Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2: Eksplorasi Bunyi Anggota Tubuh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 2 dengan topik "Eksplorasi Bunyi Anggota Tubuh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2: Eksplorasi Bunyi Anggota Tubuh

Seni Musik - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Bunyi Anggota Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEksplorasi Bunyi Anggota Tubuh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memproduksi pola irama sederhana menggunakan bunyi anggota tubuh
  2. Murid dapat merespons pola irama yang dimainkan guru dengan tepuk tangan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagian tubuh mana saja yang bisa mengeluarkan bunyi?
  2. Apakah bunyi tepuk tangan sama dengan bunyi hentakan kaki?
  3. Bisakah kita membuat musik hanya dengan tubuh kita sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya pengalaman murid bertepuk tangan atau menghentakkan kaki
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menjelajahi bunyi dari tubuh kita dan membuat pola irama
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid mengamati bagian-bagian tubuh yang bisa menghasilkan bunyi (tangan, kaki, mulut, dada, paha)
  • Setiap murid mencoba mengeksplorasi bunyi dari anggota tubuhnya sendiri secara mandiri: tepuk tangan, tepuk paha, hentakan kaki, petik jari, tepuk dada
  • Guru meminta murid berbagi pengalaman: bunyi mana yang paling keras? Mana yang paling lembut?
  • Guru mendemonstrasikan pola irama sederhana menggunakan tepuk tangan (misalnya: tepuk-tepuk-diam-tepuk)
  • Murid mengamati dan mendengarkan dengan penuh kesadaran perbedaan setiap bunyi yang dihasilkan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memainkan pola irama sederhana, murid merespons dengan menirukan pola tersebut menggunakan tepuk tangan
  • Murid berlatih merespons berbagai pola irama yang dimainkan guru (pola 2 ketukan, 3 ketukan, 4 ketukan)
  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok berlatih membuat pola irama sendiri menggunakan kombinasi bunyi anggota tubuh
  • Setiap kelompok memproduksi dan memainkan pola irama ciptaan mereka di depan kelas
  • Kelompok lain merespons dengan menirukan pola irama yang dimainkan temannya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi: Bagaimana perasaan kalian saat membuat musik dari tubuh sendiri?
  • Murid merefleksikan: Apa yang mudah? Apa yang sulit? Bagaimana kalian bekerja sama dalam kelompok?
  • Murid mengevaluasi penampilan kelompoknya sendiri: apakah pola irama terdengar jelas? Apakah semua anggota kelompok ikut bermain?
  • Guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan bahwa tubuh kita adalah instrumen musik yang luar biasa

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran: tubuh kita bisa menghasilkan berbagai bunyi dan kita bisa membuat pola irama darinya
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid mendemonstrasikan pola irama sederhana
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kerja sama murid
  • Pembelajaran ditutup dengan berdoa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat mengeksplorasi kombinasi bunyi lebih kompleks (tepuk tangan + hentakan kaki secara bersamaan), murid yang lambat fokus pada satu jenis bunyi (hanya tepuk tangan)
  • Proses: Murid yang cepat diminta membuat pola irama 6-8 ketukan, murid yang lambat cukup membuat pola 2-4 ketukan. Guru memberikan pendampingan lebih intensif pada murid yang kesulitan menirukan pola
  • Produk: Murid yang cepat dapat menampilkan pola irama dengan variasi dinamika (keras-lembut), murid yang lambat cukup menampilkan pola irama dengan tempo konsisten

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid bertepuk tangan atau membuat bunyi dengan tubuh
  • Observasi kemampuan awal murid menirukan tepukan sederhana

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat eksplorasi bunyi
  • Observasi kemampuan murid merespons pola irama guru
  • Observasi kerja sama murid dalam kelompok
  • Catatan anekdot tentang kreativitas murid dalam membuat pola irama

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: murid mendemonstrasikan pola irama sederhana (2-4 ketukan)
  • Unjuk kerja: murid merespons 3 pola irama berbeda yang dimainkan guru
  • Refleksi lisan murid tentang pengalaman belajarnya

Formatif:

  • Observasi saat murid mengeksplorasi bunyi anggota tubuh
  • Observasi saat murid merespons pola irama guru
  • Penilaian sejawat saat kelompok menampilkan pola irama

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid mendemonstrasikan kemampuan memproduksi pola irama sederhana
  • Unjuk kerja: murid merespons pola irama yang dimainkan guru dengan tepat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memproduksi pola irama menggunakan bunyi anggota tubuhBelum mampu membuat pola irama, bunyi tidak teratur dan tidak ada pengulangan polaMampu membuat pola irama sangat sederhana (1-2 ketukan) dengan bantuan guru, pengulangan pola belum konsistenMampu membuat pola irama sederhana (2-4 ketukan) secara mandiri, pengulangan pola cukup konsistenMampu membuat pola irama bervariasi (4 ketukan atau lebih) dengan kombinasi bunyi berbeda, pengulangan pola sangat konsisten dan kreatif
Merespons pola irama dengan tepuk tanganBelum mampu menirukan pola irama yang dimainkan guru, respons tidak sesuaiMampu menirukan sebagian pola irama sederhana dengan bantuan, masih sering salah ketukanMampu menirukan pola irama sederhana dengan tepat, sesekali masih ada ketukan yang kurang tepatMampu menirukan berbagai pola irama dengan sangat tepat dan cepat tanggap, respons akurat dan konsisten
Kerja sama dalam kelompokBelum mau bekerja sama, bermain sendiri tanpa memperhatikan anggota kelompok lainMulai mau bekerja sama tetapi masih perlu bimbingan terus-menerus, kadang tidak kompakBekerja sama dengan baik, mendengarkan teman, dan memainkan bagiannya dengan kompakBekerja sama dengan sangat baik, aktif memberikan ide, mendengarkan teman, dan memainkan pola irama dengan sangat kompak

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam eksplorasi bunyi?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling membuat murid antusias?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Bagian mana yang masih sulit bagimu?
  • Apa yang kamu pelajari tentang bunyi dari tubuhmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman dalam kelompok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas II Kurikulum Merdeka
  2. Tubuh murid sebagai sumber bunyi
  3. Ruang kelas yang cukup untuk murid bergerak
  4. Video eksplorasi musik tubuh (jika tersedia)
  5. Lagu-lagu anak sederhana sebagai referensi pola irama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.