MODUL AJAR Seni Musik — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 4 — Bermain Ensambel INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Musik |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Bermain Ensambel |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.4.1 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam bermain musik ansambel sederhana
- TP 7.4.2 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dalam permainan ansambel
- TP 7.4.3 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain dalam penyajian ansambel sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat
- TP 7.4.4 Menunjukkan minat, empati, dan kepedulian terhadap isu-isu di lingkungan sekitar melalui kegiatan bermusik ansambel
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa alat musik dalam sebuah ansambel harus diselaraskan nadanya (tuning) terlebih dahulu sebelum mulai bermain bersama?
- Apa yang terjadi pada bunyi kelompok jika salah satu instrumen bernada sumbang atau tidak selaras?
- Apa yang terjadi jika salah satu pemain musik dalam kelompok bermain terlalu cepat atau terlalu lambat?
- Bagaimana ketukan yang stabil (metronom/tempo) membantu kelompok musik terdengar rapi dan kompak?
- Bagaimana cara membagi peran alat musik melodis dan ritmis agar lagu daerah setempat terdengar selaras dalam ansambel?
- Apa yang membuat penyajian musik ansambel bersama teman terasa kompak dari awal hingga akhir lagu?
- Bagaimana cara membagi peran alat musik melodis dan ritmis saat membawakan lagu Nusantara agar terdengar kompak?
- Mengapa kekompakan kelompok menjadi penentu keberhasilan dalam menyajikan musik ansambel Nusantara?
- Bagaimana caramu mengetahui apakah bagian musik yang kamu mainkan dalam ansambel sudah tepat tempo dan nadanya?
- Mengapa kita perlu menggunakan istilah musik baku seperti tempo, dinamika, nada, dan ketukan saat menilai permainan musik diri sendiri?
- Istilah musik baku apa yang kita gunakan ketika mendengar permainan ansambel kelompok lain terdengar terlalu cepat temponya atau nadanya sumbang?
- Bagaimana cara menyusun kalimat umpan balik yang objektif dan menggunakan istilah musik baku terhadap sajian musik ansambel kelompok lain?
- Bagaimana sebuah sajian musik ansambel dapat menyuarakan keresahan kita terhadap kerusakan alam di sekitar kita?
- Bagian bunyi atau melodi seperti apa yang bisa menggambarkan perasaan sedih melihat sungai yang tercemar atau hutan yang gundul?
- Bagaimana sebuah sajian musik ansambel dapat menunjukkan kepedulian kita terhadap isu lingkungan seperti sampah dan kelestarian alam sekitar?
- Pilihan tindakan konkret apa yang dapat kita sertakan dalam penampilan musik ansambel agar pendengar terdorong menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan?
- Bagaimana keselarasan nada, ketepatan ritme, dan kerja sama kelompok menentukan keberhasilan penyajian musik ansambel daerah?
- Bagaimana penggunaan istilah musik baku membantu kita memberikan masukan yang objektif dan membangun bagi penampilan kelompok lain?
- Pesan kepedulian lingkungan apa yang dapat kita sampaikan dan hayati melalui permainan musik ansambel bersama?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Tahapan Persiapan dan Penyelarasan Nada dalam Bermain Musik Ansambel Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.1 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam bermain musik ansambel sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan instrumen melodis sederhana masing-masing (pianika/rekorder) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan tahapan persiapan dan penyelarasan nada (tuning) dalam bermain musik ansambel sederhana (2 menit).
- Asesmen Awal: Guru membunyikan satu nada A=440 Hz melalui aplikasi penala/keyboard, lalu meminta murid secara bergiliran meniup nada A pada pianika/rekorder untuk mendeteksi apakah bunyinya selaras atau sumbang (acuan diagnostik: nada dianggap selaras jika tidak timbul gelombang layang/beat frekuensi bunyi yang bergetar cepat terhadap nada acuan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak peragaan guru mengenai tahapan persiapan bermain musik ansambel: (1) pengecekan kondisi fisik instrumen melodis (lubang nada, pipa tiup, kebersihan), (2) postur tubuh dan cara memegang instrumen yang ergonomis, dan (3) langkah penyelarasan nada acuan A (tuning pitch A=440 Hz) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 langkah persiapan bermain musik ansambel melalui tanya jawab terpimpin bersama guru dengan lembar panduan persiapan instrumen (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (beranggotakan 4-5 orang) dan melakukan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Nada': murid A membunyikan nada tiup panjang (nada C atau G) lalu murid B menyelaraskan nada yang sama pada instrumennya hingga kedua bunyi menyatu rata tanpa dengung gelombang layang secara bergantian dan menyenangkan (15 menit).
- Setiap kelompok menerapkan proses persiapan lengkap bermain ansambel: membersihkan pipa tiup, mengatur posisi duduk/berdiri melingkar, membunyikan tangga nada C mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') secara serempak bertempo lambat untuk mengecek keselarasan nada antaranggota kelompok (acuan keselarasan: ketepatan nada unisono tangga nada C mayor tanpa nada meleset/fals) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi keselarasan nada kelompoknya dan mencatat bagian tahapan persiapan yang memerlukan perbaikan (misalnya tiupan terlalu kuat menyebabkan nada naik/tajam, atau posisi jari menutup lubang rekorder belum rapat) (7 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya tahapan persiapan fisik instrumen dan penyelarasan nada sebelum berpraktik musik ansambel (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil penyelarasan nada tiap kelompok dan mengingatkan persiapan untuk latihan pola irama pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan aplikasi tuner digital visual di gawai/papan tulis untuk kelompok yang memerlukan panduan visual frekuensi nada.
- Proses: Murid yang sudah mahir menyelaraskan nada membantu mendengarkan dan memberi aba-aba tala pada teman satu kelompoknya, sedangkan murid yang masih kesulitan didampingi langsung oleh guru.
- Produk: Tingkat kerumitan penalaan disesuaikan: kelompok dasar berfokus pada penyelarasan 3 nada utama (C, E, G), sedangkan kelompok mahir menyelaraskan satu oktaf penuh tangga nada C mayor.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes pendengaran dan penalaan mandiri satu nada: Murid membunyikan nada A (la) pada instrumen pianika/rekorder mengikuti nada baku A=440 Hz yang dibunyikan guru. (Acuan ketercapaian: nada terdengar selaras/in-tune tanpa selisih interval nada terhadap sumber baku).
Proses:- Lembar observasi praktik persiapan ansambel: Guru mengamati keterlaksanaan 3 tahapan (pemeriksaan fisik instrumen, postur bermain, dan penyelarasan nada C mayor bersama kelompok). (Acuan: murid secara berurutan mengecek instrumen, duduk tegak, dan meniup nada unisono tangga nada C mayor bersama kelompok tanpa nada sumbang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman praktis akhir sesi: Tiap kelompok membunyikan akor dasar C mayor (nada C-E-G secara serentak) selama 4 ketukan. (Acuan ketepatan: paduan nada C, E, dan G berbunyi harmonis dan stabil tanpa ada nada yang sumbang/out of tune).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kesiapan instrumen dan ketepatan penyelarasan nada unisono (tahap persiapan ansambel).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Tahapan Persiapan Instrumen | Belum memeriksa kondisi instrumen dan postur bermain tidak teratur saat bersiap memainkan musik ansambel. | Memeriksa kebersihan instrumen tetapi belum menerapkan postur memegang instrumen yang tepat saat bersiap. | Menerapkan pemeriksaan instrumen dan postur bermain yang tepat secara mandiri sebelum berpraktik musik. | Menerapkan seluruh tahapan pemeriksaan fisik, postur tubuh ergonomis, dan kesiapan instrumen secara konsisten dan mandiri. | | Penyelarasan Nada (Tuning) Ansambel | Belum mampu menyelaraskan nada instrumen dengan nada acuan sehingga bunyi terdengar sumbang. | Mampu menyelaraskan 1 nada acuan tunggal namun masih terjadi selisih nada pada tangga nada bersama kelompok. | Mampu menyelaraskan nada instrumen pada rangkaian tangga nada C mayor bersama kelompok secara tepat. | Mampu menyelaraskan seluruh nada tangga nada C mayor secara stabil, tepat, dan konsisten tanpa nada meleset. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk permainan 'Detektif Nada' cukup memfasilitasi kepekaan telinga murid dalam mendeteksi keselarasan bunyi?
- Bagian tahapan persiapan mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Bagaimana caramu mengetahui bahwa nada yang kamu tiup sudah selaras dengan nada teman kelompokmu?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan saat menyelaraskan nada pada alat musikmu hari ini?
Pertemuan 2 — Menerapkan Pola Irama dan Keteraturan Ritme dalam Bermain Musik Ansambel Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.1 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam bermain musik ansambel sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan instrumen musik ritmis/melodis yang akan digunakan murid (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik ritme: guru memainkan ketukan birama 4/4 berulang dengan tempo 80 BPM (tepuk paha pada ketukan 1, tepuk tangan pada ketukan 2, 3, 4), lalu meminta murid menirukan bersama-sama selama 4 birama untuk mengecek kestabilan tempo (acuan: ketukan 1 kuat/beraksen, ketukan 2-4 konstan tanpa percepatan) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperkenalkan 2 pola irama birama 4/4 menggunakan perkusi tubuh/alat musik ritmis: Pola A (not 1 ketuk konstan: ta-ta-ta-ta / ketukan 1-2-3-4 bernilai 1/4) dan Pola B (sinkopasi dasar: ta - ti-ti - ta - diam / ketukan 1 bernilai 1/4, ketukan 2 bernilai 2 not 1/8, ketukan 3 bernilai 1/4, ketukan 4 istirahat 1/4) (acuan ketukan tertulis jelas di papan tulis) (10 menit).
- Murid secara sadar menyelaraskan hitungan ketukan bersama hitungan metronom guru (tempo 80 BPM), merasakan pergantian nilai ketukan pada Pola A dan Pola B secara fokus dan tertib (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas ke dalam kelompok ansambel kecil (4-5 murid) dan mengadakan tantangan permainan ritme bersahut-sahutan yang menggembirakan: Kelompok memegang instrumen ritmis sederhana (tamborin, rekorder/pianika satu nada nada G, marakas, atau tepuk meja). Kelompok 1 memainkan Pola A sebanyak 4 birama, disambut Kelompok 2 memainkan Pola B sebanyak 4 birama tanpa terputus temponya (15 menit).
- Setiap kelompok menerapkan penggabungan Pola A (sebagai dasar ritme pengiring) dan Pola B (sebagai aksen ritme variasi) secara serempak dalam 8 birama berulang dengan tempo teratur 80 BPM (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa keteraturan ritme kelompoknya sendiri saat bermain bersama: mengidentifikasi apakah kelompok masih mengalami percepatan tempo (rushing) atau perlambatan tempo (dragging) pada pergantian birama (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keteraturan ritme dan menjaga tempo yang konstan dalam permainan musik ansambel sederhana (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian latihan hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan Pola A yang berulang konstan (1/4 not penuh), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan variasi Pola B dengan kombinasi not 1/8 dan tanda diam.
- Proses: Latihan dilakukan bertahap dari tempo lambat (60 BPM) menuju tempo sedang (80 BPM) dengan pendampingan langsung pada kelompok yang masih belum stabil.
- Produk: Sajian gabungan ritme 8 birama stabil disajikan menggunakan kombinasi perkusi tubuh atau alat musik ansambel sederhana yang tersedia.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tepuk ritme diagnostik birama 4/4 berulang selama 4 birama dengan tempo 80 BPM (acuan ketukan: tepuk paha pada ketukan 1 [aksen kuat], tepuk tangan pada ketukan 2, 3, 4 [ketukan rata tanpa aksen], stabil selama 16 hitungan berturut-turut tanpa melambat atau mempercepat tempo).
Proses:- Observasi unjuk kerja kelompok saat memainkan gabungan Pola A dan Pola B sepanjang 8 birama kontinu (acuan: Pola A = 4 ketukan seperempat konstan per birama; Pola B = ketukan 1 not 1/4, ketukan 2 dua not 1/8, ketukan 3 not 1/4, ketukan 4 istirahat 1/4; kriteria berhasil jika dimainkan tepat pola dan tempo stabil tanpa berhenti di tengah jalan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman keteraturan ritme di akhir sesi: setiap murid memperagakan Pola A atau Pola B sebanyak 2 birama mandiri menggunakan tepuk tangan/instrumen dengan tempo 80 BPM (acuan: ketukan stabil tepat 8 hitungan birama 4/4 tanpa salah ketuk).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja penerapan pola irama A dan B dalam tempo teratur 80 BPM selama latihan kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pola Irama dan Keteraturan Ritme Ansambel | Belum mampu menerapkan Pola A maupun Pola B secara tepat; tempo berubah-ubah secara signifikan (terlalu cepat/lambat) dan sering terhenti dalam 8 birama. | Mampu menerapkan salah satu pola (Pola A saja) dengan tepat, namun ketukan masih belum stabil ketika beralih atau digabungkan dalam kelompok ansambel. | Mampu menerapkan Pola A dan Pola B dengan tepat dan menjaga keteraturan ritme (tempo 80 BPM stabil) sepanjang 8 birama permainan ansambel dengan sedikit bimbingan tempo. | Mampu menerapkan Pola A dan Pola B secara konsisten, presisi, dan menjaga kestabilan tempo secara mandiri sepanjang 8 birama penuh tanpa terpengaruh kelompok lain. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan tahapan latihan ritme dari tempo lambat ke tempo sedang efektif membantu murid menjaga kestabilan ketukan?
- Bagian pola ritme mana yang paling sering membuat murid kehilangan keteraturan tempo saat bermain ansambel?
Murid:- Apakah saya berhasil menjaga ketukan tetap stabil dan tidak terburu-buru saat bermain bersama teman sekelompok?
- Langkah apa yang akan saya perbaiki pada sesi berikutnya agar permainan ritme ansambel kelompok saya semakin rapi?
Pertemuan 3 — Menyajikan Musik Sederhana dari Daerah Setempat secara Berkelompok dalam Permainan Ansambel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.2 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dalam permainan ansambel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan instrumen musik yang akan digunakan (pianika, rekorder, tamborin, marakas, atau perkusi sederhana) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menyajikan musik sederhana dari daerah setempat secara berkelompok dalam permainan ansambel campuran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan bermain ansambel: meminta perwakilan murid memainkan progresi nada dasar lagu daerah setempat 'Suwe Ora Jamu' (not: 1 1 3 3 | 2 . . . | 2 2 4 3 | 1 . . .) pada alat melodis serta satu ketukan ritmis stabil 4/4 pada alat ritmis (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) menyimak partitur/bagan lagu daerah setempat 'Suwe Ora Jamu' yang dibagikan guru dengan pembagian peran: instrumen melodis utama (rekorder/pianika) dan instrumen ritmis pengiring (tamborin/marakas/kendang/perkusi botol) (6 menit).
- Murid mencermati panduan penyajian ansambel kelompok yang memuat 3 kriteria keterpaduan: (1) ketepatan nada melodis lagu daerah dari birama 1 hingga 8, (2) kestabilan tempo ketukan 4/4 dari awal hingga akhir, dan (3) kekompakan pergantian antarbagian instrumen secara serentak (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berkelompok, murid melakukan latihan pemanasan musikal menyenangkan berupa 'Tantangan Sambung Melodi dan Irama': kelompok bergantian menyambung 2 birama melodi dan 2 birama ritme pengiring secara spontan dan bergembira untuk melatih kekompakan respon musikal (10 menit).
- Kelompok berlatih mandiri menyajikan lagu daerah setempat 'Suwe Ora Jamu' secara utuh sesuai partitur ansambel sederhana (pembagian peran: 2 pemain melodi, 2 pemain ritme pengiring, 1 pemain bas/akor dasar bila tersedia) (18 menit).
- Setiap kelompok maju secara bergiliran untuk menyajikan musik ansambel lagu daerah setempat di hadapan guru dan kelompok lain selama durasi teratur (16 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya memeriksa kembali penyajian musik ansambel yang baru saja dimainkan, mengidentifikasi bagian birama yang sudah tersaji kompak maupun bagian yang masih perlu diselaraskan ketukan ritmisnya (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap capaian keterpaduan sajian ansambel lagu daerah setempat yang telah ditampilkan oleh seluruh kelompok (5 menit).
- Murid merapikan dan menyimpan kembali instrumen musik ke tempatnya, kemudian pembelajaran ditutup dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Partitur lagu daerah 'Suwe Ora Jamu' disajikan dalam dua pilihan: notasi angka melodi pokok bagi murid yang memerlukan bimbingan ritme dasar, serta notasi angka dengan variasi pola ritme sinkopasi bagi murid yang siap menerima tantangan lebih kompleks.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan dipandu guru menetapkan tempo yang lebih lambat dan konstan, sedangkan kelompok yang sudah lancar dipersilakan menambahkan variasi dinamika lembut-keras pada penyajian ansambel.
- Produk: Semua kelompok menghasilkan unjuk kerja penyajian ansambel lagu daerah setempat yang sama, dengan variasi tingkat kerumitan pola iringan ritmis sesuai kesiapan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik praktik singkat (10 detik per perwakilan peran): (1) Pemain melodis memainkan 4 birama pertama lagu 'Suwe Ora Jamu' (nada: 1 1 3 3 | 2 . . . | 2 2 4 3 | 1 . . .) dengan intonasi tepat (acuan: nada tepat tanpa nada meleset); (2) Pemain ritmis memainkan ketukan 4/4 konstan selama 4 birama menggunakan alat perkusi (acuan: ketukan stabil tempo moderato tanpa berhenti atau terburu-buru).
Proses:- Asesmen formatif unjuk kerja kelompok saat menyajikan musik ansambel 'Suwe Ora Jamu' (8 birama lengkap): guru mengamati (1) keselarasan nada melodi, (2) kestabilan tempo iringan ritmis 4/4, dan (3) kebersamaan awal-akhir permainan ansambel. Acuan ketercapaian: melodi terdengar jelas dari awal hingga akhir birama 8, pola ketukan ritme mengiringi secara ajeg pada tempo 80-90 bpm, dan seluruh anggota memulai serta mengakhiri penyajian secara serempak.
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian unjuk kerja akhir pertemuan: lembar catatan konfirmasi penyajian kelompok. Acuan kriteria: kelompok dinyatakan tuntas menyajikan ansambel lagu daerah setempat apabila memenuhi 3 indikator: (1) seluruh notasi melodi lagu 'Suwe Ora Jamu' (birama 1-8) dibunyikan lengkap dan runtut, (2) ketukan pengiring ritmis tidak putus atau mendahului melodi, dan (3) transisi antarbagian lagu dimainkan bersama secara utuh.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyajian musik ansambel lagu daerah setempat menggunakan lembar pengamatan keterpaduan kelompok (melodi, tempo/ritme, dan kekompakan sajian).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Melodi Lagu Daerah dalam Ansambel | Menyajikan melodi lagu daerah dengan banyak nada salah (kurang dari 4 birama tepat dari total 8 birama) sehingga bentuk melodi lagu belum dapat dikenali. | Menyajikan melodi lagu daerah secara tepat pada 4-6 birama dari total 8 birama, namun masih terjadi nada salah atau ragu pada bagian pergantian kalimat lagu. | Menyajikan melodi lagu daerah secara tepat dan lancar pada seluruh 8 birama lagu sesuai partitur bersama kelompok. | Menyajikan melodi lagu daerah secara tepat pada seluruh 8 birama dengan nada yang jernih, stabil, dan konsisten selaras bersama seluruh instrumen kelompok. | | Keterpaduan Ritme dan Kekompakan Permainan Ansambel Berkelompok | Penyajian ansambel belum kompak; ketukan ritmis tidak sinkron dengan melodi dan permainan instrumen berjalan sendiri-sendiri. | Penyajian ansambel cukup padu pada bagian awal, namun ketukan ritme dan melodi beberapa kali kehilangan tempo bersama di tengah sajian. | Menyajikan musik ansambel secara berkelompok dengan tempo ritmis yang stabil dari awal hingga akhir serta memulai dan mengakhiri permainan secara kompak. | Menyajikan musik ansambel secara berkelompok dengan keterpaduan ritme yang sangat presisi, tempo stabil, serta jalinan bunyi antar-instrumen sangat seimbang dan kompak sepanjang penyajian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pembagian peran instrumen melodis dan ritmis pada tiap kelompok sudah proporsional dan memungkinkan seluruh murid terlibat aktif dalam penyajian ansambel?
- Bagian birama manakah pada lagu daerah yang paling sering mengalami kendala keterpaduan tempo antarmurid, dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk sesi latihan ansambel berikutnya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat memainkan instrumen musik bersama kelompok menyajikan lagu daerah setempat?
- Apa tantangan utama yang kamu dan kelompokmu hadapi saat menyelaraskan bunyi instrumen melodi dan ritme agar terdengar kompak?
Pertemuan 4 — Menyajikan Musik Sederhana dari Nusantara secara Berkelompok dalam Permainan Ansambel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.2 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dalam permainan ansambel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan ruang kelas untuk latihan ansambel (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan musik sederhana dari Nusantara ('Bungong Jeumpa' dari Aceh atau 'Ampar-Ampar Pisang' dari Kalimantan Selatan) secara berkelompok dalam format ansambel campuran ritmis dan melodis (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan bermain instrumen dengan meminta perwakilan murid memainkan progresi nada dasar lagu Nusantara atau ketukan ritmis 4/4 sederhana (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak dan mencermati lembar partitur aransemen ansambel sederhana lagu Nusantara 'Bungong Jeumpa' birama 4/4 yang terdiri dari 3 bagian: Bagian Melodi Utama (pianika/rekorder: C-C-D-E-F-E-D-C), Bagian Melodi Pendukung/Harmoni (pianika 2/glockenspiel), dan Bagian Ritmis (marakas/kastanyet/tamborin dengan ketukan konstan pulsa 1-2-3-4) (10 menit).
- Murid dalam kelompok masing-masing (4-5 orang) mengidentifikasi dan mencocokkan pembagian peran instrumen kelompok sesuai partitur lagu Nusantara yang dipilih (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan 'Tantangan Sambung Melodi Nusantara' (Joyful Challenge): setiap kelompok memainkan 2 birama lagu Nusantara secara bergantian antarkelompok tanpa terputus temponya untuk membangun semangat bermain bersama (10 menit).
- Setiap kelompok berlatih secara intensif menyajikan aransemen lagu Nusantara utuh, menyelaraskan ketukan ritmis dengan melodi utama dari awal bait hingga akhir lagu secara terpadu (10 menit).
- Masing-masing kelompok menampilkan unjuk kerja menyajikan lagu ansambel Nusantara sederhana di depan kelas secara bergantian sesuai aransemen kelompoknya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi keselarasan sajian kelompoknya: memeriksa apakah ketukan ritmis dan melodi telah berjalan sinkron dan tidak ada instrumen yang mendahului tempo (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi apresiatif terhadap kekompakan seluruh kelompok dalam menyajikan musik ansambel Nusantara sederhana (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keterpaduan tempo dan peran alat musik dalam ansambel serta menutup pertemuan dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan menggunakan partitur notasi angka lagu 'Ampar-Ampar Pisang' dengan pola ritme 1 ketuk; kelompok yang telah mahir memainkan partitur 'Bungong Jeumpa' dengan variasi sinkopasi ritmis.
- Proses: Murid yang lancar melodis memandu tempo kelompok, sedangkan murid yang masih canggung memainkan alat ritmis sederhana seperti marakas atau tamborin pada ketukan berat (aksen).
- Produk: Penyajian ansambel lagu Nusantara: kelompok reguler menyajikan 1 bait lagu utuh, kelompok mahir menyajikan lagu utuh dengan repetisi dan dinamika transisi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan peran instrumen: Murid diminta memperagakan pola ketukan birama 4/4 (1-2-3-4 berulang) menggunakan alat ritmis atau tepuk tangan, dan membunyikan nada solmisasi C-D-E-F-G pada pianika/rekorder. Acuan kesiapan: (1) Murid siap peran ritmis jika mampu mengetuk pulsa 4 ketuk teratur tanpa melambat/mempercepat; (2) Murid siap peran melodis jika mampu meniup/menekan 5 nada tersebut dengan tepat.
Proses:- Lembar observasi latihan kelompok: Memantau kelancaran transisi antarbagian lagu, keselarasan ketukan antara alat musik melodis dan ritmis, serta keterlibatan seluruh anggota kelompok dalam menyajikan musik Nusantara.
Akhir Pertemuan:- Cek sajian musik kelompok di akhir sesi: Kelompok memainkan 8 birama utuh lagu Nusantara (acuan lagu: 'Bungong Jeumpa' birama 4/4; birama 1-4 melodi C-C-D-E-F-E-D-C diiringi pulsa marakas tiap ketuk; birama 5-8 melodi D-D-E-F-G-F-E-D diiringi tamborin pada ketukan 2 dan 4). Kriteria keberhasilan: seluruh anggota kelompok memainkan alat musik secara serempak dari awal hingga akhir tanpa berhenti di tengah jalan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penyajian ansambel musik Nusantara berkelompok
- Cek keselarasan tempo dan ketepatan melodi/ritme saat latihan kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Musik Melodis Nusantara Berkelompok | Memainkan melodi lagu Nusantara dengan nada yang banyak terputus atau salah nada lebih dari separuh birama. | Memainkan melodi lagu Nusantara dengan nada yang sebagian besar tepat tetapi masih ragu-ragu dan tempo sering terhenti. | Memainkan melodi lagu Nusantara secara utuh dan tepat dari awal hingga akhir lagu sesuai ketukan kelompok. | Memainkan melodi lagu Nusantara secara utuh, tepat, konsisten, dan mengalir selaras dengan seluruh instrumen kelompok secara mandiri. | | Keterpaduan Ansambel Berkelompok | Instrumen melodis dan ritmis berjalan sendiri-sendiri tanpa keselarasan tempo kelompok. | Instrumen melodis dan ritmis mulai selaras, namun sesekali tempo tidak serempak saat pergantian bait lagu. | Instrumen melodis dan ritmis tersaji secara terpadu dan kompak sesuai birama dari awal hingga penutup lagu. | Instrumen melodis dan ritmis tersaji sangat kompak, harmonis, stabil dalam menjaga tempo bersama, serta mandiri tanpa aba-aba guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan 2 JP cukup memberikan kesempatan bagi setiap kelompok untuk menyajikan lagu Nusantara secara tuntas?
- Bagaimana tingkat partisipasi murid dalam kelompok saat pembagian instrumen melodis dan ritmis berlangsung?
Murid:- Bagian lagu Nusantara mana yang paling mudah dan paling menantang untuk dimainkan bersama kelompokmu?
- Apa yang kelompokmu lakukan ketika tempo permainan mulai terasa tidak kompak saat menyajikan lagu?
Pertemuan 5 — Melakukan Umpan Balik Kemampuan Bermain Musik Diri Sendiri dalam Permainan Ansambel Menggunakan Istilah Musik Baku — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.3 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain dalam penyajian ansambel sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tenang dan fokus (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: melatih kemampuan melakukan umpan balik terhadap permainan musik diri sendiri dalam ansambel menggunakan istilah musik yang baku (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal berupa kuis cepat menjodohkan 3 istilah musik baku: (1) Tempo, (2) Dinamika, (3) Pitch/Tinggi Rendah Nada dengan definisinya di papan tulis (acuan: 1 -> cepat lambat ketukan musik; 2 -> keras lembutnya volume bunyi instrumen; 3 -> ketepatan frekuensi nada tinggi atau rendah) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak rekaman simulasi audio singkat ansambel kelas pertemuan sebelumnya dan memperhatikan panduan lembar telaah refleksi mandiri dengan 4 parameter baku: intonasi/pitch (ketepatan nada), tempo (kestabilan ketukan), dinamika (tingkat kekerasan bunyi), dan artikulasi (kejelasan pemisahan bunyi nada) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Istilah Cacat Nada' di mana guru memperdengarkan 2 contoh potongan bunyi instrumen (contoh 1: ketukan melambat tidak teratur; contoh 2: nada meleset/fals) dan murid secara serempak mengangkat kartu istilah yang tepat (acuan kartu: contoh 1 -> penyimpangan tempo; contoh 2 -> ketidaktepatan pitch/intonasi) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap murid memainkan kembali bagian instrumen masing-masing (rekorder/pianika/alat ritmis) dalam kelompok ansambel kecil secara bergiliran selama satu putaran lagu daerah yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Refleksi Diri yang memuat 4 aspek penilaian permainan musiknya sendiri: (1) ketepatan pitch nada, (2) kestabilan tempo, (3) kepatuhan dinamika, dan (4) artikulasi nada, dengan menuliskan bukti konkret ketercapaian dan bagian yang perlu diperbaiki menggunakan istilah musik baku (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merumuskan 1 rencana perbaikan mandiri berdasarkan hasil evaluasi dirinya (misalnya: 'Saya perlu berlatih ketukan menggunakan metronom pada birama 5-8 agar tempo tidak terburu-buru') (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pentingnya kejujuran objektif dalam merefleksikan keterampilan bermusik diri sendiri menggunakan bahasa musik yang baku (3 menit).
- Guru mengumpulkan Lembar Refleksi Diri murid dan memberikan gambaran materi pertemuan berikutnya yaitu melakukan umpan balik untuk kelompok lain, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu glosarium ringkas berisi definisi dan contoh kalimat penggunaan istilah tempo, nada/pitch, dinamika, dan artikulasi; murid yang mahir diberikan lembar analisis yang mencakup identifikasi birama dan transisi frase melodi secara rinci.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing guru saat mencocokkan bunyi rekaman permainannya dengan parameter refleksi diri; murid yang mandiri langsung menganalisis permainannya secara utuh.
- Produk: Catatan umpan balik diri sendiri dapat ditulis dalam bentuk poin ceklis disertai keterangan singkat atau uraian naratif reflektif dengan syarat istilah musik baku tetap terpenuhi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis menjodohkan 3 istilah musik baku: Murid menghubungkan istilah (1) Tempo, (2) Dinamika, dan (3) Pitch/Tinggi Rendah Nada dengan arti yang tepat. Acuan kunci: (1) Cepat lambat jalannya ketukan lagu; (2) Keras lembutnya suara yang dihasilkan instrumen; (3) Ketepatan tinggi rendah frekuensi suatu nada.
Proses:- Pemeriksaan Lembar Refleksi Mandiri: Guru mengamati ketepatan murid dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan permainan musik dirinya sendiri dengan menerapkan 4 istilah baku: tempo, pitch/nada, dinamika, dan artikulasi. Kriteria keberhasilan: memuat minimal 3 istilah musik baku yang digunakan secara tepat konteks terhadap permainannya sendiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif akhir: Murid menuliskan satu kalimat umpan balik diri sendiri yang memuat minimal 1 istilah musik baku dan 1 rencana tindak lanjut perbaikan teknis (kriteria penerimaan: kalimat refleksi memuat minimal 1 istilah teknis [tempo/pitch/dinamika/artikulasi] yang sesuai dengan kendala bermain musik diri sendiri).
Formatif:- Penilaian Lembar Refleksi Mandiri Berbasis Istilah Musik Baku saat kegiatan inti
- Kuis diagnostik pencocokan istilah musik baku di awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penggunaan Istilah Musik Baku dalam Umpan Balik Diri Sendiri | Mengidentifikasi permainan musik diri sendiri hanya dengan istilah umum (seperti 'bagus' atau 'salah') tanpa menggunakan istilah musik baku (0 istilah tepat). | Menggunakan 1 istilah musik baku (misalnya tempo atau dinamika) dengan tepat dalam menilai permainan musik diri sendiri, namun masih dibimbing. | Menggunakan 2 hingga 3 istilah musik baku (tempo, pitch/nada, dinamika, atau artikulasi) secara tepat dan mandiri dalam menilai kelebihan serta kekurangan permainan musik diri sendiri. | Menggunakan 4 istilah musik baku (pitch, tempo, dinamika, dan artikulasi) secara konsisten, tepat konteks, dan disertai analisis perbaikan yang terperinci secara mandiri. | | Objektivitas Identifikasi Kekurangan dan Rencana Perbaikan Bermusik Diri Sendiri | Belum mampu menunjukkan bagian permainan musik diri sendiri yang membutuhkan perbaikan. | Mampu menunjukkan bagian permainan musik yang meleset namun belum dapat merumuskan langkah perbaikan teknis. | Mampu menunjukkan bagian permainan musik diri sendiri yang belum tepat dan merumuskan rencana latihan mandiri yang terarah. | Mampu mengevaluasi permainan musik diri sendiri secara terperinci per bagian birama serta menyusun strategi latihan teknis yang terukur secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memahami perbedaan makna operasional antara istilah tempo, dinamika, pitch, dan artikulasi dalam permainan ansambel?
- Apakah lembar refleksi diri yang disediakan cukup memandu murid untuk bersikap objektif dan percaya diri dalam mengevaluasi keterampilan bermusiknya sendiri?
Murid:- Bagian mana dari permainan musik saya dalam ansambel hari ini yang sudah paling stabil temponya dan tepat nadanya?
- Istilah musik apa yang paling membantu saya menjelaskan kekurangan yang masih perlu saya latih kembali di rumah?
Pertemuan 6 — Melakukan Umpan Balik Kemampuan Bermain Musik Kelompok Lain dalam Penyajian Ansambel Menggunakan Istilah Musik Baku — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.3 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain dalam penyajian ansambel sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai cara memberikan umpan balik menggunakan istilah musik baku terhadap sajian ansambel kelompok lain (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan lembar kuis cepat mencocokkan 4 istilah musik baku dengan definisi yang tepat: (1) Tempo -> kecepatan ketukan lagu; (2) Dinamika -> keras lembutnya suara bunyi musik; (3) Intonasi -> ketepatan tinggi rendah nada instrumen; (4) Artikulasi -> kejelasan cara membunyikan nada/alat musik (acuan kunci: 1-kecepatan ketukan, 2-keras lembut bunyi, 3-ketepatan tinggi rendah nada, 4-kejelasan membunyikan nada) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang format penyusunan umpan balik musik yang konstruktif untuk kelompok lain menggunakan istilah baku: menyebutkan aspek musik yang diamati (tempo, dinamika, intonasi, artikulasi), kondisi permainan nyata yang terdengar, dan rekomendasi perbaikannya (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis kartu istilah musik 'Tebak Istilah Cepat': pasangan murid saling menunjukkan 1 kartu masalah audio (contoh: 'gitar dan pianika bunyinya balapan tidak bareng' -> pasangan menjawab 'perlu perbaikan keselarasan tempo'; 'suara pianika terlalu mendominasi menutupi rekorder' -> pasangan menjawab 'perlu pengaturan keseimbangan dinamika') untuk melatih ketangkasan memilih istilah baku yang tepat secara menyenangkan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan rekaman unjuk kerja ansambel instrumen sederhana dari kelompok mitra/lain dengan penuh kesadaran dan perhatian terfokus pada ketepatan unsur musikal (10 menit).
- Murid secara mandiri mencatat data observasi dan menuliskan 3 butir kalimat umpan balik tertulis pada Lembar Umpan Balik Musik untuk kelompok lain dengan menerapkan minimal 3 istilah musik baku dari daftar: tempo, dinamika, intonasi, artikulasi (kriteria penerimaan operasional: kalimat umpan balik mengidentifikasi capaian/kekurangan nyata kelompok lain dan memuat rekomendasi berbasis istilah baku yang dipilih secara tepat konteks) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar umpan balik dengan teman sebangku untuk memeriksa apakah istilah musik baku yang digunakan dalam memberikan umpan balik sudah tepat konteks dan tidak ambigu (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik baku saat memberikan apresiasi dan masukan teknis terhadap kemampuan bermain musik kelompok lain (5 menit).
- Guru mengumpulkan lembar kerja umpan balik tertulis dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya mengenai empati pada isu lingkungan melalui musik ansambel sebelum menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan glosarium mini istilah musik baku di meja bagi murid yang memerlukan dukungan kosakata teknis musik.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan panduan kalimat rumpang untuk menyusun umpan balik; bagi murid yang mahir, diminta menelaah 4 aspek musik secara lengkap (tempo, dinamika, intonasi, artikulasi).
- Produk: Umpan balik dituliskan dalam lembar kerja terstruktur berisi kolom aspek musik, temuan bunyi pada sajian kelompok lain, dan saran teknis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat berupa lembar penjodohan 4 istilah musik dengan definisinya: (1) Tempo, (2) Dinamika, (3) Intonasi, (4) Artikulasi. (Kunci jawaban acuan: 1 -> Kecepatan ketukan lagu; 2 -> Keras lembutnya suara musik; 3 -> Ketepatan tinggi rendah nada; 4 -> Kejelasan membunyikan nada/alat).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kuis berpasangan istilah musik dan pemeriksaan draf tertulis umpan balik murid saat menganalisis sajian ansambel kelompok lain.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis melalui Lembar Umpan Balik: Menilai ketepatan murid menuliskan minimal 3 kalimat umpan balik untuk sajian ansambel kelompok lain yang masing-masing menggunakan istilah musik baku (tempo, dinamika, intonasi, atau artikulasi) dengan konteks saran teknis yang logis.
Formatif:- Penilaian kinerja tertulis: Lembar kerja perumusan umpan balik sajian musik ansambel kelompok lain menggunakan istilah musik baku.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penggunaan Istilah Musik Baku dalam Umpan Balik untuk Kelompok Lain | Menyusun umpan balik untuk kelompok lain tanpa menggunakan istilah musik baku sama sekali (hanya memakai bahasa umum sehari-hari seperti 'kurang enak' atau 'terlalu keras'). | Menyusun umpan balik untuk kelompok lain dengan memuat 1 istilah musik baku (tempo/dinamika/intonasi/artikulasi) secara tepat konteks. | Menyusun umpan balik untuk kelompok lain dengan memuat 2 istilah musik baku (dari tempo, dinamika, intonasi, artikulasi) secara tepat konteks sesuai permainan kelompok yang diamati. | Menyusun umpan balik untuk kelompok lain secara runtut dan mandiri dengan memuat minimal 3 istilah musik baku (dari tempo, dinamika, intonasi, artikulasi) secara tepat konteks dan menyertakan saran perbaikan musikal yang jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan dan menerapkan istilah tempo, dinamika, intonasi, dan artikulasi dalam menilai sajian ansambel kelompok lain?
- Bagian mana dari aktivitas pemberian umpan balik yang paling membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Istilah musik baku apa yang paling mudah dan paling sulit saya gunakan saat memberi masukan pada sajian kelompok lain?
- Apakah masukan yang saya tuliskan untuk kelompok lain sudah cukup jelas dan dapat membantu mereka memperbaiki permainan musiknya?
Pertemuan 7 — Menunjukkan Minat dan Empati terhadap Isu Lingkungan Sekitar melalui Kegiatan Bermusik Ansambel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.4 Menunjukkan minat, empati, dan kepedulian terhadap isu-isu di lingkungan sekitar melalui kegiatan bermusik ansambel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan minat dan empati terhadap isu lingkungan sekitar melalui sajian ansambel musik (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis respons emosi cepat terhadap 3 foto isu lingkungan sekitar: (1) tumpukan sampah plastik di selokan sekolah, (2) pohon rindang yang ditebang liar, dan (3) sungai keruh penuh limbah; murid mengangkat kartu simbol dinamika/tempo musik (piano/lembut/sedih vs forte/tegang/cepat) untuk menunjukkan kepekaan empati awal musikal mereka (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memutarkan cuplikan audio karya musik bertema kelestarian lingkungan dan mengajak murid mengidentifikasi bagaimana elemen musik mencerminkan empati terhadap kondisi alam (7 menit).
- Murid dalam kelompok mengamati lembar studi kasus 3 isu lingkungan sekitar: Isu A (Pencemaran Sampah Plastik), Isu B (Penebangan Hutan/Pohon), dan Isu C (Kekeringan Air Bersih), lalu memilih 1 isu yang paling menggugah minat dan kepedulian kelompok untuk direspon melalui musik ansambel (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan melalui permainan 'Tebak Nada Alam', tiap kelompok mencoba mengeksplorasi tiruan bunyi lingkungan menggunakan instrumen ansambel yang tersedia (misal: gesekan ritmis marakas/shaker untuk suara dedaunan kering, ketukan ritmis lembut kastanyet untuk tetesan air, tiupan pianika nada minor untuk nuansa duka alam) dan menyepakati motif musikal kelompok (15 menit).
- Kelompok memadukan motif bunyi kepedulian lingkungan tersebut ke dalam latihan sajian ansambel sederhana bertema lingkungan secara kompak dan terkoordinasi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Masing-masing kelompok menampilkan petikan 1 menit sajian ansambel bertema isu lingkungan yang telah dilatih di depan kelas untuk menunjukkan ekspresi kepedulian dan empati musikal mereka (10 menit).
- Murid secara berkesadaran mengisi lembar refleksi diri singkat mengenai bagaimana perasaan empati dan kepedulian mereka terhadap kelestarian alam tumbuh melalui keterlibatan dalam sajian ansambel ini (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang bagaimana musik ansambel dapat menjadi media yang kuat untuk menunjukkan empati dan pesan kepedulian lingkungan (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif dan empati musikal seluruh kelompok, lalu mengingatkan persiapan untuk penggabungan karya terpadu pada Pertemuan 8 tanpa menutup keseluruhan bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan 3 kartu tema isu lingkungan (sampah plastik, kekeringan air, penggundulan pohon) dengan pilihan instrumen ansambel ritmis (perkusi sederhana/barang daur ulang) atau melodis (pianika/rekorder).
- Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung dalam memilih 1 pola ritme sederhana perlambang kepedulian alam, sedangkan kelompok yang sudah mahir diarahkan memadukan kontras dinamika (lembut-keras) untuk mempertegas pesan empati.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan respons musikal ansambel isu lingkungan baik berfokus pada paduan motif ritmis perkusi maupun jalinan melodi sederhana instrumen tiup/melodis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan empati musikal: Murid merespons 3 visual isu lingkungan dengan memilih nuansa musik yang tepat (Acuan: (1) Sampah menumpuk di selokan -> dinamika tegang/forte atau tempo lambat muram; (2) Pohon tumbang gersang -> tangga nada minor/suasana sedih; (3) Sungai jernih terawat -> melodi riang/tempo sedang-cepat).
Proses:- Formatif proses: Pengamatan langsung terhadap kemampuan kelompok mengekspresikan empati lingkungan ke dalam unsur musik ansambel (kesesuaian motif bunyi tiruan alam, keikutsertaan aktif seluruh anggota kelompok, dan ketepatan dinamika/ekspresi duka/harapan lingkungan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif akhir: Lembar berisi 2 pertanyaan terbuka singkat: (1) Sebutkan isu lingkungan yang dipilih kelompokmu dan bagaimana bunyi ansambelmu menyuarakan masalah tersebut? (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan isu lingkungan yang relevan dan mengaitkannya dengan karakter bunyi instrumen yang dimainkan); (2) Tuliskan 1 bentuk aksi kepedulian nyata yang ingin kamu lakukan di sekolah setelah memainkan musik bertema alam ini! (Kriteria penerimaan: menyebutkan aksi nyata pelestarian lingkungan sekolah seperti membuang sampah pada tempatnya atau merawat tanaman).
Formatif:- Observasi unjuk keterlibatan minat dan ekspresi empati musikal kelompok saat merespons isu lingkungan dalam ansambel
- Lembar cek pemahaman reflektif individu terkait hubungan pesan musik dengan kepedulian lingkungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Minat terhadap Isu Lingkungan dalam Bermusik Ansambel | Belum menunjukkan ketertarikan atau pasif saat diajak memilih isu lingkungan dan memainkan instrumen ansambel bertema alam. | Menunjukkan ketertarikan pada isu lingkungan yang dipilih namun masih ragu-ragu dan membutuhkan dorongan guru dalam memainkan ansambel. | Menunjukkan minat yang nyata dengan berpartisipasi aktif memainkan instrumen ansambel sesuai isu lingkungan yang dipilih kelompok. | Menunjukkan antusiasme dan inisiatif tinggi secara mandiri dalam mengeksplorasi berbagai bunyi ansambel untuk merespons isu lingkungan. | | Empati dan Kepedulian terhadap Lingkungan melalui Musik Ansambel | Belum mampu menyelaraskan ekspresi atau nuansa permainan musik ansambel dengan pesan kepedulian lingkungan yang diangkat. | Mulai mampu mengekspresikan nuansa empati lingkungan dalam musik ansambel sederhana namun ekspresi musikalnya masih belum konsisten. | Mampu mengekspresikan empati dan kepedulian lingkungan secara tepat melalui pemilihan dinamika dan karakter bunyi ansambel kelompok. | Mampu menyajikan pesan empati dan kepedulian lingkungan secara mendalam, konsisten, dan ekspresif dalam keseluruhan sajian musik ansambel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu menghubungkan emosi kepedulian terhadap lingkungan ke dalam praktik permainan ansambel musik?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif menumbuhkan empati murid terhadap kondisi lingkungan sekitar?
Murid:- Apa yang saya rasakan ketika memainkan musik yang menggambarkan kondisi alam di sekitar kita?
- Bagaimana permainan musik kelompok kami dapat mengingatkan orang lain untuk lebih peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan?
Pertemuan 8 — Menunjukkan Kepedulian terhadap Isu Lingkungan Sekitar melalui Kegiatan Bermusik Ansambel secara Terpadu — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.4 Menunjukkan minat, empati, dan kepedulian terhadap isu-isu di lingkungan sekitar melalui kegiatan bermusik ansambel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 8 yaitu menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar secara terpadu melalui sajian musik ansambel (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menayangkan 3 pernyataan tindakan bermusik ansambel: (1) Menggunakan botol kaca/plastik bekas bersih sebagai instrumen ritmis pendukung tema lingkungan, (2) Memajang poster himbauan daur ulang sampah di depan meja ansambel saat tampil, (3) Membiarkan sampah botol berserakan di ruang latihan musik. Murid mengangkat tangan untuk memilih 2 tindakan yang benar-benar menunjukkan kepedulian lingkungan (acuan tepat: pernyataan 1 dan 2) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid dalam kelompok mengamati lembar skenario berisi 3 pilihan wujud kepedulian lingkungan terpadu dalam ansambel: (A) Ansambel instrumen daur ulang wadah bekas dengan pesan pengurangan plastik, (B) Ansambel bertema penghijauan dengan seruan hemat air dan perlindungan pohon, (C) Ansambel tanpa pesan isu lingkungan. Murid menandai bentuk kepedulian terpadu yang paling sesuai (acuan tepat: pilihan A atau B) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep tentang bagaimana kepedulian lingkungan diwujudkan secara nyata dalam ansambel melalui integrasi tema lingkungan, instrumen ramah lingkungan/daur ulang, atau aksi nyata pengelolaan lingkungan kelas setelah bermusik (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Dalam kelompok ansambel yang sama (4-5 murid), setiap kelompok memilih 1 isu lingkungan sekitar (pilihan: sampah plastik sekolah atau kelestarian tanaman halaman) lalu menyusun rencana aksi kepedulian terpadu yang memuat: (1) isu lingkungan yang disasar, (2) wujud kepedulian dalam ansambel (misalnya pemanfaatan wadah daur ulang bersih atau penyertaan pesan ajakan peduli lingkungan), dan (3) aksi bersih lingkungan bersama pasca-bermusik (10 menit).
- Game Simulasi Ceria: 'Tantangan Ansambel Hijau' — Setiap kelompok memainkan cuplikan ansambel sederhana (32 ketukan) yang memadukan instrumen musik dengan instrumen daur ulang/pesan kepedulian lingkungan, lalu secara serentak meletakkan kembali instrumen secara rapi serta memungut remah/kertas di area bermainnya dalam waktu 30 detik (15 menit).
- Kelompok menampilkan sajian musik ansambel secara terpadu yang menunjukkan kepedulian lingkungan di hadapan kelas, diamati oleh guru menggunakan lembar observasi indikator kepedulian lingkungan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu mengisi lembar refleksi diri untuk mengecek kepedulian lingkungan yang ditunjukkannya selama kegiatan bermusik ansambel terpadu berdasarkan 3 butir periksa: (1) memilih isu lingkungan nyata di sekitar, (2) berpartisipasi aktif dalam ansambel bertema kepedulian lingkungan, (3) merapikan dan menjaga kebersihan area bermain musik (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar secara terpadu melalui kegiatan bermusik ansambel (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas antusiasme dan kepedulian lingkungan yang ditunjukkan seluruh kelompok, mengingatkan persiapan unjuk kerja pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan pilihan aksi kepedulian lingkungan siap pakai (misal: penandaan botol bekas berlabel pesan lingkungan), sedangkan kelompok mahir menentukan variasi media daur ulang secara mandiri.
- Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus pada kelompok yang kesulitan merumuskan keterpaduan aksi kepedulian lingkungan dalam permainan ansambel.
- Produk: Wujud kepedulian lingkungan dalam ansambel dapat ditampilkan melalui penyertaan alat daur ulang berlabel pesan atau melalui aksi pembersihan terpadu area ansambel pasca-tampil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kesiapan murid memilih tindakan yang menunjukkan kepedulian lingkungan dalam ansambel melalui 3 butir pernyataan: (1) Menggunakan botol kaca/plastik bekas bersih sebagai instrumen ritmis pendukung tema lingkungan, (2) Memajang poster himbauan daur ulang sampah di depan meja ansambel saat tampil, (3) Membiarkan sampah botol berserakan di ruang latihan musik. (Acuan jawaban benar: pernyataan 1 dan 2).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja saat kegiatan inti: Guru mengamati keterpaduan wujud kepedulian lingkungan yang ditunjukkan kelompok dalam kegiatan bermusik ansambel dengan 3 indikator: (1) memuat fokus isu lingkungan sekitar yang jelas, (2) memadukan unsur kepedulian lingkungan dalam sajian ansambel (alat daur ulang atau pesan kepedulian), (3) menjaga ketertiban dan kebersihan area bermain musik ansambel.
Akhir Pertemuan:- Lembar ceklis reflektif akhir murid berisi 3 pernyataan tindakan: (1) 'Saya memilih isu lingkungan sekitar yang nyata dalam ansambel', (2) 'Kelompok saya memasukkan tindakan kepedulian lingkungan dalam sajian ansambel', (3) 'Saya menjaga dan merapikan kebersihan ruang/alat musik setelah selesai bermain'. Kriteria ketercapaian: murid mencentang minimal 2 dari 3 pernyataan secara jujur sesuai praktik nyata.
Formatif:- Observasi unjuk kerja keterpaduan kepedulian lingkungan dalam kegiatan bermusik ansambel menggunakan lembar ceklis indikator perilaku kepedulian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Kepedulian terhadap Isu Lingkungan Sekitar melalui Ansambel | Belum menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar dalam kegiatan bermusik ansambel, tidak menyertakan unsur lingkungan maupun aksi kebersihan. | Mulai menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar dengan memenuhi 1 dari 3 indikator (fokus isu lingkungan jelas, memadukan unsur peduli lingkungan dalam sajian, atau menjaga kebersihan area ansambel) dengan bimbingan guru. | Menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar secara konsisten dengan memenuhi 2 dari 3 indikator secara terpadu dalam kegiatan bermusik ansambel. | Menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar secara utuh dan terpadu dengan memenuhi ketiga indikator secara mandiri dalam kegiatan bermusik ansambel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan ansambel terpadu berhasil memfasilitasi murid dalam mengekspresikan kepedulian nyata terhadap isu lingkungan sekitarnya?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menjaga kebersihan dan kerapian area latihan selama kegiatan bermusik berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan bermain ansambel bertema lingkungan hari ini yang paling menyadarkanmu untuk merawat lingkungan sekolah?
- Tindakan nyata apa yang akan terus kamu lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan kelas setelah kegiatan bermusik selesai?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.4.1 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam bermain musik ansambel sederhana
- TP 7.4.2 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok dalam permainan ansambel
- TP 7.4.3 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain dalam penyajian ansambel sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat
- TP 7.4.4 Menunjukkan minat, empati, dan kepedulian terhadap isu-isu di lingkungan sekitar melalui kegiatan bermusik ansambel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, mengecek kehadiran 28 murid, serta memimpin doa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib unjuk kerja ansambel kelompok, dan mekanisme pengerjaan lembar tertulis serentak (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen tertulis (format telaah umpan balik antarteman berbasis istilah musik dan lembar jurnal refleksi kepedulian lingkungan) kepada seluruh 28 murid serta menjelaskan rubrik penilaian (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1 (Unjuk Kerja Ansambel Kelompok): Sebanyak 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) tampil secara bergiliran menyajikan lagu daerah/Nusantara sederhana (masing-masing kelompok 8 menit termasuk persiapan panggung; total 48 menit untuk 6 kelompok). Guru menilai unjuk kerja menggunakan rubrik observasi yang mencakup keselarasan nada, ketepatan ritme/tempo, teknik instrumen, dan keteraturan tahapan bermain ansambel (48 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 (Penilaian Tertulis Serentak): Seluruh 28 murid secara mandiri mengerjakan lembar tertulis serentak selama 20 menit, yang terdiri atas: (Bagian A) menuliskan telaah umpan balik untuk 1 kelompok lain menggunakan minimal 3 istilah musik baku (tempo: kestabilan ketukan/kecepatan; dinamika: variasi keras-lembut bunyi; artikulasi: kejelasan pengucapan/petikan/tiupan nada; harmoni: keterpaduan nada gabungan ritmis dan melodis); dan (Bagian B) menyusun 1 paragraf refleksi personal (minimal 4 kalimat) mengenai kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar (misalnya pelestarian alam, pengurangan sampah plastik, atau penghijauan) yang dihubungkan dengan makna/pesan lagu ansambel yang disajikan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan lembar telaah umpan balik dan lembar refleksi isu lingkungan ke meja guru secara tertib (2 menit).
Penutup:- Guru mengapresiasi kerja keras seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh tahapan bermain ansambel Bab 4, merangkum pencapaian belajar satu bab, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format partitur dengan notasi angka berukuran besar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah materi lagu.
- Proses: Penempatan posisi berdiri/duduk yang mudah dijangkau di area panggung unjuk kerja bagi murid yang membutuhkan kenyamanan gerak fisik tanpa mengurangi durasi maupun aspek penilaian.
- Produk: Format lembar kerja tertulis menyediakan ruang baris yang lebih berjarak bagi murid dengan hambatan motorik halus dalam menulis tangan tanpa mengubah kriteria isi telaah istilah musik dan refleksi lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja penampilan ansambel musik dan asesmen tertulis reflektif: rekaman performa bermain ansambel lagu daerah/Nusantara secara selaras dan terencana, disertai lembar telaah umpan balik antarteman berbasis istilah musik baku serta jurnal refleksi kepedulian terhadap isu lingkungan
- unjuk kerja ansambel kelompok: penampilan bermain musik ansambel lagu daerah/Nusantara sederhana secara berkelompok (dibagi 6 kelompok beranggotakan 4-5 murid, masing-masing tampil 8 menit termasuk persiapan panggung, total 48 menit untuk 6 kelompok) yang dinilai dari keselarasan bunyi, ketepatan nada, ritme, serta keteraturan tahapan bermain instrumen (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ansambel musik (aspek keselarasan nada, ketepatan ritme/tempo, teknik bermain, dan kekompakan kerja artistik))
- penilaian tertulis serentak (umpan balik dan refleksi): lembar kerja tertulis yang dikerjakan seluruh 28 murid secara serentak, memuat telaah umpan balik terhadap permainan ansambel kelompok lain menggunakan istilah musik baku (seperti dinamika, tempo, artikulasi, harmoni) serta paragraf refleksi personal mengenai kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar yang dikaitkan dengan makna sajian musik ansambel (30 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman berstruktur istilah musik dan rubrik jurnal refleksi isu lingkungan)
Sumatif:- unjuk kerja penampilan ansambel musik dan asesmen tertulis reflektif: rekaman performa bermain ansambel lagu daerah/Nusantara secara selaras dan terencana, disertai lembar telaah umpan balik antarteman berbasis istilah musik baku serta jurnal refleksi kepedulian terhadap isu lingkungan
- unjuk kerja ansambel kelompok: penampilan bermain musik ansambel lagu daerah/Nusantara sederhana secara berkelompok (dibagi 6 kelompok beranggotakan 4-5 murid, masing-masing tampil 8 menit termasuk persiapan panggung, total 48 menit untuk 6 kelompok) yang dinilai dari keselarasan bunyi, ketepatan nada, ritme, serta keteraturan tahapan bermain instrumen (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ansambel musik (aspek keselarasan nada, ketepatan ritme/tempo, teknik bermain, dan kekompakan kerja artistik))
- penilaian tertulis serentak (umpan balik dan refleksi): lembar kerja tertulis yang dikerjakan seluruh 28 murid secara serentak, memuat telaah umpan balik terhadap permainan ansambel kelompok lain menggunakan istilah musik baku (seperti dinamika, tempo, artikulasi, harmoni) serta paragraf refleksi personal mengenai kepedulian terhadap isu lingkungan sekitar yang dikaitkan dengan makna sajian musik ansambel (30 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman berstruktur istilah musik dan rubrik jurnal refleksi isu lingkungan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Proses Berpraktik dan Penyajian Musik Ansambel Sederhana (TP 7.4.1 & TP 7.4.2) | Menampilkan musik ansambel dengan nada yang tidak selaras, ketukan tempo/ritme sering terhenti atau tidak teratur, serta tahapan persiapan bermain instrumen belum tertata. | Menampilkan musik ansambel dengan nada yang sebagian selaras, ritme dan tempo mulai teratur meski sesekali goyah, serta tahapan persiapan bermain instrumen mulai dijalankan secara terbimbing. | Menampilkan musik ansambel secara selaras dan kompak, ritme dan tempo terjaga konsisten dari awal hingga akhir lagu, serta menerapkan tahapan persiapan dan bermain instrumen dengan tertib. | Menampilkan musik ansambel dengan keselarasan nada dan harmoni yang sangat baik, ketepatan ritme/tempo terjaga sempurna sepanjang lagu, serta memimpin keteraturan tahapan berpraktik secara mandiri dan meyakinkan. | | Umpan Balik Menggunakan Istilah Musik Baku (TP 7.4.3) | Menuliskan komentar tanpa menggunakan istilah musik baku atau hanya menyebut 1 istilah musik namun definisinya/penerapannya tidak tepat sesuai sajian (Daftar acuan istilah: tempo, dinamika, artikulasi, harmoni). | Menuliskan telaah umpan balik dengan menggunakan 2 istilah musik baku dari daftar acuan secara tepat sesuai dengan penampilan kelompok yang diamati. | Menuliskan telaah umpan balik dengan menggunakan minimal 3 istilah musik baku dari daftar acuan (tempo, dinamika, artikulasi, harmoni) secara tepat dan objektif berdasarkan sajian kelompok yang diamati. | Menuliskan telaah umpan balik secara komprehensif menggunakan seluruh 4 istilah musik baku dari daftar acuan (tempo, dinamika, artikulasi, harmoni) secara tepat, rinci, dan memberikan saran perbaikan yang logis. | | Refleksi Kepedulian terhadap Isu Lingkungan Sekitar melalui Ansambel (TP 7.4.4) | Menuliskan refleksi yang belum memuat isu lingkungan sekitar atau tidak mengaitkan kegiatan bermusik dengan kepedulian lingkungan (kurang dari 2 kalimat). | Menuliskan refleksi yang menyebutkan 1 isu lingkungan sekitar (seperti sampah atau penghijauan) namun kaitannya dengan makna sajian musik ansambel masih sangat umum/terbatas (2-3 kalimat). | Menuliskan refleksi personal minimal 4 kalimat yang menunjukkan empati dan kepedulian nyata terhadap 1 isu lingkungan sekitar (daftar acuan isu: pengelolaan sampah, pelestarian hutan/alam, pengurangan polusi, kebersihan lingkungan) serta mengaitkannya secara bermakna dengan pesan lagu ansambel. | Menuliskan refleksi personal lebih dari 4 kalimat yang mendalam dan berkesadaran tinggi mengenai isu lingkungan sekitar, mengaitkannya secara erat dengan pesan lagu ansambel, serta menyertakan rencana aksi nyata pelestarian lingkungan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana ketercapaian kompetensi musikal murid (keselarasan nada dan ritme) serta ketepatan penggunaan istilah musik baku dalam asesmen sumatif ini?
- Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja ansambel kelompok dan penilaian tertulis mandiri berjalan efektif dan tepat waktu sesuai alokasi 80 menit?
Murid:- Bagian mana dari penampilan ansambel kelompokmu yang sudah paling selaras dan kompak, serta bagian mana yang masih perlu perbaikan?
- Bagaimana makna lagu daerah/Nusantara yang kamu mainkan menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan di sekitarmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII Revisi.
- Aplikasi instrumen penala nada (Tuner App / Keyboard digital penala A=440 Hz).
- Instrumen musik melodis sekolah/murid (Pianika dan Rekorder Sopran).
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII
- Instrumen ritmis sederhana (tamborin, marakas, perkusi tubuh/body percussion, pianika/rekorder)
- Aplikasi metronom digital/audio pengatur tempo (80 BPM)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Bagan partitur notasi angka dan pola irama lagu daerah setempat 'Suwe Ora Jamu'.
- Instrumen musik sekolah/pribadi: pianika, rekorder sopran, tamborin, marakas, triangle, atau instrumen perkusi alternatif.
- Buku Teks Seni Musik Kelas VII Kemendikbudristek
- Partitur aransemen lagu Nusantara sederhana ('Bungong Jeumpa' dan 'Ampar-Ampar Pisang')
- Instrumen musik sekolah (pianika, rekorder, marakas, tamborin, kastanyet, triangel)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Alat musik melodis dan ritmis kelas (pianika, rekorder, tamborin, marakas)
- Lembar Refleksi Diri Umpan Balik Musik Berbasis Istilah Baku
- Perekam suara/audio smartphone untuk dokumentasi permainan musik ansambel
- Rekaman video/audio penampilan ansambel musik sekolah/kelas
- Lembar Kerja Siswa: Format Umpan Balik Permainan Musik
- Kartu Kuis Istilah Musik (Tempo, Dinamika, Intonasi, Artikulasi)
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/2023)
- Instrumen musik sekolah (pianika, rekorder, marakas, tamborin, atau perkusi benda sekitar)
- Gambar/foto dokumentasi isu lingkungan sekitar (sampah, penebangan pohon, sungai tercemar)
- Lembar pengamatan respon musikal dan lembar refleksi murid
- Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek
- Instrumen musik sekolah (rekorder, pianika, alat perkusi) dan instrumen perkusi ritmis daur ulang (botol/ember plastik bersih)
- Lembar kerja kelompok rencana aksi peduli lingkungan dalam ansambel
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning.
- Alat musik ritmis dan melodis (pianika, rekorder, tamborin, marakas, cajon, atau perkusi bambu/lingkungan).
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 4: Lembar Observasi Kinerja Ansambel dan Lembar Umpan Balik serta Refleksi Isu Lingkungan.
|