

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Alat Musik Tradisional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 2 — Alat Musik Tradisional
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.2.1 Mengidentifikasi karakteristik musik tradisi daerah setempat berdasarkan ragam alat musik tradisional yang digunakan
  2. TP 8.2.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara mandiri
  3. TP 8.2.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen musik tradisional
  4. TP 8.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita mengenali asal daerah suatu musik hanya dari mendengarkan bunyi alat musik pukulnya?
  2. Apa perbedaan bunyi dan fungsi antara alat musik pukul yang memiliki nada dengan yang tidak memiliki nada dalam musik tradisi?
  3. Bagaimana bunyi alat musik petik, gesek, dan tiup tradisional dapat mencerminkan karakter atau suasana musik dari daerah asalnya?
  4. Apa perbedaan bunyi dan teknik memainkan antara alat musik dawai yang dipetik (seperti sasando/sape) dengan dawai yang digesek (seperti rebab/keso-keso)?
  5. Bagaimana tahapan latihan mandiri yang tepat agar kita bisa menghasilkan bunyi pukulan alat musik tradisional yang bersih dan stabil?
  6. Mengapa proses mengecek posisi tangan dan mengulang pukulan secara sadar sangat menentukan kemajuan keterampilan bermain musik kita?
  7. Bagaimana kita memastikan ketukan pukulan kita tetap teratur dan stabil saat tempo musik dipercepat atau diperlambat?
  8. Apa langkah latihan mandiri yang efektif ketika kita sering meleset dari pola ritme alat musik tradisional yang dimainkan?
  9. Bagaimana cara membagi peran alat musik pukulan agar pola irama musik daerah terdengar padu saat dimainkan bersama?
  10. Apa yang terjadi pada sajian musik kelompok jika salah satu instrumen ritmis tidak menjaga ketukan tempo dengan stabil?
  11. Bagaimana cara memadukan alat musik pembawa melodi dan alat musik pembawa ritme agar terdengar selaras saat dimainkan bersama?
  12. Mengapa menjaga tempo bersama sangat penting ketika kita bermain musik tradisi secara berkelompok?
  13. Bagaimana kelompok dapat menjaga agar permainan alat musik melodis dan ritmis tetap terdengar menyatu dari awal hingga akhir lagu?
  14. Apa yang harus diselaraskan saat kelompok menyajikan musik tradisional secara utuh bersama-sama?
  15. Mengapa kita perlu menggunakan istilah musik yang tepat seperti tempo, ritme, atau artikulasi saat memberikan saran pada penampilan musik teman?
  16. Bagaimana cara kita mengenali kelebihan dan kekurangan permainan musik diri sendiri agar dapat berkembang lebih baik?
  17. Bagaimana kita membuktikan penguasaan teknik bermain instrumen musik tradisional secara mandiri saat tampil bersama kelompok?
  18. Mengapa penggunaan istilah musik yang tepat (seperti tempo, ketukan, dan artikulasi) sangat penting dalam memberikan umpan balik pertunjukan musik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Daerah Berdasarkan Ragam Alat Musik Pukul Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Mengidentifikasi karakteristik musik tradisi daerah setempat berdasarkan ragam alat musik tradisional yang digunakan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai identifikasi karakteristik musik daerah berdasarkan ragam alat musik pukul tradisional (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan 2 potongan audio instrumen perkusi daerah dan meminta murid secara lisan menebak nama alat serta kategorinya bernada/tidak bernada (acuan: Audio 1 = Gendang/Kendang, kategori tidak bernada; Audio 2 = Kolintang/Saron gamelan, kategori bernada) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak paparan dan tayangan video apresiasi 4 ansambel musik daerah yang didominasi alat musik pukul: (1) Gamelan Jawa/Sunda (kendang, bonang, saron, gong), (2) Kolintang Minahasa (bilah kayu bernada), (3) Musik Perkusi Tifa Papua/Maluku (membranofon penjaga ritme), dan (4) Talempong Minangkabau (pencon logam bernada) (15 menit).
  • Murid mengamati tabel karakteristik alat musik pukul tradisi yang mencakup sumber bunyi/bahan (kayu, logam, kulit), keberadaan nada (bernada vs tidak bernada), serta peran musikalnya dalam sajian tradisi (pembawa melodi utama vs pengatur tempo/ritme) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti aktivitas kuis tantangan interaktif 'Tebak Alat & Karakter' secara berpasangan: murid mendengarkan 4 cuplikan rekaman audio instrumen pukul tradisi dan mengisi Lembar Identifikasi untuk 4 butir instrumen berikut: (1) Kendang Sunda -> daerah: Jawa Barat, bahan: kayu & kulit sapi/kambing, jenis: tidak bernada, fungsi musikal: pengatur tempo/irama; (2) Kolintang -> daerah: Minahasa/Sulawesi Utara, bahan: bilah kayu, jenis: bernada, fungsi musikal: pembawa melodi/harmoni; (3) Talempong -> daerah: Minangkabau/Sumatera Barat, bahan: kuningan/perunggu berpencon, jenis: bernada, fungsi musikal: pembawa melodi ritmis; (4) Tifa -> daerah: Maluku/Papua, bahan: kayu bulat & kulit binatang, jenis: tidak bernada, fungsi musikal: pengiring ritme konstan (acuan kunci identifikasi: data 4 instrumen tersebut) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memeriksa hasil pekerjaannya berdasarkan kunci acuan yang dibahas bersama guru, menandai instrumen yang sudah berhasil diidentifikasi dengan benar, serta mencatat ciri bunyi (timbre) yang paling membedakan alat musik pukul bernada dan tidak bernada (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ragam karakteristik musik daerah berdasarkan alat musik pukul (bahan logam/kayu/kulit serta peran melodis dan ritmisnya) (5 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir singkat berupa pertanyaan cek pemahaman lisan, mengapresiasi keaktifan murid, dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas ragam alat musik petik, gesek, dan tiup tradisional (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan kartu panduan visual berisi gambar alat musik beserta petunjuk bahan bakunya. Bagi murid yang lebih cepat, disediakan cuplikan audio variasi alat pukul lain (seperti Gong Meja/Kromong) untuk diidentifikasi karakternya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan alat bernada dan tidak bernada didampingi guru dengan membandingkan langsung audio soliter bilah kolintang vs membran kendang.
  • Produk: Seluruh murid mengisi Lembar Identifikasi dengan target minimal 3 dari 4 alat musik pukul teridentifikasi lengkap karakternya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik pendengaran singkat di awal pelajaran dengan 2 sampel audio: Murid mendengarkan Cuplikan A (bunyi kendang) dan Cuplikan B (bunyi saron/kolintang). Murid menyebutkan nama alat dan mengelompokkan apakah alat tersebut menghasilkan nada melodis atau ketukan ritmis saja. Acuan jawaban: Cuplikan A = Kendang (tidak bernada/ritmis ritme); Cuplikan B = Saron/Kolintang (bernada/melodis).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi pada tahap Mengaplikasi terhadap 4 instrumen pukul tradisi. Kriteria: ketepatan mengidentifikasi 4 aspek tiap instrumen (nama/asal daerah, bahan, kategori bernada/tidak bernada, dan peran musikal). Acuan lengkap: (1) Kendang (Jawa Barat/Jawa Tengah, kayu/kulit, tidak bernada, penjaga ritme/tempo); (2) Kolintang (Minahasa/Sulut, bilah kayu, bernada, melodi/harmoni); (3) Talempong (Minangkabau/Sumbar, logam/pencon, bernada, melodi ritmis); (4) Tifa (Papua/Maluku, kayu/kulit, tidak bernada, penjaga ritme).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: Guru menanyakan kepada murid secara acak: 'Sebutkan 1 contoh alat musik pukul tradisi bernada dan 1 contoh tidak bernada beserta fungsinya!' (Acuan jawaban: Bernada = Kolintang/Talempong/Saron berfungsi membawakan rangkaian melodi; Tidak bernada = Kendang/Tifa berfungsi menjaga tempo dan pola ketukan ritme).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pengenalan audio awal
  • Penilaian proses Lembar Identifikasi 4 alat musik pukul tradisi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik Alat Musik Pukul Tradisional (Nama/Asal, Bahan, Nada, dan Peran Musikal)Hanya mampu mengidentifikasi karakteristik 1 dari 4 alat musik pukul tradisi secara tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi karakteristik 2 dari 4 alat musik pukul tradisi secara tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi karakteristik 3 dari 4 alat musik pukul tradisi secara tepat sesuai acuan.Mampu mengidentifikasi seluruh karakteristik 4 dari 4 alat musik pukul tradisi (Kendang, Kolintang, Talempong, Tifa) secara lengkap dan tepat sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan media audio-video telah cukup jelas memperdengarkan perbedaan warna suara alat musik pukul bernada dan tidak bernada?
  • Bagian mana dari karakteristik musik tradisi (bahan, asal, atau fungsi musikal) yang paling sering keliru diidentifikasi oleh murid?

Murid:

  • Apa ciri paling mudah yang membantumu membedakan bunyi alat musik pukul bernada (seperti kolintang/talempong) dengan yang tidak bernada (seperti kendang/tifa)?
  • Alat musik pukul tradisi dari daerah mana yang karakteristik bunyinya paling menarik perhatianmu hari ini?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Daerah Berdasarkan Ragam Alat Musik Petik, Gesek, dan Tiup Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Mengidentifikasi karakteristik musik tradisi daerah setempat berdasarkan ragam alat musik tradisional yang digunakan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi karakteristik musik tradisi daerah berdasarkan ragam alat musik petik, gesek, dan tiup tradisional (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal melalui kuis lisan tebak cara membunyikan instrumen tradisional: memperdengarkan 3 contoh bunyi instrumen dan murid mengidentifikasi cara membunyikannya (petik, gesek, atau tiup). Butir 1: bunyi dawai tunggal mengalun panjang (acuan: digesek/rebab); Butir 2: bunyi dawai lentur berdenting ritmis (acuan: dipetik/sasando atau sape); Butir 3: bunyi tiupan udara bambu meliuk (acuan: ditiup/saluang atau suling) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak paparan materi dan tayangan audio-visual mengenai 6 alat musik tradisional non-pukul dari berbagai daerah: (1) Sasando (NTT - petik), (2) Sape (Kalimantan - petik), (3) Rebab (Jawa/Sunda - gesek), (4) Keso-keso (Sulawesi Selatan - gesek), (5) Saluang (Minangkabau - tiup), dan (6) Tahuri (Maluku - tiup), memperhatikan bahan pembuatan, cara membunyikan, serta karakter bunyi (timbre) yang dihasilkan (15 menit).
  • Murid dengan bimbingan guru mengidentifikasi keterkaitan antara bahan/cara membunyikan alat musik dengan karakteristik bunyi musik daerahnya (misal: getaran dawai menghasilkan nada melodi/ritmis, tiupan bambu/kerang menghasilkan warna melankolis/agung) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Identitas & Karakter Musik Tradisi' yang menyenangkan: guru membagikan lembar kerja berisi 5 butir data alat musik untuk diidentifikasi secara tepat: (1) Sape -> Asal: Kalimantan, Cara: Petik, Ciri bunyi: getaran dawai berulang bernada riang/ritmis; (2) Rebab -> Asal: Jawa/Sunda, Cara: Gesek, Ciri bunyi: dengung dawai gesek mendayu meliuk; (3) Saluang -> Asal: Minangkabau, Cara: Tiup, Ciri bunyi: desir aliran udara bambu bernada meliuk sedih; (4) Sasando -> Asal: NTT, Cara: Petik, Ciri bunyi: denting dawai ganda resonansi daun lontar; (5) Tahuri -> Asal: Maluku, Cara: Tiup, Ciri bunyi: dengungan hembusan kerang laut yang lantang (acuan: jawaban sesuai 5 kunci di atas) (18 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa dan mencocokkan hasil identifikasi bersama kunci verifikasi yang dipaparkan guru di papan tulis untuk memastikan ketepatan karakteristik masing-masing instrumen (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara sadar merefleksikan proses belajarnya dengan menuliskan 1 hal yang paling mudah dan 1 hal yang paling menantang saat mengidentifikasi ragam alat musik petik, gesek, dan tiup serta karakteristik suaranya (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan poin pembelajaran tentang perbedaan karakteristik musik daerah berdasarkan ragam alat musik petik, gesek, dan tiup (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan identifikasi murid serta menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya mengenai teknik dasar pukulan alat musik tradisional (tanpa menutup bab), lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar alat musik petik, gesek, dan tiup disertai label cara memainkannya; murid yang mahir diberikan contoh audio variasi instrumen tiup dan petik daerah lainnya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru mengenali perbedaan bunyi gesek dan tiup; murid mahir menganalisis langsung hubungan bahan resonator dengan karakter bunyi secara mandiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan mengidentifikasi minimal 3 dari 5 instrumen dengan tepat; murid mahir menyelesaikan seluruh 5 butir instrumen secara tepat dan lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi cara memainkan 3 instrumen tradisional melalui cuplikan bunyi audio. Butir 1: bunyi dawai digesek beralun panjang (kunci: digesek); Butir 2: bunyi dawai lentur berdenting (kunci: dipetik); Butir 3: bunyi aliran udara bambu meliuk (kunci: ditiup). Kriteria: murid siap jika tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 cara membunyikan instrumen.

Proses:

  • Formatif lembar kerja identifikasi karakteristik 5 instrumen musik tradisional (Sape, Rebab, Saluang, Sasando, Tahuri) yang mencakup cara membunyikan, daerah asal, dan ciri bunyi (kunci: 1. Sape: dipetik, Kalimantan, dawai ritmis; 2. Rebab: digesek, Jawa/Sunda, dawai mendayu; 3. Saluang: ditiup, Minangkabau, hembusan meliuk sedih; 4. Sasando: dipetik, NTT, denting resonansi lontar; 5. Tahuri: ditiup, Maluku, hembusan kerang lantang). Kriteria: tepat mengidentifikasi minimal 4 dari 5 instrumen.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan/tulis di akhir sesi: murid menyebutkan kategori cara membunyikan dan daerah asal untuk 2 instrumen acak dari materi: Rebab (kunci: gesek, Jawa/Sunda) dan Saluang (kunci: tiup, Minangkabau).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan tebak cara membunyikan instrumen (petik, gesek, tiup) pada kegiatan pendahuluan.
  • Lembar kerja identifikasi 5 instrumen musik petik, gesek, dan tiup tradisional pada tahap Mengaplikasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik Musik Daerah Berdasarkan Alat Musik Petik, Gesek, dan TiupMengidentifikasi 1 dari 5 karakteristik alat musik petik, gesek, dan tiup secara tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi 2 sampai 3 dari 5 karakteristik alat musik petik, gesek, dan tiup secara tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi 4 dari 5 karakteristik alat musik petik, gesek, dan tiup secara tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi seluruh (5 dari 5) karakteristik alat musik petik, gesek, dan tiup secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media audio-visual cuplikan bunyi alat musik petik, gesek, dan tiup efektif membantu murid mengidentifikasi karakteristik suara musik tradisi daerah?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat menyelesaikan tantangan lembar identifikasi alat musik secara berpasangan?

Murid:

  • Alat musik petik, gesek, atau tiup mana yang bunyi dan karakteristiknya paling mudah kamu kenali?
  • Bagian mana dari kegiatan identifikasi karakteristik bunyi musik daerah hari ini yang paling menarik bagimu?

Pertemuan 3 — Menerapkan Proses Berpraktik Musik Mandiri untuk Keterampilan Teknik Dasar Pukulan Alat Musik Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan instrumen alat musik pukul ritmis tradisional di meja masing-masing (misalnya kendang mini/rebana/ketipung atau perkusi perkakas pengganti yang setara) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menerapkan proses berpraktik musik mandiri untuk melatih keterampilan teknik dasar pukulan alat musik tradisional secara bertahap dan disiplin (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: meminta murid memperagakan 2 variasi teknik posisi kontak tangan/pukulan dasar pada instrumen pukul ritmis (pukulan terbuka di tepi membran untuk bunyi tinggi nyaring dan pukulan tertutup/tepak di tengah membran untuk bunyi rendah tumpul) lalu mencatat kesiapan awal teknik perorangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai alur proses berpraktik musik mandiri yang efektif: (1) pemanasan kelenturan pergelangan tangan, (2) penyesuaian postur duduk dan posisi pegangan/letak tangan, (3) latihan teknik pukulan tunggal secara lambat, (4) evaluasi mandiri kejernihan bunyi pukulan, dan (5) pengulangan bertahap (7 menit).
  • Murid mengamati lembar alur proses latihan mandiri yang memuat daftar periksa 3 teknik dasar pukulan instrumen pukul ritmis tradisional: (1) teknik 'Tung' (pukulan lepas di tepi membran menghasilkan bunyi lenting terbuka), (2) teknik 'Pak' (pukulan telapak datar di bidang tengah membran menghasilkan bunyi tepuk redam), dan (3) teknik 'Dung' (pukulan rileks menggunakan bantalan jari di dekat tengah membran menghasilkan resonansi rendah) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan tantangan permainan mandiri 'Tiru Ketuk Presisi': murid mengambil instrumen masing-masing, memilih kecepatan tempo stabil dari panduan ketukan metronom lambat (60 BPM), lalu mencoba memproduksi pukulan tunggal teknik 'Tung', 'Pak', dan 'Dung' sebanyak 4 kali berturut-turut untuk tiap teknik secara terfokus dan menyenangkan (12 menit).
  • Murid menjalankan proses latihan mandiri perorangan secara disiplin: memainkan 4 siklus latihan teknik pukulan secara berurutan sesuai lembar latihan (Siklus 1: 4 ketukan 'Tung'; Siklus 2: 4 ketukan 'Pak'; Siklus 3: 4 ketukan 'Dung'; Siklus 4: variasi bergantian 'Pak-Tung-Pak-Dung') dengan fokus pada stabilitas kontak tangan dan kebersihan resonansi suara (15 menit).
  • Guru melakukan observasi keliling dengan lembar amatan formatif, memberikan bimbingan langsung kepada murid yang membutuhkan koreksi kelenturan pergelangan tangan atau posisi sentuhan membran (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi daftar periksa mandiri proses latihan pada lembar kerja: mencentang ketercapaian 3 teknik pukulan ('Tung', 'Pak', 'Dung') dan menentukan satu aspek teknik pukulan yang paling butuh diperbaiki pada pengulangan berikutnya (7 menit).
  • Dua orang perwakilan murid secara sukarela memperagakan hasil perbaikan pukulan mandiri di bangku masing-masing untuk menunjukkan bagaimana tahapan latihan mandiri membantu kejernihan bunyi instrumennya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya alur proses berpraktik mandiri (posisi tangan yang benar, pengulangan teratur, dan koreksi mandiri) terhadap peningkatan keterampilan teknik pukulan alat musik tradisional (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan ke-4 mengenai penerapan latihan mandiri pada pola ritme dan tempo, mengingatkan murid menjaga instrumen tetap rapi, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan visual foto posisi tangan untuk 3 teknik pukulan dasar ('Tung', 'Pak', 'Dung') bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pukulan tunggal dengan tempo sangat lambat (50 BPM) secara terpandu; murid yang telah lancar berlatih 4 siklus pukulan secara mandiri penuh dengan variasi dinamika lembut ke kuat.
  • Produk: Hasil unjuk keterampilan teknik dasar pukulan mandiri dinilai berdasarkan ketepatan posisi kontak tangan dan kejelasan karakter 3 bunyi pukulan ('Tung', 'Pak', 'Dung') pada instrumen masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan teknik kontak pukulan pada instrumen pukul: Murid diminta memperagakan 2 teknik kontak tangan dasar pada alat musik pukul ritmis. Acuan verifikasi guru: (1) Pukulan terbuka tepi membran = ujung jari mengenai pinggiran membran dan membal seketika sehingga timbul bunyi nyaring/lenting; (2) Pukulan tertutup tengah membran = telapak tangan menempel menahan getaran di bagian tengah sehingga timbul bunyi pendek/redam.

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan alur proses latihan mandiri: Guru mengamati keteraturan murid menjalani 4 siklus latihan mandiri (Siklus 1: 4 pukulan 'Tung'; Siklus 2: 4 pukulan 'Pak'; Siklus 3: 4 pukulan 'Dung'; Siklus 4: rangkaian 'Pak-Tung-Pak-Dung'). Acuan penilaian: Keteraturan urutan latihan, kelenturan pergelangan tangan tanpa tegang, dan kebersihan bunyi tiap jenis pukulan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek keterampilan teknik dasar pukulan perorangan: Murid memainkan 1 siklus kombinasi 4 ketukan: ketukan 1 'Pak', ketukan 2 'Tung', ketukan 3 'Pak', ketukan 4 'Dung'. Acuan keberhasilan: (1) Ketukan 1 'Pak' menghasilkan bunyi tepuk redam di tengah; (2) Ketukan 2 'Tung' menghasilkan bunyi lenting nyaring di tepi membran; (3) Ketukan 3 'Pak' konsisten redam; (4) Ketukan 4 'Dung' menghasilkan bunyi bas resonan rendah.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik peragaan posisi tangan dan kontak pukulan awal
  • Lembar observasi unjuk kerja proses berpraktik musik mandiri teknik dasar pukulan ('Tung', 'Pak', 'Dung')
  • Daftar periksa refleksi kemandirian proses latihan murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemandirian Menjalankan Alur Proses Berpraktik MusikBelum mampu menjalankan alur latihan mandiri dan pasif menunggu instruksi berulang pada setiap siklus latihan.Menjalankan tahapan latihan mandiri namun membutuhkan arahan dan pengingat berulang dari guru untuk berpindah siklus latihan.Menjalankan alur tahapan latihan mandiri secara runtut mulai dari pemanasan, latihan pukulan per siklus, hingga evaluasi mandiri sesuai instruksi lembar kerja.Menjalankan seluruh alur proses latihan mandiri secara runtut, konsisten, fokus penuh, dan mampu mengulang bagian pukulan yang kurang bersih secara berkesadaran tanpa harus diarahkan guru.
Keterampilan Teknik Dasar Pukulan Alat Musik Tradisional ('Tung', 'Pak', 'Dung')Belum mampu membedakan posisi tangan dan bunyi yang dihasilkan untuk ketiga teknik pukulan dasar.Mampu menghasilkan 1 dari 3 teknik pukulan dasar secara tepat sesuai acuan posisi tangan dan karakter bunyinya.Mampu menghasilkan 2 hingga 3 teknik pukulan dasar ('Tung', 'Pak', 'Dung') secara tepat dan menghasilkan karakter bunyi yang berbeda sesuai acuan teknik.Mampu menghasilkan ketiga teknik pukulan dasar ('Tung', 'Pak', 'Dung') dengan posisi tangan presisi, artikulasi bunyi sangat bersih dan jernih, serta stabil pada setiap pengulangan pukulan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur latihan mandiri yang disusun efektif membantu murid mengenali dan memperbaiki kesalahan teknik pukulannya sendiri?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menjalankan pengulangan latihan mandiri secara berkesadaran dan tidak merasa jenuh?

Murid:

  • Teknik pukulan mana di antara 'Tung', 'Pak', dan 'Dung' yang paling mudah dan paling menantang untuk saya bunyikan secara jernih?
  • Langkah apa dalam proses latihan mandiri tadi yang paling membantu saya memperbaiki posisi tangan dan pukulan saya?

Pertemuan 4 — Menerapkan Proses Berpraktik Musik Mandiri untuk Pola Ritme dan Tempo Alat Musik Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara mandiri

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menata instrumen alat musik pukul tradisional atau media pengganti ritmis (misal: kendang/rebana/perkusi tubuh) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menerapkan proses latihan mandiri dalam memainkan pola ritme dan menjaga kestabilan tempo pada alat musik tradisional (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan: guru membunyikan metronom/ketukan ajek 80 BPM sebanyak 4 ketuk birama 4/4, lalu meminta murid secara perorangan menirukan 2 pola ritme dasar (Pola A: ketukan 1, 2, 3, 4 rata; Pola B: ketukan sinkopasi/pukulan pada ketuk 1, 2-dan, 4) menggunakan tepukan tangan/alat pukul untuk mengidentifikasi kestabilan tempo dan akurasi ritmis (acuan ketercapaian: Pola A tepat di 4 ketukan ajek tanpa mendahului/tertinggal; Pola B tepat memukul pada ketukan 1, subketukan 2-dan, dan 4) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan guru mengenai siklus proses latihan mandiri alat musik tradisional yang berfokus pada ritme dan tempo: (1) Menentukan pola ritme target birama 4/4, (2) Memulai latihan pada tempo lambat (60 BPM) dengan panduan hitungan/metronom, (3) Mengidentifikasi titik kesalahan ketukan secara mandiri, dan (4) Menaikkan tempo secara bertahap ke tempo sedang (90 BPM) dan cepat (110 BPM) (10 menit).
  • Murid menganalisis 3 kartu pola ritme tradisional yang disajikan guru pada lembar panduan latihan mandiri: Pola 1 (ritme ajek/lancar: 4 ketukan per birama), Pola 2 (ritme variasi kendang/rebana sederhana: ketuk 1 berbunyi, ketuk 2 diam, ketuk 3 dan 4 berbunyi), dan Pola 3 (ritme cepat berulang: pukulan nada rapat per setengah ketukan) (acuan analisis: mengenali ketukan jatuh pukulan dan tanda istirahat/diam pada tiap birama) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan 'Tantangan Tangga Tempo Mandiri' secara perorangan: murid memilih satu alat musik pukul tradisional (atau instrumen ritmis pengganti), lalu menjalankan proses latihan mandiri 3 tahap (lambat 60 BPM, sedang 90 BPM, cepat 110 BPM) untuk memainkan Pola 1 dan Pola 2 sebanyak minimal 4 siklus putaran birama berturut-turut tanpa kehilangan ketukan dasar (15 menit).
  • Murid melakukan proses perbaikan mandiri: jika terjadi ketukan meleset atau tempo tidak stabil, murid menurunkan kembali tempo latihannya ke 60 BPM, menghitung ketukan secara vokal/mandiri, dan mengulang 3 kali hingga ritme stabil sebelum mencoba kembali di tempo target (acuan kinerja: kestabilan tempo tidak berubah-ubah di tengah permainan dan seluruh aksen ketukan jatuh tepat pada nilai nada birama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar catatan proses latihan mandiri perorangan yang mencatat: tahapan tempo yang berhasil dikuasai (60, 90, atau 110 BPM), kendala ketukan yang dialami saat memainkan pola ritme, dan langkah perbaikan teknis yang diambil selama latihan mandiri (acuan cek: lembar terisi lengkap mencakup tempo awal, evaluasi kendala ritme, dan tindakan perbaikan mandiri yang dilakukan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kedisiplinan menerapkan tahapan proses latihan bertahap (dari tempo lambat ke cepat) demi kestabilan ritme saat memainkan alat musik tradisional (3 menit).
  • Guru memberikan arahan agar murid menjaga kebiasaan latihan mandiri berulang di rumah/waktu luang untuk persiapan sajian musik pada pertemuan berikutnya, merapikan instrumen musik, dan menutup sesi dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur notasi angka ritmis sederhana dengan bantuan penanda ketukan visual (garis birama dan tanda ketukan tebal) bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap, latihan mandiri difokuskan pada penguasaan Pola 1 di tempo tetap (60-80 BPM); bagi murid yang cepat berkembang, tantangan ditingkatkan dengan memainkan transisi langsung dari Pola 1 ke Pola 2 pada tempo 110 BPM secara mandiri tanpa jeda.
  • Produk: Unjuk kerja latihan mandiri dapat ditunjukkan melalui demonstrasi langsung di hadapan guru atau rekaman unjuk ketukan berkala pada lembar checklist latihan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Unjuk tiru ketukan awal secara perorangan: Murid diminta menirukan 2 pola ketukan birama 4/4 menggunakan alat musik pukul/tepukan tangan pada tempo 80 BPM yang dipandu guru: Pola A (ketuk 1, 2, 3, 4 beruntun rata) dan Pola B (pukulan pada ketuk 1, 2-dan, 4). (Kriteria acuan: Murid dinyatakan siap jika mampu memukul minimal 1 pola ritme tepat jatuh pada ketukan tanpa terseret atau terburu-buru).

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan tahapan latihan mandiri selama tahap Mengaplikasi: Guru memeriksa apakah murid secara mandiri menjalankan siklus latihan dari tempo lambat (60 BPM) ke cepat (110 BPM), mendeteksi ketidakteraturan ketukan sendiri, dan menerapkan repetisi perbaikan pola ritme (Pola 1 dan Pola 2) minimal 3 kali pengulangan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan keterampilan unjuk kerja akhir sesi: Demonstrasi mandiri memainkan Pola Ritme 1 dan 2 pada tempo sedang (90 BPM) sebanyak 4 birama berulang. (Acuan ketercapaian: Seluruh ketukan jatuh tepat pada ketukan birama 4/4, tempo terjaga stabil dari awal hingga akhir siklus tanpa berhenti atau mengubah kelajuan tempo secara tiba-tiba).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tes unjuk kerja ketukan ritmis mandiri
  • Asesmen formatif proses menggunakan lembar observasi proses latihan mandiri (tahapan penyesuaian tempo, akurasi pola ritme, dan penerapan perbaikan mandiri)
  • Lembar catatan refleksi proses latihan mandiri perorangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan tahapan proses berpraktik mandiri (tahapan tempo)Belum menerapkan tahapan proses latihan mandiri; langsung bermain tanpa pola tahapan tempo dan berhenti jika terjadi kesalahan.Menerapkan tahapan latihan mandiri dari tempo lambat namun membutuhkan bimbingan guru untuk menaikkan tempo secara bertahap.Menerapkan tahapan proses berpraktik mandiri secara berurutan (dari tempo lambat 60 BPM hingga tempo sedang 90 BPM) dan mengulang bagian yang salah secara mandiri.Menerapkan seluruh tahapan proses berpraktik mandiri secara konsisten dari tempo lambat, sedang, hingga cepat (110 BPM) serta melakukan evaluasi dan koreksi perbaikan mandiri secara sistematis.
Akurasi pola ritme dan kestabilan tempo pada instrumenPukulan ritme tidak sesuai dengan pola acuan dan ketukan tempo berubah-ubah (tidak stabil).Memainkan 1 pola ritme dengan tepat pada tempo lambat, namun tempo masih berfluktuasi saat mencoba pola variasi.Memainkan 2 pola ritme (Pola 1 dan Pola 2) dengan akurat dan menjaga kestabilan tempo secara ajek pada tempo sedang (90 BPM).Memainkan 2 pola ritme dengan akurasi ketukan sempurna dan tempo yang sangat stabil serta presisi baik pada tempo lambat, sedang, maupun cepat (110 BPM).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu dan media latihan mandiri telah memfasilitasi setiap murid untuk mengidentifikasi kesalahan ritmisnya secara mandiri?
  • Bagaimana efektivitas penggunaan tangga tempo (60, 90, 110 BPM) dalam membantu murid menjaga kestabilan ritme instrumen tradisional?

Murid:

  • Pada tempo berapa (lambat, sedang, atau cepat) saya merasa paling mudah menjaga ketukan ritme tetap stabil?
  • Langkah apa yang terbukti paling membantu saya ketika saya salah memukul ketukan pada instrumen musik tradisional?

Pertemuan 5 — Menyajikan Pola Irama Musik Sederhana Daerah Setempat secara Berkelompok dengan Alat Musik Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen musik tradisional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan kelas, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyajikan pola irama musik sederhana daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen tradisional (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta seluruh murid menepuk pola birama 4/4 sederhana (ketukan 1-2-3-4 berulang) secara bersama untuk memetakan kesiapan menjaga keselarasan tempo kelompok (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang 2 bagian pola irama musik daerah sukat 4/4 sederhana: Pola A (pukulan aksen pada ketukan 1 dan 3 menggunakan kendang/rebana/galon) dan Pola B (pukulan rapat pada ketukan 2, 3-dan, 4 menggunakan ketipung/kecrek/botol) beserta cara mengombinasikannya dalam kelompok (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencocokkan pembagian peran instrumen tradisional atau alat pengganti ritmis yang tersedia sesuai 2 pola irama tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memainkan permainan seru tantangan 'Gilir Irama Bergantian', di mana kelompok berlatih memainkan Pola A dan Pola B secara bersahut-sahutan dan serentak 8 birama tanpa terputus, bergembira menjaga kestabilan tempo bersama (20 menit).
  • Setiap kelompok menyajikan secara bergiliran pola irama musik sederhana daerah setempat sebanyak 8 birama utuh menggunakan instrumen tradisional atau perkusi ritmis setempat di hadapan kelas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya meninjau kembali keselarasan sajian pola irama mereka: mengecek apakah ketukan ketukan jatuh tepat bersama dan instrumen saling melengkapi tanpa mendahului (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya sinkronisasi tempo dalam menyajikan pola irama musik daerah secara berkelompok (5 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi ketercapaian sajian kelompok hari ini dan menyampaikan agenda latihan pertemuan berikutnya yang akan memadukan ritme dengan melodi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan ketukan visual 4 ketuk dasar; kelompok yang sudah lancar diberikan partitur ritme sinkopasi sederhana daerah.
  • Proses: Kelompok pemula berlatih tempo lambat (60 bpm) dengan pembagian 1 jenis pola; kelompok mahir berlatih pada tempo sedang (80 bpm) dengan variasi pergantian pola antarpemain.
  • Produk: Sajian kelompok dapat menggunakan kombinasi instrumen tradisional asli (kendang/rebana) atau perkusi alternatif setempat (galon/botol beras).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan ketukan ritmis: Murid secara serentak menirukan ketukan tepuk 4/4 berulang dengan tempo sedang (acuan: ketukan 1-2-3-4 stabil dan konsisten tanpa percepatan selama 4 repetisi).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja latihan kelompok saat memainkan Pola A (ketukan 1 dan 3) dan Pola B (ketukan 2, 3-dan, 4) menggunakan lembar observasi ketepatan ketukan dan keterpaduan kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja penyajian kelompok: Setiap kelompok menyajikan pola irama 8 birama utuh (acuan ketercapaian: memainkan Pola A dan Pola B secara serempak/bersahutan minimal 6 dari 8 birama tetap serempak dan tempo terjaga stabil).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyajian pola irama musik kelompok (8 birama sukat 4/4) menggunakan instrumen tradisional/ritmis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyajian Pola Irama Musik Sederhana secara BerkelompokMenyajikan pola irama musik sederhana berkelompok dengan ketukan yang tidak teratur (kurang dari 4 birama tepat) dan instrumen belum padu.Menyajikan pola irama musik sederhana berkelompok secara tepat sepanjang 4-5 birama, namun tempo masih goyah atau belum sinkron antarpemain.Menyajikan pola irama musik sederhana berkelompok secara terpadu dan stabil sepanjang 6-7 birama sesuai pembagian instrumen.Menyajikan pola irama musik sederhana berkelompok secara utuh 8 birama dengan kestabilan tempo yang sempurna dan keterpaduan bunyi seluruh instrumen.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan pembagian instrumen perkusi tradisional di tiap kelompok berjalan merata dan tertib?
  • Apakah aktivitas tantangan bermain irama berhasil meningkatkan antusiasme dan kerja sama kelompok murid?

Murid:

  • Bagian mana dari sajian pola irama berkelompok tadi yang paling menantang untuk disamakan ketukannya?
  • Bagaimana perasaanmu saat kelompok berhasil menyelesaikan ketukan irama 8 birama secara serempak?

Pertemuan 6 — Menyajikan Paduan Melodi dan Ritme Musik Sederhana Daerah Setempat Berkelompok Menggunakan Instrumen Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen musik tradisional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menyajikan paduan melodi dan ritme musik sederhana daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen tradisional (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis ritme-melodi: guru memperagakan 2 contoh pola pendek di depan kelas, lalu murid secara bersama mengidentifikasi peran instrumennya (Pola A: ketukan ritmis konstan kendang/rebana -> peran ritme; Pola B: susunan nada berjenjang saron/rekorder/pianika -> peran melodi; acuan: Pola A adalah ritme pengatur tempo dan Pola B adalah melodi lagu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok (4-5 orang) mencermati bagan partitur/notasi sederhana lagu daerah setempat berdurasi 8 birama 4/4 yang terdiri atas 2 jalur: Jalur Melodi (dimainkan saron/pianika/kolintang: susunan nada lagu daerah) dan Jalur Ritme (dimainkan kendang/rebana/marakas tradisi: ketukan konstan pola pulsa dan sinkopasi sederhana) (10 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara membunyikan jalur melodi dan ritme secara serempak dengan menjaga keterpaduan ketukan (prinsip berkesadaran terhadap bunyi instrumen pasangan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Duet Selaras' (menggembirakan): setiap kelompok berlatih memadukan instrumen melodi dan instrumen ritme dalam 8 birama secara bertahap (4 birama pertama berulang, lalu 4 birama kedua) dengan tempo stabil (metronom 80 bpm) (20 menit).
  • Setiap kelompok menyajikan paduan melodi dan ritme musik sederhana daerah setempat di hadapan kelompok lain menggunakan instrumen tradisional yang telah dibagi perannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok mengevaluasi keselarasan sajian mereka: mengecek apakah ritme tidak mendahului atau tertinggal dari nada melodi selama 8 birama penuh, serta mengidentifikasi bagian birama yang paling rapi keterpaduannya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya sinkronisasi ketukan antara pemain melodi dan ritme dalam sajian musik ansambel tradisional (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian penyajian kelompok dan menyampaikan bahwa sajian ini akan disempurnakan menjadi bentuk musik utuh pada pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan menggunakan notasi melodi 4 birama dengan ketukan ritme pulsa lurus (1 ketukan per nada); kelompok mahir memainkan notasi melodi 8 birama penuh dengan variasi pola ritme sinkopasi.
  • Proses: Guru memberikan ketukan pemandu langsung bagi kelompok yang masih kesulitan menjaga tempo paduan melodi-ritme, sedangkan kelompok yang sudah lancar berlatih mandiri.
  • Produk: Kelompok menyajikan paduan melodi dan ritme musik tradisional daerah setempat minimal 4 hingga 8 birama sesuai kesiapan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik klasikal mengenali jalur instrumen: Guru memainkan 2 contoh bunyi pendek: (1) Ketukan konstan berulang pada kendang/rebana -> jawaban acuan: peran instrumen ritmis/ritme; (2) Rangkaian nada berlaras daerah pada saron/pianika -> jawaban acuan: peran instrumen melodis/melodi. Kriteria: murid dapat membedakan peran jalur melodi dan ritme sebelum latihan terpadu.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat latihan kelompok: Guru memeriksa keselarasan ketukan antara pemain alat musik ritme dan pemain alat musik melodi menggunakan lembar cek berkala pada birama 1-4 dan birama 5-8.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/unjuk kerja akhir sesi: Tiap kelompok menampilkan sajian paduan melodi dan ritme 8 birama di depan kelas. Acuan ketercapaian: melodi dan ritme dimainkan serempak dari birama awal hingga akhir tanpa berhenti di tengah sajian.

Formatif:

  • Unjuk kerja penyajian kelompok: observasi keterpaduan sajian instrumen melodi dan ritme musik tradisional daerah setempat berdasarkan lembar amatan rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterpaduan sajian melodi dan ritme kelompokPenyajian melodi dan ritme belum selaras; permainan sering terhenti atau tempo ritme dan nada melodi saling bertabrakan di sebagian besar birama (kurang dari 4 birama selaras).Menyajikan paduan melodi dan ritme secara berkelompok namun tempo masih berfluktuasi; paduan selaras hanya bertahan pada 4 birama awal dari total 8 birama.Menyajikan paduan melodi dan ritme secara berkelompok dengan tempo stabil dan selaras pada 6-8 birama tanpa terputus.Menyajikan paduan melodi dan ritme secara berkelompok dengan tempo stabil, selaras secara konsisten sepanjang 8 birama penuh, serta pergantian ketukan antar-instrumen berlangsung mulus tanpa jeda ragu.
Penggunaan instrumen tradisional dalam kelompokMurid dalam kelompok belum mampu membunyikan instrumen tradisional melodi maupun ritme sesuai jalur notasi yang ditentukan.Murid dalam kelompok membunyikan instrumen melodi dan ritme tradisional namun masih sering terjadi kesalahan ketukan nada atau pola ritme pada notasi.Murid dalam kelompok membunyikan instrumen melodi dan ritme tradisional sesuai dengan jalur notasinya secara tepat dan berkelanjutan.Murid dalam kelompok membunyikan seluruh instrumen melodi dan ritme tradisional secara tepat sesuai notasi dengan kontrol bunyi yang rapi dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit latihan 'Duet Selaras' mencukupi bagi seluruh kelompok untuk memadukan melodi dan ritme?
  • Bagian birama manakah yang paling sering mengalami pergeseran tempo antara pemain instrumen melodi dan ritme?

Murid:

  • Bagian mana dari sajian paduan melodi dan ritme tadi yang terasa paling mudah dan paling menantang untuk dimainkan bersama kelompok?
  • Apa yang saya dan kelompok lakukan agar bunyi alat musik melodis dan ritmis tetap terdengar seimbang dan kompak?

Pertemuan 7 — Menyajikan Musik Sederhana Daerah Setempat Berkelompok secara Utuh dengan Instrumen Tradisional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen musik tradisional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi persiapan instrumen musik tradisional (atau instrumen pengganti/pianika/perkusi) di masing-masing kelompok (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan musik sederhana daerah setempat (Lagu 'Gundhul-Gundhul Pacul') secara berkelompok secara utuh dari bagian awal hingga akhir (3 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru mengecek kesiapan penyajian tiap kelompok dengan memberikan aba-aba tempo tepukan 4 ketukan berulang, lalu meminta setiap kelompok memainkan 1 birama pembuka lagu daerah target bersama-sama untuk memastikan keselarasan tempo awal (acuan kesiapan: instrumen ritmis dan melodis masuk serentak tepat pada ketukan 1 tanpa tertinggal) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok menyimak instruksi guru mengenai struktur penyajian utuh karya musik daerah setempat: bagian pembuka (intro ritme 2 birama), bagian melodi utama (lagu utuh 8 birama), dan bagian penutup (ending serentak pada ketukan ke-4) (5 menit).
  • Permainan pemanasan kelompok 'Hitung Aba-Aba': Setiap kelompok memainkan transisi dari intro ritmis ke melodi utama mengikuti aba-aba isyarat hitungan ketukan guru secara bergantian yang dilakukan dengan riang dan antusias untuk mengunci kekompakan kelompok (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap kelompok berlatih secara intensif memainkan sajian utuh karya musik daerah sederhana setempat (intro ritmis 2 birama, melodi inti 8 birama, dan penutup serentak 1 birama) dengan menyelaraskan paduan instrumen ritmis (gendang/rebana/perkusi) dan melodis (suling/belira/pianika/gamelan) (15 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan musik sederhana daerah setempat secara utuh di depan kelas dari bagian awal, bagian utama, hingga penutup bersama instrumen musik tradisional yang telah ditentukan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama anggota kelompoknya melakukan jeda hening berkesadaran sejenak untuk mengingat kembali jalannya penyajian kelompok mereka: keteraturan tempo kelompok dan keutuhan alur penyajian dari awal hingga akhir (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan semua kelompok dalam menyajikan karya musik daerah setempat secara utuh dan berkelompok (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan arahan untuk merapikan instrumen musik serta berdoa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Partitur atau bagan struktur penyajian disediakan dalam bentuk notasi angka sederhana lengkap dengan penanda ketukan ritmis intro, isi, dan ending.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan mendapatkan bantuan ketukan metronom visual atau hitungan aba-aba tangan langsung dari guru, sedangkan kelompok yang sudah lancar berlatih mandiri menjaga kestabilan tempo internal kelompok.
  • Produk: Kelompok dapat menentukan pembagian instrumen musik tradisional (ritmis dan melodis) sesuai tingkat penguasaan anggota kelompok dalam menyajikan karya utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan kelompok memainkan 1 birama pembuka lagu daerah setempat ('Gundhul-Gundhul Pacul') secara serempak mengikuti 4 ketukan tempo guru (acuan: ketukan instrumen ritme dan melodi jatuh serentak pada ketukan pertama).

Proses:

  • Pengamatan keterpaduan kelompok saat menyajikan lagu daerah secara utuh (acuan pengamatan: kelengkapan struktur intro-isi-ending, dan kestabilan tempo bersama dari awal hingga akhir sajian).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil akhir unjuk kerja penyajian kelompok: verifikasi apakah kelompok berhasil menyajikan musik dari birama pertama hingga birama terakhir tanpa terhenti di tengah sajian.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyajian musik berkelompok secara utuh menggunakan lembar pengamatan performa penyajian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Sajian Musik BerkelompokMenyajikan kurang dari separuh bagian musik kelompok atau permainan terhenti sebelum menyelesaikan melodi utama.Menyajikan bagian melodi utama secara berkelompok namun melewatkan bagian pembuka atau penutup sajian.Menyajikan musik daerah sederhana secara berkelompok dari pembuka (intro), melodi utama, hingga penutup secara utuh.Menyajikan musik daerah sederhana secara berkelompok dari pembuka, melodi utama, hingga penutup secara utuh, runtut, dan lancar tanpa keraguan.
Kepaduan Penyajian BerkelompokInstrumen ritmis dan melodis dalam kelompok bermain sendiri-sendiri tanpa keselarasan tempo kelompok.Instrumen ritmis dan melodis mulai berpadu tetapi tempo kelompok sering mengalami ketidaksinkronan di tengah sajian.Instrumen ritmis dan melodis tersaji padu dan selaras menjaga tempo kelompok dari awal hingga penutup.Instrumen ritmis dan melodis tersaji sangat padu, stabil, dan serempak di setiap perpindahan bagian lagu secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit cukup untuk memfasilitasi seluruh kelompok tampil menyajikan musik secara utuh?
  • Bagaimana tingkat keselarasan antaranggota kelompok saat memainkan instrumen yang berbeda secara bersamaan?

Murid:

  • Bagian mana dari sajian musik utuh tadi yang terasa paling padu saat dimainkan bersama kelompok?
  • Tantangan apa yang dihadapi kelompokmu saat menjaga tempo agar tetap serempak dari awal hingga akhir lagu?

Pertemuan 8 — Melakukan Umpan Balik Kemampuan Bermain Musik Diri Sendiri dan Teman Menggunakan Istilah Musik yang Tepat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri dan teman menggunakan istilah musik yang tepat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan arti dari 3 istilah musik dasar: tempo, dinamika, dan ketukan/ritme (acuan jawaban: tempo = kecepatan lagu/ketukan; dinamika = kuat-lembutnya volume bunyi musik; ritme/ketukan = pola keteraturan pulsa atau panjang-pendeknya nada) untuk memetakan kesiapan murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan audio rekaman pendek tentang cara memberikan umpan balik kemampuan bermain alat musik tradisional menggunakan glosarium 4 istilah musik target: (1) Tempo (cepat/lambat/stabil), (2) Ritme (ketepatan ketukan pukulan/tiupan/petikan), (3) Dinamika (keras/lembutnya bunyi), dan (4) Artikulasi nada (kejelasan bunyi instrumen, misal bunyi dengung kencang atau teredam/staccato) (10 menit).
  • Murid memainkan kuis interaktif berpasangan 'Tebak Istilah Musik' yang menggembirakan: satu murid membaca 1 dari 4 kalimat deskripsi kasus permainan musik lalu pasangannya menebak istilah musik yang tepat. 4 Kasus: (1) 'Permainan kendang temponya tiba-tiba berubah dari lambat menjadi terlalu cepat' -> istilah: Tempo; (2) 'Pukulan saron meleset dari hitungan ketukan dasar' -> istilah: Ritme/Ketukan; (3) 'Bunyi talempong terlalu keras hingga menutupi melodi instrumen lain' -> istilah: Dinamika; (4) 'Bunyi petikan kecapi terdengar putus-putus dan bersih sesuai teknik petik' -> istilah: Artikulasi nada (acuan: kunci sesuai padanan kasus) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati pemutaran rekaman video/audio unjuk kerja ansambel alat musik tradisional kelas yang direkam pada pertemuan sebelumnya (atau rekaman model peraga), lalu secara mandiri menuliskan formulir umpan balik refleksi diri sendiri (self-reflection) yang menganalisis kemampuan bermain musik diri sendiri dengan memuat minimal 2 aspek dari 4 istilah musik target (tempo, ritme, dinamika, artikulasi nada) secara tepat sesuai fakta permainan pada rekaman (15 menit).
  • Murid saling bertukar lembar pengamatan dengan rekan di sebelahnya, lalu menuliskan umpan balik antarteman (peer-feedback) terhadap kemampuan bermain musik rekannya tersebut dengan menyebutkan minimal 2 aspek istilah musik yang tepat disertai catatan perbaikan yang spesifik (misal: 'Tempo pukulanmu sudah stabil, namun dinamika pada bagian tengah masih terlalu keras') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca kembali umpan balik yang diterimanya dari rekan sejawat, kemudian menyandingkannya dengan hasil analisis kemampuan bermain musik diri sendiri untuk menyimpulkan aspek bermusik mana yang paling perlu diperbaiki (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesesuaian penggunaan istilah musik dalam kalimat umpan balik yang telah disusun murid (5 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan manfaat umpan balik berbasis istilah musik bagi perkembangan bermusik, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan glosarium definisi dan contoh kalimat umpan balik istilah musik, sedangkan murid mahir langsung menyusun umpan balik secara mandiri tanpa kartu panduan.
  • Proses: Murid yang belum terbiasa menggunakan istilah musik dibimbing guru dengan teknik pertanyaan terarah saat mencermati rekaman, sedangkan murid yang cepat diarahkan menganalisis ke-4 aspek istilah musik (tempo, ritme, dinamika, artikulasi nada) secara komprehensif.
  • Produk: Produk umpan balik tertulis: murid berkembang minimal memuat 2 istilah musik yang tepat, sedangkan murid mahir menuliskan analisis umpan balik lengkap yang mencakup 3-4 istilah musik dengan rekomendasi teknik perbaikan yang rinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan arti dari istilah musik tempo, dinamika, dan ritme!' (Acuan jawaban benar: tempo = kecepatan atau laju ketukan dalam musik; dinamika = tingkatan keras atau lembutnya volume suara/bunyi musik; ritme = pola pengulangan ketukan atau panjang-pendek nada dalam rangkaian musik).

Proses:

  • Observasi formatif saat kuis tebak istilah musik berpasangan (memeriksa ketepatan 4 padanan kasus dan istilah musik).
  • Pemeriksaan lembar umpan balik diri sendiri dan antarteman: guru memeriksa apakah murid menggunakan minimal 2 istilah musik yang tepat (tempo, ritme, dinamika, artikulasi) untuk mendeskripsikan kemampuan bermain musik secara objektif sesuai rekaman permainan musik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat pada lembar refleksi: Murid mengoreksi kalimat umpan balik yang keliru: 'Bunyinya terlalu cepat dan suaranya kurang bagus' menjadi kalimat umpan balik berbasis istilah musik yang tepat (Acuan kriteria penerimaan: mengganti kata 'terlalu cepat' dengan konteks 'tempo terlalu cepat/tergesa-gesa' dan mengganti 'suaranya kurang bagus' dengan konteks istilah musik yang tepat seperti 'artikulasi nada kurang bersih' atau 'dinamika nada kurang seimbang').

Formatif:

  • Penilaian lisan asesmen awal diagnostik tentang istilah musik
  • Kuis berpasangan identifikasi istilah musik
  • Penilaian lembar kerja umpan balik bermain musik diri sendiri dan teman menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Musik dalam Umpan Balik (Diri Sendiri dan Teman)Memberikan umpan balik bermain musik tanpa menggunakan istilah musik yang tepat (hanya memakai kata umum seperti bagus, jelek, salah, atau enak didengar).Memberikan umpan balik bermain musik dengan menggunakan 1 istilah musik secara tepat (misal tempo saja atau ritme saja) dengan bantuan panduan guru.Memberikan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri dan teman secara mandiri menggunakan minimal 2 istilah musik (tempo, ritme, dinamika, artikulasi) secara tepat sesuai kondisi permainan nyata.Memberikan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri dan teman secara mandiri dan konsisten menggunakan 3 atau lebih istilah musik (tempo, ritme, dinamika, artikulasi) secara tepat disertai deskripsi perbaikan yang spesifik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan dan menggunakan istilah musik (tempo, ritme, dinamika, artikulasi) secara tepat saat mengulas permainan musik?
  • Bagaimana efektivitas metode analisis rekaman video/audio dalam memfasilitasi murid memberikan umpan balik yang objektif bagi diri sendiri dan temannya?

Murid:

  • Apakah saya sudah dapat menemukan kelebihan dan hal yang perlu ditingkatkan dari cara bermain musik saya sendiri menggunakan istilah musik yang benar?
  • Istilah musik apa yang menurut saya paling mudah dan paling menantang untuk digunakan saat memberikan saran pada permainan musik teman?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.2.1 Mengidentifikasi karakteristik musik tradisi daerah setempat berdasarkan ragam alat musik tradisional yang digunakan
  • TP 8.2.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan memainkan alat musik tradisional secara mandiri
  • TP 8.2.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok menggunakan instrumen musik tradisional
  • TP 8.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, memimpin doa, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan agenda pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 Alat Musik Tradisional yang terdiri dari tes tertulis serentak, unjuk kerja ansambel kelompok, dan umpan balik antarteman (3 menit).
  • Guru membagikan lembar tes tertulis analisis karakteristik alat musik tradisional serta lembar rubrik penilaian unjuk kerja dan umpan balik antarteman kepada seluruh murid secara serentak (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis, kriteria rubrik unjuk kerja ansambel instrumen tradisional, serta tata cara pengisian lembar umpan balik antarteman berbasis istilah musik secara objektif dan mandiri (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 8.2.1): Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengerjakan tes tertulis analisis karakteristik dan fungsi alat musik tradisional selama 20 menit (20 menit). Butir soal tes tertulis: (1) Sebutkan fungsi musikal (melodis/ritmis/pengiring) dan karakteristik warna suara (timbre) dari alat musik Kolintang; (2) Sebutkan fungsi musikal dan karakteristik timbre dari Kendang; (3) Sebutkan fungsi musikal dan karakteristik timbre dari Suling Bambu; (4) Sebutkan fungsi musikal dan karakteristik timbre dari Sasando. Acuan kunci jawaban: (1) Kolintang: fungsi melodis/pengiring harmoni, timbre cerah/nyaring perkusi kayu; (2) Kendang: fungsi ritmis/pengatur tempo, timbre rendah/sedang membranofon kulit bergaung; (3) Suling Bambu: fungsi melodis utama, timbre lembut/tiup aerofon berdesir halus; (4) Sasando: fungsi melodis/pengiring harmoni, timbre gemerincing/resonansi dawai jernih.
  • Tugas 2 (TP 8.2.2 & TP 8.2.3): Setiap kelompok (total 6 kelompok beranggotakan 4-5 murid) tampil secara bergiliran menyajikan ansambel musik daerah sederhana berdurasi 4-5 menit di depan kelas selama total 35 menit (35 menit). Guru mengamati dan menilai keterpaduan penyajian kelompok (keterpaduan tempo dan keharmonisan ansambel) sekaligus keterampilan teknik bermain alat musik tradisional mandiri pada setiap individu (ketepatan teknik pukulan/petikan/tiupan dan kestabilan ritme).
  • Tugas 3 (TP 8.2.4): Bersamaan dan segera setelah penampilan setiap kelompok selesai, murid pengamat secara individual mengisi lembar umpan balik tertulis serentak mengenai penampilan teman kelompok lain selama 10 menit (10 menit). Format memuat daftar cek dan catatan umpan balik wajib menggunakan 3 istilah musik: tempo (kestabilan cepat/lambat ketukan), ketukan/ritme (keteraturan pukulan nada), dan artikulasi (kejelasan bunyi instrumen).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan refleksi singkat pada bagian bawah lembar asesmen mengenai pengalaman menerapkan latihan mandiri dan tantangan menjaga keterpaduan bunyi dalam ansambel musik tradisional (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis, lembar catatan observasi, dan lembar penilaian umpan balik antarteman secara tertib (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama asesmen, merangkum pencapaian Bab 2 'Alat Musik Tradisional', dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: penyediaan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan soal bagi murid dengan hambatan visual/membaca tanpa mengubah isi butir instrumen tes.
  • Proses: Akomodasi tata letak ruang unjuk kerja yang fleksibel bagi murid berkebutuhan khusus saat memainkan instrumen musik tradisional tanpa mengubah kriteria penilaian teknik dan keterpaduan tempo.
  • Produk: Format pembuktian tetap standar sesuai ACUAN SUMATIF ATP: lembar tes analisis tertulis, performa ansambel musik tradisional, dan lembar catatan umpan balik istilah musik.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis analisis alat musik daerah, unjuk kerja penyajian ansambel musik daerah secara berkelompok yang mencakup penilaian keterampilan bermain mandiri di dalam kelompok, serta lembar umpan balik antarteman: lembar jawaban analisis karakteristik dan fungsi alat musik tradisional, rekaman/penampilan langsung permainan alat musik daerah sederhana secara mandiri dalam kelompok ansambel dengan ketepatan teknik dan keterpaduan tempo, serta lembar catatan umpan balik antarteman menggunakan istilah musik
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi karakteristik bunyi (warna suara/timbre) dan fungsi alat musik tradisional (melodis/ritmis/pengiring) dalam sajian musik daerah setempat yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
  • unjuk kerja ansambel kelompok: penampilan ansambel musik tradisional sederhana berdurasi 4-5 menit per kelompok (6 kelompok beranggotakan 4-5 murid, total 28 murid selesai dalam 35 menit) di mana guru menilai keterpaduan penyajian kelompok sekaligus keterampilan teknis bermain alat musik tradisional tiap individu di dalamnya (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian musik (kriteria: penguasaan teknik instrumen mandiri, ketepatan ritme/tempo, dan keharmonisan kelompok))
  • lembar penilaian antarteman tertulis serentak: catatan penilaian dan umpan balik tertulis yang diisi murid secara serentak seusai giliran penampilan kelompok lain mengenai ketepatan ketukan, tempo, dan artikulasi menggunakan istilah musik yang tepat (15 menit; individual; instrumen: format lembar penilaian antarteman berbasis daftar cek dan kolom komentar istilah musik)

Sumatif:

  • tes tertulis analisis alat musik daerah, unjuk kerja penyajian ansambel musik daerah secara berkelompok yang mencakup penilaian keterampilan bermain mandiri di dalam kelompok, serta lembar umpan balik antarteman: lembar jawaban analisis karakteristik dan fungsi alat musik tradisional, rekaman/penampilan langsung permainan alat musik daerah sederhana secara mandiri dalam kelompok ansambel dengan ketepatan teknik dan keterpaduan tempo, serta lembar catatan umpan balik antarteman menggunakan istilah musik
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis berisi identifikasi karakteristik bunyi (warna suara/timbre) dan fungsi alat musik tradisional (melodis/ritmis/pengiring) dalam sajian musik daerah setempat yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
  • unjuk kerja ansambel kelompok: penampilan ansambel musik tradisional sederhana berdurasi 4-5 menit per kelompok (6 kelompok beranggotakan 4-5 murid, total 28 murid selesai dalam 35 menit) di mana guru menilai keterpaduan penyajian kelompok sekaligus keterampilan teknis bermain alat musik tradisional tiap individu di dalamnya (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian musik (kriteria: penguasaan teknik instrumen mandiri, ketepatan ritme/tempo, dan keharmonisan kelompok))
  • lembar penilaian antarteman tertulis serentak: catatan penilaian dan umpan balik tertulis yang diisi murid secara serentak seusai giliran penampilan kelompok lain mengenai ketepatan ketukan, tempo, dan artikulasi menggunakan istilah musik yang tepat (15 menit; individual; instrumen: format lembar penilaian antarteman berbasis daftar cek dan kolom komentar istilah musik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Karakteristik dan Fungsi Alat Musik Tradisional (Tes Tertulis - TP 8.2.1; Acuan: Kolintang [melodis/pengiring, perkusi kayu nyaring], Kendang [ritmis/pengatur tempo, membranofon bergaung], Suling Bambu [melodis, tiup aerofon lembut], Sasando [melodis/pengiring, dawai jernih])Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 alat musik berdasarkan fungsi dan timbrenya sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 alat musik berdasarkan fungsi dan timbrenya sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 alat musik berdasarkan fungsi dan timbrenya sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh (4 dari 4) alat musik berdasarkan fungsi dan karakteristik timbrenya sesuai acuan kunci jawaban.
Keterampilan Teknik Bermain Alat Musik Tradisional secara Mandiri dalam Kelompok (TP 8.2.2)Memainkan instrumen tradisional dengan posisi tubuh dan teknik memainkan (pukulan/petikan/tiupan) yang belum tepat sehingga suara instrumen sering tersendat.Memainkan instrumen tradisional dengan teknik dasar yang cukup tepat namun sesekali masih ragu dan terjadi ketidakkonsistenan bunyi saat bermain mandiri.Memainkan instrumen tradisional secara mandiri dengan teknik yang tepat dan konsisten menghasilkan warna suara instrumen secara stabil.Memainkan instrumen tradisional secara mandiri dengan teknik yang sangat fasih, presisi, luwes, dan konsisten menghasilkan kualitas nada yang optimal sepanjang penyajian.
Penyajian Ansambel Musik Sederhana Daerah Setempat secara Berkelompok (TP 8.2.3)Menyajikan musik daerah berkelompok dengan tempo yang sering tidak stabil dan antar-instrumen belum terdengar padu/harmonis.Menyajikan musik daerah berkelompok dengan keterpaduan tempo yang cukup terjaga meski sesekali terjadi pergeseran tempo antar-pemain.Menyajikan musik daerah berkelompok secara utuh dengan tempo yang stabil serta paduan melodi dan ritme yang harmonis.Menyajikan musik daerah berkelompok secara utuh, sangat kompak, keterpaduan tempo sempurna dari awal hingga akhir, dan keharmonisan ansambel terjalin sangat seimbang.
Umpan Balik Kemampuan Bermain Musik Menggunakan Istilah Musik yang Tepat (TP 8.2.4; Acuan istilah: tempo, ketukan/ritme, artikulasi)Memberikan umpan balik tanpa menggunakan istilah musik yang tepat (hanya menggunakan bahasa umum sehari-hari tanpa menyebut tempo/ketukan/artikulasi).Memberikan umpan balik tertulis dengan menggunakan 1 istilah musik yang tepat sesuai acuan (misal hanya membahas tempo).Memberikan umpan balik tertulis dengan menggunakan 2 istilah musik yang tepat sesuai acuan pada lembar pengamatan.Memberikan umpan balik tertulis secara komprehensif menggunakan seluruh (3 dari 3) istilah musik (tempo, ketukan/ritme, artikulasi) secara tepat dan objektif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk setiap bagian asesmen sumatif (tes tertulis 20 menit, penampilan unjuk kerja 35 menit, dan umpan balik 10 menit) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 8 dalam memadukan keterampilan bermain musik mandiri ke dalam bentuk penyajian ansambel kelompok?

Murid:

  • Bagian mana dari permainan musik tradisimu hari ini yang paling berhasil kamu tampilkan sesuai latihan mandirimu?
  • Apakah kamu sudah dapat menggunakan istilah musik (tempo, ketukan, artikulasi) dengan tepat saat mengamati dan memberi masukan untuk permainan musik temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi)
  2. Rekaman audio dan video pertunjukan Gamelan Sunda, Kolintang Minahasa, Talempong Minang, dan Tifa Papua
  3. Lembar Kerja Murid: Lembar Identifikasi Karakteristik Alat Musik Pukul Tradisi
  4. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab II Alat Musik Tradisional.
  5. Rekaman audio dan video pertunjukan instrumen tradisi: Sasando (NTT), Sape (Kalimantan), Rebab (Jawa/Sunda), Keso-keso (Sulawesi Selatan), Saluang (Minangkabau), dan Tahuri (Maluku).
  6. Lembar Kerja Siswa: Matriks Karakteristik Alat Musik Tradisional Petik, Gesek, dan Tiup.
  7. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek
  8. Instrumen alat musik ritmis tradisional (kendang, rebana, marawis, ketipung, atau perkusi pengganti)
  9. Lembar kerja panduan alur latihan mandiri teknik dasar pukulan instrumen tradisional
  10. Metronom (aplikasi gawai/alat) penanda tempo latihan
  11. Instrumen alat musik tradisional pukul (kendang, rebana, talempong, gamelan, atau perkusi bambu/tubuh)
  12. Metronom (aplikasi gawai/alat metronom digital)
  13. Lembar partitur pola ritme sederhana dan kartu tantangan tangga tempo
  14. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/2023 revisi)
  15. Instrumen musik tradisional ritmis (kendang/rebana/ketipung) atau wadah bunyi alternatif (galon, ember, botol isi beras)
  16. Metronom atau panduan audio ketukan tempo berulang
  17. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII
  18. Instrumen musik tradisional daerah (saron gamelan/kulintang/kolintang/angklung untuk jalur melodi, kendang/rebana/ketipung/marakas tradisi untuk jalur ritme)
  19. Lembar partitur/notasi sederhana paduan melodi dan ritme lagu daerah setempat (8 birama, sukat 4/4)
  20. Metronom atau aplikasi pengatur tempo
  21. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
  22. Bagan akor dan partitur notasi angka lagu daerah setempat ('Gundhul-Gundhul Pacul')
  23. Instrumen musik tradisional yang tersedia di sekolah (seperti kendang, rebana, saron/gamelan, angklung) atau instrumen melodis/ritmis sekolah pengganti (pianika, belira, perkusi sederhana)
  24. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi).
  25. Video/audio rekaman unjuk kerja permainan musik tradisional murid pertemuan sebelumnya.
  26. Lembar Kerja Murid (LKPD) Format Umpan Balik Mandiri dan Antarteman.
  27. Kartu Glosarium Istilah Musik (Tempo, Ritme, Dinamika, Artikulasi).
  28. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
  29. Instrumen musik tradisional daerah setempat / instrumen musik alternatif sekolah (Gamelan/Kulintang/Kendang/Pianika/Perkusi)
  30. Lembar Soal Tes Tertulis Analisis Karakteristik Alat Musik Tradisional
  31. Lembar Rubrik Observasi Unjuk Kerja Ansambel dan Format Lembar Umpan Balik Antarteman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.