Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 6: Latihan Memainkan Suling dengan Lagu Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 6 dengan topik "Latihan Memainkan Suling dengan Lagu Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 6: Latihan Memainkan Suling dengan Lagu Sederhana

Seni Musik - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Latihan Memainkan Suling dengan Lagu Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikLatihan Memainkan Suling dengan Lagu Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memainkan melodi lagu daerah sederhana menggunakan suling dengan tempo yang stabil.
  2. Murid mampu menerapkan kebiasaan baik dalam berlatih alat musik (postur, pernapasan, perawatan alat).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar suara suling di acara adat atau pertunjukan seni daerah? Bagaimana perasaan kalian saat mendengarnya?
  2. Menurut kalian, apa yang membuat seseorang bisa memainkan suling dengan indah dan lancar?
  3. Bagaimana cara merawat suling agar tetap bersih dan menghasilkan bunyi yang bagus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas siap untuk praktik musik.
  • Guru memutarkan rekaman audio pendek (±1 menit) lagu daerah yang dimainkan dengan suling, lalu bertanya: 'Apa yang kalian rasakan saat mendengar lagu ini? Apakah kalian tahu lagu apa ini?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menunjukkan jempol ke atas (sudah pernah meniup suling), jempol ke samping (pernah mencoba sedikit), atau jempol ke bawah (belum pernah sama sekali), sehingga guru dapat memetakan kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memainkan melodi lagu daerah sederhana dengan suling menggunakan tempo stabil, serta menerapkan postur, pernapasan, dan perawatan alat yang benar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan poster atau tayangan sederhana yang memperlihatkan posisi memegang suling yang benar: posisi tangan, posisi bibir (embouchure), dan posisi tubuh tegak.
  • Guru mendemonstrasikan secara langsung cara memegang suling, mengatur pernapasan diafragma, dan menghasilkan bunyi dengan meniup pelan dan terkontrol. Murid mengamati dengan seksama.
  • Guru menjelaskan cara menutup lubang suling untuk menghasilkan nada-nada dasar (do, re, mi, fa, sol) menggunakan not angka yang ditulis di papan tulis.
  • Murid diminta menirukan posisi memegang suling tanpa meniup terlebih dahulu (simulasi postur), guru berkeliling mengecek dan memberi koreksi posisi tangan dan tubuh. (Prinsip: Berkesadaran — murid fokus merasakan postur tubuh mereka sendiri)
  • Guru menjelaskan partitur not angka lagu daerah sederhana yang akan dimainkan (misalnya penggalan 'Burung Tantina' atau lagu daerah setempat dengan 8–16 birama), menunjukkan letak nada dan tanda tempo.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mulai berlatih menghasilkan bunyi satu nada (nada 'do') secara bersamaan mengikuti aba-aba guru, fokus pada kualitas bunyi yang bersih dan pernapasan yang terkontrol.
  • Secara bertahap, guru membimbing murid memainkan tangga nada do–re–mi–fa–sol dengan tempo lambat (guru menghitung 1–2–3–4 dengan tepukan tangan), diulang 3 kali hingga murid merasa nyaman. (Prinsip: Bermakna — latihan bertahap agar murid merasakan kemajuan nyata)
  • Murid berlatih memainkan melodi lagu daerah bagian per bagian (frasa A dulu, kemudian frasa B) dengan bimbingan guru. Guru memberi aba-aba tempo menggunakan metronom atau ketukan tangan.
  • Murid berlatih mandiri selama ±5 menit dalam kelompok kecil (3–4 orang), saling membantu mengingatkan postur dan tempo. Guru berkeliling memberi umpan balik langsung kepada tiap kelompok. (Prinsip: Menggembirakan — suasana berlatih bersama teman yang saling mendukung)
  • Setiap kelompok memainkan lagu sekali di depan kelompok lain sebagai latihan tampil. Kelompok pendengar diberi tugas mengamati apakah tempo sudah stabil dan postur sudah benar.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif setelah tiap kelompok tampil, memuji yang sudah baik dan mengarahkan perbaikan yang spesifik.
  • Guru mengingatkan dan mendemonstrasikan cara merawat suling setelah digunakan: mengelap bagian luar, mengeluarkan sisa embun dari lubang tiup, dan menyimpan dengan benar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk kembali dan diam sejenak (±1 menit) untuk merasakan pengalaman berlatih suling hari ini secara sadar: 'Tutup mata sebentar, ingat bagian mana yang terasa mudah dan bagian mana yang masih sulit.' (Prinsip: Berkesadaran)
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa berupa bintang 1–4 atau emotikon) untuk tiga aspek: (1) kestabilan tempo, (2) postur dan pernapasan, (3) cara merawat alat. Guru menegaskan bahwa ini bukan nilai, melainkan alat bantu mereka untuk tahu harus berlatih apa di rumah.
  • Murid secara berpasangan berbagi satu hal yang sudah berhasil mereka lakukan hari ini dan satu hal yang ingin mereka perbaiki pada latihan berikutnya. (Prinsip: Bermakna — refleksi sebaya memperkuat kesadaran belajar)
  • Guru mengajak 2–3 sukarelawan menceritakan pengalamannya secara singkat kepada kelas, membangun suasana apresiasi dan saling menghargai usaha teman.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: tiga hal penting yang dipelajari hari ini (memainkan melodi dengan tempo stabil, postur dan pernapasan yang benar, cara merawat suling).
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha semua murid dengan tepuk tangan bersama, menegaskan bahwa berlatih konsisten adalah kunci kemajuan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dianjurkan berlatih melodi lagu yang sama di rumah minimal 10 menit per hari menggunakan panduan not angka yang sudah dibagikan.
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar diberikan partitur not angka dengan warna berbeda untuk setiap nada (kode warna), sehingga lebih mudah mengidentifikasi perpindahan nada. Murid yang sudah cepat diberikan partitur versi lengkap tanpa kode warna.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih berlatih hanya pada frasa A lagu (4–8 birama pertama) dan mendapat pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih mahir. Murid yang sudah cepat menguasai frasa A langsung melanjutkan ke frasa B dan diminta memainkan lagu secara keseluruhan dengan tempo lebih mantap.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mendemonstrasikan memainkan frasa A lagu dengan tempo stabil. Murid yang sudah mahir diminta memainkan keseluruhan lagu dan dapat menambahkan dinamika (keras-pelan) sesuai ekspresi mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Asesmen diagnostik gestur jempol (atas/samping/bawah) untuk memetakan pengalaman awal murid dalam meniup suling sebelum kegiatan inti dimulai.
  • Tanya jawab lisan singkat: 'Siapa yang pernah memegang suling sebelumnya? Bagian mana yang paling sulit saat memainkan suling?'

Proses:

  • Observasi berkelanjutan menggunakan lembar ceklis saat latihan mandiri dan kelompok: guru mencatat murid yang memerlukan intervensi segera pada aspek postur, pernapasan, atau akurasi nada.
  • Umpan balik langsung (verbal) dari guru kepada individu dan kelompok selama sesi latihan dan tampil kelompok.
  • Refleksi diri murid menggunakan lembar bintang/emotikon di tahap Merefleksi sebagai data proses untuk guru.

Akhir:

  • Unjuk kerja individu di akhir pertemuan (atau dapat dijadwalkan di awal pertemuan berikutnya jika waktu tidak mencukupi): murid memainkan melodi lagu daerah sederhana menggunakan suling, dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi diri yang dikumpulkan sebagai portofolio pembelajaran untuk menunjukkan kesadaran murid terhadap perkembangan diri sendiri.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berlatih mandiri dan kelompok: menggunakan lembar ceklis postur, pernapasan, dan kestabilan tempo.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru kepada tiap kelompok saat sesi tampil kelompok.
  • Penilaian sejawat: kelompok pendengar mengamati dan memberikan catatan singkat tentang kestabilan tempo dan postur kelompok yang tampil.

Sumatif:

  • Unjuk kerja individu: murid memainkan melodi lagu daerah sederhana menggunakan suling secara bergantian, dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek kestabilan tempo, postur dan pernapasan, kualitas bunyi nada, dan kebiasaan merawat alat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kestabilan TempoMurid memainkan melodi dengan tempo yang sangat tidak konsisten, berhenti lebih dari 3 kali, dan tidak mengikuti hitungan.Murid memainkan melodi dengan tempo yang kadang stabil namun sering berubah; berhenti 1–2 kali dan perlu diingatkan oleh guru.Murid memainkan melodi dengan tempo yang cukup stabil dari awal hingga akhir, hanya ada sedikit ketidakkonsistenan yang tidak mengganggu alur lagu.Murid memainkan melodi dengan tempo yang stabil dan konsisten dari awal hingga akhir tanpa berhenti, mengikuti hitungan guru dengan tepat.
Postur dan PernapasanPosisi tubuh membungkuk atau tegang, posisi tangan tidak tepat menutup lubang, pernapasan terputus-putus dan tidak terkontrol.Posisi tubuh kadang tegak namun sering kembali membungkuk; posisi tangan mendekati benar namun masih perlu koreksi; pernapasan mulai terkontrol sebagian.Posisi tubuh tegak dan rileks, posisi tangan menutup lubang dengan benar, pernapasan diafragma mulai terlihat namun belum sepenuhnya konsisten.Posisi tubuh tegak, rileks, dan stabil sepanjang permainan; posisi tangan tepat dan alami; pernapasan diafragma terkontrol dengan baik menghasilkan bunyi yang bersih.
Kualitas dan Akurasi NadaBanyak nada yang salah atau tidak terdengar jelas; suara yang dihasilkan lebih sering fals atau serak karena lubang tidak tertutup rapat.Beberapa nada sudah tepat namun lebih dari separuh nada masih keliru; bunyi kadang bersih namun sering terganggu oleh penutupan lubang yang tidak rapat.Sebagian besar nada sudah tepat dan bunyi cukup bersih; ada beberapa kesalahan nada yang tidak bersifat kritis terhadap melodi lagu.Semua atau hampir semua nada tepat dan bunyi bersih; melodi lagu terdengar jelas dan dapat dikenali dari awal hingga akhir.
Kebiasaan Merawat AlatMurid tidak menunjukkan kebiasaan merawat suling; alat ditaruh sembarangan tanpa dibersihkan.Murid mengelap suling setelah diingatkan guru; masih perlu bimbingan untuk langkah-langkah perawatan yang tepat.Murid secara mandiri mengelap bagian luar suling dan mengeluarkan sisa embun setelah bermain, namun belum selalu menyimpan dengan benar.Murid secara rutin dan mandiri melakukan seluruh langkah perawatan suling (mengelap luar, mengeluarkan embun, menyimpan pada tempatnya) tanpa perlu diingatkan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berlatih memainkan suling selama pembelajaran hari ini?
  • Apakah instruksi postur, pernapasan, dan teknik meniup sudah cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid dari berbagai tingkat kemampuan?
  • Bagian manakah dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias, dan bagian mana yang tampak membuat mereka kesulitan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah efektif untuk mendukung murid yang bergerak lambat maupun yang cepat?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari memainkan suling hari ini yang paling membuatmu senang dan ingin terus berlatih?
  • Apa satu hal yang masih terasa sulit untukmu saat memainkan suling, dan apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaikinya?
  • Apakah kamu sudah menerapkan postur yang benar dan merawat suling dengan baik hari ini? Bagaimana caramu memastikan hal itu terus menjadi kebiasaanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas VI — Penulis: Maylan Sofian & Rohadi Sukton Nurjamal (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek, 2022, ISBN: 978-602-244-605-7)
  2. Buku Seni Budaya dan Keterampilan Kelas 6 — Penerbit: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional
  3. Video referensi: Teknik Dasar Memainkan Suling Sunda Bagian 1, 2, dan 3 (dapat diakses melalui kanal resmi atau sumber yang direkomendasikan guru)
  4. Suling (1 per murid atau 1 per 2 murid, pastikan sudah dibersihkan sebelum digunakan bersama)
  5. Partitur not angka lagu daerah sederhana (disiapkan guru, dicetak atau ditulis di papan tulis)
  6. Poster atau tayangan visual posisi memegang suling yang benar
  7. Metronom atau aplikasi metronom digital untuk menjaga kestabilan tempo latihan
  8. Rekaman audio lagu daerah yang dibawakan dengan suling (untuk apersepsi dan referensi bunyi target)
  9. Lembar refleksi diri murid (bintang 1–4 atau emotikon untuk tiga aspek: tempo, postur/pernapasan, perawatan alat)
  10. Lembar ceklis observasi guru untuk asesmen proses (aspek: postur, pernapasan, kestabilan tempo, akurasi nada, perawatan alat)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.