MODUL AJAR Seni Musik — Kelas 3 (Fase B) Topik: Membuat Pola Ritmis dari Notasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Musik |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Membuat Pola Ritmis dari Notasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membuat pola ritmis 4 ketukan menggunakan notasi (not penuh, not setengah, not seperempat) yang telah dipelajari secara mandiri dan kreatif.
- Murid mampu memainkan pola ritmis buatan sendiri dengan alat perkusi (seperti drum tangan, kastanyet, atau alat perkusi dari bahan daur ulang) secara tepat dan percaya diri.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kalau kamu bisa membuat musik sendiri, irama seperti apa yang ingin kamu ciptakan?
- Ketika kamu mendengar lagu favoritmu, bagian mana yang membuat kakimu ikut mengetuk-ngetuk lantai? Mengapa itu bisa terjadi?
- Menurutmu, apakah semua pola irama harus sama persis, atau boleh berbeda-beda? Jelaskan alasanmu!
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk melingkar di lantai atau di kursi. Guru memulai dengan salam dan meminta murid menarik napas bersama selama 3 detik lalu hembuskan — agar siap dan fokus. (±3 menit)
- Guru menampilkan asesmen awal diagnostik: guru memainkan 2 pola ritmis sederhana dengan tepukan tangan — satu pola teratur dan satu pola tidak beraturan — lalu bertanya, 'Pola mana yang terasa seperti musik? Mengapa?' Murid merespons secara lisan. Guru mencatat pemahaman awal murid tentang konsep pola dan irama. (±5 menit)
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangun rasa ingin tahu. Beri waktu 1-2 murid menjawab secara spontan. (±3 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah: 'Hari ini kita akan jadi komposer cilik! Kita akan membuat pola irama 4 ketukan sendiri, lalu memainkannya pakai alat perkusi.' (±2 menit)
- Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat sehingga murid mengetahui apa yang akan mereka lakukan: memahami notasi → merancang pola → memainkan pola. (±2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan kartu notasi di papan tulis atau layar: not penuh (4 ketukan), not setengah (2 ketukan), not seperempat (1 ketukan), dan tanda istirahat. Guru memperkenalkan setiap simbol secara visual dan auditif. (±5 menit)
- Guru mengajak murid 'membaca' notasi bersama dengan cara bertepuk tangan: guru menunjuk kartu notasi, murid merespons dengan ketukan. Contoh: not seperempat = satu tepuk, not setengah = tepuk + tahan 2 hitungan. Lakukan 2–3 contoh pola. (±5 menit)
- Guru menunjukkan tabel 4 pola ritmis contoh (seperti di buku guru) dengan kolom Ketukan 1–4. Murid membaca bersama-sama sambil menepuk di meja sesuai pola. Guru meminta murid untuk merasakan perbedaan 'karakter bunyi' tiap pola — mana yang terasa cepat, mana yang lega, mana yang dramatis. Ini melatih kesadaran musikal. (±7 menit)
- Guru bertanya secara formatif: 'Siapa yang bisa tunjukkan not seperempat di kartu ini?' dan 'Kalau ada 4 ketukan, berapa not seperempat bisa masuk?' Murid menjawab secara bergantian. Guru meluruskan miskonsepsi bila ada. (±3 menit)
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja 'Ciptaan Ritmiku' — selembar kertas dengan 4 kolom kosong bertuliskan Ketukan 1, Ketukan 2, Ketukan 3, Ketukan 4. Di sisi lembar tersedia bank simbol notasi yang bisa dipilih murid. (±2 menit)
- Murid secara mandiri memilih dan menuliskan/menggambar simbol notasi pada setiap kolom untuk membentuk pola ritmis 4 ketukan milik mereka sendiri. Guru mengingatkan: total nilai not dalam 1 baris harus pas 4 ketukan. (±7 menit)
- Setelah selesai merancang, murid mencoba memainkan pola ritmis ciptaannya sendiri dengan menepuk meja atau paha terlebih dahulu — sambil menghitung ketukan dalam hati. Ulangi minimal 4 kali hingga terasa mantap. (±5 menit)
- Murid mengambil alat perkusi yang tersedia (drum tangan, kastanyet, atau botol/kaleng daur ulang berisi biji-bijian sebagai marakas). Murid memainkan pola ritmis ciptaannya menggunakan alat perkusi tersebut. Ulangi minimal 3 kali. (±6 menit)
- Guru berkeliling memantau, memberi umpan balik langsung: 'Coba hitungnya lebih pelan dulu', 'Polamu unik! Coba mainkan lagi dengan lebih percaya diri.' Diferensiasi diterapkan di sini — lihat bagian diferensiasi. (±5 menit)
- Sesi Mini-Konser: Beberapa murid (sukarela, 3–4 orang) maju ke depan kelas untuk memainkan pola ritmis ciptaannya. Teman lain mendengarkan dan menghargai dengan tepuk tangan setelah setiap penampilan. (±5 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru mengajak murid duduk kembali dan menarik napas bersama — menandai transisi dari 'bekerja' ke 'merefleksi'. (±1 menit)
- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Bagian mana dari membuat pola ritmis tadi yang paling menyenangkan? Bagian mana yang paling sulit?' Murid menjawab secara bergantian (3–4 murid). (±3 menit)
- Murid mengisi bagian refleksi di balik Lembar Kerja mereka: (1) Aku merasa pola ritmiku sudah [tepat / hampir tepat / perlu diperbaiki] karena ___. (2) Cara aku memainkannya sudah [percaya diri / perlu berlatih lebih]. (3) Lain kali, aku ingin mencoba ___. (±4 menit)
- Murid saling menunjukkan lembar kerja kepada teman sebangku dan memberikan satu komentar positif serta satu saran. Guru memfasilitasi agar suasana tetap menghargai dan tidak mengkritik berlebihan. (±3 menit)
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Hari ini kita belajar bahwa notasi adalah cara kita menulis musik. Dengan notasi, kita bisa menciptakan pola irama sendiri dan memainkannya!' (±2 menit)
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap penampilan kelas secara positif dan konstruktif. (±2 menit)
- Guru menyampaikan tugas rumah: murid diminta menuliskan satu pola ritmis baru di Lembar PR (seperti format di buku guru) dan mencoba memainkannya bersama anggota keluarga. (±2 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan dengan pola ritmis favorit mereka hari ini sebagai 'tanda tangan kelas'. (±1 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca notasi diberikan kartu notasi bergambar dengan warna berbeda (not penuh = merah, not setengah = kuning, not seperempat = hijau) sehingga pemilihan pola lebih intuitif. Murid yang sudah lancar dapat ditantang membuat 2 baris pola sekaligus atau mengkombinasikan tanda istirahat.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir saat tahap Mengaplikasi, atau mendapatkan pendampingan langsung guru ketika mencoba memainkan pola di alat perkusi. Murid yang cepat selesai diminta membuat variasi pola ke-2 dan membandingkan 'karakter' kedua polanya.
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup menyerahkan lembar kerja dengan gambar simbol notasi sederhana dan demonstrasi tepukan tangan. Murid yang berkembang pesat dapat merekam (jika fasilitas tersedia) penampilan pola ritmisnya untuk portofolio digital atau menuliskan judul dan 'cerita' di balik pola ritmis ciptaannya.
ASESMENAwal:- Guru memainkan 2 pola ritmis (satu teratur, satu acak) menggunakan tepukan tangan dan meminta murid menentukan mana yang terasa seperti pola irama musik. Respons lisan murid digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang konsep pola dan ketukan sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru mengajukan pertanyaan singkat: 'Siapa yang masih ingat apa itu not seperempat?' untuk mengecek retensi dari pertemuan sebelumnya.
Proses:- Observasi aktif guru saat murid mengisi lembar kerja: apakah murid dapat memilih notasi dengan total 4 ketukan yang tepat. Catat nama murid yang mengalami kesulitan untuk pendampingan langsung.
- Cek cepat (quick check) lisan: guru menunjuk 3–4 murid acak dan meminta mereka memperlihatkan pola di lembar kerja sambil menjelaskan pilihan notasinya.
- Pengamatan penampilan saat sesi Mini-Konser: kesesuaian bunyi yang dimainkan dengan notasi yang tertulis di lembar kerja.
Akhir:- Pengumpulan Lembar Kerja 'Ciptaan Ritmiku' untuk dinilai berdasarkan rubrik aspek Merancang Pola.
- Penilaian unjuk kerja memainkan pola ritmis dengan alat perkusi berdasarkan rubrik aspek Memainkan Pola — dilakukan saat sesi Mini-Konser atau saat guru berkeliling.
- Isian refleksi diri murid di balik lembar kerja digunakan sebagai bahan umpan balik guru untuk pertemuan berikutnya.
Formatif:- Tanya-jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman nilai not.
- Observasi guru saat murid merancang pola di lembar kerja: apakah total ketukan sudah tepat.
- Observasi langsung saat murid memainkan pola dengan alat perkusi: ketepatan ritme dan kepercayaan diri.
- Umpan balik teman sejawat (peer feedback) saat sesi refleksi berpasangan.
Sumatif:- Penilaian Lembar Kerja 'Ciptaan Ritmiku': kelengkapan notasi dan ketepatan total 4 ketukan.
- Penilaian penampilan memainkan pola ritmis dengan alat perkusi menggunakan rubrik 4 level.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merancang Pola Ritmis 4 Ketukan (TP 3.1.6.1) | Murid belum mampu mengisi kolom notasi atau mengisi secara acak tanpa memperhatikan nilai ketukan, sehingga total ketukan tidak terpenuhi. | Murid mengisi kolom notasi namun total ketukan belum genap 4 (kurang atau lebih), atau masih memerlukan bantuan penuh dari guru untuk menyelesaikan rancangan. | Murid mampu membuat pola ritmis 4 ketukan dengan notasi yang tepat dan total ketukan yang benar, meskipun variasi notasi masih terbatas (misalnya hanya menggunakan satu jenis not). | Murid mampu membuat pola ritmis 4 ketukan yang tepat menggunakan kombinasi minimal 2 jenis notasi berbeda, total ketukan presisi, dan dapat menjelaskan alasan pemilihan notasinya secara lisan. | | Memainkan Pola Ritmis dengan Alat Perkusi (TP 3.1.6.2) | Murid belum mampu memainkan pola ritmis dengan alat perkusi, atau bunyi yang dihasilkan tidak sesuai sama sekali dengan pola yang dirancang. | Murid mencoba memainkan pola ritmis namun terdapat banyak ketidaksesuaian antara bunyi yang dimainkan dengan notasi yang dirancang; ketukan sering tidak stabil. | Murid mampu memainkan pola ritmis buatan sendiri dengan alat perkusi dengan ketukan yang cukup stabil dan sebagian besar sesuai dengan notasi yang dirancang. | Murid mampu memainkan pola ritmis buatan sendiri dengan tepat, ketukan stabil, ekspresi percaya diri, dan dapat mengulang pola yang sama secara konsisten minimal 3 kali berturut-turut. | | Kreativitas Pola Ritmis | Pola yang dibuat identik dengan contoh guru, tidak ada unsur pilihan mandiri. | Pola yang dibuat sedikit berbeda dari contoh guru, namun variasi masih sangat minim. | Pola yang dibuat menunjukkan pilihan notasi yang berbeda dari contoh guru dan memiliki karakter tersendiri. | Pola yang dibuat sangat orisinal, menggunakan kombinasi notasi yang unik, dan murid dapat menceritakan 'ide' atau 'suasana' yang ingin disampaikan melalui pola tersebut. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid berhasil membuat pola ritmis 4 ketukan yang tepat? Murid mana yang perlu pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional, atau ada tahap yang terlalu singkat/panjang?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan hari ini benar-benar menjangkau murid dengan kebutuhan belajar berbeda? Apa yang perlu disesuaikan?
- Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling membuat murid antusias dan terlibat aktif? Bagaimana cara mempertahankan atau meningkatkannya?
Refleksi Murid:- Pola ritmis yang aku buat hari ini terasa [mudah / cukup sulit / sangat sulit] karena ...
- Saat memainkan pola ritmis dengan alat perkusi, aku merasa [percaya diri / gugup / perlu lebih banyak latihan]. Hal yang ingin aku latih lebih adalah ...
- Hal paling seru yang aku pelajari hari ini adalah ... dan hal yang masih membingungkan bagiku adalah ...
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III — Kemendikbudristek (tabel 4 pola ritmis dan lembar PR)
- Kartu notasi visual (not penuh, not setengah, not seperempat, tanda istirahat) — dibuat guru atau dicetak
- Lembar Kerja 'Ciptaan Ritmiku' — dirancang guru berdasarkan format buku guru
- Alat perkusi: drum tangan, kastanyet, rebana, atau alat musik perkusi sederhana dari bahan daur ulang (botol/kaleng berisi biji-bijian)
- Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan kartu notasi dan tabel pola ritmis
- Lembar PR (Pekerjaan Rumah) sesuai format di Buku Guru halaman 53
|