Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Perancangan Desain Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Perancangan Desain Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Perancangan Desain Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perancangan Desain Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerancangan Desain Rangkaian Alat Penyiram Tanaman Otomatis
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membuat rancangan desain rangkaian alat penyiram tanaman otomatis secara kreatif dan inovatif di atas kertas atau perangkat komputer dengan keterangan yang lengkap.
  2. Murid mampu menjelaskan alasan pemilihan desain alat penyiram tanaman otomatis yang dibuat berdasarkan kebutuhan dan kondisi lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat tanaman yang layu karena lupa disiram? Bagaimana teknologi sederhana bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut?
  2. Mengapa sebuah alat penyiram tanaman otomatis harus dirancang secara khusus menyesuaikan kondisi lingkungan dan jenis tanaman di sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kegiatan dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru memberikan apersepsi dengan menampilkan gambar/video tanaman layu dan alat penyiram manual, lalu mengajukan pertanyaan pemantik.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu merancang desain alat penyiram tanaman otomatis.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang komponen dasar penyiram tanaman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kondisi tempat budi daya tanaman di lingkungan sekitar (atau melalui tayangan video/gambar) beserta jenis tanamannya.
  • Murid mengeksplorasi teknik penyiraman, sumber air, dan berbagai contoh produk rekayasa teknologi terapan (alat penyiram otomatis) melalui buku, internet, atau jurnal.
  • Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya terkait gambar atau video yang disajikan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menentukan jenis bahan dan alat pembuatan produk rekayasa yang akan dibuat berdasarkan hasil eksplorasi.
  • Murid membuat rancangan/desain rangkaian alat penyiram tanaman otomatis secara kreatif dan inovatif.
  • Murid menggambar desain di atas selembar kertas HVS, sketchbook, atau menggunakan perangkat komputer bagi yang memiliki kemampuan desain digital.
  • Murid melengkapi gambar desainnya dengan keterangan komponen, ukuran, dan alur kerja yang lengkap.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan Aktivitas 5: mengemukakan kesan yang diperoleh selama pembuatan rancangan/desain dan persiapan produksi dalam forum diskusi kelas.
  • Murid menjelaskan secara lisan alasan pemilihan desain alat penyiram tanaman otomatis yang dibuat berdasarkan kebutuhan dan kondisi lingkungan sekitar.
  • Murid saling memberikan umpan balik (peer assessment) terhadap desain milik temannya.

Penutup:

  • Murid dengan bimbingan guru membuat reviu dan kesimpulan hasil diskusi perancangan desain.
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas murid dalam membuat desain.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (tahap produksi/pembuatan alat).
  • Kegiatan ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan berbagai referensi desain alat penyiram otomatis, mulai dari mekanik sederhana (botol bekas) hingga berbasis elektronik/sensor, sesuai minat murid.
  • Proses: Memberikan pendampingan lebih intensif bagi murid yang kesulitan memvisualisasikan ide, dan memberikan kebebasan eksplorasi mandiri bagi yang sudah mahir.
  • Produk: Murid diperbolehkan memilih media pembuatan desain: sketsa manual di kertas HVS/sketchbook atau desain digital menggunakan perangkat komputer/aplikasi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat di awal pembelajaran: 'Sebutkan komponen apa saja yang menurut kalian wajib ada pada sebuah alat penyiram tanaman otomatis?' dan 'Kondisi lingkungan seperti apa di sekitar kalian yang membutuhkan alat ini?'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau progres pembuatan desain (assessment for learning), memberikan umpan balik langsung jika ada keterangan komponen yang kurang jelas atau desain yang kurang logis.

Akhir:

  • Pengumpulan hasil karya desain (kertas/file digital) untuk dinilai menggunakan rubrik kelengkapan, kreativitas, dan kesesuaian dengan kondisi lingkungan.

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid selama proses eksplorasi ide dan menggambar desain.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat diskusi kesan dan alasan pemilihan desain.

Sumatif:

  • Penilaian produk berupa dokumen rancangan/desain alat penyiram tanaman otomatis beserta kelengkapan keterangannya.
  • Penilaian lisan/tertulis mengenai argumen alasan pemilihan desain.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kualitas Rancangan Desain dan Kelengkapan KeteranganDesain belum menyerupai alat penyiram tanaman otomatis dan tidak memiliki keterangan komponen.Desain sudah menunjukkan bentuk dasar alat penyiram, namun keterangan komponen belum lengkap dan kurang inovatif.Desain dibuat secara kreatif, bentuk alat jelas, dan dilengkapi dengan keterangan komponen yang lengkap.Desain sangat inovatif, digambar dengan sangat detail dan rapi (manual/digital), serta keterangan komponen dan alur kerja sangat komprehensif.
Alasan Pemilihan DesainBelum mampu menjelaskan alasan pemilihan desain yang dibuat.Mampu menjelaskan alasan pemilihan desain, namun belum mengaitkannya dengan kebutuhan atau kondisi lingkungan sekitar.Mampu menjelaskan alasan pemilihan desain secara logis berdasarkan kebutuhan dan kondisi lingkungan sekitar.Mampu menjelaskan alasan pemilihan desain dengan sangat kritis, logis, dan menyertakan analisis detail mengenai kondisi lingkungan serta efisiensi alat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup bagi murid untuk menyelesaikan desain beserta keterangannya?
  • Apakah fasilitas dan referensi yang disediakan sudah cukup memfasilitasi murid yang ingin membuat desain secara digital?
  • Bagaimana respons murid saat diminta mengaitkan desain dengan kondisi lingkungan sekitarnya?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian yang paling menyenangkan saat merancang alat penyiram tanaman otomatis ini?
  • Kesulitan apa yang kalian hadapi saat menuangkan ide ke dalam bentuk gambar desain?
  • Apakah kalian yakin desain yang kalian buat dapat benar-benar diterapkan dan memecahkan masalah penyiraman tanaman di lingkungan sekitar kalian? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X
  2. Kertas HVS, sketchbook, alat tulis, dan alat gambar
  3. Perangkat komputer/laptop dan perangkat lunak desain (opsional)
  4. Internet, jurnal, atau artikel tentang teknologi terapan penyiram tanaman
  5. Video atau gambar referensi alat penyiram tanaman otomatis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.