MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E) Topik: Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis (Tahap 1: Perakitan Komponen Dasar) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu melakukan perakitan komponen dasar alat penyiram tanaman otomatis (instalasi pipa, selang, dan keran) sesuai prosedur dan memperhatikan keselamatan kerja.
- Murid mampu menerapkan prosedur keamanan dan keselamatan kerja saat menggunakan alat dalam proses produksi alat penyiram tanaman otomatis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana air bisa mengalir sendiri menuju tanaman tanpa harus kita siram manual?
- Komponen apa saja yang diperlukan agar alat penyiram dapat bekerja otomatis?
- Apa yang terjadi jika sambungan pipa tidak rapat atau tidak aman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing, dan mengecek kehadiran murid (menyasar DPL-1).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini secara singkat.
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang pipa, selang, dan keran? Pernahkah mengalami kebocoran sambungan air?'
- Guru menampilkan video singkat tentang kekurangan penyiraman manual dan manfaat penyiraman otomatis (prinsip Bermakna).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu diskusi awal dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang komponen dasar sistem penyiraman otomatis: jenis pipa, selang, keran, lem/sambungan, dan fungsinya.
- Guru mendemonstrasikan cara memotong pipa, menyambung dengan selang, dan memasang keran sambil menjelaskan prosedur keamanan (memakai sarung tangan, kacamata, alat potong yang sesuai).
- Murid mengamati dan mencatat langkah-langkah perakitan dasar pada LKPD bagian 'Memahami' (prinsip Berkesadaran, Bermakna).
- Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan memberikan seperangkat komponen (pipa, selang, keran, konektor) serta alat (gunting pipa, cutter, lem pipa) per kelompok.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok melakukan perakitan komponen dasar: memotong pipa sesuai ukuran yang telah ditentukan, menyambungkan pipa dengan selang menggunakan konektor, dan memasang keran pada salah satu ujung jaringan pipa.
- Selama praktik, murid wajib menerapkan prosedur K3: memakai sarung tangan, menggunakan alat potong dengan hati-hati, dan membersihkan area kerja.
- Guru berkeliling mengamati kerja kelompok, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat kemajuan pada lembar observasi (asesmen proses).
- Murid mengisi LKPD bagian 'Mengaplikasi' dengan mencatat langkah yang dilakukan dan menggambar sketsa hasil rakitan (menyasar DPL-5, DPL-6, DPL-7).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok memeriksa hasil rakitan secara bersama: menguji apakah sambungan bocor dengan cara mengalirkan sedikit air (jika memungkinkan) atau inspeksi visual.
- Murid mendiskusikan kendala yang dihadapi (misalnya sambungan longgar, kesulitan memotong pipa) dan solusinya, kemudian menuliskannya di LKPD bagian 'Merefleksi'.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rakitan dan refleksi singkat di depan kelas (menyasar DPL-8).
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya ketelitian dan keamanan dalam setiap langkah produksi (prinsip Berkesadaran).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan langkah-langkah perakitan komponen dasar dan aturan K3 yang telah diterapkan.
- Guru memberikan asesmen akhir berupa pertanyaan lisan singkat atau kuis tulis: 'Sebutkan tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menyambung pipa dengan selang agar aman dan tidak bocor.'
- Murid mengumpulkan LKPD dan hasil rakitan (beri label kelompok).
- Guru mengajak murid merapikan alat dan bahan, serta membersihkan area kerja.
- Guru menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya tentang tahap produksi lanjutan dan memberikan tugas observasi kecil di rumah: menemukan contoh sambungan pipa/air di lingkungan sekitar.
- Kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan pengayaan: diberikan video tutorial perakitan dengan sambungan lebih kompleks (T-piece) untuk dieksplorasi. Untuk yang memerlukan bimbingan: disediakan panduan bergambar langkah demi langkah yang lebih rinci.
- Proses: Kelompok disusun secara heterogen. Guru lebih intensif mendampingi kelompok yang memerlukan bantuan teknis. Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya.
- Produk: Murid dapat memilih menyajikan sketsa hasil rakitan dalam bentuk gambar tangan, foto berlabel, atau diagram digital sederhana.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang pemahaman dasar pipa, selang, dan keselamatan kerja menggunakan alat tajam.
Proses:- Observasi kinerja praktik menggunakan lembar ceklis perakitan komponen dasar dan penerapan K3 (terlampir di rubrik).
- Penilaian antarteman dalam kelompok terkait kontribusi dan kerja sama.
Akhir:- Kuis 3 pertanyaan: (1) Tuliskan urutan langkah menyambung pipa dengan selang. (2) Sebutkan alat pelindung diri minimal yang harus dipakai saat memotong pipa. (3) Apa yang harus dilakukan jika sambungan pipa-bocor?
- Penilaian produk berdasarkan rubrik perakitan dasar dan kepatuhan K3.
Formatif:- Observasi praktik selama kegiatan inti (menggunakan lembar ceklis perakitan dan K3)
- Diskusi reflektif kelompok dan presentasi
Sumatif:- Kuis lisan/tertulis di akhir pembelajaran
- Penilaian produk hasil rakitan awal
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perakitan Komponen Dasar (instalasi pipa, selang, keran) | Murid belum mampu memotong dan menyambung pipa-selang, memerlukan bantuan penuh guru. | Murid dapat melakukan perakitan dengan bimbingan intensif, sambungan masih belum rapi/bocor. | Murid mampu merakit sendiri, sambungan rapi dan tidak bocor, namun memerlukan sedikit penyempurnaan. | Murid mampu merakit dengan sangat rapi, presisi, dan efisien tanpa bimbingan, serta membantu teman. | | Penerapan Prosedur Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) | Murid tidak menggunakan alat pelindung diri, bekerja sembarangan, atau melanggar prosedur K3. | Murid mulai menggunakan APD namun kadang lupa, dan masih perlu diingatkan penggunaan alat secara aman. | Murid konsisten memakai APD, menggunakan alat sesuai fungsi, dan menjaga kerapian area kerja. | Murid menjadi contoh dalam penerapan K3, proaktif mengingatkan teman, dan menangani alat dengan sangat hati-hati. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam praktik perakitan?
- Bagaimana efektivitas metode kerja kelompok pada kegiatan hari ini?
- Apakah ada kendala teknis (bahan, alat) yang menghambat pencapaian tujuan pembelajaran?
- Sejauh mana pemahaman murid terhadap prosedur K3 meningkat?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang perakitan alat penyiram tanaman?
- Bagian mana dari praktik tadi yang paling menantang? Mengapa?
- Apakah kamu sudah menerapkan langkah keselamatan dengan benar? Berikan contoh.
- Apa yang akan kamu lakukan agar lebih baik pada praktik berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud, 2021)
- Video tutorial penyambungan pipa PVC dan selang (tautan di LMS/sekolah)
- Alat dan bahan per kelompok: pipa PVC ½ inci (30 cm), selang plastik transparan (50 cm), konektor/sock pipa, keran plastik kecil, lem pipa PVC, gunting pipa/cutter, sarung tangan kain, kacamata safety, lap, penggaris, spidol permanen.
- LKPD 'Produksi Alat Penyiram Tanaman Otomatis – Tahap 1' yang memuat lembar Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi.
|