Modul AjarPertemuan 12Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Asesmen Sumatif: Menirukan dan Menciptakan Musik Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menirukan dan Menciptakan Musik Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Asesmen Sumatif: Menirukan dan Menciptakan Musik Sederhana

Seni Musik - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 12

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Menirukan dan Menciptakan Musik Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif: Menirukan dan Menciptakan Musik Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menirukan pola irama dan melodi yang diperdengarkan menggunakan alat musik atau suara dengan tepat.
  2. Murid mampu membuat bunyi atau melodi sederhana secara mandiri dan menampilkannya di depan kelas.
  3. Murid mampu menunjukkan minat dan percaya diri dalam penampilan bermusik di hadapan teman-temannya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar sebuah lagu lalu langsung bisa ikut menyanyikannya? Bagaimana perasaanmu saat berhasil menirukan?
  2. Jika kamu bisa membuat musik sendiri, bunyi seperti apa yang ingin kamu ciptakan dan mengapa?
  3. Apa yang kamu rasakan ketika tampil di depan teman-teman — dan bagaimana caramu agar terasa lebih percaya diri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak seluruh kelas melakukan tepuk irama bersama selama 1 menit sebagai ice-breaker sekaligus diagnostik kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah hari spesial: murid akan menunjukkan kemampuan bermusik yang sudah dipelajari di Bab 2 melalui asesmen sumatif.
  • Guru memperdengarkan satu pola irama pendek (4 ketuk) dan meminta beberapa murid secara sukarela menirukan dengan tepukan tangan — hasilnya digunakan sebagai diagnostik awal untuk memetakan kesiapan.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: (1) Mengingat kembali pola irama dan melodi, (2) Unjuk kerja menirukan dan menciptakan musik, (3) Refleksi bersama.
  • Guru menyampaikan kriteria sukses dengan bahasa anak: 'Hari ini kamu berhasil jika kamu bisa menirukan musik yang didengar, membuat bunyimu sendiri, dan tampil dengan percaya diri.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan dua contoh pola irama (ritmis) dan satu contoh melodi pendek 4–6 nada menggunakan alat musik atau rekaman audio.
  • Murid diminta memejamkan mata sejenak sambil menyimak, lalu menggambarkan dengan kata-kata apa yang mereka dengar: cepat/lambat, keras/lembut, naik/turun. (Berkesadaran)
  • Guru mengajak diskusi singkat: 'Pola mana yang terasa mudah ditirukan? Mengapa?' — murid menjawab secara lisan bergantian.
  • Guru menampilkan kartu gambar pola irama sederhana (notasi tidak resmi, misal: TA-TA-TI-TI-TA) untuk membantu murid menghubungkan bunyi yang didengar dengan representasi visualnya. (Bermakna)
  • Murid berlatih menirukan pola irama dari kartu gambar tersebut bersama-sama dengan tepukan atau alat musik ritmis yang tersedia.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi dua kelompok tugas: Kelompok A mengerjakan unjuk kerja Menirukan, Kelompok B mengerjakan unjuk kerja Menciptakan, lalu bergantian.
  • TUGAS MENIRUKAN: Guru memperdengarkan pola irama atau melodi pendek (3–5 nada) satu per satu kepada tiap murid. Murid menirukan menggunakan suara, tepukan, atau alat musik yang dipilihnya sendiri. Guru mencatat hasil pada lembar observasi. (Menggembirakan)
  • TUGAS MENCIPTAKAN: Murid diberi waktu 4 menit untuk menyusun bunyi atau melodi sederhana miliknya sendiri (minimal 4 ketuk) menggunakan anggota tubuh atau alat musik ritmis/melodis yang tersedia. Mereka boleh menggunakan kertas 'rancangan bunyi' untuk menggambar polanya.
  • Setelah siap, setiap murid maju satu per satu menampilkan ciptaannya di depan kelas. Teman-teman lain menyimak dengan tenang. (Bermakna)
  • Setelah tiap penampilan, dua teman sebangku memberikan 'bintang dan harapan': satu hal yang mereka suka dari penampilan dan satu saran yang membangun — dilakukan secara lisan singkat. (Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua murid tampil, guru mengajak kelas duduk membentuk lingkaran kecil atau tetap di tempat.
  • Murid mengisi 'Lembar Refleksi Diri Bermusik' (3 pertanyaan sederhana: Apa yang berhasil kamu lakukan hari ini? Apa yang masih ingin kamu latih? Bagaimana perasaanmu saat tampil?). (Berkesadaran)
  • Guru memfasilitasi sharing singkat: 2–3 murid berbagi refleksinya secara sukarela.
  • Guru memberikan umpan balik kelompok (bukan individual di depan kelas) tentang pola yang paling sering berhasil ditirukan dan kreasi yang paling unik yang muncul hari ini. (Bermakna)
  • Murid menempelkan 'stiker perasaan' (senang/biasa/perlu bantuan) pada papan refleksi kelas sebagai tanda bagaimana perasaan mereka setelah tampil. (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru merangkum pencapaian kelas hari ini: kemampuan menirukan, kemampuan menciptakan, dan keberanian tampil.
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada seluruh kelas atas keberanian dan kreativitas yang ditunjukkan.
  • Guru menyampaikan bahwa catatan penampilan hari ini adalah bagian dari nilai sumatif Bab 2, dan murid akan mendapatkan umpan balik tertulis.
  • Murid bersama guru melakukan tepuk 'Saya Bisa!' sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Guru mengingatkan untuk tetap berlatih bermusik di rumah dengan benda-benda di sekitar sebagai alat musik sederhana.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyederhanakan pola irama menjadi 2–3 ketuk saja dan menyediakan kartu visual pola yang lebih besar. Untuk murid yang sudah sangat siap: pola irama diperpanjang menjadi 6–8 ketuk atau ditambahkan variasi dinamik (keras-lembut).
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri diperbolehkan tampil secara berpasangan (dengan satu teman pendukung) saat unjuk kerja menciptakan. Murid yang cepat dapat diminta menambahkan gerakan tubuh yang sesuai dengan ciptaan musiknya.
  • Produk: Hasil ciptaan boleh disampaikan dalam bentuk yang beragam: dimainkan langsung, dinyanyikan, diketuk di meja, atau digambar sebagai pola bunyi — asalkan murid mampu menjelaskan ciptaannya secara lisan singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru memperdengarkan satu pola irama pendek (4 ketuk) dan meminta beberapa murid menirukan dengan tepukan — hasilnya dipetakan secara informal untuk mengetahui siapa yang sudah siap, siapa yang perlu dukungan tambahan sebelum unjuk kerja dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid menirukan pola di tahap Memahami — guru mencatat siapa yang langsung tepat, siapa yang perlu pengulangan.
  • Penilaian sejawat lisan ('bintang dan harapan') selama sesi penampilan di tahap Mengaplikasi — guru memfasilitasi dan memantau kualitas umpan balik antarteman.
  • Stiker perasaan di papan refleksi (tahap Merefleksi) — guru memperhatikan distribusi stiker untuk menangkap kondisi emosional kelas secara keseluruhan.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual menirukan pola irama/melodi: dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek Ketepatan Menirukan.
  • Unjuk kerja individual menampilkan ciptaan musik sederhana: dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek Kreativitas Menciptakan.
  • Observasi sikap selama seluruh sesi penampilan: dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek Kepercayaan Diri dan Minat Bermusik.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menirukan pola irama bersama di awal kegiatan Memahami — untuk memetakan kesiapan.
  • Penilaian sejawat 'bintang dan harapan' setelah tiap penampilan menciptakan musik — melatih kemampuan mendengarkan dan memberi umpan balik.
  • Lembar Refleksi Diri Bermusik yang diisi murid di tahap Merefleksi — digunakan guru sebagai umpan balik proses belajar.

Sumatif:

  • Unjuk kerja individual: Menirukan pola irama/melodi yang diperdengarkan guru — dinilai menggunakan rubrik aspek Ketepatan Menirukan.
  • Unjuk kerja individual: Menampilkan ciptaan bunyi/melodi sederhana di depan kelas — dinilai menggunakan rubrik aspek Kreativitas Menciptakan.
  • Observasi sikap selama penampilan — dinilai menggunakan rubrik aspek Kepercayaan Diri dan Minat Bermusik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menirukan Pola Irama/MelodiMurid belum mampu menirukan pola irama atau melodi yang diperdengarkan, bahkan setelah diulang beberapa kali.Murid mampu menirukan sebagian kecil pola irama/melodi dengan beberapa kesalahan ketukan atau nada yang cukup signifikan.Murid mampu menirukan pola irama/melodi dengan tepat pada sebagian besar bagian, dengan sedikit kesalahan yang tidak mengganggu keseluruhan pola.Murid mampu menirukan pola irama dan melodi secara lengkap dan tepat, termasuk memperhatikan unsur tempo dan dinamik dasar.
Kreativitas Menciptakan Bunyi/Melodi SederhanaMurid belum mampu membuat bunyi atau melodi sederhana secara mandiri, atau hanya mengulang persis pola yang sudah dicontohkan guru.Murid mampu membuat bunyi sederhana namun masih sangat terbatas (1–2 ketuk) atau masih membutuhkan bantuan langsung untuk menyusunnya.Murid mampu membuat bunyi atau melodi sederhana (minimal 4 ketuk) secara mandiri dan mampu menampilkannya, meskipun belum konsisten.Murid mampu membuat bunyi atau melodi sederhana yang orisinal (minimal 4 ketuk), menampilkannya dengan konsisten, dan mampu menjelaskan ciptaannya dengan kata-kata sendiri.
Kepercayaan Diri dan Minat BermusikMurid menolak atau enggan tampil, tidak menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan bermusik.Murid bersedia tampil namun terlihat sangat ragu-ragu, suara/gerakan sangat kecil, dan membutuhkan dorongan berulang dari guru.Murid bersedia tampil di depan kelas dengan cukup percaya diri, menunjukkan keterlibatan aktif meskipun masih terlihat sedikit gugup.Murid tampil di depan kelas dengan percaya diri, antusias, dan menunjukkan minat yang tulus — misalnya mau tampil lebih dari sekali atau memberi semangat kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alur unjuk kerja (menirukan dan menciptakan) sudah berjalan lancar dalam alokasi waktu 2x35 menit? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid mendapat giliran tampil secara adil? Jika tidak, apa yang bisa dilakukan berbeda?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan benar-benar membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Bagaimana kualitas umpan balik sejawat yang diberikan murid — apakah sudah konstruktif? Bagaimana cara meningkatkannya ke depan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berhasil kamu lakukan hari ini dalam bermusik?
  • Apa yang masih ingin kamu latih supaya kamu bisa lebih baik lagi?
  • Bagaimana perasaanmu saat tampil di depan teman-teman — dan apa yang membuatmu merasa seperti itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek)
  2. Alat musik ritmis sederhana yang tersedia di sekolah: marakas, tamborin, kastanyet, atau benda di sekitar (botol berisi kerikil, meja sebagai perkusi)
  3. Alat musik melodis sederhana jika tersedia: pianika, xilofon, atau rekorder
  4. Rekaman audio pola irama dan melodi pendek (dapat diputar dari gawai/speaker portabel)
  5. Kartu visual pola irama (TA-TA-TI-TI-TA) — disiapkan guru, dicetak atau ditulis tangan
  6. Lembar Refleksi Diri Bermusik — disiapkan guru (1 lembar per murid)
  7. Lembar Observasi Unjuk Kerja — disiapkan guru untuk pencatatan penilaian sumatif
  8. Stiker perasaan (emoji senang/biasa/perlu bantuan) untuk papan refleksi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.