Modul AjarPertemuan 9Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Presentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Presentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Presentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Presentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPresentasi Produk dan Asesmen Formatif (Peer Assessment) Aksesoris Interior Nusantara
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan produk aksesoris interior Nusantara yang dibuatnya secara lisan, menjelaskan konsep budaya non-objek yang menjadi inspirasi, proses pembuatan, dan nilai fungsional serta estetisnya.
  2. Murid dapat memberikan penilaian konstruktif (peer assessment) terhadap produk aksesoris interior Nusantara milik teman, serta merefleksikan kekuatan dan kelemahan produk sendiri sebagai bahan perbaikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara menyampaikan nilai budaya yang terkandung dalam produk kerajinanmu agar orang lain tertarik dan memahami maknanya?
  2. Apa yang membuat sebuah kritik menjadi konstruktif dan bermanfaat bagi perbaikan produk?
  3. Jika kamu menjadi konsumen, aspek apa yang paling kamu perhatikan saat menilai produk aksesoris interior?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan murid serta kelengkapan display produk dan poster presentasi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mempresentasikan produk dan melakukan peer assessment.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan bertanya: 'Siapa yang sudah pernah menerima kritik terhadap karyanya? Bagaimana perasaanmu dan apa yang kamu lakukan setelahnya?' untuk mengecek kesiapan menerima umpan balik.
  • Guru menjelaskan tata tertib presentasi dan rubrik peer assessment yang akan digunakan, serta menekankan pentingnya regulasi emosi saat menerima kritik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh presentasi produk yang baik (video singkat atau demonstrasi) dan contoh lembar peer assessment yang sudah diisi dengan komentar konstruktif.
  • Murid mengamati dan mencatat unsur-unsur presentasi efektif: kejelasan penjelasan konsep budaya, proses pembuatan, nilai fungsional, dan nilai estetis.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apa perbedaan antara kritik yang membangun dan kritik yang menjatuhkan?' Murid menyimpulkan ciri-ciri umpan balik konstruktif.
  • Guru membagikan lembar peer assessment berisi 5 pertanyaan panduan: fungsi produk, kenyamanan, finishing/estetika, dampak terhadap ruang, dan saran peningkatan daya jual.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara bergiliran (4-5 menit per orang) mempresentasikan produk aksesoris interior Nusantara di depan kelas dengan bantuan poster berisi foto produk terpasang di ruang rumah serta keterangan konsep budaya non-objek yang menginspirasi.
  • Saat satu murid presentasi, murid lainnya mengisi lembar peer assessment secara individual, mencantumkan penilaian dan saran perbaikan yang spesifik.
  • Setelah presentasi, 2-3 murid memberikan umpan balik lisan secara langsung kepada presenter; presenter merespons dengan sikap terbuka.
  • Guru mengamati dan mencatat kualitas presentasi serta kualitas umpan balik yang diberikan sebagai data asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar peer assessment yang ditujukan kepada produknya dan membaca umpan balik dari teman-teman.
  • Murid menulis refleksi tertulis di jurnal siswa yang memuat: (a) kekuatan produk berdasarkan masukan teman, (b) kelemahan yang perlu diperbaiki, (c) rencana tindak lanjut perbaikan produk untuk meningkatkan daya jual.
  • Guru memfasilitasi 2-3 murid berbagi refleksinya secara lisan dan mendiskusikan strategi perbaikan bersama kelas.
  • Murid mengisi angket refleksi suasana belajar (memilih emoji) dan refleksi konten (skor pemahaman diri terhadap kemampuan presentasi dan pemberian umpan balik).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi terhadap keberanian murid dalam presentasi dan keterbukaan menerima kritik.
  • Guru menyimpulkan poin-poin penting: pentingnya komunikasi efektif dalam promosi produk dan peran umpan balik konstruktif dalam pengembangan produk.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid menyelesaikan refleksi evaluasi produk di jurnal siswa sebagai tugas mandiri berdasarkan kritik dan saran yang diterima.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan tambahan mendapat kartu panduan presentasi berisi kerangka poin-poin yang harus disampaikan (konsep budaya, proses, fungsi, estetika). Murid yang sudah mahir diminta menambahkan analisis peluang pasar dalam presentasinya.
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri boleh presentasi dalam kelompok kecil (3-4 orang) terlebih dahulu sebelum di depan kelas. Murid yang lebih cepat dapat menjadi moderator sesi umpan balik.
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis refleksi boleh merekam refleksi dalam bentuk voice note. Murid yang lebih mampu menulis refleksi analitis lengkap dengan rencana perbaikan dan estimasi biaya revisi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa saja yang perlu disampaikan saat mempresentasikan produk kerajinan agar audiens memahami nilai produk tersebut?' untuk mengecek pemahaman awal tentang komponen presentasi produk.
  • Guru meminta murid mengangkat tangan jika pernah memberikan atau menerima peer assessment sebelumnya, lalu menggali pengalaman singkat mereka sebagai diagnostik kesiapan.

Proses:

  • Guru menggunakan checklist observasi untuk menilai setiap presenter: apakah menyebutkan konsep budaya, proses pembuatan, nilai fungsi, dan nilai estetis.
  • Guru menilai lembar peer assessment yang diisi murid: apakah umpan balik spesifik, sopan, dan mengandung saran perbaikan konkret.
  • Guru memantau interaksi saat sesi umpan balik lisan: apakah murid mampu merespons kritik dengan tenang dan terbuka.

Akhir:

  • Penilaian refleksi tertulis di jurnal siswa menggunakan rubrik 4 level: mencakup identifikasi kekuatan, kelemahan, dan rencana tindak lanjut perbaikan produk.
  • Penilaian keseluruhan presentasi menggunakan rubrik presentasi produk (isi, penyampaian, media pendukung).

Formatif:

  • Observasi guru terhadap kualitas presentasi lisan (kejelasan, sistematika, penguasaan materi budaya dan proses pembuatan).
  • Penilaian kualitas umpan balik tertulis pada lembar peer assessment (spesifik, konstruktif, dan relevan).
  • Pemantauan sikap murid saat menerima kritik (regulasi emosi, keterbukaan).

Sumatif:

  • Penilaian produk presentasi menggunakan rubrik (aspek: isi presentasi, komunikasi lisan, kualitas poster/display).
  • Penilaian refleksi tertulis di jurnal siswa (aspek: identifikasi kekuatan-kelemahan, rencana perbaikan yang realistis).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kualitas Presentasi ProdukMurid belum mampu mempresentasikan produk; tidak menyebutkan konsep budaya, proses, maupun nilai fungsional/estetis.Murid mempresentasikan produk tetapi hanya menyebutkan 1-2 aspek (konsep budaya/proses/fungsi/estetika) secara tidak lengkap.Murid mempresentasikan produk dengan menyebutkan konsep budaya, proses pembuatan, serta nilai fungsional dan estetis, namun penjelasan kurang mendalam.Murid mempresentasikan produk secara sistematis dan mendalam, menjelaskan konsep budaya non-objek, proses pembuatan, nilai fungsional dan estetis dengan contoh konkret dan percaya diri.
Kualitas Peer Assessment (Umpan Balik)Murid tidak memberikan umpan balik atau hanya menulis komentar sangat umum tanpa substansi (misalnya 'bagus').Murid memberikan umpan balik tetapi belum spesifik, hanya menyentuh 1 aspek tanpa saran perbaikan.Murid memberikan umpan balik yang mencakup beberapa aspek (fungsi, estetika, kenyamanan) disertai saran perbaikan, meski belum sepenuhnya elaboratif.Murid memberikan umpan balik yang spesifik, konstruktif, sopan, mencakup seluruh aspek panduan, dan disertai saran perbaikan konkret yang dapat ditindaklanjuti.
Refleksi dan Rencana PerbaikanMurid tidak menulis refleksi atau hanya menyalin komentar teman tanpa analisis pribadi.Murid menulis refleksi singkat yang menyebutkan kekuatan atau kelemahan saja tanpa rencana tindak lanjut.Murid menulis refleksi yang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan produk berdasarkan masukan teman, disertai rencana perbaikan umum.Murid menulis refleksi mendalam yang menganalisis kekuatan dan kelemahan produk secara kritis, menyusun rencana perbaikan spesifik dan realistis, serta menunjukkan kesadaran diri terhadap proses belajarnya.
Sikap Menerima Kritik (Regulasi Emosi)Murid menolak atau mengabaikan kritik, menunjukkan sikap defensif atau tidak kooperatif.Murid menerima kritik tetapi tampak tidak nyaman dan belum mampu merespons secara positif.Murid menerima kritik dengan sikap terbuka, merespons dengan sopan, dan mencatat masukan untuk ditindaklanjuti.Murid menerima kritik dengan tenang dan antusias, mengajukan pertanyaan klarifikasi, serta langsung menghubungkan masukan dengan rencana perbaikan produknya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan presentasi yang cukup dalam alokasi waktu yang tersedia?
  • Apakah umpan balik yang diberikan murid sudah konstruktif, atau masih perlu pembinaan lebih lanjut tentang cara memberi kritik?
  • Apakah rubrik peer assessment yang digunakan sudah dipahami murid dengan baik sebelum kegiatan dimulai?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk membantu murid yang kurang percaya diri?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian tersulit saat mempresentasikan produkmu dan bagaimana kamu mengatasinya?
  • Umpan balik mana dari teman yang paling berguna untuk perbaikan produkmu? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika membuat produk aksesoris interior lagi berdasarkan pengalaman hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat menerima kritik, dan apa yang membantumu tetap terbuka terhadap masukan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud)
  2. Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan Kelas X
  3. Poster presentasi produk (dibuat murid berisi foto produk terpasang di ruang rumah dan keterangan produk)
  4. Lembar peer assessment berisi 5 pertanyaan panduan (fungsi, kenyamanan, finishing/estetika, dampak terhadap ruang, saran peningkatan daya jual)
  5. Infokus dan komputer untuk menampilkan contoh presentasi
  6. Jurnal siswa untuk menulis refleksi
  7. Angket refleksi suasana belajar (emoji) dan refleksi konten

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.