Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2: Mengenal Bunyi Alam Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 2 dengan topik "Mengenal Bunyi Alam Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2: Mengenal Bunyi Alam Sekitar

Seni Musik - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenal Bunyi Alam Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenal Bunyi Alam Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi sumber bunyi alam (angin, air, daun kering, batu, pasir)
  2. Murid dapat menirukan bunyi alam dengan suara atau benda

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bunyi apa saja yang kalian dengar ketika berada di luar kelas?
  2. Bagaimana cara angin membuat bunyi?
  3. Bisakah kalian menirukan suara air yang mengalir?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa dan mengajak murid bernapas dalam untuk memusatkan perhatian (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan bunyi apa saja yang pernah murid dengar di sekitar sekolah (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengenal bunyi-bunyi alam dan belajar menirukannya (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memejamkan mata, mendengarkan bunyi alam di sekitar selama 1 menit (berkesadaran)
  • Murid membuka mata dan berbagi bunyi apa saja yang mereka dengar
  • Guru memperdengarkan rekaman atau menunjukkan video bunyi alam: angin, air mengalir, daun kering, batu bergesekan, pasir (bermakna)
  • Guru memandu murid mengidentifikasi ciri khas setiap bunyi: halus, keras, panjang, pendek, tinggi, rendah
  • Murid mengelompokkan bunyi berdasarkan sumbernya: udara (angin), air, benda padat (daun, batu, pasir)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok mendapat satu jenis benda alam: daun kering, batu kecil, wadah berisi air, kertas untuk kipas angin, wadah berisi pasir
  • Murid mengeksplorasi cara membuat bunyi dari benda yang mereka dapat: menggesek, mengetuk, mengocok, meniup (menggembirakan)
  • Setiap kelompok menirukan bunyi alam menggunakan suara tubuh atau benda yang tersedia
  • Kelompok lain menebak bunyi alam apa yang sedang ditirukan
  • Guru memberikan umpan balik langsung pada setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk kembali melingkar
  • Murid merefleksikan: bunyi alam mana yang paling mudah ditirukan, mana yang paling sulit, dan mengapa
  • Murid berbagi pengalaman: apa yang mereka rasakan saat mendengarkan dan menirukan bunyi alam
  • Guru memfasilitasi diskusi: mengapa penting mengenali bunyi di sekitar kita
  • Murid menyampaikan strategi yang berhasil dalam menirukan bunyi dan yang perlu diperbaiki

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta 3-4 murid menirukan satu bunyi alam pilihan mereka
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas upaya semua murid
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana (gambar ekspresi atau lingkari emoji)
  • Guru menutup dengan mengajak murid berterima kasih pada alam yang memberikan bunyi indah

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat mengeksplorasi lebih banyak variasi bunyi (5-7 jenis), sementara murid yang membutuhkan bantuan fokus pada 3 jenis bunyi dasar (angin, air, daun)
  • Proses: Murid yang cepat dapat mencoba menirukan bunyi menggunakan kombinasi suara dan benda, sementara murid yang lambat dapat menirukan dengan satu cara terlebih dahulu (hanya suara atau hanya benda)
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat pola sederhana dari 2-3 bunyi alam, sementara murid yang masih belajar cukup menirukan satu bunyi dengan jelas

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab: bunyi apa saja yang pernah murid dengar di alam (angin, air, daun, dll)
  • Murid diminta menyebutkan minimal satu bunyi alam yang mereka ingat

Proses:

  • Observasi saat murid mendengarkan rekaman bunyi alam: apakah mereka fokus dan mampu mengidentifikasi
  • Penilaian saat eksplorasi kelompok: seberapa aktif murid mencoba berbagai cara membuat bunyi
  • Catatan anekdot: murid mana yang sudah bisa menirukan bunyi dengan baik, mana yang masih perlu bimbingan

Akhir:

  • Praktik individu: murid menirukan 2 bunyi alam pilihan mereka (diamati dan dicatat dalam rubrik)
  • Lembar refleksi murid: gambar atau emoji yang menunjukkan perasaan mereka selama belajar
  • Checklist pencapaian: sudah/belum mampu mengidentifikasi minimal 3 bunyi alam dan menirukan minimal 2 bunyi

Formatif:

  • Observasi selama eksplorasi bunyi: kemampuan murid mengidentifikasi sumber bunyi
  • Tanya jawab saat diskusi kelompok: pemahaman murid tentang ciri khas bunyi alam
  • Umpan balik langsung saat murid menirukan bunyi

Sumatif:

  • Performa individu menirukan minimal 2 bunyi alam dengan suara atau benda
  • Lembar observasi checklist: mampu mengidentifikasi dan menirukan bunyi alam

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi sumber bunyi alamMurid belum mampu menyebutkan sumber bunyi alam sama sekaliMurid mampu menyebutkan 1-2 sumber bunyi alam dengan bantuanMurid mampu mengidentifikasi 3-4 sumber bunyi alam secara mandiriMurid mampu mengidentifikasi 5 atau lebih sumber bunyi alam dan menjelaskan ciri khasnya
Menirukan bunyi alam dengan suara atau bendaMurid belum mampu menirukan bunyi alam dengan jelasMurid mampu menirukan 1 bunyi alam meskipun kurang miripMurid mampu menirukan 2 bunyi alam dengan cukup miripMurid mampu menirukan 3 atau lebih bunyi alam dengan sangat mirip dan ekspresif
Kepekaan terhadap unsur bunyi (nada dan irama alam)Murid kurang menyadari dan belum bereaksi terhadap unsur bunyi alamMurid mulai menyadari bunyi alam namun reaksi masih terbatasMurid menyadari dan bereaksi spontan terhadap bunyi alamMurid sangat peka terhadap variasi bunyi dan mampu mengekspresikannya secara kreatif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam mendengarkan dan menirukan bunyi alam?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid yang kesulitan menirukan bunyi?
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan pengalaman belajar agar lebih berkesadaran dan menggembirakan?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan semua murid?

Refleksi Murid:

  • Bunyi alam apa yang paling kamu suka dan mengapa?
  • Apa yang kamu rasakan ketika mendengarkan bunyi alam?
  • Bunyi alam mana yang paling mudah dan paling sulit kamu tirukan?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bunyi?

SUMBER BELAJAR

  1. Rekaman bunyi alam (angin, air, daun kering, batu, pasir)
  2. Video bunyi alam dari YouTube atau sumber digital lain
  3. Benda-benda alam: daun kering, batu kecil, pasir, wadah air
  4. Buku Guru Seni Musik Kelas 2 Kurikulum Merdeka
  5. Ruang terbuka atau area dekat jendela untuk mendengar bunyi alam langsung
  6. Lembar refleksi sederhana dengan emoji atau gambar ekspresi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.