Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Uji Coba Produk Lampu Sensor Suara di Lingkungan yang Relevan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Uji Coba Produk Lampu Sensor Suara di Lingkungan yang Relevan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Uji Coba Produk Lampu Sensor Suara di Lingkungan yang Relevan

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Uji Coba Produk Lampu Sensor Suara di Lingkungan yang Relevan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikUji Coba Produk Lampu Sensor Suara di Lingkungan yang Relevan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan uji coba lampu sensor suara di lingkungan yang relevan dengan prosedur benar dan memerhatikan K3.
  2. Murid dapat mengevaluasi apakah lampu sensor suara berfungsi dengan baik sesuai rancangan awal berdasarkan data uji coba.
  3. Murid dapat mendokumentasikan proses dan hasil uji coba dalam bentuk foto dan catatan sebagai bahan laporan akhir.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara memastikan lampu sensor suara buatan kalian bekerja optimal di berbagai kondisi suara?
  2. Apakah lampu akan menyala saat ada tepukan, musik, atau suara bising di lingkungan sekitar?
  3. Jika dipasang di lorong sekolah, apakah sensitivitas sensornya cukup? Bagaimana kita mengujinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu tentang efektivitas lampu sensor suara di lingkungan nyata.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai: melakukan uji coba, mengevaluasi fungsi, dan mendokumentasikan hasil uji coba.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: “Apa yang kalian ketahui tentang cara uji coba produk rekayasa? Sebutkan satu kriteria agar lampu sensor suara dikatakan berhasil!”
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan memastikan setiap kelompok membawa lampu sensor suara yang telah dibuat sebelumnya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Setiap kelompok membaca kembali desain rancangan dan kriteria keberhasilan lampu sensor suara yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru menjelaskan prosedur uji coba: cara memberikan input suara (tepukan/ketukan/berbicara), pengamatan respons lampu (menyala/mati, sensitivitas), serta lingkungan uji yang relevan (dalam/luar ruangan, dekat sumber suara).
  • Kelompok mendiskusikan dan merencanakan lokasi serta skenario uji coba yang akan dilakukan (misal: koridor, depan kelas, atau halaman sekolah) dan menyepakati pembagian tugas perekam data dan pengoperasian lampu.
  • Guru menekankan pentingnya K3 selama uji coba, terutama keamanan arus listrik DC dan penanganan alat tajam.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bersama kelompoknya keluar kelas menuju lingkungan yang telah direncanakan.
  • Dengan bimbingan guru, setiap kelompok melakukan uji coba lampu sensor suara: memberikan berbagai variasi suara (tepukan keras, tepukan lembut, suara omongan, suara ketukan) dan mencatat respons lampu (menyala, redup, atau mati).
  • Murid mengamati dan mencatat apakah lampu berfungsi sesuai rancangan, termasuk mencatat jarak efektif sensor dan sensitivitas terhadap jenis suara berbeda.
  • Setiap kelompok mendokumentasikan kegiatan uji coba menggunakan kamera/smartphone: memotret pose saat uji coba, close-up lampu saat menyala, serta kondisi lingkungan sekitar.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengevaluasi hasil sementara: apakah lampu sudah memenuhi kriteria? Jika tidak, apa kendalanya?

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok kembali ke kelas dan duduk bersama untuk menyusun catatan refleksi.
  • Murid mengisi lembar refleksi: menuliskan hasil uji coba, kendala yang dihadapi, penyebab kegagalan (jika ada), dan rekomendasi perbaikan.
  • Setiap kelompok menempelkan foto hasil dokumentasi pada kertas plano atau slide sederhana untuk dipresentasikan singkat.
  • Secara individu, murid melakukan penilaian diri (self-assessment) tentang kontribusi dalam uji coba, pemahaman terhadap fungsi produk, dan sikap kerja sama.

Penutup:

  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan hasil uji coba secara singkat (2 menit), menyampaikan apakah lampu berfungsi baik dan temuan penting.
  • Guru memberikan umpan balik lisan terhadap presentasi dan menekankan pentingnya evaluasi produk sebagai bagian dari siklus desain rekayasa.
  • Murid mengumpulkan dokumentasi (foto + catatan hasil uji coba) sebagai bahan laporan akhir dan portofolio.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: uji coba di lingkungan relevan memberikan data valid tentang performa produk.
  • Guru menutup dengan doa dan salam.
  • Refleksi murid: Murid menjawab pertanyaan singkat: “Apa yang paling menantang saat uji coba? Bagaimana perasaan kalian setelah berhasil mengujinya?” (bisa tulis di sticky note atau lembar refleksi).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat paham diberikan tambahan pertanyaan reflektif: 'Bagaimana cara meningkatkan sensitivitas sensor jika uji coba gagal?' Untuk murid yang lambat difokuskan pada pemahaman prosedur dasar uji coba dengan pendampingan gambar.
  • Proses: Kelompok diatur agar heterogen. Murid yang membutuhkan bimbingan lebih mendapat perhatian langsung guru saat uji coba. Murid cepat dapat berperan sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Hasil dokumentasi dapat berupa foto dan catatan sederhana (bagi yang kurang mahir) atau dilengkapi dengan data tabel dan grafik sederhana (bagi yang mahir).

ASESMEN

Awal:

  • Kuis lisan singkat: 'Sebutkan ciri-ciri lampu sensor suara yang berfungsi baik sesuai rancangan kalian!'

Proses:

  • Observasi saat siswa melakukan uji coba, mencatat ketepatan prosedur, kerjasama, dan keaktifan menggunakan rubrik proses
  • Penilaian terhadap catatan lapangan yang diisi murid saat uji coba

Akhir:

  • Penilaian hasil dokumentasi akhir (foto, catatan evaluasi) dan refleksi lisan/tertulis di akhir pembelajaran dengan rubrik dokumentasi

Formatif:

  • Observasi kinerja selama uji coba dengan ceklist dan rubrik
  • Penilaian catatan hasil uji coba di lembar kerja

Sumatif:

  • Penilaian laporan dokumentasi (foto dan deskripsi) setelah kegiatan
  • Penilaian presentasi singkat hasil uji coba

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Prosedur Uji CobaMurid tidak mengikuti prosedur dan tidak memperhatikan K3.Murid mencoba prosedur namun belum urut dan kurang memerhatikan K3.Murid melakukan uji coba sesuai prosedur dengan K3 baik, namun masih perlu arahan.Murid melakukan uji coba secara mandiri, prosedur lengkap, dan memerhatikan K3 dengan ketat.
Evaluasi Kinerja ProdukBelum mampu menilai apakah lampu berfungsi sesuai rancangan.Dapat menyebutkan hasil tapi belum membandingkan dengan kriteria.Mampu membandingkan hasil uji coba dengan kriteria rancangan dan menyimpulkan keberhasilan/kegagalan.Mampu mengevaluasi rinci, mengidentifikasi penyebab kegagalan, dan memberi rekomendasi perbaikan.
Dokumentasi Hasil Uji CobaTidak mengumpulkan dokumentasi atau bukti yang sangat minim.Mengumpulkan foto tanpa catatan yang jelas.Mendokumentasikan dengan foto dan catatan hasil uji coba yang cukup informatif.Dokumentasi lengkap: foto berlabel jelas, catatan sistematis, dan menyajikan data pendukung.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid antusias saat uji coba di lingkungan relevan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah proporsional?
  • Kendala apa yang paling sering ditemui murid saat uji coba?
  • Bagaimana efektivitas diferensiasi yang diberikan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menantang saat menguji lampu sensor suara di lingkungan nyata?
  • Apakah lampu sensormu berfungsi sesuai harapan? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu perbaiki jika harus membuat ulang lampu ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil mendokumentasikan kerja kelompokmu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X
  2. Lampu sensor suara hasil buatan murid (produk jadi)
  3. Kamera/smartphone untuk dokumentasi
  4. Lembar catatan uji coba dan ATK
  5. Lingkungan sekitar sekolah sebagai lokasi uji coba relevan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.