Modul AjarBab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 6 Bab 3: MEMBUAT KARYA MUSIK SEDERHANA

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 6 untuk Bab 3 "MEMBUAT KARYA MUSIK SEDERHANA", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 6 Bab 3: MEMBUAT KARYA MUSIK SEDERHANA

Seni Musik - Kelas 6

Bab 3

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 3 — MEMBUAT KARYA MUSIK SEDERHANA

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 3 — MEMBUAT KARYA MUSIK SEDERHANA
Alokasi Waktu24 JP (24 x 35 menit = 840 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan irama menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis
  2. TP 6.3.2 Mengeksplorasi variasi pola irama menggunakan notasi musik dan alat musik ritmis
  3. TP 6.3.3 Membuat pola irama menggunakan alat musik ritmis yang tersedia berdasarkan nilai kearifan lokal daerahnya
  4. TP 6.3.4 Melakukan umpan balik mengenai karya musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana lambang angka 1 sampai 7 dapat berubah menjadi alunan nada yang teratur pada alat musik melodis?
  2. Apa yang menentukan lamanya bunyi sebuah nada saat kita membaca dan memainkan notasi angka?
  3. Bagaimana cara menggabungkan bunyi ketukan ritmis dengan nada dari alat musik melodis agar terdengar selaras?
  4. Apa yang terjadi jika alat musik ritmis dan melodis dimainkan bersama tanpa mengikuti ketukan notasi musik yang sama?
  5. Bagaimana ketukan dua ketuk dan empat ketuk dapat divariasikan bunyi ritmisnya?
  6. Apa perbedaan bunyi pola irama saat kita mengganti ketukan tepuk dengan ketukan alat musik ritmis?
  7. Bagaimana ketukan yang sama bisa terdengar sangat berbeda saat dimainkan lembut lalu tiba-tiba keras?
  8. Apa yang terjadi pada suasana musik jika ketukan ritmis dipercepat atau diperlambat secara bertahap?
  9. Bagaimana pola tepukan atau ketukan yang biasa kita dengar saat ada musik daerah di sekitar kita?
  10. Bagaimana cara kita menyusun ketukan dari alat musik ritmis yang ada di sekitar kita agar menghasilkan bunyi khas pola musik daerah?
  11. Bagaimana kita bisa menggabungkan beberapa pola ketukan alat musik ritmis tradisional menjadi sebuah partitur ansambel yang padu?
  12. Mengapa penulisan notasi ketukan penting saat kita membuat karya musik ritmis berkelompok?
  13. Bagaimana kita bisa menjelaskan permainan musik teman agar mereka tahu bagian ritme mana yang sudah tepat atau masih perlu diperbaiki?
  14. Istilah musik apa yang dapat kita gunakan saat mengomentari kecepatan ketukan dalam suatu karya musik?
  15. Bagaimana kita menyatukan ketukan alat ritmis dan nada alat melodis sesuai partitur karya ciptaan kelompok?
  16. Bagaimana cara kita memberi masukan yang tepat dan objektif terhadap penampilan musik menggunakan istilah-istilah musik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Pola Nada dan Irama Menggunakan Notasi Angka pada Alat Musik Melodis Sederhana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan irama menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan memastikan kesiapan alat musik melodis sederhana seperti pianika atau rekorder (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pola nada dan irama menggunakan notasi angka pada alat musik melodis sederhana (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid membaca tinggi nada dari 3 lambang notasi angka di papan tulis: 1 (do), 3 (mi), 5 (sol) serta menentukan ketukan not bertitik: | 1 . | (2 ketuk) (acuan: 1=do, 3=mi, 5=sol; not bertitik 1 . bernilai 2 ketuk) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mengamati lembar partitur notasi angka di papan tulis yang memuat tangga nada diatonis 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la), 7 (si), i (do tinggi) beserta tanda nilai ketukan birama 4/4: not 1 ketuk (1), not 2 ketuk (1 .), dan not 4 ketuk (1 . . .) dengan bimbingan guru secara cermat (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti permainan tepuk ketuk irama 'Tebak Ketukan Notasi' yang menggembirakan: pasangan murid bergantian menepuk pola 1 ketuk, 2 ketuk, dan 4 ketuk, lalu pasangannya menyebutkan simbol notasi angka yang sesuai di partitur (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid memegang alat musik melodis sederhana (pianika) masing-masing dan berlatih memainkan penjarian nada dasar tangga nada natural C mayor: 1 (jempol/ibu jari), 2 (telunjuk), 3 (jari tengah), 4 (jempol silang bawah/jari telunjuk), 5 (jari manis/tengah) secara terbimbing sesuai notasi angka (15 menit).
  • Murid secara mandiri menerapkan pola nada dan irama pendek 4 birama pada alat musik pianika: Birama 1: | 1 2 3 4 |, Birama 2: | 5 . 3 . |, Birama 3: | 4 3 2 1 |, Birama 4: | 1 . . . | (acuan: nada tepat do-re-mi-fa, sol(2 ketuk)-mi(2 ketuk), fa-mi-re-do, do(4 ketuk)) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan nada dan kestabilan irama ketukan yang baru saja dimainkan, lalu menandai secara mandiri birama yang sudah tepat dan birama yang ketukannya masih meleset pada lembar kerja partitur pribadi (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara membaca lambang notasi angka dan menjaga ketukan irama pada alat musik melodis sederhana (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan dan unjuk kerja singkat memainkan 1 birama | 1 3 5 . | (do-mi-sol bernilai 2 ketuk pada nada sol) untuk 2 orang murid perwakilan kelas (acuan: nada 1=do, 3=mi, 5=sol ditahan 2 ketuk) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan partitur notasi angka dengan label huruf nada pembantu di bawah angka (c-d-e-f-g), sedangkan murid yang sudah mahir membaca notasi angka murni tanpa bantuan huruf.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan memainkan tempo berlatih menggunakan ketukan metronom lambat (tempo 60 bpm), sementara murid mahir memainkan pola pada tempo sedang (80 bpm).
  • Produk: Semua murid memainkan pola nada dan irama 4 birama yang sama, dengan variasi tingkat kemandirian dalam penjarian dan keteraturan ketukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman simbol notasi angka dan nilai ketuk di awal pembelajaran: murid mengidentifikasi 3 nada: 1 (do), 3 (mi), 5 (sol) serta nilai ketukan pada simbol | 1 . | (acuan jawaban: 1=do, 3=mi, 5=sol; | 1 . | bernilai 2 ketuk).

Proses:

  • Observasi ketercapaian penerapan nada dan irama saat murid memainkan pola 4 birama (| 1 2 3 4 | 5 . 3 . | 4 3 2 1 | 1 . . . |) pada pianika: memeriksa ketepatan penjarian nada (do, re, mi, fa, sol) dan durasi ketukan 1 ketuk, 2 ketuk, serta 4 ketuk.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian akhir sesi: murid memainkan 1 birama uji | 1 3 5 . | pada pianika (acuan: nada 1, 3, 5 berurutan tepat do, mi, sol dengan nada sol ditahan tepat 2 ketuk).

Formatif:

  • Unjuk kerja memainkan pola notasi angka 4 birama pada alat musik melodis pianika menggunakan lembar observasi indikator ketepatan nada dan keteraturan irama ketukan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penerapan Nada pada Alat Musik MelodisMemainkan nada pada alat musik melodis tetapi seluruh nada (do, re, mi, fa, sol) belum tepat sesuai notasi angka yang tertulis.Memainkan nada pada alat musik melodis dengan tepat pada 1 hingga 2 birama dari pola notasi angka yang ditentukan.Memainkan nada pada alat musik melodis dengan tepat pada 3 hingga 4 birama dari pola notasi angka yang ditentukan.Memainkan seluruh nada pada alat musik melodis dengan tepat dan konsisten pada seluruh 4 birama secara mandiri tanpa kesalahan.
Ketepatan Penerapan Irama/Ketukan Notasi AngkaMemainkan nada tanpa memperhatikan nilai ketukan not (1 ketuk, 2 ketuk, 4 ketuk tidak dibedakan durasinya).Menerapkan nilai ketukan notasi dengan tepat hanya pada not 1 ketuk, tetapi nilai not 2 ketuk dan 4 ketuk belum tepat durasinya.Menerapkan nilai ketukan notasi (1 ketuk, 2 ketuk, dan 4 ketuk) secara tepat pada sebagian besar birama pola musik.Menerapkan seluruh nilai ketukan irama (1 ketuk, 2 ketuk, dan 4 ketuk) secara tepat, stabil, dan konsisten dari awal hingga akhir pola birama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu berlatih memainkan notasi angka pada alat musik melodis sudah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian birama notasi mana yang paling banyak mengalami kekeliruan ketukan oleh murid?

Murid:

  • Nada manakah yang paling mudah dan paling sulit kamu bunyikan dengan pianika?
  • Bagaimana caramu memastikan ketukan not 2 ketuk dan 4 ketuk berbunyi tepat waktu?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pola Nada dan Irama Menggunakan Notasi Musik pada Kombinasi Alat Musik Ritmis dan Melodis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan irama menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan fisik serta alat musik ritmis (tamborin/rebana/marakas) dan melodis (pianika/rekorder) yang akan digunakan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan pola nada dan irama menggunakan partitur notasi musik sederhana secara bersamaan pada kombinasi alat musik ritmis dan melodis (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tes membaca ritme dan membunyikan nada: murid membaca simbol ketukan not angka 1 ketuk dan tanda diam pada partitur ritmis pendek | 1 . 1 0 | (tepuk-tahan-tepuk-diam) serta membunyikan 3 nada solmisasi (1/Do, 3/Mi, 5/Sol) pada pianika secara bergiliran (acuan: ketukan ritmis tepat pada ketukan 1, 2, 3 dan diam pada ketukan 4; penjarian not 1, 3, 5 ditekan tepat tanpa tertukar) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru di papan tulis tentang partitur ansambel kombinasi 2 baris birama 4/4: Baris 1 (Melodis): | 1 1 3 3 | 5 5 3 . | ; Baris 2 (Ritmis): | X X . X | X . X . | (Keterangan: X = ketukan alat ritmis, . = tahan ketukan) (10 menit).
  • Murid secara bersama-sama membaca dan melafalkan ketukan ritmis menggunakan suku kata ucap (ta-ta-a-ta) dan membaca solmisasi baris melodis (do do mi mi | sol sol mi -) secara bergantian dengan panduan ketukan metronom lambat tempo 70 bpm (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Garis Nada & Ketukan': satu murid memainkan alat musik ritmis (tamborin/marakas) mengikuti partitur ritmis, dan pasangannya memainkan alat musik melodis (pianika) mengikuti partitur melodis secara serempak dalam 4 birama latihan, lalu berganti peran secara menyenangkan (20 menit).
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang (2 pemegang alat ritmis dan 2 pemegang alat melodis) untuk berlatih menerapkan partitur musik kombinasi lengkap birama 4/4 berikut: Baris Melodis: | 1 2 3 1 | 3 4 5 . | 5 4 3 2 | 1 . . 0 | ; Baris Ritmis: | X . X X | X X . X | X . X . | X . . 0 | (acuan: nada melodis tepat solmisasi do-re-mi-do-mi-fa-sol-sol-fa-mi-re-do, irama ritmis tepat membunyikan ketukan X dan menahan pada tanda titik serta berhenti pada tanda diam 0) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menampilkan penerapan partitur ansambel kombinasi ritmis dan melodis di depan kelas, sementara kelompok lain menyimak keselarasan ketukan irama dan ketepatan nadanya (10 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya latihan: mengidentifikasi bagian birama mana yang ketukannya sering terburu-buru atau nada melodisnya meleset, serta menyadari pentingnya menjaga keteraturan tempo saat memadukan dua jenis alat musik (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menerapkan notasi musik saat memainkan alat musik ritmis dan melodis secara kombinasi (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek unjuk kerja singkat: meminta satu perwakilan kelompok ritmis dan melodis memainkan 1 birama terakhir (| 5 4 3 2 | dan | X . X . |) secara bersamaan untuk memastikan ketukan selaras dan nada tepat (acuan: nada 5-4-3-2 dimainkan tepat bertepatan dengan ketukan ritmis 1 dan 3) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam bermain musik ansambel sederhana serta memimpin doa penutup kegiatan pembelajaran (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar partitur dengan tanda visual warna pada ketukan jatuh bersama antara alat ritmis dan melodis; murid mahir diberikan partitur dengan pola ritmis variasi ketukan sinkopasi sederhana.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membagi ketukan berlatih dengan tempo lebih lambat (60 bpm) didampingi guru; murid mahir berlatih secara mandiri dan saling memimpin hitungan ketukan awal (aba-aba tempo).
  • Produk: Semua murid memainkan kombinasi ritmis dan melodis sesuai partitur target, dengan pemenuhan tingkat ketepatan birama sesuai kemampuan awal (minimal 2 birama untuk kelompok terbimbing, 4 birama penuh untuk kelompok reguler dan mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji kesiapan awal praktik membaca notasi dan bunyi: (1) Murid menepuk pola ritmis | 1 . 1 0 | (acuan: bunyi ketukan 1 dan tahan pada ketukan 2, bunyi ketukan 3, hening/diam pada ketukan 4); (2) Murid menekan 3 nada solmisasi pada pianika yaitu 1 (Do), 3 (Mi), 5 (Sol) (acuan: tombol nada yang ditekan tepat berurutan c'-e'-g').

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja latihan ansambel kombinasi 4 birama pada kegiatan inti: Guru mengamati ketepatan nada melodis pada partitur (| 1 2 3 1 | 3 4 5 . | 5 4 3 2 | 1 . . 0 |) dan ketepatan pukulan ritmis (| X . X X | X X . X | X . X . | X . . 0 |) serta sinkronisasi ketukan jatuh serempak antar-alat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja penutup 1 birama kombinasi: Murid secara berpasangan (ritmis dan melodis) memainkan birama | 5 4 3 2 | pada pianika dan | X . X . | pada tamborin secara bersamaan (acuan: ketukan 1 serempak nada sol dan pukulan tamborin, ketukan 2 nada fa, ketukan 3 serempak nada mi dan pukulan tamborin, ketukan 4 nada re).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik memainkan kombinasi partitur ritmis dan melodis
  • Observasi keteraturan ketukan irama dan ketepatan nada solmisasi saat latihan kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Nada pada Alat Musik Melodis Sesuai NotasiBelum mampu membunyikan nada-nada pada alat musik melodis sesuai notasi musik (kurang dari 2 birama tepat).Mampu membunyikan sebagian nada pada alat musik melodis sesuai notasi partitur (tepat pada 2 dari 4 birama) dengan bimbingan ketat guru.Mampu membunyikan seluruh nada pada 4 birama alat musik melodis sesuai partitur notasi secara tepat dan mandiri.Mampu membunyikan seluruh nada pada 4 birama alat musik melodis secara konsisten tepat, lancar tanpa keraguan nada, serta stabil dari awal hingga akhir.
Penerapan Irama pada Alat Musik Ritmis Sesuai NotasiBelum mampu memukul/membunyikan alat ritmis sesuai pola ketukan notasi (kurang dari 2 birama tepat).Mampu memainkan pola irama alat ritmis sesuai notasi pada 2 dari 4 birama, masih sering meleset pada ketukan diam atau tahanan.Mampu memainkan pola irama alat ritmis pada seluruh 4 birama sesuai partitur notasi secara tepat dan teratur.Mampu memainkan pola irama alat ritmis pada seluruh 4 birama secara tepat, ketukan stabil dan konsisten menjaga tempo bersama instrumen melodis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan partitur kombinasi 2 baris (ritmis dan melodis) memudahkan murid memahami keterkaitan nada dan irama secara simultan?
  • Bagian birama mana yang paling menantang bagi murid saat memadukan ketukan ritmis dengan penjarian melodis?

Murid:

  • Bagian mana yang terasa paling menantang: mencocokkan nada pianika dengan ketukan teman atau menjaga pukulan tamborin agar tidak mendahului nada?
  • Apa yang membantumu bisa memainkan alat musik secara kompak bersama teman kelompokmu?

Pertemuan 3 — Mengeksplorasi Variasi Pola Irama Notasi Dua Ketuk dan Empat Ketuk dengan Alat Musik Ritmis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Mengeksplorasi variasi pola irama menggunakan notasi musik dan alat musik ritmis

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengeksplorasi variasi pola irama dua ketuk dan empat ketuk menggunakan notasi ritmis dan alat musik ritmis (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid membaca dan menepuk dua pola dasar di papan tulis, yaitu Pola A (dua ketuk: | X X |) dan Pola B (empat ketuk: | X . X . |) (acuan ketepatan: Pola A berbunyi 2 tepukan beruntun tiap birama; Pola B berbunyi tepukan pada ketukan 1 dan 3, jeda/tahan pada ketukan 2 dan 4) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati lembar partitur notasi ritmis berisi 3 pola irama dua ketuk dan 3 pola irama empat ketuk: Pola 2K-1 (| X X |), Pola 2K-2 (| X . |), Pola 2K-3 (| xx X |), Pola 4K-1 (| X X X X |), Pola 4K-2 (| X . X . |), dan Pola 4K-3 (| X xx X . |) (keterangan: 'X' = 1 ketuk/not seperempat, 'xx' = 2 ketuk terbagi rata/not seperdelapan, '.' = tanda diam/tahan 1 ketuk) (10 menit).
  • Murid secara sadar menyimak peragaan guru dalam membaca nilai ketukan dan menerjemahkan simbol notasi ritmis tersebut menjadi pola bunyi ketukan teratur (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam format permainan tantangan 'Tebak dan Bunyikan', murid mengambil kartu notasi dan mengeksplorasi variasi ketukan secara berpasangan menggunakan tepuk meja atau tepuk tangan sesuai tanda ritmis (10 menit).
  • Murid memilih satu alat musik ritmis sederhana (tamborin, marakas, atau kastanyet) lalu mengeksplorasi 3 variasi pola irama dua ketuk (Variasi A: | X X |, Variasi B: | xx X |, Variasi C: | X . |) secara berulang 4 kali per birama (15 menit).
  • Murid mengeksplorasi 3 variasi pola irama empat ketuk menggunakan alat musik ritmis (Variasi 1: | X X X X |, Variasi 2: | X . X . |, Variasi 3: | X xx X . |) secara konsisten dan tepat hitungan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan perbedaan aksentuasi bunyi antara pola irama dua ketuk dan empat ketuk yang baru dimainkan menggunakan alat musik ritmis (10 menit).
  • Murid mengevaluasi variasi pola irama mana yang paling mudah dijaga kestabilan ketukannya dan mana yang membutuhkan ketelitian notasi lebih tinggi (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap eksplorasi ketukan notasi dua dan empat ketuk yang telah dilakukan murid (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan partitur notasi ritmis dengan spasi visual renggang serta simbol ketukan warna untuk murid yang memerlukan dukungan visual membaca birama.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu membagi nilai ketuk, latihan difokuskan pada notasi dua ketuk terlebih dahulu dengan bantuan panduan ketukan metronom lambat; bagi murid yang cepat, eksplorasi dilanjutkan dengan mengombinasikan pola dua ketuk dan empat ketuk bergantian.
  • Produk: Unjuk eksplorasi variasi ritmis disajikan melalui pilihan alat musik ritmis yang diminati (tamborin, kastanyet, marakas, atau rebana).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji praktik awal membaca 2 pola notasi ketukan: Pola A (| X X |) dan Pola B (| X . X . |). Acuan ketepatan: Pola A = 2 bunyi tepukan rata; Pola B = 1 tepukan di ketukan 1, hening di ketukan 2, 1 tepukan di ketukan 3, hening di ketukan 4.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid memainkan 3 variasi pola irama dua ketuk (| X X |, | xx X |, | X . |) dan 3 variasi pola irama empat ketuk (| X X X X |, | X . X . |, | X xx X . |) dengan alat musik ritmis (acuan: ketepatan eksekusi bunyi sesuai simbol notasi dan kestabilan ketukan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid memainkan secara acak 1 variasi dua ketuk dan 1 variasi empat ketuk dari 6 variasi yang dipelajari (acuan: bunyi alat musik ritmis tepat sesuai nilai not dan tanda diam yang tertulis pada kartu yang dipilih).

Formatif:

  • Unjuk kerja eksplorasi pola irama dua ketuk dan empat ketuk menggunakan instrumen ritmis
  • Lembar observasi pembacaan notasi ritmis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi variasi pola irama dua ketuk dengan notasi dan alat musik ritmisBelum mampu membunyikan variasi pola irama dua ketuk (| X X |, | xx X |, | X . |) sesuai notasi ritmis walau dengan bimbingan penuh.Mampu membunyikan 1 dari 3 variasi pola irama dua ketuk (| X X |, | xx X |, | X . |) secara tepat sesuai notasi menggunakan alat musik ritmis dengan bantuan guru.Mampu membunyikan minimal 2 dari 3 variasi pola irama dua ketuk (| X X |, | xx X |, | X . |) secara mandiri dan tepat sesuai notasi menggunakan alat musik ritmis.Mampu membunyikan seluruhnya (3 dari 3) variasi pola irama dua ketuk (| X X |, | xx X |, | X . |) secara mandiri, tepat sesuai notasi, dan konsisten menggunakan alat musik ritmis.
Eksplorasi variasi pola irama empat ketuk dengan notasi dan alat musik ritmisBelum mampu membunyikan variasi pola irama empat ketuk (| X X X X |, | X . X . |, | X xx X . |) sesuai notasi ritmis walau dengan bimbingan penuh.Mampu membunyikan 1 dari 3 variasi pola irama empat ketuk (| X X X X |, | X . X . |, | X xx X . |) secara tepat sesuai notasi menggunakan alat musik ritmis dengan arahan guru.Mampu membunyikan minimal 2 dari 3 variasi pola irama empat ketuk (| X X X X |, | X . X . |, | X xx X . |) secara mandiri dan tepat sesuai notasi menggunakan alat musik ritmis.Mampu membunyikan seluruhnya (3 dari 3) variasi pola irama empat ketuk (| X X X X |, | X . X . |, | X xx X . |) secara mandiri, tepat hitungan, dan konsisten menggunakan alat musik ritmis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan nilai ketukan pada notasi dua ketuk dan empat ketuk saat dieksplorasi dengan alat musik ritmis?
  • Bagian variasi notasi ritmis mana yang masih membutuhkan latihan ritmis tambahan bagi murid?

Murid:

  • Variasi pola irama mana (dua ketuk atau empat ketuk) yang paling menyenangkan saat kamu mainkan dengan alat musik ritmis?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat membaca tanda jeda atau ketukan cepat pada notasi ritmis?

Pertemuan 4 — Mengeksplorasi Variasi Dinamika dan Tempo Pola Irama Notasi Musik Menggunakan Alat Musik Ritmis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Mengeksplorasi variasi pola irama menggunakan notasi musik dan alat musik ritmis

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memastikan alat musik ritmis (tamborin, marakas, kastanyet, kendang kecil/rebana) tersedia di meja belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi variasi dinamika (keras-lembut) dan tempo (cepat-lambat) pada pola irama menggunakan notasi musik dan alat musik ritmis (5 menit).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru memperagakan 2 contoh ketukan ritmis menggunakan tamborin dan meminta murid mengidentifikasi variasi yang terdengar: (1) Ketukan pola 4 ketuk dimainkan lembut lalu menjadi keras (acuan identifikasi benar: dinamika lembut ke keras / crescendo); (2) Ketukan pola 4 ketuk dimainkan dari lambat berubah menjadi cepat (acuan identifikasi benar: tempo lambat ke cepat / accelerando). Guru mencatat kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati partitur notasi musik pola irama 4/4 di papan tulis yang dilengkapi tanda dinamika dan tempo: Baris A [| 1 . 1 . | 1 1 1 . |] dengan tanda p (lembut) lalu f (keras), dan Baris B [| 1 1 . 1 | 1 . 1 1 |] dengan tanda Lento (lambat) lalu Presto (cepat) (10 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru saat memainkan Baris A dan Baris B menggunakan tamborin dan marakas untuk mengenali perbedaan efek variasi dinamika serta perubahan tempo pada ketukan yang sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan tantangan ritmis bergembira 'Tebak & Bunyikan': secara berpasangan atau bergantian kelompok, satu murid menunjukkan kartu simbol (kartu 'p' = lembut, 'f' = keras, 'lambat', 'cepat') dan murid pasangannya langsung memainkan pola notasi [| 1 1 . 1 | 1 . 1 . |] pada alat musik ritmis sesuai simbol kartu tersebut secara tanggap dan ceria (15 menit).
  • Murid secara mandiri memilih satu alat musik ritmis (marakas, tamborin, atau kastanyet) dan memainkan 2 kartu pola irama notasi musik: Kartu 1 [| 1 . 1 1 | 1 1 . . |] dieksplorasi dengan variasi dinamika lembut (piano) lalu diulang keras (forte); Kartu 2 [| 1 1 1 . | 1 . 1 1 |] dieksplorasi dengan variasi tempo lambat lalu diulang cepat (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan eksplorasi mandiri lanjutan dengan memadukan variasi dinamika dan tempo sekaligus pada pola irama notasi gabungan [| 1 . 1 . | 1 1 1 1 |] (misalnya: tempo lambat berdinamika lembut, lalu tempo cepat berdinamika keras) menggunakan alat musik ritmis pilihan masing-masing (15 menit).
  • Murid menyadari dan mengamati bagaimana kekuatan pukulan/ketukan menghasilkan perbedaan dinamika serta kestabilan ayunan tangan menghasilkan perubahan tempo yang terkendali pada alat musik ritmis (10 menit).

Penutup:

  • Asesmen Akhir (Cek Pemahaman): Guru meminta 3 perwakilan murid memainkan cuplikan pola notasi [| 1 1 . 1 |] pada alat ritmis dengan instruksi langsung: Murid 1 memainkan secara lembut (p), Murid 2 memainkan secara keras (f), Murid 3 memainkan secara bertahap dari lambat ke cepat (acuan ketepatan: Murid 1 memukul pelan/bervolume rendah, Murid 2 memukul kuat/bervolume tinggi, Murid 3 memulai ketukan berjarak renggang lalu merapat secara stabil) (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan materi eksplorasi variasi dinamika dan tempo pada pola irama notasi musik dengan alat musik ritmis (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (membuat pola irama tradisional lokal) dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan partitur notasi 2 ketuk sederhana dengan panduan tanda panah ketukan; murid yang siap diberikan partitur notasi 4 ketuk dengan perubahan dinamika gradual (crescendo/decrescendo).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan berlatih eksplorasi tempo dengan panduan ketukan metronom visual guru; murid yang mahir mengeksplorasi variasi tempo dan dinamika secara mandiri tanpa aba-aba panduan.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan eksplorasi variasi pola irama dengan alat musik ritmis; murid mahir memainkan variasi gabungan tempo dan dinamika pada 2 bar birama penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi audio peragaan ketukan ritmis oleh guru: (1) Pola 4 ketuk dimainkan lembut ke keras (acuan jawaban: variasi dinamika lembut ke keras / crescendo); (2) Pola 4 ketuk dimainkan dari lambat ke cepat (acuan jawaban: variasi tempo lambat ke cepat / accelerando).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memainkan Kartu 1 [| 1 . 1 1 | 1 1 . . |] (variasi dinamika lembut dan keras) dan Kartu 2 [| 1 1 1 . | 1 . 1 1 |] (variasi tempo lambat dan cepat) menggunakan alat musik ritmis (acuan: ketepatan nilai ketukan notasi, kejelasan kontras volume keras vs lembut, dan kejelasan perbedaan kecepatan ketukan lambat vs cepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman unjuk ketukan individu singkat di penutup: (1) Memainkan notasi [| 1 1 . 1 |] secara lembut (acuan: intensitas pukulan rendah/suara lirih terkontrol); (2) Memainkan notasi [| 1 1 . 1 |] secara keras (acuan: intensitas pukulan kuat/suara lantang terkontrol); (3) Memainkan pola dari tempo lambat beralih cepat (acuan: interval ketukan merapat teratur tanpa mengubah nilai ketukan notasi).

Formatif:

  • Unjuk kerja eksplorasi memainkan notasi pola irama dengan variasi dinamika dan tempo menggunakan alat musik ritmis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Variasi Dinamika pada Pola Irama Notasi MusikBelum mampu membedakan tingkat kekerasan bunyi (dinamika keras dan lembut) saat memainkan pola irama notasi pada alat musik ritmis walau dibimbing.Mampu memainkan variasi dinamika keras dan lembut pada pola irama notasi menggunakan alat musik ritmis namun kontras bunyinya belum jelas atau nilai ketukan notasi menjadi berubah.Mampu memainkan variasi dinamika keras (f) dan lembut (p) secara jelas dan tepat sesuai nilai ketukan notasi musik menggunakan alat musik ritmis.Mampu memainkan variasi dinamika keras dan lembut secara sangat konsisten dan luwes dengan transisi bertahap (crescendo/decrescendo) yang tepat sesuai notasi musik menggunakan alat musik ritmis secara mandiri.
Eksplorasi Variasi Tempo pada Pola Irama Notasi MusikBelum mampu mengubah kecepatan ketukan (tempo cepat dan lambat) saat memainkan pola irama notasi pada alat musik ritmis walau diarahkan.Mampu mengubah tempo cepat atau lambat pada pola irama notasi menggunakan alat musik ritmis tetapi ketukannya tidak konstan atau pola ritme menjadi kacau.Mampu memainkan variasi tempo lambat dan cepat secara stabil dan teratur sesuai bentuk notasi musik pada alat musik ritmis.Mampu memainkan variasi tempo lambat dan cepat dengan kestabilan ritme yang sangat presisi serta mampu melakukan perubahan tempo bertahap secara mandiri menggunakan alat musik ritmis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan media alat musik ritmis di kelas sudah memadai untuk memperdengarkan perbedaan dinamika dan tempo secara jelas?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam memainkan variasi pola irama saat kegiatan tantangan ritmis berlangsung?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang: memainkan ketukan lembut, keras, cepat, atau lambat?
  • Bagaimana caramu menjaga ketukan tetap teratur saat memainkan alat musik ritmis dalam tempo cepat?

Pertemuan 5 — Membuat Pola Irama Sederhana Berdasarkan Motif Ritmis Tradisional Lokal dengan Alat Musik Ritmis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Membuat pola irama menggunakan alat musik ritmis yang tersedia berdasarkan nilai kearifan lokal daerahnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang nyaman (5 menit).
  • Guru memandu murid melakukan asesmen awal diagnostik dengan mendengarkan 2 motif ketukan ritmis berikut: Motif A ketukan datar konstan 4 ketuk: | X . X . | X . X . | dan Motif B motif ritmis rampak tradisional kendang: | X . XX X | X XX . X | (keterangan: X = tepuk/pukul, . = jeda/diam). Murid diminta mengidentifikasi motif mana yang merupakan motif ritmis tradisional lokal (acuan jawaban: Motif B, karena memiliki variasi aksen sinkopasi/pukulan rapat ganda khas kendang tradisional daerah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru tentang cara menyusun pola irama sederhana birama 4/4 sebanyak 2 birama dengan mengambil inspirasi motif ritmis tradisional lokal (misalnya motif kendangan lancaran/rampak) (10 menit).
  • Murid bersama guru mencoba menirukan 2 contoh pola irama motif ritmis lokal birama 4/4 menggunakan alat musik ritmis yang tersedia (rebana, marakas, atau botol plastik berisi beras/batu kerikil) dengan pola: Birama 1: | X . XX X | Birama 2: | XX . X . | (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan 'Tantangan Kreasi Ritme Lokal': setiap murid memilih salah satu alat musik ritmis yang tersedia (rebana, kastanyet, tamborin, atau perkusi barang bekas di kelas) lalu secara mandiri membuat 1 karya pola irama sederhana sepanjang 2 birama (birama 4/4, total 8 ketuk) yang diadaptasi dari motif ritmis tradisional lokal daerahnya (20 menit).
  • Murid memainkan pola irama ritmis 2 birama ciptaannya sendiri menggunakan alat musik ritmis pilihannya di meja masing-masing sambil guru mengamati dan mencatat ketercapaian pembuatan pola (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merefleksikan proses pembuatan pola irama ritmis dengan memeriksa apakah pola irama yang dibuatnya sudah memuat jumlah ketukan yang pas (8 ketuk untuk 2 birama 4/4) dan memiliki ciri aksen motif ritmis tradisional (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pola irama ritmis berbasis kearifan lokal yang telah dibuat murid dan menyampaikan fokus latihan untuk pertemuan berikutnya (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan contoh motif ritmis tradisional lokal sederhana (2 birama hitungan 4/4 dengan kombinasi pukulan tunggal dan jeda) dan motif yang lebih variatif (pukulan rapat/sinkopasi ganda).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kerangka petak ketukan (8 kotak ketuk birama 4/4), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan membuat 2 variasi pola irama ritmis lokal mandiri.
  • Produk: Pola irama ritmis sederhana 2 birama birama 4/4 yang dimainkan menggunakan alat musik ritmis standar (rebana/tamborin) atau alat musik ritmis alternatif berbahan lingkungan sekitar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi motif ritmis tradisional: Guru memperdengarkan dua motif ketukan birama 4/4: (1) Motif A: | X . X . | X . X . | (ketukan lurus konstan), (2) Motif B: | X . XX X | X XX . X | (motif ritmis beraksen kendangan tradisional). Murid diminta menentukan motif yang mencerminkan motif ritmis kearifan lokal (acuan: Motif B adalah motif ritmis tradisional daerah karena memiliki aksen sinkopasi/ketukan ganda khas kendang).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja pembuatan pola irama sederhana: Memeriksa hasil karya pola irama murid birama 4/4 sepanjang 2 birama (total 8 ketukan) yang dimainkan pada alat musik ritmis, dengan kriteria penerimaan operasional: pola memiliki tepat 8 ketukan (2 birama 4/4), memadukan pukulan bunyi dan jeda diam yang teratur, serta memuat aksen motif ritmis tradisional lokal (seperti ketukan sinkopasi ganda khas gamelan/kendangan/rebana daerah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian pembuatan pola irama ritmis: Murid memainkan kembali pola 2 birama ciptaannya sebanyak satu kali repetisi dengan alat musik ritmisnya untuk memastikan ketepatan jumlah 8 ketukan dan kejelasan motif ritmis lokal yang dirancang (kriteria penerimaan: ketukan tepat 8 hitungan birama 4/4 tanpa kelebihan atau kekurangan ketukan, dan bunyi ritmis terdengar konsisten sesuai rancangan motif lokal).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal pengenalan motif ritmis tradisional lokal
  • Unjuk kerja praktik pembuatan dan permainan pola irama ritmis lokal 2 birama 4/4 menggunakan alat musik ritmis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuatan Pola Irama Ritmis Kearifan LokalBelum mampu membuat pola irama ritmis birama 4/4 (jumlah ketukan kurang dari atau melebihi 8 ketuk) dan belum memuat unsur motif ritmis tradisional.Mampu membuat pola irama ritmis birama 4/4 sepanjang 2 birama (8 ketuk) tetapi belum menunjukkan karakter aksen motif ritmis tradisional lokal.Mampu membuat pola irama ritmis birama 4/4 tepat 2 birama (8 ketuk) yang memuat motif ritmis tradisional lokal menggunakan alat musik ritmis dengan sedikit arahan guru.Mampu membuat pola irama ritmis birama 4/4 tepat 2 birama (8 ketuk) yang memuat motif ritmis tradisional lokal secara mandiri, rapi, dan konsisten menggunakan alat musik ritmis yang tersedia.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan contoh motif ritmis tradisional lokal mudah dipahami dan ditiru oleh seluruh murid?
  • Apakah ketersediaan alat musik ritmis (baik standar maupun dari bahan sekitar) mencukupi kebutuhan eksplorasi penciptaan pola irama murid?

Murid:

  • Bagian mana dari pembuatan pola irama motif daerah yang paling menarik saat saya coba tadi?
  • Apakah alat musik ritmis yang saya gunakan dapat mengeluarkan bunyi pola irama tradisional dengan jelas?

Pertemuan 6 — Membuat dan Merangkai Pola Irama Ansambel Ritmis Berdasarkan Kearifan Lokal ke dalam Partitur Notasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Membuat pola irama menggunakan alat musik ritmis yang tersedia berdasarkan nilai kearifan lokal daerahnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik: meminta murid menuliskan simbol notasi ritmis untuk ketukan berbunyi 'teng/plak' (not 1 ketuk bernilai nada/tanda ketukan '|') dan ketukan istirahat/diam (angka 0) pada 4 ketukan birama 4/4 sederhana untuk memetakan kesiapan notasi ritmis (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati lembar percontohan bagan partitur ansambel ritmis lokal 4/4 (terdiri atas Lapisan 1: Rebana/Kendang tepuk rendah 'Dug' pada ketukan 1 dan 3; Lapisan 2: Kastanyet/Tempurung kelapa 'Tek' pada ketukan 2 dan 4; Lapisan 3: Tamborin/Marakas 'Cring' pada setiap ketukan 1, 2, 3, 4) sambil menyimak penjelasan guru mengenai cara menyusun 2-3 lapisan pola irama ritmis ke dalam bagan partitur ansambel berbirama 4/4 sebanyak 4 birama (15 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berpartisipasi dalam kuis tebak pola menggembirakan 'Sambung Ritme Lokal': guru memainkan 1 birama ritmis rebana, lalu kelompok bergantian menyambung dengan tiruan ketukan tempurung kelapa atau tamborin secara serempak sesuai ketukan yang benar (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompoknya memilih motif ritmis kearifan lokal yang telah dieksplorasi (misalnya motif ritmis rebana/marawis, kendang dangdut/sunda, atau tepuk lesung) lalu membuat dan merangkai karya partitur ansambel ritmis 4/4 sepanjang 4 birama dengan 3 lapisan alat musik ritmis (lapisan bass/rendah: kendang/rebana/ember; lapisan medium: kastanyet/batang kayu/tempurung; lapisan tinggi: tamborin/marakas/botol isi beras) pada Lembar Partitur Ansambel (25 menit).
  • Murid memainkan dan menguji coba secara langsung pola irama yang telah mereka susun pada partitur menggunakan alat musik ritmis yang tersedia di kelas secara berkelompok, memastikan keselarasan ketukan antar-lapisan instrumen ritmis (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok memeriksa kembali kesesuaian partitur yang dibuat dengan hasil bunyi alat musik ritmis yang dimainkan, serta mencatat bagian ketukan atau birama yang perlu diperbaiki agar ritme ansambel mengalir teratur (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan setiap kelompok dalam menciptakan partitur ansambel pola irama ritmis berbasis kearifan lokal (5 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar partitur karya kelompok sebagai bukti belajar pertemuan ini dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan format partitur bergaris bantu ketukan 1-2-3-4 yang terstruktur, sedangkan kelompok mahir diberikan kebebasan merangkai pola ritmis poliritmik dengan variasi ketukan sinkopasi lokal.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih ragu membagi lapisan ritme alat musik, sementara kelompok mandiri bereksplorasi merangkai ketukan secara otonom.
  • Produk: Partitur ansambel kelompok minimal memuat 2 lapisan alat musik ritmis sepanjang 4 birama (untuk kelompok berkembang) atau 3 lapisan lengkap dengan variasi motif ritmis lokal (untuk kelompok mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman notasi ritmis: Murid menuliskan simbol notasi ketukan 4/4 pada 1 birama (acuan kunci: ketukan berbunyi ditulis simbol garis/not '|' atau angka ketukan '1', dan ketukan diam ditulis angka '0'; contoh pola ritmis 4 ketuk: | . | 0 atau 1 0 1 0; kriteria: murid tepat menempatkan simbol bunyi dan diam dalam 4 hitungan ketukan).

Proses:

  • Observasi proses kelompok saat membuat dan merangkai partitur ansambel ritmis (acuan: partitur memuat minimal 2 lapisan instrumen ritmis, tersusun dalam 4 birama berketukan 4/4 yang konsisten, dan pola ketukan dapat dibunyikan secara serentak menggunakan instrumen ritmis yang tersedia).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk Lembar Partitur Ansambel Ritmis Lokal (acuan kelayakan: partitur memuat judul motif lokal, nama 2-3 instrumen ritmis, susunan notasi ketukan 4 birama birama 4/4, dan seluruh tanda bunyi/diam terisi lengkap tanpa kekosongan birama).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pembuatan partitur ansambel ritmis 4/4 dan praktik pembunyian alat musik ritmis kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuatan dan Perangkaian Pola Irama Ansambel RitmisBelum mampu membuat pola irama ritmis ke dalam partitur ansambel dan belum memenuhi 4 birama secara utuh.Mampu membuat partitur ansambel ritmis 4 birama berdasar motif lokal untuk 1 lapisan instrumen ritmis dengan bimbingan penuh guru.Mampu membuat dan merangkai partitur ansambel ritmis 4 birama berdasar kearifan lokal yang memuat minimal 2 lapisan instrumen ritmis secara tepat dan mandiri.Mampu membuat dan merangkai partitur ansambel ritmis 4 birama berdasar kearifan lokal yang memuat 3 lapisan instrumen ritmis dengan variasi motif ritmik yang harmonis secara mandiri dan konsisten.
Penerapan Pola pada Alat Musik Ritmis yang TersediaBelum mampu membunyikan alat musik ritmis sesuai pola ketukan yang dirangkai pada partitur.Mampu membunyikan alat musik ritmis sesuai ketukan partitur namun masih sering terhenti atau tidak teratur.Mampu memainkan alat musik ritmis secara serentak bersama kelompok sesuai ketukan yang tertulis pada partitur 4 birama.Mampu memainkan alat musik ritmis secara serentak bersama kelompok dengan ketukan yang sangat stabil, padu antarlapisan, dan tepat mengikuti partitur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk merancang partitur sekaligus mencoba memainkannya dengan alat musik ritmis?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam merangkai pola ritmis ansambel kearifan lokal?

Murid:

  • Bagian mana yang paling menantang saat menyusun ketukan beberapa alat musik ritmis ke dalam satu partitur bersama?
  • Bagaimana perasaanmu saat mendengar pola irama yang kelompokmu buat berhasil dimainkan bersama-sama?

Pertemuan 7 — Melakukan Umpan Balik terhadap Karya Musik Sendiri dan Teman Menggunakan Istilah Tempo dan Ritme — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.4 Melakukan umpan balik mengenai karya musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar memberikan umpan balik terhadap karya musik diri sendiri dan teman menggunakan istilah musik ritme dan tempo (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai makna istilah 'tempo' dan 'ritme' menggunakan 2 pertanyaan acuan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang fungsi istilah musik spesifik (ritme: ketukan teratur, panjang-pendek nada/pola ketuk; tempo: cepat, sedang, lambat/kecepatan permainan) dalam menyusun kalimat umpan balik yang membangun dan objektif (10 menit).
  • Murid membaca panduan format umpan balik 3 bagian: (1) bagian yang sudah tepat (fokus ritme/tempo), (2) bagian yang perlu diperbaiki (fokus ritme/tempo), dan (3) saran perbaikan menggunakan istilah musik (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Musik': mendengarkan 2 rekaman audio simulasi karya musik ritmis pendek (Simulasi A: tempo stabil sedang dengan ritme sinkopasi rapi; Simulasi B: tempo tidak stabil/melambat di akhir dengan ritme ketukan meleset pada birama kedua) lalu bersama pasangan mencatat istilah musik yang cocok untuk mendeskripsikannya (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan draf umpan balik untuk karya musik diri sendiri (refleksi permainan musik pada pertemuan sebelumnya) pada Lembar Refleksi Diri menggunakan istilah ritme dan tempo (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid bertukar karya/rekaman latihan musik ritmis teman sebangku, kemudian masing-masing menuliskan lembar umpan balik untuk teman berisi ulasan ketepatan ritme dan stabilitas tempo beserta saran istilah teknisnya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid membacakan catatan umpan balik yang telah disusun untuk temannya, sementara murid penerima umpan balik mengonfirmasi kejelasan makna istilah yang digunakan (10 menit).
  • Murid mengevaluasi kemudahan dan tantangan dalam memilih istilah tempo dan ritme yang tepat saat memberikan masukan pada karya musik (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya menggunakan istilah musik yang tepat (ritme dan tempo) agar umpan balik dapat dipahami secara jelas untuk perbaikan karya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kualitas umpan balik yang telah dibuat murid, mengumumkan persiapan untuk asesmen unjuk kerja di pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan glosarium mini istilah musik (tempo: lambat/lento, sedang/moderato, cepat/allegro; ritme: ketukan konstan, sinkopasi, ketukan istirahat/jeda). Murid mahir diberikan variasi istilah dinamika dan artikulasi ritmis tambahan sebagai pengayaan kosa kata musik.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru menggunakan kalimat rumpang saat menyusun umpan balik. Murid yang mahir menyusun umpan balik secara mandiri dengan elaborasi analisis ketukan per birama.
  • Produk: Umpan balik tertulis minimum memuat 1 komentar ritme dan 1 komentar tempo; murid mahir menyusun minimal 2 komentar rinci per aspek disertai saran perbaikan konkret.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa perbedaan antara ritme dan tempo dalam musik?' (Acuan jawaban: Ritme adalah pola panjang-pendek ketukan atau ayunan nada, sedangkan tempo adalah kecepatan ketukan/lagu seperti cepat, sedang, lambat); (2) 'Jika seorang pemain musik bermain terlalu cepat mendahului ketukan, istilah apa yang sedang bermasalah?' (Acuan jawaban: Tempo).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Umpan Balik Musik saat tahap Mengaplikasi dengan acuan penilaian: (1) Memuat ulasan elemen ritme dengan istilah tepat (misal: 'ketukan teratur', 'pola irama sinkopasi tepat', 'pola ketukan meleset'); (2) Memuat ulasan elemen tempo dengan istilah tepat (misal: 'tempo stabil', 'tempo terlalu cepat', 'tempo melambat/konstan'); (3) Memuat saran perbaikan menggunakan istilah musik yang tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir pada lembar penutup: Butir 1: 'Sebutkan 1 contoh kalimat umpan balik mengenai tempo!' (Kriteria penerimaan: kalimat menyebutkan kata tempo dan atribut kecepatannya, misal 'Tempo permainanmu sudah stabil di tempo sedang'); Butir 2: 'Sebutkan 1 contoh kalimat umpan balik mengenai ritme!' (Kriteria penerimaan: kalimat menyebutkan kata ritme/pola ketuk dan atributnya, misal 'Pola ritme pada ketukan kedua masih kurang tepat').

Formatif:

  • Penilaian proses lembar umpan balik tertulis (diri sendiri dan teman sebaya) menggunakan kriteria ketepatan istilah tempo dan ritme

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penggunaan Istilah Ritme dalam Umpan BalikBelum menggunakan istilah ritme (hanya menyebut bagus/kurang tanpa kaitan pola ketukan).Menggunakan istilah ritme/ketukan tetapi maknanya belum tepat atau tertukar dengan tempo.Menggunakan istilah ritme secara tepat untuk mendeskripsikan pola ketukan karya musik diri sendiri atau teman.Menggunakan istilah ritme secara tepat dan spesifik (menunjukkan letak ketukan/pola irama tertentu) disertai saran perbaikan.
Ketepatan Penggunaan Istilah Tempo dalam Umpan BalikBelum menggunakan istilah tempo (hanya mengomentari secara umum).Menggunakan istilah tempo namun atribut kecepatannya belum sesuai dengan karya yang diamati.Menggunakan istilah tempo secara tepat untuk mendeskripsikan kestabilan dan kecepatan ketukan karya musik.Menggunakan istilah tempo secara tepat dan rinci (mengidentifikasi konsistensi perubahan tempo cepat/sedang/lambat) secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan penggunaan istilah tempo dan ritme dalam memberikan masukan?
  • Bagaimana respons murid saat menerima umpan balik kritis dari teman sebayanya?

Murid:

  • Istilah musik apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu gunakan saat mengomentari musik teman?
  • Bagaimana umpan balik dari teman membantumu mengetahui kekurangan pada permainan musikmu sendiri?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menerapkan unsur-unsur musik berupa nada dan irama menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis
  • TP 6.3.2 Mengeksplorasi variasi pola irama menggunakan notasi musik dan alat musik ritmis
  • TP 6.3.3 Membuat pola irama menggunakan alat musik ritmis yang tersedia berdasarkan nilai kearifan lokal daerahnya
  • TP 6.3.4 Melakukan umpan balik mengenai karya musik diri sendiri atau orang lain menggunakan istilah musik yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa, mengecek kehadiran, dan menyiapkan tata panggung kelas untuk unjuk kerja ansambel (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu unjuk kerja ansambel musik ritmis kearifan lokal berpartitur serta evaluasi tertulis lembar umpan balik (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur penilaian unjuk kerja kelompok berdurasi 70 menit (7 kelompok @ 10 menit termasuk persiapan dan penilaian) dan pembagian lembar partitur karya masing-masing kelompok kepada guru (5 menit).
  • Guru menjelaskan kriteria penilaian unjuk kerja ansambel ritmis (ketepatan membaca notasi nada/irama, variasi pola irama, dan kesesuaian pola ritmis kearifan lokal) serta tata tertib bagi kelompok penyimak untuk mengamati penampilan teman guna persiapan pengisian lembar umpan balik (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Secara bergantian, 7 kelompok (masing-masing 4 murid) menampilkan unjuk kerja ansambel musik ritmis dan melodis sederhana memainkan partitur pola irama bernuansa kearifan lokal ciptaan kelompok, sementara guru mengamati dan menilai performa menggunakan rubrik unjuk kerja ansambel ritmis (70 menit).
  • Tugas 2: Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengerjakan pengisian Lembar Catatan Umpan Balik Tertulis untuk mengulas karya kelompok sendiri dan kelompok lain dengan menganalisis tempo, ritme, dinamika, dan ketukan serta merumuskan saran perbaikan objektif (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyimak arahan guru untuk merefleksikan kejujuran dan kemandirian dalam mengisi lembar umpan balik tertulis sebelum lembar dikumpulkan (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar catatan umpan balik dan partitur karya kelompok, serta memberikan apresiasi menyeluruh atas dedikasi belajar musik seluruh murid di Bab 3 (2 menit).
  • Guru memfasilitasi doa bersama penutup pelajaran dan menutup sesi asesmen sumatif (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses tata letak partitur dengan notasi angka diperbesar bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah standar notasi dan birama yang dimainkan.
  • Proses: Penyesuaian posisi berdiri atau duduk saat memainkan alat ritmis/melodis bagi murid dengan hambatan motorik tanpa mengurangi durasi maupun bagian partitur yang dimainkan.
  • Produk: Format lembar umpan balik menyediakan baris berjarak lebih lebar bagi murid yang memerlukan ruang tulis lebih luas tanpa mengubah instrumen dan kriteria analisis.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja ansambel musik ritmis dan lembar umpan balik tertulis: partitur pola irama sederhana bernuansa kearifan lokal, performa memainkan variasi pola irama dan nada menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis sederhana secara berkelompok, serta lembar catatan umpan balik tertulis menggunakan istilah musik yang tepat
  • unjuk kerja ansambel musik ritmis berkelompok: lembar partitur notasi pola irama buatan kelompok (kearifan lokal) serta penampilan memainkan variasi pola irama dan nada sesuai notasi musik menggunakan alat ritmis/melodis sederhana, dinilai bergantian per kelompok (7 kelompok @ 4 murid, alokasi 10 menit per kelompok termasuk persiapan dan penilaian = 70 menit, muat satu kelas 28 murid) (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ansambel ritmis (kriteria: ketepatan membaca notasi nada/irama, variasi pola irama, dan kesesuaian pola ritmis kearifan lokal))
  • penilaian tertulis serentak (refleksi dan umpan balik): lembar catatan umpan balik tertulis yang diisi seluruh murid secara serentak, berisi ulasan terhadap karya musik kelompok sendiri dan kelompok lain dengan menggunakan istilah musik yang tepat (seperti tempo, ritme, dinamika, dan ketukan) (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar umpan balik (kriteria: ketepatan penggunaan istilah musik, objektivitas analisis karya, dan kejelasan saran perbaikan))

Sumatif:

  • unjuk kerja ansambel musik ritmis dan lembar umpan balik tertulis: partitur pola irama sederhana bernuansa kearifan lokal, performa memainkan variasi pola irama dan nada menggunakan notasi musik pada alat musik ritmis dan melodis sederhana secara berkelompok, serta lembar catatan umpan balik tertulis menggunakan istilah musik yang tepat
  • unjuk kerja ansambel musik ritmis berkelompok: lembar partitur notasi pola irama buatan kelompok (kearifan lokal) serta penampilan memainkan variasi pola irama dan nada sesuai notasi musik menggunakan alat ritmis/melodis sederhana, dinilai bergantian per kelompok (7 kelompok @ 4 murid, alokasi 10 menit per kelompok termasuk persiapan dan penilaian = 70 menit, muat satu kelas 28 murid) (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ansambel ritmis (kriteria: ketepatan membaca notasi nada/irama, variasi pola irama, dan kesesuaian pola ritmis kearifan lokal))
  • penilaian tertulis serentak (refleksi dan umpan balik): lembar catatan umpan balik tertulis yang diisi seluruh murid secara serentak, berisi ulasan terhadap karya musik kelompok sendiri dan kelompok lain dengan menggunakan istilah musik yang tepat (seperti tempo, ritme, dinamika, dan ketukan) (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar umpan balik (kriteria: ketepatan penggunaan istilah musik, objektivitas analisis karya, dan kejelasan saran perbaikan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membaca dan Menerapkan Notasi Nada dan Irama (TP 6.3.1)Memainkan alat musik ritmis/melodis dengan ketukan dan nada yang belum tepat serta belum sesuai dengan tanda notasi pada partitur.Memainkan alat musik ritmis/melodis dengan sebagian nada atau ketukan sesuai partitur, namun masih sering ragu dan salah membaca notasi.Memainkan alat musik ritmis dan melodis secara tepat sesuai tanda notasi angka dan irama ketukan pada partitur karya.Memainkan alat musik ritmis dan melodis secara sangat tepat, stabil, lancar, dan konsisten penuh mengikuti partitur karya dari awal hingga akhir.
Eksplorasi Variasi Pola Irama (TP 6.3.2)Hanya membawakan pola ketukan tunggal monoton tanpa variasi irama dua ketuk maupun empat ketuk.Membawakan variasi pola irama dua ketuk atau empat ketuk namun perpindahan ketukan antarpola masih belum stabil.Membawakan variasi pola irama dua ketuk dan empat ketuk secara stabil dan teratur menggunakan alat musik ritmis.Membawakan variasi pola irama dua ketuk dan empat ketuk secara harmonis, kaya variasi ritmis, dan menyatu padu antaralat ritmis.
Kesesuaian Pola Irama Kearifan Lokal pada Partitur (TP 6.3.3)Pola irama yang dimainkan belum mencerminkan motif ritmis kearifan lokal dan partitur belum lengkap.Pola irama mulai memuat motif ketukan tradisional lokal namun kesesuaian dengan tulisan partitur kelompok masih kurang sinkron.Pola irama berhasil mewujudkan motif ritmis kearifan lokal secara utuh sesuai dengan partitur notasi yang dibuat kelompok.Pola irama secara utuh dan kreatif mewujudkan karakter motif ritmis kearifan lokal dengan kerapian partitur notasi yang sangat terstruktur.
Umpan Balik Tertulis Menggunakan Istilah Musik (TP 6.3.4)Lembar umpan balik belum memuat istilah musik yang tepat (tempo, ritme, dinamika, ketukan) dan ulasan bersifat subjektif umum.Menggunakan 1-2 istilah musik dengan tepat, analisis karya cukup jelas namun saran perbaikan belum spesifik.Menggunakan 3-4 istilah musik (tempo, ritme, dinamika, ketukan) secara tepat untuk menganalisis karya sendiri dan teman serta memberikan saran perbaikan yang jelas.Menggunakan seluruh istilah musik (tempo, ritme, dinamika, ketukan) secara sangat tepat, analisis karya objektif dan mendalam, serta saran perbaikan sangat terarah dan konstruktif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 10 menit per kelompok efektif mengakomodasi unjuk kerja dan penilaian rubrik ansambel?
  • Bagaimana ketercapaian pemahaman murid dalam mengaplikasikan istilah musik pada lembar umpan balik tertulis?

Murid:

  • Bagian mana dari permainan ansambel musik kelompokku yang sudah berhasil dimainkan sesuai partitur?
  • Apakah aku sudah mampu memberikan masukan secara jujur dan jelas kepada penampilan musik teman menggunakan istilah musik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
  2. Buku Siswa Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI
  3. Partitur notasi angka tangga nada diatonis dan pola irama 4 birama
  4. Alat musik melodis sederhana (pianika/rekorder)
  5. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek)
  6. Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas 6 SD
  7. Lembar partitur notasi musik ansambel kombinasi birama 4/4
  8. Alat musik melodis: pianika/rekorder
  9. Alat musik ritmis: tamborin, marakas, kastanyet, atau rebana
  10. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022)
  11. Kartu partitur notasi ritmis dua ketuk dan empat ketuk
  12. Alat musik ritmis sederhana (tamborin, marakas, kastanyet, rebana, atau botol perkusi)
  13. Partitur notasi pola irama birama 4/4 dengan tanda dinamika (p, f) dan tempo (lento, presto)
  14. Set alat musik ritmis kelas (tamborin, marakas, kastanyet, rebana/kendang kecil)
  15. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek)
  16. Alat musik ritmis sederhana (rebana, kastanyet, tamborin, marakas)
  17. Alat musik ritmis alternatif sekitar (botol plastik berisi kerikil/beras, tepukan perkusi meja)
  18. Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas VI
  19. Instrumen musik ritmis sekolah/lingkungan sekitar: rebana, tamborin, kastanyet, marakas, tempurung kelapa, kendang/ember plastik
  20. Lembar Kerja Partitur Ansambel Ritmis 4/4
  21. Buku Panduan Guru Seni Musik SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2021)
  22. Contoh rekaman audio pola ritme instrumen perkusi sederhana
  23. Lembar Umpan Balik Teman dan Lembar Refleksi Diri (Format Umpan Balik Ritme & Tempo)
  24. Instrumen alat musik ritmis (rebana, marakas, tamborin, kendang mini, botol/batu perkusi) dan melodis sederhana (pianika/rekorder)
  25. Lembar partitur karya ansambel kelompok
  26. Lembar catatan umpan balik tertulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.