Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Pola Irama Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Pola Irama Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 3: Pola Irama Sederhana

Seni Musik - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Pola Irama Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPola Irama Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menirukan pola irama sederhana 2–4 ketukan menggunakan tepuk tangan atau alat perkusi dengan tepat setelah mendengarkan contoh dari guru.
  2. Murid dapat membuat pola irama sederhana secara mandiri menggunakan alat perkusi dan memainkannya di depan kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar suara hujan deras? Apakah iramanya selalu sama atau berubah-ubah?
  2. Kalau kamu mengetuk meja dengan jari dua kali, lalu empat kali, apa bedanya yang kamu rasakan?
  3. Menurutmu, bisa tidak kita membuat musik hanya dengan tepuk tangan? Bagaimana caranya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (duduk melingkar atau di kursi masing-masing, tangan di atas meja).
  • Guru mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Asesmen awal: Guru bertanya lisan, 'Siapa yang sudah pernah menepuk tangan mengikuti lagu? Tunjukkan bagaimana caramu!' — beberapa murid diminta menunjukkan spontan untuk mengukur pemahaman awal tentang irama.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid merespons secara lisan.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar menirukan dan membuat pola irama sendiri pakai tepuk tangan atau alat perkusi!'
  • Guru mengenalkan istilah sederhana: 'ketukan', 'pola irama', 'perkusi' dengan contoh langsung (guru menepuk meja 1-2 kali sebagai ilustrasi).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup mata sejenak dan mendengarkan dengan seksama saat guru memainkan pola irama sederhana 2 ketukan menggunakan tepuk tangan (Berkesadaran — murid diajak hadir penuh dengan indera pendengaran).
  • Guru membuka mata murid dan memperagakan ulang pola 2 ketukan sambil menghitung dengan suara keras: 'Satu-dua, satu-dua.' Murid mengamati gerakan dan mendengar hitungannya.
  • Guru bertanya, 'Berapa kali aku menepuk? Apa polanya?' Murid menjawab secara lisan — guru mengonfirmasi dan meluruskan jika ada yang keliru.
  • Guru menampilkan visual sederhana di papan tulis: simbol lingkaran penuh (●) untuk ketukan ada dan lingkaran kosong (○) untuk jeda, misal: ● ● untuk pola 2 ketukan, ● ● ● ● untuk pola 4 ketukan. Guru menjelaskan artinya.
  • Guru memperagakan pola 3 dan 4 ketukan secara bergantian menggunakan tepuk tangan, kemudian menggunakan alat perkusi sederhana (kastanyet atau botol berisi kerikil). Murid menyimak perbedaan tiap pola (Bermakna — murid menghubungkan bunyi dengan simbol visual).
  • Guru mengecek pemahaman: 'Apa bedanya pola 2 ketukan dan pola 4 ketukan? Mana yang terasa lebih panjang?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memimpin 'Permainan Tiru Guru': guru memainkan sebuah pola irama (2, 3, atau 4 ketukan) dan seluruh murid menirukan bersama-sama dengan tepuk tangan (Menggembirakan — dilakukan dengan semangat dan ceria).
  • Permainan diulang 4–5 putaran dengan pola berbeda. Setiap putaran guru mempercepat atau memperlambat tempo untuk variasi.
  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu alat perkusi sederhana (kastanyet, tamborin, botol kerikil, atau kepalan tangan di atas meja).
  • Setiap kelompok berlatih menirukan pola irama yang dipilih dari kartu pola (kartu bergambar simbol ● dan ○ yang telah disiapkan guru) — minimal 2 pola berbeda per kelompok (Bermakna — murid menghubungkan simbol dengan bunyi nyata).
  • Setelah berlatih ±5 menit, masing-masing kelompok memainkan satu pola pilihan mereka di depan teman-teman satu kelas. Kelompok lain menebak: 'Pola berapa ketukan?'
  • Guru memberikan umpan balik positif dan langsung mengoreksi jika ada ketukan yang meleset, dengan cara mencontohkan ulang bukan sekadar memberi tahu.
  • Murid secara individu mendapat giliran mencoba: guru menyebut nama murid secara acak untuk menirukan satu pola yang dicontohkan guru menggunakan tepuk tangan — ini untuk memastikan semua murid pernah mencoba (asesmen proses).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid diberi waktu ±7 menit secara individu untuk membuat pola irama sendiri: memilih jumlah ketukan (2, 3, atau 4) dan menuliskan/menggambar polanya di lembar kerja menggunakan simbol ● dan ○ yang sudah dipelajari.
  • Setelah selesai, murid mencoba memainkan pola ciptaannya sendiri menggunakan tepuk tangan atau alat perkusi yang tersedia (Berkesadaran — murid memperhatikan bunyi yang ia sendiri ciptakan).
  • 3–4 murid (sukarela atau ditunjuk) memainkan pola ciptaannya di depan kelas. Teman-teman mendengarkan dan memberikan satu kata komentar: 'Keren!', 'Unik!', 'Jelas!' (Menggembirakan — apresiasi antar teman membangun kepercayaan diri).
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Apa yang kamu rasakan saat membuat pola iramamu sendiri? Bagian mana yang terasa sulit?'
  • Murid mengisi kartu refleksi mini (3 kolom: aku sudah bisa…, aku masih perlu berlatih…, aku mau mencoba…) secara tertulis singkat.

Penutup:

  • Guru mengajak murid mereview bersama: 'Apa yang kita pelajari hari ini? Siapa yang bisa menyebutkan satu contoh pola irama yang kita buat?' — 2–3 murid menjawab.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan tantangan cepat — guru memainkan dua pola secara berurutan, murid menuliskan jumlah ketukannya di kertas kecil dan mengangkatnya (exit ticket).
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha seluruh murid hari ini: 'Kalian semua hebat sudah berani membuat pola irama sendiri!'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Coba malam ini ajak ayah atau ibu untuk menebak pola irama ciptaanmu!'
  • Guru menutup pelajaran dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu pola bergambar lengkap dengan simbol ● dan ○ serta panduan hitungan verbal. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan: membuat pola dengan kombinasi ketukan panjang dan pendek (not penuh dan not setengah).
  • Proses: Murid yang kesulitan menirukan pola boleh menggunakan gerakan tubuh lain selain tepuk tangan (hentakan kaki, ketukan meja) agar lebih nyaman. Murid cepat dapat langsung diminta membuat 2 pola berbeda dan menggabungkannya menjadi satu urutan panjang.
  • Produk: Murid yang belum lancar dapat menyerahkan lembar kerja bergambar pola irama (simbol ● ○) tanpa harus memperagakan di depan kelas. Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat pola irama dengan 4 ketukan dan menampilkannya dengan variasi tempo (lambat-cepat).

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan di awal pendahuluan: 'Siapa yang sudah pernah menepuk tangan mengikuti lagu? Tunjukkan!' — untuk mengukur apakah murid sudah memiliki konsep dasar irama.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan awal tentang bunyi dan irama.

Proses:

  • Observasi saat 'Permainan Tiru Guru': guru menilai apakah murid mampu menirukan pola 2–4 ketukan dengan tepat menggunakan tepuk tangan.
  • Penilaian giliran individu: tiap murid menirukan satu pola di depan kelas — guru mencatat pada lembar observasi sederhana (nama murid, pola yang dicoba, hasil: tepat/kurang tepat/belum tepat).
  • Observasi kerja kelompok: guru berkeliling mengamati apakah setiap kelompok mampu memainkan pola dari kartu dengan kompak.

Akhir:

  • Exit ticket: guru memainkan dua pola irama berbeda, murid menuliskan jumlah ketukan masing-masing pola di kertas kecil — dinilai ketepatan identifikasi.
  • Lembar kerja individu pola irama ciptaan murid: murid menggambar pola menggunakan simbol ● dan ○ lalu memainkannya — dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Kartu refleksi mini: digunakan guru untuk mengetahui tingkat keyakinan diri (self-assessment) murid terhadap kemampuan membuat pola irama.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid menirukan pola irama pada kegiatan 'Permainan Tiru Guru' — guru mencatat ketepatan ketukan tiap murid.
  • Penilaian giliran individu: setiap murid ditunjuk menirukan satu pola — guru mencatat pada lembar observasi apakah murid mampu menirukan dengan tepat, kurang tepat, atau belum tepat.
  • Kartu refleksi mini yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menuliskan jumlah ketukan dari dua pola yang dimainkan guru — diperiksa langsung saat penutup.
  • Lembar kerja pola irama ciptaan murid: dinilai berdasarkan rubrik ketepatan jumlah ketukan, kreativitas, dan kemampuan memainkan polanya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menirukan Pola Irama (TP 3.1.3.1)Murid belum mampu menirukan pola irama meskipun dengan bantuan guru; ketukan tidak sesuai dengan contoh.Murid dapat menirukan pola irama 2 ketukan dengan bantuan guru atau teman; masih sering meleset pada pola 3–4 ketukan.Murid dapat menirukan pola irama 2–3 ketukan secara mandiri dengan tepat; sesekali meleset pada pola 4 ketukan.Murid dapat menirukan pola irama 2–4 ketukan secara mandiri dan konsisten dengan tepat menggunakan tepuk tangan maupun alat perkusi.
Membuat Pola Irama Mandiri (TP 3.1.3.2)Murid belum mampu membuat pola irama sendiri; lembar kerja kosong atau tidak menggambarkan pola yang bermakna.Murid membuat pola irama dengan bantuan guru atau kartu panduan; pola terdiri dari 2 ketukan dan belum konsisten saat dimainkan.Murid membuat pola irama 2–3 ketukan secara mandiri menggunakan simbol ● dan ○, dan mampu memainkannya dengan cukup tepat.Murid membuat pola irama orisinal 2–4 ketukan secara mandiri, menuliskannya dengan simbol dengan benar, dan memainkannya dengan percaya diri serta konsisten.
Kemandirian dan KeterlibatanMurid pasif, tidak terlibat dalam kegiatan kelompok maupun individu meskipun sudah didorong guru.Murid terlibat jika diminta oleh guru; masih perlu dorongan untuk mencoba dan berpartisipasi.Murid aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan mau mencoba kegiatan individu; sesekali masih ragu.Murid terlibat aktif secara mandiri dalam seluruh kegiatan, berani tampil di depan kelas, dan memberikan apresiasi kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk mencoba menirukan dan membuat pola irama hari ini? Jika tidak, siapa yang perlu mendapat perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan tiga tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan durasinya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan dan murid yang sudah cepat berkembang?
  • Seberapa efektif penggunaan simbol ● dan ○ dalam membantu murid memahami konsep pola irama secara visual?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku sudah bisa …
  • Bagian yang masih terasa sulit untukku adalah …
  • Pola irama ciptaanku terasa … karena …
  • Lain kali aku ingin mencoba …

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek)
  2. Alat perkusi sederhana: kastanyet, tamborin, botol plastik berisi kerikil, atau meja sebagai media ketukan
  3. Kartu pola irama bergambar simbol ● (ketukan) dan ○ (jeda) — dibuat guru sebelum pembelajaran
  4. Lembar kerja individu pola irama (kolom kosong bergambar 4 ketukan untuk diisi murid)
  5. Kartu refleksi mini murid (3 kolom: aku sudah bisa…, aku masih perlu berlatih…, aku mau mencoba…)
  6. Papan tulis dan spidol untuk menampilkan simbol pola irama secara visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.