Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Mengenal Notasi Ritmis Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Mengenal Notasi Ritmis Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Mengenal Notasi Ritmis Sederhana

Seni Musik - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Notasi Ritmis Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Notasi Ritmis Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenali simbol notasi ritmis (not penuh, not setengah, not seperempat) beserta nilai ketukannya melalui permainan musik sederhana.
  2. Murid dapat membaca pola ritmis sederhana yang terdiri dari not penuh dan not setengah dengan cara menepuk tangan atau memainkan alat musik perkusi ringan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat tulisan musik seperti simbol-simbol aneh di atas garis? Kira-kira itu artinya apa ya?
  2. Kalau kita ingin memberitahu orang lain untuk menepuk tangan selama 4 hitungan tanpa bersuara, kira-kira kita bisa pakai simbol apa?
  3. Menurutmu, apakah setiap bunyi dalam musik punya panjang yang sama, atau ada yang lebih panjang dan lebih pendek?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan kartu bergambar tiga simbol (not penuh, not setengah, not seperempat) dan bertanya, 'Siapa yang pernah melihat simbol ini? Apa yang kalian tahu tentangnya?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal simbol notasi ritmis dan mencoba membaca pola ritme sederhana.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik: 'Kalau musik bisa ditulis, kira-kira bagaimana caranya?' untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan ritmis: tepuk tangan mengikuti pola sederhana yang dicontohkan guru (1 tepuk panjang, 2 tepuk sedang, 4 tepuk pendek) sebagai jembatan menuju materi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan tiga kartu besar di papan tulis: kartu not penuh (oval tertutup tanpa tangkai), not setengah (oval terbuka dengan tangkai), dan not seperempat (oval tertutup dengan tangkai). Guru memperkenalkan nama dan bentuk masing-masing simbol satu per satu.
  • Guru menjelaskan konsep nilai ketukan menggunakan analogi sederhana: 'Not penuh itu seperti kamu memegang balon selama 4 detik, not setengah seperti 2 detik, not seperempat seperti 1 detik.' Guru mendemonstrasikan dengan menepuk meja.
  • Guru menunjukkan tabel nilai ketukan (not penuh = 4 ketukan, not setengah = 2 ketukan, not seperempat = 1 ketukan) dan memandu murid menyalinnya di buku masing-masing sambil menggambar simbol sederhana not tersebut.
  • Guru mengajak murid 'membaca' setiap simbol bersama-sama: saat guru menunjuk kartu not penuh, murid bertepuk satu kali sambil menghitung 1-2-3-4 dalam hati; not setengah murid bertepuk sambil menghitung 1-2; not seperempat murid bertepuk sekali.
  • Guru memberikan waktu 2 menit kepada murid untuk berpasangan dan saling menjelaskan kembali arti ketiga simbol tersebut kepada temannya (think-pair-share ringkas).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 'Permainan Kartu Ritme': setiap murid mendapat set kartu kecil berisi simbol not penuh dan not setengah. Guru menampilkan pola di papan tulis (misalnya: not penuh – not setengah – not setengah) dan murid menyusun kartu mereka mengikuti pola tersebut.
  • Setelah kartu tersusun, murid membaca pola ritme yang mereka susun dengan cara menepuk tangan sambil menghitung ketukan dengan suara pelan. Guru berkeliling mengamati dan memberi umpan balik langsung.
  • Guru memperkenalkan 3 pola ritmis bertahap: Pola 1 (not penuh – not penuh), Pola 2 (not setengah – not setengah – not penuh), Pola 3 (not penuh – not setengah – not setengah). Setiap pola dibaca bersama terlebih dahulu, lalu murid mencoba mandiri.
  • Jika alat musik perkusi tersedia (tamborin, kastanyet, kendang kecil), guru membagi murid menjadi dua kelompok: satu kelompok menepuk tangan membaca pola, kelompok lain memainkan alat musik mengikuti pola yang sama secara bergantian.
  • Murid secara mandiri memilih satu pola favorit mereka, menuliskan simbolnya di buku, lalu mempraktikkannya kembali dengan tepuk tangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar (atau kembali ke posisi duduk biasa) dan mengajukan pertanyaan refleksi: 'Simbol mana yang menurutmu paling mudah diingat? Mengapa?'
  • Murid mengisi 'Kartu Refleksi Ritme' (selembar kertas kecil) dengan menjawab dua pertanyaan singkat: (1) Simbol not yang sudah aku pahami hari ini: ... (2) Satu hal yang masih ingin aku pelajari: ...
  • Guru meminta 2-3 murid sukarela untuk berbagi hasil refleksinya kepada kelas secara lisan, kemudian guru memberikan apresiasi dan meluruskan jika ada miskonsepsi.
  • Guru memandu murid mengevaluasi pengalaman belajar hari ini: 'Apakah cara belajar dengan kartu membuatmu lebih mudah memahami simbol ritme? Cara lain apa yang mungkin juga bisa membantu?'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar tiga simbol notasi ritmis — not penuh (4 ketukan), not setengah (2 ketukan), not seperempat (1 ketukan).'
  • Asesmen akhir: Guru menampilkan satu pola ritmis baru (not penuh – not setengah – not setengah) di papan tulis. Murid membaca pola tersebut secara mandiri dengan menepuk tangan sambil menghitung, lalu guru mengamati dan mencatat hasilnya di lembar observasi.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati di rumah apakah ada simbol-simbol mirip not balok di buku, majalah, atau media lain, dan membawa temuannya di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan mengajak berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan hanya difokuskan pada pengenalan not penuh dan not setengah (dua simbol), dengan kartu bergambar yang lebih besar dan disertai tulisan jumlah ketukan secara eksplisit (mis. angka '4' tercetak di kartu not penuh). Murid yang sudah cepat menguasai dapat diperkenalkan not seperempat lebih dalam dan diminta menyusun pola ritmis sendiri menggunakan ketiga jenis not.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan bekerja bersama guru atau teman sebaya dalam kelompok kecil saat membaca pola ritme. Murid mandiri dapat langsung mencoba membaca pola secara individu dan kemudian membuat pola variasi sendiri di buku.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan dan menggambar pola ritmis ciptaan sendiri (minimal 4 ketukan) menggunakan not penuh dan not setengah di buku, sementara murid yang sedang berkembang cukup menyalin dan membaca 2 pola yang diberikan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan kartu bergambar tiga simbol notasi ritmis dan bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah melihat simbol seperti ini? Apa yang kamu tahu tentangnya?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penjelasan.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid menyusun kartu ritme dan membaca pola dengan tepukan; guru mencatat murid yang sudah tepat dan yang masih perlu bimbingan pada lembar observasi sederhana (nama murid – sudah/belum – catatan).
  • Pertanyaan lisan terarah selama tahap Memahami: 'Kalau kamu lihat not setengah, berapa ketukan kamu harus tepuk?' untuk mengecek pemahaman individual.
  • Pengamatan saat think-pair-share: guru mendengarkan penjelasan murid kepada pasangannya untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu segera diluruskan.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: guru menampilkan pola ritmis baru di papan tulis (not penuh – not setengah – not setengah), murid membaca pola secara mandiri menggunakan tepuk tangan sambil menghitung ketukan dengan suara pelan. Guru menilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan ketepatan jumlah ketukan dan kelancaran membaca pola.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menyusun kartu ritme dan membaca pola dengan tepuk tangan (menggunakan lembar ceklis observasi).
  • Tanya-jawab lisan selama kegiatan Memahami untuk mengecek pemahaman nilai ketukan setiap simbol.
  • Kartu Refleksi Ritme yang diisi murid pada tahap Merefleksi sebagai data umpan balik proses belajar.

Sumatif:

  • Unjuk kerja membaca pola ritmis baru (not penuh – not setengah – not setengah) secara mandiri dengan tepuk tangan di akhir pertemuan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali simbol notasi ritmis (not penuh, not setengah, not seperempat)Murid belum dapat menyebutkan nama simbol notasi ritmis meskipun sudah diberi petunjuk.Murid dapat menyebutkan nama 1 simbol notasi ritmis dengan benar jika diberi bantuan kartu referensi.Murid dapat menyebutkan nama dan nilai ketukan 2–3 simbol notasi ritmis dengan benar secara mandiri.Murid dapat menyebutkan nama, nilai ketukan, dan menjelaskan perbedaan ketiga simbol notasi ritmis kepada teman dengan benar dan lancar.
Membaca pola ritmis sederhana (not penuh dan not setengah) dengan tepukanMurid belum dapat membaca pola ritmis sederhana; jumlah ketukan tepukan tidak sesuai dengan nilai not yang ditampilkan.Murid dapat membaca pola ritmis sederhana dengan 1–2 kesalahan ketukan dan membutuhkan panduan dari guru atau teman.Murid dapat membaca pola ritmis sederhana (not penuh dan not setengah) dengan tepukan yang tepat secara mandiri, meskipun tempo kadang tidak stabil.Murid dapat membaca pola ritmis sederhana dengan tepukan yang tepat, tempo yang stabil, dan mampu mencoba pola baru yang diberikan secara spontan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan kartu simbol efektif membantu murid mengenali notasi ritmis? Apa yang perlu ditingkatkan pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang sudah mencapai tujuan pembelajaran dan siapa yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional, atau ada tahap yang perlu diperluas/dipersempit?

Refleksi Murid:

  • Simbol notasi ritmis mana yang paling mudah kamu ingat hari ini? Apa yang membuatnya mudah diingat?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagimu?
  • Apa satu hal yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang simbol-simbol musik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek)
  2. Kartu simbol notasi ritmis (not penuh, not setengah, not seperempat) — dibuat guru atau dicetak
  3. Tabel nilai ketukan (ditampilkan di papan tulis atau sebagai lembar kerja murid)
  4. Alat musik perkusi sederhana (tamborin, kastanyet, kendang kecil, atau botol berisi beras) — opsional
  5. Kartu Refleksi Ritme (lembar kertas kecil berisi 2 pertanyaan refleksi, disiapkan guru)
  6. Papan tulis atau media tayang untuk menampilkan pola ritmis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.