Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Observasi Kegiatan Penyiraman Tanaman di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Observasi Kegiatan Penyiraman Tanaman di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Observasi Kegiatan Penyiraman Tanaman di Lingkungan Sekitar

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Observasi Kegiatan Penyiraman Tanaman di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikObservasi Kegiatan Penyiraman Tanaman di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengamati dan mengidentifikasi kondisi tempat budi daya tanaman di lingkungan sekitar beserta jenis tanamannya melalui kegiatan observasi langsung.
  2. Murid mampu mengidentifikasi teknik penyiraman manual dan sumber air yang digunakan dalam kegiatan penyiraman tanaman di lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memperhatikan bagaimana tanaman di sekitar rumah atau sekolah disiram setiap hari? Apa saja tantangan yang dihadapi?
  2. Menurut kalian, apakah semua jenis tanaman membutuhkan teknik penyiraman yang sama? Mengapa?
  3. Apa yang terjadi jika tanaman tidak disiram dengan tepat waktu dan teknik yang benar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menanyakan pengalaman murid terkait menyiram tanaman di rumah atau sekolah (teknik yang digunakan, frekuensi, dan jenis tanaman yang disiram).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan ruang lingkup kegiatan observasi yang akan dilakukan.
  • Guru menampilkan gambar/video singkat tentang kegiatan penyiraman tanaman manual di berbagai lokasi (taman, sawah, kebun) untuk memantik rasa ingin tahu.
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok observasi (4-5 orang per kelompok) dan membagikan lembar observasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan aspek-aspek yang perlu diamati: kondisi tempat budi daya (lokasi, luas, media tanam), jenis tanaman, teknik penyiraman manual (gembor, selang, ember), dan sumber air (sumur, PDAM, air hujan, sungai).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang hubungan antara jenis tanaman, kebutuhan air, dan teknik penyiraman yang tepat.
  • Murid mengamati contoh lembar observasi yang telah disiapkan guru dan memahami cara pengisian kolom-kolomnya.
  • Guru memberikan kesempatan murid untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami sebelum observasi lapangan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berkelompok melakukan observasi langsung ke area budi daya tanaman di lingkungan sekolah (taman sekolah, kebun sekolah, atau area sekitar yang telah ditentukan guru).
  • Murid mengamati dan mencatat pada lembar observasi: jenis tanaman yang dibudidayakan, kondisi tempat tumbuh (media tanam, pencahayaan, drainase), teknik penyiraman yang diterapkan, serta sumber air yang digunakan.
  • Murid mendokumentasikan hasil observasi dengan foto atau sketsa sederhana sebagai bukti pengamatan.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan yang ditemui dalam kegiatan penyiraman manual di lokasi observasi (misalnya: area terlalu luas, penyiraman tidak merata, pemborosan air).
  • Setiap kelompok menyusun ringkasan hasil observasi dalam format tabel yang memuat: lokasi, jenis tanaman, teknik penyiraman, sumber air, dan permasalahan yang ditemukan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi di depan kelas secara singkat (3-4 menit per kelompok).
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau tambahan informasi berdasarkan pengalaman observasi mereka.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan temuan utama: pola teknik penyiraman, jenis sumber air dominan, dan permasalahan umum yang ditemui.
  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat: apa yang sudah dipahami, apa yang masih ingin diketahui lebih lanjut, dan ide awal solusi untuk permasalahan penyiraman yang ditemukan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil pembelajaran: kondisi tempat budi daya, jenis tanaman, teknik penyiraman manual, sumber air, dan permasalahan yang teridentifikasi.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap kinerja observasi kelompok dan menekankan pentingnya pengamatan cermat sebagai dasar merancang solusi rekayasa.
  • Guru menyampaikan gambaran umum pertemuan berikutnya yang akan membahas eksplorasi produk rekayasa alat penyiram tanaman otomatis.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pengalaman budi daya diberikan lembar observasi tambahan dengan aspek yang lebih kompleks (pH air, jadwal penyiraman ideal per jenis tanaman). Murid yang belum memiliki pengalaman diberikan panduan observasi dengan petunjuk lebih rinci dan contoh isian.
  • Proses: Murid cepat diminta menjadi koordinator kelompok yang membantu mengarahkan teman-temannya selama observasi. Murid yang membutuhkan waktu lebih diberikan pendampingan langsung oleh guru atau tutor sebaya.
  • Produk: Murid cepat menyusun ringkasan observasi dalam bentuk infografis sederhana. Murid lain menyusun ringkasan dalam bentuk tabel standar sesuai lembar observasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: Siapa yang di rumah memiliki tanaman? Bagaimana cara menyiramnya? Menggunakan alat apa? Dari mana sumber airnya?
  • Murid mengangkat tangan atau menjawab singkat untuk memetakan pengetahuan awal tentang teknik penyiraman dan jenis tanaman yang dikenal.

Proses:

  • Guru mengamati kerja kelompok selama observasi lapangan: apakah murid mencatat data dengan lengkap dan sistematis.
  • Guru memeriksa ketepatan identifikasi jenis tanaman dan teknik penyiraman pada lembar observasi saat murid bekerja.
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan dalam mengklasifikasi temuan observasi.

Akhir:

  • Penilaian produk lembar observasi kelompok berdasarkan rubrik (kelengkapan data, ketepatan identifikasi, kerapian penyajian).
  • Penilaian refleksi individu: kemampuan menyimpulkan temuan dan mengaitkan dengan potensi solusi rekayasa.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama kegiatan observasi lapangan (keaktifan mengamati, mencatat, berdiskusi).
  • Pemeriksaan lembar observasi kelompok: kelengkapan dan ketepatan data yang dicatat.
  • Tanya jawab selama presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman.

Sumatif:

  • Penilaian lembar observasi terstruktur sebagai produk akhir pertemuan ini.
  • Penilaian refleksi individu tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Mengamati dan Mengidentifikasi Kondisi Tempat Budi Daya serta Jenis TanamanTidak dapat mengidentifikasi kondisi tempat budi daya maupun jenis tanaman; lembar observasi kosong atau tidak relevan.Mampu mengidentifikasi 1-2 aspek kondisi tempat budi daya atau jenis tanaman dengan bantuan guru; data observasi belum lengkap.Mampu mengidentifikasi kondisi tempat budi daya dan jenis tanaman secara mandiri; data observasi cukup lengkap dan terorganisir.Mampu mengidentifikasi kondisi tempat budi daya dan jenis tanaman secara detail dan sistematis; data observasi lengkap, akurat, dan disertai analisis hubungan antara kondisi tempat dengan jenis tanaman.
Kemampuan Mengidentifikasi Teknik Penyiraman Manual dan Sumber AirTidak dapat menyebutkan teknik penyiraman maupun sumber air yang digunakan; tidak ada data relevan pada lembar observasi.Mampu menyebutkan 1 teknik penyiraman atau sumber air tetapi belum dapat menjelaskan kaitannya dengan kondisi tanaman; data minim.Mampu mengidentifikasi teknik penyiraman dan sumber air dengan tepat; dapat menjelaskan keterkaitan sederhana antara teknik, sumber air, dan jenis tanaman.Mampu mengidentifikasi berbagai teknik penyiraman dan sumber air secara komprehensif; mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan masing-masing teknik serta merumuskan permasalahan yang perlu diselesaikan.
Kemampuan Komunikasi Hasil ObservasiTidak dapat menyampaikan hasil observasi; tidak berpartisipasi dalam presentasi atau diskusi kelompok.Menyampaikan hasil observasi secara lisan dengan bantuan teman atau guru; penyajian data belum terstruktur.Menyampaikan hasil observasi secara lisan dan tertulis dengan cukup jelas dan terstruktur; mampu merespons pertanyaan dari teman.Menyampaikan hasil observasi secara lisan dan tertulis dengan jelas, sistematis, dan meyakinkan; mampu memberikan tanggapan kritis terhadap presentasi kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan observasi lapangan?
  • Apakah lembar observasi yang disiapkan cukup memandu murid dalam mengumpulkan data yang relevan?
  • Apakah alokasi waktu untuk observasi lapangan dan presentasi sudah proporsional?
  • Aspek mana dari tujuan pembelajaran yang masih perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari dari kegiatan observasi hari ini tentang penyiraman tanaman?
  • Kesulitan apa yang saya alami saat melakukan observasi dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Permasalahan penyiraman apa yang paling menarik perhatian saya dan mengapa?
  • Apa ide awal saya untuk mengatasi permasalahan penyiraman yang ditemukan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek)
  2. Lingkungan sekitar sekolah (taman, kebun, area budi daya tanaman)
  3. Lembar observasi terstruktur yang disiapkan guru
  4. Alat dokumentasi (kamera ponsel atau tablet untuk foto)
  5. Alat tulis dan papan jalan (clipboard) untuk mencatat di lapangan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.