Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 4: Menyusun Pola Irama untuk Lagu Anak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 4 dengan topik "Menyusun Pola Irama untuk Lagu Anak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 4: Menyusun Pola Irama untuk Lagu Anak

Seni Musik - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menyusun Pola Irama untuk Lagu Anak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenyusun Pola Irama untuk Lagu Anak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat pola irama sederhana (minimal 4 ketukan) untuk mengiringi lagu anak 'Paman Datang' atau 'Tokecang' menggunakan notasi sederhana atau simbol bunyi.
  2. Murid dapat memainkan pola irama yang dibuat sendiri menggunakan alat musik ritmis (seperti tamborin, kastanyet, atau perkusi tubuh) secara konsisten minimal 2 baris lagu.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengarkan lagu 'Paman Datang' atau 'Tokecang'? Apa yang membuat lagu itu terasa hidup dan bersemangat — apakah hanya melodinya saja?
  2. Kalau kalian ingin mengiringi teman yang sedang bernyanyi hanya dengan mengetuk meja atau tepuk tangan, pola ketukan seperti apa yang akan kalian buat?
  3. Bagaimana caranya agar pola ketukan yang kalian buat bisa dimainkan berulang-ulang tanpa 'nyasar' dari irama lagunya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru memutarkan rekaman singkat (atau menyanyikan) dua baris pertama lagu 'Paman Datang', lalu meminta murid mengetuk meja mengikuti irama yang mereka rasakan secara spontan. Guru mengamati siapa yang sudah memiliki rasa irama yang stabil dan siapa yang masih ragu.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Kalau kalian ingin mengiringi teman yang sedang bernyanyi hanya dengan mengetuk meja atau tepuk tangan, pola ketukan seperti apa yang akan kalian buat?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat dan memainkan pola irama sederhana untuk mengiringi lagu anak.
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan: belajar pola irama → merancang pola sendiri → mempresentasikan dan memainkannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua contoh pola irama di papan tulis menggunakan simbol sederhana: bulatan kosong (○) untuk bunyi panjang dan bulatan penuh (●) untuk bunyi pendek, contoh: ● ● ○ ● untuk birama 4/4.
  • Guru memainkan contoh pola pertama menggunakan tepuk tangan, lalu mengajak seluruh murid menirukan bersama-sama selama 2 putaran. (Berkesadaran: murid diminta memperhatikan kapan telapak tangan mereka bertemu dan merasakan ketukan yang teratur)
  • Guru memainkan contoh pola kedua (pola ostinato sederhana: ● ○ ● ○) sambil menyanyikan 'Paman Datang', memperlihatkan bahwa pola irama berjalan konsisten sepanjang lagu. (Bermakna: murid melihat langsung hubungan antara pola irama dan fungsinya dalam lagu)
  • Guru bertanya: 'Apa bedanya pola pertama dan pola kedua? Mana yang terasa lebih cocok untuk lagu ini?' — murid merespons secara lisan, guru merangkum jawaban di papan tulis.
  • Guru menjelaskan secara singkat istilah kunci: pola irama rata (setiap ketukan sama), pola ostinato (pola pendek yang diulang), dan birama (pengelompokan ketukan).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja berisi dua baris notasi lagu 'Paman Datang' atau 'Tokecang' (pilihan kelompok) beserta kolom kosong untuk menuliskan simbol pola irama mereka (●/○ atau simbol lain yang mereka pilih sendiri). (Menggembirakan: murid bebas memilih lagunya)
  • Setiap kelompok bertugas merancang satu pola irama sederhana (minimal 4 ketukan per birama) yang cocok untuk mengiringi lagu pilihan mereka. Guru berkeliling memberi umpan balik saat murid merancang — bukan membetulkan langsung, tetapi bertanya: 'Coba mainkan polamu sambil menyanyi, apakah terasa pas?'
  • Setelah pola dirancang dan dicatat, setiap anggota kelompok mencoba memainkan pola tersebut menggunakan alat musik ritmis yang tersedia (tamborin, kastanyet, atau perkusi tubuh) sambil salah satu anggota menyanyikan lagunya. (Bermakna: menghubungkan karya tulis dengan praktik bunyi nyata)
  • Kelompok melakukan latihan internal minimal 2 putaran penuh lagu untuk memastikan pola dapat dimainkan secara konsisten.
  • Guru memberi kesempatan satu kelompok untuk memperlihatkan progres mereka di depan kelas sebagai contoh, kemudian kelompok lain memberikan satu komentar positif dan satu saran. (Menggembirakan: suasana saling mendukung dan bersemangat)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan dan memainkan pola irama buatan mereka di depan kelas (maksimal 2 menit per kelompok): satu murid memainkan pola irama menggunakan alat musik ritmis, satu murid menyanyikan lagunya, anggota lain mengiringi dengan perkusi tubuh.
  • Setelah setiap penampilan, guru memfasilitasi refleksi singkat dengan pertanyaan: 'Apakah pola irama kalian terasa cocok dengan lagunya? Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit dibuat?'
  • Murid mengisi kartu refleksi pribadi (disiapkan guru, ukuran setengah lembar): (1) Pola irama apa yang kubuat hari ini? (2) Satu hal yang berhasil dari pola iramaiku. (3) Satu hal yang ingin kuperbaiki. (Berkesadaran: murid menelaah proses belajarnya sendiri)
  • Guru merangkum temuan dari presentasi kelompok: pola irama mana yang paling sering berhasil, kesalahan umum yang ditemukan, dan tips perbaikan. (Bermakna: murid menghubungkan pengalaman hari ini dengan prinsip musik yang lebih luas)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran hari ini bersama-sama: 'Jadi, apa itu pola irama dan mengapa penting dalam sebuah lagu?'
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid secara individu memainkan pola irama buatan kelompoknya selama 4 ketukan tanpa bantuan teman — guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi.
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas murid dan menegaskan bahwa tidak ada pola irama yang salah selama konsisten dengan biramanya.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat berlatih kembali di rumah menggunakan benda-benda di sekitar (pensil, kaleng, meja) sebagai alat perkusi.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir dapat diberi tantangan membuat dua variasi pola irama berbeda untuk lagu yang sama, atau menambahkan pola untuk dua alat musik ritmis berbeda secara bersamaan (layering). Murid yang masih kesulitan dapat menggunakan lembar kerja yang sudah memiliki contoh pola setengah jadi (sebagian simbol sudah terisi) sebagai panduan.
  • Proses: Murid yang cepat memahami berperan sebagai 'teman ahli' dalam kelompok, membantu anggota lain merasakan kesesuaian pola dengan lagu. Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat bimbingan langsung dari guru saat sesi merancang pola, dengan langkah lebih kecil: mulai dari menentukan berapa ketukan dulu, baru menentukan panjang-pendek bunyinya.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat mendokumentasikan pola irama mereka dalam bentuk notasi sederhana di kertas atau bahkan merekam audio pendek menggunakan perangkat yang tersedia. Murid yang masih berkembang cukup menyampaikan polanya secara lisan dan memainkannya langsung tanpa kewajiban menulis notasi.

ASESMEN

Awal:

  • Murid diminta mengetuk meja mengikuti irama lagu 'Paman Datang' yang diputarkan/dinyanyikan guru secara spontan — guru mengamati kestabilan ketukan dan rasa birama tiap murid sebagai data awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah tahu apa itu pola irama?' untuk memetakan pengetahuan awal murid secara cepat.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid menirukan contoh pola irama di tahap Memahami — dicatat pada lembar pengamatan singkat (nama murid dan catatan: stabil / masih ragu / perlu bimbingan).
  • Pemantauan saat kelompok merancang dan melatih pola irama — guru bertanya pancingan ('Coba mainkan polamu sambil menyanyi, apakah terasa pas?') dan mencatat respons murid.
  • Peer feedback antarteman setelah demonstrasi progres satu kelompok — guru memantau kualitas umpan balik yang diberikan.

Akhir:

  • Penampilan kelompok di depan kelas: dinilai menggunakan rubrik dengan aspek kesesuaian pola irama dengan lagu dan konsistensi permainan alat musik ritmis.
  • Praktik individu mandiri 4 ketukan di Penutup — guru mencentang lembar observasi per murid.
  • Kartu refleksi individu dikumpulkan sebagai dokumentasi proses belajar murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menirukan pola irama pada tahap Memahami — apakah ketukan sudah stabil dan konsisten.
  • Pengamatan berkeliling saat kelompok merancang pola irama — guru mencatat murid mana yang masih kesulitan mencocokkan pola dengan birama lagu.
  • Umpan balik antarteman (peer feedback) setelah satu kelompok memperlihatkan progres — setiap kelompok memberikan satu komentar positif dan satu saran.
  • Kartu refleksi individu di akhir tahap Merefleksi sebagai bukti proses berpikir murid.

Sumatif:

  • Penampilan kelompok: memainkan pola irama buatan sendiri secara konsisten minimal 2 baris lagu menggunakan alat musik ritmis — dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Praktik individu singkat di Penutup: murid memainkan pola irama buatan kelompoknya selama 4 ketukan secara mandiri — guru mengamati dan mencatat pada lembar observasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membuat Pola Irama (TP 4.1.11.1)Murid belum dapat membuat pola irama; simbol/pola yang ditulis tidak memiliki struktur ketukan yang jelas atau tidak berkaitan dengan birama lagu.Murid membuat pola irama dengan 1–2 ketukan saja atau polanya tidak konsisten jika diulang, namun ada usaha untuk mencocokkan dengan lagu.Murid membuat pola irama sederhana minimal 4 ketukan yang sebagian besar sesuai dengan birama lagu 'Paman Datang' atau 'Tokecang', dan dapat diulang dengan sedikit kesalahan.Murid membuat pola irama minimal 4 ketukan yang sepenuhnya sesuai birama lagu, dapat dijelaskan alasannya, dan menunjukkan variasi kreatif (misalnya kombinasi bunyi panjang-pendek yang menarik).
Memainkan Pola Irama (TP 4.1.11.2)Murid belum dapat memainkan pola irama menggunakan alat musik ritmis; ketukan tidak teratur atau tidak sinkron dengan lagu sama sekali.Murid dapat memainkan pola irama tetapi sering kehilangan tempo atau berhenti di tengah lagu; konsistensi belum terjaga sepanjang 2 baris lagu.Murid memainkan pola irama secara konsisten sepanjang minimal 2 baris lagu dengan 1–2 kesalahan minor, dan alat musik ritmis dimainkan dengan teknik dasar yang benar.Murid memainkan pola irama secara konsisten dan stabil sepanjang keseluruhan lagu, sinkron dengan penyanyi, dan menunjukkan penghayatan musikal (dinamika atau ekspresi bermain yang sesuai).
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam proses merancang atau berlatih bersama kelompok.Murid ikut hadir dalam kegiatan kelompok tetapi kontribusinya sangat minim; lebih banyak menunggu arahan dari anggota lain.Murid aktif berpartisipasi dalam merancang pola dan latihan kelompok, memberikan ide atau saran kepada teman.Murid berkontribusi aktif dan membantu anggota kelompok yang kesulitan, serta mengambil inisiatif untuk memastikan penampilan kelompok berjalan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mencoba membuat dan memainkan pola irama mereka sendiri?
  • Murid mana yang masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut dalam memahami konsep birama dan pola irama?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup menjangkau kebutuhan murid yang paling cepat dan paling lambat belajar hari ini?

Refleksi Murid:

  • Pola irama apa yang kamu buat hari ini? Coba gambarkan atau tuliskan simbolnya.
  • Apa bagian yang paling menyenangkan dari membuat pola iramamu sendiri?
  • Apakah pola irama yang kamu buat terasa cocok dengan lagunya? Bagaimana kamu tahu?
  • Satu hal yang ingin kamu perbaiki dari pola irama atau cara memainkanmu — apa itu, dan bagaimana kamu akan berlatihnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Rekaman audio atau video lagu 'Paman Datang' dan 'Tokecang' (dapat diputar dari perangkat audio/speaker kelas)
  3. Alat musik ritmis: tamborin, kastanyet, triangle, atau perkusi tubuh (tepuk tangan, petik jari, tepuk lutut)
  4. Lembar kerja murid: notasi dua baris lagu dengan kolom simbol pola irama kosong
  5. Kartu refleksi individu (setengah lembar HVS per murid)
  6. Papan tulis/whiteboard untuk menampilkan simbol pola irama (● dan ○)
  7. Lembar observasi guru untuk mencatat perkembangan tiap murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.