Modul AjarBab 3Fase DSemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Bab 3: Bernyanyi Bersama

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 7 untuk Bab 3 "Bernyanyi Bersama", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Bab 3: Bernyanyi Bersama

Seni Musik - Kelas 7

Bab 3

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 3 — Bernyanyi Bersama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 3 — Bernyanyi Bersama
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dalam aktivitas bernyanyi bersama
  2. TP 7.3.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik vokal berkelompok
  3. TP 7.3.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok melalui sajian vokal bersama
  4. TP 7.3.4 Melakukan umpan balik kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa saat bernyanyi bersama satu kelas, suara kita terkadang terdengar fals atau tidak menyatu?
  2. Bagaimana cara memastikan tinggi nada yang kita nyanyikan tepat sama dengan teman di sebelah kita?
  3. Bagaimana ketepatan ketukan irama dan alur melodi memengaruhi kekompakan saat kita bernyanyi bersama?
  4. Apa yang terjadi pada sajian lagu daerah jika salah satu anggota kelompok menyanyikan melodi dengan nada atau ketukan yang meleset?
  5. Mengapa kita perlu melakukan pemanasan vokal sebelum bernyanyi bersama kelompok?
  6. Bagaimana bentuk mulut dan kejelasan artikulasi huruf vokal memengaruhi keterpaduan bunyi saat kita bernyanyi bersama?
  7. Bagaimana rasanya ketika kita bernyanyi bersama tetapi ada dua jalur nada yang berbeda dibunyikan secara bersamaan?
  8. Langkah apa yang perlu kita lakukan agar suara kita tetap stabil pada jalur nada sendiri tanpa terbawa oleh kelompok suara lain?
  9. Bagaimana rasa dan makna lagu daerah setempat jika dinyanyikan secara bersama-sama dalam satu kelompok?
  10. Apa yang perlu kita selaraskan saat menyajikan lagu daerah setempat bersama teman sekelompok agar terdengar kompak?
  11. Bagaimana rasa musikal yang tercipta ketika sebuah lagu daerah dinyanyikan bersama dengan dua jalur nada yang berbeda secara serempak?
  12. Apa yang perlu dijaga oleh setiap anggota kelompok agar sajian lagu daerah Nusantara dengan harmoni sederhana terdengar padu dan seimbang?
  13. Bagaimana caramu mengetahui apakah nyanyianmu dalam kelompok sudah selaras dengan teman yang lain?
  14. Mengapa kita perlu menggunakan istilah musik yang tepat saat mengevaluasi hasil rekaman bernyanyi vokal bersama diri kita sendiri?
  15. Bagaimana cara kita memberikan masukan yang objektif dan membangun terhadap sajian vokal kelompok lain?
  16. Istilah musik apa saja yang tepat digunakan saat mengulas vokal bersama lagu tradisi daerah?
  17. Bagaimana keterpaduan unsur nada, irama, dan pembagian suara memengaruhi keutuhan penyajian vokal bersama lagu daerah Nusantara?
  18. Mengapa penggunaan istilah musik yang tepat sangat penting saat kita memberikan umpan balik terhadap penampilan vokal diri sendiri maupun kelompok lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Unsur Nada dan Intonasi dalam Bernyanyi Bersama secara Unisono — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dalam aktivitas bernyanyi bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan membimbing murid berdoa bersama sebelum beraktivitas (3 menit).
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan mengajak murid melakukan Salam Musik menggunakan tangga nada C Mayor (Do-Mi-Sol-Do') yang dibunyikan lewat keyboard/pianika sebagai pemanasan pendengaran (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan unsur nada dan intonasi tepat dalam bernyanyi bersama secara satu suara (unisono) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: membunyikan 3 nada tunggal secara acak pada keyboard yaitu C4 (Do), E4 (Mi), dan G4 (Sol), lalu meminta seluruh murid menirukan tinggi nada tersebut secara bersama-sama untuk memetakan kepekaan pitch/intonasi vokal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan demonstrasi guru mengenai perbedaan menyanyi dengan nada yang tepat (in-tune) vs meleset/fals (out-of-tune) pada motif melodi sederhana 4 nada: C4-D4-E4-C4 (Do-Re-Mi-Do) (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan konsep bernyanyi unisono (semua anggota kelompok menyanyikan melodi dan nada yang sama persis dalam satu tinggi nada yang serempak) serta mengamati visualisasi solmisasi tangga nada C Mayor di papan tulis (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan gim tantangan 'Cermin Nada': Murid A menyanyikan salah satu suku kata solmisasi bernada dari 3 pilihan nada (Do, Re, atau Mi) dan Murid B harus langsung menyanyikan nada yang persis sama, lalu bergantian peran sebanyak 4 putaran (10 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4-5 anak, murid berlatih menerapkan unsur nada dan intonasi pada frasa lagu melodi pendek 8 ketukan berikut: | Do Re Mi Fa | Sol Fa Mi Do | dengan iringan tempo sedang (60 bpm) dari ketukan metronom/papan keyboard (10 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran menerapkan unsur nada dan intonasi presisi dengan menyanyikan lagu unisono pendek 'Gundhul-Gundhul Pacul' (frasa 1-2: Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan) dalam satu suara serentak tanpa pecah suara, dipandu nada dasar C (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa keselarasan bunyi yang baru saja dinyanyikan: menyadari bagian nada mana yang masih terdengar meleset (fals) dan mencoba mengulang 1 frasa nada tersebut secara perlahan hingga benar-benar menyatu (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menyamakan tinggi nada (pitch) agar tercipta keterpaduan bunyi unisono yang bulat dan merdu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap capaian ketepatan nada murid dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang masih kesulitan menjangkau nada tinggi, disediakan rentang nada alternatif yang lebih rendah (tuts C3-G3), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan melodi frasa lanjutan dengan lompatan interval terts (Do-Mi, Re-Fa).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan panduan instrumen tunggal berulang per nada, sedangkan murid yang mandiri berlatih mandiri hanya dengan patokan nada awal (tuning pitch).
  • Produk: Semua murid menampilkan unjuk kerja menyanyi unisono; murid yang memerlukan scaffolding dinilai pada ketepatan melodi 4 nada pertama, sedangkan murid mahir menampilkan 2 frasa penuh lagu daerah secara utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes vokal peniruan nada tunggal di awal pembelajaran: Guru membunyikan 3 nada acak pada keyboard/pianika yaitu (1) C4 [Do], (2) E4 [Mi], (3) G4 [Sol]. Guru mencatat kesiapan murid dalam membidik nada dengan tepat (acuan: nada vokal murid berfrekuensi sama persis dengan tuts yang dibunyikan tanpa meleset naik/turun).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja bernyanyi bersama secara unisono pada frasa lagu 'Gundhul-Gundhul Pacul': Mengamati ketepatan nada (pitch) dan keserempakan intonasi unisono setiap kelompok (acuan melodi nada: Do-Mi-Do-Mi-Fa-Sol-Sol; Fa-Sol-Fa-Sol-Fa-Mi-Do).

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian akhir sesi: Setiap murid menyanyikan bersama kelompoknya 1 frasa melodi acuan (| Do Re Mi Fa | Sol Fa Mi Do |) secara serempak. Kriteria ketercapaian: Seluruh anggota kelompok menyanyikan ke-8 nada tepat sesuai tinggi nada keyboard tanpa ada yang fals/sumbang.

Formatif:

  • Unjuk kerja vokal kelompok (pengamatan keterpaduan nada dan ketepatan intonasi lagu unisono)
  • Cek pemahaman individu/berpasangan melalui permainan cermin nada

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Nada (Pitch / Intonasi)Menyanyikan nada dengan intonasi yang sebagian besar meleset/fals dari nada panduan (kurang dari 3 nada tepat dari 8 nada acuan).Menyanyikan nada dengan tepat pada sebagian kecil melodi (tepat 3-5 nada dari 8 nada acuan), masih sering terdengar sumbang.Menyanyikan nada dengan intonasi yang tepat dan stabil pada sebagian besar melodi (tepat 6-7 nada dari 8 nada acuan).Menyanyikan seluruh nada (8 dari 8 nada acuan) dengan intonasi yang sangat tepat, bersih, dan konsisten tanpa nada fals secara mandiri.
Keterpaduan Bunyi Unisono dalam Bernyanyi BersamaSuara belum menyatu dengan kelompok, nada terdengar bertabrakan/berbeda tinggi nada sendiri secara dominan.Mulai menyatu dengan suara kelompok namun masih sering goyah dan terpengaruh vokal di sekitarnya.Mampu menyelaraskan tinggi nada secara serempak bersama kelompok dalam satu suara (unisono) pada sebagian besar frasa lagu.Mampu menyelaraskan tinggi nada secara padu, bulat, dan serempak (unisono murni) bersama kelompok di sepanjang frasa lagu secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode peniruan nada dengan instrumen tuts efektif membantu murid membidik nada yang tepat?
  • Berapa persentase murid yang sudah mampu bernyanyi unisono tanpa meleset nada (fals)?

Murid:

  • Bagian nada mana pada lagu yang paling mudah dan paling menantang untuk saya nyanyikan dengan tepat?
  • Bagaimana perasaan saya ketika suara saya berhasil menyatu pas dengan suara teman-teman kelompok?

Pertemuan 2 — Menerapkan Irama dan Melodi dalam Bernyanyi Bersama Lagu Daerah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dalam aktivitas bernyanyi bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan unsur irama dan melodi dalam bernyanyi bersama menggunakan lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul' (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan 2 potongan motif melodi dan meminta murid secara klasikal menirukan serta menunjukkan ketukan irama yang tepat (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan model audio dan menyimak lembar partitur notasi angka lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul' birama 4/4 dengan tempo sedang (moderat) (5 menit).
  • Murid bersama bimbingan guru membedah pola irama dengan bertepuk tangan stabil pada ketukan 1-2-3-4 serta membaca alur melodi solmisasi frase pertama: | 1 3 1 3 | 4 5 5 . | dan frase kedua: | 7 1' 7 1' | 7 5 . . | untuk mengamati arah naik-turun nada (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok vokal (beranggotakan 4-5 orang) untuk melakukan permainan tantangan 'Tepuk Irama & Senandung Melodi', di mana satu murid memandu ketukan irama dan anggota lain menyanyikan melodi lagu daerah secara serempak (15 menit).
  • Secara bergantian antar-kelompok, setiap kelompok menerapkan unsur irama (ketukan stabil birama 4/4) dan melodi (ketepatan kontur nada solmisasi dan lirik) dalam bernyanyi bersama lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul' dari awal hingga akhir lagu (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa keselarasan sajian bernyanyi bersama yang baru dilakukan, mencocokkan apakah ketukan irama terburu-buru atau melodi ada yang fals pada frase tertentu (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menjaga kestabilan irama dan ketepatan melodi agar sajian bernyanyi vokal bersama terdengar harmonis dan padu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap latihan kelompok hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur notasi angka dengan panduan simbol visual arah tinggi-rendah nada bagi murid yang memerlukan dukungan membaca melodi, serta teks partitur standar bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menepuk ketukan irama terlebih dahulu sebelum masuk ke melodi lirik, sedangkan murid yang sudah mahir dapat langsung menyanyikan melodi dengan variasi dinamika tempo tanpa kehilangan ketukan dasar.
  • Produk: Semua kelompok tetap menyanyikan lagu daerah yang sama secara bersama, dengan toleransi pendampingan ketukan ritmis alat perkusi sederhana bagi kelompok pemula.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tiru motif melodi dan ketukan (diagnostik lisan/praktik singkat): Guru menyanyikan motif melodi pendek 4 ketuk: | 1 2 3 1 | sambil menepuk pulsa stabil. Murid menirukan serempak. Kriteria kesiapan: Murid dianggap siap jika mampu menirukan tinggi nada do-re-mi-do secara tepat dan ketukan tidak bertambah cepat/lambat (acuan: nada tepat do=C, 4 ketukan konstan berkecepatan M.M. 80).

Proses:

  • Lembar observasi kelompok saat menyanyikan lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul': Mengamati 2 indikator: (1) Kestabilan ketukan irama dari birama 1 sampai akhir lagu tanpa tempo bergeser; (2) Ketepatan nada melodi (pitch accuracy) pada 4 frase lagu (frase 1: 1 3 1 3 | 4 5 5; frase 2: 7 1' 7 1' | 7 5; frase 3: 1 3 1 3 | 4 5 5; frase 4: 7 1' 7 1' | 7 5; frase penutup: 1' 7 6 5 | 4 3 2 1).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian bernyanyi bersama di akhir sesi: Setiap kelompok menyanyikan 2 baris bait pertama 'Gundhul-gundhul pacul cul, gembelengan' secara bersama. Acuan ketercapaian: Seluruh anggota kelompok masuk bersamaan pada ketukan pertama dan menyanyikan nada melodi sesuai nada dasar tanpa penyimpangan nada.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja bernyanyi bersama kelompok menggunakan lembar amatan keterpaduan irama dan ketepatan melodi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Ketukan Irama dalam Bernyanyi BersamaBelum mampu menjaga ketukan irama; tempo bernyanyi bersama sering berubah drastis (terburu-buru atau melambat) di sepanjang lagu.Mampu menjaga ketukan irama pada sebagian kecil frase lagu, namun masih mengalami pergeseran tempo saat bernyanyi bersama di bagian tengah lagu.Mampu menerapkan ketukan irama yang stabil dan serempak di sebagian besar lagu daerah yang dinyanyikan bersama kelompok.Menerapkan ketukan irama birama 4/4 secara konsisten, stabil, dan serempak sejak ketukan awal hingga akhir lagu tanpa ada jeda atau deviasi tempo.
Penerapan Ketepatan Nada Melodi dalam Bernyanyi BersamaBelum mampu menyanyikan melodi lagu dengan nada yang tepat; mayoritas nada meleset/fals saat bernyanyi bersama.Mampu menyanyikan melodi dengan nada yang tepat pada frase pembuka, namun mengalami nada sumbang/fals pada perpindahan nada tinggi.Menyanyikan melodi lagu daerah dengan nada yang tepat pada hampir seluruh alur lagu bersama kelompok.Menerapkan seluruh alur melodi lagu daerah dengan nada yang sangat tepat (akurat), bersih dari nada fals, serta padu secara serempak di seluruh frase.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain ketukan dan senandung melodi efektif membantu murid menjaga keserempakan bernyanyi bersama?
  • Bagian frase lagu daerah mana yang paling banyak mengalami kesalahan nada atau tempo meleset pada murid?

Murid:

  • Bagian mana dari lagu 'Gundhul-Gundhul Pacul' yang paling menantang untuk dinyanyikan bersama secara tepat nadanya?
  • Apa yang saya dan kelompok lakukan agar ketukan irama tidak mendahului atau tertinggal dari teman sekelompok?

Pertemuan 3 — Menerapkan Proses Pemanasan Vokal dan Artikulasi untuk Keterampilan Bermusik Vokal Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik vokal berkelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu postur tubuh tegap rileks (3 menit).
  • Guru melaksanakan Asesmen Awal diagnostik berupa peragaan vokalisi pendek bersuku kata 'ma-me-mi-mo-mu' pada nada C4-D4-E4-F4-G4 lalu turun ke C4 untuk memeriksa kesiapan pernapasan diafragma (bahu tidak terangkat) dan artikulasi vokal (acuan: bahu tetap tenang, rongga mulut terbuka vertikal minimal 2 jari pada vokal 'a' dan 'o') (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai 2 tahapan proses berpraktik musik vokal: pemanasan pernapasan diafragma (menarik napas 4 ketukan tanpa mengangkat bahu, menahan 4 ketukan, menghembuskan mendesik 'tss' 8 ketukan) dan teknik pelafalan vokal murni (A, I, U, E, O) secara terpadu (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi kesalahan umum dalam latihan vokal berkelompok melalui peragaan kontras oleh guru (contoh salah: bahu terangkat dan mulut menyempit horizontal; contoh benar: diafragma mengembang dan bentuk mulut bulat vertikal) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk menjalankan latihan pemanasan vokal berjenjang: latihan napas desis 'tss' serentak dan vokalisi arpeggio menggunakan suku kata 'la-le-li-lo-lu' yang dinaikkan bertahap setengah nada (dari C4 ke D4) (10 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan, setiap kelompok mengikuti tantangan estafet artikulasi vokal 'Teka-Teki Suku Kata Terpadu': menyanyikan frasa pendek melodi 'Do-Re-Mi-Fa-Sol-Fa-Mi-Re-Do' berturut-turut dengan variasi vokal konsonan 'ma-me-mi-mo-mu', 'pa-pe-pi-po-pu', dan 'ta-te-ti-to-tu' secara kompak dan serempak (15 menit).
  • Kelompok menerapkan latihan pemanasan dan artikulasi tersebut langsung pada 2 kalimat awal lagu latihan berkelompok ('Indonesia Subur': 'Indonesia tanah yang subur, kaya makmur aman dan indah') dengan fokus menjaga bukaan mulut dan keseragaman pengucapan konsonan/vokal (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling mengamati dan mengevaluasi penerapan pemanasan vokal serta kejelasan artikulasi kelompok pasangan dengan mengisi lembar cek observasi proses vokal (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya rutinitas pemanasan vokal dan keseragaman artikulasi sebagai proses perbaikan keterampilan vokal kelompok (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian latihan kelompok dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang pembagian suara vokal berkelompok (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual bentuk mulut vokal (A, I, U, E, O) untuk kelompok yang membutuhkan pengingat visual.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menguasai artikulasi diberi tantangan vokalisi arpeggio dengan tempo lebih cepat (allegro), sedangkan murid yang masih kaku berlatih vokalisi berjarak tangga nada bertangga lambat (adagio) secara terbimbing.
  • Produk: Kelompok dapat memilih fokus variasi konsonan pemanasan (konsonan bibir 'm/p' atau konsonan lidah 't/l') saat menampilkan hasil latihan kalimat lagu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan diagnostik individual/kelompok kecil: Murid memperagakan vokalisi nada C4-D4-E4-F4-G4 bersuku kata 'ma-me-mi-mo-mu'. Acuan penilaian: (1) Pernapasan diafragma: bahu tidak terangkat saat mengambil napas; (2) Artikulasi: rongga mulut terbuka vertikal minimal 2 jari pada vokal 'a' dan 'o' serta bibir membulat maju pada vokal 'u'.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja proses latihan kelompok saat menyanyikan 2 kalimat lagu 'Indonesia Subur'. Acuan yang diamati: (1) Pelaksanaan pemanasan diafragma sebelum bernyanyi secara serentak; (2) Artikulasi vokal A-I-U-E-O seragam dan konsonan terucap tegas tanpa ada anggota yang tertinggal.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan unjuk kerja akhir: Setiap kelompok menyanyikan penggalan frasa 'Indonesia tanah yang subur' secara bersama-sama. Kriteria penerimaan operasional: Seluruh anggota kelompok bernyanyi dengan bukaan mulut seragam vertikal pada kata 'subur' dan konsonan awal 't' pada 'tanah' dilafalkan serentak dan tegas.

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja proses pemanasan napas dan artikulasi vokalisi kelompok
  • Lembar observasi keterpaduan artikulasi antarkelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Proses Pemanasan Vokal BerkelompokBelum menerapkan teknik pernapasan diafragma dan pemanasan vokalisi; bahu masih terangkat saat bernyanyi bersama.Menerapkan pemanasan vokalisi dan pernapasan diafragma namun masih memerlukan instruksi berulang dari guru.Menerapkan seluruh tahapan pemanasan vokal (pernapasan diafragma dan vokalisi bertahap) secara mandiri bersama kelompok.Menerapkan seluruh tahapan pemanasan vokal secara konsisten, mandiri, tertib, dan mampu menjaga keserempakan napas kelompok secara penuh.
Penerapan Artikulasi dalam Vokal BerkelompokArtikulasi vokal dan konsonan belum jelas, bentuk rongga mulut belum terbuka secara tepat saat bernyanyi bersama.Artikulasi vokal mulai jelas namun keseragaman bentuk bukaan mulut antaranggotanya masih bervariasi/tidak seragam.Menerapkan artikulasi vokal (A, I, U, E, O) dan konsonan dengan bentuk mulut yang tepat serta seragam bersama anggota kelompok.Menerapkan artikulasi vokal dan konsonan secara sangat jelas, seragam, tegas, dan konsisten pada seluruh frasa lagu yang dilatih bersama kelompok.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pemanasan vokal dan latihan artikulasi berjalan efektif untuk seluruh kelompok?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam memperbaiki kebiasaan postur dan bukaan mulut selama latihan berlangsung?

Murid:

  • Bagian mana dari pemanasan vokal (napas desis atau tangga nada artikulasi) yang paling membantu suara saya keluar lebih leluasa?
  • Apa yang perlu saya perbaiki bersama teman kelompok agar artikulasi kami terdengar lebih serentak dan jelas?

Pertemuan 4 — Menerapkan Pembagian Suara dan Keterpaduan Bunyi dalam Praktik Musik Vokal Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik vokal berkelompok

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan membimbing doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan proses latihan pembagian suara (dua suara: Suara 1 tinggi dan Suara 2 rendah) serta menjaga keterpaduan bunyi dalam praktik musik vokal berkelompok (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyanyikan satu nada dasar C (do) lalu menirukan nada harmoni E (mi) yang dibunyikan piano/keyboard, untuk mengidentifikasi kesiapan murid bernyanyi pada register nada tinggi atau rendah (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai proses latihan vokal berkelompok 2 suara: membagi kelompok menjadi Suara 1 (melodi utama/register lebih tinggi: C4–E5) dan Suara 2 (harmoni/register lebih rendah: A3–C5), serta teknik saling mendengarkan untuk menjaga keterpaduan bunyi (10 menit).
  • Murid menyimak dan mencermati partitur frase vokal latihan 2 suara sepanjang 4 birama pada birama 4/4 bertangga nada C mayor: Suara 1: | 1 . 3 . | 5 . 3 . | 4 . 2 . | 1 . . . | dan Suara 2: | 1 . 1 . | 3 . 1 . | 2 . 7, . | 1 . . . | (acuan ketepatan: Suara 1 dan Suara 2 berpadu membentuk interval terts/akor C-G-C secara serempak) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok vokal beranggotakan 4-6 orang (setengah anggota memegang Suara 1, setengah lagi memegang Suara 2), lalu melakukan permainan vokal 'Tantangan Gema Harmoni': kelompok bergantian menahan jalur nadanya masing-masing saat kelompok lain mulai masuk, untuk melatih fokus dan keterpaduan bunyi tanpa terdistraksi (15 menit).
  • Setiap kelompok menerapkan tahapan proses latihan berpraktik musik secara bertahap: (1) melatih Suara 1 secara mandiri, (2) melatih Suara 2 secara mandiri, dan (3) menggabungkan kedua suara bersama-sama pada frase vokal latihan 4 birama dengan menjaga keseimbangan volume antar-jalur suara (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menampilkan hasil latihan frase vokal 2 suara di depan kelas, sementara kelompok lain menyimak proses perpaduan suaranya (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian frase mana yang jalurnya sudah padu dan bagian mana yang sempat terbawa nada suara lain, kemudian mencoba mengulang perbaikan 1 kali pada birama yang belum padu (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses latihan bernyanyi vokal berkelompok dua suara yang efektif, yaitu menguasai jalur suara sendiri terlebih dahulu sebelum memadukannya dengan mendengarkan suara kelompok lain (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap perkembangan keterampilan bernyanyi vokal kelompok hari ini dan menginformasikan bahwa keterampilan pembagian suara ini akan diterapkan pada penyajian lagu daerah pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur frase notasi angka dengan kode warna berbeda (merah untuk Suara 1, biru untuk Suara 2) bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta partitur tanpa warna bagi murid yang sudah lancar membaca notasi.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan berlatih dengan iringan tuts keyboard panduan per suara secara bergantian, sedangkan kelompok yang sudah mahir langsung berlatih akapela (tanpa iringan) untuk melatih kemandirian menjaga keterpaduan bunyi.
  • Produk: Kelompok pemula berfokus memadukan 2 birama pertama frase vokal, sedangkan kelompok mahir memadukan keseluruhan 4 birama secara utuh dengan tempo stabil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik peniruan nada: Murid menirukan 2 nada bertingkat: (1) Nada C4 (do sedang) dan (2) Nada E4 (mi sedang) yang dibunyikan guru. Acuan kesiapan: Murid yang mampu menirukan kedua nada dengan pitch tepat dikelompokkan fleksibel pada Suara 1 atau 2; murid yang hanya nyaman pada nada rendah ditempatkan pada Suara 2; murid yang hanya nyaman pada nada tinggi ditempatkan pada Suara 1.

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja kelompok saat latihan mandiri menerapkan 4 birama vokal 2 suara. Acuan ketercapaian: (1) Suara 1 konsisten menyanyikan nada | 1 . 3 . | 5 . 3 . | 4 . 2 . | 1 . . . | tanpa tergelincir ke nada Suara 2; (2) Suara 2 konsisten menyanyikan nada | 1 . 1 . | 3 . 1 . | 2 . 7, . | 1 . . . | tanpa tergelincir ke nada Suara 1; (3) Keterpaduan bunyi terdengar seimbang tanpa saling mendominasi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja di akhir sesi: Setiap kelompok membunyikan frase 4 birama latihan secara serempak 2 suara. Kriteria penerimaan operasional: kelompok berhasil menyelesaikan frase dari birama 1 hingga birama 4 dengan masing-masing jalur suara tetap stabil pada jalurnya dan terdengar harmonis/padu tanpa berhenti di tengah lagu.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja proses pembagian suara dan keterpaduan bunyi selama latihan kelompok menggunakan lembar amatan rubrik keterpaduan vokal.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembagian Suara (Kestabilan Jalur Suara)Belum mampu mempertahankan jalur suara masing-masing (Suara 1 atau Suara 2 masih sering tergelincir mengikuti nada suara lain di seluruh birama).Mampu mempertahankan jalur suara masing-masing pada 1-2 birama awal, tetapi masih tergelincir pada birama berikutnya.Mampu mempertahankan jalur suara masing-masing pada seluruh 4 birama dengan sedikit pengulangan/bimbingan guru.Mampu mempertahankan jalur suara masing-masing pada seluruh 4 birama secara stabil dan mandiri tanpa terpengaruh suara lain.
Keterpaduan Bunyi Kelompok (Harmoni Vokal)Belum terpadu; satu suara mendominasi secara berlebihan dan ketukan masuk antarsuara tidak serempak.Mulai terpadu dan serempak pada sebagian kecil frase (1-2 birama), namun keseimbangan volume antarsuara masih timpang.Keterpaduan bunyi dan keseimbangan volume antarsuara tercapai pada hampir seluruh birama (3-4 birama).Keterpaduan bunyi sangat utuh, serempak, dan keseimbangan volume antar-kedua jalur suara terjaga konsisten di sepanjang latihan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok suara (Suara 1 dan Suara 2) sudah merata dan sesuai dengan jangkauan vokal murid?
  • Apakah langkah perbaikan pada tahap merefleksi efektif membantu murid mengatasi kesulitan saat nada mereka terdistraksi oleh kelompok suara lain?

Murid:

  • Kesulitan apa yang saya hadapi ketika menyanyikan jalur suara saya saat kelompok lain menyanyikan nada yang berbeda?
  • Langkah apa yang paling membantu saya dan kelompok untuk membuat kedua suara berpadu dengan seimbang?

Pertemuan 5 — Menyajikan Lagu Daerah Setempat secara Berkelompok dalam Bentuk Vokal Bersama — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok melalui sajian vokal bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan musik sederhana berupa lagu daerah setempat secara berkelompok dalam sajian vokal bersama (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan lembar lirik lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir' bait 1 dan meminta seluruh murid secara klasikal menyanyikan dua baris pembuka bersama-sama untuk mengecek kesiapan menyanyikan lagu daerah setempat secara serempak. Kriteria kesiapan: murid mampu menyanyikan lirik 'Kicir kicir ini lagunya, lagu lama ya tuan dari Jakarta' secara serempak bersama ketukan tanpa berhenti di tengah baris (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencermati partitur/lembar lirik lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir' lengkap (Bait 1: 'Kicir kicir ini lagunya / Lagu lama ya tuan dari Jakarta / Saya menyanyi ya tuan memang sengaja / Untuk menghibur menghibur hati nan duka'; Bait 2: 'Burung dara burung merpati / Terbang cepat ya tuan tiada tara / Biarlah kita ya tuan suka menyanyi / Badanlah sehat ya tuan hati gembira') dan mengidentifikasi bagian bait serta tempo lagu yang akan disajikan bersama (10 menit).
  • Setiap kelompok membaca bersama lirik lagu sesuai ketukan dasar 4/4 secara serempak untuk memastikan keselarasan awal sajian vokal kelompok mereka (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Permainan Estafet Baris Serempak: Secara bergantian antar-kelompok, tiap kelompok menyanyikan satu baris lagu 'Kicir-Kicir' secara serempak ketika ditunjuk guru, lalu disambung kelompok berikutnya tanpa terputus ketukannya, menghadirkan suasana latihan yang dinamis dan menyenangkan (10 menit).
  • Setiap kelompok berlatih menyajikan lagu 'Kicir-Kicir' secara utuh (bait 1 dan bait 2) dalam sajian vokal bersama, menyelaraskan awal masuk lagu, pergantian bait, dan akhir lagu secara kompak (15 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran tampil ke depan kelas menyajikan lagu 'Kicir-Kicir' dalam bentuk sajian vokal bersama di hadapan teman-temannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa kembali penampilan penyajian vokal bersama yang baru dilakukan, mencatat apakah seluruh anggota kelompok berhasil memulai dan mengakhiri lagu secara bersamaan dari awal hingga akhir lagu 'Kicir-Kicir' (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik umum mengenai penyajian lagu daerah setempat secara berkelompok yang telah ditampilkan oleh seluruh kelompok (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (menyajikan lagu daerah Nusantara dengan harmoni sederhana), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks lirik dengan tanda jeda ketukan visual per baris; murid yang sudah mahir membawakan lirik tanpa panduan teks.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan dipandu guru dengan aba-aba ketukan tangan saat latihan; kelompok yang mahir menentukan aba-aba ketukan mandiri oleh salah satu anggota.
  • Produk: Kelompok dapat memilih membawakan lagu daerah setempat pilihan alternatif (misalnya 'Jali-Jali') apabila seluruh anggota kelompok telah menguasainya secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menyanyikan bersama secara klasikal dua baris awal lagu daerah setempat 'Kicir-Kicir' (acuan lirik: 'Kicir kicir ini lagunya, lagu lama ya tuan dari Jakarta'). Kriteria ketercapaian: murid menyanyi bersama ketukan tanpa terhenti di tengah baris.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja latihan dan penampilan penyajian vokal berkelompok membawakan lagu 'Kicir-Kicir' (bait 1 dan bait 2) dengan indikator: (1) kekompakan memulai awal lagu bersamaan, (2) kelancaran menyajikan kedua bait lirik tanpa terputus secara serempak, dan (3) kekompakan mengakhiri lagu bersamaan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman kelompok melalui lembar periksa mandiri: kelompok mencentang keterlaksanaan 3 indikator penyajian vokal bersama lagu daerah setempat: (1) Masuk awal lagu bersamaan, (2) Menyanyikan bait 1 dan bait 2 secara serempak, (3) Menutup akhir lagu bersamaan. Kriteria tuntas: minimal 2 dari 3 indikator terpenuhi.

Formatif:

  • Unjuk kerja penyajian vokal bersama lagu daerah setempat secara berkelompok menggunakan lembar observasi keterpaduan awal, bait, dan akhir sajian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sajian vokal berkelompok lagu daerah setempatMenyajikan lagu daerah setempat bersama kelompok dengan sering tidak serempak saat memulai, di tengah bait, maupun saat mengakhiri lagu.Menyajikan lagu daerah setempat bersama kelompok dengan memulai bersamaan namun beberapa kali tidak serempak di pertengahan bait.Menyajikan lagu daerah setempat bersama kelompok secara serempak dari awal masuk, seluruh bait 1 dan bait 2, hingga akhir lagu.Menyajikan lagu daerah setempat bersama kelompok secara serempak, kompak, dan konsisten dari awal hingga akhir lagu secara mandiri tanpa aba-aba guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok dapat berpartisipasi aktif menyajikan lagu daerah setempat secara bersama-sama?
  • Bagian lagu mana yang paling sering mengalami ketidakserempakan vokal antar-anggota kelompok?

Murid:

  • Apa hal paling menyenangkan saat menyajikan lagu daerah setempat bersama teman sekelompok?
  • Tantangan apa yang dihadapi kelompokmu agar bisa bernyanyi secara kompak dari awal hingga akhir?

Pertemuan 6 — Menyajikan Lagu Daerah Nusantara dengan Harmoni Sederhana secara Berkelompok — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok melalui sajian vokal bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas untuk praktik vokal bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memainkan penggalan melodi lagu 'Yamko Rambe Yamko' pada nada dasar C mayor (do-mi-sol-do') dan meminta seluruh murid menyanyikan nada dasar secara bersama, kemudian mengetes kesiapan murid menyanyikan nada harmoni terts di atasnya (mi-sol-si-do') untuk memetakan kesiapan pendengaran harmoni kelompok (acuan diagnostik: kelompok siap jika mampu membunyikan nada harmoni terts ketiga di atas melodi utama tanpa tergelincir kembali ke melodi utama) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi vokal sajian lagu daerah Nusantara 'Yamko Rambe Yamko' (Papua) dalam format vokal dua suara sederhana: Suara 1 (melodi utama: mi - mi - fa - sol - sol) dan Suara 2 (harmoni nada terts di bawahnya: do - do - re - mi - mi) dengan prinsip berkesadaran terhadap perbedaan jalur nada vokal yang berpadu (10 menit).
  • Murid secara bergantian dalam barisan mencoba melantunkan jalur suara masing-masing (Suara 1 dan Suara 2) secara terpisah dipandu ketukan stabil untuk memastikan ketepatan masuknya nada pada setiap baris lagu (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok vokal beranggotakan 5-6 orang untuk memainkan permainan tantangan musikal 'Tebak & Kunci Nada', di mana satu subkelompok memegang nada dasar dan subkelompok lain menyanyikan nada harmoni bersahutan secara menggembirakan sebelum menggabungkannya (15 menit).
  • Setiap kelompok berlatih menyajikan lagu daerah Nusantara 'Yamko Rambe Yamko' secara berkelompok dengan susunan harmoni dua suara sederhana dari awal bait hingga refrain secara utuh (15 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran menyajikan musik vokal lagu daerah Nusantara dengan harmoni sederhana tersebut di hadapan kelompok lain di ruang kelas (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi berkesadaran mengenai keterpaduan bunyi saat menyajikan vokal kelompok dua suara, mengenali bagian perpindahan nada harmoni yang sudah selaras dan bagian yang masih memerlukan latihan keseimbangan bunyi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian seluruh kelompok yang telah berhasil menyajikan lagu daerah Nusantara dalam sajian vokal bersama dua suara (3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai umpan balik terhadap kemampuan bernyanyi bersama, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan notasi melodi harmoni sederhana berupa garis nada visual, sedangkan kelompok yang sudah mahir dapat menambahkan variasi dinamika lembut-tegas pada sajian vokal harmoni.
  • Proses: Kelompok pendampingan berlatih dengan iringan instrumen keyboard/pianika pengunci nada dari guru, sedangkan kelompok mahir berlatih mandiri menjaga kestabilan nada harmoni secara akapela.
  • Produk: Kelompok pemula menyajikan 1 bait lagu Nusantara dengan harmoni 2 suara, sedangkan kelompok mahir menyajikan lagu secara lengkap (bait dan refrain) dengan keterpaduan harmoni dua suara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes kesiapan vokal harmoni: Guru membunyikan nada melodi utama C mayor (C4 = 'do') dan meminta kelompok Suara 2 menyanyikan harmoni terts di atasnya (E4 = 'mi') pada penggalan refrain lagu 'Yamko Rambe Yamko'. Acuan ketercapaian: murid dinyatakan siap harmoni bila mampu menahan nada E4 selama 4 ketukan tanpa terseret menyanyikan nada C4.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja penyajian vokal kelompok saat latihan dan penampilan: mengamati stabilitas melodi Suara 1, stabilitas melodi Suara 2, dan keterpaduan kedua suara saat dinyanyikan serempak pada lagu daerah Nusantara 'Yamko Rambe Yamko'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian unjuk kerja penyajian vokal berkelompok: Setiap kelompok menyanyikan penggalan refrain lagu 'Yamko Rambe Yamko' secara serempak 2 suara. Kriteria penerimaan operasional: kelompok dinyatakan tuntas apabila Suara 1 (melodi utama) dan Suara 2 (harmoni) terdengar serempak bersamaan dari awal hingga akhir refrain tanpa ada jalur suara yang terputus atau beralih ke jalur suara pasangannya.

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja penyajian vokal bersama lagu daerah Nusantara dengan harmoni sederhana menggunakan lembar observasi proses latihan dan penampilan kelompok.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sajian Vokal Bersama Lagu Daerah Nusantara Harmoni SederhanaMenyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok tetapi kedua jalur suara belum harmonis (suara harmoni masih terseret mengikuti melodi utama seluruhnya).Menyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok dengan sebagian baris lagu berhasil dinyanyikan dalam harmoni dua suara, namun masih sering goyah dan beralih ke melodi utama pada tengah lagu.Menyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok dengan harmoni sederhana dua suara yang stabil dari bait hingga refrain secara konsisten.Menyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok dengan harmoni sederhana dua suara yang stabil, padu, serta menjaga keseimbangan volume antarsuara secara mandiri tanpa bantuan panduan instrumen.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian jalur suara dalam kelompok vokal sudah berjalan merata sesuai rentang vokal murid?
  • Bagian lagu daerah Nusantara manakah yang paling menantang bagi murid saat menjaga keterpaduan dua suara?

Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat mempertahankan jalur nada suara kelompok saya agar tidak terpengaruh oleh jalur suara lain?
  • Bagaimana perasaan saya ketika mendengar paduan nada dua suara kelompok kami terdengar selaras saat bernyanyi bersama?

Pertemuan 7 — Melakukan Umpan Balik terhadap Kemampuan Bernyanyi Bersama Diri Sendiri Menggunakan Istilah Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.4 Melakukan umpan balik kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam musik, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran secara berkesadaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan berlatih melakukan umpan balik kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri menggunakan istilah musik yang tepat (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan kuis diagnostik singkat menjodohkan 3 istilah musik dengan definisinya pada papan tulis: (1) Intonasi -> Ketepatan tinggi rendahnya nada yang dibunyikan; (2) Artikulasi -> Kejelasan pengucapan kata dan pelafalan huruf vokal/konsonan saat bernyanyi; (3) Harmoni/Keterpaduan nada -> Keselarasan bunyi gabungan nada yang terdengar serasi (acuan kunci: 1-Ketepatan tinggi rendah nada, 2-Kejelasan pengucapan kata/huruf, 3-Keselarasan gabungan nada) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memutar rekaman audio/video penampilan bernyanyi bersama kelas dari pertemuan sebelumnya, lalu menjelaskan cara mencermati aspek intonasi, artikulasi, dan harmoni (keterpaduan bunyi) secara objektif (10 menit).
  • Game Tebak Istilah Musik (Menggembirakan): Guru membacakan 3 cuplikan umpan balik rumpang lalu meminta murid berlomba menunjuk kartu istilah yang tepat: (1) 'Suaramu terdengar fals di nada tinggi karena kurang tepat [...]' -> kartu 'Intonasi'; (2) 'Kata-kata pada lirik lagu kurang terdengar jelas pengucapannya karena masalah [...]' -> kartu 'Artikulasi'; (3) 'Paduan suara dua nada terdengar sumbang dan belum selaras [...]' -> kartu 'Harmoni' (acuan kunci: 1=Intonasi, 2=Artikulasi, 3=Harmoni) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mendengarkan kembali secara mandiri rekaman audio/video vokal bersama saat dirinya bernyanyi dalam kelompok, lalu mengisi Lembar Umpan Balik Diri Sendiri dengan 3 aspek terarah: intonasi, artikulasi, dan harmoni (15 menit).
  • Murid menuliskan deskripsi umpan balik diri sendiri berupa kekuatan dan area perbaikan vokal bersamanya menggunakan kalimat objektif beristilah musik (kriteria penerimaan: memuat minimal 2 istilah musik seperti intonasi, artikulasi, tempo, atau harmoni yang digunakan secara tepat sesuai konteks rekaman diri) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan saling membacakan isi lembar umpan balik diri yang telah dibuatnya untuk saling mengonfirmasi ketepatan penggunaan istilah musik yang dipilih (10 menit).

Penutup:

  • Asesmen Akhir: Guru mengecek pemahaman dengan meminta murid melengkapi 1 kalimat tiket keluar: 'Umpan balik terhadap rekaman bernyanyi bersama diri saya adalah [...] (wajib memuat minimal 1 istilah musik: intonasi/artikulasi/harmoni)' (acuan: keterpenuhan penggunaan minimal 1 istilah musik secara tepat) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil umpan balik diri murid dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melakukan umpan balik terhadap kelompok lain, lalu menutup dengan salam musik (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan glosarium mini istilah vokal (intonasi, artikulasi, resonansi, harmoni, blend) pada lembar kerja bagi murid yang membutuhkan panduan.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dalam membedakan kesalahan intonasi dan artikulasi pada rekaman; bagi murid yang mahir, diminta menganalisis keterpaduan warna suara (timbre/blend) selain intonasi dan artikulasi.
  • Produk: Format penulisan umpan balik diri dapat berupa daftar cek bertingkat dengan catatan singkat terarah atau uraian paragraf evaluasi deskriptif terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjodohkan 3 istilah musik dengan maknanya: (1) Intonasi, (2) Artikulasi, (3) Harmoni (acuan jawaban: 1 = ketepatan tinggi rendah nada; 2 = kejelasan pelafalan kata/huruf vokal-konsonan; 3 = keselarasan paduan nada vokal).

Proses:

  • Observasi pengerjaan Lembar Umpan Balik Diri Sendiri saat mendengarkan rekaman bernyanyi bersama: memeriksa ketepatan penggunaan istilah intonasi, artikulasi, dan harmoni dalam mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan tiket keluar berupa pernyataan umpan balik mandiri (acuan kriteria: pernyataan memuat identifikasi kemampuan diri sendiri dalam vokal bersama dengan minimal 1 istilah musik yang dipakai tepat sesuai konteks).

Formatif:

  • Penilaian Lembar Umpan Balik Diri Sendiri dalam bernyanyi bersama menggunakan daftar periksa ketepatan istilah musik (intonasi, artikulasi, harmoni).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Musik dalam Umpan Balik DiriMenyampaikan umpan balik diri bernyanyi bersama tanpa menggunakan istilah musik (hanya menggunakan kata umum seperti bagus/jelek/enak/tidak enak).Menyampaikan umpan balik diri bernyanyi bersama dengan 1 istilah musik namun penggunaannya belum tepat konteks (misal: menyebut artikulasi saat mengomentari tinggi rendah nada).Menyampaikan umpan balik diri bernyanyi bersama dengan 2 istilah musik (seperti intonasi, artikulasi, atau harmoni) secara tepat sesuai konteks rekaman dirinya.Menyampaikan umpan balik diri bernyanyi bersama dengan 3 istilah musik atau lebih (intonasi, artikulasi, harmoni, timbre/blend) secara tepat, rinci, dan mandiri.
Objektivitas Umpan Balik Kemampuan Bernyanyi Bersama Diri SendiriBelum mampu mengidentifikasi kelebihan maupun kekurangan kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri secara jelas.Mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri secara sepihak tanpa menunjukkan bagian rekaman yang dimaksud.Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri secara objektif berdasarkan bukti terdengar dari rekaman vokal kelompok.Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri secara objektif, mendalam, dan disertai usulan perbaikan teknik yang spesifik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan rekaman penampilan vokal bersama membantu murid bersikap objektif dalam menilai kemampuan dirinya sendiri?
  • Apakah murid sudah mampu membedakan dengan tepat batas penggunaan istilah intonasi dan artikulasi?

Murid:

  • Bagian mana dari kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri yang sudah selaras dan bagian mana yang masih perlu saya perbaiki?
  • Istilah musik apa yang paling membantu saya saat menjelaskan kekurangan atau kelebihan vokal saya?

Pertemuan 8 — Melakukan Umpan Balik terhadap Kemampuan Bernyanyi Bersama Kelompok Lain Sesuai Genre Musik Tradisi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.4 Melakukan umpan balik kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan Salam Musik dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8, yaitu memberikan umpan balik terhadap sajian vokal bersama kelompok lain pada genre musik tradisi menggunakan istilah musik yang tepat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat mencocokkan 3 istilah musik dengan maknanya secara lisan/tulis: (1) Intonasi -> Ketepatan tinggi rendahnya nada yang dibunyikan; (2) Artikulasi -> Kejelasan pelafalan kata dan vokal dalam lirik; (3) Keterpaduan Bunyi (Blend/Harmoni) -> Keselarasan dan keseimbangan gabungan suara antarpembagian vokal (acuan: pasangan definisi tersebut) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang 3 aspek umpan balik vokal tradisi serta istilah musiknya: intonasi (fals/tepat), artikulasi (pelafalan dialek/lirik daerah), dan keterpaduan bunyi/keseimbangan suara (balance vokal tradisi) (10 menit).
  • Murid mencermati format lembar umpan balik pengamat musik yang memuat kriteria pengamatan untuk kelompok penampil (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain peran interaktif 'Dewan Juri Musik Tradisi' dengan menyimak rekaman/penampilan vokal bersama kelompok lain yang menyanyikan lagu tradisi Nusantara secara bergantian (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun draf umpan balik tertulis pada lembar umpan balik untuk kelompok penampil yang memuat catatan berbasis 3 istilah musik: intonasi, artikulasi lirik tradisi, dan keterpaduan bunyi vokal (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membacakan umpan balik yang telah disusun kepada kelompok rekan yang diamati secara santun dan konstruktif menggunakan istilah musik yang dipelajari (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik yang tepat dan objektif dalam mengapresiasi karya musik vokal tradisi kelompok lain (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai catatan umpan balik yang telah diberikan murid, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan glosarium istilah musik vokal tradisi (intonasi, artikulasi, keterpaduan bunyi), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan opsi menganalisis aspek ornamentasi vokal tradisi setempat.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar bertahap dibimbing guru dalam menyusun kalimat kritik konstruktif menggunakan format rumpang kalimat umpan balik.
  • Produk: Umpan balik disampaikan dalam lembar catatan kritik musik terstruktur yang memuat minimal 3 aspek istilah musik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman istilah musik vokal tradisi: Murid mencocokkan 3 istilah dengan artinya: (1) Intonasi -> Ketepatan tinggi rendah nada; (2) Artikulasi -> Kejelasan lafal kata/lirik tradisi; (3) Keterpaduan Bunyi -> Keselarasan dan keseimbangan gabungan suara vokal (acuan: pasangan tepat ketiga istilah tersebut).

Proses:

  • Observasi lembar kerja umpan balik murid saat menilai penampilan kelompok lain: Murid menuliskan catatan umpan balik untuk kelompok lain dengan kriteria: memuat minimal 3 istilah musik yang tepat (intonasi, artikulasi, keterpaduan bunyi), memberikan deskripsi pengamatan konkret, dan menyertakan saran perbaikan yang konstruktif sesuai karakteristik vokal musik tradisi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menyampaikan secara ringkas 1 rekomendasi perbaikan berbasis istilah musik kepada kelompok lain (kriteria penerimaan: rekomendasi menyebutkan minimal 1 istilah musik yang relevan, seperti intonasi nada tinggi atau artikulasi pelafalan lirik tradisi, beserta alasan perbaikannya).

Formatif:

  • Penilaian proses penyusunan lembar umpan balik terhadap penampilan vokal kelompok lain menggunakan instrumen rubrik ketercapaian istilah musik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Musik dalam Umpan BalikMenyusun umpan balik tanpa menggunakan istilah musik yang tepat (hanya komentar umum seperti bagus/kurang).Menyusun umpan balik dengan menggunakan 1 istilah musik yang tepat (intonasi, artikulasi, atau keterpaduan bunyi).Menyusun umpan balik dengan menggunakan 2 istilah musik yang tepat sesuai genre musik tradisi.Menyusun umpan balik secara komprehensif menggunakan 3 istilah musik (intonasi, artikulasi, dan keterpaduan bunyi) secara tepat sesuai konteks genre musik tradisi.
Keobjektifan dan Kejelasan Catatan Umpan Balik Kelompok LainCatatan umpan balik belum objektif dan tidak disertai bukti pengamatan sajian bernyanyi bersama.Catatan umpan balik memuat deskripsi pengamatan penampilan bernyanyi bersama namun belum disertai saran perbaikan konkret.Catatan umpan balik memuat deskripsi pengamatan penampilan bernyanyi bersama secara objektif disertai saran perbaikan konkret.Catatan umpan balik memuat analisis pengamatan penampilan bernyanyi bersama yang sangat objektif, rinci, dan disertai rekomendasi perbaikan teknis yang mendalam sesuai kaidah genre musik tradisi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu membedakan dan menerapkan istilah musik (intonasi, artikulasi, keterpaduan bunyi) secara tepat saat mengulas sajian kelompok lain?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam memberikan masukan yang objektif dan menghargai penampilan vokal tradisi rekannya?

Murid:

  • Istilah musik apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu gunakan saat menilai vokal kelompok lain?
  • Bagaimana umpan balik yang kamu berikan dapat membantu kelompok temanmu meningkatkan kualitas sajian vokal bersama mereka?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada, irama, dan melodi dalam aktivitas bernyanyi bersama
  • TP 7.3.2 Menerapkan proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik vokal berkelompok
  • TP 7.3.3 Menyajikan musik sederhana dari daerah setempat dan Nusantara secara berkelompok melalui sajian vokal bersama
  • TP 7.3.4 Melakukan umpan balik kemampuan bernyanyi bersama diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib unjuk kerja vokal kelompok, serta membagikan Lembar Tinjauan Tertulis Umpan Balik kepada seluruh murid (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria rubrik unjuk kerja vokal (ketepatan nada, irama, melodi, kekompakan, dan proses pembagian suara) serta petunjuk teknis pengisian lembar umpan balik tertulis (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Enam kelompok murid (masing-masing 4-5 orang) secara bergiliran menampilkan unjuk kerja menyanyikan satu lagu daerah Nusantara pilihan dengan durasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan panggung, sementara murid yang belum atau sudah tampil mengamati jalannya penampilan untuk bahan evaluasi (42 menit).
  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 2, yaitu mengisi Lembar Tinjauan Tertulis Umpan Balik untuk mengevaluasi penampilan vokal kelompok sendiri dan satu kelompok lain menggunakan istilah musik yang tepat (intonasi, tempo, artikulasi, dinamika) dengan menjawab 4 butir pertanyaan terstruktur: (1) Evaluasi ketepatan intonasi dan nada; (2) Evaluasi ketepatan tempo dan irama; (3) Evaluasi kejelasan artikulasi dan pengucapan lirik; (4) Evaluasi penerapan dinamika dan keseimbangan suara (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan lembar tinjauan tertulis mereka secara tenang dan mengumpulkan berkas tugas kepada guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh kelompok dalam menyelesaikan asesmen sumatif penyajian vokal bersama lagu Nusantara (2 menit).
  • Guru bersama murid membuat simpulan menyeluruh terhadap pembelajaran Bab 3 Bernyanyi Bersama dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi konten untuk menjaga standarisasi asesmen sumatif bab; seluruh murid menggunakan acuan materi lagu daerah Nusantara dan lembar instrumen yang sama.
  • Proses: Akomodasi akses visual/posisi duduk lebih dekat panggung bagi murid yang membutuhkan kejelasan pandangan saat mengamati penampilan kelompok lain tanpa mengubah durasi maupun kriteria tugas.
  • Produk: Format tugas dan kriteria rubrik unjuk kerja bernyanyi serta lembar tinjauan tertulis seragam bagi seluruh murid sesuai acuan sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja penyajian vokal kelompok dan tinjauan tertulis umpan balik: penampilan kelompok menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan ketepatan nada, irama, artikulasi, dan dinamika serta lembar umpan balik tertulis berisikan evaluasi penampilan menggunakan istilah musik
  • unjuk kerja bernyanyi kelompok: penampilan vokal bersama 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) menyanyikan satu lagu daerah Nusantara secara bergantian berdurasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan, dinilai pada aspek ketepatan nada, irama, melodi, kekompakan, dan proses pembagian suara (6 kelompok x 7 menit = 42 menit) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bernyanyi bersama)
  • tinjauan tertulis serentak: lembar refleksi dan umpan balik yang diisi secara individual oleh seluruh murid serentak untuk mengulas kemampuan bernyanyi bersama kelompok sendiri dan kelompok lain menggunakan istilah musik yang tepat (seperti intonasi, tempo, artikulasi, dinamika) (35 menit; individual; instrumen: lembar umpan balik dan pedoman penskoran)

Sumatif:

  • unjuk kerja penyajian vokal kelompok dan tinjauan tertulis umpan balik: penampilan kelompok menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan ketepatan nada, irama, artikulasi, dan dinamika serta lembar umpan balik tertulis berisikan evaluasi penampilan menggunakan istilah musik
  • unjuk kerja bernyanyi kelompok: penampilan vokal bersama 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) menyanyikan satu lagu daerah Nusantara secara bergantian berdurasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan, dinilai pada aspek ketepatan nada, irama, melodi, kekompakan, dan proses pembagian suara (6 kelompok x 7 menit = 42 menit) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bernyanyi bersama)
  • tinjauan tertulis serentak: lembar refleksi dan umpan balik yang diisi secara individual oleh seluruh murid serentak untuk mengulas kemampuan bernyanyi bersama kelompok sendiri dan kelompok lain menggunakan istilah musik yang tepat (seperti intonasi, tempo, artikulasi, dinamika) (35 menit; individual; instrumen: lembar umpan balik dan pedoman penskoran)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Nada dan Melodi dalam Bernyanyi Bersama (TP 7.3.1)Menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan nada dan melodi yang sebagian besar meleset dari tangga nada lagu.Menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan nada dan melodi yang cukup tepat, namun masih sering terjadi fals di beberapa bagian kalimat lagu.Menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan nada dan alur melodi yang tepat serta konsisten dari awal hingga akhir lagu.Menyanyikan lagu daerah Nusantara dengan nada dan melodi yang sangat tepat, bersih, tanpa nada sumbang, serta mampu menjaga kestabilan nada secara mandiri.
Penerapan Irama dan Tempo dalam Bernyanyi Bersama (TP 7.3.1)Menyanyikan lagu dengan ketukan dan irama yang tidak beraturan serta tempo sering mendahului atau tertinggal.Menyanyikan lagu dengan irama yang cukup stabil, tetapi tempo masih goyah saat peralihan bagian lagu.Menyanyikan lagu dengan ketepatan irama dan tempo yang stabil sesuai dengan birama lagu daerah yang dibawakan.Menyanyikan lagu dengan irama yang presisi, ketukan mantap, dan tempo stabil secara konsisten sepanjang lagu.
Proses Berpraktik Vokal Berkelompok dan Pembagian Suara (TP 7.3.2)Belum menunjukkan pembagian suara dan keterpaduan vokal; suara antaranggota kelompok saling menutupi.Menerapkan pembagian suara namun keseimbangan antarsuara masih kurang terpadu.Menerapkan pembagian suara dengan baik dan menunjukkan keterpaduan bunyi vokal yang seimbang antarsuara.Menerapkan pembagian suara yang sangat harmonis, artikulasi kompak, dan keterpaduan vokal utuh serta seimbang di seluruh bagian lagu.
Penyajian Musik Vokal Bersama Lagu Daerah Nusantara (TP 7.3.3)Menyajikan lagu daerah secara berkelompok namun tidak selesai atau tidak terkoordinasi antaranggota.Menyajikan lagu daerah secara berkelompok dari awal hingga akhir namun kekompakan dan ekspresi sajian masih terbatas.Menyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok secara utuh, kompak, dan berpadu dengan baik.Menyajikan lagu daerah Nusantara secara berkelompok secara utuh, sangat kompak, selaras, dan tertata rapi sejak persiapan hingga selesai.
Umpan Balik Tertulis Menggunakan Istilah Musik (TP 7.3.4)Mengisi lembar umpan balik tanpa menggunakan istilah musik yang tepat (hanya komentar umum seperti bagus/jelek).Mengisi lembar umpan balik dengan menggunakan 1-2 istilah musik yang tepat (intonasi, tempo, artikulasi, atau dinamika) disertai ulasan singkat.Mengisi lembar umpan balik dengan menggunakan 3 istilah musik secara tepat (dari intonasi, tempo, artikulasi, dinamika) disertai analisis bukti penampilan yang jelas.Mengisi lembar umpan balik dengan menggunakan seluruh 4 istilah musik (intonasi, tempo, artikulasi, dinamika) secara tepat, rinci, dan disertai analisis objektif terhadap kelompok sendiri maupun kelompok lain.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu unjuk kerja 7 menit per kelompok dan 25 menit pengerjaan lembar tertulis terlaksana secara efektif?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada empat tujuan pembelajaran bab bernyanyi bersama ini?
  • Aspek teknik vokal apa yang masih memerlukan penguatan pada materi pembelajaran selanjutnya?

Murid:

  • Bagian mana dari penampilan vokal kelompokmu hari ini yang paling memuaskan?
  • Apakah kamu dapat menggunakan istilah-istilah musik dengan tepat saat memberikan umpan balik pada penampilan teman?
  • Apa hal utama yang ingin kamu tingkatkan saat bernyanyi vokal bersama di masa mendatang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/Revisi)
  2. Keyboard / Pianika / Tuner digital untuk panduan pitch nada C Mayor
  3. Partitur notasi angka lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul'
  4. Aplikasi metronom digital pengatur tempo
  5. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek).
  6. Partitur notasi angka lagu daerah 'Gundhul-Gundhul Pacul' (Jawa Tengah).
  7. Audio rekaman lagu daerah/metronom pengiring tempo moderat.
  8. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VII (Kemendikbudristek)
  9. Keyboard/pianika atau aplikasi penala nada/piano digital untuk panduan nada dasar vokalisi
  10. Partitur dan lirik lagu 'Indonesia Subur' ciptaan Moh. Syafei
  11. Lembar panduan diagram bentuk mulut artikulasi vokal
  12. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek Edisi Revisi)
  13. Keyboard/Piano aplikasi musik digital sebagai pemandu titi nada
  14. Partitur lembar latihan vokal 2 suara (notasi angka 4 birama C Mayor)
  15. Papan tulis dan spidol untuk bagan pembagian jalur suara
  16. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII
  17. Partitur dan lirik lagu daerah 'Kicir-Kicir' (DKI Jakarta)
  18. Rekaman audio contoh lagu daerah setempat
  19. Keyboard / alat musik pengiring sederhana
  20. Partitur notasi angka lagu daerah Nusantara 'Yamko Rambe Yamko' (aransemen dua suara sederhana)
  21. Pianika/Keyboard pengiring dan pengunci nada
  22. Rekaman audio/video penampilan bernyanyi bersama kelas pada pertemuan sebelumnya
  23. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021/Revisi)
  24. Lembar Kerja Refleksi Umpan Balik Vokal Mandiri
  25. Perangkat pemutar audio/video dan pengeras suara
  26. Video/rekaman penampilan vokal bersama kelompok murid menyanyikan lagu tradisi
  27. Lembar Kerja Format Umpan Balik Dewan Juri Musik Vokal
  28. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII
  29. Buku Siswa Seni Budaya / Seni Musik Kelas VII
  30. Partitur dan lirik lagu daerah Nusantara pilihan kelompok
  31. Pelantang suara/mikrofon dan audio player/instrumen pengiring
  32. Lembar Tinjauan Tertulis Umpan Balik Asesmen Sumatif Bab 3

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.