Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Merancang Pertunjukan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Merancang Pertunjukan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Merancang Pertunjukan

Seni Musik - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Merancang Pertunjukan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMerancang Pertunjukan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merencanakan tata panggung, urutan penampilan, dan pembagian peran dalam pertunjukan kelompok.
  2. Murid dapat menjelaskan kedudukan musik dalam pertunjukan seni (misalnya: sebagai pengiring, utama, atau bagian dari teater).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menonton pertunjukan seni? Kira-kira apa saja yang perlu disiapkan sebelum pertunjukan itu dimulai?
  2. Menurutmu, apa peran musik dalam sebuah pertunjukan — apakah musik selalu menjadi bintang utama, atau bisa juga jadi 'pembantu' penampil lain?
  3. Jika kamu dan teman-temanmu akan tampil bersama di panggung, siapa yang melakukan apa agar pertunjukan berjalan lancar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak duduk membentuk setengah lingkaran agar semua bisa saling melihat.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar singkat (pertunjukan orkestra dan pertunjukan teater dengan iringan musik) lalu bertanya, 'Menurutmu, apa perbedaan peran musik di dua gambar ini?' Guru mencatat respons lisan murid untuk mengetahui pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, memberi waktu 2–3 menit untuk murid berpikir berpasangan dan berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar cara merancang pertunjukan kelompok — mulai dari menentukan peran, urutan tampil, hingga memahami posisi musik dalam pertunjukan kita.'
  • Guru menginformasikan bahwa di akhir pelajaran setiap kelompok akan menghasilkan satu 'Kartu Rancangan Pertunjukan' sebagai bukti kerja.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan narasi singkat tentang tiga contoh kedudukan musik dalam pertunjukan: (1) musik sebagai penampil utama (konser musik), (2) musik sebagai pengiring tari, dan (3) musik sebagai ilustrasi dalam teater.
  • Guru menggambar bagan sederhana di papan tulis berupa tiga kolom: 'Musik Utama', 'Musik Pengiring', 'Musik Teater' — lalu meminta murid menyebutkan contoh nyata yang pernah mereka saksikan dan menuliskannya bersama di papan.
  • Guru menjelaskan empat elemen dasar tata kelola pertunjukan yang perlu dirancang: rancangan kegiatan (urutan acara), pembagian peran (siapa melakukan apa), tata panggung (posisi penampil), dan tata artistik (kostum/properti sederhana).
  • Murid diminta menutup mata sejenak dan membayangkan panggung pertunjukan impian mereka selama 30 detik (latihan berkesadaran/mindful), lalu membuka mata dan menggambar sketsa panggung itu secara bebas di kertas kecil.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu lembar 'Kartu Rancangan Pertunjukan' berisi kolom: Judul Pertunjukan, Kedudukan Musik (pilih salah satu: utama/pengiring/teater), Urutan Penampilan (no. 1–4), Pembagian Peran (nama → tugas), dan Sketsa Tata Panggung.
  • Kelompok berdiskusi dan mengisi Kartu Rancangan Pertunjukan bersama. Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan pendampingan: 'Mengapa kalian memilih musik sebagai pengiring?' atau 'Bagaimana posisi pemain musik di panggung supaya penonton bisa melihat semua?'
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan mereka dalam waktu 2 menit di depan kelas. Kelompok lain diminta memberi satu komentar positif dan satu saran menggunakan kalimat, 'Kami suka ... karena ... dan kami sarankan ...'
  • Guru memberikan umpan balik formatif lisan kepada setiap kelompok, menekankan apakah pembagian peran sudah jelas dan apakah kedudukan musik sudah tepat dijelaskan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru memandu refleksi berpasangan: 'Ceritakan kepada pasanganmu satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pertunjukan seni.'
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi refleksinya kepada seluruh kelas.
  • Murid mengisi 'Lembar Refleksi Diri' singkat (3 pertanyaan ceklis + 1 kalimat bebas): (1) Aku sudah bisa menjelaskan kedudukan musik dalam pertunjukan ☐ Ya ☐ Belum, (2) Aku ikut aktif berdiskusi dalam kelompok ☐ Ya ☐ Belum, (3) Satu hal yang masih ingin aku pelajari tentang pertunjukan: ___.
  • Guru mengumpulkan Kartu Rancangan Pertunjukan dan Lembar Refleksi Diri sebagai bukti asesmen proses dan akhir.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa saja yang perlu kita rancang sebelum pertunjukan?' dan 'Di mana saja musik bisa berperan dalam pertunjukan seni?'
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok hari ini dengan tepuk irama bersama sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya kelompok akan mulai berlatih sesuai rancangan yang sudah dibuat hari ini.
  • Guru mengingatkan murid untuk mengamati pertunjukan seni (di TV, video, atau sekitar rumah) dan memperhatikan peran musik di dalamnya sebagai pengayaan di rumah.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep kedudukan musik, guru menyediakan kartu gambar bergambar contoh konkret tiap jenis pertunjukan (konser, tari, teater) yang bisa dipegang dan diurutkan. Untuk murid yang sudah memahami lebih cepat, guru memberikan tantangan tambahan: menentukan dua kemungkinan kedudukan musik untuk satu jenis pertunjukan dan menjelaskan alasannya.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bantuan lebih mendapat scaffold berupa Kartu Rancangan dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh yang sudah sebagian terisi. Kelompok yang sudah mandiri mengisi Kartu Rancangan sepenuhnya dari nol dan didorong untuk menambahkan detail tata artistik.
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan rancangan secara lisan kepada guru atau menggambar sketsa panggung sebagai pengganti teks. Murid yang sudah mahir dapat membuat narasi singkat 'rundown acara' dengan bahasa mereka sendiri sebagai produk alternatif.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar pertunjukan (konser musik dan teater dengan iringan musik) dan mengajukan pertanyaan lisan: 'Menurutmu, apa perbedaan peran musik di dua gambar ini?' Guru mencatat respons murid di papan atau buku catatan untuk memetakan pemahaman awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi dan ceklis partisipasi saat diskusi kelompok mengisi Kartu Rancangan Pertunjukan (aktif berpendapat, mendengarkan teman, berkontribusi pada pembagian peran).
  • Pertanyaan pancingan lisan dari guru saat mendampingi kelompok: 'Mengapa musik kalian berperan sebagai pengiring?' untuk menilai pemahaman konseptual secara real-time.
  • Penilaian sejawat saat sesi presentasi kelompok: setiap kelompok memberikan satu komentar positif dan satu saran kepada kelompok yang tampil.

Akhir:

  • Penilaian Kartu Rancangan Pertunjukan menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: (1) kelengkapan komponen rancangan, (2) ketepatan pembagian peran, dan (3) kejelasan penjelasan kedudukan musik.
  • Lembar Refleksi Diri: guru membaca jawaban murid untuk mengetahui pemahaman yang telah tercapai dan yang masih perlu ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi diskusi kelompok saat mengisi Kartu Rancangan Pertunjukan menggunakan lembar ceklis guru.
  • Pertanyaan lisan pendampingan saat kelompok bekerja untuk mengecek pemahaman tentang kedudukan musik.
  • Umpan balik lisan antarteman saat presentasi kelompok (komentar positif dan saran).

Sumatif:

  • Kartu Rancangan Pertunjukan yang dihasilkan kelompok dinilai menggunakan rubrik dengan aspek: kelengkapan rancangan, ketepatan pembagian peran, dan kejelasan penjelasan kedudukan musik.
  • Lembar Refleksi Diri murid sebagai bukti kesadaran diri terhadap proses belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Rancangan Pertunjukan (judul, urutan penampilan, sketsa tata panggung)Kartu Rancangan hampir kosong; hanya mengisi 1 komponen atau tidak mengisi sama sekali.Mengisi 2 dari 3 komponen rancangan, namun isi masih sangat singkat atau kurang jelas.Mengisi 3 komponen rancangan dengan cukup jelas; urutan penampilan logis dan sketsa panggung dapat dipahami.Mengisi 3 komponen rancangan secara lengkap dan rinci; urutan penampilan terstruktur dengan alasan yang masuk akal, sketsa panggung detail dan jelas.
Ketepatan Pembagian Peran dalam KelompokPeran tidak dibagi atau semua anggota diberi peran yang sama tanpa penjelasan.Peran dibagi tetapi tidak semua anggota kelompok mendapat peran yang jelas, atau ada peran yang tumpang tindih.Semua anggota kelompok mendapat peran yang jelas dan berbeda; pembagian terasa adil dan masuk akal.Semua anggota mendapat peran yang jelas, berbeda, dan saling melengkapi; murid mampu menjelaskan alasan pembagian peran tersebut.
Kejelasan Penjelasan Kedudukan Musik dalam PertunjukanTidak dapat menyebutkan atau menjelaskan kedudukan musik dalam rancangan pertunjukan kelompok.Menyebutkan salah satu kedudukan musik (utama/pengiring/teater) tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Menyebutkan kedudukan musik dengan tepat dan dapat memberikan penjelasan singkat yang relevan.Menjelaskan kedudukan musik dengan tepat, disertai alasan yang kuat dan contoh konkret yang sesuai dengan rancangan pertunjukan kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami perbedaan kedudukan musik dalam pertunjukan (utama, pengiring, teater) setelah pembelajaran ini? Bagaimana saya tahu?
  • Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah cukup? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang masih membutuhkan dukungan tambahan dalam memahami konsep pembagian peran dan tata panggung?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pertunjukan seni?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu nikmati? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa menjelaskan apa peran musik dalam sebuah pertunjukan? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri.
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang pertunjukan seni?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek) — Unit 4 'Buat Musiknya dan Tampilkan!'
  2. Gambar atau foto dua jenis pertunjukan seni (konser musik dan pertunjukan teater) — disiapkan guru sebagai media diagnostik awal
  3. Lembar 'Kartu Rancangan Pertunjukan' — dibuat guru, berisi kolom: Judul Pertunjukan, Kedudukan Musik, Urutan Penampilan, Pembagian Peran, dan Sketsa Tata Panggung
  4. Lembar Refleksi Diri murid — dibuat guru, berisi 3 ceklis dan 1 kolom kalimat bebas
  5. Papan tulis dan spidol warna untuk bagan bersama
  6. Kertas HVS dan pensil/krayon untuk sketsa panggung impian pada tahap Memahami
  7. Video pendek pertunjukan seni (opsional, jika tersedia proyektor): misalnya klip konser anak, pertunjukan tari dengan iringan musik, atau pentas teater sekolah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.