Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Bernyanyi Lagu Daerah dengan Penghayatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Bernyanyi Lagu Daerah dengan Penghayatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Bernyanyi Lagu Daerah dengan Penghayatan

Seni Musik - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bernyanyi Lagu Daerah dengan Penghayatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBernyanyi Lagu Daerah dengan Penghayatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menyanyikan lagu daerah 'Ampar-Ampar Pisang' dengan nada dan irama yang tepat.
  2. Murid mampu menirukan gaya bernyanyi khas daerah Kalimantan Selatan yang terdapat dalam lagu 'Ampar-Ampar Pisang'.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar lagu 'Ampar-Ampar Pisang'? Dari daerah mana lagu itu berasal?
  2. Menurutmu, apa yang membuat lagu daerah terasa berbeda jika dibandingkan dengan lagu pop yang biasa kamu dengar?
  3. Bagaimana caranya agar kita bisa menyanyikan lagu daerah dengan sungguh-sungguh dan terasa hidup?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan murid duduk dengan posisi nyaman dan siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: bertanya singkat kepada 3–4 murid tentang lagu daerah yang mereka ketahui dan apakah mereka pernah menyanyikan 'Ampar-Ampar Pisang' sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' dengan nada dan irama tepat serta menirukan gaya bernyanyi khas daerahnya.
  • Guru memutarkan rekaman audio atau video pendek lagu 'Ampar-Ampar Pisang' (±1 menit) sebagai apersepsi dan pemantik rasa ingin tahu murid.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid untuk memancing diskusi singkat sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta sederhana Indonesia dan menunjukkan lokasi Kalimantan Selatan sebagai asal lagu 'Ampar-Ampar Pisang', lalu menjelaskan secara singkat konteks budaya dan makna lirik lagu tersebut (pisang yang diolah menjadi makanan khas).
  • Guru menjelaskan arti lirik lagu per baris dengan bahasa yang mudah dipahami murid kelas 3, sehingga mereka memahami cerita yang ada dalam lagu (prinsip Bermakna).
  • Guru memperdengarkan kembali rekaman lagu 'Ampar-Ampar Pisang' dan meminta murid menutup mata, mendengarkan dengan seksama, lalu mengidentifikasi: apakah temponya cepat atau lambat? Apakah lagunya terasa riang atau sedih? (prinsip Berkesadaran).
  • Guru membahas bersama hasil pengamatan murid: karakteristik irama, tempo, dan nuansa lagu daerah tersebut.
  • Guru membagikan teks lirik lagu 'Ampar-Ampar Pisang' kepada murid dan membacanya bersama-sama terlebih dahulu sebelum bernyanyi.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mencontohkan cara menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' bait per bait dengan nada dan irama yang tepat, termasuk menunjukkan gaya bernyanyi khas daerah (misalnya: artikulasi vokal, tekanan kata, dan ekspresi wajah yang sesuai).
  • Murid menirukan nyanyian guru baris per baris secara klasikal (teknik call and response), guru memperhatikan ketepatan nada dan irama setiap baris (prinsip Menggembirakan).
  • Setelah seluruh bait dikuasai, murid menyanyikan lagu secara utuh bersama-sama diiringi tepukan tangan mengikuti irama sebagai penanda ketepatan ritme.
  • Guru membagi murid menjadi 3 kelompok kecil. Masing-masing kelompok berlatih menyanyikan lagu secara mandiri selama ±5 menit, dengan satu murid berperan memimpin kelompoknya (prinsip Bermakna — kolaborasi dan tanggung jawab).
  • Setiap kelompok tampil menyanyikan lagu di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan dan memberikan apresiasi berupa tepuk tangan.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif setelah setiap kelompok tampil, terutama terkait ketepatan nada, irama, dan ekspresi gaya bernyanyi khas daerah.
  • Murid secara bergantian (dipilih 3–4 secara sukarela) mencoba menyanyikan lagu secara individu di depan kelas untuk menunjukkan kemampuan menirukan gaya bernyanyi khas daerah.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk kembali dan bertanya: 'Bagian mana dari lagu ini yang paling mudah kamu nyanyikan? Bagian mana yang paling sulit?' (prinsip Berkesadaran — evaluasi diri).
  • Murid diminta mengisi lembar refleksi diri singkat berupa 3 pertanyaan sederhana dengan gambar ekspresi (emoji): (1) Seberapa lancar kamu menyanyikan lagu tadi? (2) Apakah kamu sudah bisa menirukan gaya khas daerahnya? (3) Apa yang ingin kamu latih lagi?
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: murid berbagi apa yang mereka pelajari tentang keunikan lagu daerah dibandingkan lagu lain yang mereka kenal.
  • Guru mengaitkan pengalaman bernyanyi hari ini dengan nilai kecintaan terhadap budaya daerah: 'Dengan menyanyikan lagu daerah, kita ikut menjaga warisan budaya bangsa kita.' (prinsip Bermakna).
  • Guru memberikan penguatan positif dan memotivasi murid untuk terus berlatih lagu daerah di rumah bersama keluarga (prinsip Menggembirakan).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: lagu 'Ampar-Ampar Pisang' berasal dari Kalimantan Selatan, memiliki irama khas yang dapat ditirukan dengan latihan.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir: murid menyanyikan satu bait lagu secara bergantian dalam kelompok kecil sementara guru mengisi lembar observasi ketepatan nada, irama, dan gaya.
  • Guru memberikan tugas rumah: latih menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' di rumah dan ceritakan kepada anggota keluarga dari mana asal lagu ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bernyanyi bersama satu kali lagi secara penuh sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru mengucapkan salam penutup dan mempersilakan murid beristirahat.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal lagu ini sama sekali, guru menyediakan rekaman audio yang dapat didengarkan ulang dan teks lirik dilengkapi panduan baca fonetik. Untuk murid yang sudah hafal, guru memberikan tantangan tambahan: nyanyikan dengan dinamik (keras-pelan) sesuai makna lirik.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bernyanyi berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir (peer tutoring) saat sesi kelompok. Murid yang cepat tangkap dapat langsung memimpin kelompoknya dan membimbing teman lain menirukan gaya bernyanyi khas daerah.
  • Produk: Murid menunjukkan kemampuan melalui penampilan bernyanyi (vokal), namun bagi murid yang mengalami hambatan berbicara/vokal, alternatif produk adalah memimpin tepukan irama lagu untuk seluruh kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pendahuluan: 'Lagu daerah apa yang kamu tahu? Pernahkah kamu menyanyikan Ampar-Ampar Pisang sebelumnya?'
  • Guru mencatat secara cepat murid yang sudah familiar dengan lagu dan yang belum pernah mendengarnya, untuk menyesuaikan dukungan selama proses pembelajaran.

Proses:

  • Observasi ketepatan nada dan irama selama sesi call and response (tahap Memahami dan Mengaplikasi).
  • Pengamatan penampilan kelompok: apakah murid sudah dapat menirukan gaya bernyanyi khas daerah (artikulasi, ekspresi, tekanan kata)?
  • Lembar observasi singkat guru: menandai nama murid yang sudah mencapai ketepatan nada dan irama vs. yang masih perlu bimbingan.
  • Lembar refleksi diri murid di akhir tahap Merefleksi sebagai data asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Akhir:

  • Penampilan menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' secara individu atau dalam kelompok kecil (2–3 orang) di hadapan kelas.
  • Guru menilai menggunakan rubrik 4 level pada dua aspek: (1) Ketepatan nada dan irama, dan (2) Kemampuan menirukan gaya bernyanyi khas daerah.
  • Hasil penilaian dicatat pada lembar observasi guru sebagai data capaian tujuan pembelajaran 3.2.8.1 dan 3.2.8.2.

Formatif:

  • Observasi guru selama sesi call and response: ketepatan nada dan irama tiap baris lagu.
  • Pengamatan saat penampilan kelompok: ekspresi, kerja sama, dan gaya bernyanyi khas daerah.
  • Umpan balik lisan langsung dari guru setelah setiap kelompok tampil.
  • Lembar refleksi diri murid (emoji self-assessment) di tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penampilan individu/kelompok kecil menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik 4 level: ketepatan nada, ketepatan irama, dan gaya bernyanyi khas daerah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Nada dan Irama (TP 3.2.8.1)Murid belum dapat menyanyikan lagu dengan nada yang benar; irama tidak sesuai dan terdengar sangat berbeda dari melodi aslinya.Murid dapat menyanyikan sebagian lagu dengan nada yang mendekati benar, namun irama masih sering tidak tepat dan perlu banyak bimbingan.Murid dapat menyanyikan sebagian besar lagu dengan nada dan irama yang tepat; terdapat sedikit kesalahan pada beberapa bagian tetapi tidak mengganggu keseluruhan.Murid menyanyikan seluruh lagu 'Ampar-Ampar Pisang' dengan nada dan irama yang tepat secara konsisten dari awal hingga akhir tanpa bimbingan.
Menirukan Gaya Bernyanyi Khas Daerah (TP 3.2.8.2)Murid belum menunjukkan ciri khas gaya bernyanyi daerah; ekspresi datar dan artikulasi tidak mencerminkan karakter lagu daerah.Murid mulai menirukan salah satu ciri gaya bernyanyi khas daerah (misalnya ekspresi wajah atau tekanan kata tertentu) meskipun belum konsisten.Murid menirukan beberapa ciri gaya bernyanyi khas daerah (artikulasi, ekspresi, tekanan kata) dengan cukup baik pada sebagian besar lagu.Murid secara konsisten menirukan gaya bernyanyi khas daerah Kalimantan Selatan (artikulasi vokal, ekspresi wajah, tekanan kata, dan dinamik) sehingga nyanyian terasa hidup dan penuh penghayatan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berlatih menyanyikan lagu secara individu dan kelompok hari ini?
  • Bagian pembelajaran mana yang paling efektif membuat murid memahami dan menirukan gaya bernyanyi khas daerah?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang lambat maupun yang cepat belajar?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam penyampaian contoh gaya bernyanyi khas daerah di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian lagu mana yang paling mudah dan paling sulit kamu nyanyikan hari ini?
  • Apakah kamu merasa sudah bisa menyanyikan lagu 'Ampar-Ampar Pisang' seperti gaya asli daerahnya? Apa yang membuat kamu merasa begitu?
  • Apa yang ingin kamu latih lagi agar bisa menyanyikan lagu ini dengan lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek)
  2. Rekaman audio/video lagu 'Ampar-Ampar Pisang' dari Kalimantan Selatan (dapat diakses melalui YouTube atau platform edukasi resmi)
  3. Teks lirik lagu 'Ampar-Ampar Pisang' yang dicetak atau ditampilkan di papan tulis/proyektor
  4. Peta Indonesia sederhana untuk menunjukkan asal daerah lagu
  5. Lembar refleksi diri murid dengan panduan emoji (dicetak atau digambar di buku tulis)
  6. Lembar observasi guru untuk penilaian proses dan akhir
  7. Speaker/pengeras suara untuk memutar rekaman lagu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.