Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Bab 2: Bermain Alat Musik Sederhana

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 7 untuk Bab 2 "Bermain Alat Musik Sederhana", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 7 Bab 2: Bermain Alat Musik Sederhana

Seni Musik - Kelas 7

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Bermain Alat Musik Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 2 — Bermain Alat Musik Sederhana
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.2.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat
  2. TP 7.2.2 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam memainkan alat musik sederhana
  3. TP 7.2.3 Menghasilkan lagu sederhana dengan mengembangkan irama dan melodi menggunakan berbagai alat musik
  4. TP 7.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana aplikasi keyboard/piano virtual di gawai dapat digunakan untuk membunyikan tangga nada?
  2. Mengapa penempatan jari pada tuts virtual memengaruhi ketepatan dan kelancaran bunyi nada yang dihasilkan?
  3. Bagaimana urutan tinggi rendahnya nada membentuk melodi lagu pendek yang kita kenali pada aplikasi musik virtual?
  4. Apa yang membedakan penekanan tombol nada tunggal dengan memainkan rangkaian melodi utuh pada instrumen berteknologi?
  5. Bagaimana posisi jari dan teknik menutup lubang nada yang tepat pada alat musik sederhana agar bunyi yang dihasilkan tidak melengking atau bocor?
  6. Mengapa proses berlatih yang teratur, mulai dari persiapan posisi tubuh hingga perbaikan posisi jari, sangat mempengaruhi kelancaran produksi nada?
  7. Bagaimana tahapan berlatih bersama kelompok agar melodi yang dimainkan terdengar kompak dan tidak terputus-putus?
  8. Apa yang perlu dilakukan jika ada teman dalam kelompok yang jari-jarinya masih ragu saat memainkan nada tertentu?
  9. Bagaimana sebuah lagu pendek yang monoton bisa berubah menjadi lebih hidup dan dinamis jika kita menambahkan ketukan ritmis yang berbeda?
  10. Bagaimana kita memanfaatkan alat musik sederhana yang ada di kelas untuk menciptakan iringan musik ciptaan kita sendiri?
  11. Bagaimana sebuah lagu sederhana yang nadanya datar dapat diubah menjadi lebih menarik dengan menambahkan nada hiasan atau variasi melodi?
  12. Bagaimana kita memadukan alat musik melodis dan ritmis saat menciptakan variasi melodi pada lagu sederhana?
  13. Bagaimana caramu mengetahui apakah nada yang kamu bunyikan pada alat musik sudah tepat tinggi rendahnya?
  14. Mengapa kita perlu memperhatikan tempo saat memainkan alat musik sendirian?
  15. Bagaimana perbedaan rasa saat sebuah lagu dimainkan dengan lembut (piano) dibandingkan keras (forte)?
  16. Mengapa istilah dinamika dan artikulasi penting digunakan saat kita memberikan saran permainan musik kepada kelompok lain?
  17. Bagaimana perpaduan alat musik sederhana dan instrumen berbasis teknologi dapat menghasilkan sajian ansambel lagu yang utuh?
  18. Mengapa penggunaan istilah musik yang tepat seperti nada, tempo, dinamika, dan artikulasi sangat penting dalam memberikan umpan balik permainan musik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Penerapan Nada Dasar dan Penjarian Virtual Menggunakan Aplikasi Musik Berbasis Teknologi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan perangkat aplikasi instrumen virtual (aplikasi piano/keyboard virtual pada gawai/tablet atau web virtual piano) dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan nada dasar C Mayor dan penjarian virtual (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan letak 3 nada pada tuts instrumen virtual: nada C (Do), E (Mi), dan G (Sol) untuk memetakan kesiapan awal murid (acuan letak: tuts putih tepat di sebelah kiri dua tuts hitam untuk C, tuts putih di sebelah kanan dua tuts hitam untuk E, tuts putih di antara tuts hitam kedua dan ketiga dari kelompok tiga tuts hitam untuk G) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai letak tangga nada C Mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') dan nomor penjarian tangan kanan pada keyboard virtual: jempol (1) untuk C, telunjuk (2) untuk D, jari tengah (3) untuk E, jempol disilang bawah (1) untuk F, telunjuk (2) untuk G, jari tengah (3) untuk A, jari manis (4) untuk B, kelingking (5) untuk C' (10 menit).
  • Murid mengeksplorasi letak tuts virtual pada perangkat masing-masing dan mencocokkan bunyi nada 1 (Do) sampai 7 (Si) secara berkesadaran dengan mendengarkan ketepatan tinggi-rendah nada yang keluar dari aplikasi (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan tantangan gim berpasangan 'Tebak & Bunyikan Nada': satu murid menyebutkan susunan 3 nada acak dari C-D-E-F-G dan pasangannya langsung menekan tuts virtual secara tepat dan cepat, dilakukan bergantian dengan ceria (12 menit).
  • Murid secara mandiri menerapkan teknik penjarian tangga nada C Mayor naik-turun (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5-B4-A4-G4-F4-E4-D4-C4) pada instrumen berbasis teknologi sesuai aturan penjarian standar secara berulang sebanyak 3 kali (15 menit).
  • Murid menerapkan penjarian pada melodi pendek 4 birama berbirama 4/4 menggunakan instrumen virtual: Birama 1: C-D-E-C (1 2 3 1); Birama 2: E-F-G-G (3 4 5 5); Birama 3: G-A-G-F (5 6 5 4); Birama 4: E-D-C-C (3 2 1 1) (acuan: nada dan ketukan tepat sesuai notasi) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kendala penjarian pada layar virtual (misalnya jari tergelincir atau tuts tertukar) dan mengidentifikasi nada yang paling sering meleset saat dimainkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan aturan posisi penjarian virtual dan keselarasan nada dasar C Mayor yang telah dilatih (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap unjuk kerja penerapan nada dan melodi virtual, serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tampilan tuts virtual berlabel huruf nada (C-D-E-F-G-A-B) bagi murid yang membutuhkan scaffolding dan tampilan polos tanpa label bagi murid yang sudah siap.
  • Proses: Bagi murid yang masih kaku dalam pergantian jari diberikan latihan bertahap 3 nada terlebih dahulu (C-D-E dengan jari 1-2-3); bagi murid yang mahir diberikan tantangan tempo yang lebih stabil dan melodi 4 birama tanpa jeda.
  • Produk: Murid menampilkan penguasaan tangga nada C Mayor atau melodi pendek 4 birama pada instrumen virtual sesuai kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menekan 3 nada acak pada aplikasi instrumen virtual: nada C, nada E, dan nada G (acuan kunci: C = tuts putih kiri dari dua tuts hitam; E = tuts putih kanan dari dua tuts hitam; G = tuts putih kedua dari kelompok tiga tuts hitam). Guru mencatat kesiapan awal murid.

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja saat murid memainkan tangga nada C Mayor naik-turun (C4 sampai C5) dan melodi pendek 4 birama (Birama 1: C-D-E-C; Birama 2: E-F-G-G; Birama 3: G-A-G-F; Birama 4: E-D-C-C) pada aplikasi instrumen musik virtual menggunakan lembar observasi ketepatan nada dan penjarian.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara bergantian memainkan 1 putaran melodi pendek 4 birama (Birama 1: C-D-E-C; Birama 2: E-F-G-G; Birama 3: G-A-G-F; Birama 4: E-D-C-C) pada instrumen virtual (acuan ketepatan: seluruh 16 ketukan nada dibunyikan tepat sesuai posisi tuts C Mayor).

Formatif:

  • Unjuk kerja penerapan penjarian tangga nada C Mayor dan melodi pendek pada aplikasi instrumen virtual
  • Observasi ketepatan nada dan posisi jari selama latihan aplikasi instrumen virtual

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Nada pada Alat Musik Berbasis TeknologiMembunyikan kurang dari 4 nada dari total 8 nada tangga nada C Mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') secara tepat pada aplikasi instrumen virtual.Membunyikan 4 sampai 5 nada dari total 8 nada tangga nada C Mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') secara tepat pada aplikasi instrumen virtual.Membunyikan 6 sampai 7 nada dari total 8 nada tangga nada C Mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') secara tepat pada aplikasi instrumen virtual.Membunyikan seluruh 8 nada dari tangga nada C Mayor (C-D-E-F-G-A-B-C') secara tepat tanpa ada nada yang salah tekan pada aplikasi instrumen virtual.
Penerapan Penjarian Virtual pada MelodiMemainkan melodi pendek 4 birama dengan bantuan penuh guru dan hanya menggunakan 1 jari acak.Memainkan melodi pendek 4 birama dengan menggunakan 2 jari secara kaku dan terdapat lebih dari 4 kesalahan letak tuts nada.Memainkan melodi pendek 4 birama secara mandiri menggunakan nomor jari yang sesuai (jari 1, 2, 3, 4, 5) dengan maksimal 2 kesalahan letak nada.Memainkan melodi pendek 4 birama secara mandiri dan lancar menggunakan penomoran jari yang tepat untuk setiap nada tanpa kesalahan letak tuts.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah perangkat teknologi aplikasi instrumen virtual dapat diakses dan dioperasikan dengan baik oleh seluruh murid?
  • Bagaimana efektivitas pembagian tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi dalam meningkatkan kelancaran penjarian murid?

Murid:

  • Bagian mana dari penjarian pada layar virtual yang paling mudah dan paling sulit saya lakukan?
  • Apa yang perlu saya latih kembali agar penekanan tuts nada pada instrumen virtual tidak meleset?

Pertemuan 2 — Penerapan Melodi Lagu Pendek Menggunakan Instrumen Musik Berbasis Teknologi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan gawai/laptop yang telah terpasang aplikasi instrumen virtual (piano/keyboard virtual) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan rangkaian melodi lagu pendek menggunakan instrumen musik berbasis teknologi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: memperdengarkan 3 penggalan notasi berurutan pada instrumen virtual dan meminta murid menunjukkan urutan nada yang dimainkan (acuan: Cuplikan 1 = C-D-E / do-re-mi; Cuplikan 2 = G-F-E / sol-fa-mi; Cuplikan 3 = C-E-G / do-mi-sol) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan partitur melodi lagu pendek 8 birama 'Ibu Kita Kartini' penggalan awal: Baris 1 [C4 - D4 - E4 - F4 | G4 - E4 - C4] (not angka: 1 2 3 4 | 5 . 3 . 1 .) dan Baris 2 [D4 - F4 - E4 - D4 | C4] (not angka: 2 4 3 2 | 1 . . .), lalu mengamati demonstrasi guru memainkan melodi tersebut pada aplikasi keyboard virtual (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi susunan tuts virtual yang menjadi target nada pada aplikasi instrumen virtual, memastikan pemahaman letak nada C4, D4, E4, F4, dan G4 sesuai melodi lagu pendek tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid melakukan tantangan permainan 'Tebak & Mainkan Berantai' secara mandiri pada gawai masing-masing: guru menampilkan kartu notasi birama demi birama, dan murid menekan tuts instrumen virtual dengan segera sesuai susunan nada yang tertera (10 menit).
  • Murid secara mandiri berlatih menerapkan seluruh melodi lagu pendek Baris 1 dan Baris 2 menggunakan instrumen musik berbasis teknologi dengan urutan nada yang presisi (acuan: Baris 1 bernada C4-D4-E4-F4-G4-E4-C4; Baris 2 bernada D4-F4-E4-D4-C4) (15 menit).
  • Murid memainkan rekaman unjuk kerja melodi lagu pendek secara mandiri di instrumen virtual masing-masing sementara guru berkeliling melakukan observasi ketercapaian nada dan melodi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membandingkan hasil rekaman atau bunyi yang baru saja dimainkan dengan notasi acuan, menandai bagian perpindahan nada melodi yang sudah lancar dan yang tutsnya masih salah tekan (acuan: ketepatan letak nada C4-D4-E4-F4-G4) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melodi lagu pendek terbentuk dari keteraturan susunan nada yang dipadukan pada instrumen berbasis teknologi (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap praktik penjarian melodi hari ini dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tampilan tuts instrumen virtual dengan label nama nada (C-D-E-F-G) bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta partitur not balok/angka murni tanpa label bagi yang sudah lancar.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, latihan dibagi bertahap per birama (4 nada pertama: C-D-E-F); bagi murid yang mahir, diberikan tantangan menerapkan tempo yang stabil secara mandiri pada melodi 8 birama utuh.
  • Produk: Unjuk kerja memainkan melodi lagu pendek pada aplikasi virtual dapat dilakukan pada tempo lambat (60 bpm) bagi pemula atau tempo sedang (80 bpm) bagi yang sudah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi 3 susunan nada dasar pada tuts instrumen virtual: Murid menekan tuts virtual sesuai bunyi cuplikan guru. Butir soal: (1) Mainkan nada C4 - D4 - E4; (2) Mainkan nada G4 - F4 - E4; (3) Mainkan nada C4 - E4 - G4. Acuan jawaban benar: Butir 1 tepat menekan tuts C, D, E berurutan; Butir 2 tepat menekan tuts G, F, E berurutan; Butir 3 tepat menekan tuts C, E, G berurutan.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penerapan melodi lagu pendek pada instrumen musik berbasis teknologi. Target melodi (12 nada): Baris 1 = C4, D4, E4, F4, G4, E4, C4 (7 nada); Baris 2 = D4, F4, E4, D4, C4 (5 nada). Kriteria penilaian: ketepatan menekan tuts nada sesuai susunan melodi acuan (skor = jumlah nada tepat / 12 nada).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid memainkan kembali satu frasa melodi penutup Baris 2 [D4 - F4 - E4 - D4 - C4] pada aplikasi musik virtual. Acuan ketercapaian: Murid tepat menekan kelima tuts nada tersebut secara berurutan tanpa salah tuts.

Formatif:

  • Tes lisan/tunjuk cepat diagnostik penalaan nada instrumen virtual pada awal sesi
  • Lembar observasi unjuk kerja praktik melodi lagu pendek pada instrumen musik berbasis teknologi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Nada dan Melodi pada Instrumen Berbasis TeknologiMenerapkan nada dan melodi lagu pendek dengan tepat sebanyak kurang dari 6 nada dari total 12 nada melodi acuan (C4-D4-E4-F4-G4-E4-C4 dan D4-F4-E4-D4-C4) pada instrumen virtual.Menerapkan nada dan melodi lagu pendek dengan tepat sebanyak 6 sampai 8 nada dari total 12 nada melodi acuan pada instrumen virtual dengan bantuan guru.Menerapkan nada dan melodi lagu pendek dengan tepat sebanyak 9 sampai 11 nada dari total 12 nada melodi acuan pada instrumen virtual secara mandiri.Menerapkan seluruh 12 nada dalam melodi lagu pendek acuan (C4-D4-E4-F4-G4-E4-C4 dan D4-F4-E4-D4-C4) secara tepat dan utuh pada instrumen virtual tanpa kesalahan tuts.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan aplikasi instrumen virtual berjalan lancar di perangkat yang digunakan seluruh murid?
  • Bagian birama melodi mana yang paling sering mengalami kesalahan penekanan nada oleh murid?

Murid:

  • Bagian perpindahan nada mana pada melodi lagu pendek tadi yang paling mudah dan paling sulit kamu mainkan di tuts virtual?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan tampilan visual tuts aplikasi dalam mengenali urutan nada melodi?

Pertemuan 3 — Proses Berpraktik Musik untuk Keterampilan Penjarian dan Produksi Nada pada Alat Musik Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam memainkan alat musik sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang kelas untuk latihan praktik musik instrumen sederhana (rekorder sopran/pianika) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menerapkan proses berpraktik musik yang mencakup persiapan sikap bermain, teknik penjarian tangga nada C mayor dasar (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5), dan teknik produksi nada yang bersih (2 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memberikan instruksi diagnostik kepada seluruh murid untuk memperagakan posisi jari menutup lubang nada C4 (semua lubang tertutup pada rekorder) atau menempatkan 5 jari pada tuts C4-G4 (pada pianika), lalu guru memeriksa kesiapan posisi jari dan embouchure/tiupan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru tentang tahapan proses berpraktik musik yang baik: (1) postur tubuh tegak dan rileks, (2) teknik penjarian presisi (menutup lubang rekorder menggunakan bantalan jari tanpa celah atau posisi jari melengkung rileks di atas tuts pianika), dan (3) produksi nada dengan kontrol tiupan stabil (meniup lembut mengucap suku kata 'tu' tanpa meniup terlalu keras) (10 menit).
  • Murid secara mandiri memeriksa instrumen masing-masing dan mencocokkan bagan penjarian tangga nada natural C mayor (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5) yang ditampilkan di papan tulis: C4 (semua lubang 0-7 ditutup), D4 (lubang 0-6), E4 (lubang 0-5), F4 (lubang 0-4 dan 6-7 gaya Jerman / fork fingering), G4 (lubang 0-3), A4 (lubang 0-2), B4 (lubang 0-1), C5 (lubang 0 dan 2) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Nada Bersih Bertangga': Dalam format permainan tantangan bertahap yang menggembirakan, murid secara berpasangan saling menyimak rekannya memainkan 3 nada awal (C4-D4-E4) secara berurutan, memastikan tidak ada nada melengking ('nada tikus') akibat kebocoran jari (10 menit).
  • Murid mempraktikkan proses berpraktik musik penuh: mulai dari persiapan postur, latihan penjarian lambat, hingga memainkan seluruh tangga nada C mayor naik dan turun (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5-B4-A4-G4-F4-E4-D4-C4) dengan produksi nada yang stabil dan bersih (20 menit).
  • Murid melakukan proses perbaikan mandiri: mengidentifikasi nada yang belum bersih (misalnya nada rendah C4 atau D4 yang rentan melengking), lalu melatih ulang perlekatan jari pada lubang nada tersebut hingga bunyinya bulat dan ajek (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi perkembangan keterampilan penjarian dan produksi nadanya dengan mencatat pada lembar refleksi diri: bagian nada mana yang sudah lancar dan langkah teknis apa yang dilakukan untuk memperbaiki nada yang masih bocor (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan proses berpraktik musik yang benar (persiapan postur, ketelitian bantalan jari menutup celah nada, dan stabilitas hembusan napas) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketekunan murid dalam melatih penjarian dan mengingatkan untuk merawat serta membersihkan alat musik sederhana sebelum disimpan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan menggunakan bagan panduan penjarian visual bersandi warna untuk 5 nada awal (C4-G4), sedangkan murid yang lebih mahir membaca notasi angka/balok 1 oktaf penuh (C4-C5).
  • Proses: Murid yang belum stabil dalam produksi nada didampingi guru dengan latihan meniup lembut pada 3 nada atas (B4, A4, G4) terlebih dahulu sebelum turun ke nada rendah; murid mahir berlatih tangga nada naik-turun dengan variasi tempo ketukan metronom yang lebih cepat.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan mendemonstrasikan ketepatan penjarian dan produksi nada bersih pada minimal 5 nada berturut-turut (C4-G4); murid mahir memainkan 1 oktaf penuh C mayor (C4-C5) bolak-balik tanpa kesalahan tiupan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik unjuk kerja awal: Murid memperagakan posisi jari menutup lubang rekorder untuk nada C4 (seluruh lubang 0 hingga 7 tertutup rapat) atau penempatan 5 jari pada tuts pianika C4-G4, serta meniupkan satu hembusan napas stabil. Kriteria penerimaan: Jari menutup bantalan lubang secara penuh tanpa celah dan hembusan udara menghasilkan nada tunggal yang tidak mencicit/melengking (acuan: lubang 0-7 tertutup rapat untuk rekorder; tuts C4 ditekan dengan jari 1/ibu jari rileks untuk pianika).

Proses:

  • Observasi formatif selama latihan mandiri dan berpasangan: Guru mengamati keterlaksanaan seluruh proses berpraktik musik murid memainkan tangga nada C mayor (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5) dengan lembar observasi yang memuat 3 indikator ketercapaian: (1) Postur tubuh tegak dan posisi pegang instrumen rileks, (2) Penjarian tepat sesuai posisi tangga nada C mayor tanpa meleset, (3) Produksi nada bersih, bulat, dan bebas dari distorsi tiupan/bunyi melengking pada setiap perpindahan nada.

Akhir Pertemuan:

  • Cek keterampilan unjuk kerja di akhir sesi: Murid memainkan urutan tangga nada C mayor naik dan turun (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5-B4-A4-G4-F4-E4-D4-C4). Kriteria ketuntasan: Minimal 6 dari 8 nada C mayor dimainkan dengan penjarian yang benar dan nada yang dihasilkan berbunyi bersih stabil tanpa nada melengking (acuan nada target lengkap: C4, D4, E4, F4, G4, A4, B4, C5; aturan penskoran: tuntas jika minimal 6 nada dieksekusi dengan posisi jari tepat dan tiupan lembut bulat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja proses berpraktik musik (sikap bermain, ketepatan penjarian C mayor, dan produksi nada bersih)
  • Penilaian diri lembar ceklis perbaikan teknis penjarian dan produksi nada

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Proses Berpraktik Musik (Persiapan dan Postur Bermain)Belum menerapkan sikap tubuh yang ergonomis; instrumen dipegang kaku atau posisi tubuh terlalu membungkuk sehingga menghambat aliran udara.Menerapkan sikap tubuh tegak dan memegang instrumen dengan benar namun masih sering kembali kaku saat berpindah nada sehingga memerlukan arahan guru.Menerapkan seluruh tahapan persiapan postur tubuh tegak dan memegang instrumen dengan rileks secara mandiri dan konsisten.Menerapkan seluruh tahapan persiapan dan postur tubuh secara presisi, rileks, dan konsisten serta mampu mengatur ergonomi bermain secara mandiri sepanjang latihan.
Keterampilan Penjarian Tangga Nada SederhanaMenempatkan posisi jari dengan tepat pada kurang dari 4 nada dari rangkaian tangga nada C mayor (C4-C5).Menempatkan posisi jari dengan tepat pada 4-5 nada dari rangkaian tangga nada C mayor (C4-C5), namun masih terjadi kebocoran jari pada nada lainnya.Menempatkan posisi jari dengan tepat dan rapat pada 6-7 nada dari rangkaian tangga nada C mayor (C4-C5) secara mandiri.Menempatkan posisi jari dengan tepat, rapat, dan lancar pada seluruh 8 nada tangga nada C mayor (C4-D4-E4-F4-G4-A4-B4-C5) baik saat naik maupun turun.
Produksi Nada pada Alat Musik SederhanaProduksi nada belum bersih; tiupan tidak stabil dan sering menghasilkan bunyi melengking/mencicit pada lebih dari 4 nada.Mampu memproduksi nada bersih pada 4-5 nada, namun tiupan masih terlalu keras atau terlalu lemah pada nada-nada rendah (C4-D4).Mampu memproduksi nada bersih, stabil, dan bulat pada 6-7 nada dalam tangga nada C mayor dengan kontrol tiupan yang baik.Mampu memproduksi nada yang bersih, bulat, ajek, dan merdu pada seluruh 8 nada C mayor (C4-C5) tanpa distorsi tiupan sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur tahapan latihan proses berpraktik musik (postur, penjarian, produksi nada) membantu murid mengatasi kesulitan nada melengking pada alat musik sederhana?
  • Bagian nada mana yang paling banyak mengalami kendala kebocoran jari pada murid, dan scaffolding apa yang paling efektif untuk mengatasinya?

Murid:

  • Nada manakah pada alat musik sederhanamu yang paling mudah dan paling sulit kamu bunyikan dengan jernih hari ini?
  • Apa yang kamu lakukan pada posisi jari dan caramu meniup ketika mendengar nada yang kamu bunyikan berbunyi melengking atau bocor?

Pertemuan 4 — Proses Berpraktik Musik secara Kelompok untuk Kelancaran Memainkan Melodi Alat Musik Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam memainkan alat musik sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memfasilitasi murid menyiapkan instrumen melodis sederhana (pianika/rekorder) dalam kondisi bersih dan siap pakai (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tes unjuk kerja perorangan memainkan progresi 4 nada (C4 - D4 - E4 - F4 atau do - re - mi - fa) secara serentak untuk memetakan kesiapan kelancaran penjarian sebelum latihan kelompok (acuan diagnostik: jari menekan tuts/menutup lubang nada C-D-E-F tanpa terbalik urutannya dan tanpa terhenti di tengah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai alur 3 tahap berpraktik musik kelompok: (1) Persiapan (pengecekan postur tegak, posisi jari pada tuts/lubang nada awal, dan kesiapan instrumen), (2) Saat Berpraktik (sinkronisasi ketukan awal dan keselarasan tempo kelompok tanpa saling mendahului), dan (3) Usai Berpraktik (pengecekan bagian melodi yang tersendat untuk diulang per bagian) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan melakukan permainan tantangan berantai 'Sambung 2 Birama', yaitu setiap murid bergiliran memainkan 2 birama melodi lagu 'Suwe Ora Jamu' (Birama 1-2: 5 3 4 5 | 5 . 0 0; Birama 3-4: 5 3 4 5 | 5 . 0 0; Birama 5-6: 5 6 5 4 | 3 1 2 3; Birama 7-8: 2 1 2 3 | 1 . 0 0) hingga 8 birama utuh tersambung tanpa jeda nada yang mati (20 menit).
  • Kelompok menerapkan seluruh tahapan proses berpraktik musik secara serempak: menyepakati aba-aba masuk bersama, memainkan melodi utuh 8 birama lagu 'Suwe Ora Jamu' dari Birama 1 hingga 8 secara bersamaan, menandai 2 birama yang tersendat, lalu melakukan latihan repetisi khusus pada bagian yang tersendat tersebut hingga lancar (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memainkan melodi utuh 8 birama sekali lagi di depan kelas, lalu bersama anggota kelompoknya mengidentifikasi apakah proses latihan perbaikan bagian tersendat berhasil membuat permainan melodi menjadi lancar (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya disiplin tahapan latihan kelompok (persiapan, identifikasi hambatan, dan pengulangan terfokus) demi kelancaran memainkan melodi instrumen sederhana (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas keterlibatan kelompok, meminta murid membersihkan instrumen masing-masing sesuai prosedur kebersihan alat musik, dan menutup sesi dengan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan berlatih menggunakan melodi 4 birama pertama (birama 1-4: 5 3 4 5 | 5 . 0 0 | 5 3 4 5 | 5 . 0 0), sedangkan kelompok mahir langsung memainkan 8 birama penuh (birama 1-8).
  • Proses: Pada kelompok berkembang, guru memandu ketukan tempo dengan tepukan tangan secara langsung; pada kelompok mahir, murid menentukan dan menjaga tempo kelompok secara mandiri menggunakan ketukan salah satu anggota.
  • Produk: Kelompok berkembang membuktikan kelancaran bermain pada 4 birama berturut-turut tanpa jeda salah nada; kelompok mahir membuktikan kelancaran memainkan seluruh 8 birama lagu tanpa terputus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes unjuk kerja penjarian perorangan memainkan progresi 4 nada (C4 - D4 - E4 - F4 atau do - re - mi - fa) pada pianika/rekorder (acuan ketepatan: urutan nada C-D-E-F dibunyikan berurutan tanpa nada yang tertukar dan tanpa jeda henti lebih dari 2 detik).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja kelompok selama memainkan melodi 8 birama lagu 'Suwe Ora Jamu' (Birama 1-2: 5 3 4 5 | 5 . 0 0; Birama 3-4: 5 3 4 5 | 5 . 0 0; Birama 5-6: 5 6 5 4 | 3 1 2 3; Birama 7-8: 2 1 2 3 | 1 . 0 0) menggunakan lembar observasi yang mencatat: (1) kepatuhan tahapan latihan, (2) sinkronisasi ketukan bersama kelompok, dan (3) kelancaran aliran nada 8 birama tanpa terputus.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja akhir kelompok memainkan melodi 8 birama secara serempak di hadapan guru (acuan kelancaran: seluruh anggota kelompok menyelesaikan Birama 1 hingga 8 secara serentak dengan maksimal 1 kali jeda nada ragu/tersendat).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik kelompok memainkan melodi lagu sederhana 8 birama dengan lembar ceklis observasi proses berpraktik musik (persiapan, penyesuaian tempo, dan perbaikan bagian melodi yang tersendat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Proses Berpraktik Musik KelompokMemainkan melodi secara kelompok tanpa melalui tahap persiapan bersama dan mengabaikan bagian melodi yang tersendat.Menerapkan tahap persiapan sebelum bermain namun belum melakukan latihan pengulangan pada bagian melodi yang tersendat secara mandiri.Menerapkan seluruh tahapan praktik musik (persiapan, menyelaraskan tempo, dan mengulang melodi yang tersendat) secara bersama kelompok dengan arahan guru.Menerapkan seluruh tahapan praktik musik (persiapan, penyelarasan tempo, dan isolasi perbaikan melodi tersendat) secara konsisten dan mandiri bersama kelompok.
Kelancaran Memainkan Melodi Alat Musik SederhanaMemainkan melodi kelompok dengan jeda terputus pada lebih dari 4 birama dari total 8 birama lagu target.Memainkan melodi kelompok dengan jeda terputus pada 3-4 birama dari total 8 birama lagu target.Memainkan melodi kelompok dengan lancar dari birama 1 hingga 8, hanya mengalami jeda terputus pada 1-2 birama.Memainkan seluruh melodi kelompok (8 birama lagu Suwe Ora Jamu) secara lancar, berkesinambungan tanpa jeda nada terputus dari awal hingga akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian kelompok telah memfasilitasi setiap murid untuk saling membantu dalam tahapan perbaikan melodi yang tersendat?
  • Bagian birama mana yang paling banyak mengalami kendala kelancaran saat murid bermain bersama kelompok?

Murid:

  • Bagian birama mana yang awalnya terasa sulit dimainkan namun berhasil menjadi lancar setelah diulang bersama kelompok?
  • Langkah apa yang paling membantu kelompokmu agar dapat bermain melodi secara kompak dan lancar?

Pertemuan 5 — Penghasilan Lagu Sederhana Melalui Eksplorasi Pengembangan Pola Irama Menggunakan Berbagai Alat Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Menghasilkan lagu sederhana dengan mengembangkan irama dan melodi menggunakan berbagai alat musik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan alat musik ritmis (marakas, tamborin, kastanyet, perkusi tubuh/meja) serta melodi dasar lagu sederhana 4 birama yang disiapkan di papan tulis (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal: murid diminta menirukan 2 pola ketukan ritmis 4/4 sederhana (Pola A: 4 ketukan not seperempat konstan; Pola B: sinkopasi ketukan 1 dan 3-dan) menggunakan tepuk tangan (acuan: ketepatan menirukan pola ketukan tanpa jeda ragu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak dan menganalisis demonstrasi guru yang memainkan lagu sederhana 4 birama bernada dasar C mayor (Birama 1: C-D-E-C, Birama 2: E-F-G, Birama 3: G-A-G-F, Birama 4: E-D-C) menggunakan instrumen melodis, lalu membandingkannya saat lagu tersebut diiringi 2 variasi pola irama berbeda (Pola 1: pola konstan ketukan 1-2-3-4; Pola 2: pola variasi kombinasi not seperempat dan dua not seperdelapan) (10 menit).
  • Dalam kelompok kecil, murid mengeksplorasi pembagian peran alat musik ritmis (tamborin/marakas/perkusi tubuh) untuk menghasilkan kombinasi pola irama dasar dan variasi ketukan yang mengiringi melodi lagu tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Secara berkelompok beranggotakan 4-5 orang, murid melakukan tantangan kreatif permainan ritmis: menghasilkan lagu sederhana 4 birama utuh dengan mengembangkan minimal 2 variasi pola irama baru menggunakan kombinasi alat musik ritmis dan melodis sederhana yang tersedia (25 menit).
  • Setiap kelompok memainkan lagu sederhana hasil eksplorasi pola irama mereka di hadapan kelas secara bergiliran untuk dinilai keterpaduan pola irama dan melodinya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya meninjau kembali keselarasan bunyi yang dihasilkan, mengevaluasi apakah pengembangan variasi pola irama yang dibuat memperkaya atau justru bertabrakan dengan melodi lagu sederhana tersebut (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama tentang bagaimana pola irama berfungsi memperkaya sajian lagu sederhana menggunakan berbagai alat musik (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses eksplorasi irama yang telah dilakukan dan menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan alat musik mulai dari perkusi tubuh (body percussion), alat musik ritmis sederhana (marakas, kastanyet, tamborin), hingga alat melodis (pianika/glockenspiel) dengan bagan notasi ritme visual bertingkat.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan diberikan panduan pola irama dasar 4/4 bertempo sedang, sementara kelompok yang mahir ditantang mengeksplorasi variasi pola irama sinkopasi atau poliritme sederhana.
  • Produk: Hasil lagu sederhana dapat disajikan dengan kombinasi 1 pola irama inti untuk kelompok pemula, atau minimal 2 variasi pola irama yang berganti antar-birama untuk kelompok yang lebih mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes unjuk kerja menirukan 2 pola ketukan ritmis 4/4 berulang dengan tepukan tangan. Butir 1: Pola ketukan seperempat rata | 1 . 1 . 1 . 1 . | (ta-ta-ta-ta); Butir 2: Pola kombinasi seperdelapan | 1 1 1 . 1 1 1 . | (ti-ti-ta ti-ti-ta). Acuan: tepat menirukan kedua pola sesuai tempo metronom tanpa berhenti atau keluar ketukan.

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja kelompok memainkan lagu sederhana 4 birama dengan kriteria: (1) Menghasilkan lagu sederhana dengan melodi utuh 4 birama sesuai materi (Birama 1: C-D-E-C, Birama 2: E-F-G, Birama 3: G-A-G-F, Birama 4: E-D-C); (2) Mengembangkan minimal 2 variasi pola irama menggunakan kombinasi alat musik ritmis/perkusi secara stabil dan selaras.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian berupa konfirmasi hasil unjuk kerja kelompok: setiap kelompok memastikan lagu sederhana yang dihasilkan memuat minimal 2 variasi pola irama dan dimainkan utuh dari birama 1 hingga 4 menggunakan alat musik yang dipilih (acuan: terpenuhinya struktur melodi 4 birama dan 2 variasi pola ritmis pengiring).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik kelompok dalam menghasilkan lagu sederhana 4 birama melalui eksplorasi pengembangan pola irama menggunakan berbagai alat musik sederhana.
  • Observasi diagnostik peniruan ketukan ritmis pada tahap pendahuluan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Pola Irama pada Lagu SederhanaBelum mampu mengembangkan pola irama, iringan musik ritmis yang dihasilkan terhenti sebelum 4 birama atau tidak selaras dengan melodi lagu.Mampu menghasilkan iringan lagu sederhana 4 birama namun hanya menggunakan 1 pola irama monoton tanpa variasi menggunakan alat musik ritmis.Mampu menghasilkan lagu sederhana 4 birama secara utuh dengan mengembangkan minimal 2 variasi pola irama menggunakan kombinasi alat musik ritmis dan melodis sederhana secara selaras.Mampu menghasilkan lagu sederhana 4 birama secara mandiri dan konsisten dengan mengembangkan lebih dari 2 variasi pola irama yang kaya dan terpadu menggunakan berbagai alat musik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan alat musik ritmis dan melodis di kelas memungkinkan seluruh murid berpartisipasi aktif dalam kelompok?
  • Bagian mana dari eksplorasi pengembangan pola irama yang paling menantang bagi murid dan bagaimana memfasilitasinya secara lebih efektif?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat mencoba memadukan pola irama buatan kelompokmu dengan melodi lagu sederhana?
  • Variasi pola irama mana yang menurutmu paling cocok dan membuat lagu terdengar lebih menarik?

Pertemuan 6 — Penghasilan Lagu Sederhana Melalui Pengembangan Variasi Melodi Menggunakan Berbagai Alat Musik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Menghasilkan lagu sederhana dengan mengembangkan irama dan melodi menggunakan berbagai alat musik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan alat musik yang dibawa (pianika, rekorder, glockenspiel/kolintang, atau instrumen melodis lainnya) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghasilkan lagu sederhana 4 birama dengan mengembangkan variasi melodi dan pola irama menggunakan berbagai alat musik (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memainkan melodi dasar motif 1 birama | C D E C | (do re mi do), kemudian meminta 3 orang perwakilan murid memainkan variasi melodinya secara spontan pada alat musik masing-masing untuk memetakan kesiapan eksplorasi nada hias/pengulangan nada (acuan: variasi melodi yang diterima memuat pengembangan nada dasar, misalnya penambahan nada passing seperti | C D E D | C - - - | atau variasi ritmis | C C D D | E - C - |) (9 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan dua cara mengembangkan variasi melodi dari kerangka melodi 4 birama dasar: (1) teknik repetisi/pengulangan nada (misal: nada C panjang menjadi dua ketukan C C), dan (2) teknik penambahan nada tetangga/passing note (misal: melodi dasar C ke E disisipi nada D) menggunakan pianika dan rekorder (10 menit).
  • Murid secara serempak menirukan dua contoh variasi melodi tersebut menggunakan alat musik melodis masing-masing dengan bimbingan tempo guru (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Sambung Melodi Ceria': Dalam kelompok 4-5 orang, murid melakukan permainan membuat variasi melodi berantai: satu murid memainkan motif melodi dasar 1 birama, lalu murid berikutnya menyambung dengan memainkan variasi nada hiasannya secara bergantian menggunakan alat musik melodis pilihan mereka (15 menit).
  • Murid dalam kelompok berkolaborasi menghasilkan karya lagu sederhana 4 birama dengan mengembangkan variasi melodi (menggunakan pianika/rekorder/alat melodis lain) yang dipadukan dengan pola irama pendukung (menggunakan kastanyet/tamborin/alat ritmis) pada Lembar Kerja Komposisi (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menampilkan lagu sederhana 4 birama hasil pengembangan variasi melodi dan iramanya secara bergiliran di depan kelas, sementara guru melakukan penilaian unjuk kerja (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengembangkan variasi melodi pada lagu sederhana melalui penambahan nada atau perubahan ritme nada melodis (2 menit).
  • Asesmen Akhir: Murid menuliskan satu teknik variasi melodi yang telah mereka hasilkan dalam kelompok (acuan: jawaban memuat minimal salah satu teknik pengembangan melodi: memecah nilai ketukan nada/repetisi nada, menyisipkan nada perantara/passing note, atau mengubah lompatan nada) pada lembar keluar (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas seluruh kelompok dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya mengenai umpan balik bermain musik, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan melodi dasar berhuruf dan berangka bagi murid yang memerlukan panduan visual nada.
  • Proses: Kelompok yang berkembang cepat diberi tantangan mengembangkan variasi melodi pada 2 motif berbeda, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan fokus memvariasikan 1 motif melodi 2-4 birama secara terbimbing.
  • Produk: Variasi melodi dapat dimainkan menggunakan kombinasi instrumen melodis (pianika, rekorder, glockenspiel) dan didukung instrumen ritmis sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik praktik langsung: Murid diminta memainkan 1 variasi nada dari motif dasar 1 birama | C D E C | menggunakan alat musik melodis. (Acuan ketercapaian: murid mampu membunyikan minimal 1 variasi melodi yang berbeda ritme atau nadanya dari melodi dasar, misalnya: | C C D D E - C - | atau | C D E F | E D C - |).

Proses:

  • Lembar observasi performa kelompok saat berpraktik menghasilkan lagu sederhana 4 birama dengan indikator: (1) keberadaan variasi nada melodis dari melodi dasar, (2) keselarasan dengan pola irama yang dimainkan, dan (3) penggunaan alat musik secara aktif dalam kelompok.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu pada lembar refleksi keluar (exit slip): Murid menuliskan teknik pengembangan melodi yang digunakan dalam kelompoknya. (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan salah satu teknik: pemecahan ketukan/repetisi nada, penambahan nada tetangga/sisipan nada di antara dua nada melodi, atau pengubahan register nada).

Formatif:

  • Tes lisan dan praktik singkat pada asesmen awal pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja saat kelompok menghasilkan variasi melodi dan pola irama
  • Tiket keluar (exit ticket) pada penutup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Variasi MelodiBelum mampu menghasilkan variasi melodi; hanya memainkan melodi dasar tanpa perubahan nada maupun ritme nada pada lagu sederhana.Mampu menghasilkan 1 motif variasi melodi sederhana (misal pengulangan nada dasar) namun belum konsisten dalam lagu sederhana 4 birama.Mampu menghasilkan variasi melodi yang jelas (repetisi ritme nada atau penambahan nada sisipan) pada lagu sederhana 4 birama secara utuh.Mampu menghasilkan beragam variasi melodi (kombinasi nada sisipan dan ritme melodi variatif) secara terpadu dan lancar pada seluruh birama lagu sederhana.
Penghasilan Lagu Sederhana dengan Berbagai Alat MusikBelum mampu memadukan melodi dan irama menggunakan alat musik yang tersedia ke dalam bentuk lagu sederhana.Menghasilkan lagu sederhana namun perpaduan antara alat musik melodis dan alat musik ritmis masih terputus-putus.Menghasilkan lagu sederhana 4 birama secara utuh dengan memadukan variasi melodi dan pola irama menggunakan minimal 2 jenis alat musik (melodis dan ritmis).Menghasilkan lagu sederhana 4 birama secara utuh, harmonis, dan mengalir dengan memadukan variasi melodi dan variasi irama menggunakan lebih dari 2 jenis alat musik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk mengeksplorasi dan menampilkan hasil variasi melodinya?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam memainkan variasi melodi menggunakan instrumen musik yang berbeda-beda?

Murid:

  • Bagian mana dari variasi melodi yang paling menyenangkan saat kamu mainkan bersama kelompok?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat menyelaraskan melodi hasil variasimu dengan ketukan irama temanmu?

Pertemuan 7 — Pemberian Umpan Balik Kemampuan Bermain Alat Musik Diri Sendiri Menggunakan Istilah Musik Nada dan Tempo — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan umpan balik kemampuan bermain alat musik diri sendiri dengan menggunakan istilah musik nada dan tempo (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Murid mengerjakan kuis singkat 2 soal untuk membedakan istilah nada (fals/pitch) dan tempo (cepat/lambat/stabil). Soal 1: 'Jika bunyi melodi terdengar meleset dari tangga nada yang benar, istilah apa yang digunakan?' (acuan: nada/pitch/fals). Soal 2: 'Jika ketukan lagu tiba-tiba memburu atau melambat tidak beraturan, istilah apa yang dievaluasi?' (acuan: tempo) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan panduan istilah musik untuk umpan balik mandiri: istilah 'nada' (ketepatan pitch: tepat/fals) dan 'tempo' (kecepatan ketukan: stabil/terburu-buru/melambat) (10 menit).
  • Game Tebak Istilah Musik: Murid mendengarkan 3 rekaman audio pendek dan secara cepat mengangkat kartu istilah yang sesuai: Audio 1 melodinya sumbang (acuan istilah: ketepatan nada), Audio 2 ketukannya makin lama makin cepat tanpa sengaja (acuan istilah: ketidakstabilan tempo), Audio 3 melodi dan ketukan teratur sempurna (acuan istilah: nada tepat dan tempo stabil) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid memainkan satu frase melodi lagu sederhana (8 birama) menggunakan alat musik sederhana (pianika/rekorder/alat musik melodis sekolah) secara bergantian atau merekam permainan mandiri secara singkat (15 menit).
  • Murid mengisi Lembar Umpan Balik Diri Sendiri berisi 4 butir evaluasi berbasis istilah nada dan tempo: Butir 1 (Ketepatan nada: menandai birama yang sudah tepat dan birama yang masih fals/meleset); Butir 2 (Analisis nada: menuliskan nada-nada yang meleset, misal nada Si atau Fa); Butir 3 (Kestabilan tempo: menilai apakah ketukan stabil, terburu-buru, atau melambat); Butir 4 (Rencana perbaikan: menuliskan perbaikan penjarian nada atau ketukan metronom) (acuan kriteria: seluruh 4 butir terisi dengan penggunaan istilah nada dan tempo secara tepat sesuai hasil permainan pribadi) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ulang lembar refleksi diri masing-masing secara hening dan berkesadaran, menyadari bagian mana dari permainannya yang sudah baik dalam hal nada dan tempo serta bagian yang memerlukan latihan mandiri lebih lanjut (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya istilah nada dan tempo dalam mengevaluasi kemampuan bermain musik sendiri (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses umpan balik mandiri murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan glosarium istilah nada dan tempo dengan contoh visual partitur sederhana, sedangkan murid cepat diberikan lembar analisis nada dan tempo yang mencakup 16 birama.
  • Proses: Murid yang belum terbiasa menilai diri sendiri dibimbing guru mendengarkan rekaman permainannya perlahan per birama, sedangkan murid mahir menganalisis permainannya secara mandiri langsung setelah bermain.
  • Produk: Umpan balik diri disesuaikan panjang uraian analisisnya namun tetap wajib memuat ketepatan istilah nada dan tempo.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman istilah musik: Kuis 2 butir soal: Soal 1: 'Jika bunyi melodi terdengar meleset dari tangga nada yang benar, istilah apa yang digunakan?' (acuan: nada/pitch/fals). Soal 2: 'Jika ketukan lagu tiba-tiba memburu atau melambat tidak beraturan, istilah apa yang dievaluasi?' (acuan: tempo).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid mengisi Lembar Umpan Balik Diri Sendiri: memeriksa ketepatan penggunaan istilah 'nada' (fals/tepat) dan 'tempo' (stabil/terburu-buru/melambat) pada 4 butir lembar kerja evaluasi bermain alat musik.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan keterisian Lembar Umpan Balik Diri Sendiri (acuan kriteria penerimaan: memuat evaluasi ketepatan nada dan kestabilan tempo secara jujur, objektif, dan menggunakan istilah nada dan tempo secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja umpan balik diri sendiri menggunakan istilah musik nada dan tempo

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Istilah Musik Nada dalam Umpan Balik Diri SendiriBelum menggunakan istilah nada (tepat/fals/pitch) dalam mengevaluasi permainan alat musik diri sendiri.Menggunakan istilah nada dalam mengevaluasi permainan alat musik diri sendiri namun masih dibimbing atau kurang tepat penempatannya.Menggunakan istilah nada (tepat/fals) secara tepat untuk mengevaluasi kesalahan dan keberhasilan melodi permainan diri sendiri secara mandiri.Menggunakan istilah nada secara konsisten, rinci pada setiap birama yang dimainkan, serta mengidentifikasi nada spesifik yang meleset secara mandiri.
Penggunaan Istilah Musik Tempo dalam Umpan Balik Diri SendiriBelum menggunakan istilah tempo (stabil/terburu-buru/melambat) dalam mengevaluasi permainan alat musik diri sendiri.Menggunakan istilah tempo dalam mengevaluasi permainan alat musik diri sendiri namun masih keliru membedakannya dengan dinamika/kecepatan umum.Menggunakan istilah tempo (kestabilan ketukan) secara tepat dalam mengevaluasi permainan alat musik diri sendiri secara mandiri.Menggunakan istilah tempo secara konsisten dan tepat disertai analisis bagian birama yang mengalami perubahan tempo secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan nada serta tempo pada permainan alat musiknya sendiri secara objektif?
  • Apakah penggunaan istilah musik (nada dan tempo) sudah dipahami secara operasional oleh seluruh murid?

Murid:

  • Bagian nada mana pada lagu yang saya mainkan tadi yang masih terasa kurang tepat atau fals?
  • Apakah saya sudah mampu menjaga kestabilan tempo dari awal hingga akhir lagu saat bermain alat musik?

Pertemuan 8 — Pemberian Umpan Balik Kemampuan Bermain Alat Musik Kelompok Lain Menggunakan Istilah Musik Dinamika dan Artikulasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan umpan balik kemampuan bermain alat musik kelompok lain dengan istilah dinamika dan artikulasi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat berupa kuis lisan memasangkan 4 istilah musik dengan definisinya: (1) Forte (keras), (2) Piano (lembut), (3) Staccato (terputus-putus/pendek), (4) Legato (tersambung halus/mengalir) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid menyimak demonstrasi audio/peragaan singkat dari guru mengenai 2 kontras dinamika (forte vs piano) dan 2 kontras artikulasi (staccato vs legato) pada instrumen sederhana rekorder/pianika (10 menit).
  • Dalam aktivitas ceria 'Tebak Simbol Bunyi', murid secara berpasangan merespons contoh bunyi instrumen yang dimainkan guru dengan mengangkat kartu istilah yang sesuai: piano, forte, staccato, atau legato (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menyimak penampilan simulasi permainan alat musik sederhana dari 2 kelompok penampil secara bergiliran (Kelompok Penampil A memainkan pola melodi lembut-tersambung, Kelompok Penampil B memainkan pola melodi keras-terputus) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan lembar umpan balik untuk kelompok lain dengan mencatat penggunaan dinamika (piano/forte) dan artikulasi (staccato/legato) yang terdengar beserta rekomendasi perbaikannya menggunakan istilah musik tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membacakan lembar umpan balik yang telah ditulisnya kepada kelompok sasaran, memverifikasi ketepatan istilah dinamika dan artikulasi yang digunakan berdasarkan bunyi yang ditampilkan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya ketepatan istilah dinamika (forte, piano) dan artikulasi (staccato, legato) dalam memberikan umpan balik objektif terhadap permainan musik (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar umpan balik sebagai bukti asesmen proses dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam tanpa membahas akhir bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan glosarium istilah dinamika (piano, mezzo piano, forte) dan artikulasi (legato, staccato) bagi murid yang membutuhkan penguatan konsep.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dipandu dengan lembar umpan balik berformat checklist pilihan istilah berpasangan; murid yang mahir langsung menulis deskripsi dan rekomendasi terbuka memakai istilah musik.
  • Produk: Umpan balik tertulis memuat minimal 2 istilah musik (1 dinamika, 1 artikulasi) untuk kelompok dasar, dan 4 istilah lengkap disertai ulasan detail untuk kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik lisan 4 butir istilah musik. Butir dan kunci jawaban acuan: (1) Bunyi keras dalam musik disebut? Acuan: Forte; (2) Bunyi lembut dalam musik disebut? Acuan: Piano; (3) Teknik memainkan nada secara pendek dan terputus disebut? Acuan: Staccato; (4) Teknik memainkan nada bersambung halus tanpa putus disebut? Acuan: Legato.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar umpan balik murid saat menilai permainan kelompok lain. Kriteria: Memuat identifikasi dinamika (acuan: tepat mencatat piano atau forte sesuai penampilan) dan artikulasi (acuan: tepat mencatat legato atau staccato sesuai penampilan), serta memberikan saran perbaikan menggunakan istilah tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal isian). Butir soal dan kunci: (1) Sebutkan istilah musik untuk suara lembut dan suara keras! (Acuan: Piano dan Forte); (2) Sebutkan istilah teknik nada terputus dan nada bersambung! (Acuan: Staccato dan Legato).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja tertulis: lembar umpan balik terhadap permainan alat musik kelompok lain dengan rubrik ketepatan istilah dinamika dan artikulasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Dinamika dalam Umpan BalikBelum menggunakan istilah dinamika (hanya menulis 'keras/pelan' biasa tanpa istilah musik).Menggunakan 1 istilah dinamika (forte atau piano) namun penerapannya belum tepat dengan sajian musik yang diamati.Menggunakan minimal 1 istilah dinamika (forte/piano) secara tepat sesuai fakta permainan kelompok yang diamati.Menggunakan 2 atau lebih istilah dinamika (forte, piano, crescendo/decrescendo) secara tepat dan konsisten beserta rekomendasi perbaikan yang jelas.
Ketepatan Penggunaan Istilah Artikulasi dalam Umpan BalikBelum menggunakan istilah artikulasi (hanya menulis 'patah-patah/sambung' tanpa istilah musik).Menggunakan istilah artikulasi (staccato atau legato) namun keliru membedakan penggunaannya pada sajian musik.Menggunakan minimal 1 istilah artikulasi (staccato atau legato) secara tepat sesuai kenyataan bunyi kelompok yang diamati.Menggunakan kedua istilah artikulasi (staccato dan legato) secara tepat sesuai permainan kelompok lain disertai saran teknik penjarian/tiupan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan dan mengidentifikasi dinamika serta artikulasi saat mendengarkan instrumen kelompok lain?
  • Bagaimana efektivitas simulasi saling memberikan umpan balik dalam melatih keterampilan berpikir kritis dan berkomunikasi murid?

Murid:

  • Istilah dinamika dan artikulasi mana yang paling mudah dan paling sulit saya kenali saat mendengar kelompok lain bermain?
  • Bagaimana umpan balik yang saya berikan dapat membantu kelompok lain bermain musik dengan lebih baik?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan melodi dengan alat musik berbasis teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat
  • TP 7.2.2 Menerapkan seluruh proses berpraktik musik untuk perbaikan dan perkembangan keterampilan bermusik dalam memainkan alat musik sederhana
  • TP 7.2.3 Menghasilkan lagu sederhana dengan mengembangkan irama dan melodi menggunakan berbagai alat musik
  • TP 7.2.4 Melakukan umpan balik kemampuan bermain musik diri sendiri atau orang lain sesuai dengan genre menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, memimpin doa, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 dengan dua tugas terstruktur: unjuk kerja ansambel campuran (60 menit) dan lembar umpan balik tertulis (20 menit) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar instrumen penilaian unjuk kerja dan lembar umpan balik tertulis kepada setiap murid, lalu menjelaskan aturan pelaksanaan unjuk kerja bergiliran (7 kelompok x 8 menit = 56 menit tampil dan transisi) serta fokus observasi untuk tugas tertulis (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 Unjuk Kerja Ansambel: Sebanyak 7 kelompok (masing-masing 4 murid) secara bergiliran menampilkan lagu sederhana hasil pengembangan irama dan variasi melodi menggunakan gabungan alat musik sederhana (misal: pianika, rekorder, perkusi ritmis) dan aplikasi instrumen berbasis teknologi (virtual keyboard/synthesizer) dengan durasi 8 menit per kelompok, dinilai dari penerapan penjarian, ketepatan nada, kelancaran teknik, dan kekompakan sajian (50 menit).
  • Tugas 2 Tinjauan Tertulis: Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengisi lembar refleksi dan umpan balik tertulis terhadap penampilan kelompoknya sendiri dan kelompok lain menggunakan 4 istilah musik wajib: (1) Nada (ketepatan titinada/pitch), (2) Tempo (kestabilan kecepatan ketukan), (3) Dinamika (pengaturan volume keras/lembut), dan (4) Artikulasi (kejelasan pembunyian nada seperti staccato/legato) sesuai rubrik penskoran (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar umpan balik tertulis murid dan memfasilitasi refleksi bersama mengenai seluruh proses berkarya musik ansambel campuran yang telah dilalui dari pertemuan awal hingga akhir bab (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan penampilan seluruh kelompok, merangkum pencapaian kompetensi Bab 2 (Bermain Alat Musik Sederhana), menginformasikan bahwa hasil asesmen sumatif akan diolah untuk laporan capaian belajar, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format materi partitur/lembar petunjuk berhuruf besar atau penyesuaian tata letak instrumen fisik/virtual bagi murid dengan hambatan visual/motorik tanpa mengubah kriteria dan tingkat kesulitan asesmen.
  • Proses: Pemberian instruksi visual tertulis di samping instruksi lisan bagi murid yang membutuhkan penegasan tahapan unjuk kerja dan urutan tampil kelompok.
  • Produk: Standar bukti unjuk kerja dan pengisian istilah musik tetap sama bagi seluruh murid; murid dengan hambatan motorik halus menulis dapat menggunakan bantuan media digital untuk mengetik jawaban lembar umpan balik.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja ansambel gabungan dan tinjauan tertulis: sajian musik ansambel sederhana hasil pengembangan irama-melodi menggunakan alat musik teknologi dan akustik beserta lembar umpan balik tertulis
  • unjuk kerja: penampilan kelompok memainkan lagu sederhana dengan variasi irama dan melodi menggunakan alat musik sederhana dan aplikasi instrumen berbasis teknologi, dinilai dari penerapan penjarian, ketepatan nada, kelancaran teknik, dan kekompakan sajian (7 kelompok x 8 menit = 56 menit, muat untuk 28 murid) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja performa musik)
  • tinjauan tertulis: lembar refleksi dan umpan balik tertulis terhadap penampilan bermain musik diri sendiri dan kelompok lain yang diisi secara serentak menggunakan istilah musik yang tepat (nada, tempo, dinamika, artikulasi) (20 menit; individual; instrumen: lembar umpan balik terstruktur dan rubrik penskoran istilah musik)

Sumatif:

  • unjuk kerja ansambel gabungan dan tinjauan tertulis: sajian musik ansambel sederhana hasil pengembangan irama-melodi menggunakan alat musik teknologi dan akustik beserta lembar umpan balik tertulis
  • unjuk kerja: penampilan kelompok memainkan lagu sederhana dengan variasi irama dan melodi menggunakan alat musik sederhana dan aplikasi instrumen berbasis teknologi, dinilai dari penerapan penjarian, ketepatan nada, kelancaran teknik, dan kekompakan sajian (7 kelompok x 8 menit = 56 menit, muat untuk 28 murid) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja performa musik)
  • tinjauan tertulis: lembar refleksi dan umpan balik tertulis terhadap penampilan bermain musik diri sendiri dan kelompok lain yang diisi secara serentak menggunakan istilah musik yang tepat (nada, tempo, dinamika, artikulasi) (20 menit; individual; instrumen: lembar umpan balik terstruktur dan rubrik penskoran istilah musik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Nada dan Melodi Musik Berbasis Teknologi (TP 7.2.1)Memainkan nada dan melodi pada aplikasi musik berbasis teknologi dengan banyak kesalahan nada (kurang dari 50% nada tepat) dan posisi penjarian virtual belum tepat.Memainkan melodi pada aplikasi musik berbasis teknologi dengan sebagian nada tepat (50%–74% nada tepat) namun masih sering terjadi jeda/ragu pada posisi penjarian.Menerapkan nada dan melodi pada aplikasi musik berbasis teknologi dengan tepat (75%–89% nada tepat) serta posisi penjarian virtual stabil dan lancar.Menerapkan nada dan melodi pada aplikasi musik berbasis teknologi secara konsisten tepat (90%–100% nada tepat), lancar, tanpa keraguan pada penjarian virtual.
Keterampilan Memainkan Alat Musik Sederhana (TP 7.2.2)Menunjukkan proses memainkan alat musik sederhana dengan teknik penjarian/produksi nada yang belum tepat sehingga melodi tersendat.Memainkan alat musik sederhana dengan teknik penjarian dasar yang mulai terbentuk namun melodi lagu belum mengalir lancar.Menerapkan proses berpraktik memainkan alat musik sederhana dengan teknik penjarian benar, produksi nada bersih, dan melodi mengalir lancar.Menerapkan teknik berpraktik musik secara sangat mahir, luwes, dan konsisten menghasilkan produksi nada yang jernih dan lancar sepanjang sajian melodi lagu.
Pengembangan Variasi Irama dan Melodi Lagu Sederhana (TP 7.2.3)Menyajikan lagu sederhana tanpa adanya pengembangan variasi irama maupun melodi, hanya meniru pola dasar secara tidak utuh.Menghasilkan lagu sederhana dengan variasi pola irama atau variasi melodi yang masih sangat terbatas dan belum terpadu antarinstrumen.Menghasilkan lagu sederhana dengan pengembangan variasi irama dan variasi melodi yang selaras dan terpadu antara instrumen akustik dan berbasis teknologi.Menghasilkan sajian lagu sederhana dengan pengembangan variasi irama dan melodi yang kaya, harmonis, serta tertata rapi antarseluruh instrumen ansambel.
Umpan Balik Menggunakan Istilah Musik Baku (TP 7.2.4)Hanya menggunakan 1 atau tidak menggunakan istilah musik baku (dari 4 istilah acuan: nada, tempo, dinamika, artikulasi) dengan konteks pemaknaan yang kurang tepat pada lembar tertulis.Menggunakan 2 istilah musik baku dari daftar acuan (nada, tempo, dinamika, artikulasi) secara tepat dalam mengulas penampilan diri atau kelompok lain.Menggunakan 3 istilah musik baku dari daftar acuan (nada, tempo, dinamika, artikulasi) secara tepat dan kontekstual pada lembar umpan balik tertulis.Menggunakan seluruh 4 istilah musik baku (nada, tempo, dinamika, dan artikulasi) secara lengkap, tepat, dan mendalam dalam menganalisis penampilan diri dan kelompok lain.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 56 menit untuk 7 kelompok tampil dan 15 menit untuk penulisan umpan balik berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian penguasaan alat musik teknologi dan akustik murid secara keseluruhan pada Bab 2 ini?
  • Apakah instrumen rubrik dapat mengukur kompetensi sumatif murid secara objektif dan akurat?

Murid:

  • Bagian mana dari penampilan ansambel kelompok saya hari ini yang paling berhasil dimainkan?
  • Apakah saya sudah menggunakan istilah nada, tempo, dinamika, dan artikulasi secara tepat saat menilai penampilan musik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII
  2. Aplikasi keyboard/piano virtual (misal: Perfect Piano, Real Piano, atau Virtual Piano Web)
  3. Perangkat gawai/smartphone/tablet sekolah atau murid
  4. Lembar notasi melodi pendek tangga nada C Mayor
  5. Aplikasi instrumen virtual keyboard/piano pada tablet/smartphone (atau web keyboard virtual berbasis peramban)
  6. Lembar bagan notasi melodi lagu pendek 'Ibu Kita Kartini' (penggalan 2 baris melodis)
  7. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  8. Bagan diagram penjarian (fingering chart) rekorder sopran / tuts pianika tangga nada C mayor.
  9. Instrumen musik melodis sederhana (rekorder sopran dan/atau pianika).
  10. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
  11. Instrumen musik melodis sederhana (Pianika atau Rekorder Sopran)
  12. Partitur notasi angka melodi lagu daerah 'Suwe Ora Jamu' (8 birama)
  13. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
  14. Alat musik ritmis sederhana (marakas, tamborin, kastanyet, triangle, atau perkusi benda sekitar/meja/botol).
  15. Alat musik melodis sederhana (pianika, glockenspiel, atau aplikasi instrumen virtual bila tersedia).
  16. Partitur bagan melodi dan ritme lagu sederhana 4 birama di papan tulis/lembar panduan.
  17. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi
  18. Instrumen musik melodis: pianika, rekorder, glockenspiel/kolintang
  19. Instrumen musik ritmis: tamborin, marakas, kastanyet, kendang/rebana
  20. Lembar Partitur/Notasi Lagu Sederhana 4 Birama
  21. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SMP/MTs Kelas VII
  22. Instrumen alat musik melodis sederhana (pianika/rekorder)
  23. Contoh rekaman audio demonstrasi nada dan tempo
  24. Lembar Umpan Balik Diri Sendiri (Self-Assessment Sheet)
  25. Buku Panduan Guru Seni Musik SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek).
  26. Instrumen musik melodis sederhana (rekorder/pianika).
  27. Kartu istilah musik dinamika dan artikulasi.
  28. Lembar pengamatan umpan balik antarkelompok.
  29. Aplikasi instrumen musik berbasis teknologi (Virtual Piano/Keyboard atau Digital Audio Workstation sederhana)
  30. Alat musik sederhana melodis dan ritmis (pianika, rekorder, marakas, tamborin, atau cajon)
  31. Lembar Instrumen Asesmen Sumatif Unjuk Kerja Ansambel dan Lembar Umpan Balik Tertulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.