Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Bermain dengan Alat Perkusi Buatan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Bermain dengan Alat Perkusi Buatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Bermain dengan Alat Perkusi Buatan

Seni Musik - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bermain dengan Alat Perkusi Buatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBermain dengan Alat Perkusi Buatan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memainkan alat perkusi buatan sendiri untuk menghasilkan bunyi sesuai pola irama.
  2. Menunjukkan kebanggaan terhadap hasil karya sendiri dan teman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya kaleng bekas atau botol plastik di rumah, kira-kira bisa dijadikan apa ya dalam bermain musik?
  2. Bagaimana caranya agar bunyi yang kamu hasilkan dari alat buatanmu bisa rapi dan enak didengar bersama teman?
  3. Perasaan apa yang muncul ketika kamu berhasil memainkan musikmu sendiri dan orang lain mendengarnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid dengan salam hangat dan mengajak seluruh kelas melakukan tepuk tangan bersama mengikuti pola irama sederhana yang dicontohkan guru (misalnya: tek-tek-jeda-tek).
  • Guru menanyakan kabar dan meminta murid menarik napas dalam bersama sebagai pembiasa suasana belajar yang rileks (berkesadaran).
  • Guru memperlihatkan 2–3 alat perkusi buatan yang sudah jadi (misalnya: kaleng diisi biji-bijian, botol plastik diisi pasir, tutup panci yang dipukul) dan bertanya: 'Pernahkah kalian melihat atau membuat benda seperti ini? Apa yang terjadi jika kita memukulnya?' (asesmen awal diagnostik lisan).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan memainkan alat perkusi buatan mereka sendiri mengikuti pola irama, lalu saling mengapresiasi karya teman.
  • Guru mengingatkan kesepakatan kelas: saat teman bermain, kita mendengarkan dengan hormat dan memberi tepuk tangan di akhir.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambar di papan tulis contoh pola irama sederhana dalam notasi gambar (simbol lingkaran besar = bunyi panjang, lingkaran kecil = bunyi pendek, garis = diam). Guru menjelaskan bahwa pola irama adalah urutan bunyi dan diam yang berulang.
  • Guru memperagakan dua pola irama berbeda menggunakan alat perkusi buatan sambil murid mengamati dengan saksama: Pola A (tek-tek-diam-tek) dan Pola B (tek-diam-tek-tek-diam).
  • Murid diminta menirukan setiap pola dengan tepuk tangan terlebih dahulu, agar merasakan perbedaan kedua pola secara langsung (berkesadaran: murid fokus pada rasa dan bunyi yang dihasilkan tubuh sendiri).
  • Guru bertanya: 'Apa perbedaan bunyi Pola A dan Pola B? Pola mana yang terasa lebih cepat?' — murid menjawab secara bergantian (asesmen proses: cek pemahaman konsep pola irama).
  • Guru menghubungkan kegiatan ini dengan kehidupan nyata: 'Saat kita bertepuk tangan di acara ulang tahun atau saat menyambut tamu, kita sebenarnya sudah memainkan pola irama!' (bermakna).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid duduk dalam kelompok kecil 4–5 orang. Setiap murid mengambil alat perkusi buatan miliknya yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya (kaleng, botol, kardus, dll.).
  • Guru menampilkan Pola A dan Pola B di papan tulis dalam bentuk notasi gambar. Setiap kelompok berlatih memainkan Pola A bersama-sama selama ± 3 menit dengan arahan guru.
  • Setelah Pola A dikuasai, kelompok beralih berlatih Pola B selama ± 3 menit. Guru berkeliling, mendengarkan, dan memberi umpan balik singkat kepada tiap kelompok ('Kelompok ini Pola A-nya sudah kompak, coba Pola B lebih pelan dulu ya.').
  • Setiap kelompok memilih satu pola (A atau B) untuk ditampilkan kepada kelas. Kelompok diberi waktu 2 menit untuk berlatih pilihan mereka secara mandiri.
  • Sesi 'Mini Pentas': satu per satu kelompok maju ke depan dan memainkan pola irama pilihannya selama ± 30 detik. Murid lain mendengarkan dengan tenang dan memberi tepuk tangan setelah penampilan selesai (menggembirakan: suasana pertunjukan nyata menumbuhkan rasa bangga).
  • Guru mencatat observasi: ketepatan pola irama, kekompakan kelompok, dan ekspresi murid saat tampil (asesmen proses: observasi performa).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak murid duduk kembali dan diam sejenak selama 30 detik sambil memejamkan mata untuk 'merasakan' pengalaman bermain musik tadi (berkesadaran).
  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana bergambar tiga ekspresi wajah (senang, biasa, bingung). Murid memberi tanda pada ekspresi yang mewakili perasaan mereka saat memainkan alat perkusinya, lalu menulis satu kalimat alasannya.
  • Sesi apresiasi lisan: guru meminta 3–4 murid secara sukarela menyebutkan satu hal yang mereka kagumi dari penampilan kelompok lain ('Saya suka cara kelompok ... karena ...'). Guru menegaskan bahwa mengapresiasi karya orang lain adalah bagian dari sikap menghargai sesama seniman.
  • Guru memberi umpan balik kelompok secara keseluruhan: hal yang sudah bagus dan satu hal yang bisa ditingkatkan pada latihan berikutnya.
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi diri secara lisan atau tulisan: 'Apa yang paling kamu banggakan dari penampilanmu hari ini?' (asesmen akhir: penilaian diri terkait TP 3.1.9.2).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pola irama adalah urutan bunyi dan diam yang teratur, dan alat perkusi buatan dapat menghasilkan bunyi yang indah jika dimainkan sesuai pola.
  • Guru memberikan penguatan positif menyeluruh: 'Hari ini kalian sudah menjadi musisi sejati! Alat yang kalian buat dan mainkan sungguh luar biasa.'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat berlatih pola irama di rumah menggunakan benda apa saja (meja, lantai, dll.) dan mengajak anggota keluarga untuk mendengarkan.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan bersama sekali lagi mengikuti Pola A sebagai 'salam penutup musik', lalu salam dan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan konsep pola irama diberikan kartu visual bergambar pola yang lebih sederhana (hanya 2 ketukan berulang). Murid yang sudah mahir dapat mencoba membaca pola irama yang lebih panjang (6–8 ketukan).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan berdampingan dengan teman yang sudah memahami pola, sehingga dapat belajar melalui pengamatan langsung (peer learning). Murid yang cepat belajar dapat diminta memimpin kelompoknya atau menciptakan variasi pola irama baru.
  • Produk: Murid yang belum siap tampil di depan kelas dapat memainkan alat perkusinya bersama kelompok tanpa harus maju sendiri. Murid yang percaya diri dapat maju individu atau memimpin kelompoknya saat pentas mini.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan alat perkusi buatan dan bertanya secara lisan: 'Apakah kalian pernah membuat alat musik sendiri? Apa yang kalian lakukan dengan alat itu?' — untuk mengetahui pengalaman awal murid dengan alat perkusi buatan.
  • Guru meminta murid menirukan satu pola ketukan sederhana (tek-tek-diam) dengan tepuk tangan untuk mengukur sejauh mana murid sudah memahami konsep pola irama sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru saat murid menirukan pola irama dengan tepuk tangan pada tahap Memahami: guru mencatat murid yang sudah tepat dan yang masih perlu bimbingan.
  • Saat sesi latihan kelompok pada tahap Mengaplikasi, guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan spesifik berdasarkan ketepatan pola irama yang dimainkan masing-masing kelompok.
  • Selama mini pentas, guru menggunakan lembar observasi singkat (checklist) dengan dua indikator: (1) memainkan pola irama dengan tepat minimal 80% ketukan, dan (2) menampilkan sikap percaya diri saat bermain di depan kelas.

Akhir:

  • Lembar refleksi diri bergambar: murid memilih ekspresi wajah yang mewakili perasaan mereka dan menulis satu kalimat alasan — dinilai sebagai bukti TP 3.1.9.2 (kebanggaan terhadap hasil karya).
  • Jawaban lisan murid atas pertanyaan: 'Apa yang paling kamu banggakan dari penampilanmu hari ini?' — guru mencatat kualitas jawaban (menyebut karya sendiri, karya teman, atau keduanya) sebagai asesmen TP 3.1.9.2.
  • Rekap hasil observasi performa mini pentas digunakan sebagai data asesmen TP 3.1.9.1 (memainkan pola irama dengan alat perkusi buatan).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat guru memperagakan pola irama (mengecek pemahaman konsep bunyi dan pola).
  • Observasi guru selama latihan kelompok: ketepatan memainkan pola irama sesuai simbol yang ditampilkan.
  • Lembar observasi performa mini pentas: kesesuaian pola irama, kekompakan, dan ekspresi murid.

Sumatif:

  • Penilaian diri murid menggunakan lembar refleksi ekspresi wajah disertai kalimat alasan (mengukur TP 3.1.9.2: kebanggaan terhadap karya sendiri dan teman).
  • Rubrik performa mini pentas kelompok: kesesuaian bunyi dengan pola irama yang dipilih (mengukur TP 3.1.9.1).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memainkan pola irama dengan alat perkusi buatan (TP 3.1.9.1)Murid belum dapat memainkan alat perkusi buatan mengikuti pola irama yang ditentukan; ketukan tidak teratur dan tidak sesuai pola.Murid mulai dapat memainkan pola irama dengan alat perkusi buatan, namun masih sering meleset lebih dari separuh ketukan dalam satu putaran pola.Murid dapat memainkan pola irama dengan alat perkusi buatan secara cukup tepat (sekitar 70–80% ketukan sesuai pola), dengan sesekali perlu diingatkan.Murid memainkan pola irama dengan alat perkusi buatan secara tepat dan konsisten (lebih dari 80% ketukan sesuai pola) tanpa perlu diingatkan, dan dapat mengikuti tempo kelompok.
Menunjukkan kebanggaan terhadap karya sendiri dan teman (TP 3.1.9.2)Murid tidak menunjukkan ekspresi atau pernyataan apapun terkait karya sendiri maupun teman; cenderung pasif atau tidak mau tampil.Murid mau tampil bermain meskipun terlihat ragu, dan belum mampu mengungkapkan rasa bangga atau apresiasi terhadap karya sendiri maupun teman.Murid tampil dengan cukup percaya diri dan mampu mengungkapkan kebanggaan terhadap karya sendiri atau karya teman (salah satu).Murid tampil dengan percaya diri, secara spontan mengungkapkan kebanggaan terhadap karya sendiri dan memberikan apresiasi yang tulus kepada karya teman secara verbal maupun nonverbal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk memainkan alat perkusinya dan merasakan pengalaman tampil di depan kelas?
  • Sejauh mana murid memahami konsep pola irama? Apakah pendekatan notasi gambar efektif untuk kelas 3, atau perlu cara lain yang lebih konkret?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan benar-benar menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan dan murid yang sudah lebih maju?
  • Bagaimana kualitas suasana apresiasi saat mini pentas? Apakah murid benar-benar saling menghargai, atau masih perlu penguatan lebih lanjut?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah kamu berhasil memainkan pola irama dengan alat perkusimu? Apa yang terasa mudah dan apa yang masih sulit?
  • Apa yang kamu rasakan ketika melihat teman-temanmu tampil memainkan alat perkusi buatan mereka?
  • Kalau kamu bisa berlatih lagi, apa yang ingin kamu perbaiki atau coba pada pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek)
  2. Alat perkusi buatan murid dari pertemuan sebelumnya (kaleng bekas, botol plastik berisi pasir atau biji-bijian, kardus, tutup panci, dll.)
  3. Kartu visual pola irama (dibuat guru: simbol lingkaran besar/kecil dan garis jeda, dapat dicetak atau digambar di papan tulis)
  4. Lembar refleksi diri bergambar tiga ekspresi wajah (disiapkan guru, satu lembar per murid)
  5. Lembar observasi performa guru (checklist dua indikator: ketepatan pola irama dan sikap percaya diri saat tampil)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.