Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Sejarah Penemuan Lampu dan Perkembangannya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa kelas 10 dengan topik "Sejarah Penemuan Lampu dan Perkembangannya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa Kelas 10: Sejarah Penemuan Lampu dan Perkembangannya

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Sejarah Penemuan Lampu dan Perkembangannya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikSejarah Penemuan Lampu dan Perkembangannya
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan sejarah penemuan lampu mulai dari lampu minyak hingga lampu modern secara kronologis dan akurat.
  2. Murid dapat mengidentifikasi perkembangan teknologi lampu dari lampu pijar Edison hingga lampu otomatis berbasis sensor sebagai konteks produk rekayasa teknologi terapan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana manusia menerangi kegelapan di malam hari sebelum ada lampu listrik?
  2. Menurutmu, apa penemuan terbesar dalam sejarah lampu? Mengapa?
  3. Bagaimana sebuah lampu bisa menyala hanya dengan tepukan tangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan bertanya: 'Apa saja komponen penyusun rangkaian lampu sederhana agar dapat menyala?' untuk menggali pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari sejarah lampu dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memotivasi murid dengan menampilkan gambar obor, lampu minyak, lampu pijar, hingga lampu sensor dan menanyakan pendapat mereka tentang perkembangan tersebut.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok kecil (4-5 orang) dan menerima LKPD yang berisi urutan kronologis penemuan lampu dari lampu minyak/obor hingga lampu modern, serta tabel perkembangan teknologi lampu.
  • Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan teks sejarah singkat dari Buku Guru dan sumber daring yang disediakan guru, lalu melengkapi garis waktu (timeline) penemuan lampu.
  • Guru membimbing diskusi dengan pendekatan mindful, meminta murid mengamati gambar dan mencatat perubahan utama pada setiap era.
  • Murid mengisi tabel identifikasi perkembangan: nama lampu, tahun, penemu/inovator, kelebihan, dan keterbatasannya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih salah satu jenis lampu dari sejarah dan membuat poster sederhana atau infografis digital yang menunjukkan bagaimana lampu tersebut menjadi dasar bagi teknologi lampu masa kini (lampu sensor suara, smart home).
  • Guru mendorong kreativitas dengan memberikan contoh menghubungkan lampu pijar Edison dengan inovasi lampu hemat energi dan otomatisasi rumah.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan poster/infografis di depan kelas dan kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menjawab pertanyaan reflektif secara individu: 'Mengapa penting memahami sejarah penemuan lampu sebelum merancang produk lampu sensor suara?' dan 'Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa lampu modern berawal dari ide sederhana Edison?'
  • Guru memandu diskusi singkat tentang nilai kegigihan dan kreativitas para penemu, mengaitkan dengan profil pelajar Pancasila.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri: skala 1-4 pemahaman terhadap sejarah lampu dan keinginan untuk mendalami teknologi sensor.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat (3 pertanyaan) tentang poin penting sejarah lampu.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini, menekankan bahwa inovasi lahir dari pemahaman sejarah dan kebutuhan.
  • Guru menyampaikan tugas membaca tentang komponen lampu sensor suara untuk pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang lambat: diberikan bacaan dengan ilustrasi lebih banyak dan daftar kata kunci. Untuk yang cepat: diberikan artikel tambahan tentang smart home dan sensor suara.
  • Proses: Murid cepat dapat membantu teman dalam kelompok dan diberi tantangan membuat diagram alir inovasi lampu. Murid lambat dibimbing lebih intensif oleh guru dalam mengisi timeline.
  • Produk: Murid cepat membuat infografis digital, sedangkan murid lambat membuat poster manual dengan template yang disediakan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Apa saja komponen penyusun rangkaian lampu sederhana agar dapat menyala?' untuk mendiagnosis pengetahuan awal tentang kelistrikan dan lampu.

Proses:

  • Observasi kinerja kelompok saat berdiskusi dan melengkapi timeline sejarah lampu menggunakan lembar ceklis partisipasi.
  • Penilaian tabel identifikasi perkembangan teknologi lampu (kebenaran data, kelengkapan, kronologi).
  • Penilaian presentasi poster/infografis (kejelasan isi, kreativitas, kemampuan menjawab pertanyaan).

Akhir:

  • Kuis individu 3 soal pilihan ganda/uraian singkat tentang tokoh kunci dan urutan penemuan lampu.
  • Refleksi diri murid (pemahaman dan sikap) sebagai data tambahan.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok (lembar ceklis partisipasi dan pemahaman)
  • Penilaian LKPD (timeline dan tabel identifikasi)
  • Tanya jawab lisan selama presentasi

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat di akhir pertemuan
  • Penilaian produk poster/infografis

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Kronologi Sejarah LampuTidak dapat menyusun urutan penemuan lampu, banyak informasi yang salah atau hilang.Menyusun urutan dengan beberapa kesalahan tahun atau penemu, kurang lengkap.Urutan akurat dan lengkap dari lampu minyak hingga lampu pijar, namun kurang detail pada era modern.Urutan kronologis sangat akurat, lengkap dari obor hingga smart home, serta mencantumkan inovator dan tahun dengan tepat.
Identifikasi Perkembangan TeknologiTidak dapat menyebutkan perbedaan dasar antar jenis lampu atau tidak mengerjakan tabel.Mengidentifikasi 1-2 jenis lampu dengan kelebihan/kekurangan, tetapi kurang menghubungkan dengan konteks rekayasa.Mengidentifikasi minimal 3 jenis lampu, menjelaskan kelebihan/kekurangannya, dan mulai menghubungkan ke lampu sensor.Mengidentifikasi semua jenis lampu yang diminta, menjelaskan secara rinci kelebihan/kekurangan, dan dengan jelas menunjukkan kaitan sebagai dasar produk rekayasa lampu sensor suara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan timeline dan identifikasi sudah memfasilitasi pemahaman sejarah lampu secara kronologis?
  • Bagaimana tingkat keterlibatan murid dalam diskusi dan presentasi? Apakah perlu variasi metode untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah asesmen proses sudah cukup untuk mengukur kedua tujuan pembelajaran? Adakah murid yang perlu pendampingan khusus?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari sejarah lampu yang paling menarik bagimu? Mengapa?
  • Seberapa jelas kamu sekarang memahami urutan penemuan lampu dari masa ke masa? (beri skor 1-4)
  • Apakah kamu sudah bisa menghubungkan lampu jaman dulu dengan teknologi lampu sensor suara yang akan kita pelajari?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang lampu atau rekayasa teknologi terapan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Rekayasa untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Artikel atau video dokumenter tentang Thomas Edison dan sejarah lampu (disiapkan guru dari platform edukasi seperti YouTube Kids atau Ruangguru)
  3. Gambar-gambar lampu dari masa ke masa (lilin, lampu minyak, lampu pijar, lampu LED, lampu sensor suara)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) timeline dan tabel identifikasi
  5. Spidol warna, kertas poster, laptop/tablet untuk infografis
  6. Proyektor dan layar untuk menampilkan gambar/video pendek

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.