Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProduksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu melakukan perakitan komponen dasar alat penyiram tanaman otomatis (instalasi pipa, selang, dan keran) sesuai prosedur dan memperhatikan keselamatan kerja.
  2. Murid mampu menerapkan prosedur keamanan dan keselamatan kerja saat menggunakan alat dalam proses produksi alat penyiram tanaman otomatis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana air bisa mengalir sendiri menuju tanaman tanpa harus kita siram manual?
  2. Komponen apa saja yang diperlukan agar alat penyiram dapat bekerja otomatis?
  3. Apa yang terjadi jika sambungan pipa tidak rapat atau tidak aman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing, dan mengecek kehadiran murid (menyasar DPL-1).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang pipa, selang, dan keran? Pernahkah mengalami kebocoran sambungan air?'
  • Guru menampilkan video singkat tentang kekurangan penyiraman manual dan manfaat penyiraman otomatis (prinsip Bermakna).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu diskusi awal dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang komponen dasar sistem penyiraman otomatis: jenis pipa, selang, keran, lem/sambungan, dan fungsinya.
  • Guru mendemonstrasikan cara memotong pipa, menyambung dengan selang, dan memasang keran sambil menjelaskan prosedur keamanan (memakai sarung tangan, kacamata, alat potong yang sesuai).
  • Murid mengamati dan mencatat langkah-langkah perakitan dasar pada LKPD bagian 'Memahami' (prinsip Berkesadaran, Bermakna).
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan memberikan seperangkat komponen (pipa, selang, keran, konektor) serta alat (gunting pipa, cutter, lem pipa) per kelompok.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melakukan perakitan komponen dasar: memotong pipa sesuai ukuran yang telah ditentukan, menyambungkan pipa dengan selang menggunakan konektor, dan memasang keran pada salah satu ujung jaringan pipa.
  • Selama praktik, murid wajib menerapkan prosedur K3: memakai sarung tangan, menggunakan alat potong dengan hati-hati, dan membersihkan area kerja.
  • Guru berkeliling mengamati kerja kelompok, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat kemajuan pada lembar observasi (asesmen proses).
  • Murid mengisi LKPD bagian 'Mengaplikasi' dengan mencatat langkah yang dilakukan dan menggambar sketsa hasil rakitan (menyasar DPL-5, DPL-6, DPL-7).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok memeriksa hasil rakitan secara bersama: menguji apakah sambungan bocor dengan cara mengalirkan sedikit air (jika memungkinkan) atau inspeksi visual.
  • Murid mendiskusikan kendala yang dihadapi (misalnya sambungan longgar, kesulitan memotong pipa) dan solusinya, kemudian menuliskannya di LKPD bagian 'Merefleksi'.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rakitan dan refleksi singkat di depan kelas (menyasar DPL-8).
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dan keamanan dalam setiap langkah produksi (prinsip Berkesadaran).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan langkah-langkah perakitan komponen dasar dan aturan K3 yang telah diterapkan.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pertanyaan lisan singkat atau kuis tulis: 'Sebutkan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menyambung pipa dengan selang agar aman dan tidak bocor.'
  • Murid mengumpulkan LKPD dan hasil rakitan (beri label kelompok).
  • Guru mengajak murid merapikan alat dan bahan, serta membersihkan area kerja.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya tentang tahap produksi lanjutan dan memberikan tugas observasi kecil di rumah: menemukan contoh sambungan pipa/air di lingkungan sekitar.
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan pengayaan: diberikan video tutorial perakitan dengan sambungan lebih kompleks (T-piece) untuk dieksplorasi. Untuk yang memerlukan bimbingan: disediakan panduan bergambar langkah demi langkah yang lebih rinci.
  • Proses: Kelompok disusun secara heterogen. Guru lebih intensif mendampingi kelompok yang memerlukan bantuan teknis. Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya.
  • Produk: Murid dapat memilih menyajikan sketsa hasil rakitan dalam bentuk gambar tangan, foto berlabel, atau diagram digital sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman dasar pipa, selang, dan keselamatan kerja menggunakan alat tajam.

Proses:

  • Observasi kinerja praktik menggunakan lembar ceklis perakitan komponen dasar dan penerapan K3 (terlampir di rubrik).
  • Penilaian antarteman dalam kelompok terkait kontribusi dan kerja sama.

Akhir:

  • Kuis 3 pertanyaan: (1) Tuliskan urutan langkah menyambung pipa dengan selang. (2) Sebutkan alat pelindung diri minimal yang harus dipakai saat memotong pipa. (3) Apa yang harus dilakukan jika sambungan pipa-bocor?
  • Penilaian produk berdasarkan rubrik perakitan dasar dan kepatuhan K3.

Formatif:

  • Observasi praktik selama kegiatan inti (menggunakan lembar ceklis perakitan dan K3)
  • Diskusi reflektif kelompok dan presentasi

Sumatif:

  • Kuis lisan/tertulis di akhir pembelajaran
  • Penilaian produk hasil rakitan awal

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perakitan Komponen Dasar (instalasi pipa, selang, keran)Murid belum mampu memotong dan menyambung pipa-selang, memerlukan bantuan penuh guru.Murid dapat melakukan perakitan dengan bimbingan intensif, sambungan masih belum rapi/bocor.Murid mampu merakit sendiri, sambungan rapi dan tidak bocor, namun memerlukan sedikit penyempurnaan.Murid mampu merakit dengan sangat rapi, presisi, dan efisien tanpa bimbingan, serta membantu teman.
Penerapan Prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3)Murid tidak menggunakan alat pelindung diri, bekerja sembarangan, atau melanggar prosedur K3.Murid mulai menggunakan APD namun kadang lupa, dan masih perlu diingatkan penggunaan alat secara aman.Murid konsisten memakai APD, menggunakan alat sesuai fungsi, dan menjaga kerapian area kerja.Murid menjadi contoh dalam penerapan K3, proaktif mengingatkan teman, dan menangani alat dengan sangat hati-hati.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam praktik perakitan?
  • Bagaimana efektivitas metode kerja kelompok pada kegiatan hari ini?
  • Apakah ada kendala teknis (bahan, alat) yang menghambat pencapaian tujuan pembelajaran?
  • Sejauh mana pemahaman murid terhadap prosedur K3 meningkat?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang perakitan alat penyiram tanaman?
  • Bagian mana dari praktik tadi yang paling menantang? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah menerapkan langkah keselamatan dengan benar? Berikan contoh.
  • Apa yang akan kamu lakukan agar lebih baik pada praktik berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud, 2021)
  2. Video tutorial penyambungan pipa PVC dan selang (tautan di LMS/sekolah)
  3. Alat dan bahan per kelompok: pipa PVC ½ inci (30 cm), selang plastik transparan (50 cm), konektor/sock pipa, keran plastik kecil, lem pipa PVC, gunting pipa/cutter, sarung tangan kain, kacamata safety, lap, penggaris, spidol permanen.
  4. LKPD 'Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis – Tahap 1' yang memuat lembar Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.