MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Perancangan Desain Produk Aksesoris Interior Nusantara (Sketsa dan Prototipe Konsep) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Perancangan Desain Produk Aksesoris Interior Nusantara (Sketsa dan Prototipe Konsep) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membuat sketsa desain produk aksesoris interior rumah tangga yang mencerminkan inspirasi budaya Nusantara non-objek, dilengkapi keterangan bahan, ukuran, dan teknik pembuatan
- Murid dapat menyusun rencana kerja proyek pembuatan produk aksesoris interior Nusantara secara sistematis, mencakup tahapan, alat, bahan, dan estimasi waktu pengerjaan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana unsur budaya Nusantara non-objek seperti motif, filosofi, atau nilai kearifan lokal dapat diwujudkan dalam desain aksesoris interior modern?
- Apa saja pertimbangan penting dalam memilih bahan, ukuran, dan teknik pembuatan agar produk aksesoris interior yang dirancang ergonomis dan fungsional?
- Mengapa perencanaan kerja yang sistematis diperlukan sebelum membuat produk kerajinan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
- Guru mengingatkan kembali hasil eksplorasi unsur budaya Nusantara non-objek yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab singkat (5 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan: membuat sketsa desain dan menyusun rencana kerja proyek (3 menit)
- Guru melakukan asesmen awal melalui pertanyaan lisan: 'Apa saja elemen yang harus ada dalam sketsa desain produk?' dan 'Mengapa kita perlu membuat rencana kerja sebelum produksi?' untuk mengukur pemahaman awal murid (5 menit)
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata (2 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan contoh sketsa desain produk aksesoris interior yang baik dan tidak lengkap, lalu memfasilitasi diskusi untuk mengidentifikasi elemen penting: bentuk 3D, keterangan bahan, ukuran/dimensi, dan teknik pembuatan (10 menit)
- Murid mengamati jurnal atau hasil eksplorasi budaya Nusantara mereka sendiri dari kegiatan sebelumnya untuk menentukan unsur budaya non-objek (motif, filosofi, nilai) yang akan diterapkan dalam desain produk (5 menit)
- Guru menjelaskan prinsip ergonomi dan pertimbangan fungsional dalam merancang produk aksesoris interior rumah tangga, disertai contoh produk yang sesuai dan tidak sesuai (5 menit)
- Murid mencatat dan bertanya untuk memperjelas pemahaman tentang komponen sketsa desain dan rencana kerja yang sistematis (5 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mulai membuat sketsa desain 3D produk aksesoris interior yang mencerminkan unsur budaya Nusantara non-objek pilihan mereka, menggunakan alat gambar (pensil, pen, pensil warna) di atas kertas atau jurnal (15 menit)
- Murid melengkapi sketsa dengan keterangan: jenis bahan yang akan digunakan, ukuran/dimensi produk, dan teknik pembuatan yang direncanakan, dituliskan di samping atau bawah sketsa (10 menit)
- Guru berkeliling memberikan asistensi individual, memberikan umpan balik formatif, dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam visualisasi atau pemilihan bahan (berjalan selama proses sketsa)
- Setelah sketsa selesai, murid menyusun rencana kerja proyek dalam format tabel atau daftar berurutan, mencakup: tahapan kerja (persiapan bahan, pembuatan, finishing), daftar alat dan bahan yang diperlukan, serta estimasi waktu untuk setiap tahapan (10 menit)
- Murid menguji kelayakan konsep mereka dengan mengecek ketersediaan bahan di lingkungan sekitar dan mempertimbangkan modifikasi jika diperlukan (5 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid melakukan penilaian diri terhadap sketsa dan rencana kerja yang telah dibuat menggunakan checklist sederhana: kelengkapan keterangan, kesesuaian dengan unsur budaya Nusantara, kelayakan bahan dan teknik, serta sistematika rencana kerja (5 menit)
- Murid berpasangan untuk saling memberikan umpan balik (peer review): masing-masing menunjukkan sketsa dan rencana kerja, lalu pasangan memberikan saran perbaikan atau apresiasi (7 menit)
- Beberapa murid (2-3 orang) mempresentasikan sketsa dan rencana kerja mereka secara singkat di depan kelas, menjelaskan pilihan unsur budaya, bahan, dan tahapan kerja yang direncanakan (8 menit)
- Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Apa tantangan terbesar dalam membuat sketsa desain?' dan 'Bagaimana rencana kerja membantu kalian mempersiapkan produksi produk?' (5 menit)
Penutup:- Guru merangkum pembelajaran dengan menegaskan pentingnya sketsa desain yang lengkap dan rencana kerja yang sistematis sebagai fondasi pembuatan produk yang berkualitas (3 menit)
- Murid mengumpulkan sketsa desain dan rencana kerja mereka untuk penilaian sumatif (2 menit)
- Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi terhadap hasil karya murid, serta memberitahukan bahwa sketsa dan rencana kerja ini akan digunakan pada pertemuan berikutnya untuk proses produksi (3 menit)
- Guru menugaskan murid untuk mempersiapkan bahan dan alat yang tercantum dalam rencana kerja mereka untuk pertemuan selanjutnya (2 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan salam dan memotivasi murid untuk terus berkreasi (2 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah mahir dapat memilih produk aksesoris interior yang lebih kompleks (misalnya lampu gantung dengan multi-material), sementara murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat memilih produk sederhana seperti tatakan gelas atau tempat tisu
- Proses: Murid yang cepat menyelesaikan sketsa dapat langsung membuat sketsa alternatif atau prototipe mini dari bahan sederhana, sementara murid yang lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru dan dapat menggunakan template sketsa untuk membantu visualisasi
- Produk: Murid dapat memilih format penyajian rencana kerja sesuai preferensi: tabel terstruktur, flowchart visual, atau daftar berurutan dengan ilustrasi, asalkan mencakup semua komponen yang diminta
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang elemen penting dalam sketsa desain produk
- Pertanyaan tentang pentingnya membuat rencana kerja sebelum produksi untuk mengukur pengetahuan awal murid
Proses:- Observasi guru selama murid membuat sketsa desain dan menyusun rencana kerja
- Asistensi individual dengan memberikan umpan balik langsung tentang kelengkapan dan kelayakan desain
- Penilaian diri (self-assessment) menggunakan checklist sederhana
- Penilaian sejawat (peer review) untuk saling memberikan masukan konstruktif
Akhir:- Penilaian produk sketsa desain yang telah dilengkapi keterangan bahan, ukuran, dan teknik menggunakan rubrik
- Penilaian rencana kerja proyek yang mencakup tahapan, alat, bahan, dan estimasi waktu menggunakan rubrik
- Presentasi singkat untuk menilai kemampuan menjelaskan pilihan desain dan rencana kerja
Formatif:- Observasi selama proses pembuatan sketsa: kelengkapan elemen desain dan kesesuaian dengan unsur budaya Nusantara
- Tanya jawab saat asistensi individual untuk mengecek pemahaman tentang pemilihan bahan dan teknik
- Peer review untuk mendapatkan umpan balik dari teman sebaya tentang kelayakan desain
Sumatif:- Penilaian produk sketsa desain berdasarkan rubrik: kelengkapan keterangan (bahan, ukuran, teknik), kesesuaian dengan unsur budaya Nusantara, pertimbangan ergonomi dan fungsional
- Penilaian rencana kerja proyek berdasarkan rubrik: sistematika tahapan, kelengkapan daftar alat dan bahan, realisitisnya estimasi waktu
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Sketsa Desain (keterangan bahan, ukuran, teknik) | Sketsa tidak dilengkapi keterangan atau hanya memuat 1 dari 3 elemen (bahan/ukuran/teknik) | Sketsa memuat 2 dari 3 elemen keterangan namun kurang detail atau kurang jelas | Sketsa memuat 3 elemen keterangan (bahan, ukuran, teknik) secara lengkap dan cukup detail | Sketsa memuat 3 elemen keterangan secara lengkap, detail, dan praktis untuk dijadikan panduan produksi | | Kesesuaian Desain dengan Unsur Budaya Nusantara Non-Objek | Desain tidak mencerminkan unsur budaya Nusantara atau tidak ada penjelasan hubungannya | Desain mencerminkan unsur budaya Nusantara namun penerapannya masih samar atau kurang kontekstual | Desain mencerminkan unsur budaya Nusantara (motif/filosofi/nilai) secara jelas dan dapat dijelaskan hubungannya | Desain mencerminkan unsur budaya Nusantara secara mendalam, kontekstual, dan diintegrasikan secara kreatif dengan pertimbangan modern | | Pertimbangan Ergonomi dan Fungsional Produk | Desain tidak mempertimbangkan aspek ergonomi atau fungsional (ukuran tidak sesuai kebutuhan, tidak praktis) | Desain mulai mempertimbangkan ergonomi atau fungsional namun masih ada aspek yang kurang sesuai | Desain mempertimbangkan ergonomi dan fungsional dengan baik sehingga produk layak dan nyaman digunakan | Desain mempertimbangkan ergonomi dan fungsional secara detail, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna | | Sistematika dan Kelengkapan Rencana Kerja Proyek | Rencana kerja tidak sistematis, tidak mencakup tahapan/alat/bahan/waktu, atau tidak terstruktur | Rencana kerja mencakup sebagian elemen (2 dari 4: tahapan/alat/bahan/waktu) namun masih kurang sistematis | Rencana kerja mencakup semua elemen (tahapan, alat, bahan, estimasi waktu) secara sistematis dan terstruktur | Rencana kerja sangat sistematis, lengkap, realistis, dan mencakup pertimbangan alternatif atau solusi jika ada kendala |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat mengintegrasikan unsur budaya Nusantara ke dalam desain produk aksesoris interior dengan kreatif dan kontekstual?
- Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efektif?
- Strategi diferensiasi apa yang paling berhasil membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
- Apa kendala yang dihadapi murid dalam membuat sketsa desain dan rencana kerja, dan bagaimana saya dapat memperbaiki scaffolding di pembelajaran berikutnya?
Refleksi Murid:- Bagaimana pengalaman saya dalam menerjemahkan unsur budaya Nusantara menjadi desain produk aksesoris interior?
- Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat membuat sketsa desain dan rencana kerja, dan bagaimana saya mengatasinya?
- Apakah rencana kerja yang saya buat sudah realistis dan dapat saya laksanakan pada pertemuan produksi nanti?
- Apa yang saya pelajari hari ini tentang pentingnya perencanaan sebelum membuat produk kerajinan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X
- Jurnal siswa berisi hasil eksplorasi unsur budaya Nusantara dari pertemuan sebelumnya
- Contoh sketsa desain produk aksesoris interior dari berbagai daerah Nusantara (foto atau gambar)
- Alat gambar: pensil, pen, marker, penggaris, pensil warna atau cat air
- Contoh bahan/material lokal yang dapat digunakan untuk produk aksesoris interior (kayu, bambu, rotan, kain tenun, dll.)
- Ruang kelas/lab komputer/studio kerja yang memadai untuk aktivitas menggambar
- Video inspirasi desain aksesoris interior berbasis budaya Nusantara (jika tersedia)
|