Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Proses Produksi Tahap 2 — Penyelesaian dan Finishing Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Proses Produksi Tahap 2 — Penyelesaian dan Finishing Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Proses Produksi Tahap 2 — Penyelesaian dan Finishing Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Proses Produksi Tahap 2 — Penyelesaian dan Finishing Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikProses Produksi Tahap 2 — Penyelesaian dan Finishing Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menyelesaikan pembuatan produk aksesoris eksterior dari bahan lokal hingga tahap finishing dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari.
  2. Murid mampu mendokumentasikan langkah-langkah proses pengerjaan produk aksesoris eksterior di dalam jurnal siswa secara sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membedakan produk aksesoris eksterior yang terlihat profesional dari yang masih kasar, dan bagaimana finishing berperan di dalamnya?
  2. Mengapa mendokumentasikan setiap langkah produksi penting bagi seorang perajin atau wirausahawan?
  3. Teknik finishing apa yang paling cocok untuk bahan lokal yang kalian gunakan, dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid bersyukur atas kesempatan berkarya dengan bahan lokal.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: meminta 2-3 murid menyebutkan tahap produksi yang sudah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya dan kendala yang dihadapi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menyelesaikan produk hingga finishing dan mendokumentasikan proses dalam jurnal siswa.
  • Guru menampilkan contoh produk yang sudah di-finishing dan yang belum, lalu mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun motivasi.
  • Guru mengingatkan prosedur keselamatan kerja: penggunaan APD, tata letak alat, dan kebersihan area kerja.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan teknik finishing (menghaluskan, melapisi, mewarnai, atau memberi pelindung) yang sesuai dengan bahan lokal yang digunakan murid.
  • Murid mengamati demonstrasi dan mencatat urutan langkah finishing di jurnal siswa.
  • Guru menjelaskan kriteria kualitas finishing yang baik: kehalusan permukaan, kemerataan warna/pelapis, kerapihan detail, dan daya tahan.
  • Murid mengidentifikasi teknik finishing yang akan mereka terapkan pada produk masing-masing berdasarkan karakteristik bahan lokal yang dipakai.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melanjutkan dan menyelesaikan pembuatan produk aksesoris eksterior sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
  • Murid menerapkan teknik finishing pada produk: menghaluskan permukaan, memberikan lapisan pelindung atau pewarnaan sesuai rencana.
  • Selama bekerja, murid mendokumentasikan setiap langkah proses pengerjaan dalam jurnal siswa secara kronologis, dilengkapi foto atau sketsa.
  • Guru melakukan pemantauan berkeliling (observasi), memberikan umpan balik individual terhadap kualitas proses dan dokumentasi.
  • Murid yang lebih cepat selesai membantu teman yang mengalami kesulitan teknis atau menyempurnakan detail finishing produknya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memeriksa kembali produk akhir mereka berdasarkan kriteria kualitas finishing yang telah dibahas.
  • Murid melengkapi jurnal siswa dengan refleksi tertulis: apa yang berhasil, kendala yang ditemui, dan solusi yang diterapkan.
  • Dua hingga tiga murid mempresentasikan singkat proses dan hasil finishing produk mereka kepada kelas.
  • Murid lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif terhadap produk yang dipresentasikan.
  • Guru memberikan umpan balik keseluruhan dan menghubungkan pengalaman hari ini dengan kompetensi wirausaha: pentingnya kualitas finishing untuk nilai jual produk.

Penutup:

  • Murid membereskan seluruh peralatan dan membersihkan area kerja.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat secara lisan: Apakah saya berhasil menyelesaikan produk sesuai waktu? Apakah dokumentasi jurnal saya lengkap?
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan tambahan mendapat lembar panduan finishing bergambar langkah demi langkah; murid mahir mendapat tantangan menerapkan teknik finishing kombinasi.
  • Proses: Murid yang lebih lambat mendapat pendampingan langsung dari guru atau tutor sebaya; murid cepat diberi kesempatan mengeksplorasi variasi finishing secara mandiri.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar cukup menyelesaikan finishing standar sesuai desain; murid mahir diharapkan menambahkan detail finishing kreatif dan dokumentasi yang lebih mendalam.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan kepada murid: Sebutkan tahap produksi yang sudah kamu selesaikan pada pertemuan sebelumnya!
  • Guru meminta murid menunjukkan progres produk dan mengidentifikasi bagian mana yang masih perlu diselesaikan dan di-finishing.

Proses:

  • Observasi guru terhadap ketepatan murid dalam menerapkan teknik finishing pada produk.
  • Pengecekan jurnal siswa di tengah kegiatan: apakah langkah-langkah tercatat secara kronologis dan jelas.
  • Umpan balik lisan guru terhadap kualitas kerja dan kerapihan proses selama berkeliling.

Akhir:

  • Penilaian produk akhir menggunakan rubrik aspek finishing (kehalusan, kemerataan, kerapihan, daya tahan).
  • Penilaian jurnal siswa menggunakan rubrik aspek dokumentasi (kelengkapan, sistematika, refleksi).

Formatif:

  • Observasi proses kerja murid selama tahap finishing menggunakan lembar pengamatan.
  • Pengecekan jurnal siswa secara berkala selama kegiatan berlangsung untuk memastikan dokumentasi berjalan.
  • Tanya jawab lisan individual saat guru berkeliling untuk mengecek pemahaman teknik.

Sumatif:

  • Penilaian produk akhir aksesoris eksterior berdasarkan rubrik kualitas finishing.
  • Penilaian kelengkapan dan sistematika jurnal siswa sebagai dokumentasi proses produksi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kualitas Finishing ProdukProduk belum menunjukkan upaya finishing; permukaan masih kasar, tidak ada pelapis atau pewarnaan.Produk menunjukkan upaya finishing namun hasilnya belum merata; masih terdapat bagian yang kasar atau belum terlapisi.Produk sudah di-finishing dengan baik; permukaan halus dan pewarnaan/pelapis cukup merata dengan sedikit ketidaksempurnaan.Produk di-finishing secara profesional; permukaan sangat halus, pewarnaan/pelapis merata sempurna, detail rapi, dan menunjukkan daya tahan yang baik.
Dokumentasi Jurnal SiswaJurnal tidak diisi atau hanya berisi catatan sangat minim tanpa urutan yang jelas.Jurnal mencatat sebagian langkah produksi namun belum kronologis dan tidak dilengkapi bukti visual atau refleksi.Jurnal mencatat langkah-langkah produksi secara kronologis, dilengkapi foto/sketsa, namun refleksi masih kurang mendalam.Jurnal sangat lengkap dan sistematis: semua langkah tercatat kronologis, dilengkapi foto/sketsa berkualitas, serta refleksi mendalam tentang kendala dan solusi.
Kemandirian dan Tanggung Jawab KerjaMurid tidak dapat bekerja tanpa instruksi berulang; area kerja berantakan dan alat tidak dikembalikan.Murid memerlukan beberapa kali bimbingan; area kerja cukup tertata namun perlu diingatkan untuk membereskan alat.Murid bekerja secara mandiri dengan sedikit bimbingan; area kerja tertata dan alat dikembalikan setelah digunakan.Murid bekerja sepenuhnya mandiri, mengelola waktu dengan baik, menjaga area kerja tetap rapi sepanjang proses, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan produk hingga tahap finishing dalam alokasi waktu yang tersedia?
  • Apakah teknik demonstrasi finishing yang saya lakukan cukup jelas sehingga murid dapat menerapkannya secara mandiri?
  • Bagaimana kualitas dokumentasi jurnal siswa secara keseluruhan? Apakah perlu strategi berbeda untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan efektif membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apakah saya berhasil menyelesaikan pembuatan produk sesuai tenggat waktu yang ditetapkan?
  • Apakah saya dapat menemukan solusi dari masalah yang ditemui selama proses finishing?
  • Apakah dokumentasi di jurnal saya sudah lengkap dan dapat dipahami orang lain?
  • Teknik finishing apa yang paling berhasil saya terapkan dan apa yang perlu saya perbaiki di kesempatan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek)
  2. Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan Kelas X
  3. Contoh produk aksesoris eksterior yang sudah di-finishing (produk model)
  4. Bahan lokal sesuai proyek murid (bambu, rotan, tempurung kelapa, kayu, batu, atau bahan lokal lainnya)
  5. Alat finishing: ampelas berbagai grit, kuas, cat/pernis/pelapis, lap halus
  6. Jurnal siswa/lembar kerja dokumentasi proses
  7. Kamera atau ponsel untuk dokumentasi foto proses
  8. Video tutorial teknik finishing bahan lokal (opsional, untuk pengayaan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.