Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 4: Mengenal Birama 2/4, 3/4, dan 4/4

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 4 dengan topik "Mengenal Birama 2/4, 3/4, dan 4/4". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 4: Mengenal Birama 2/4, 3/4, dan 4/4

Seni Musik - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Birama 2/4, 3/4, dan 4/4

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Birama 2/4, 3/4, dan 4/4
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian birama dan membedakan karakteristik birama 2/4, 3/4, dan 4/4 berdasarkan jumlah ketukan dan penekanan ketukan kuat-lemahnya.
  2. Murid dapat mempraktikkan ketukan kuat dan lemah dalam birama 2/4, 3/4, dan 4/4 melalui gerakan tubuh (perkusi tubuh) sambil menyanyikan lagu yang sesuai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bertepuk tangan mengikuti lagu? Mengapa ada lagu yang terasa 'ringan dan melompat-lompat' dan ada yang terasa 'berat dan megah'?
  2. Coba hitung: ketika kalian berbaris, langkah kaki kiri selalu terasa lebih 'kuat' dari langkah berikutnya. Kira-kira, apa hubungannya dengan musik?
  3. Jika ada lagu waltz yang biasa dipakai menari, berbeda dengan lagu mars yang dipakai berbaris, apa yang membuat keduanya terdengar berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan tubuh ringan: tepuk tangan dua kali lalu hentakkan kaki satu kali, diulang beberapa kali, untuk membangkitkan semangat dan fokus. (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan memberi waktu murid menjawab secara bebas (asesmen awal diagnostik): 'Pernahkah kalian bertepuk tangan mengikuti lagu? Mengapa ada lagu yang terasa ringan dan ada yang terasa berat?' (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal birama 2/4, 3/4, dan 4/4, serta mempraktikkannya dengan gerakan tubuh. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep birama: birama adalah pengelompokan ketukan dalam musik yang dibatasi oleh garis birama, dengan ketukan pertama selalu menjadi ketukan KUAT (diberi tanda >) dan ketukan berikutnya adalah ketukan lemah. (5 menit)
  • Guru menuliskan di papan tulis atau menampilkan visual tiga jenis birama: 2/4 (2 ketukan per birama: KUAT-lemah), 3/4 (3 ketukan: KUAT-lemah-lemah), 4/4 (4 ketukan: KUAT-lemah-agakKuat-lemah). Guru menjelaskan perbedaannya secara lisan dan visual. (5 menit)
  • Guru mendemonstrasikan perkusi tubuh untuk masing-masing birama: birama 2/4 dengan tepuk-hentak, birama 3/4 dengan tepuk-jentik-jentik, birama 4/4 dengan tepuk-jentik-tepukDada-jentik. Murid menyimak dengan seksama. (Prinsip Berkesadaran: murid diminta memejamkan mata sejenak dan merasakan pola ketukan sebelum melihat gerakan.) (5 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada kelas: 'Berapa ketukan dalam birama 3/4? Ketukan mana yang paling kuat?' untuk mengecek pemahaman awal. Murid menjawab secara lisan atau dengan mengacungkan jari. (3 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok mendapat 'kartu birama' (2/4, 3/4, atau 4/4) yang berisi pola perkusi tubuh yang harus dipraktikkan. (2 menit)
  • Guru memperdengarkan atau menyanyikan lagu contoh: 'Hari Merdeka' (birama 2/4), 'Burung Kakaktua' (birama 3/4), dan 'Anak Gembala' (birama 4/4). Tiap kelompok bertugas menirukan pola perkusi tubuh sesuai birama lagunya sambil bernyanyi bersama. (Prinsip Menggembirakan: suasana dibuat ceria, murid boleh bergerak sambil berdiri.) (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan perkusi tubuhnya di depan kelas sementara kelompok lain mengamati dan mencoba menebak birama mana yang sedang ditampilkan. (Prinsip Bermakna: murid menghubungkan pola ketukan dengan lagu yang mereka kenal di kehidupan nyata.) (8 menit)
  • Guru memimpin satu sesi 'kuis bergerak': guru menyanyikan penggalan melodi salah satu lagu tanpa menyebut judulnya, murid secara individu menunjukkan pola perkusi tubuh yang sesuai dan mengangkat 2, 3, atau 4 jari sesuai biramanya. Guru memberikan umpan balik langsung. (Asesmen proses formatif.) (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk kembali dan mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Dari ketiga birama yang kita pelajari, mana yang paling mudah kamu rasakan ketukannya? Mengapa?' Murid menjawab secara bergantian (3-4 murid). (3 menit)
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (dapat berupa gambar wajah + 1 kalimat) yang memuat dua pertanyaan: (1) 'Apa perbedaan birama 2/4, 3/4, dan 4/4 menurut kamu?' (2) 'Apakah kamu sudah bisa merasakan ketukan kuat dalam sebuah lagu?' (Prinsip Berkesadaran: murid merefleksi proses belajarnya sendiri.) (4 menit)
  • Guru mengajak murid melakukan penilaian sejawat singkat: satu murid menampilkan perkusi tubuh untuk salah satu birama, dan teman sebangku memberi komentar satu kalimat positif dan satu saran. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: birama adalah pengelompokan ketukan dengan ketukan pertama yang kuat; birama 2/4 punya 2 ketukan, 3/4 punya 3 ketukan, dan 4/4 punya 4 ketukan per birama. (3 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum atas partisipasi kelas dan menyampaikan apresiasi atas keberanian murid tampil di depan. (1 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mendengarkan satu lagu favorit di rumah dan mencoba merasakan berapa ketukan dalam satu biramanya, lalu menuliskannya di buku catatan. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengajak murid menyanyikan bersama satu baris lagu 'Hari Merdeka' sambil melakukan perkusi tubuh birama 2/4 sebagai penutup yang menyenangkan. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan memahami konsep dapat diberikan kartu visual berwarna yang menampilkan pola ketukan dengan simbol gambar (lingkaran besar untuk ketukan kuat, lingkaran kecil untuk ketukan lemah), sehingga tidak hanya mengandalkan penjelasan verbal.
  • Proses: Murid yang sudah cepat paham diberi tantangan tambahan: mencoba mengidentifikasi birama dari lagu yang tidak mereka kenal sebelumnya yang diputar guru. Murid yang masih kesulitan dipasangkan dengan teman sebaya (peer buddy) yang lebih memahami selama sesi praktik kelompok.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat 'demo video singkat' atau menampilkan variasi perkusi tubuh kreatif mereka sendiri sesuai birama. Murid yang masih berkembang cukup menunjukkan pola dasar perkusi tubuh sesuai birama yang diminta.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Pernahkah kalian merasakan ada lagu yang terasa berat di awal setiap hitungan? Apa nama lagu itu?' — untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang pola irama dan birama.
  • Guru meminta murid bertepuk mengikuti lagu yang diputar/dinyanyikan selama 8 hitungan, lalu mengamati apakah ada murid yang secara alami sudah memberi tekanan pada ketukan pertama.

Proses:

  • Observasi guru selama praktik perkusi tubuh kelompok: menggunakan lembar ceklis sederhana untuk mencatat apakah tiap murid (a) menempatkan ketukan kuat di posisi yang benar, (b) konsisten mempertahankan pola selama minimal 4 birama.
  • Kuis bergerak (finger voting): murid mengangkat 2, 3, atau 4 jari sesuai birama yang diperdengarkan; guru mencatat jawaban benar/salah untuk umpan balik segera.
  • Penilaian sejawat saat tahap Merefleksi: teman sebangku memberikan komentar satu kalimat positif dan satu saran konstruktif atas penampilan perkusi tubuh temannya.

Akhir:

  • Demonstrasi perkusi tubuh individual: setiap murid memperagakan pola ketukan kuat-lemah untuk satu birama yang ditunjuk guru (dipilih secara acak dari 2/4, 3/4, atau 4/4), dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi tertulis: murid menjawab dua pertanyaan singkat — (1) jelaskan perbedaan birama 2/4, 3/4, dan 4/4; (2) sebutkan satu lagu yang kamu kenal untuk masing-masing birama — sebagai bukti pemahaman konseptual.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan tentang jumlah ketukan dan letak ketukan kuat di setiap birama.
  • Observasi perkusi tubuh saat praktik kelompok: guru mengamati apakah murid menekankan ketukan kuat pada hitungan pertama dengan tepat.
  • Kuis bergerak (finger voting): murid mengangkat 2, 3, atau 4 jari sesuai birama yang didengar, guru mencatat respons murid.

Sumatif:

  • Lembar refleksi tertulis singkat: murid menuliskan perbedaan birama 2/4, 3/4, dan 4/4 dengan kata-kata sendiri.
  • Demonstrasi perkusi tubuh individu: murid menampilkan pola ketukan kuat-lemah untuk satu jenis birama yang ditentukan guru sebagai asesmen akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan perbedaan birama 2/4, 3/4, dan 4/4 [4.2.3.1]Murid belum dapat menjelaskan pengertian birama dan tidak dapat membedakan ketiga jenis birama meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan pengertian birama dengan bantuan guru, namun hanya dapat membedakan satu jenis birama dari yang lain.Murid dapat menjelaskan pengertian birama secara mandiri dan membedakan dua dari tiga jenis birama berdasarkan jumlah ketukannya.Murid dapat menjelaskan pengertian birama dengan tepat dan membedakan ketiga birama (2/4, 3/4, 4/4) berdasarkan jumlah ketukan dan letak ketukan kuat-lemah secara mandiri dan runtut.
Mempraktikkan ketukan kuat dan lemah melalui gerakan tubuh [4.2.3.2]Murid belum dapat melakukan perkusi tubuh yang mencerminkan pola ketukan kuat-lemah pada birama manapun, bahkan setelah dicontohkan.Murid dapat melakukan perkusi tubuh untuk satu jenis birama dengan beberapa kesalahan pada penempatan ketukan kuat, memerlukan bimbingan guru.Murid dapat mempraktikkan perkusi tubuh untuk dua jenis birama dengan penempatan ketukan kuat yang tepat dan konsisten selama minimal 4 birama.Murid dapat mempraktikkan perkusi tubuh untuk ketiga birama (2/4, 3/4, 4/4) dengan penempatan ketukan kuat yang tepat, konsisten, dan ekspresif selama minimal 4 birama sambil menyanyikan lagu yang sesuai.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam praktik perkusi tubuh, atau ada murid yang tampak pasif? Apa yang perlu saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penjelasan konsep birama sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 4? Bagian mana yang perlu disederhanakan atau diberi contoh tambahan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang membutuhkan lebih banyak waktu?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang birama? Ceritakan dengan kalimatmu sendiri.
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah masih ada yang membingungkan kamu tentang birama 2/4, 3/4, atau 4/4? Apa yang ingin kamu tanyakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab II: Birama dan Bunyi, halaman 84–99.
  2. Lagu 'Hari Merdeka' (birama 2/4) dan 'Heli' (birama 2/4) sebagai contoh praktik.
  3. Lagu 'Burung Kakaktua' dan 'Terima Kasihku' (birama 3/4) sebagai contoh praktik.
  4. Lagu 'Anak Gembala' dan 'Naik Kereta Api' (birama 4/4) sebagai contoh praktik.
  5. Kartu visual birama (dibuat guru): kartu bergambar pola ketukan kuat-lemah dengan simbol lingkaran besar dan kecil untuk diferensiasi.
  6. Papan tulis atau media tayang (proyektor/TV) untuk menampilkan simbol dan notasi birama.
  7. Lembar refleksi murid (disiapkan guru, 1 lembar per murid).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.