Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan dan Visualisasi Sketsa Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Perancangan dan Visualisasi Sketsa Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan dan Visualisasi Sketsa Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perancangan dan Visualisasi Sketsa Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerancangan dan Visualisasi Sketsa Produk Aksesoris Eksterior Berbahan Lokal
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merancang produk kerajinan aksesoris eksterior berdasarkan modifikasi bentuk, bahan, alat, dan teknik dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi
  2. Murid mampu memvisualisasikan gagasan produk aksesoris eksterior dalam bentuk sketsa ide secara detail dan proporsional menggunakan alat gambar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Produk aksesoris eksterior apa yang sering kalian lihat di sekitar rumah atau sekolah?
  2. Bahan lokal apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk membuat aksesoris eksterior yang nyaman digunakan?
  3. Bagaimana cara membuat sketsa produk yang detail sehingga mudah dipahami dan diproduksi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang produk aksesoris eksterior yang pernah dilihat atau digunakan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang dan membuat sketsa produk aksesoris eksterior berbahan lokal dengan mempertimbangkan ergonomi
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan berbagai contoh produk aksesoris eksterior (pot gantung, tempat sampah, lampu taman, hiasan dinding luar) melalui gambar atau video
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi bentuk, bahan, fungsi, dan aspek ergonomi dari produk-produk yang ditampilkan
  • Guru menjelaskan prinsip ergonomi dalam desain produk aksesoris eksterior: kenyamanan penggunaan, keamanan, dan kesesuaian dengan pengguna
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan desain produk yang sudah ada dari segi ergonomi
  • Guru menjelaskan teknik modifikasi bentuk, bahan, alat, dan teknik dalam perancangan produk kerajinan
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang prinsip ergonomi dan teknik modifikasi desain

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara individu memilih satu jenis produk aksesoris eksterior yang akan dirancang berdasarkan kebutuhan lingkungan sekitar
  • Murid mengidentifikasi bahan lokal yang tersedia di lingkungan mereka (bambu, rotan, kayu bekas, limbah plastik, kain perca, dll.)
  • Murid membuat rancangan modifikasi produk dengan mempertimbangkan: bentuk yang menarik, bahan lokal yang dipilih, alat dan teknik pembuatan, serta prinsip ergonomi
  • Murid membuat sketsa ide produk menggunakan pensil dan kertas gambar dengan memperhatikan proporsi, detail, dan tampak (depan, samping, atas)
  • Murid menambahkan keterangan pada sketsa: dimensi ukuran, bahan yang digunakan, warna/finishing, dan catatan teknik pembuatan
  • Guru berkeliling memberi bimbingan dan umpan balik formatif terhadap proses perancangan dan visualisasi sketsa murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan penilaian diri terhadap sketsa yang telah dibuat dengan menggunakan panduan: apakah sketsa sudah detail, proporsional, dan mempertimbangkan ergonomi
  • Murid berpasangan untuk saling memberikan umpan balik (peer assessment) terhadap sketsa temannya
  • Murid merevisi sketsa berdasarkan masukan dari teman dan guru
  • Murid menuliskan refleksi singkat: apa yang sudah baik dari sketsa mereka, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana rencana tindak lanjut untuk produksi nanti
  • Beberapa murid mempresentasikan hasil sketsa dan refleksi mereka di depan kelas

Penutup:

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pentingnya ergonomi dan visualisasi detail dalam perancangan produk
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap hasil kerja murid
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengumpulkan sketsa beserta lembar refleksi
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya: produksi produk berdasarkan sketsa yang telah dibuat
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan lebih dapat memilih produk aksesoris eksterior yang lebih sederhana (mis. pot gantung sederhana). Murid yang lebih cepat dapat merancang produk dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi (mis. lampu taman dengan sistem gantung yang rumit).
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan lebih mendapat pendampingan intensif dari guru saat membuat sketsa dan dapat menggunakan template sketsa. Murid yang lebih cepat dapat langsung membuat sketsa dari berbagai sudut pandang dan menambahkan detail teknis lebih lengkap.
  • Produk: Murid yang memerlukan bantuan lebih cukup membuat satu sketsa tampak depan dengan keterangan dasar. Murid yang lebih cepat membuat sketsa dari 3 tampak (depan, samping, atas) dengan detail dimensi, material, dan teknik yang lengkap, serta alternatif desain.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengetahuan awal murid mengenai produk aksesoris eksterior dan bahan lokal yang tersedia di lingkungan mereka
  • Observasi pemahaman awal tentang konsep ergonomi dalam desain produk

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok saat menganalisis produk
  • Monitoring proses perancangan dan pembuatan sketsa
  • Pemberian umpan balik formatif saat murid membuat sketsa
  • Penilaian sejawat (peer assessment) antar murid

Akhir:

  • Penilaian hasil sketsa produk menggunakan rubrik yang mencakup aspek detail, proporsi, ergonomi, dan kreativitas
  • Penilaian lembar refleksi murid
  • Presentasi singkat hasil sketsa oleh beberapa murid

Formatif:

  • Observasi selama proses diskusi kelompok dan perancangan individu
  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman prinsip ergonomi dan teknik modifikasi
  • Umpan balik langsung terhadap sketsa yang sedang dibuat murid

Sumatif:

  • Penilaian hasil sketsa produk berdasarkan rubrik: kelengkapan detail, proporsi, pertimbangan ergonomi, dan kreativitas modifikasi
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Detail SketsaSketsa tidak memiliki keterangan dan detail sangat minim, sulit dipahamiSketsa memiliki beberapa keterangan dasar tetapi masih kurang detail (hanya bentuk umum)Sketsa memiliki keterangan yang cukup lengkap: bentuk, ukuran dasar, dan bahan yang digunakanSketsa sangat detail dengan keterangan lengkap: dimensi, bahan, warna/finishing, teknik pembuatan, dan tampak dari berbagai sudut
Proporsi dan VisualisasiSketsa tidak proporsional dan sulit divisualisasikan sebagai produk nyataSketsa cukup proporsional namun masih ada bagian yang tidak seimbangSketsa proporsional dan dapat divisualisasikan dengan baik sebagai produk nyataSketsa sangat proporsional, detail, dan realistis sehingga mudah dipahami dan siap diproduksi
Penerapan Prinsip ErgonomiRancangan produk tidak mempertimbangkan aspek ergonomi (kenyamanan, keamanan, kesesuaian pengguna)Rancangan produk mempertimbangkan satu aspek ergonomi tetapi belum menyeluruhRancangan produk mempertimbangkan dua aspek ergonomi dengan cukup baikRancangan produk mempertimbangkan semua aspek ergonomi (kenyamanan, keamanan, kesesuaian pengguna) secara menyeluruh dan tepat
Kreativitas ModifikasiTidak ada modifikasi, hanya meniru desain yang sudah adaAda upaya modifikasi pada satu aspek (bentuk atau bahan) tetapi masih sederhanaAda modifikasi kreatif pada dua aspek (bentuk, bahan, alat, atau teknik) yang cukup orisinalAda modifikasi sangat kreatif dan orisinal pada beberapa aspek (bentuk, bahan, alat, teknik) dengan memanfaatkan bahan lokal secara inovatif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apakah alokasi waktu sudah efektif untuk setiap tahap pembelajaran?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami prinsip ergonomi?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kegiatan merancang sketsa produk hari ini?
  • Bagian mana yang masih sulit dalam membuat sketsa produk yang detail dan proporsional?
  • Bagaimana kalian mempertimbangkan prinsip ergonomi dalam rancangan produk kalian?
  • Apa yang akan kalian perbaiki dari sketsa yang sudah dibuat untuk pertemuan produksi nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X
  2. Contoh produk aksesoris eksterior (gambar/video): pot gantung, tempat sampah, lampu taman, hiasan dinding luar
  3. Artikel atau video tentang prinsip ergonomi dalam desain produk
  4. Kertas gambar A4/A3
  5. Pensil, penghapus, penggaris, pensil warna (opsional)
  6. Contoh bahan lokal: bambu, rotan, kayu bekas, limbah plastik, kain perca

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.