MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Proses Produksi Tahap 1 — Persiapan Bahan Lokal dan Pembentukan Awal Produk Aksesoris Eksterior INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Proses Produksi Tahap 1 — Persiapan Bahan Lokal dan Pembentukan Awal Produk Aksesoris Eksterior |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mempersiapkan bahan lokal (tanah liat, bambu, kayu, rotan, dll.) sesuai dengan rancangan produk aksesoris eksterior yang telah dibuat.
- Murid mampu menerapkan teknik pengolahan bahan lokal yang dipilih pada tahap pembentukan awal produk aksesoris eksterior secara berkelompok.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja karakteristik bahan lokal di daerahmu yang membuatnya cocok dijadikan aksesoris eksterior?
- Bagaimana cara mempersiapkan bahan alam agar siap dibentuk menjadi produk yang kuat dan tahan cuaca?
- Mengapa penting memahami sifat bahan sebelum memulai proses pembentukan awal?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Sebutkan bahan lokal apa saja yang sudah kalian siapkan sesuai rancangan minggu lalu? Apa yang kalian ketahui tentang cara mengolah bahan tersebut?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempersiapkan bahan lokal dan melakukan pembentukan awal produk aksesoris eksterior.
- Guru menayangkan gambar atau video singkat (2-3 menit) proses persiapan bahan lokal untuk memantik motivasi murid.
- Guru mengingatkan aturan keselamatan kerja saat menggunakan alat dan bahan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan cara mempersiapkan bahan lokal: memilih, membersihkan, mengukur, dan memotong bahan sesuai rancangan (tanah liat diuleni, bambu dibelah dan dihaluskan, kayu dipotong sesuai ukuran, rotan direndam).
- Murid mengamati demonstrasi dan mencatat langkah-langkah persiapan bahan pada lembar kerja.
- Guru menjelaskan karakteristik masing-masing bahan lokal dan teknik dasar pembentukan awal yang sesuai (teknik pijit untuk tanah liat, teknik anyam untuk bambu/rotan, teknik pahat/ukir untuk kayu).
- Murid mengidentifikasi bahan dan teknik yang akan digunakan kelompoknya berdasarkan rancangan produk yang telah dibuat sebelumnya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bekerja secara berkelompok (4-5 orang) untuk mempersiapkan bahan lokal masing-masing: membersihkan, mengukur, memotong, dan menyiapkan bahan sesuai kebutuhan rancangan.
- Setiap anggota kelompok mendapat peran spesifik (pengukur, pemotong, pembersih, pengontrol kualitas) untuk memastikan kolaborasi efektif.
- Murid memulai proses pembentukan awal produk aksesoris eksterior menggunakan teknik pengolahan yang telah dipelajari.
- Guru berkeliling sebagai fasilitator, memberikan bimbingan teknis dan umpan balik formatif kepada setiap kelompok.
- Murid mendokumentasikan proses kerja dengan foto atau catatan singkat sebagai bahan refleksi dan portofolio.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil pembentukan awal produk (2-3 menit per kelompok): bahan yang digunakan, teknik yang diterapkan, dan tantangan yang dihadapi.
- Kelompok lain memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan.
- Murid mengisi angket refleksi: (1) Apa yang sudah berhasil dalam proses persiapan dan pembentukan awal? (2) Kesulitan apa yang ditemui dan bagaimana mengatasinya? (3) Apa rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya?
- Guru memberikan penguatan dan rangkuman tentang kualitas persiapan bahan dan pembentukan awal yang baik.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting: pentingnya persiapan bahan yang tepat dan teknik pembentukan awal yang sesuai karakteristik bahan.
- Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: melanjutkan proses produksi tahap pembentukan lanjutan dan finishing.
- Murid merapikan alat dan bahan kerja serta membersihkan area kerja.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah mahir diberikan tantangan untuk mengeksplorasi kombinasi dua teknik pengolahan bahan. Murid yang memerlukan pendampingan diberikan panduan visual langkah demi langkah (job sheet bergambar).
- Proses: Kelompok yang lebih cepat dapat memulai pembentukan detail, sementara kelompok yang lebih lambat fokus menyelesaikan persiapan bahan dengan bimbingan intensif dari guru.
- Produk: Murid mahir menghasilkan bentukan awal dengan tingkat kerumitan lebih tinggi. Murid yang memerlukan dukungan menghasilkan bentukan awal sederhana sesuai kemampuan dengan kualitas yang tetap memenuhi standar minimal.
ASESMENAwal:- Guru bertanya secara lisan: 'Sebutkan bahan lokal yang sudah kalian siapkan dan jelaskan satu karakteristik bahan tersebut.'
- Guru meminta murid menunjukkan rancangan produk yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya sebagai dasar kesiapan memulai produksi.
Proses:- Observasi partisipasi dan peran setiap anggota dalam kelompok selama persiapan bahan.
- Checklist ketepatan langkah persiapan bahan: pemilihan, pembersihan, pengukuran, pemotongan.
- Pengamatan penerapan teknik pembentukan awal: kesesuaian teknik dengan jenis bahan, ketelitian, dan keamanan kerja.
Akhir:- Penilaian produk pembentukan awal menggunakan rubrik 4 level.
- Presentasi singkat kelompok tentang proses dan hasil kerja.
- Angket refleksi diri murid sebagai asesmen as learning.
Formatif:- Observasi proses kerja kelompok menggunakan lembar pengamatan (ketepatan persiapan bahan, penerapan teknik, kerja sama).
- Tanya jawab lisan selama demonstrasi untuk mengecek pemahaman murid.
- Umpan balik langsung saat guru berkeliling memantau proses pembentukan awal.
Sumatif:- Penilaian produk hasil pembentukan awal berdasarkan rubrik (kesesuaian bahan dengan rancangan, ketepatan teknik, kerapian bentuk awal).
- Dokumentasi proses kerja (foto dan catatan) sebagai bagian portofolio proyek.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Persiapan Bahan Lokal | Bahan belum dipilih atau dipersiapkan; tidak sesuai rancangan produk. | Bahan sudah dipilih tetapi persiapan (pembersihan, pengukuran, pemotongan) belum lengkap atau kurang tepat. | Bahan dipilih dan dipersiapkan dengan tepat sesuai rancangan; langkah persiapan dilakukan secara sistematis. | Bahan dipilih dan dipersiapkan secara teliti, efisien, dan tepat; mempertimbangkan kualitas bahan untuk hasil akhir yang optimal. | | Penerapan Teknik Pembentukan Awal | Belum mampu menerapkan teknik pengolahan bahan; bentuk awal belum terbentuk. | Menerapkan teknik pengolahan dengan bantuan guru; bentuk awal sudah terlihat namun belum sesuai rancangan. | Menerapkan teknik pengolahan secara mandiri dalam kelompok; bentuk awal sesuai rancangan dengan proporsi yang tepat. | Menerapkan teknik pengolahan secara mandiri dengan presisi tinggi; bentuk awal sesuai rancangan, proporsional, dan menunjukkan keluwesan dalam mengatasi kendala teknis. | | Kolaborasi Kelompok | Tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok; tidak menjalankan peran yang diberikan. | Berpartisipasi minimal dalam kelompok; menjalankan peran dengan banyak pengingat dari anggota lain. | Berpartisipasi aktif sesuai peran; berkomunikasi dengan baik dan berkontribusi pada penyelesaian tugas kelompok. | Berpartisipasi aktif dan memimpin koordinasi kelompok; membantu anggota lain yang kesulitan dan memastikan seluruh tim mencapai target. | | Keselamatan dan Kerapian Kerja | Tidak memperhatikan keselamatan kerja; area kerja berantakan dan alat tidak digunakan dengan benar. | Memperhatikan keselamatan kerja dengan pengingat guru; area kerja cukup rapi. | Menerapkan prosedur keselamatan kerja secara mandiri; area kerja tertata dan alat digunakan dengan benar. | Menerapkan prosedur keselamatan kerja secara konsisten dan mengingatkan anggota lain; area kerja sangat tertata, alat dipelihara dan dikembalikan dengan rapi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil menyelesaikan tahap persiapan bahan sesuai target waktu?
- Teknik pengolahan mana yang paling banyak menimbulkan kesulitan bagi murid dan bagaimana solusi yang bisa disiapkan untuk pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memfasilitasi kebutuhan belajar murid yang beragam?
- Apakah aspek kolaborasi dan pembagian peran dalam kelompok berjalan efektif?
Refleksi Murid:- Hal penting apa yang kamu pelajari hari ini tentang mempersiapkan bahan lokal?
- Kesulitan apa yang kamu alami saat proses pembentukan awal dan bagaimana kamu mengatasinya?
- Apa yang akan kamu perbaiki atau lanjutkan pada pertemuan berikutnya?
- Bagaimana peranmu dalam kelompok hari ini dan apa kontribusimu terhadap hasil kerja kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbud.
- Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan Kelas X.
- Video tutorial pengolahan bahan lokal (tanah liat, bambu, kayu, rotan) dari sumber terpercaya (YouTube/platform edukasi).
- Contoh produk aksesoris eksterior dari bahan lokal (realia atau foto).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi panduan langkah persiapan bahan dan pembentukan awal.
- Alat dan bahan praktik: tanah liat, bambu, kayu, rotan, pisau, gergaji kecil, amplas, wadah air, alat ukur, cetakan sederhana.
- Job sheet bergambar untuk diferensiasi murid yang memerlukan pendampingan.
|