Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Lampu Sensor Suara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Lampu Sensor Suara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Lampu Sensor Suara

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Lampu Sensor Suara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) Lampu Sensor Suara
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) lampu sensor suara dengan tepat berdasarkan bukti pembelian alat dan bahan yang telah dikumpulkan selama kegiatan produksi.
  2. Murid mampu menganalisis kelayakan harga jual produk lampu sensor suara berdasarkan hasil perhitungan HPP sebagai dasar perencanaan wirausaha sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari mana kita tahu biaya sesungguhnya untuk membuat satu unit lampu sensor suara?
  2. Bagaimana cara menghitung agar harga jual tidak merugi namun tetap bersaing di pasaran?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik secara lisan: “Apa yang kalian ketahui tentang Harga Pokok Produksi? Sebutkan komponen biaya yang termasuk di dalamnya!” untuk menggali pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini, serta mengaitkan dengan proyek lampu sensor suara yang telah dibuat.
  • Guru memotivasi murid dengan menekankan pentingnya perhitungan HPP dalam menentukan kelayakan suatu produk wirausaha, menampilkan contoh kasus produk rekayasa yang gagal karena salah hitung harga jual.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep HPP, rumus dasar (total biaya bahan baku + biaya tenaga kerja + overhead produksi), dan cara mendapatkan data dari bukti pembelian yang telah mereka kumpulkan.
  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan menerima Lembar Kerja berisi panduan identifikasi biaya dari bukti-bukti yang mereka miliki selama produksi lampu sensor suara.
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan komponen biaya: bahan, alat bantu habis pakai, biaya listrik (overhead), serta estimasi waktu kerja (tenaga kerja).
  • Guru memantau jalannya diskusi dan memberikan scaffolding kepada kelompok yang kesulitan membedakan jenis biaya, sambil mengajukan pertanyaan pemandu: “Apakah biaya solder masuk bahan atau alat?”

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menghitung total biaya bahan baku, total biaya tenaga kerja (dengan asumsi upah per jam), dan total overhead produksi menggunakan data dari bukti pembelian.
  • Murid menghitung HPP per unit lampu sensor suara dengan rumus: HPP = (total bahan + total tenaga kerja + total overhead) / jumlah unit yang diproduksi.
  • Berdasarkan HPP, setiap kelompok menganalisis dan menetapkan harga jual yang layak (misal: HPP + margin keuntungan 20-30%) serta mempertimbangkan daya beli konsumen.
  • Murid menuangkan hasil perhitungan dan analisis dalam bentuk laporan HPP sederhana yang memuat tabel biaya, perhitungan, harga jual, dan alasan penetapannya.
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung (asesmen formatif) terhadap proses perhitungan dan analisis, serta mendorong kelompok untuk saling mengecek akurasi data.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan laporan HPP mereka kepada kelompok lain secara bergiliran (windows presentation) dan mendapat tanggapan dari teman.
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) dengan mengisi angket singkat: “Seberapa yakin kamu dengan keakuratan perhitunganmu? Bagian mana yang paling menantang?”
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas: “Apa yang kalian pelajari hari ini? Mengapa perhitungan HPP penting untuk seorang wirausahawan?”
  • Murid menuliskan satu hal baru yang mereka pahami dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui tentang penetapan harga jual di jurnal belajar.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin penting: komponen HPP, rumus perhitungan, dan hubungannya dengan kelayakan harga jual.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa tugas individu: setiap murid memodifikasi laporan HPP kelompok menjadi laporan akhir yang rapi, lengkap dengan analisis kelayakan harga jual dan satu rekomendasi strategi wirausaha sederhana.
  • Guru menyampaikan kegiatan lanjutan: pertemuan berikutnya akan membahas strategi pemasaran produk lampu sensor suara.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang sudah mahir, disediakan artikel tambahan tentang penetapan harga berbasis pasar dan titik impas (BEP). Bagi yang masih berkembang, diberikan kartu bantuan berisi contoh pengelompokan biaya.
  • Proses: Kelompok dibentuk secara heterogen; murid yang lebih cepat dapat menjadi tutor sebaya. Guru menyediakan waktu tambahan untuk konsultasi bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih intensif.
  • Produk: Murid dapat memilih format laporan HPP: tulis tangan, diketik digital, atau infografis sederhana. Bagi yang mengalami kesulitan, laporan boleh fokus pada perhitungan inti tanpa analisis yang terlalu dalam.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: pengertian HPP, komponen biaya produksi. Digunakan untuk memetakan kesiapan murid.

Proses:

  • Penilaian kinerja kelompok selama kegiatan memahami dan mengaplikasi menggunakan lembar observasi yang berfokus pada partisipasi, akurasi identifikasi biaya, dan kerjasama.
  • Umpan balik langsung guru saat berkeliling terhadap Lembar Kerja perhitungan HPP.

Akhir:

  • Tugas individu: laporan HPP lengkap dengan analisis kelayakan harga jual, dinilai menggunakan rubrik ketepatan perhitungan, kelengkapan komponen, dan kedalaman analisis.
  • Refleksi diri murid melalui jurnal pembelajaran singkat.

Formatif:

  • Observasi kinerja kelompok saat diskusi dan perhitungan menggunakan lembar catatan guru.
  • Penilaian Lembar Kerja perhitungan HPP berdasarkan rubrik proses.

Sumatif:

  • Laporan akhir HPP individu (melanjutkan pekerjaan kelompok) yang dinilai dengan rubrik produk.
  • Presentasi kelompok dengan rubrik komunikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)Belum mampu mengidentifikasi komponen biaya; perhitungan banyak kesalahan dan tidak lengkap.Mampu mengidentifikasi sebagian komponen biaya, namun perhitungan masih mengandung kesalahan atau tidak disertai satuan yang jelas.Mampu mengidentifikasi semua komponen biaya dengan benar, perhitungan tepat, dan menggunakan rumus HPP sesuai dengan petunjuk.Identifikasi komponen biaya lengkap dan terperinci (termasuk biaya overhead tak terduga), perhitungan tepat, serta mampu menjelaskan setiap langkah perhitungan dengan logis.
Analisis Kelayakan Harga JualBelum dapat menghubungkan HPP dengan harga jual; penentuan harga jual tidak rasional atau asal-asalan.Dapat mengusulkan harga jual dengan margin keuntungan namun belum mempertimbangkan faktor pasar atau daya beli konsumen.Mampu menetapkan harga jual berdasarkan HPP plus margin yang wajar, disertai alasan singkat (misal: harga pesaing, target konsumen).Menetapkan harga jual yang kompetitif dengan analisis mendalam terhadap HPP, margin, harga pasar, serta memberikan rekomendasi strategi wirausaha sederhana yang terukur.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid aktif terlibat dalam proses perhitungan HPP?
  • Bagian mana yang masih membingungkan murid dan perlu pengulangan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan berjalan efektif?
  • Apakah penilaian proses yang saya lakukan sudah mencerminkan capaian tujuan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pahami tentang Harga Pokok Produksi setelah pembelajaran ini?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat menghitung HPP dan menentukan harga jual?
  • Menurutmu, seberapa penting perhitungan HPP dalam perencanaan wirausaha? Jelaskan.
  • Apa hal baru yang ingin kamu pelajari lebih lanjut terkait biaya produksi atau wirausaha?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa SMA/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2021 (Unit 1 Lampu Sensor Suara, Aktivitas 8).
  2. Lembar Kerja Murid (LKPD) Perhitungan HPP yang disiapkan guru.
  3. Bukti pembelian asli (nota, struk) alat dan bahan yang dikumpulkan murid selama produksi lampu sensor suara.
  4. Kalkulator, alat tulis, dan kertas/buku untuk laporan.
  5. Contoh tabel perhitungan HPP sederhana di papan tulis/slide presentasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.