MODUL AJAR Seni Musik — Kelas 4 (Fase B) Topik: Mengenal Tempo: Lambat, Sedang, Cepat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Musik |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Mengenal Tempo: Lambat, Sedang, Cepat |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi perbedaan tempo lambat (largo), sedang (andante), dan cepat (allegro) melalui contoh lagu yang didengarkan.
- Murid dapat mengimitasi ketukan dalam berbagai tempo (lambat, sedang, cepat) menggunakan tepuk tangan atau alat musik ritmis sederhana.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu mendengar lagu yang terasa sangat lambat, seperti sedang berjalan pelan-pelan? Bagaimana perasaanmu saat mendengarnya?
- Apa yang kamu rasakan ketika mendengar musik yang sangat cepat? Apakah badanmu ikut bergerak?
- Menurutmu, mengapa ada lagu yang dimainkan dengan cepat dan ada yang dimainkan dengan lambat? Apa bedanya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucap salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid bertepuk tangan mengikuti irama yang guru contohkan (satu ketukan lambat, lalu satu ketukan cepat), kemudian bertanya: 'Mana yang terasa lebih mudah? Mana yang terasa berbeda?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui titik awal pemahaman mereka tentang tempo.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk berbagi pendapat singkat.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal tiga jenis tempo dan berlatih mengimitasinya dengan tepuk tangan atau alat musik ritmis.
- Guru menginformasikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan konsep tempo secara sederhana: 'Tempo adalah kecepatan ketukan dalam musik. Ada tiga jenis utama yang kita pelajari hari ini: lambat (largo), sedang (andante), dan cepat (allegro).'
- Guru mendemonstrasikan masing-masing tempo menggunakan metronom digital (atau tepuk tangan), sambil meminta murid mendengarkan dan merasakannya. Guru memperdengarkan ketukan largo (sekitar 40–60 BPM), andante (sekitar 76–108 BPM), dan allegro (sekitar 120–156 BPM). [Prinsip: Berkesadaran — murid diajak hadir sepenuhnya saat mendengarkan dan merasakan perbedaan ketukan]
- Guru memperdengarkan penggalan pendek tiga lagu atau rekaman audio dengan tempo berbeda, misalnya: lagu 'Nina Bobo' untuk tempo lambat, lagu 'Anak Gembala' untuk tempo sedang, dan lagu 'Topi Saya Bundar' atau lagu daerah bertempo cepat untuk tempo cepat.
- Setelah setiap contoh lagu diputar, guru bertanya: 'Termasuk tempo apa lagu tadi? Mengapa kamu berpikir begitu?' Murid menjawab secara lisan satu per satu atau serentak (dengan kartu tempo: LAMBAT / SEDANG / CEPAT yang dipegang murid). [Prinsip: Bermakna — murid menghubungkan bunyi yang didengar dengan konsep tempo yang baru dipelajari]
- Guru merangkum jawaban murid dan mengonfirmasi konsep: menunjukkan tabel sederhana di papan tulis berisi tiga kolom tempo beserta nama istilah dan contoh lagunya.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Guru meminta murid berdiri dan memberi ruang gerak secukupnya. Guru menjelaskan bahwa sekarang mereka akan mencoba mengimitasi ketukan tempo menggunakan tepuk tangan.
- Sesi imitasi berpasangan: Guru membagi murid ke dalam pasangan. Satu murid menjadi 'pemimpin' dan menentukan tempo (lambat/sedang/cepat) dengan bertepuk tangan; pasangannya mengimitasi. Setelah 30 detik, peran berganti. [Prinsip: Menggembirakan — kegiatan berpasangan membuat latihan terasa seperti permainan]
- Guru berkeliling memantau dan memberi umpan balik singkat kepada pasangan yang masih kesulitan membedakan tempo.
- Sesi imitasi kelompok dengan alat musik ritmis: Jika tersedia, guru membagikan alat musik ritmis sederhana (tamborin, kastanyet, stik perkusi, atau botol berisi beras sebagai marakas). Murid duduk melingkar dalam kelompok 4–5 orang.
- Guru memutarkan kembali penggalan lagu (atau mengetuk metronom) untuk setiap tempo secara bergantian. Murid mengimitasi ketukan menggunakan alat musik atau tepuk tangan, mengikuti tempo yang diperdengarkan. [Prinsip: Menggembirakan — suasana bermain musik bersama membuat murid antusias; Bermakna — murid mengaitkan ketukan dengan lagu nyata yang sudah dikenal]
- Guru meminta satu kelompok mendemonstrasikan hasil imitasi di depan kelas untuk setiap jenis tempo, sementara kelompok lain mengamati dan memberikan jempol ke atas jika setuju tempo sudah tepat. [Prinsip: Berkesadaran — murid mengamati dengan cermat dan memberi penilaian sejawat]
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali duduk dan hening sejenak selama 10 detik. Guru berkata: 'Rasakan denyut jantungmu setelah tadi bermain musik cepat. Bandingkan dengan saat kita mendengar musik lambat tadi.'
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada murid: 'Tempo mana yang paling mudah kamu imitasi? Mana yang paling sulit? Mengapa?' Murid berbagi pendapat secara singkat (2–3 murid). [Prinsip: Berkesadaran — murid menyadari proses belajarnya sendiri]
- Murid mengisi lembar refleksi singkat (bisa berupa emoji check: 😕 belum paham / 🙂 mulai paham / 😊 sudah paham) untuk masing-masing tempo, lalu menuliskan satu kalimat: 'Hari ini saya belajar bahwa tempo adalah …' [Prinsip: Bermakna — murid memaknai dan merekam sendiri pemahaman yang diperoleh]
- Guru mengumpulkan lembar refleksi sebagai bahan umpan balik dan perencanaan pembelajaran berikutnya.
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan bersama: 'Tempo lambat disebut largo, tempo sedang disebut andante, dan tempo cepat disebut allegro. Kita bisa merasakan dan mengimitasi ketiganya dengan tepuk tangan atau alat musik.'
- Asesmen akhir singkat: Guru memutar 3 penggalan audio pendek (bisa berbeda dari contoh sebelumnya) satu per satu, dan murid menunjukkan kartu LAMBAT / SEDANG / CEPAT sesuai yang mereka dengar. Guru mencatat hasil untuk penilaian.
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha murid selama pembelajaran.
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan meminta murid untuk memperhatikan tempo lagu yang mereka dengar di rumah sebagai eksplorasi mandiri.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum memahami konsep tempo diberikan kartu bergambar (gambar orang berjalan lambat untuk largo, berjalan biasa untuk andante, berlari untuk allegro) sebagai alat bantu visual. Murid yang sudah mahir dapat diberikan tantangan mendengarkan lagu dan menentukan temponya tanpa contoh sebelumnya.
- Proses: Murid yang kesulitan mengimitasi ritme berpasangan dengan murid yang lebih cepat memahami sebagai tutor sebaya. Murid yang cepat dapat memimpin kelompoknya dalam sesi imitasi dan diberi peran sebagai 'konduktor mini' yang mengatur perubahan tempo.
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjukkan kartu tempo yang benar saat mendengar contoh. Murid yang berkembang dapat mengimitasi ketukan dengan tepuk tangan. Murid yang sangat berkembang dapat mengimitasi dengan alat musik ritmis dan menyebutkan nama tempo dalam bahasa musik (largo/andante/allegro).
ASESMENAwal:- Guru meminta murid bertepuk tangan mengikuti dua contoh ketukan (lambat dan cepat) yang dicontohkan guru, lalu bertanya: 'Apa yang kamu rasakan perbedaannya?' — untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal konsep tempo sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru bertanya lisan: 'Pernahkah kamu mendengar istilah tempo? Apa yang kamu tahu tentangnya?' — jawaban dicatat guru sebagai peta pengetahuan awal.
Proses:- Observasi selama tahap Memahami: guru mengamati apakah murid dapat menjawab pertanyaan identifikasi tempo lagu dengan tepat (menggunakan kartu LAMBAT/SEDANG/CEPAT).
- Observasi selama tahap Mengaplikasi: guru memantau ketepatan imitasi ketukan murid saat kegiatan berpasangan dan kelompok, serta memberikan umpan balik langsung.
- Penilaian sejawat: murid saling menilai ketepatan imitasi tempo anggota kelompok lain saat demonstrasi di depan kelas.
Akhir:- Tes identifikasi tempo dengan 3 penggalan audio berbeda: murid menunjukkan kartu tempo yang sesuai. Skor: 1 poin per jawaban benar (maksimal 3 poin).
- Observasi imitasi tempo menggunakan rubrik: guru menilai kemampuan murid mengimitasi ketukan lambat, sedang, dan cepat dengan tepuk tangan atau alat musik ritmis berdasarkan 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat kegiatan mendengarkan dan mengidentifikasi tempo lagu (tahap Memahami).
- Penilaian sejawat saat demonstrasi kelompok: murid lain memberi jempol ke atas/bawah untuk menilai ketepatan imitasi tempo.
- Lembar refleksi emoji (😕/🙂/😊) dan kalimat simpulan murid di akhir tahap Merefleksi.
Sumatif:- Tes identifikasi tempo: guru memutar 3 penggalan audio, murid menunjukkan kartu LAMBAT/SEDANG/CEPAT yang sesuai (penilaian ketepatan identifikasi).
- Observasi imitasi: guru menilai kemampuan murid mengimitasi ketukan dalam tiga tempo menggunakan rubrik 4 level.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi perbedaan tempo lambat, sedang, dan cepat | Murid belum dapat membedakan tempo lambat, sedang, dan cepat meskipun sudah mendengarkan contoh lagu. | Murid dapat mengidentifikasi satu jenis tempo (misalnya hanya tempo cepat) dari contoh lagu yang diperdengarkan. | Murid dapat mengidentifikasi dua dari tiga jenis tempo dengan benar dari contoh lagu yang diperdengarkan. | Murid dapat mengidentifikasi ketiga jenis tempo (lambat, sedang, cepat) dengan benar dan menyebutkan nama istilahnya (largo, andante, allegro) dari contoh lagu yang diperdengarkan. | | Mengimitasi ketukan dalam berbagai tempo | Murid belum dapat mengimitasi ketukan sesuai tempo yang dicontohkan, meskipun sudah mendapat bimbingan guru. | Murid dapat mengimitasi ketukan satu jenis tempo (biasanya tempo sedang) dengan benar menggunakan tepuk tangan. | Murid dapat mengimitasi ketukan dua dari tiga jenis tempo dengan tepat menggunakan tepuk tangan atau alat musik ritmis. | Murid dapat mengimitasi ketukan ketiga jenis tempo (lambat, sedang, cepat) dengan tepat dan konsisten menggunakan tepuk tangan maupun alat musik ritmis, serta dapat mempertahankan kestabilan ketukan selama beberapa birama. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah contoh lagu dan demonstrasi tempo yang saya gunakan cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 4?
- Murid mana yang masih kesulitan membedakan tempo? Strategi apa yang perlu saya siapkan untuk membantu mereka di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Apakah kegiatan berpasangan dan kelompok berjalan efektif? Bagaimana saya dapat meningkatkan kualitas kolaborasi murid?
Refleksi Murid:- Tempo mana yang paling mudah kamu imitasi hari ini? Mengapa?
- Apa yang masih terasa sulit bagimu dalam membedakan tempo lambat dan sedang?
- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang tempo dalam musik?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemendikbudristek.
- Rekaman audio atau file MP3 penggalan lagu dengan tempo berbeda: 'Nina Bobo' (lambat), 'Anak Gembala' (sedang), 'Topi Saya Bundar' atau lagu daerah bertempo cepat.
- Metronom digital (aplikasi smartphone atau situs web metronome-online.com) untuk demonstrasi ketukan.
- Alat musik ritmis sederhana: tamborin, kastanyet, stik perkusi, atau marakas buatan (botol plastik kecil berisi beras).
- Kartu tempo bertuliskan LAMBAT / SEDANG / CEPAT untuk setiap murid (bisa dicetak atau dibuat murid sendiri).
- Lembar refleksi murid berisi tabel emoji (😕/🙂/😊) untuk tiga jenis tempo dan kolom kalimat simpulan.
- Tabel papan tulis/tayangan sederhana: tiga kolom tempo (Lambat/Largo, Sedang/Andante, Cepat/Allegro) beserta contoh lagunya.
|