MODUL AJAR Seni Musik — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Bermain dan Bernyanyi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Musik |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Bermain dan Bernyanyi |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada pada lagu nasional menggunakan anggota tubuh
- TP 1.1.2 Mengenali unsur-unsur musik berupa irama pada lagu daerah menggunakan anggota tubuh
- TP 1.1.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional menggunakan bahasa sehari-hari
- TP 1.1.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan tangan kita jika mendengar bunyi yang melengking tinggi?
- Apakah nada lagu nasional Garuda Pancasila terdengar sama rata atau ada yang tinggi dan rendah?
- Pernahkah kamu merasakan ada nada yang melompat naik ke atas dan ada nada yang turun ke bawah saat bernyanyi?
- Bagaimana anggota tubuh kita bisa bergerak menunjukkan nada yang sedang naik atau turun pada lagu Garuda Pancasila?
- Bagaimana caramu mengikuti ketukan lagu daerah hanya dengan kedua tanganmu?
- Apakah tepukan tanganmu bisa tetap teratur mengikuti ketukan lagu Gundhul Pacul dari awal sampai akhir?
- Bagaimana langkah kakimu saat berjalan santai dibandingkan saat terburu-buru?
- Bagaimana gerakan hentakan kakimu jika lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dinyanyikan lambat lalu berganti cepat?
- Bagaimana rasanya suaramu saat menyanyikan lagu nasional tadi?
- Bagian mana dari caramu bernyanyi yang menurutmu sudah bagus atau masih perlu diperbaiki?
- Bagaimana perasaanmu setelah bernyanyi lagu daerah tadi?
- Bagian mana dari nyanyianmu sendiri yang menurutmu sudah bagus atau masih perlu diperbaiki?
- Bagaimana raut wajah dan perasaanmu saat bernyanyi bersama teman-teman?
- Apakah kamu merasa senang ketika berhasil menebak lagu yang diperdengarkan oleh guru?
- Bagaimana raut wajahmu ketika mendengar lagu daerah yang riang gembira?
- Apa yang kamu rasakan saat bermain tebak lagu bersama teman sekelas?
- Bagaimana gerakan tubuhmu saat mendengar nada tinggi dan nada rendah pada lagu Garuda Pancasila?
- Bagaimana caramu bertepuk tangan mengikuti ketukan irama lagu Gundhul Pacul?
- Bagaimana perasaanmu setelah bernyanyi dan bermain tebak lagu bersama teman-teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Nada Tinggi dan Rendah pada Lagu Nasional Melalui Gerakan Tangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada pada lagu nasional menggunakan anggota tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal kesiapan nada melalui permainan vokal sederhana: guru menyuarakan 2 bunyi terompet tiruan yaitu 'tuuut' tinggi dan 'tuuut' rendah, lalu meminta murid menunjukkan tangan ke atas untuk bunyi tinggi atau tangan ke bawah untuk bunyi rendah (acuan jawaban benar: bunyi pertama bernada tinggi = tangan diangkat ke atas kepala; bunyi kedua bernada rendah = tangan diturunkan ke dekat pinggang) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu mengenali nada tinggi dan nada rendah pada lagu nasional Garuda Pancasila menggunakan gerakan tangan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan guru menyanyikan penggalan lirik lagu nasional Garuda Pancasila baris pertama: 'Ga-ru-da pan-ca-si-la' dengan artikulasi melodi yang jelas sambil mengamati perbedaan ketinggian nada (5 menit).
- Murid memperhatikan pemodelan guru mengaitkan nada dengan posisi tangan: suku kata bernada tinggi ('-da' pada nada sol/5) ditunjukkan dengan mengangkat tangan ke atas kepala, sedangkan suku kata bernada rendah ('Ga-' pada nada do/1) ditunjukkan dengan tangan mendatar di depan dada/bawah (7 menit).
- Murid bersama guru mencoba memperagakan gerakan tangan naik (ke atas kepala) saat mendengar nada tinggi dan tangan turun (ke pinggang/bawah) saat mendengar nada rendah secara terbimbing (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memandu permainan interaktif 'Patung Nada Garuda Pancasila': saat rekaman lagu nasional Garuda Pancasila baris pertama dan kedua diperdengarkan, murid secara serentak menggerakkan tangan mengikuti nada 4 kata target yang diuji: (1) kata 'Ga-' -> tangan di bawah (nada rendah: 1/do); (2) kata '-da' -> tangan di atas (nada tinggi: 5/sol); (3) kata 'A-kulah' -> tangan di bawah (nada rendah: 1/do); (4) kata 'pen-du-' -> tangan di atas (nada tinggi: 5/sol) (15 menit).
- Murid secara mandiri memperagakan gerakan tangan (tangan di atas untuk nada tinggi atau tangan di bawah untuk nada rendah) ketika guru menyanyikan 3 potongan nada acak dari lagu nasional Garuda Pancasila: nada 1 [kata 'pan-' (nada do)], nada 2 [kata '-da' (nada sol)], nada 3 [kata 'pa-trio-' (nada do)] (acuan kunci ketepatan: nada 1 = tangan di bawah; nada 2 = tangan di atas; nada 3 = tangan di bawah) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati kembali gerakan tangan mereka dan menyatakan secara lisan apakah lebih mudah mengenali nada tinggi atau nada rendah saat bernyanyi lagu nasional Garuda Pancasila (5 menit).
- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap ketepatan respon gerak tangan murid saat mengenali nada lagu nasional (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bersama bahwa dalam lagu nasional ada nada yang berbunyi tinggi (tangan digerakkan ke atas) dan nada berbunyi rendah (tangan digerakkan ke bawah) (3 menit).
- Guru mengapresiasi keaktifan seluruh murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Guru memberikan isyarat visual arah tangan (panah atas dan panah bawah pada papan tulis) bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan nada, guru mendampingi dengan menyanyikan nada target secara berulang dengan jarak interval yang jelas; bagi murid yang sudah cepat mengenali, diberikan tantangan merespons 2 frasa melodi lagu secara berurutan.
- Produk: Respon gerak tangan dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan terangkat ke atas untuk nada tinggi dan merendah ke pinggang untuk nada rendah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan gerak: Guru membunyikan 2 suara vokal tiruan terompet (suara 1: melengking tinggi; suara 2: berat rendah). Murid diminta menggerakkan tangan ke atas atau ke bawah. (Acuan diagnostik: suara 1 = tangan diangkat ke atas kepala; suara 2 = tangan diturunkan ke pinggang).
Proses:- Observasi unjuk kerja gerak tangan pada 3 potongan nada lagu Garuda Pancasila: butir (1) kata 'pan-' (nada rendah: 1/do) -> tangan di bawah; butir (2) kata '-da' (nada tinggi: 5/sol) -> tangan di atas; butir (3) kata 'pa-trio-' (nada rendah: 1/do) -> tangan di bawah. (Acuan penskoran: tepat bila posisi tangan sesuai acuan kunci).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak nada di akhir pembelajaran: Guru menyanyikan kembali 2 nada kontras pada kata 'Ga-' (rendah) dan '-da' (tinggi). Murid serentak menunjukkan gerak tangan yang benar (acuan: 'Ga-' tangan di bawah, '-da' tangan di atas).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja gerakan tangan (mengangkat ke atas kepala untuk nada tinggi dan menurunkan ke pinggang untuk nada rendah) saat lagu nasional Garuda Pancasila dinyanyikan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengenali nada tinggi dan rendah melalui gerakan tangan pada lagu nasional | Belum mampu menunjukkan gerakan tangan ke atas untuk nada tinggi maupun gerakan tangan ke bawah untuk nada rendah pada penggalan lagu nasional (0 dari 3 potongan nada tepat). | Mampu mengenali nada tinggi atau rendah melalui gerakan tangan secara tepat pada 1 dari 3 potongan nada target lagu nasional dengan bimbingan guru. | Mampu mengenali nada tinggi dan rendah melalui gerakan tangan secara tepat pada minimal 2 dari 3 potongan nada target lagu nasional (acuan: kata 'pan-' tangan di bawah, '-da' tangan di atas, 'pa-trio-' tangan di bawah). | Mampu mengenali seluruh nada tinggi dan rendah melalui gerakan tangan secara tepat dan mandiri pada seluruh 3 potongan nada target lagu nasional tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gerak tangan membantu murid kelas 1 membedakan nada tinggi dan rendah pada lagu nasional?
- Bagian lagu mana yang paling menantang bagi murid saat menentukan tinggi rendahnya nada?
Murid:- Kapan tanganmu harus diangkat tinggi ke atas saat menyanyikan lagu Garuda Pancasila?
- Apakah kamu merasa senang belajar nada tinggi dan rendah menggunakan tangan?
Pertemuan 2 — Mengenali Naik Turun Nada pada Lagu Nasional Garuda Pancasila Menggunakan Anggota Tubuh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada pada lagu nasional menggunakan anggota tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyanyikan bersama lagu nasional 'Garuda Pancasila' dalam suasana tertib untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menyanyikan 2 penggalan melodi nada netral 'la-la': (1) nada rendah ke tinggi 'sol rendah ke mi', (2) nada tinggi ke rendah 'sol tinggi ke do'; murid diminta mengenali arahnya dengan mengangkat satu tangan ke atas untuk nada naik atau mengarahkan tangan ke bawah untuk nada turun (acuan: penggalan 1 = tangan naik; penggalan 2 = tangan turun) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan gambar visual tangga garis melodi pada papan tulis yang menggambarkan 3 penggalan lirik lagu 'Garuda Pancasila': Frasa 1 'Ga-ru-da' (nada 5. 1 2 / sol. do re = arah naik), Frasa 2 'pan-ca-si-la' (nada 3 4 5 / mi fa sol = arah naik bertangga), dan Frasa 3 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' (nada 1' 7 6 5 / do' si la sol = arah turun bertangga) (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan gerakan anggota tubuh untuk mengenali arah nada: tangan dan tubuh bergerak berdiri tegak/mengangkat tangan saat nada bergerak naik, serta tangan bergerak ke bawah/tubuh merendah berjongkok saat nada bergerak turun sesuai frasa melodi visual yang ditampilkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berkelompok berlatih memperagakan gerakan anggota tubuh mengikuti arahan visual melodi pada 3 penggalan lirik lagu 'Garuda Pancasila': (1) Frasa 'Ga-ru-da' (arah nada naik -> tangan bergerak naik dari dada ke atas kepala), (2) Frasa 'pan-ca-si-la' (arah nada makin naik -> badan berjinjit dengan kedua tangan di atas), dan (3) Frasa 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' (arah nada turun -> badan merendah dan tangan turun dari kepala ke pinggang) (25 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Pohon Tertiup Nada': guru menyanyikan salah satu frasa lagu 'Garuda Pancasila' secara acak, murid dengan sigap menggerakkan anggota tubuhnya untuk mengenali arah nada tersebut (tegak/tangan ke atas untuk frasa 1 & 2 yang bernada naik, atau merunduk/tangan ke bawah untuk frasa 3 yang bernada turun); guru melakukan observasi formatif proses (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak mengevaluasi secara mandiri kepekaan tubuhnya saat merespons naik dan turunnya nada: murid mengecek apakah gerak tangan dan tubuhnya sudah tepat membedakan saat lagu 'Garuda Pancasila' melodi melodinya naik atau meluncur turun (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: guru membunyikan 2 potongan baris lagu 'Garuda Pancasila' secara bergantian yaitu baris A 'Ga-ru-da pan-ca-si-la' dan baris B 'a-ku-lah pen-du-kung-mu', lalu seluruh murid serentak menunjukkan gerak anggota tubuh yang tepat (acuan: baris A = tangan naik/berdiri; baris B = tangan turun/merendah) (7 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif murid dalam mengenali nada melalui anggota tubuh, mengingatkan untuk terus mencintai lagu nasional, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu simbol visual anak panah naik (warna hijau) dan anak panah turun (warna merah) berdampingan dengan notasi tangga nada sederhana untuk memudahkan murid yang memerlukan penguatan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mengenali arah nada pada satu frasa pendek dengan gerakan tangan langsung dibimbing guru, sedangkan murid yang sudah mahir mempraktikkan gerakan penuh seluruh tubuh (berdiri, jinjit, merunduk) mengikuti rangkaian ketiga frasa secara berurutan.
- Produk: Pengenalan nada dapat ditunjukkan lewat pilihan gerak anggota tubuh: cukup dengan gestur tangan naik-turun, atau ditambah pergerakan posisi seluruh badan (berdiri dan berjongkok).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik gerak tangan mengenali arah nada dari 2 contoh nada netral 'la-la': (1) nada rendah ke tinggi 'sol rendah ke mi' (acuan respons benar: tangan diarahkan ke atas), dan (2) nada tinggi ke rendah 'sol tinggi ke do' (acuan respons benar: tangan diarahkan ke bawah).
Proses:- Pengamatan ketercapaian murid saat tantangan permainan 'Pohon Tertiup Nada' pada 3 penggalan lirik lagu Garuda Pancasila: (1) Frasa 'Ga-ru-da' (acuan: gerak anggota tubuh naik), (2) Frasa 'pan-ca-si-la' (acuan: gerak anggota tubuh naik/jinjit), (3) Frasa 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' (acuan: gerak anggota tubuh turun/merendah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak cepat pada akhir sesi terhadap 2 potongan baris lagu: baris 1 'Ga-ru-da pan-ca-si-la' (acuan: gerak tangan/tubuh bergerak naik) dan baris 2 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' (acuan: gerak tangan/tubuh bergerak turun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak anggota tubuh (tangan dan posisi badan) dalam mengenali arah naik dan turun nada pada lagu Garuda Pancasila
- Pemeriksaan respons gerak pada asesmen awal dan asesmen akhir cek pemahaman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali nada naik dan nada turun pada lagu Garuda Pancasila menggunakan anggota tubuh | Belum mampu mengenali arah nada naik maupun turun melalui gerak anggota tubuh pada lagu Garuda Pancasila meskipun telah diberikan bimbingan. | Mampu mengenali arah nada naik atau nada turun pada 1 dari 3 frasa target lagu Garuda Pancasila menggunakan gerak anggota tubuh dengan bantuan guru (acuan: Frasa 1 'Ga-ru-da' nada naik, Frasa 2 'pan-ca-si-la' nada naik, Frasa 3 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' nada turun). | Mampu mengenali arah nada naik dan nada turun secara tepat pada 2 dari 3 frasa target lagu Garuda Pancasila menggunakan gerak anggota tubuh secara mandiri (acuan: Frasa 1 'Ga-ru-da' nada naik, Frasa 2 'pan-ca-si-la' nada naik, Frasa 3 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' nada turun). | Mampu mengenali arah nada naik dan nada turun secara konsisten dan tepat pada seluruh (3 dari 3) frasa target lagu Garuda Pancasila menggunakan gerak anggota tubuh secara mandiri tanpa keraguan (acuan: Frasa 1 'Ga-ru-da' nada naik, Frasa 2 'pan-ca-si-la' nada naik, Frasa 3 'a-ku-lah pen-du-kung-mu' nada turun). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gerak anggota tubuh efektif membantu murid kelas 1 membedakan nada naik dan turun pada lagu Garuda Pancasila?
- Bagian mana dari langkah gerak lagu yang paling menantang bagi murid dan perlu penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian lagu Garuda Pancasila mana yang nadanya terasa meluncur ke bawah?
- Gerakan anggota tubuh apa yang paling kamu sukai saat menunjukkan nada sedang naik ke atas?
Pertemuan 3 — Mengenali Pola Ketukan Irama pada Lagu Daerah Gundhul Pacul dengan Tepuk Tangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengenali unsur-unsur musik berupa irama pada lagu daerah menggunakan anggota tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan sapaan berirama ritmis 'Se-la-mat pa-gi' sambil menepukkan tangan 4 kali, kemudian meminta murid membalas sapaan dengan tepukan tangan ritmis yang sama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar, yaitu mengenali ketukan irama pada lagu daerah Jawa Tengah berjudul 'Gundhul Pacul' menggunakan tepuk tangan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: guru menepuk tangan dengan pola 4 ketukan konstan berulang (pro-pro-pro-pro) lalu meminta murid menirukan ketukan tersebut secara serempak; guru menandai murid yang sudah mampu menepuk stabil dan yang masih belum teratur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan guru menyanyikan lagu daerah 'Gundhul Pacul' bait pertama ('Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan') sambil guru mendemonstrasikan tepuk tangan pada setiap ketukan pulsa dasar secara teratur (10 menit).
- Murid diajak merasakan ketukan irama dengan menaruh satu tangan di dada merasakan denyut detak, lalu memindahkan denyut teratur tersebut ke telapak tangan menjadi tepuk tangan 1 ketukan per ketuk (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Tepuk Berhenti Ceria': murid bertepuk tangan mengikuti irama lagu 'Gundhul Pacul' yang dinyanyikan bersama guru, lalu wajib membekukan tepukan tangan secara serentak saat nyanyian dijeda oleh guru (15 menit).
- Secara bergantian per baris meja, murid mempraktikkan pengenalan irama lagu daerah 'Gundhul Pacul' baris 1 s.d. 4: (1) 'Gundhul-gundhul pacul-cul, gembelengan', (2) 'Nyunggi-nyunggi wakul-kul, gembelengan', (3) 'Wakul ngglimpang segane dadi saratan', (4) 'Wakul ngglimpang segane dadi saratan' menggunakan tepuk tangan stabil tepat pada 4 ketukan per birama (30 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid bersama bimbingan guru memeriksa keteraturan tepuk tangan yang telah dilakukan: murid mengacungkan jempol ke atas jika merasa tepukannya sudah pas dengan irama lagu, atau jempol ke samping jika tepukannya masih sering terlalu cepat/lambat mendahului lagu (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa irama lagu daerah dapat dikenali dan diikuti ketukannya menggunakan tepukan tangan secara teratur (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek cepat pengenalan irama secara mandiri: guru menyanyikan satu baris 'Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan' dan seluruh murid menepuk tangan 4 ketukan beraturan, lalu guru menutup pembelajaran dengan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual simbol tepuk tangan di papan tulis untuk menandai letak jatuhnya ketukan irama suku kata lagu.
- Proses: Bagi murid yang belum stabil menjaga ketukan irama, guru memberikan tuntunan tepukan tangan langsung secara berdampingan; bagi murid yang sudah mahir dan stabil, murid diminta menepuk irama sambil menjaga ketukan lagu tanpa bantuan suara ketukan guru.
- Produk: Variasi tepukan irama: murid yang membutuhkan bimbingan cukup menepuk ketukan berat (ketukan 1 dan 3), sedangkan murid yang sudah lancar menepuk penuh seluruh 4 ketukan irama lagu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik ketukan ritmis dasar: Guru meminta murid menirukan pola 4 tepukan tangan berjarak sama konstan (1-2-3-4). Acuan: murid mampu bertepuk tangan 4 kali berturut-turut dengan jeda antar-tepukan yang konstan/stabil tanpa melompat atau tergesa-gesa.
Proses:- Formatif unjuk kerja saat murid mempraktikkan tepuk tangan pada lagu daerah Gundhul Pacul baris 1 s.d. 4. Acuan keberhasilan: (1) Murid menepuk tangan tepat bersamaan dengan jatuhnya pulsa/ketukan suku kata lagu; (2) Tepuk tangan konstan stabil sebanyak 4 ketukan per birama dari baris pertama hingga baris keempat tanpa jeda macet.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman ketukan irama mandiri pada baris 'Gundhul-gundhul pacul-cul, gembelengan'. Acuan: Murid menghasilkan tepat 4 tepukan tangan yang stabil dan serentak mengikuti ketukan lagu yang dinyanyikan.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja tepuk tangan mengikuti ketukan irama pada lagu daerah Gundhul Pacul menggunakan lembar observasi ketepatan ketukan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali irama lagu daerah dengan tepuk tangan | Belum mampu mengenali ketukan irama; tepuk tangan tidak selaras dengan ketukan lagu Gundhul Pacul (kurang dari 2 ketukan tepat pada baris lagu) meski dibimbing. | Mulai mengenali ketukan irama; mampu menepuk tangan tepat pada 2 baris lagu daerah Gundhul Pacul dengan bimbingan dan ketukan yang sesekali berubah cepat/lambat. | Mampu mengenali irama secara tepat; menepuk tangan stabil mengikuti ketukan pada seluruh 4 baris lagu daerah Gundhul Pacul secara runtut dan mandiri. | Sangat konsisten mengenali irama; menepuk tangan dengan ketukan yang sepenuhnya stabil, ajek, dan tepat pada seluruh 4 baris lagu daerah Gundhul Pacul secara konsisten dari awal hingga akhir tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tepukan tangan efektif membantu seluruh murid kelas 1 mengenali pola ketukan irama lagu daerah?
- Bagian baris lagu mana yang paling membuat murid kesulitan menyesuaikan ketukan tangan?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah menepuk tangan mengikuti lagu Gundhul Pacul?
- Apakah tepukan tanganmu sudah bisa teratur dan tidak mendahului nyanyian teman?
Pertemuan 4 — Mengenali Irama Cepat dan Lambat pada Lagu Daerah Ampar-Ampar Pisang dengan Hentakan Kaki — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengenali unsur-unsur musik berupa irama pada lagu daerah menggunakan anggota tubuh
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan kesiapan fisik murid untuk bergerak di tempat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mengenali irama cepat dan lambat pada lagu daerah Ampar-Ampar Pisang menggunakan hentakan kaki (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memperagakan 2 jenis contoh tempo ketukan menggunakan hentakan kaki di lantai, yaitu hentakan lambat (tempo 60 bpm, jeda 1 detik tiap hentakan) dan hentakan cepat (tempo 120 bpm, 2 hentakan per detik), lalu murid diminta menirukan hentakan kaki tersebut secara bergiliran untuk memetakan kesiapan mengenali perbedaan cepat dan lambat (acuan diagnostik: mampu membedakan frekuensi hentakan lambat dan cepat secara motorik) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyanyikan penggalan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang bait pertama dengan tempo lambat sambil memberi contoh hentakan kaki kanan-kiri yang lambat dan teratur (10 menit).
- Guru menyanyikan kembali penggalan lagu yang sama dengan tempo cepat sambil mencontohkan hentakan kaki yang lebih rapat dan cepat (10 menit).
- Murid menyimak dan membedakan irama kedua peragaan tersebut dengan menjawab secara lisan apakah irama yang diperagakan terdengar lambat atau cepat (acuan: putaran pertama lambat, putaran kedua cepat) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid melakukan permainan 'Kereta Cepat dan Kereta Lambat': saat guru menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang dengan tempo lambat, murid menghentakkan kaki secara lambat di tempat; saat guru mempercepat tempo lagu, murid segera mengubah hentakan kaki menjadi cepat mengikuti irama (3 menit).
- Murid berlatih berpasangan saling mengamati hentakan kaki pasangannya mengikuti lagu Ampar-Ampar Pisang yang diputar/dinyanyikan guru secara bergantian tempo (lambat dan cepat) untuk memastikan hentakan kaki tepat mengikuti perubahan irama (12 menit).
- Asesmen Proses: Secara mandiri atau bergantian kelompok kecil (4-5 anak), murid melakukan unjuk kerja menghentakkan kaki mengikuti 2 segmen irama lagu Ampar-Ampar Pisang: segmen A (tempo lambat) dan segmen B (tempo cepat) (acuan ketepatan: murid menghentakkan kaki dengan jeda lebar pada segmen A lambat, dan berganti menghentakkan kaki secara lincah/rapat pada segmen B cepat sesuai perubahan irama lagu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan menyadari sensasi pada tubuh/kaki saat melakukan hentakan lambat dibandingkan hentakan cepat (5 menit).
- Murid menyampaikan apakah mereka lebih mudah mengenali irama saat tempo lambat atau cepat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa unsur irama pada lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dapat dirasakan dan dikenali melalui perubahan hentakan kaki cepat atau lambat (5 menit).
- Asesmen Akhir: Guru memberikan kuis respons cepat berupa 2 tantangan gerak: (1) guru menyanyikan satu baris lagu secara cepat dan murid merespons dengan hentakan cepat, (2) guru menyanyikan satu baris lagu secara lambat dan murid merespons dengan hentakan lambat (acuan: kesesuaian jenis hentakan kaki dengan irama lagu yang diperdengarkan guru) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas semangat murid bergerak dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan iringan lagu Ampar-Ampar Pisang secara audio langsung dengan ketukan kendang/metronom yang terdengar jelas bagi murid yang membutuhkan panduan bunyi ketukan tegas.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengubah kecepatan gerak, guru memberikan bimbingan ketukan tangan di samping murid sebagai penanda transisi lambat ke cepat; bagi murid yang sudah mahir, diberikan variasi pergantian lambat-cepat secara mendadak.
- Produk: Murid dapat memilih menghentakkan satu kaki bergantian atau kedua kaki bersamaan di tempat asalkan ketukan ritmis lambat dan cepatnya sesuai irama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan awal: Guru memperagakan 2 contoh kecepatan hentakan kaki di lantai (1 hentakan/detik untuk lambat, 2 hentakan/detik untuk cepat). Murid diminta menirukan keduanya. Acuan: murid mampu menyesuaikan kecepatan gerak kaki sesuai instruksi lambat dan cepat yang dicontohkan.
Proses:- Unjuk kerja pengamatan saat permainan 'Kereta Cepat dan Kereta Lambat': Mengamati kemampuan murid mengenali dan merespons transisi 2 variasi irama pada lagu daerah Ampar-Ampar Pisang menggunakan hentakan kaki (Acuan: menghentakkan kaki secara lambat saat lagu bertempo lambat, dan langsung mempercepat hentakan kaki saat lagu bertempo cepat tanpa kehilangan irama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/gerak akhir (2 butir respons): (1) Guru menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang tempo cepat -> murid wajib menghentakkan kaki dengan tempo cepat; (2) Guru menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang tempo lambat -> murid wajib menghentakkan kaki dengan tempo lambat. (Acuan: tepat melakukan hentakan kaki lambat pada butir 2 dan cepat pada butir 1).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak anggota tubuh (hentakan kaki lambat dan cepat mengikuti lagu daerah Ampar-Ampar Pisang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali irama cepat dan lambat pada lagu daerah Ampar-Ampar Pisang menggunakan hentakan kaki | Belum mampu membedakan hentakan kaki lambat dan cepat mengikuti irama lagu Ampar-Ampar Pisang meski diberi contoh berulang. | Mampu mengenali dan melakukan hentakan kaki lambat atau cepat pada salah satu variasi irama saja dengan bantuan/arahan langsung dari guru. | Mampu mengenali dan melakukan hentakan kaki tepat mengikuti kedua variasi irama (lambat dan cepat) pada lagu Ampar-Ampar Pisang secara mandiri. | Mampu mengenali dan melakukan hentakan kaki secara tepat, konsisten, serta langsung menyesuaikan perubahan transisi lambat ke cepat maupun sebaliknya secara mandiri tanpa jeda ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan lagu daerah Ampar-Ampar Pisang efektif membantu murid membedakan irama cepat dan lambat?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan hentakan kaki lambat dan cepat berlangsung?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menghentakkan kaki, saat lagunya berjalan lambat atau cepat?
- Apakah kamu merasa mudah mengikuti perubahan irama lagu dengan kakimu?
Pertemuan 5 — Melakukan Umpan Balik Praktik Bernyanyi Diri Sendiri pada Lagu Nasional Menggunakan Bahasa Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional menggunakan bahasa sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu asesmen awal dengan mengajak murid menyanyikan lagu nasional 'Garuda Pancasila' bait pertama bersama-sama, lalu meminta murid memilih simbol jempol ke atas bila merasa bernyanyi dengan lancar atau jempol mendatar bila merasa masih ada lirik yang lupa (acuan diagnostik: murid mampu menilai kelancaran diri sendiri) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar memberikan umpan balik atau menceritakan kembali pengalaman bernyanyi lagu nasional diri sendiri menggunakan kata-kata sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan contoh cara menilai praktik bernyanyi diri sendiri menggunakan kalimat sehari-hari yang sederhana, misalnya: 'Tadi saya bernyanyi liriknya sudah hafal, tapi ada bagian nada tinggi yang suaranya agak pelan' (10 menit).
- Murid menyimak dan mengidentifikasi 2 hal yang diperhatikan saat menilai diri sendiri: (1) kelancaran lirik (hafal/belum hafal) dan (2) kejelasan suara (jelas/kurang jelas) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara mandiri menyanyikan lagu nasional 'Garuda Pancasila' atau 'Maju Tak Gentar' bait pertama di tempat duduk masing-masing dengan panduan iringan ketukan guru (15 menit).
- Murid mempraktikkan permainan umpan balik 'Cermin Bintang': murid mengambil kartu bintang (1 sampai 3 bintang) untuk menilai penampilannya sendiri, lalu menyampaikan kalimat umpan balik lisan menggunakan bahasa sehari-hari, misalnya: 'Saya beri diri saya 3 bintang karena liriknya hafal semua' atau 'Saya beri 2 bintang karena ada kata yang kelupaan' (acuan: murid menyebutkan penilaian diri dan alasannya secara konkret) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menceritakan umpan balik bernyanyi diri sendiri kepada teman sebangku menggunakan bahasa sehari-hari tanpa membandingkan dengan teman (10 menit).
- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa menilai praktik bernyanyi diri sendiri membantu kita mengetahui hal yang sudah baik dan hal yang ingin diperbaiki saat bernyanyi lagu nasional (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan cek pemahaman akhir dengan menjawab pertanyaan lisan guru: 'Apakah kamu sudah bisa menceritakan caramu bernyanyi tadi?' (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan keberanian seluruh murid dalam memberikan umpan balik terhadap nyanyiannya sendiri, lalu menutup kegiatan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Guru menyediakan kalimat pemantik bergambar bagi murid yang membutuhkan panduan ('Saya bernyanyi sudah [hafal/belum hafal] liriknya'), sedangkan murid yang mahir diarahkan menyampaikan umpan balik mencakup kelancaran lirik dan kenyaringan suara.
- Proses: Bimbingan perorangan diberikan kepada murid yang masih malu mengungkapkan penilaian dirinya secara lisan.
- Produk: Umpan balik disampaikan secara lisan langsung atau dengan bantuan memilih kartu bintang refleksi diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik dan isyarat jempol setelah menyanyi bersama: 'Bagaimana perasaanmu setelah bernyanyi tadi? Apakah lirik lagunya sudah lancar atau masih ada yang tertukar?' (Acuan jawaban: murid mampu memilih jempol atas/mendatar dan menyebutkan secara jujur apakah lirik lagunya lancar atau sempat lupa).
Proses:- Observasi formatif saat murid memberikan umpan balik lisan terhadap praktik bernyanyi diri sendiri pada lagu nasional: guru mencatat apakah murid mampu menyebutkan minimal 1 hal yang sudah berhasil atau 1 hal yang perlu diperbaiki dengan bahasa sehari-hari (acuan: menyebutkan aspek lirik hafal/lupa atau suara jelas/pelan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menyampaikan satu kalimat umpan balik diri sendiri, misalnya: 'Hari ini saya sudah bernyanyi Garuda Pancasila dengan [lancar/kurang hafal liriknya]' (kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan evaluasi diri sendiri terhadap nyanyian lagu nasional dengan bahasa sehari-hari yang bermakna sesuai).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja penyampaian umpan balik lisan praktik bernyanyi diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari saat kegiatan 'Cermin Bintang'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Umpan Balik Praktik Bernyanyi Diri Sendiri pada Lagu Nasional | Belum mampu menyampaikan umpan balik mengenai praktik bernyanyi diri sendiri meski telah diberikan panduan dan contoh oleh guru. | Mampu menyampaikan umpan balik praktik bernyanyi diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari dengan bantuan panduan kata dari guru (misal hanya memilih simbol bintang tanpa alasan). | Mampu menyampaikan umpan balik praktik bernyanyi diri sendiri pada lagu nasional secara mandiri menggunakan bahasa sehari-hari yang mencakup 1 aspek (kelancaran lirik atau kejelasan suara). | Mampu menyampaikan umpan balik praktik bernyanyi diri sendiri pada lagu nasional secara mandiri, runtut, dan jelas menggunakan bahasa sehari-hari yang mencakup 2 aspek (kelancaran lirik dan kejelasan suara) beserta tindak lanjut perbaikannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa nyaman dan percaya diri saat mengungkapkan penilaian terhadap kemampuan bernyanyinya sendiri?
- Apakah penggunaan simbol bintang dan bahasa sehari-hari mempermudah murid kelas 1 dalam melakukan refleksi diri?
Murid:- Bagian mana dari lagu Garuda Pancasila yang tadi paling lancar kamu nyanyikan?
- Apa yang ingin kamu perbaiki agar nyanyianmu berikutnya terdengar lebih bagus?
Pertemuan 6 — Melakukan Umpan Balik Praktik Bernyanyi Diri Sendiri pada Lagu Daerah Menggunakan Bahasa Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional menggunakan bahasa sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa singkat bersama (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan bersama satu bait lagu daerah 'Gundhul Pacul' untuk mengondisikan suasana ceria (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang ingat, apakah tadi saat bernyanyi suaramu terdengar jelas atau berbisik?' dan meminta 2-3 murid memberikan tanggapan singkat tentang suaranya sendiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan contoh langsung cara memberikan umpan balik pada nyanyian diri sendiri dengan bahasa sehari-hari sederhana: 'Tadi saat Ibu/Bapak bernyanyi Gundhul Pacul, suara Ibu/Bapak sudah cukup keras, liriknya hafal, tapi di bagian akhir napasnya agak terburu-buru' (10 menit).
- Guru membagikan kartu simbol 'Bintang Senyum' dan 'Bintang Jempol' lalu membimbing murid memahami 2 aspek umpan balik diri: kelancaran lirik (hafal kata-katanya) dan kenyamanan suara (tidak teriak/tidak terlalu pelan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap murid secara bergiliran bernyanyi satu bait lagu daerah ('Ampar-Ampar Pisang' atau 'Gundhul Pacul') di depan teman sekelompoknya (25 menit).
- Setelah selesai bernyanyi, murid yang baru bernyanyi langsung menyampaikan umpan balik terhadap dirinya sendiri secara lisan menggunakan panduan bahasa sehari-hari: 'Menurut saya, nyanyian saya tadi sudah... tapi saya masih kurang di...' secara bergantian di hadapan kelompok (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu mengisi kartu refleksi diri bergambar dengan melingkari gambar bintang (1 sampai 3 bintang) untuk menilai kepuasan terhadap nyanyiannya sendiri dan menyebutkan satu hal yang ingin diperbaiki saat bernyanyi lagu daerah berikutnya (15 menit).
Penutup:- Guru mengulas kembali inti pembelajaran: bahwa menilai nyanyian diri sendiri membantu kita mengetahui apa yang sudah baik dan apa yang bisa diperbaiki (5 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kejujuran dan keberanian semua murid dalam menilai nyanyian dirinya sendiri, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lagu daerah yang digunakan adalah lagu yang sudah akrab bagi murid kelas 1, yaitu 'Gundhul Pacul' dan 'Ampar-Ampar Pisang'.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengungkapkan umpan balik lisan secara mandiri, guru memberikan kalimat pemantik terbuka seperti 'Apakah tadi liriknya hafal?' atau 'Apakah suaramu sudah pas atau terlalu pelan?'; bagi murid yang sudah lancar, dipersilakan menyampaikan ulasan secara bebas dengan bahasa sehari-hari.
- Produk: Umpan balik disampaikan secara lisan langsung atau dibantu dengan menunjuk kartu simbol gambar ekspresi diri sebelum berbicara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran: Murid ditanya 'Bagaimana suara nyanyianmu tadi saat menyanyi bersama: sudah terdengar atau masih malu-malu?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu mengenali kondisi suaranya sendiri dengan menjawab minimal satu keadaan, misalnya 'suaraku sudah terdengar' atau 'tadi aku masih malu-malu/pelan').
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyampaikan umpan balik diri sendiri seusai menyanyikan lagu daerah dalam kelompok kecil (Acuan observasi: (1) Menyebutkan hal yang sudah baik pada nyanyiannya sendiri; (2) Menyebutkan hal yang masih kurang/perlu diperbaiki pada nyanyiannya sendiri, menggunakan bahasa sehari-hari).
Akhir Pertemuan:- Cek refleksi diri lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan satu kata atau kalimat tentang perasaannya terhadap hasil bernyanyinya hari ini (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyatakan penilaian sederhana terhadap dirinya sendiri, misal: 'Saya senang karena sudah hafal liriknya' atau 'Tadi suara saya masih terlalu cepat').
Formatif:- Observasi lembar ceklis lisan saat murid menyampaikan umpan balik mengenai praktik bernyanyi diri sendiri pada lagu daerah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Umpan balik praktik bernyanyi diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari | Belum dapat menyampaikan umpan balik mengenai nyanyian dirinya sendiri meskipun telah dibimbing dengan pertanyaan pemantik. | Mampu menyampaikan umpan balik mengenai nyanyian dirinya sendiri (menyebutkan hal yang sudah baik ATAU hal yang masih kurang) hanya jika dipandu penuh oleh pertanyaan guru. | Mampu menyampaikan umpan balik mengenai nyanyian dirinya sendiri secara mandiri menggunakan bahasa sehari-hari yang mencakup hal yang sudah baik dan hal yang masih perlu diperbaiki. | Mampu menyampaikan umpan balik mengenai nyanyian dirinya sendiri secara mandiri, rinci (mencakup lirik dan volume suara), serta lancar menggunakan bahasa sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid kelas 1 merasa nyaman dan percaya diri saat menilai nyanyian dirinya sendiri tanpa takut disalahkan?
- Apakah instruksi dan contoh kalimat umpan balik sehari-hari cukup sederhana untuk dipahami dan ditiru oleh seluruh murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bisa menceritakan caramu bernyanyi tadi?
- Bagian mana yang menurutmu paling bagus dari nyanyianmu hari ini?
Pertemuan 7 — Menunjukkan Ekspresi Senang Saat Bermain Tebak Lagu Nasional dan Bernyanyi Bersama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan sederhana: meminta murid menunjukkan raut wajah tersenyum gembira saat mendengar lantunan riang cuplikan musik lagu 'Garuda Pancasila' untuk memetakan kesiapan murid menunjukkan ekspresi senang (acuan: raut muka tersenyum ceria, mata berbinar, dan tubuh antusias) (5 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan yaitu bermain tebak lagu nasional dan bernyanyi bersama dengan gembira (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan contoh berbagai tanda ekspresi senang saat bernyanyi (tersenyum lepas, tepuk tangan riang, mata berbinar, dan kepala bergoyang ceria mengikuti irama) (10 menit).
- Murid secara bersama menirukan contoh ekspresi senang tersebut di tempat duduk masing-masing dengan bimbingan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan tebak 3 lagu nasional: Guru membunyikan potongan melodi instrumen dari 3 lagu berikut secara bergiliran: (1) 'Garuda Pancasila', (2) 'Halo-Halo Bandung', dan (3) 'Dari Sabang Sampai Merauke' (acuan kunci tebakan: Lagu 1 = Garuda Pancasila; Lagu 2 = Halo-Halo Bandung; Lagu 3 = Dari Sabang Sampai Merauke). Murid menebak judul lagu secara gembira dan antusias (20 menit).
- Setelah tiap lagu berhasil ditebak, murid bernyanyi bersama lagu tersebut secara penuh sambil menunjukkan ekspresi senang (tersenyum ceria, bertepuk tangan gembira, atau bergoyang riang mengikuti lagu) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid berhenti sejenak dan merasakan perasaan gembira di dalam hati setelah bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama (5 menit).
- Murid mengangkat kartu emotikon senyum yang telah dibagikan dan menceritakan secara singkat perasaan senangnya saat bernyanyi bersama teman sekelas (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bernyanyi dan bermain musik bersama membuat hati menjadi gembira dan bersemangat (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keceriaan dan keterlibatan seluruh murid selama kegiatan, mengingatkan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan bermain tebak lagu daerah, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan potongan lagu yang sangat akrab di awal lirik lagu, sedangkan murid yang cepat diberikan potongan melodi di tengah lagu.
- Proses: Murid yang pemalu didorong mengekspresikan rasa senang melalui senyuman dan tepuk tangan ringan berpasangan, sedangkan murid yang aktif diajak bernyanyi bersama dengan gerakan gembira yang lebih ekspresif.
- Produk: Tingkat keterlibatan ekspresi senang: mulai dari senyum tulus saat bernyanyi hingga peragaan gerak gembira yang riang dan spontan saat bernyanyi bersama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan diagnostik: Guru memperdengarkan melodi riang pembuka lagu 'Garuda Pancasila' dan meminta murid menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai saat mendengar musik gembira. Kriteria penerimaan teramati: murid menunjukkan raut muka tersenyum ceria dan antusias, bukan cemberut atau murung.
Proses:- Lembar observasi formatif ekspresi senang: Guru mengamati keterlibatan dan ekspresi murid saat bermain tebak 3 lagu nasional ('Garuda Pancasila', 'Halo-Halo Bandung', 'Dari Sabang Sampai Merauke') dan bernyanyi bersama. Indikator pengamatan: (1) Menampilkan senyum ceria/antusias saat menebak lagu; (2) Bernyanyi bersama dengan wajah gembira dan tepuk tangan/gerak riang tanpa terlihat tertekan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir: Murid mengangkat kartu emotikon senyum dan menunjukkan senyum terbaiknya untuk menandai perasaan senang yang dialami selama kegiatan bermain tebak lagu nasional dan bernyanyi bersama (kriteria penerimaan: murid secara mandiri dan spontan menunjukkan raut muka tersenyum ceria).
Formatif:- Observasi unjuk kerja ekspresi senang saat bermain tebak lagu nasional
- Observasi unjuk kerja ekspresi senang saat bernyanyi bersama
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ekspresi Senang Saat Bermain Tebak Lagu Nasional | Belum menunjukkan ekspresi senang (tampak pasif atau murung) selama permainan tebak 3 lagu nasional meskipun telah dimotivasi guru. | Mulai menunjukkan ekspresi senang (tersenyum simpul) pada minimal 1 dari 3 lagu saat bermain tebak lagu nasional dengan dorongan guru. | Menunjukkan ekspresi senang (tersenyum ceria dan antusias) pada minimal 2 dari 3 lagu saat bermain tebak lagu nasional secara mandiri. | Konsisten menunjukkan ekspresi senang (tersenyum ceria, antusias, dan bertepuk tangan gembira) pada seluruh (3) lagu saat bermain tebak lagu nasional secara mandiri. | | Ekspresi Senang Saat Bernyanyi Bersama | Belum menunjukkan ekspresi senang (wajah datar/enggan membuka mulut) saat kegiatan bernyanyi lagu nasional bersama teman. | Menunjukkan ekspresi senang (tersenyum sesekali) saat bernyanyi bersama lagu nasional namun masih ragu-ragu dan memerlukan dorongan guru. | Menunjukkan ekspresi senang (wajah tersenyum riang dan antusias menyanyi bersama) sepanjang lagu nasional dinyanyikan bersama teman secara mandiri. | Konsisten menunjukkan ekspresi sangat senang (tersenyum riang, bernyanyi penuh semangat, dan menggerakkan tubuh/bertepuk tangan gembira) saat bernyanyi bersama secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid menunjukkan perasaan senang dan antusias saat mengikuti permainan tebak lagu dan bernyanyi bersama?
- Langkah apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya untuk murid yang masih terlihat malu atau belum leluasa berekspresi gembira?
Murid:- Bagian mana dari permainan tebak lagu dan bernyanyi bersama tadi yang paling membuatmu merasa senang?
- Bagaimana perasaan hatimu saat bernyanyi bersama teman-teman sekelas hari ini?
Pertemuan 8 — Menunjukkan Ekspresi Senang Saat Bermain Tebak Lagu Daerah dan Bernyanyi Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal kesiapan ekspresi bermusik dengan memperdengarkan melodi ceria 10 detik lagu daerah Ampar-Ampar Pisang dan meminta murid memilih kartu emotikon perasaan senang (tersenyum) atau datar (netral) di meja masing-masing (acuan: murid menunjukkan kartu tersenyum ceria saat mendengar musik) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu bermain tebak lagu daerah dan bernyanyi bersama sambil menunjukkan rasa senang gembira (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menyanyikan satu bait lagu daerah Gundhul Pacul dengan wajah berseri-seri dan senyuman riang (5 menit).
- Guru memandu murid mengenali wujud ekspresi senang saat bermusik melalui peragaan wajah ceria, senyum terbuka, dan mata berbinar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil untuk memainkan permainan tebak lagu daerah, di mana guru melantunkan potongan melodi tanpa syair dari 3 lagu daerah berikut: (1) Ampar-Ampar Pisang, (2) Gundhul Pacul, (3) Apuse, lalu kelompok menebak judul lagunya (acuan tebakan: melodi 1 = Ampar-Ampar Pisang; melodi 2 = Gundhul Pacul; melodi 3 = Apuse) (15 menit).
- Setiap kelompok yang berhasil menebak memimpin seluruh kelas menyanyikan lagu daerah tersebut bersama-sama dengan menunjukkan ekspresi senang berupa wajah tersenyum ceria, bernyanyi dengan semangat, dan antusias tanpa ragu (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk melingkar dan mengamati kembali perasaan diri sendiri saat bernyanyi dan menebak lagu bersama teman (5 menit).
- Murid secara mandiri mengangkat kartu simbol bintang senyum bila merasa gembira dan menikmati permainan tebak lagu daerah hari ini (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan lisan mengenai indahnya bernyanyi lagu daerah bersama dengan hati yang gembira dan rukun (3 menit).
- Guru menginformasikan secara singkat agenda pertemuan berikutnya untuk kegiatan asesmen unjuk kerja bab, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan potongan melodi lagu daerah yang sangat familiar (Ampar-Ampar Pisang) bagi murid yang butuh pemanasan, serta melodi Apuse bagi murid yang siap dengan tantangan variasi melodi daerah lain.
- Proses: Murid yang masih pemalu didampingi secara langsung oleh guru untuk tersenyum dan bernyanyi bersama teman, sedangkan murid yang sudah percaya diri diberi kesempatan memulai tebakan pertama.
- Produk: Ekspresi senang ditunjukkan secara fleksibel melalui senyuman ceria, antusiasme gerak tubuh riang, atau keaktifan vokal bernyanyi bersama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi respons emosi bermusik: Guru memperdengarkan melodi ceria 10 detik lagu daerah Ampar-Ampar Pisang, lalu meminta murid memilih kartu ekspresi wajah senang (tersenyum lebar) atau datar/sedih (acuan respon: murid memilih kartu wajah tersenyum gembira).
Proses:- Lembar observasi ekspresi senang saat bermain tebak 3 lagu daerah (Ampar-Ampar Pisang, Gundhul Pacul, Apuse): guru mencatat kemunculan indikator senyum ceria, tatapan antusias, dan keterlibatan riang saat bernyanyi bersama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman keterlibatan ekspresi: Murid mengangkat kartu simbol bintang senyum untuk menyatakan rasa gembira saat menyanyikan lagu daerah bersama seluruh kelas (kriteria ketercapaian: murid menunjukkan simbol senyum dengan raut wajah yang selaras gembira).
Formatif:- Observasi unjuk ekspresi senang (senyum ceria, antusiasme raut wajah) saat permainan tebak lagu daerah
- Ceklis keterlibatan bernyanyi bersama lagu daerah dengan gembira
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik (tebak lagu dan bernyanyi bersama lagu daerah) | Belum menunjukkan ekspresi senang (raut wajah datar/murung) dan belum mau ikut bernyanyi bersama meski telah dimotivasi guru. | Menunjukkan ekspresi senang (senyum tipis) saat bermain tebak lagu atau bernyanyi bersama hanya jika diarahkan dan didampingi secara intensif oleh guru. | Menunjukkan ekspresi senang secara nyata (tersenyum ceria, wajah antusias) saat mengikuti permainan tebak lagu dan bernyanyi bersama lagu daerah secara mandiri. | Menunjukkan ekspresi senang secara konsisten dan penuh kegembiraan (tersenyum lebar, bersemangat ceria) sepanjang permainan tebak lagu dan saat bernyanyi bersama tanpa henti dari awal hingga akhir kegiatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid tampak gembira dan aktif terlibat selama permainan tebak lagu daerah berlangsung?
- Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk membantu murid yang masih terlihat pemalu agar dapat menunjukkan rasa senang saat bernyanyi bersama?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak lagu daerah bersama teman-teman hari ini?
- Lagu daerah mana yang paling membuatmu tersenyum riang saat dinyanyikan bersama?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Mengenali unsur-unsur musik berupa nada pada lagu nasional menggunakan anggota tubuh
- TP 1.1.2 Mengenali unsur-unsur musik berupa irama pada lagu daerah menggunakan anggota tubuh
- TP 1.1.3 Melakukan umpan balik mengenai praktik bermain musik diri sendiri saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional menggunakan bahasa sehari-hari
- TP 1.1.4 Menunjukkan ekspresi senang dalam kegiatan bermusik saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif unjuk kerja musik terpadu dan tes lisan umpan balik diri serta membagi kelas menjadi 6 kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata tertib dan prosedur unjuk kerja: giliran tampil kelompok kecil (Tugas 1: gerak berirama nada-irama dan tebak lagu) dan aktivitas mandiri mewarnai gambar alat musik bagi kelompok yang menunggu (3 menit).
- Guru memperagakan contoh instruksi gerak nada tangan (tangan di atas untuk nada tinggi, tangan di bawah untuk nada rendah) dan pola ketukan tepuk tangan pada irama lagu serta menjelaskan giliran tes lisan di meja guru (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Tugas 1 — Unjuk kerja gerak berirama dan observasi kelompok: Secara bergantian per kelompok kecil (6 kelompok x 10 menit = 60 menit), murid mendemonstrasikan gerak tangan tinggi-rendah mengikuti penggalan melodi lagu Garuda Pancasila (acuan nada tinggi: lirik 'Garuda Pancasila akulah pendukungmu' pada frasa 'akulah' tangan diangkat ke atas kepala; acuan nada rendah: lirik 'patriot proklamasi sedia berkorban untukmu' pada frasa 'untukmu' tangan diturunkan ke pinggang), mendemonstrasikan ketukan tepuk tangan pada irama lagu Gundhul Pacul (acuan: tepukan ajeg pada pulsa lagu 4/4 sebanyak 8 ketukan beruntun), serta memainkan tebak lagu 2 cuplikan melodi (lagu 1: Garuda Pancasila, lagu 2: Gundhul Pacul) sambil bernyanyi bersama dan guru mengamati ekspresi senang serta antusiasme yang ditunjukkan murid (60 menit).
- Tugas 2 — Tes lisan bergiliran individual di meja guru (45 menit / 1,5 menit per murid untuk 28 murid kelas 1): Setiap murid secara bergantian datang ke meja guru untuk menjawab 2 pertanyaan umpan balik lisan diri sendiri menggunakan bahasa sehari-hari: (1) 'Bagaimana perasaanmu dan apa yang paling kamu sukai saat bernyanyi lagu Garuda Pancasila atau Gundhul Pacul tadi?' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 1 perasaan senang/bangga/gembira atau menyebutkan bagian bernyanyi yang disukai), dan (2) 'Menurutmu, bagian bernyanyi mana yang sudah bagus kamu lakukan dan bagian mana yang masih ingin kamu latih lagi?' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 1 penilaian mandiri terhadap suaranya atau ketepatan gerakannya dengan bahasa sederhana sehari-hari), sementara murid lainnya duduk tertib mewarnai gambar instrumen ritmis/melodis di mejanya masing-masing (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan penguatan menyeluruh kepada seluruh murid atas usaha, kemandirian, dan keterlibatan mereka selama menjalani rangkaian asesmen sumatif unjuk kerja dan tes lisan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan lembar mewarnai instrumen musik murid dan memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh kelas selama pelaksanaan asesmen sumatif (1 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pengalaman belajar Bab 1 'Bermain dan Bernyanyi' serta menutup kegiatan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual berupa kartu panduan gerak tangan tinggi-rendah dan ketukan tepuk tangan bagi murid yang memerlukan dukungan visual tanpa mengubah kriteria penilaian nada dan irama.
- Proses: Pemberian giliran tes lisan yang tenang di meja guru dengan kalimat tanya pemantik yang diulang secara ramah bagi murid yang pemalu tanpa mengubah isi pertanyaan umpan balik.
- Produk: Respons gerak anggota tubuh dapat disesuaikan menggunakan gerakan kepala atau tepuk paha bagi murid dengan hambatan fisik tertentu dengan tetap menunjukkan keselarasan nada dan irama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memeriksa kesiapan fisik dan kehadiran murid serta mengingatkan kembali secara singkat gerakan tangan nada tinggi di atas kepala dan nada rendah di pinggang (acuan kesiapan: murid mampu merespons gerak tangan ke atas saat guru melantunkan nada tinggi 'sol' dan ke pinggang saat nada rendah 'do').
Proses:- Catatan amatan guru selama jeda pergantian kelompok mengenai ketertiban murid saat melakukan kegiatan mewarnai mandiri dan kesiapan memasuki giliran unjuk kerja maupun tes lisan.
Sumatif Bab:- unjuk kerja musikal terpadu dan tes lisan: demonstrasi gerak tubuh mengikuti nada dan irama lagu, respons lisan refleksi bernyanyi diri sendiri, serta pengamatan ekspresi senang selama aktivitas bermain musik
- unjuk kerja gerak berirama dan observasi perilaku kelompok: demonstrasi keselarasan gerak tubuh mengikuti tinggi-rendah nada lagu nasional (Garuda Pancasila), ketepatan gerak tubuh (tepuk/hentak) mengikuti irama lagu daerah (Gundhul Pacul), serta ekspresi gembira dan antusiasme yang teramati saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid (6 kelompok x 10 menit = 60 menit) (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan ekspresi senang dan rubrik unjuk kerja keselarasan gerak tubuh terhadap nada dan irama)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan sederhana murid menceritakan pengalaman dan perasaan saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional secara bergantian 1,5 menit per murid di meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar instrumen musik di tempat duduk masing-masing (45 menit / 1,5 menit = 30 slot murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan terstruktur dan catatan amatan umpan balik diri)
Sumatif:- unjuk kerja musikal terpadu dan tes lisan: demonstrasi gerak tubuh mengikuti nada dan irama lagu, respons lisan refleksi bernyanyi diri sendiri, serta pengamatan ekspresi senang selama aktivitas bermain musik
- unjuk kerja gerak berirama dan observasi perilaku kelompok: demonstrasi keselarasan gerak tubuh mengikuti tinggi-rendah nada lagu nasional (Garuda Pancasila), ketepatan gerak tubuh (tepuk/hentak) mengikuti irama lagu daerah (Gundhul Pacul), serta ekspresi gembira dan antusiasme yang teramati saat bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid (6 kelompok x 10 menit = 60 menit) (60 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan ekspresi senang dan rubrik unjuk kerja keselarasan gerak tubuh terhadap nada dan irama)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan sederhana murid menceritakan pengalaman dan perasaan saat bernyanyi lagu daerah atau lagu nasional secara bergantian 1,5 menit per murid di meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar instrumen musik di tempat duduk masing-masing (45 menit / 1,5 menit = 30 slot murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: pedoman wawancara lisan terstruktur dan catatan amatan umpan balik diri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Nada Lagu Nasional dengan Gerak Tubuh (TP 1.1.1) | Belum mampu menyelaraskan gerak tangan dengan nada tinggi maupun nada rendah pada penggalan lagu Garuda Pancasila meskipun telah dicontohkan. | Menyelaraskan gerak tangan hanya pada salah satu nada (nada tinggi di atas kepala saja ATAU nada rendah di pinggang saja) pada lagu Garuda Pancasila. | Menyelaraskan gerak tangan secara tepat pada nada tinggi (tangan di atas kepala pada lirik 'akulah') dan nada rendah (tangan di pinggang pada lirik 'untukmu') pada lagu Garuda Pancasila. | Menyelaraskan gerak tangan secara tepat, konsisten, dan mandiri pada seluruh perpindahan nada tinggi dan nada rendah di sepanjang lagu Garuda Pancasila tanpa keraguan. | | Mengenali Irama Lagu Daerah dengan Anggota Tubuh (TP 1.1.2) | Belum mampu melakukan tepuk tangan mengikuti pola ketukan irama lagu Gundhul Pacul (kurang dari 4 ketukan tepat). | Melakukan tepuk tangan mengikuti pola ketukan irama lagu Gundhul Pacul secara tepat sebanyak 4-7 ketukan pulsa ajeg. | Melakukan tepuk tangan mengikuti pola ketukan irama lagu Gundhul Pacul secara tepat dan ajeg minimal 8 ketukan beruntun sesuai pulsa lagu. | Melakukan tepuk tangan mengikuti pola ketukan irama lagu Gundhul Pacul secara tepat, stabil, dan konsisten di sepanjang lagu dari awal hingga akhir. | | Umpan Balik Praktik Bernyanyi Diri Sendiri Menggunakan Bahasa Sehari-hari (TP 1.1.3) | Belum memberikan jawaban lisan atau hanya diam saat ditanya mengenai pengalaman dan evaluasi bernyanyi dirinya sendiri. | Menjawab lisan secara sederhana hanya untuk 1 pertanyaan (hanya menyebutkan perasaan senang ATAU hanya menyebutkan bagian yang disukai/ingin dilatih). | Menjawab lisan 2 pertanyaan dengan bahasa sehari-hari secara relevan (menceritakan perasaan senang bermusik dan menyampaikan evaluasi mandiri bagian yang sudah bagus atau ingin dilatih). | Menjawab lisan 2 pertanyaan dengan runtut, percaya diri, dan mandiri menggunakan bahasa sehari-hari yang jelas mengenai perasaan dan refleksi praktik bernyanyinya. | | Menunjukkan Ekspresi Senang dalam Bermusik dan Tebak Lagu (TP 1.1.4) | Tampak pasif, murung, atau enggan ikut serta saat aktivitas tebak lagu dan bernyanyi bersama berlangsung. | Menunjukkan ekspresi senang sesekali (tersenyum singkat) namun masih pasif saat menebak lagu dan bernyanyi bersama. | Menunjukkan ekspresi senang secara wajar dan konsisten (tersenyum, antusias, ikut bernyanyi bersama dan menebak lagu dalam kelompoknya). | Menunjukkan ekspresi sangat senang, gembira, dan antusiasme tinggi yang konsisten dari awal hingga akhir kegiatan bermain tebak lagu dan bernyanyi bersama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 10 menit per kelompok unjuk kerja dan 1,5 menit per murid untuk tes lisan berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 secara umum pada pengenalan nada dan irama menggunakan anggota tubuh?
- Apakah instrumen rubrik sumatif dapat memetakan capaian keempat TP bab ini secara objektif dan akurat?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain musik hari ini: menggerakkan tangan nada tinggi-rendah, tepuk ketukan irama, atau menebak lagu?
- Apakah kamu merasa senang dan gembira bisa bernyanyi bersama teman-temanmu di kelas?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi)
- Audio/rekaman lagu nasional 'Garuda Pancasila'
- Kartu/gambar visual panah naik (tinggi) dan panah turun (rendah)
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Bagan visual tangga nada dan panah arah melodi lagu Garuda Pancasila pada papan tulis/karton
- Audio/alat musik melodis pengiring (pianika/keyboard) untuk membunyikan penggalan nada lagu Garuda Pancasila
- Buku Panduan Guru Seni Musik SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023)
- Rekaman audio/nyanyian vokal lagu daerah Jawa Tengah 'Gundhul Pacul'
- Bagan simbol visual ketukan irama (ikon tangan bertepuk) pada papan tulis
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 1
- Rekaman audio lagu daerah Kalimantan Selatan 'Ampar-Ampar Pisang'
- Ruang kelas/lantai yang aman untuk aktivitas gerak hentakan kaki
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD Kelas I
- Kartu simbol bintang penilaian diri (1, 2, dan 3 bintang)
- Teks lirik lagu nasional 'Garuda Pancasila'
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Rekaman audio/video lagu daerah 'Gundhul Pacul' dan 'Ampar-Ampar Pisang'.
- Kartu simbol bergambar Bintang Senyum dan Bintang Jempol untuk panduan refleksi diri.
- Buku Panduan Guru Seni Musik SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021/Revisi)
- Rekaman melodi/audio instrumen lagu nasional ('Garuda Pancasila', 'Halo-Halo Bandung', 'Dari Sabang Sampai Merauke')
- Kartu emotikon senyum untuk refleksi murid
- Pengeras suara/speaker kelas
- Buku Panduan Guru Seni Musik SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Audio/rekaman instrumen lagu daerah: Ampar-Ampar Pisang, Gundhul Pacul, dan Apuse
- Kartu gambar emotikon ekspresi wajah (senang, netral) dan kartu simbol bintang senyum
- Buku Panduan Guru Seni Musik untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
- Audio rekaman lagu Garuda Pancasila dan lagu Gundhul Pacul
- Lembar observasi unjuk kerja gerak berirama dan pedoman wawancara lisan guru
- Lembar mewarnai gambar alat musik untuk aktivitas mandiri murid saat menunggu giliran unjuk kerja
|