Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 2: Penyelesaian Produk)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 2: Penyelesaian Produk)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 2: Penyelesaian Produk)

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Kegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 2: Penyelesaian Produk)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKegiatan Produksi Lampu Sensor Suara (Tahap 2: Penyelesaian Produk)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyelesaikan pembuatan produk lampu sensor suara secara lengkap sesuai prosedur kerja yang telah direncanakan.
  2. Murid dapat mendokumentasikan prosedur kerja pembuatan lampu sensor suara secara terperinci sebagai bagian dari laporan kegiatan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang harus kita perhatikan saat merakit komponen elektronik agar lampu sensor suara dapat berfungsi dengan baik dan aman?
  2. Mengapa penting bagi kita untuk mendokumentasikan setiap langkah pembuatan produk secara terperinci?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kegiatan dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang fokus pada penyelesaian produk dan dokumentasi laporan.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memotivasi murid.
  • Murid memeriksa seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat lampu sensor suara di meja masing-masing.
  • Murid mempersiapkan desain rancangan alat dan prosedur pembuatan produk yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta beberapa murid menjelaskan fungsi alat dan bahan yang akan digunakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penguatan dari guru mengenai pentingnya Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), terutama saat menggunakan alat tajam dan perlunya menggunakan arus DC untuk keamanan.
  • Murid mengidentifikasi kembali fungsi tiap-tiap alat dan bahan serta urutan prosedur kerja yang telah mereka rencanakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berkelompok mulai merakit dan menyelesaikan pembuatan lampu sensor suara berdasarkan desain rangkaian.
  • Murid melakukan uji coba lampu sensor suara di lingkungan yang relevan untuk memastikan alat berfungsi dengan baik.
  • Murid mendokumentasikan hasil akhir dan setiap tahapan prosedur kerja (bisa dalam bentuk foto atau catatan detail) untuk bahan laporan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengevaluasi hasil uji coba produk mereka, mendiskusikan kendala yang dihadapi saat perakitan, dan bagaimana mereka mengatasinya.
  • Murid menyusun draf laporan akhir kegiatan (dapat berbentuk jurnal, makalah, atau portofolio) berdasarkan dokumentasi yang telah dikumpulkan.

Penutup:

  • Murid melakukan pameran kelas mini untuk mempresentasikan hasil produk lampu sensor suara dan menceritakan pengalaman selama proses pembuatan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif, berhasil membuat produk, maupun yang memberikan saran konstruktif.
  • Guru mengingatkan murid untuk menyimpan bukti pembelian alat/bahan untuk pertemuan berikutnya (materi HPP).
  • Murid mengisi lembar refleksi suasana (menggunakan emoji) dan refleksi pemahaman konten.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan panduan perakitan dalam bentuk diagram visual bagi murid yang membutuhkan, dan instruksi tertulis detail bagi yang lebih nyaman membaca.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan dalam perakitan komponen, sementara kelompok yang sudah mahir diberikan kebebasan untuk melakukan troubleshooting secara mandiri.
  • Produk: Murid dibebaskan memilih format laporan akhir kegiatan, baik berupa jurnal kegiatan, makalah, portofolio fisik, maupun logbook digital/video.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat di awal pembelajaran: 'Sebutkan satu alat yang kalian bawa hari ini dan jelaskan fungsinya dalam pembuatan lampu sensor suara!'

Proses:

  • Guru berkeliling menggunakan rubrik observasi untuk menilai kekompakan kelompok, kepatuhan pada prosedur K3, dan ketepatan langkah perakitan.

Akhir:

  • Guru menilai hasil uji coba produk pada saat pameran kelas (apakah sensor suara merespons dengan baik) dan kelengkapan laporan/dokumentasi yang diserahkan.

Formatif:

  • Observasi penerapan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) selama proses perakitan.
  • Tanya jawab lisan mengenai fungsi alat dan bahan saat proses produksi berlangsung.

Sumatif:

  • Penilaian produk akhir (berfungsinya lampu sensor suara).
  • Penilaian dokumen laporan prosedur kerja (kelengkapan dan detail dokumentasi).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penyelesaian Produk (Fungsi Lampu Sensor Suara)Produk belum selesai dirakit dan tidak dapat berfungsi sama sekali.Produk selesai dirakit namun sensor suara tidak merespons atau lampu tidak menyala dengan stabil.Produk selesai dirakit dan berfungsi dengan baik, lampu menyala saat ada suara, namun perakitan kurang rapi.Produk selesai dirakit dengan sangat rapi, aman, dan berfungsi sangat responsif terhadap sensor suara sesuai desain.
Penerapan K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja)Murid mengabaikan instruksi K3 dan menggunakan alat dengan cara yang membahayakan.Murid perlu sering diingatkan oleh guru untuk menerapkan K3 selama bekerja.Murid menerapkan K3 dengan baik secara mandiri selama proses perakitan.Murid sangat disiplin menerapkan K3, menjaga kebersihan area kerja, dan saling mengingatkan anggota kelompoknya.
Dokumentasi dan Laporan Prosedur KerjaTidak ada dokumentasi dan laporan tidak memuat prosedur kerja yang jelas.Dokumentasi kurang lengkap, laporan memuat prosedur kerja namun tidak terperinci.Dokumentasi cukup lengkap, laporan memuat prosedur kerja secara terperinci dan sesuai dengan yang dilakukan.Dokumentasi sangat lengkap (foto/catatan detail tiap tahap), laporan disusun sangat sistematis, terperinci, dan menyertakan evaluasi kendala.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh kelompok berhasil menyelesaikan produknya tepat waktu?
  • Apakah instruksi mengenai K3 sudah dipahami dan diterapkan dengan baik oleh murid?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi kelompok yang mengalami kendala teknis dengan lebih efektif di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Gambarkan perasaanmu selama merakit lampu sensor suara hari ini menggunakan emoji!
  • Bagian mana dari proses perakitan yang menurutmu paling menantang, dan bagaimana kamu mengatasinya?
  • Apakah dokumentasi yang kamu buat sudah cukup jelas untuk membantu orang lain meniru karya kelompokmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X
  2. Komponen elektronik lampu sensor suara (modul sensor suara, lampu LED, kabel jumper, baterai DC, dll)
  3. Alat kerja (tang, gunting kabel, selotip listrik, dll)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) dan format laporan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.