Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2 Bab 2: Bermain Melalui Musik

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Musik kelas 2 untuk Bab 2 "Bermain Melalui Musik", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Musik Kelas 2 Bab 2: Bermain Melalui Musik

Seni Musik - Kelas 2

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Musik — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Bermain Melalui Musik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 2 — Bermain Melalui Musik
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.2.1 Menirukan pola irama menggunakan alat musik ritmis dalam aktivitas bermain melalui musik
  2. TP 2.2.2 Menirukan nada menggunakan alat musik melodis dalam kegiatan bermain melalui musik
  3. TP 2.2.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan bahasa sehari-hari
  4. TP 2.2.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana bunyi alat musik ritmis jika kita pukul teratur seperti detak jam?
  2. Bisakah kamu menirukan bunyi tepukan atau ketukan alat musik yang guru contohkan?
  3. Apa bedanya bunyi alat musik yang bernada (tinggi-rendah) dengan alat musik yang hanya diketuk?
  4. Bagaimana caramu membunyikan bilah pianika atau glockenspiel agar suaranya sama persis dengan yang dicontohkan?
  5. Bagaimana perasaanmu saat memukul alat ritmis sambil mendengarkan teman memainkan alat melodis?
  6. Apa yang terjadi jika alat musik ritmis dan melodis dibunyikan bersama-sama mengikuti lagu?
  7. Bagaimana caramu mengetahui apakah ketukan atau bunyimu tadi sudah pas atau belum?
  8. Kata-kata apa yang biasa kamu pakai saat menceritakan hasil bermain musikmu sendiri?
  9. Bagaimana perasaanmu ketika mendengarkan temanmu memainkan alat musik dengan gembira?
  10. Kata-kata baik apa dalam bahasa sehari-hari yang bisa kamu sampaikan untuk memuji permainan musik temanmu?
  11. Bagaimana perasaanmu saat memainkan alat musik ritmis dan melodis bersama teman?
  12. Bagaimana caramu menceritakan pengalaman bermain musik menggunakan bahasamu sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menirukan Pola Irama Sederhana Menggunakan Alat Musik Ritmis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menirukan pola irama menggunakan alat musik ritmis dalam aktivitas bermain melalui musik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menirukan pola irama sederhana menggunakan alat musik ritmis melalui permainan ketukan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru memperagakan 2 pola ketukan tepuk tangan sederhana secara bergantian, yaitu Pola A: [tepuk - diam - tepuk - diam] dan Pola B: [tepuk - tepuk - diam - diam], lalu meminta murid menirukan kembali pola tersebut untuk memetakan kesiapan menirukan ketukan ritmis (acuan: Pola A = 2 ketukan terpisah jeda; Pola B = 2 ketukan beruntun diikuti 2 jeda) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperkenalkan alat musik ritmis (marakas, rebana, kastanyet, dan tamborin) serta mendemonstrasikan cara membunyikannya dengan ketukan teratur (10 menit).
  • Guru memperagakan 3 pola irama ritmis dasar menggunakan rebana: Pola 1 [pukul - diam - pukul - diam], Pola 2 [pukul - pukul - diam - pukul], dan Pola 3 [pukul - pukul - pukul - diam] secara perlahan di depan kelas (10 menit).
  • Murid menyimak dan bersama-sama menirukan ketukan Pola 1, Pola 2, dan Pola 3 menggunakan tepukan tangan sebagai latihan dasar ketukan sebelum memegang instrumen (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan alat musik ritmis (marakas, tamborin, kastanyet, atau rebana) kepada setiap murid di kelas (5 menit).
  • Guru memainkan permainan interaktif 'Gema Ritmis': guru memainkan satu dari 3 pola target (Pola 1, Pola 2, atau Pola 3), kemudian murid bertindak sebagai gema yang langsung menirukan pola tersebut menggunakan alat musik ritmis masing-masing (5 menit).
  • Murid secara berpasangan saling bergantian memperagakan dan menirukan 3 pola irama target: Pola 1 [pukul - diam - pukul - diam], Pola 2 [pukul - pukul - diam - pukul], dan Pola 3 [pukul - pukul - pukul - diam] menggunakan instrumen ritmis yang dipegang (15 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid melakukan unjuk kerja mandiri singkat menirukan 3 pola irama ritmis yang dimainkan guru (Pola 1, Pola 2, dan Pola 3) secara bergiliran untuk memeriksa ketepatan ketukan (15 menit).
  • Murid menyadari bagian ketukan mana yang paling mudah atau membutuhkan kehati-hatian dalam menirukan jeda (diam) pola irama (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik menirukan pola irama ritmis yang sudah dilakukan murid (5 menit).
  • Guru bersama murid merapikan dan meletakkan kembali instrumen ritmis pada tempatnya, lalu menutup sesi dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alat musik ritmis yang mudah digenggam (seperti marakas atau kastanyet bertangkai) bagi murid yang membutuhkan kemudahan motorik.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan ketukan pola irama dengan tempo lebih lambat; bagi murid yang sudah lancar menirukan, diberikan variasi tempo lebih cepat pada ketiga pola irama yang sama.
  • Produk: Semua murid menirukan 3 pola irama target yang sama, dengan diferensiasi pada tingkat kemandirian (dengan hitungan panduan guru atau mandiri).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes performa tiruan diagnostik di awal pelajaran: Murid menirukan 2 pola ketukan tepuk tangan dari guru. Butir diagnostik: (1) Pola A: [tepuk - diam - tepuk - diam]; (2) Pola B: [tepuk - tepuk - diam - diam]. Acuan jawaban/ketercapaian: Pola A tepat menirukan 2 tepukan berjeda teratur; Pola B tepat menirukan 2 tepukan berurutan cepat diikuti jeda hening.

Proses:

  • Observasi formatif saat permainan 'Gema Ritmis' dan unjuk kerja mandiri: Guru memeriksa kemampuan murid menirukan 3 pola irama menggunakan alat musik ritmis (Pola 1 [pukul - diam - pukul - diam], Pola 2 [pukul - pukul - diam - pukul], Pola 3 [pukul - pukul - pukul - diam]). Lembar checklist mencatat jumlah pola yang berhasil ditirukan secara tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif di tahap Merefleksi: Unjuk kerja menirukan 3 pola irama ritmis (Pola 1, 2, dan 3) menggunakan instrumen ritmis. Acuan ketepatan: Pola 1 = tepat memukul pada ketukan 1 dan 3 (jeda pada 2 dan 4); Pola 2 = tepat memukul pada ketukan 1, 2, dan 4 (jeda pada 3); Pola 3 = tepat memukul pada ketukan 1, 2, dan 3 (jeda pada 4).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja menirukan pola irama sederhana menggunakan alat musik ritmis selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menirukan Pola Irama Menggunakan Alat Musik RitmisBelum mampu menirukan ketiga pola irama ritmis (Pola 1, 2, dan 3) secara tepat meski dibimbing guru.Mampu menirukan 1 dari 3 pola irama ritmis target (Pola 1, 2, atau 3) secara tepat dengan alat musik ritmis.Mampu menirukan 2 dari 3 pola irama ritmis target (Pola 1, 2, atau 3) secara tepat dengan alat musik ritmis secara mandiri.Mampu menirukan seluruh (3 dari 3) pola irama ritmis target (Pola 1, 2, dan 3) secara tepat dengan alat musik ritmis secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan antusias memegang serta membunyikan alat musik ritmis dalam menirukan pola irama?
  • Pola irama nomor berapa yang paling menantang bagi murid untuk ditirukan secara tepat jedanya?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat menirukan bunyi alat musik ritmis tadi?
  • Pola ketukan mana yang paling mudah kamu tirukan dengan alat musikmu?

Pertemuan 2 — Menirukan Nada Sederhana Menggunakan Alat Musik Melodis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Menirukan nada menggunakan alat musik melodis dalam kegiatan bermain melalui musik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan alat musik melodis sederhana seperti glockenspiel/kolintang bilah atau pianika (3 menit).
  • Guru memantik rasa ingin tahu dengan memainkan dua nada berbeda (Do dan Sol) lalu bertanya apa perbedaan bunyinya (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan pendengaran nada sederhana: guru membunyikan 1 bilah nada tunggal pada glockenspiel (nada C/Do), lalu meminta 3 orang perwakilan murid secara bergiliran menekan tuts/bilah yang menghasilkan nada yang sama (acuan: bilah nada bernomor 1 / C / Do) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan susunan bilah alat musik melodis sederhana (glockenspiel/pianika) berlabel angka 1 (Do), 2 (Re), 3 (Mi), 4 (Fa), 5 (Sol) dan mendemonstrasikan letak serta tinggi-rendahnya bunyi masing-masing bilah tersebut (10 menit).
  • Murid menyimak dan mengamati letak 3 pola nada sederhana yang dimainkan guru secara berulang: Pola 1 (1 - 2 - 3 / Do - Re - Mi), Pola 2 (3 - 2 - 1 / Mi - Re - Do), dan Pola 3 (1 - 3 - 5 / Do - Mi - Sol) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Melalui permainan menggembirakan 'Gema Nada', guru memainkan salah satu dari 3 pola nada sederhana (Pola A: 1-2-3; Pola B: 3-2-1; Pola C: 1-3-5) dan murid secara berkelompok kecil merespons dengan langsung menirukan membunyikan pola nada tersebut pada alat musik melodis masing-masing secara kompak (20 menit).
  • Secara individu, setiap murid menirukan secara bergiliran 3 pola nada sederhana yang dimainkan guru: Pola 1 (1 - 2 - 3), Pola 2 (3 - 2 - 1), dan Pola 3 (1 - 3 - 5) pada bilah glockenspiel/pianika (acuan ketepatan: urutan bilah yang dipukul/ditekan persis sesuai pola yang dicontohkan guru) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyadari bagian nada mana yang dirasa paling mudah atau paling menantang untuk ditirukan dengan menunjukkan bilah nada terkait pada alat melodisnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menirukan susunan nada sederhana menggunakan alat musik melodis (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemandirian murid mencoba menirukan nada dan meminta murid merapikan kembali alat musik melodis ke tempatnya dengan tertib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bilah alat musik berlabel warna/angka untuk murid yang membutuhkan visualisasi posisi nada.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan dengan menunjuk bilah sasaran satu per satu; bagi murid yang cepat menirukan, diberikan tantangan menirukan pola 4 nada berurutan (1 - 2 - 3 - 5).
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan unjuk kerja peniruan nada melodis; murid dengan kesiapan awal menirukan pola 2 nada, sedangkan murid siap menirukan hingga pola 3-4 nada secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tugas identifikasi dan peniruan 1 nada tunggal: Guru membunyikan nada 1 (Do) pada glockenspiel, lalu murid menunjuk dan membunyikan bilah yang sama pada alat musik melodisnya (acuan ketepatan: bilah yang dibunyikan adalah nada 1 / Do).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menirukan 3 pola nada sederhana pada alat musik melodis: Pola 1 (1 - 2 - 3), Pola 2 (3 - 2 - 1), Pola 3 (1 - 3 - 5). Kriteria: ketepatan urutan bilah nada yang dibunyikan sesuai acuan pola.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman unjuk kerja peniruan: Murid secara mandiri menirukan kembali salah satu pola nada acak dari 3 target pola yang dicontohkan guru: Pola 1 (1 - 2 - 3), Pola 2 (3 - 2 - 1), atau Pola 3 (1 - 3 - 5) (acuan ketepatan: seluruh tuts/bilah nada yang dibunyikan murid sama persis urutannya dengan contoh pola guru).

Formatif:

  • Unjuk kerja peniruan 3 pola nada sederhana menggunakan alat musik melodis (glockenspiel/pianika) saat permainan Gema Nada dan latihan individu.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menirukan nada menggunakan alat musik melodisBelum mampu menirukan pola nada sederhana menggunakan alat musik melodis (0 dari 3 pola tepat: Pola 1 [1-2-3], Pola 2 [3-2-1], Pola 3 [1-3-5]).Mampu menirukan 1 dari 3 pola nada sederhana (Pola 1 [1-2-3], Pola 2 [3-2-1], atau Pola 3 [1-3-5]) pada alat musik melodis dengan bimbingan guru.Mampu menirukan 2 sampai 3 pola nada sederhana (Pola 1 [1-2-3], Pola 2 [3-2-1], Pola 3 [1-3-5]) pada alat musik melodis secara tepat namun masih sesekali ragu.Mampu menirukan seluruh 3 pola nada sederhana (Pola 1 [1-2-3], Pola 2 [3-2-1], Pola 3 [1-3-5]) pada alat musik melodis secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan posisi bilah nada rendah dan tinggi pada alat musik melodis?
  • Bagaimana variasi pengorganisasian kelas agar setiap murid mendapat giliran praktik menirukan nada secara cukup dalam alokasi waktu yang tersedia?

Murid:

  • Bilah nada mana yang paling mudah kamu bunyikan?
  • Bagaimana perasaanmu saat berhasil membunyikan nada yang sama persis dengan contoh guru?

Pertemuan 3 — Menirukan Melodi dan Pola Irama Lagu secara Berkelompok dengan Menunjukkan Ekspresi Senang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menirukan pola irama menggunakan alat musik ritmis dalam aktivitas bermain melalui musik
  • TP 2.2.2 Menirukan nada menggunakan alat musik melodis dalam kegiatan bermain melalui musik
  • TP 2.2.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dengan ceria, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menirukan melodi dan pola irama lagu 'Cicak di Dinding' secara berkelompok menggunakan alat musik ritmis dan melodis sambil menunjukkan ekspresi senang (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memainkan potongan melodi 3 nada (Sol-Mi-Sol) pada pianika dan pola ritmis 4 ketukan rata pada marakas, lalu meminta murid menirukan secara acak untuk memetakan kesiapan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperdengarkan melodi frasa 1 lagu 'Cicak di Dinding' (notasi solmisasi: Sol-Mi-Sol-Mi | Fa-Sol-Fa-Mi | Re) menggunakan pianika dan mendemonstrasikan pola irama ritmis ketukan stabil (1-2-3-4) menggunakan marakas/tamburin di depan kelas (10 menit).
  • Murid dibagi ke dalam 4 kelompok kecil yang seimbang; setiap kelompok dibagi menjadi dua tim peran: tim instrumen ritmis (memegang marakas/tamburin/rebana) dan tim instrumen melodis (memegang pianika/glockenspiel) (10 menit).
  • Murid menyimak pemodelan guru tentang cara menirukan melodi frasa 1 per baris dan memadukannya dengan ketukan ritmis secara serempak dengan wajah riang dan senyuman (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Melalui permainan tantangan 'Orkes Mini Gembira', tim melodis dalam kelompok menirukan nada frasa 1 lagu 'Cicak di Dinding' (Sol-Mi-Sol-Mi | Fa-Sol-Fa-Mi | Re) pada bilah melodis, sementara tim ritmis serentak menirukan pola ketukan 4 per 4 secara konstan menggunakan alat ritmis (15 menit).
  • Kelompok berlatih bergantian peran (tim ritmis beralih memegang alat melodis dan sebaliknya) memainkan frasa 2 lagu 'Cicak di Dinding' (notasi: Mi-Do-Mi-Do | Re-Mi-Re-Do | Sol) sambil mempraktikkan ekspresi senang seperti tersenyum, menggerakkan badan mengikuti ketukan, dan bersemangat (15 menit).
  • Setiap kelompok menampilkan unjuk kerja ansambel gabungan ritmis dan melodis di depan kelas secara bergantian, membunyikan paduan nada dan irama lagu dengan wajah ceria dan senyum terbuka (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa keselarasan bunyi yang telah mereka hasilkan: apakah ketukan ritmis terdengar teratur bersamaan dengan nada melodi yang dimainkan (5 menit).
  • Murid mengungkapkan ekspresi perasaannya saat memainkan alat musik bersama teman menggunakan kartu simbol ekspresi (senang berseri / biasa saja) yang disediakan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali keseruan menirukan pola irama dan melodi bersama kelompok menggunakan alat musik ritmis dan melodis (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa pengamatan penutup terhadap ketercapaian kelompok dan memberikan apresiasi berupa tepuk tangan gembira (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Lagu target 'Cicak di Dinding' disediakan dalam kartu partitur visual warna-warni untuk tuts melodis (Sol=biru, Mi=kuning, Fa=hijau, Re=merah, Do=jingga) guna memudahkan murid menirukan urutan nada.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu menekan bilah melodis, guru memberikan bimbingan langsung peniruan per satu baris nada; bagi murid yang sudah cepat menguasai, diberikan tantangan menirukan kedua frasa lagu penuh tanpa jeda.
  • Produk: Kelompok dapat memilih kombinasi alat musik yang disukai (misal: gabungan marakas dan pianika, atau rebana dan glockenspiel) saat unjuk kerja ansambel lagu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peniruan mandiri: (1) Menirukan 3 nada acuan Sol-Mi-Sol pada pianika/glockenspiel (acuan: tepat menekan tuts Sol lalu Mi lalu Sol); (2) Menirukan pola 4 ketukan ritmis konstan menggunakan marakas/tepuk tangan (acuan: 4 ketukan stabil teratur dengan tempo sedang).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja kelompok saat menirukan melodi frasa lagu 'Cicak di Dinding' (acuan notasi Frasa 1: Sol-Mi-Sol-Mi-Fa-Sol-Fa-Mi-Re) pada alat musik melodis.
  • Lembar observasi unjuk kerja kelompok saat menirukan pola irama 4/4 konstan menggunakan marakas/tamburin/rebana selaras dengan melodi.
  • Lembar ceklis observasi ekspresi senang (acuan observable: tersenyum saat membunyikan alat, antusias menggerakkan badan mengikuti ketukan lagu, riang saat bermain musik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan unjuk performa kelompok pada akhir sesi: Setiap kelompok membunyikan 1 frasa lagu secara serempak (alat melodis memainkan Sol-Mi-Sol-Mi dan alat ritmis membunyikan 4 ketukan stabil) sambil menunjukkan wajah tersenyum gembira (acuan: seluruh nada frasa dan ketukan ritmis berbunyi sinkron disertai ekspresi ceria).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik berkelompok memainkan pola irama dan melodi lagu
  • Observasi unjuk ekspresi senang selama aktivitas bermain musik berlangsung

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peniruan Pola Irama dengan Alat Ritmis (TP 2.2.1)Belum mampu menirukan pola ketukan irama 4/4 lagu pada alat ritmis, ketukan masih terputus-putus dan tidak teratur walau dibimbing.Mampu menirukan pola irama 4/4 pada alat ritmis dengan 1-2 ketukan stabil, namun masih sering kehilangan tempo lagu.Mampu menirukan seluruh pola irama lagu 4/4 secara teratur dan stabil mengikuti alur lagu menggunakan alat musik ritmis.Mampu menirukan seluruh pola irama lagu 4/4 secara konsisten, stabil, dan tepat selaras dengan ketukan kelompok secara mandiri tanpa ragu.
Peniruan Nada dengan Alat Melodis (TP 2.2.2)Belum tepat menirukan susunan nada frasa lagu pada alat musik melodis (kurang dari 2 nada tepat dari frasa Sol-Mi-Sol-Mi-Fa-Sol-Fa-Mi-Re).Mampu menirukan sebagian nada frasa lagu (3-5 nada tepat dari 9 nada acuan) pada alat musik melodis.Mampu menirukan sebagian besar hingga seluruh nada frasa lagu (minimal 7 dari 9 nada acuan tepat) pada alat musik melodis secara runtut.Mampu menirukan seluruh 9 nada frasa lagu secara utuh, tepat, dan lancar pada alat musik melodis sesuai alur melodi.
Menunjukkan Ekspresi Senang (TP 2.2.4)Tampak murung, pasif, atau menolak menunjukkan raut wajah gembira selama kegiatan bermain musik berlangsung.Menunjukkan ekspresi senang hanya sesekali (tersenyum sebentar) saat diminta atau diingatkan guru.Menunjukkan ekspresi senang secara wajar dan spontan (tersenyum, antusias, dan riang) selama memainkan alat musik bersama teman.Menunjukkan ekspresi sangat senang, ceria penuh senyum, dan penuh semangat menghidupkan suasana bermusik kelompok dari awal hingga akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pembagian peran instrumen ritmis dan melodis dalam kelompok sudah seimbang dan berjalan tertib?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menunjukkan kegembiraan saat bermain ansambel musik sederhana?
  • Langkah scaffolding apa yang paling efektif bagi murid yang masih kesulitan menyelaraskan ketukan ritmis dengan melodi lagu?

Murid:

  • Bagian mana yang paling kamu sukai: memukul alat ritmis atau membunyikan bilah nada melodis?
  • Apakah kamu merasa gembira dan senang saat bermain musik bersama kelompokmu tadi?

Pertemuan 4 — Melakukan Umpan Balik Praktik Bermain Musik Diri Sendiri Menggunakan Bahasa Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan bahasa sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar mengamati dan menyampaikan umpan balik mengenai permainan musik diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperagakan 2 ketukan ritmis sederhana pada meja (pola: tepuk-tepuk-diam) dan sengaja mempercepat ketukan kedua, lalu bertanya kepada murid: 'Menurut kalian, ketukan bapak/ibu tadi sudah pas atau masih terlalu cepat?' untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali dan mengomentari bunyi musik diri sendiri (acuan respon yang diharapkan: murid dapat menyebutkan kondisi bunyi seperti 'terlalu cepat', 'kurang pas', atau 'sudah betul') (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan contoh cara menilai permainan musik sendiri secara sederhana menggunakan bahasa sehari-hari melalui frasa panduan: (1) 'Permainan saya sudah...' (misal: pas, enak didengar, seru), (2) 'Bagian yang masih kurang pas adalah...' (misal: ketukan kecepetan, suaranya terlalu pelan), dan (3) 'Supaya lebih baik, saya mau...' (misal: memukul lebih pelan, mendengarkan aba-aba) (10 menit).
  • Guru memperagakan bermain alat musik ritmis marakas dengan satu ketukan terlewat, kemudian mempraktikkan cara memberi umpan balik pada diri sendiri di depan kelas: 'Tadi ketukan saya ada yang terlewat satu kali di bagian tengah, lain kali saya akan lebih fokus menghitung dalam hati' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan 'Cermin Bunyiku': Murid dibagi menjadi beberapa giliran bermain instrumen ritmis sederhana (kastanyet, tamborin, atau tepuk tangan) memainkan pola 4 ketukan berulang sebanyak 2 putaran (12 menit).
  • Setelah memainkan pola, setiap murid langsung menyampaikan umpan balik lisan mengenai hasil bermain musiknya sendiri menggunakan 3 kalimat panduan sehari-hari: bagian yang sudah baik, bagian yang belum pas, dan hal yang ingin diperbaiki (acuan: murid menyebutkan minimal 1 hal yang sudah baik dan 1 hal yang perlu diperbaiki mengenai ketukan/kecepatan/kekuatan bunyinya sendiri) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan merenungkan manfaat memberikan umpan balik pada diri sendiri: 'Apakah lebih mudah atau lebih sulit menilai bunyi kita sendiri dibandingkan menilai bunyi orang lain?' (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyimpulkan pentingnya jujur pada diri sendiri saat bermain musik agar permainannya semakin rapi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara menyampaikan umpan balik diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari yang santun dan jujur (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian seluruh murid dalam menilai permainan musiknya sendiri, mengingatkan materi pertemuan berikutnya (umpan balik untuk teman), lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi ikon jempol (bagian yang sudah pas) dan ikon perkakas (bagian yang ingin diperbaiki) sebagai pemantik kalimat umpan balik bagi murid yang membutuhkan scaffolding bahasa.
  • Proses: Murid yang sudah lancar diarahkan memberikan umpan balik diri sendiri secara mandiri dan terperinci, sedangkan murid yang masih ragu dipandu guru dengan pertanyaan pemantik bertahap (misalnya: 'Tadi suaranya terlalu keras atau sudah pas?').
  • Produk: Murid menyampaikan umpan balik diri sendiri secara lisan langsung atau melalui bantuan memilih kartu pilihan respon sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru membunyikan pola ritmis sengaja dibuat tidak teratur, lalu meminta murid mengomentari bunyi tersebut (acuan ketercapaian: murid mampu mengenali ketidaksesuaian bunyi dengan kata sehari-hari seperti 'kecepatan', 'lompat', atau 'salah ketuk').

Proses:

  • Ceklis observasi formatif pada saat murid melakukan umpan balik diri sendiri dalam permainan 'Cermin Bunyiku'. Kriteria yang diamati: (1) Menyebutkan aspek permainan musik diri sendiri yang sudah sesuai (acuan: nada/ketukan/kekuatan bunyi), (2) Menyebutkan aspek permainan musik diri sendiri yang belum sesuai atau perlu diperbaiki, (3) Menggunakan bahasa sehari-hari yang lugas dan santun.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 hal yang paling ingin diperbaiki dari cara bermain musiknya sendiri saat latihan berikutnya (kriteria penerimaan: respon memuat refleksi nyata terhadap permainannya sendiri, misalnya: 'saya mau memukul tamborin tidak terlalu kencang' atau 'saya mau ketukannya pas hitungan').

Formatif:

  • Observasi unjuk bicara saat murid melakukan umpan balik lisan terhadap praktik bermain musik diri sendiri menggunakan lembar ceklis kriteria.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Umpan balik praktik bermain musik diri sendiriBelum mampu menyampaikan umpan balik mengenai permainan musik diri sendiri meskipun telah diberikan pertanyaan pemantik dan bantuan penuh oleh guru.Mampu menyampaikan umpan balik permainan musik diri sendiri dengan bantuan pemantik pertanyaan dari guru, namun hanya mencakup 1 aspek (hanya menyebutkan yang sudah baik atau hanya menyebutkan kesalahan).Mampu menyampaikan umpan balik mengenai permainan musik diri sendiri secara mandiri menggunakan bahasa sehari-hari, mencakup aspek yang sudah baik dan aspek yang perlu diperbaiki.Mampu menyampaikan umpan balik mengenai permainan musik diri sendiri secara mandiri dan runtut menggunakan bahasa sehari-hari, mencakup aspek yang sudah baik, aspek yang belum pas, serta langkah perbaikan yang konkret secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid merasa nyaman dan percaya diri saat mengutarakan kekurangan maupun kelebihan permainan musiknya sendiri?
  • Bagian mana dari panduan kalimat sehari-hari yang paling mudah atau paling sulit dipahami oleh murid Fase A?

Murid:

  • Bagian mana dari permainan musikmu tadi yang bunyinya paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa terbantu setelah mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki pada permainan musikmu?

Pertemuan 5 — Melakukan Umpan Balik Praktik Bermain Musik Teman Menggunakan Bahasa Sehari-hari Disertai Ekspresi Senang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan bahasa sehari-hari
  • TP 2.2.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan ceria (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mencontohkan satu bunyi tepukan ritmis riang lalu bertanya: 'Siapa yang bisa memberi satu kalimat pujian sehari-hari untuk bunyi musik tadi dan menirukan wajah senyum gembira?' (acuan respons: kalimat seperti 'Bunyinya seru/enak didengar' dan ekspresi wajah tersenyum riang) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu saling mendengarkan teman bermain musik, memberikan tanggapan atau umpan balik menggunakan bahasa sehari-hari yang santun, serta selalu menunjukkan raut wajah senang dan gembira (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama seorang relawan murid memperagakan simulasi singkat: relawan membunyikan marakas/alat ritmis sederhana dengan riang, lalu guru mencontohkan umpan balik lisan bahasa sehari-hari: 'Ketukanmu sudah pas dan seru sekali!' sambil tersenyum lebar (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran menyimak 3 contoh kalimat umpan balik sehari-hari di papan tulis: (1) 'Permainan musikmu rapi dan enak didengar', (2) 'Bunyi musikmu seru dan bikin semangat', (3) 'Ketukanmu sudah bagus, ayo coba lebih kompak lagi bareng aku', serta mendiskusikan pentingnya menyertakan senyuman ramah saat menyampaikannya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan (Teman A dan Teman B). Teman A memainkan bunyi musik sederhana (tepuk tangan ritmis atau alat musik ritmis/melodis sederhana) selama 1 menit dengan wajah tersenyum riang (15 menit).
  • Teman B mengamati penampilan Teman A, lalu memberikan umpan balik lisan secara langsung menggunakan bahasa sehari-hari yang santun (memilih atau menyusun kalimat pujian/saran bersahabat) sambil menunjukkan ekspresi senang (senyum riang dan kontak mata hangat) (15 menit).
  • Murid bertukar peran secara menggembirakan melalui permainan 'Tukar Senyum Musik': Teman B bergantian memainkan musik dengan ekspresi senang, dan Teman A bergantian menyampaikan umpan balik lisan menggunakan bahasa sehari-hari disertai senyuman gembira (acuan umpan balik: memuat komentar tentang bunyi musik teman dan disampaikan dengan kata sehari-hari yang ramah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid merefleksikan suasana hati saat mendengar musik teman dan saat menerima pujian atau masukan: beberapa murid bergantian menceritakan apa yang dirasakan ketika diberi tanggapan baik oleh temannya (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memberikan tanggapan baik kepada teman membuat suasana bermain musik menjadi menyenangkan dan membahagiakan semua orang (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat dengan meminta seluruh murid menunjukkan 'senyum musik terbaik' dan menyebutkan satu kata sehari-hari untuk menyemangati teman (misal: 'Hebat!', 'Keren!', 'Seru!') (acuan kriteria: murid menunjukkan senyum gembira dan menyebutkan kata penyemangat yang tepat) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan gambar ekspresi senyum dan pilihan frasa bahasa sehari-hari ('Bunyinya seru', 'Ketukanmu pas') bagi murid yang memerlukan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih malu, guru mendampingi dan memberikan pancingan awal kalimat umpan balik berpasangan; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kebebasan menyampaikan 2 umpan balik spesifik tentang keseruan bunyi musik teman.
  • Produk: Umpan balik disampaikan secara lisan langsung kepada pasangan belajar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan dan peragaan singkat di awal pembelajaran: Murid diminta menanggapi contoh bunyi musik guru dengan satu kalimat bahasa sehari-hari dan senyuman (acuan jawaban: kalimat tanggapan wajar seperti 'Musik Ibu seru/enak didengar' disertai raut muka tersenyum gembira).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat aktivitas berpasangan 'Tukar Senyum Musik': Guru mengamati ketepatan penyampaian umpan balik mengenai praktik bermain musik teman menggunakan bahasa sehari-hari serta keterlihatan ekspresi senang (senyum, antusias) saat melakukan aktivitas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara bersamaan mempraktikkan ekspresi senang (tersenyum riang) dan melontarkan satu kata pujian bahasa sehari-hari untuk teman di sebelahnya (acuan: ekspresi wajah tampak gembira dan kata yang diucapkan relevan memuji/menyemangati seperti 'Keren!', 'Hebat!', 'Seru!').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyampaian umpan balik lisan kepada teman menggunakan lembar ceklis kriteria bahasa sehari-hari dan observasi ekspresi senang.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan umpan balik praktik bermusik teman menggunakan bahasa sehari-hariBelum mampu menyampaikan tanggapan lisan tentang musik teman meskipun telah diberikan contoh kalimat oleh guru.Mampu menyampaikan umpan balik tentang musik teman dengan menirukan penuh kalimat bahasa sehari-hari yang disediakan guru.Mampu menyampaikan umpan balik mengenai praktik musik teman secara mandiri menggunakan kalimat bahasa sehari-hari yang santun dan relevan (misal: 'Bunyinya seru dan ketukannya enak didengar').Mampu menyampaikan umpan balik mengenai praktik musik teman secara mandiri, lancar, dan lengkap (memberikan pujian spesifik dan saran bersahabat) menggunakan bahasa sehari-hari yang santun.
Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusikTampak pasif atau cemberut dan belum menunjukkan ekspresi senang selama kegiatan bermusik bersama teman.Menunjukkan ekspresi senang (senyum atau antusias) hanya sesekali ketika diingatkan oleh guru.Menunjukkan ekspresi senang (tersenyum riang, ceria, dan menikmati suasana) secara konsisten selama kegiatan saling menyimak dan memberi umpan balik bersama teman.Menunjukkan ekspresi senang yang sangat tulus dan konsisten (wajah berseri-seri, senyum ceria, dan antusiasme tinggi) sepanjang kegiatan bermusik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri menyampaikan tanggapan kepada teman menggunakan bahasa sehari-hari?
  • Apakah suasana pembelajaran berhasil menumbuhkan ekspresi senang dan keceriaan pada seluruh murid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah memberikan pujian dan senyuman kepada temanmu hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan bersama teman yang paling membuatmu merasa senang?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Menirukan pola irama menggunakan alat musik ritmis dalam aktivitas bermain melalui musik
  • TP 2.2.2 Menirukan nada menggunakan alat musik melodis dalam kegiatan bermain melalui musik
  • TP 2.2.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri atau orang lain menggunakan bahasa sehari-hari
  • TP 2.2.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka singkat (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan fisik murid dan kesiapan alat musik ritmis (marakas/tamborin) serta melodis (pianika/kolintang) yang akan digunakan dalam asesmen (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan alur pelaksanaan asesmen sumatif bab: unjuk kerja kelompok bermain alat musik ritmis-melodis selama 70 menit (10 menit per kelompok untuk 7 kelompok) dilanjutkan tes lisan umpan balik individual selama 30 menit (1 menit per murid) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Tugas 1 (Unjuk Kerja Kelompok): Secara bergantian sebanyak 7 kelompok (masing-masing 4 murid, 10 menit per kelompok), murid menampilkan unjuk kerja: menirukan pola irama ritmis 4 ketuk (Ta - Ta - Ti-ti - Ta) menggunakan tamborin/marakas dan menirukan melodi nada sederhana solmisasi '1 2 3 1 | 3 4 5 -' (do re mi do | mi fa sol -) menggunakan alat musik melodis (pianika/kolintang), sementara guru mengamati dan mencatat ketepatan ketukan, ketepatan nada, serta ekspresi senang (senyum/antusias) pada lembar observasi (60 menit).
  • Tugas 2 (Tes Lisan Umpan Balik Bergiliran): Setiap murid secara individual bergantian selama 1 menit per anak (total 28 murid) menjawab 1 pertanyaan lisan guru mengenai umpan balik praktik bermusik diri sendiri atau kelompok lain menggunakan bahasa sehari-hari dengan kriteria penerimaan: menyebutkan apa yang sudah berhasil dibunyikan atau bagian bunyi yang masih perlu diperbaiki (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok dan murid telah menyelesaikan pengambilan data asesmen unjuk kerja kelompok dan tes lisan umpan balik secara lengkap tanpa kendala (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas keterlibatan dan keceriaan seluruh murid selama menyelesaikan seluruh rangkaian bab Bermain Melalui Musik (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan alat musik ke tempat semula dan mengakhiri sesi dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan artikulasi lisan diizinkan merespons pertanyaan umpan balik dengan kalimat lebih pendek atau menunjuk bagian alat musik yang dimaksud tanpa mengubah kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja bermain musik ritmis-melodis, tanya jawab lisan umpan balik, dan observasi ekspresi bermusik: performa menirukan pola irama dengan alat ritmis dan menirukan melodi sederhana dengan alat melodis, ungkapan lisan umpan balik pengalaman bermusik, serta catatan ekspresi senang selama kegiatan
  • unjuk kerja kelompok: performa kelompok (4 murid per kelompok, total 7 kelompok) menirukan pola irama ritmis (misal tamborin/marakas) dan nada lagu sederhana melodis (misal pianika/kolintang) secara bergantian selama 10 menit per kelompok, disertai catatan pengamatan ekspresi senang dan antusiasme murid (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ketepatan irama dan nada serta lembar observasi ekspresi senang)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan sederhana tiap murid mengenai pengalaman bermain musik diri sendiri atau kelompok lain yang dinilai 1 menit per murid secara bergiliran (35 menit / 1 menit = 35 kapasitas, muat 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian umpan balik)

Sumatif:

  • unjuk kerja bermain musik ritmis-melodis, tanya jawab lisan umpan balik, dan observasi ekspresi bermusik: performa menirukan pola irama dengan alat ritmis dan menirukan melodi sederhana dengan alat melodis, ungkapan lisan umpan balik pengalaman bermusik, serta catatan ekspresi senang selama kegiatan
  • unjuk kerja kelompok: performa kelompok (4 murid per kelompok, total 7 kelompok) menirukan pola irama ritmis (misal tamborin/marakas) dan nada lagu sederhana melodis (misal pianika/kolintang) secara bergantian selama 10 menit per kelompok, disertai catatan pengamatan ekspresi senang dan antusiasme murid (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja ketepatan irama dan nada serta lembar observasi ekspresi senang)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan sederhana tiap murid mengenai pengalaman bermain musik diri sendiri atau kelompok lain yang dinilai 1 menit per murid secara bergiliran (35 menit / 1 menit = 35 kapasitas, muat 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan dan daftar cek ketercapaian umpan balik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Peniruan Pola Irama Ritmis (Acuan: Pola 4 ketuk [Ta - Ta - Ti-ti - Ta])Belum mampu menirukan pola irama ritmis sesuai acuan ketukan.Mampu menirukan 1-2 ketukan dari pola irama ritmis acuan.Mampu menirukan seluruh 4 ketukan pola irama ritmis acuan dengan sedikit jeda.Mampu menirukan seluruh 4 ketukan pola irama ritmis acuan secara tepat dan stabil dan mandiri.
Peniruan Nada Melodis (Acuan: Melodi [1 2 3 1 | 3 4 5 -])Belum mampu menirukan susunan nada melodis yang dicontohkan.Mampu menirukan 1-3 nada dari susunan 7 nada acuan.Mampu menirukan 4-6 nada dari susunan 7 nada acuan secara tepat.Mampu menirukan seluruh 7 nada acuan secara tepat dan runtut.
Umpan Balik Praktik Musik (Kriteria: Menyebutkan keberhasilan atau hal yang perlu diperbaiki dari bunyi alat musik menggunakan bahasa sehari-hari)Belum mampu menyampaikan tanggapan atau umpan balik mengenai permainan musik.Menyampaikan tanggapan lisan namun belum menyebutkan bunyi/permainan musik yang dilakukan.Menyampaikan umpan balik lisan dengan menyebutkan salah satu hal yang berhasil atau perlu diperbaiki sesuai kriteria menggunakan bahasa sehari-hari.Menyampaikan umpan balik lisan secara runtut menyebutkan bagian yang berhasil dan bagian yang perlu diperbaiki menggunakan bahasa sehari-hari secara jelas.
Ekspresi Senang dalam Bermusik (Indikator: Senyum, riang, antusias saat memainkan alat musik)Tampak murung, pasif, atau menolak terlibat saat bermain musik.Menunjukkan ekspresi netral tanpa antusiasme atau senyuman selama bermain musik.Menunjukkan ekspresi senang (tersenyum atau riang) pada sebagian aktivitas bermain musik.Menunjukkan ekspresi senang dan antusias secara konsisten sepanjang kegiatan bermain musik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 10 menit per kelompok dan 1 menit per murid untuk tes lisan berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana capaian murid secara keseluruhan terhadap penguasaan alat musik ritmis dan melodis pada Bab 2?

Murid:

  • Bagian mana dari bermain musik hari ini yang paling membuatmu merasa senang?
  • Apakah kamu merasa puas dengan bunyi alat musik yang kamu mainkan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Instrumen alat musik ritmis (rebana, tamborin, marakas, kastanyet)
  3. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
  4. Instrumen melodis sederhana: Glockenspiel/Kolintang bilah/Pianika
  5. Bilah nada bernomor/berwarna (Do=1, Re=2, Mi=3, Fa=4, Sol=5)
  6. Buku Panduan Guru Seni Musik SD Kelas II Kurikulum Merdeka
  7. Instrumen musik ritmis sederhana (marakas, rebana, tamburin)
  8. Instrumen musik melodis sederhana (pianika, glockenspiel/kolintang anak)
  9. Partitur bagan visual warna nada lagu 'Cicak di Dinding'
  10. Kartu simbol ekspresi emosi gembira
  11. Buku Panduan Guru Seni Musik SD Kelas II Kemendikbudristek
  12. Instrumen musik ritmis kelas (tamborin, marakas, kastanyet, atau rebana)
  13. Kartu visual panduan umpan balik diri sendiri (ikon jempol dan ikon perbaikan)
  14. Buku Panduan Guru Seni Musik SD Kelas II (Kemendikbudristek).
  15. Alat musik ritmis sederhana (marakas, kastanyet, tamborin, atau tepuk tangan).
  16. Papan tulis dan kartu panduan frasa bahasa sehari-hari serta emotikon senyum.
  17. Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD Kelas II
  18. Alat musik ritmis (marakas, tamborin)
  19. Alat musik melodis (pianika, kolintang sederhana)
  20. Lembar rubrik dan lembar observasi penilaian sumatif

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.