MODUL AJAR Seni Musik — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 1 — Lukisan Tanah Airku Apresiasi Terhadap Keragaman Lagu Daerah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Musik |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Lukisan Tanah Airku Apresiasi Terhadap Keragaman Lagu Daerah |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi pada lagu daerah dengan alat musik berbasis teknologi
- TP 8.1.2 Mengidentifikasi karakteristik musik dari lagu daerah sebagai representasi keragaman genre musik Nusantara
- TP 8.1.3 Melakukan umpan balik karya musik lagu daerah diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat
- TP 8.1.4 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dengan interpretasi dan ekspresi yang tepat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana kita bisa mengetahui apakah nada vokal yang kita nyanyikan pada lagu daerah sudah tepat pic-nya?
- Bagaimana aplikasi penala digital (digital tuner) pada gawai dapat membantu kita membaca dan mengenali nada serta melodi lagu daerah?
- Bagaimana kita bisa mengetahui pola ketukan atau irama dalam lagu daerah yang kita dengarkan?
- Bagaimana instrumen virtual berbasis teknologi dapat membantu kita mengenali ketukan lambat, sedang, atau cepat pada lagu daerah?
- Mengapa lagu daerah dari Jawa atau Bali terdengar berbeda karakternya dibandingkan lagu populer modern?
- Bagaimana kita mengenali bahwa sebuah melodi lagu daerah tersusun dari susunan tangga nada pentatonik Nusantara?
- Bagaimana kita bisa mengenali bahwa suatu lagu daerah menggunakan tangga nada diatonik (mayor atau minor)?
- Apa perbedaan karakteristik bunyi antara lagu daerah berlaras pentatonik yang kita pelajari sebelumnya dengan lagu daerah berlaras diatonik?
- Ketika mendengarkan rekaman permainan musik lagu daerah yang kita mainkan sendiri, bagian mana yang terdengar sudah selaras dan bagian mana yang belum?
- Istilah musik apa saja (seperti tempo, dinamika, intonasi, atau artikulasi) yang dapat kita gunakan untuk menilai kelebihan dan kekurangan penampilan kita sendiri secara objektif?
- Istilah musik apa yang dapat kita gunakan saat mengomentari ketepatan tinggi rendah nada seorang penyanyi lagu daerah?
- Bagaimana cara menyusun umpan balik terhadap penampilan musik orang lain agar tepat sasaran menggunakan istilah musik seperti tempo, dinamika, dan intonasi?
- Bagaimana penghayatan perasaan dan ekspresi wajah kita dapat membuat pesan dari lagu daerah tersampaikan kepada pendengar?
- Mengapa kekompakan kelompok sangat menentukan keberhasilan penyajian musik daerah setempat?
- Bagaimana sebuah kelompok musik dapat menyampaikan rasa gembira atau haru dari sebuah lagu daerah Nusantara kepada pendengar?
- Penyesuaian tempo dan dinamika seperti apa yang membuat interpretasi lagu daerah Nusantara terdengar hidup dan berkarakter?
- Bagaimana aplikasi penala digital dan keyboard virtual membantu kita memastikan ketepatan nada dan irama lagu daerah Nusantara?
- Mengapa ekspresi, interpretasi, dan penggunaan istilah musik baku sangat penting saat menyajikan serta mengulas penampilan lagu daerah bersama kelompok?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Nada dan Melodi Lagu Daerah dengan Aplikasi Penala Digital — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi pada lagu daerah dengan alat musik berbasis teknologi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengondisikan kesiapan murid, lalu menyampaikan TP pertemuan hari ini yaitu mengenali unsur nada dan melodi lagu daerah menggunakan aplikasi penala digital (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan membunyikan 3 cuplikan nada acuan dari instrumen/gawai (C4, G4, E4) lalu meminta murid menebak nama simbol nadanya secara lisan (acuan: nada 1 = C/do, nada 2 = G/sol, nada 3 = E/mi) (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan mendemonstrasikan sekilas cara kerja mikrofon aplikasi penala digital di layar proyektor saat mendeteksi satu nada vokal (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru tentang fungsi aplikasi penala digital (tuner) untuk mendeteksi frekuensi dan nama simbol nada (C, D, E, F, G, A, B) serta mengenali arah kontur melodi (naik, turun, mendatar) (10 menit).
- Murid mencermati partitur melodi penggalan lagu daerah 'Bungong Jeumpa' (4 birama pertama) yang ditayangkan guru dan mengenali lambang nada serta arah melodinya bersama bimbingan guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan 'Tantangan Detektif Nada' secara berpasangan: satu murid menyanyikan penggalan nada lagu daerah dan pasangan mencocokkan tampilan nama nada pada aplikasi penala digital di gawai/tablet secara bergantian (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Deteksi Melodi berisi 4 butir tugas: menyanyikan atau mendengarkan 4 fragmen nada lagu daerah 'Bungong Jeumpa' ke penala digital dan menuliskan nama nada serta arah melodinya (20 menit). [Daftar 4 fragmen tugas beserta kunci acuan: (1) Frasa A: nada C4-D4-E4 -> nama nada terdeteksi: C-D-E, arah melodi: naik; (2) Frasa B: nada G4-E4-C4 -> nama nada terdeteksi: G-E-C, arah melodi: turun; (3) Frasa C: nada E4-E4-E4 -> nama nada terdeteksi: E-E-E, arah melodi: mendatar; (4) Frasa D: nada D4-E4-D4 -> nama nada terdeteksi: D-E-D, arah melodi: naik lalu turun].
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kesesuaian hasil bacaan penala digital pada lembar kerjanya dengan panduan konfirmasi dari guru untuk mengevaluasi ketepatan pengenalan nada dan gerak melodinya (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana alat musik berbasis teknologi seperti penala digital mempermudah pengenalan nada dan melodi lagu daerah secara objektif (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menyampaikan pengantar singkat topik pertemuan berikutnya mengenai pola irama berbasis instrumen virtual (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan tangga nada visual pembantu (C=do, D=re, E=mi, F=fa, G=sol, A=la, B=si), sedangkan murid yang cepat diberikan partitur penggalan lagu daerah kedua (Ampar-Ampar Pisang) dengan rentang nada yang lebih lebar.
- Proses: Murid yang belum terbiasa menggunakan aplikasi didampingi guru atau tutor sebaya dalam menyetel sensitivitas penala digital.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan lembar kerja pengenalan nada dan gerak melodi dengan kriteria bukti yang setara sesuai 4 fragmen yang diuji.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid mendengarkan 3 bunyi nada tunggal berurutan dari instrumen guru (C4, G4, E4) lalu menyebutkan nama nadanya. (Acuan jawaban: Nada 1 = C/do; Nada 2 = G/sol; Nada 3 = E/mi. Kriteria: Menjawab tepat minimal 2 dari 3 nada).
Proses:- Pengamatan saat murid menggunakan aplikasi penala digital untuk mengidentifikasi 4 fragmen nada lagu daerah pada Lembar Kerja Deteksi Melodi. (Acuan kunci LK: Butir 1 = nada C-D-E arah naik; Butir 2 = nada G-E-C arah turun; Butir 3 = nada E-E-E arah mendatar; Butir 4 = nada D-E-D arah naik lalu turun).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal reflektif terstruktur): Murid membaca pembacaan tuner 'G - F - E' pada penggalan lagu dan menuliskan nama ketiga nada tersebut beserta arah melodinya. (Acuan kunci: Nama nada berturut-turut G, F, E; arah melodi bergerak turun).
Formatif:- Tes lisan diagnostik pengenalan 3 simbol nada (awal pembelajaran)
- Unjuk kerja berpasangan mendeteksi nada lagu daerah menggunakan aplikasi penala digital
- Pemeriksaan Lembar Kerja Deteksi Melodi (4 fragmen nada dan arah melodi lagu daerah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengenalan Nada Lagu Daerah dengan Penala Digital | Mengenali 0-1 nada dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat menggunakan aplikasi penala digital. | Mengenali 2 nada dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat menggunakan aplikasi penala digital. | Mengenali 3 nada dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat menggunakan aplikasi penala digital sesuai acuan. | Mengenali seluruh (4) nada dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat menggunakan aplikasi penala digital secara mandiri sesuai acuan. | | Pengenalan Arah Melodi Lagu Daerah | Mengenali 0-1 arah melodi dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat (acuan: naik, turun, mendatar, naik lalu turun). | Mengenali 2 arah melodi dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat sesuai acuan. | Mengenali 3 arah melodi dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat sesuai acuan. | Mengenali seluruh (4) arah melodi dari 4 fragmen lagu daerah secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan aplikasi penala digital efektif membantu semua murid mengonfirmasi ketepatan nada dan melodi lagu daerah?
- Bagian alur mana yang membutuhkan alokasi waktu scaffolding teknologi lebih banyak bagi murid yang awam gawai penala?
Murid:- Bagian nada atau melodi lagu daerah mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu deteksi menggunakan aplikasi penala digital?
- Bagaimana penala digital membantumu memastikan nada yang kamu suarakan sudah tepat?
Pertemuan 2 — Mengenali Pola Irama Lagu Daerah Berbantuan Instrumen Virtual Berbasis Teknologi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi pada lagu daerah dengan alat musik berbasis teknologi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta memfasilitasi hening sejenak untuk memusatkan perhatian (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali pola irama lagu daerah menggunakan aplikasi instrumen virtual berbasis teknologi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan 2 contoh pola ketukan sederhana melalui instrumen virtual kendang/perkusi digital untuk memeriksa kesiapan murid mengenali tempo lambat dan cepat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi aplikasi instrumen perkusi virtual mengenai cara menandai ketukan (beat) dan mengenali pola irama pada lagu daerah (8 menit).
- Murid mendengarkan 3 rekaman audio lagu daerah dengan pola irama berbeda sambil memperhatikan visualisasi ketukan pada instrumen perkusi virtual: (1) Lagu 'Gundhul-Gundhul Pacul' berirama 4/4 sedang, (2) Lagu 'Bungong Jeumpa' berirama 4/4 lambat-sedang, dan (3) Lagu 'Yamko Rambe Yamko' berirama 4/4 cepat dan riang (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti tantangan 'Tebak dan Ketuk Pola Irama': murid membuka instrumen perkusi/drum virtual pada gawainya atau perangkat kelas, lalu mendengarkan 3 cuplikan pola ritmis lagu daerah dan menandai ketukan yang tepat pada instrumen virtual: (1) Cuplikan A: Pola irama lambat teratur lagu 'Ampar-Ampar Pisang', (2) Cuplikan B: Pola irama dinamis cepat lagu 'Yamko Rambe Yamko', (3) Cuplikan C: Pola irama sedang lagu 'Bungong Jeumpa' (acuan: ketepatan menekan tombol ketuk/pad perkusi virtual mengikuti pulsa lagu) (18 menit).
- Secara berpasangan dalam suasana menyenangkan, murid saling menyalakan satu pola irama lagu daerah pada instrumen virtual dan pasangannya menebak serta mengenali apakah pola tersebut bertempo lambat, sedang, atau cepat sesuai acuan: Pola 1 (lambat), Pola 2 (sedang), Pola 3 (cepat) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar cek pemahaman berkesadaran untuk mengenali tingkat ketelitian telinga dan koordinasi jarinya saat menandai pola irama pada instrumen virtual (8 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan bagaimana bantuan instrumen teknologi mempermudah pengenalan pola irama dan ketukan yang khas pada lagu-lagu daerah Nusantara (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengenalan pola irama murid dan merangkum pembelajaran sesi ini (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pengenalan karakteristik melodi pentatonik pada pertemuan berikutnya dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan audio lagu daerah dengan ketukan drum virtual berpanduan visual tempo bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan audio tanpa panduan visual bagi murid yang sudah mahir.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, diberikan latihan mengenali ketukan konstan (pulsa dasar) terlebih dahulu dengan tempo lambat; murid yang sudah mahir dapat mengenali variasi ketukan sinkopasi sederhana pada instrumen virtual.
- Produk: Hasil pengenalan pola irama dapat ditunjukkan melalui ketukan langsung pada pad instrumen virtual atau memilih opsi ketukan tempo pada lembar respons digital/kertas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memperdengarkan 2 pola ketukan instrumen perkusi virtual: (1) Pola ketukan lambat (60 BPM), (2) Pola ketukan cepat (110 BPM). Murid diminta mengidentifikasi jenis ketukan tersebut (acuan jawaban: 1 = lambat/santai, 2 = cepat/riang).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menandai pola ketukan 3 cuplikan lagu daerah pada instrumen virtual: (1) Cuplikan A 'Ampar-Ampar Pisang' (tempo sedang/teratur), (2) Cuplikan B 'Yamko Rambe Yamko' (tempo cepat/semangat), (3) Cuplikan C 'Bungong Jeumpa' (tempo lambat-sedang) (acuan penilaian: ketepatan respon ketukan pada tombol instrumen virtual sesuai pulsa lagu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 3 butir identifikasi pola irama: (1) Mengidentifikasi ketukan lagu daerah bertempo lambat dari audio instrumen virtual, (2) Mengidentifikasi ketukan bertempo cepat, (3) Menentukan nama lagu yang sesuai dengan pola irama yang diperdengarkan (acuan kunci: 1 = Lambat pada Bungong Jeumpa, 2 = Cepat pada Yamko Rambe Yamko, 3 = Pola sedang pada Gundhul-Gundhul Pacul).
Formatif:- Unjuk kerja mengenali dan menirukan ketukan pola irama lagu daerah menggunakan instrumen perkusi virtual
- Lembar cek identifikasi tempo dan pola irama lagu daerah berbantuan teknologi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Pola Irama Lagu Daerah Berbantuan Instrumen Virtual | Belum mampu mengenali pola irama dan ketukan lagu daerah pada instrumen virtual (0 dari 3 cuplikan tepat). | Mengenali pola irama lagu daerah pada instrumen virtual dengan bimbingan penuh guru (hanya 1 dari 3 cuplikan tepat). | Mengenali pola irama lagu daerah pada instrumen virtual secara tepat pada 2 dari 3 cuplikan lagu daerah. | Mengenali seluruh pola irama lagu daerah pada instrumen virtual secara mandiri dan tepat pada seluruh (3 dari 3) cuplikan lagu daerah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan instrumen virtual perkusi berbasis teknologi efektif membantu murid mengenali pola irama lagu daerah?
- Langkah kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam membedakan ketukan lambat, sedang, dan cepat?
Murid:- Bagian mana dari aplikasi instrumen virtual yang paling membantumu merasakan ketukan pola irama lagu daerah?
- Apakah kamu dapat mengenali perbedaan pola ketukan lambat dan cepat saat lagu daerah diputar?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Lagu Daerah Ragam Pentatonik Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.2 Mengidentifikasi karakteristik musik dari lagu daerah sebagai representasi keragaman genre musik Nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi karakteristik musik lagu daerah ragam pentatonik Nusantara (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperdengarkan rekaman melodi instrumen pentatonik gamelan Jawa dan meminta murid menunjukkan jumlah nada utama yang berbunyi dalam satu oktaf ragam pentatonik (acuan diagnostik: pentatonik terdiri atas 5 nada pokok per oktaf) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemutaran 2 contoh audio lagu daerah ragam pentatonik Nusantara: lagu 'Gundhul-Gundhul Pacul' (Jawa Tengah, laras slendro/pentatonik 5 nada) dan lagu 'Bungong Jeumpa' (Aceh, ragam tangga nada pentatonik lokal) untuk memahami konsep nada pentatonik (ragam 5 nada pokok) dan warna bunyi instrumen pengiringnya (15 menit).
- Murid mencermati bagan perbandingan susunan 5 nada pembentuk tangga nada pentatonik (pelog dan slendro) dengan bimbingan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Dalam aktivitas 'Tebak Nada Nusantara' yang menggembirakan, murid secara berpasangan mendengarkan 3 petikan audio cuplikan lagu daerah ragam pentatonik: (1) 'Cing Cangkeling' (Jawa Barat), (2) 'Cublak-Cublak Suweng' (Jawa Timur), dan (3) 'Macepet-Cepetan' (Bali) lalu memilih dan mencocokkan kartu karakteristik musik yang tepat untuk ketiga lagu tersebut (acuan: (1) Cing Cangkeling -> pentatonik Sunda/degung riang; (2) Cublak-Cublak Suweng -> pentatonik slendro Jawa santai/bermain; (3) Macepet-Cepetan -> pentatonik Bali tempo cepat dan ritmis bersemangat) (20 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi Lembar Pengamatan Karakteristik Musik untuk 4 lagu daerah ragam pentatonik berikut: (1) 'Suwe Ora Jamu' (Jawa Tengah), (2) 'Tokecang' (Jawa Barat), (3) 'Mejangeran' (Bali), (4) 'Keraban Sape' (Madura) dengan mengidentifikasi 3 elemen: daerah asal, ragam laras/tangga nada (slendro/pelog/5 nada), dan tempo lagu (acuan: (1) Jawa Tengah, pentatonik pelog, lambat/sedang; (2) Jawa Barat, pentatonik 5 nada, sedang/gembira; (3) Bali, pentatonik 5 nada/selendro Bali, cepat/lincah; (4) Madura, pentatonik 5 nada, cepat/bersemangat) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil identifikasinya dengan mencocokkan pada kunci verifikasi yang ditampilkan guru di layar, lalu menandai karakteristik pentatonik yang sudah berhasil mereka kenali secara tepat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari karakteristik musik lagu daerah pentatonik Nusantara (5 nada pokok, ciri khas laras kedaerahan) (3 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 2 butir singkat pada secarik kertas (acuan: soal 1: jumlah nada pokok tangga nada pentatonik = 5 nada; soal 2: sebutkan satu contoh judul lagu daerah yang menggunakan tangga nada pentatonik = Gundhul Pacul / Suwe Ora Jamu / Cing Cangkeling / Tokecang / Macepet-Cepetan / Cublak Suweng) dan guru menutup pertemuan dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan audio pengiring berkecepatan normal dan audio berkecepatan lambat untuk memperjelas transisi 5 nada pentatonik.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca panduan tangga nada visual 5 nada, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diberi tugas tambahan mengidentifikasi 2 contoh lagu pentatonik tambahan ('Lir-Ilir' dan 'Manuk Dadali').
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi karakteristik pentatonik melalui ceklis tabel terstruktur atau catatan identifikasi rincian laras nada.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Berapakah jumlah nada pokok yang menyusun tangga nada pentatonik pada musik tradisional Nusantara?' (acuan: 5 nada pokok per oktaf).
Proses:- Pengamatan ketercapaian identifikasi karakteristik pada Lembar Pengamatan Karakteristik Musik untuk 4 lagu: (1) 'Suwe Ora Jamu' -> Jawa Tengah, pentatonik pelog, tempo sedang; (2) 'Tokecang' -> Jawa Barat, pentatonik 5 nada, tempo sedang/gembira; (3) 'Mejangeran' -> Bali, pentatonik 5 nada, tempo cepat/lincah; (4) 'Keraban Sape' -> Madura, pentatonik 5 nada, tempo cepat/bersemangat (penskoran: 1 poin tiap elemen benar, total 12 poin).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir tertulis di penutup: (1) Sebutkan jumlah nada pokok dalam susunan tangga nada pentatonik (acuan: 5 nada pokok); (2) Tuliskan 1 judul lagu daerah Nusantara yang menggunakan tangga nada pentatonik (acuan jawaban benar: Gundhul-Gundhul Pacul, Suwe Ora Jamu, Cing Cangkeling, Tokecang, Cublak-Cublak Suweng, Mejangeran, atau Macepet-Cepetan).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan tentang definisi dan jumlah nada tangga nada pentatonik
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Pengamatan Karakteristik Musik lagu daerah ragam pentatonik (4 lagu)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi karakteristik musik lagu daerah ragam pentatonik | Mengidentifikasi karakteristik musik (daerah asal, ragam nada pentatonik, dan tempo) dengan tepat pada kurang dari 2 lagu dari 4 lagu target. | Mengidentifikasi karakteristik musik (daerah asal, ragam nada pentatonik, dan tempo) dengan tepat pada 2 lagu dari 4 lagu target. | Mengidentifikasi karakteristik musik (daerah asal, ragam nada pentatonik, dan tempo) dengan tepat pada 3 lagu dari 4 lagu target sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi karakteristik musik (daerah asal, ragam nada pentatonik, dan tempo) dengan tepat pada seluruh (4) lagu target sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh audio lagu daerah ragam pentatonik yang diperdengarkan cukup jelas memperdengarkan struktur 5 nada kepada murid?
- Bagian mana dari karakteristik musik pentatonik (laras nada, tempo, asal daerah) yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Ciri suara atau susunan nada apa yang paling mudah membantumu mengenali bahwa sebuah lagu daerah tergolong ragam pentatonik?
- Lagu daerah ragam pentatonik manakah yang melodinya paling mudah kamu kenali karakteristiknya hari ini?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Karakteristik Musik Lagu Daerah Ragam Diatonik Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.2 Mengidentifikasi karakteristik musik dari lagu daerah sebagai representasi keragaman genre musik Nusantara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi karakteristik musik lagu daerah ragam diatonik Nusantara (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan dua cuplikan melodi: Potong Bebek Angsa dan Gundhul Pacul. Murid diminta mengangkat kartu penanda D jika tersusun dari 7 nada diatonik (do-re-mi-fa-sol-la-ti-do) atau P jika pentatonik 5 nada (acuan: Cuplikan 1 'Potong Bebek Angsa' = Diatonik/D; Cuplikan 2 'Gundhul Pacul' = Pentatonik/P) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan rekaman audio lagu daerah 'Ampar-Ampar Pisang' (Kalimantan Selatan) dan 'Bungong Jeumpa' (Aceh) sambil mengamati lembar informasi karakteristik sistem nada diatonik (tersusun atas 7 nada pokok dengan interval 1 dan 1/2, ragam diatonik mayor bernuansa ceria/bersemangat, diatonik minor bernuansa sendu/khidmat) (15 menit).
- Murid bersama guru membedah susunan nada kedua lagu tersebut untuk menemukan ciri diatonik: adanya nada fa (4) dan ti (7) serta suasana tangga nada mayor pada 'Ampar-Ampar Pisang' dan minor pada 'Bungong Jeumpa' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Diatonik Nusantara': murid menyimak 4 cuplikan audio lagu daerah dan menandai laras nada serta suasananya pada lembar ceklist identifikasi (15 menit).
- Adapun 4 materi lagu dan kunci acuan identifikasi pada kuis adalah: (1) 'Yamko Rambe Yamko' (Papua) -> Laras: Diatonik Mayor, Karakteristik: nada lengkap 7 nada, tempo cepat, suasana riang gembira; (2) 'Ayam Den Lapeh' (Sumatera Barat) -> Laras: Diatonik Minor/Mayor bergantian dengan dominasi diatonik, Karakteristik: nada fa dan ti terdengar jelas, suasana dinamis; (3) 'Kole-Kole' (Maluku) -> Laras: Diatonik Mayor, Karakteristik: interval diatonik jelas, nuansa syahdu/manis; (4) 'Manuk Dadali' (Jawa Barat) -> Laras: Diatonik Mayor, Karakteristik: tangga nada diatonis 7 nada, suasana patriotik/semangat (acuan: keempat lagu merupakan ragam diatonik Nusantara dengan karakteristik sesuai daftar tersebut) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar identifikasi karakteristik musik diatonik miliknya berdasarkan pencocokan bukti pendengaran melodi yang dibahas bersama (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan ciri utama lagu daerah ragam diatonik Nusantara (memiliki 7 nada pokok dengan variasi mayor atau minor) (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil identifikasi murid dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan lembar partitur solmisasi sederhana yang menandai letak nada fa (4) dan ti (7); bagi murid yang cepat paham, disajikan audio tanpa partitur untuk melatih kepekaan auditori langsung.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan menyimak lagu dengan durasi potongan melodi yang diulang 2-3 kali secara bertahap; murid cepat dapat langsung mengidentifikasi laras dan suasana dalam sekali dengar.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pada format tabel ceklist terstruktur yang sama untuk memastikan ketercapaian kompetensi identifikasi karakteristik musik diatonik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tebak laras nada melalui 2 cuplikan melodi audio berdurasi 15 detik: (1) Cuplikan lagu 'Potong Bebek Angsa' (acuan: Diatonik/D); (2) Cuplikan lagu 'Gundhul Pacul' (acuan: Pentatonik/P). Kriteria ketercapaian: murid tepat membedakan kedua cuplikan.
Proses:- Lembar identifikasi karakteristik musik daerah ragam diatonik terhadap 4 lagu target: (1) 'Yamko Rambe Yamko' (acuan: Diatonik Mayor, ceria/bersemangat, 7 nada lengkap); (2) 'Ayam Den Lapeh' (acuan: Diatonik, ada nada fa/ti, dinamis); (3) 'Kole-Kole' (acuan: Diatonik Mayor, syahdu/manis); (4) 'Manuk Dadali' (acuan: Diatonik Mayor, 7 nada pokok, gagah/semangat). Murid dinilai dari ketepatan mengidentifikasi karakteristik pada minimal 3 dari 4 lagu secara tepat sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 2 butir pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan 2 ciri nada yang membedakan ragam diatonik dengan pentatonik pada lagu daerah! (acuan: memiliki 7 nada pokok termasuk nada fa dan ti; memiliki jarak nada 1 dan 1/2); (2) Tuliskan 1 lagu daerah diatonik yang bernuansa mayor bersemangat dan 1 yang bernuansa minor/syahdu dari yang diperdengarkan! (acuan: mayor = Yamko Rambe Yamko / Manuk Dadali / Ampar-Ampar Pisang; minor/syahdu = Bungong Jeumpa / Kole-Kole).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui kartu respons D/P pada 2 cuplikan melodi
- Asesmen proses berupa lembar ceklist identifikasi karakteristik musik lagu daerah diatonik Nusantara pada 4 cuplikan lagu
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Karakteristik Musik Lagu Daerah Ragam Diatonik | Mengidentifikasi karakteristik diatonik (laras, jumlah nada, atau suasana) dengan tepat hanya pada 1 lagu dari 4 lagu target. | Mengidentifikasi karakteristik diatonik (laras, jumlah nada, atau suasana) dengan tepat pada 2 lagu dari 4 lagu target dengan bantuan guru. | Mengidentifikasi karakteristik diatonik (laras, jumlah nada, atau suasana) dengan tepat pada 3 lagu dari 4 lagu target secara mandiri sesuai acuan. | Mengidentifikasi karakteristik diatonik (laras, jumlah nada, serta suasana musik) secara lengkap dan tepat pada seluruh (4) lagu target secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh audio lagu daerah ragam diatonik yang diperdengarkan cukup jelas memperdengarkan ciri interval nada diatonik bagi murid?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi karakteristik diatonik yang paling menantang bagi murid dan bagaimana memperbaikinya di pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa tanda paling mudah yang membantumu mengenali bahwa suatu lagu daerah termasuk ragam diatonik?
- Lagu daerah mana yang menurutmu karakteristik diatoniknya paling unik dan mudah kamu bedakan?
Pertemuan 5 — Melakukan Umpan Balik terhadap Karya Musik Lagu Daerah Diri Sendiri Menggunakan Istilah Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.3 Melakukan umpan balik karya musik lagu daerah diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk memfokuskan kesadaran penuh sebelum memulai refleksi musik (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu melakukan umpan balik terhadap rekaman karya/penampilan musik lagu daerah diri sendiri menggunakan istilah musik yang tepat (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat mencocokkan 4 istilah musik dengan definisinya: (1) Tempo -> kecepatan ketukan musik; (2) Dinamika -> tingkat keras dan lembutnya bunyi musik; (3) Intonasi -> ketepatan tinggi-rendah nada; (4) Artikulasi -> kejelasan pelafalan kata atau pembunyian nada (acuan: pasangan tepat tersebut) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan lembar umpan balik diri yang memuat 4 aspek unsur musik (tempo, dinamika, intonasi, artikulasi) beserta contoh kalimat refleksi objektif (misal: 'Pada birama 1-4, tempo permainan saya terlalu cepat (akselerando) melebihi ketukan metronom') (10 menit).
- Murid menyimak sebuah contoh rekaman audio cuplikan lagu daerah 'Bungong Jeumpa' dan bersama guru mengidentifikasi kelebihan dan hal yang perlu ditingkatkan dengan istilah musik yang sesuai (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mendengarkan kembali rekaman audio/video latihan lagu daerah diri sendiri (misalnya lagu 'Bungong Jeumpa' atau 'Yamko Rambe Yamko' yang telah direkam sebelumnya) menggunakan pelantang telinga secara cermat (15 menit).
- Murid mengisi Lembar Umpan Balik Diri Sendiri dengan menuliskan evaluasi terhadap 4 aspek musik karya sendiri secara mandiri: (1) Tempo (kestabilan ketukan/kecepatan), (2) Dinamika (pengaturan keras/lembut suara), (3) Intonasi (ketepatan nada), dan (4) Artikulasi/Diksi (kejelasan bunyi nada/syair), dengan menyertakan bukti bagian lagu (misal: baris lirik/birama), kelebihan diri, serta rencana perbaikan konkret (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang catatan umpan balik yang telah dibuat untuk diri sendiri dan menandai 1 hal utama yang menjadi kekuatan serta 1 hal utama yang paling mendesak untuk diperbaiki pada sesi latihan berikutnya (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik yang tepat dalam mengevaluasi karya diri sendiri agar umpan balik bersifat objektif dan dapat ditindaklanjuti (5 menit).
- Murid mengumpulkan lembar umpan balik diri sendiri, guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan ketelitian murid dalam menilai diri, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan glosarium istilah musik dengan definisi ringkas beserta contoh kalimat umpan balik rumpang; murid yang mahir diberikan panduan umpan balik dengan istilah musik yang lebih rinci (seperti crescendo, decrescendo, staccato, legato).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dapat mendengarkan rekamannya berulang kali dengan panduan pertanyaan pengarah dari guru; murid mandiri melakukan evaluasi secara langsung dan mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyusun umpan balik diri pada Lembar Umpan Balik Diri Sendiri; murid cepat menyertakan rekomendasi teknis latihan perbaikan untuk masing-masing aspek.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis diagnostik pencocokan 4 istilah musik: (1) Tempo -> kecepatan ketukan musik; (2) Dinamika -> keras lembut bunyi; (3) Intonasi -> ketepatan tinggi rendah nada; (4) Artikulasi -> kejelasan pengucapan nada/syair (Acuan: Murid dikatakan siap jika dapat mencocokkan minimal 3 dari 4 istilah dengan benar sesuai acuan tersebut).
Proses:- Penilaian pengerjaan Lembar Umpan Balik Diri Sendiri yang mencakup 4 aspek: tempo, dinamika, intonasi, dan artikulasi karya musik diri sendiri (Acuan: Umpan balik memuat identifikasi kelebihan, kelemahan, serta istilah musik yang tepat sesuai performa audio yang dianalisis).
Akhir Pertemuan:- Cek kelengkapan lembar umpan balik mandiri di akhir sesi: Memeriksa apakah murid telah mencantumkan minimal 1 kelebihan dan 1 area perbaikan karya sendiri menggunakan istilah musik yang tepat (Acuan: Terisi lengkap dan istilah musik digunakan sesuai makna fungsionalnya).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Kuis menjodohkan 4 istilah musik dengan definisinya.
- Asesmen proses: Penilaian Lembar Umpan Balik Diri Sendiri berdasarkan ketepatan penggunaan istilah musik, identifikasi kelebihan, dan identifikasi area perbaikan karya musik lagu daerah sendiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penggunaan Istilah Musik dalam Umpan Balik Diri | Menggunakan 1 istilah musik dalam umpan balik diri namun maknanya belum sesuai konteks penampilan musiknya. | Menggunakan 2 istilah musik secara tepat untuk mendeskripsikan kelebihan atau kekurangan karya musik diri sendiri. | Menggunakan 3 istilah musik secara tepat untuk mendeskripsikan kelebihan dan hal yang perlu ditingkatkan pada karya musik diri sendiri. | Menggunakan 4 istilah musik (tempo, dinamika, intonasi, artikulasi) secara tepat dan konsisten untuk mendeskripsikan kelebihan serta rencana perbaikan karya musik diri sendiri. | | Ketajaman Identifikasi Kelebihan dan Hal yang Perlu Dikembangkan pada Diri Sendiri | Belum mampu menunjukkan bagian karya sendiri yang menjadi kelebihan maupun kekurangan. | Mampu menunjukkan 1 bagian karya sendiri (kelebihan atau kekurangan) namun belum disertai rincian unsur musiknya. | Mampu menunjukkan kelebihan dan hal yang perlu dikembangkan pada karya musik sendiri dengan menyebutkan bagian spesifik (birama/lirik) secara objektif. | Mampu menunjukkan kelebihan dan hal yang perlu dikembangkan pada karya musik sendiri secara rinci pada setiap bagian lagu disertai alasan musikal yang jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu bersikap objektif dan jujur saat mengevaluasi rekaman penampilan musiknya sendiri?
- Apakah instruksi dan glosarium istilah musik yang disediakan cukup membantu murid dalam merumuskan kalimat umpan balik?
Murid:- Bagian mana dari rekaman musik lagu daerah saya yang terdengar paling memuaskan saat saya dengarkan kembali?
- Istilah musik apa yang paling membantu saya mengenali hal yang masih perlu saya latih untuk penampilan berikutnya?
Pertemuan 6 — Melakukan Umpan Balik terhadap Penampilan Musik Lagu Daerah Orang Lain Menggunakan Istilah Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.3 Melakukan umpan balik karya musik lagu daerah diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: melakukan umpan balik terhadap penampilan musik lagu daerah orang lain menggunakan istilah musik yang tepat (tempo, dinamika, intonasi, timbre) (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemetaan istilah musik: (1) 'Apa istilah untuk cepat-lambatnya ketukan lagu?' (acuan: tempo); (2) 'Apa istilah untuk keras-lembutnya suara musik?' (acuan: dinamika); (3) 'Apa istilah untuk ketepatan tinggi rendah nada bernyanyi?' (acuan: intonasi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati lembar glosarium 4 istilah musik untuk umpan balik penampilan: (1) Intonasi (ketepatan membidik tinggi rendah nada/pitch lagu daerah); (2) Tempo (kecepatan ketukan lagu, misal allegro/cepat, andante/sedang, largo/lambat); (3) Dinamika (tingkat kekerasan bunyi vokal/alat, misal piano/lembut, forte/keras); (4) Timbre (warna suara khas penyanyi atau instrumen musik daerah) (10 menit).
- Murid menyimak bersama 1 contoh tayangan rekaman penampilan vokal lagu daerah 'Sio Mama' (Maluku), lalu menganalisis bersama bagaimana memformulasikan umpan balik menggunakan rumus deskriptif istilah musik: [Nama Aspek Istilah Musik] + [Kondisi Penampilan yang Diamati] + [Saran Perbaikan Kongkret] (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui aktivitas permainan seru 'Tantangan Kurator Musik Berpasangan', setiap pasangan murid mengamati 2 rekaman klip penampilan musik lagu daerah orang lain: Klip A (rekaman lagu daerah 'Bungong Jeumpa' dengan tempo yang tidak stabil dan dinamika datar) dan Klip B (rekaman lagu daerah 'Yamko Rambe Yamko' dengan intonasi nada tinggi yang fals/flesh dan timbre vokal yang tegang) (15 menit).
- Secara mandiri pada lembar umpan balik, setiap murid menyusun umpan balik tertulis untuk kedua penampilan tersebut dengan mengidentifikasi kondisi dan menuliskan saran perbaikan memakai 4 istilah musik yang tepat: (1) Tempo, (2) Dinamika, (3) Intonasi, dan (4) Timbre (acuan tepat: Klip A memuat umpan balik aspek tempo yang melambat/terburu-buru dan aspek dinamika yang perlu variasi forte-piano; Klip B memuat umpan balik aspek intonasi yang perlu tepat nada serta aspek timbre yang perlu rileks/resonansi terbuka) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar umpan balik dengan rekan sebangku untuk memeriksa apakah seluruh istilah musik (tempo, dinamika, intonasi, timbre) telah digunakan secara tepat sesuai fakta bunyi penampilan orang lain yang diamati (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik yang tepat dan objektif saat memberikan umpan balik penampilan karya musik orang lain (3 menit).
- Guru memberikan konfirmasi ketercapaian belajar serta menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mulai menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu (scaffolding) berisi panduan definisi dan contoh kalimat umpan balik istilah musik untuk murid yang membutuhkan pendampingan.
- Proses: Murid yang telah terbiasa menggunakan istilah musik diberikan tantangan menganalisis penampilan dengan detail tingkatan dinamika (misal: mezzoforte, diminuendo, crescendo).
- Produk: Umpan balik dapat disusun dalam format tabel analisis musik 4 kolom atau narasi paragraf ulasan musik terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik istilah musik pada apersepsi pendahuluan. Guru memberi 3 butir pertanyaan istilah: (1) 'Istilah cepat-lambat ketukan lagu?' (acuan: tempo); (2) 'Istilah keras-lembut bunyi musik?' (acuan: dinamika); (3) 'Istilah ketepatan tinggi-rendah nada suara?' (acuan: intonasi). Kriteria siap: murid dapat menjawab minimal 2 dari 3 istilah dengan tepat.
Proses:- Observasi pengerjaan analisis umpan balik mandiri pada tahap Mengaplikasi, memastikan murid mengidentifikasi aspek penampilan Klip A dan Klip B menggunakan 4 istilah musik target: intonasi, tempo, dinamika, timbre.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar umpan balik tertulis murid terhadap penampilan musik lagu daerah orang lain. Kriteria penerimaan operasional: umpan balik memuat minimal 3 dari 4 istilah musik (intonasi, tempo, dinamika, timbre) yang disandingkan secara tepat dengan fakta penampilan pada rekaman (acuan: Klip A bermasalah pada kestabilan tempo dan ketiadaan dinamika; Klip B bermasalah pada ketepatan intonasi nada tinggi dan kekakuan timbre vokal).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja tertulis lembar umpan balik penampilan musik lagu daerah orang lain menggunakan rubrik ketercapaian penggunaan istilah musik (intonasi, tempo, dinamika, timbre).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Umpan Balik Menggunakan Istilah Musik | Menyusun umpan balik terhadap penampilan orang lain hanya menggunakan komentar umum sehari-hari (misal: 'enak didengar' atau 'kurang bagus') tanpa menggunakan istilah musik. | Menyusun umpan balik terhadap penampilan musik orang lain dengan menggunakan 1-2 istilah musik (dari: intonasi, tempo, dinamika, timbre) secara tepat sesuai penampilan yang diamati. | Menyusun umpan balik terhadap penampilan musik orang lain dengan menggunakan 3 istilah musik (dari: intonasi, tempo, dinamika, timbre) secara tepat sesuai penampilan yang diamati. | Menyusun umpan balik terhadap penampilan musik orang lain secara mandiri dan lengkap menggunakan seluruh 4 istilah musik (intonasi, tempo, dinamika, timbre) secara tepat dan objektif sesuai penampilan yang diamati. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan video rekaman penampilan musik lagu daerah orang lain cukup jelas memperdengarkan variasi tempo, dinamika, intonasi, dan timbre bagi pendengaran murid?
- Bagian mana dari pemberian umpan balik menggunakan istilah musik yang paling menantang bagi murid?
Murid:- Apakah kamu sudah dapat membedakan istilah tempo, dinamika, intonasi, dan timbre saat menilai penampilan musik orang lain?
- Bagaimana perasaanmu ketika menyampaikan ulasan kritik musik menggunakan kosakata musikal yang baku dan tepat?
Pertemuan 7 — Menyajikan Musik Sederhana dari Daerah Setempat secara Berkelompok dengan Ekspresi yang Tepat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.4 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dengan interpretasi dan ekspresi yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok dengan ekspresi dan interpretasi yang tepat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa tes cepat vokal berpasangan dengan menyanyikan 1 bait lagu daerah Betawi 'Kicir-Kicir' untuk memetakan kesiapan ekspresi dan kestabilan tempo murid (acuan: ketepatan lirik 'Kicir-kicir ini lagunya, lagu lama ya tuan dari Jakarta', kestabilan ketukan 4/4 bertempo sedang/moderato, serta ekspresi wajah ceria/gembira) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai penerapan ekspresi pada lagu daerah setempat ('Kicir-Kicir' dari Jakarta/Betawi) yang bertempo moderato dengan karakter riang dan lincah, mencakup dinamika vokal (volume sedang ke lantang secara teratur) dan ekspresi wajah yang ceria (10 menit).
- Murid secara berkelompok (4-5 orang) mendiskusikan pembagian peran penyajian lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir', meliputi penyanyi vokal utama, vokal latar, dan pengiring ritmis sederhana menggunakan tepukan tangan/alat perkusi perkakas kelas untuk mendukung ekspresi gembira lagu tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan pemanasan kelompok 'Tantangan Dinamika': setiap kelompok berlatih membawakan bait pertama lagu 'Kicir-Kicir' dengan transisi dinamika vokal dari lembut (piano) menuju keras (forte) sambil mempertahankan ekspresi riang secara kompak dan menyenangkan (10 menit).
- Setiap kelompok berlatih secara intensif menyajikan lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir' (2 bait utuh) secara berkelompok, memadukan vokal dan ritmis sederhana dengan penjiwaan ekspresi yang tepat dan tempo yang stabil (15 menit).
- Secara bergantian, setiap kelompok menyajikan musik sederhana lagu daerah setempat di depan kelas dengan ekspresi yang tepat sesuai karakter riang lagu tersebut (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru melakukan refleksi terhadap proses penampilan kelompok, mengidentifikasi keberhasilan keselarasan ekspresi dan kekompakan penyajian lagu daerah setempat yang telah dibawakan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap penampilan seluruh kelompok mengenai pentingnya menjaga ekspresi dan kerja sama dalam menyajikan musik daerah setempat (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan teks partitur/lirik beranotasi tanda ekspresi (tanda senyum dan panah dinamika), sedangkan kelompok mahir menggunakan partitur teks polos.
- Proses: Kelompok yang belum percaya diri didampingi guru dalam menjaga tempo dan ketukan ritmis, sedangkan kelompok mandiri mengeksplorasi pembagian variasi vokal secara mandiri.
- Produk: Kelompok pemula menyajikan lagu daerah setempat dengan paduan vokal serempak (unisono) dan tepukan tempo dasar, sedangkan kelompok mahir menyajikan dengan pembagian vokal melodi-ritmis perkusi yang lebih variatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes cepat berpasangan melantunkan 1 bait lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir' (acuan penerimaan: ketepatan melodi lirik 'Kicir-kicir ini lagunya, lagu lama ya tuan dari Jakarta', kestabilan ketukan 4/4 bertempo sedang/moderato, serta ekspresi wajah ceria/gembira).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat kelompok berlatih dan menyajikan musik sederhana di depan kelas, dengan fokus pada 3 kriteria: (1) Ketepatan lirik dan melodi lagu 'Kicir-Kicir' bait 1-2, (2) Kestabilan tempo moderato 4/4 secara berkelompok, (3) Kesesuaian ekspresi wajah dan dinamika dengan nuansa riang/lincah lagu daerah setempat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat penyajian kelompok: setiap kelompok menyampaikan satu aspek ekspresi yang berhasil ditampilkan secara selaras selama menyajikan musik daerah setempat (acuan penerimaan: menyebutkan kesesuaian senyum/mimik ceria, dinamika vokal lantang teratur, atau kekompakan tempo saat lagu dibawakan).
Formatif:- Unjuk kerja penyajian musik sederhana berkelompok (lagu 'Kicir-Kicir') dinilai menggunakan lembar observasi performa ekspresi dan keterpaduan sajian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Musik Sederhana secara Berkelompok | Menyajikan musik daerah setempat dalam kelompok dengan lirik yang sering terputus, tempo tidak stabil, serta belum menunjukkan keterpaduan vokal dan pengiring. | Menyajikan musik daerah setempat dalam kelompok dengan lirik cukup lancar, tempo sesekali berubah-ubah, dan keterpaduan vokal mulai terbentuk walau masih perlu aba-aba guru. | Menyajikan musik daerah setempat dalam kelompok dengan lirik lancar, tempo stabil dari awal hingga akhir, serta keterpaduan vokal dan iringan ritmis kompak secara mandiri. | Menyajikan musik daerah setempat dalam kelompok dengan lirik sangat lancar, tempo sangat stabil dan konsisten, serta seluruh anggota kelompok menunjukkan keselarasan vokal dan iringan ritmis yang sangat padu tanpa cela. | | Kesesuaian Ekspresi Penyajian | Menampilkan ekspresi wajah yang datar/kaku dan dinamika vokal monoton yang tidak sesuai dengan karakter riang gembira lagu daerah setempat. | Menampilkan ekspresi wajah atau dinamika vokal yang sesuai nuansa riang lagu daerah setempat hanya pada bait tertentu dan masih terlihat ragu. | Menampilkan ekspresi wajah ceria dan dinamika vokal yang hidup secara konsisten sesuai karakter riang gembira lagu daerah setempat sepanjang lagu. | Menampilkan ekspresi wajah ceria, penghayatan mendalam, dan dinamika vokal yang sangat hidup serta menjiwai penuh karakter riang gembira lagu daerah setempat secara konsisten dari awal hingga akhir penampilan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan dan penampilan kelompok berjalan sesuai rencana?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat menyajikan musik dengan ekspresi yang tepat?
Murid:- Bagian mana dari penyajian musik lagu daerah setempat bersama kelompok yang paling membuatmu merasa senang dan percaya diri?
- Apa tantangan utama kelompokmu dalam menyelaraskan ekspresi gembira saat menyanyikan lagu daerah setempat?
Pertemuan 8 — Menyajikan Musik Sederhana dari Daerah Nusantara secara Berkelompok dengan Interpretasi yang Tepat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.4 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dengan interpretasi dan ekspresi yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kesiapan murid dalam kelompok ansambel yang telah dibentuk (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu menyajikan musik sederhana dari daerah Nusantara secara berkelompok dengan interpretasi tempo/dinamika serta ekspresi musikal yang tepat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperdengarkan rekaman pendek lagu 'Bungong Jeumpa' (Aceh) dan meminta setiap kelompok menentukan pilihan interpretasi karakter lagunya (khidmat/lambat atau bersemangat/sedang) beserta alasannya (acuan: Bungong Jeumpa lazim dibawakan dengan tempo andante/moderato dengan karakter anggun dan megah atau riang penuh kebanggaan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok menyimak panduan interpretasi 2 pilihan partitur/lembar lagu daerah Nusantara sederhana: Lagu A 'Yamko Rambe Yamko' (Papua - karakter riang, tempo allegro/cepat, dinamika forte) dan Lagu B 'Bungong Jeumpa' (Aceh - karakter anggun/megah, tempo andantino/sedang, dinamika mezzo-forte) (7 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi menentukan kesepakatan interpretasi sajian kelompoknya: pembagian instrumen melodis/ritmis/vokal, penetapan variasi tempo, dan penerapan dinamika suara untuk membangun ekspresi lagu pilihan (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan 'Tebak Nuansa Ansambel': secara bergantian antar-kelompok memainkan 2 birama pembuka lagu pilihan dengan variasi dinamika lembut vs keras untuk menguji keserempakan dan kecocokan interpretasi awal secara menggembirakan (10 menit).
- Setiap kelompok melakukan gladi bersih dan latihan intensif penyajian musik sederhana daerah Nusantara dengan menyelaraskan ketepatan nada melodis, ketukan ritmis, perubahan dinamika, dan ekspresi penghayatan lagu (15 menit).
- Masing-masing kelompok menyajikan lagu daerah Nusantara di hadapan kelas secara bergiliran dengan interpretasi tempo, variasi dinamika, dan ekspresi musikal yang telah disepakati (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah tampil, perwakilan kelompok mengidentifikasi pencapaian interpretasi dan ekspresi kelompoknya: apakah dinamika dan penghayatan emosi lagu berhasil tersampaikan secara utuh saat tampil bersama (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik terhadap keserempakan dan kekuatan interpretasi penyajian masing-masing kelompok (3 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya keselarasan interpretasi dan ekspresi dalam menghidupkan sajian musik daerah Nusantara (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok dapat memilih sajian lagu Nusantara bertempo cepat dan energik ('Yamko Rambe Yamko') atau lagu bertempo sedang dan liris ('Bungong Jeumpa') sesuai preferensi musikalitas anggota.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan ketukan metronom visual sederhana, sedangkan kelompok mandiri dipersilakan mengolah dinamika crescendo/decrescendo secara otonom.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan musik dengan format vokal berpadu instrumen ritmis sederhana (perkusi/tepukan) atau menambahkan instrumen melodis sederhana (pianika/rekorder/gitar).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal pilihan interpretasi: guru meminta kelompok menentukan karakter lagu 'Bungong Jeumpa' (acuan kunci: tempo sedang/andantino, karakter anggun/khidmat/agung, dinamika stabil sedang/mezzo-forte).
Proses:- Formatif proses selama gladi dan penampilan: lembar observasi ketepatan penyajian musik Nusantara secara berkelompok (memeriksa 3 indikator: keselarasan ketukan/tempo kelompok, penerapan perubahan dinamika lembut/keras, dan kesesuaian ekspresi/penghayatan wajah serta gestur musikal).
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian akhir sesi: penilaian performa kelompok berdasarkan rubrik penyajian musik daerah Nusantara dengan kriteria minimal mencapai level 'Berkembang' pada aspek interpretasi (tempo dan dinamika) dan ekspresi penyajian.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyajian musik lagu daerah Nusantara secara berkelompok
- Penilaian keselarasan interpretasi (tempo dan dinamika) serta ekspresi musikal selama gladi dan penampilan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Interpretasi Musik Lagu Daerah Nusantara (Tempo dan Dinamika) | Kelompok menyajikan musik tanpa perubahan tempo dan dinamika yang jelas; tidak mencerminkan karakter lagu daerah Nusantara yang dipilih. | Kelompok menyajikan musik dengan tempo yang cukup terjaga, namun variasi dinamika belum konsisten sesuai karakter lagu daerah Nusantara yang dipilih. | Kelompok menyajikan musik dengan tempo yang tepat dan menerapkan dinamika (lembut/keras) secara selaras sesuai interpretasi karakter lagu daerah Nusantara yang dipilih. | Kelompok menyajikan musik dengan pengendalian tempo yang sangat stabil, perubahan dinamika yang presisi dan luwes, serta membangun interpretasi musikal yang mendalam dan utuh. | | Ekspresi Musikal dalam Penyajian Berkelompok | Penyajian dilakukan secara kaku tanpa penghayatan emosi musikal dan kekompakan kelompok belum terbentuk. | Penyajian menunjukkan penghayatan emosi musikal pada bagian tertentu, namun keselarasan ekspresi antaranggota kelompok masih bervariasi. | Penyajian dilakukan dengan ekspresi dan penghayatan yang tepat serta kompak antarseluruh anggota kelompok sesuai suasana lagu daerah Nusantara yang dibawakan. | Penyajian dilakukan dengan penghayatan musikal yang sangat hidup, ekspresif, menjiwai makna lagu secara total, serta menunjukkan kekompakan panggung yang solid. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam membangun kesepakatan interpretasi musik Nusantara?
- Apakah alokasi waktu 20 menit untuk sesi penyajian seluruh kelompok berjalan efektif dan kondusif?
Murid:- Apa tantangan terberat yang dihadapi kelompokmu saat menyelaraskan dinamika suara dan tempo lagu daerah Nusantara tadi?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyajikan lagu daerah Nusantara dengan ekspresi yang tepat bersama kelompok?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi pada lagu daerah dengan alat musik berbasis teknologi
- TP 8.1.2 Mengidentifikasi karakteristik musik dari lagu daerah sebagai representasi keragaman genre musik Nusantara
- TP 8.1.3 Melakukan umpan balik karya musik lagu daerah diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat
- TP 8.1.4 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dengan interpretasi dan ekspresi yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ke-9 merupakan Asesmen Sumatif Bab 1 yang terdiri atas dua bagian: tes tertulis analisis musik berbasis teknologi (35 menit) dan unjuk kerja performa ansambel vokal lagu daerah berkelompok disertai penilaian antarteman (45 menit) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja Asesmen Sumatif Bagian 1 dan menjelaskan petunjuk pengerjaan analisis unsur musik dan karakteristik ragam tangga nada lagu daerah berbantuan aplikasi musik digital (penala digital/instrumen virtual) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis analisis musik secara mandiri dan serentak berbantuan aplikasi penala digital/keyboard virtual pada perangkat masing-masing (32 menit). Butir tes meliputi: (1) Menentukan nama nada dan frekuensi nada pembuka lagu 'Gundhul Pacul' berbantuan tuner digital (Kunci acuan: nada C4/Do atau frekuensi ~261 Hz); (2) Mengidentifikasi sukat dan pola ketukan lagu 'Bungong Jeumpa' berbantuan metronom/drum virtual (Kunci acuan: sukat 4/4, tempo moderato/sedang berkisar 90-100 BPM); (3) Mengidentifikasi kontur melodi penggalan lagu 'Yamko Rambe Yamko' (Kunci acuan: melodi bergerak dominan melompat/terputus-putus bersemangat); (4) Menganalisis karakteristik tangga nada lagu 'Gundhul Pacul' Jawa Tengah (Kunci acuan: pentatonik slendro/pelog Nusantara yang menggunakan sistem 5 nada primer tanpa setengah laras diatonik barat); (5) Menganalisis karakteristik tangga nada lagu 'Bungong Jeumpa' Aceh (Kunci acuan: diatonik mayor dengan tangga nada 7 nada berjarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2 yang menghasilkan nuansa megah/terang). Seluruh lembar dikumpulkan tepat waktu.
- Murid melaksanakan unjuk kerja penyajian vokal berkelompok (Tugas 2): 6 kelompok (@ 4-5 murid) tampil bergantian selama 6 menit per kelompok termasuk transisi membawakan satu lagu daerah Nusantara (lagu pilihan kelompok dari daerah setempat atau Nusantara) dinilai aspek interpretasi dan ekspresinya oleh guru (36 menit). Sambil menyimak kelompok yang tampil, setiap kelompok audiens mencatat ulasan umpan balik pada lembar penilaian antarteman menggunakan istilah musik baku (tempo, dinamika, intonasi nada, artikulasi vokal, ekspresi musikal).
Merefleksi (Berkesadaran):- Audiens merapikan dan memfinalisasi lembar ulasan umpan balik tertulis antarteman dengan memeriksa penggunaan istilah musik baku (tempo, artikulasi, dinamika, intonasi, ekspresi) sebelum lembar diserahkan kepada kelompok penampil dan guru (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan refleksi umum atas ketercapaian seluruh kompetensi Bab 1, menutup sesi asesmen sumatif, dan menyampaikan apresiasi atas integritas serta kerja sama yang ditunjukkan murid sepanjang bab ini (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan salinan lembar soal dengan ukuran font lebih besar bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengubah konten materi uji.
- Proses: Menyediakan meja presentasi vokal yang aksesibel dan perangkat penala dengan tampilan visual kontras bagi murid yang membutuhkan akomodasi teknis pengerjaan.
- Produk: Format penyajian tertulis dan unjuk kerja performa vokal bersifat seragam sesuai acuan sumatif, namun akomodasi penulisan dengan huruf cetak besar diizinkan bagi murid yang memerlukan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penugasan tertulis analisis musik dan unjuk kerja performa ansambel vokal berkelompok dengan penilaian antarteman: lembar kerja analisis unsur serta karakteristik lagu daerah berbasis aplikasi musik digital, rekaman lembar ulasan umpan balik antarteman beristilah musik baku, dan penampilan vokal kelompok membawakan lagu daerah dengan artikulasi serta ekspresi yang tepat
- tes tertulis serentak: lembar kerja identifikasi unsur nada, irama, melodi berbantuan aplikasi instrumen virtual/tuner digital serta analisis perbandingan karakteristik tangga nada dua lagu daerah Nusantara yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban analisis musik)
- unjuk kerja performa dan penilaian antarteman: penampilan vokal lagu daerah secara berkelompok (6 kelompok @ 4-5 murid tampil bergantian selama 6 menit per kelompok termasuk transisi, total 36 menit) yang dinilai ekspresi serta kekompakannya oleh guru, disertai pengisian lembar ulasan umpan balik tertulis beristilah musik baku oleh kelompok audiens selama 9 menit (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian vokal dan lembar penilaian antarteman beristilah musik baku)
Sumatif:- penugasan tertulis analisis musik dan unjuk kerja performa ansambel vokal berkelompok dengan penilaian antarteman: lembar kerja analisis unsur serta karakteristik lagu daerah berbasis aplikasi musik digital, rekaman lembar ulasan umpan balik antarteman beristilah musik baku, dan penampilan vokal kelompok membawakan lagu daerah dengan artikulasi serta ekspresi yang tepat
- tes tertulis serentak: lembar kerja identifikasi unsur nada, irama, melodi berbantuan aplikasi instrumen virtual/tuner digital serta analisis perbandingan karakteristik tangga nada dua lagu daerah Nusantara yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban analisis musik)
- unjuk kerja performa dan penilaian antarteman: penampilan vokal lagu daerah secara berkelompok (6 kelompok @ 4-5 murid tampil bergantian selama 6 menit per kelompok termasuk transisi, total 36 menit) yang dinilai ekspresi serta kekompakannya oleh guru, disertai pengisian lembar ulasan umpan balik tertulis beristilah musik baku oleh kelompok audiens selama 9 menit (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian vokal dan lembar penilaian antarteman beristilah musik baku)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Unsur Nada, Irama, dan Melodi Berbasis Teknologi (TP 8.1.1) | Mengenali paling banyak 1 dari 3 unsur musik (kunci: C4/Do, sukat 4/4 tempo 90-100 BPM, melodi melompat) dengan bantuan aplikasi teknologi digital. | Mengenali 2 dari 3 unsur musik (kunci: C4/Do, sukat 4/4 tempo 90-100 BPM, melodi melompat) dengan bantuan aplikasi teknologi digital secara tepat. | Mengenali seluruh 3 unsur musik (nada C4/Do, sukat 4/4 tempo 90-100 BPM, kontur melodi melompat) dengan bantuan aplikasi teknologi digital secara tepat. | Mengenali seluruh 3 unsur musik secara tepat dan menyertakan rincian frekuensi penala digital serta ketukan aksen irama secara mandiri dan akurat. | | Mengidentifikasi Karakteristik Ragam Tangga Nada Musik Daerah (TP 8.1.2) | Belum tepat mengidentifikasi karakteristik tangga nada pentatonik slendro/pelog maupun diatonik mayor pada kedua lagu daerah yang diuji. | Mengidentifikasi dengan tepat karakteristik salah satu ragam saja: pentatonik Nusantara (5 nada) ATAU diatonik Nusantara (7 nada bersistem mayor). | Mengidentifikasi dengan tepat kedua karakteristik ragam tangga nada: pentatonik Nusantara (5 nada dasar) dan diatonik mayor (7 nada berjarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2). | Mengidentifikasi secara lengkap dan terperinci kedua karakteristik tangga nada pentatonik dan diatonik Nusantara beserta perbedaannya dalam menciptakan nuansa khas daerah. | | Melakukan Umpan Balik Musik Menggunakan Istilah Musik yang Tepat (TP 8.1.3) | Memberikan ulasan penampilan tanpa menyertakan istilah musik baku (hanya opini umum seperti 'bagus' atau 'kurang'). | Memberikan ulasan dengan menggunakan 1-2 istilah musik baku (seperti tempo, artikulasi, intonasi, dinamika) namun deskripsi konteksnya belum tepat. | Memberikan ulasan tertulis secara tepat memuat minimal 3 istilah musik baku (tempo, dinamika, intonasi, artikulasi, atau ekspresi) sesuai fakta performa teman. | Memberikan ulasan tertulis yang sangat objektif dan mendalam menggunakan lebih dari 3 istilah musik baku serta memberikan saran teknis perbaikan yang konstruktif. | | Menyajikan Musik Daerah Berkelompok dengan Interpretasi dan Ekspresi (TP 8.1.4) | Menyajikan lagu daerah dengan vokal yang belum padu, artikulasi tidak jelas, dan tanpa ekspresi penghayatan yang sesuai karakter lagu. | Menyajikan lagu daerah dengan vokal cukup serempak, namun artikulasi di beberapa bagian kurang jelas dan ekspresi mimik/penghayatan masih kaku. | Menyajikan vokal lagu daerah secara padu dan serempak dengan artikulasi lirik yang jelas serta ekspresi/penghayatan yang selaras dengan pesan lagu. | Menyajikan vokal lagu daerah secara utuh, harmonis, dengan artikulasi artikulatif yang sangat jelas, serta interpretasi dinamika dan ekspresi yang amat memikat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk tes tertulis digital dan 45 menit untuk unjuk kerja vokal 6 kelompok terlaksana secara tertib dan efisien?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan objektivitas murid saat mengulas performa teman antarkelompok menggunakan istilah musik baku?
Murid:- Bagian mana dari tes analisis musik berbasis teknologi yang paling menantang untuk saya kerjakan secara mandiri?
- Bagaimana perasaan saya setelah menyajikan lagu daerah bersama kelompok di hadapan teman-teman, dan apa saran terbaik yang saya terima?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Aplikasi penala digital (Digital Chromatic Tuner App pada smartphone/tablet)
- Partitur dan rekaman audio lagu daerah 'Bungong Jeumpa'
- Keyboard/pianika sebagai pemandu nada acuan
- Lembar Kerja Deteksi Melodi Lagu Daerah
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Aplikasi instrumen virtual perkusi/drum pad (contoh: Real Drum, GarageBand, atau Virtual Percussion web-based)
- Rekaman audio lagu daerah: Gundhul-Gundhul Pacul, Bungong Jeumpa, Yamko Rambe Yamko, Ampar-Ampar Pisang
- Gawai / tablet / komputer kelas dan speaker audio
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Rekaman audio lagu daerah Nusantara ragam pentatonik (Gundhul Pacul, Suwe Ora Jamu, Tokecang, Cing Cangkeling, Mejangeran)
- Bagan tangga nada pentatonik (pelog dan slendro)
- Lembar Pengamatan Karakteristik Musik Murid
- Rekaman audio lagu daerah Nusantara ('Ampar-Ampar Pisang', 'Bungong Jeumpa', 'Yamko Rambe Yamko', 'Ayam Den Lapeh', 'Kole-Kole', 'Manuk Dadali')
- Lembar Kerja Murid (Tabel Identifikasi Karakteristik Musik Ragam Diatonik)
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
- Rekaman audio/video latihan lagu daerah murid ('Bungong Jeumpa' / 'Yamko Rambe Yamko')
- Gawai/pemutar audio dan pelantang telinga (earphone)
- Lembar Kerja Refleksi dan Umpan Balik Diri Sendiri
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek).
- Rekaman video penampilan musik vokal lagu daerah Maluku 'Sio Mama'.
- Klip video A (penampilan lagu daerah 'Bungong Jeumpa') dan Klip video B (penampilan lagu daerah 'Yamko Rambe Yamko').
- Lembar Kerja Analisis Umpan Balik Musik Berbasis Istilah Musik.
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021
- Teks partitur dan lirik lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir'
- Alat musik perkusi sederhana/perkakas ritmis kelas (kastanyet, tamborin, atau botol perkusi)
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII
- Partitur dan lirik lagu daerah Nusantara: 'Yamko Rambe Yamko' dan 'Bungong Jeumpa'
- Instrumen musik sederhana di sekolah (alat musik ritmis perkusi, pianika, rekorder, atau tepuk tubuh/body percussion)
- Perangkat audio pemutar contoh interpretasi lagu daerah Nusantara
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2023, Revisi).
- Gawai/Smartphone atau Tablet dengan Aplikasi Penala Digital (Digital Tuner) dan Keyboard Virtual.
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Analisis Musik Bab 1.
- Lembar Penilaian Antarteman Unjuk Kerja Ansambel Vokal Lagu Daerah.
- Pengeras suara portabel / pelantang kelas untuk pengondisian giliran unjuk kerja.
|