MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek, mencakup penentuan fungsi produk, sumber inspirasi budaya, dan segmen pengguna.
- Murid dapat mengeksplorasi pilihan bahan, alat, dan teknik yang sesuai untuk mewujudkan produk aksesoris interior Nusantara yang ergonomis dan memiliki nilai estetis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat hiasan dinding atau lampu di rumah yang bentuknya mengingatkan pada tarian tradisional atau cerita rakyat daerah?
- Jika kalian bisa membuat satu aksesoris interior untuk kamar kalian yang terinspirasi dari budaya lokal, produk apa yang akan kalian buat dan apa fungsinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan menanyakan kabar untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dan aman secara psikologis.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik lisan) dengan menanyakan pemahaman awal siswa tentang budaya non-objek dan kebutuhan aksesoris di rumah mereka.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
- Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran yang berfokus pada eksplorasi gagasan secara mandiri.
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menampilkan contoh visual produk aksesoris interior (misalnya tempat lilin yang terinspirasi dari lekuk tubuh penari tradisional atau hiasan dinding dari topeng adat).
- Guru memandu diskusi interaktif mengenai fungsi produk tersebut, sumber inspirasi budaya non-objek yang digunakan, dan siapa segmen penggunanya.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior berdasarkan kebutuhan ruang di rumah masing-masing (misal: ruang tamu, kamar tidur).
- Murid menentukan unsur budaya Nusantara non-objek setempat yang akan menjadi sumber inspirasi desain.
- Murid mengeksplorasi dan menuliskan pilihan bahan, alat, serta teknik yang sesuai agar produk tersebut ergonomis dan estetis.
- Murid menuangkan seluruh gagasan tersebut ke dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) atau dalam bentuk mind map yang kreatif.
Merefleksi (Berkesadaran):- Beberapa murid mempresentasikan secara singkat gagasan awal dan konsep produk yang telah mereka buat.
- Guru dan murid lainnya memberikan umpan balik konstruktif mengenai kesesuaian fungsi, nilai estetika, ergonomi, dan kelogisan bahan/teknik yang dipilih.
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan hasil eksplorasi gagasan pada hari ini.
- Guru mengumpulkan LKS/Mind Map sebagai bentuk asesmen sumatif pertemuan ini.
- Guru memberikan apresiasi atas kreativitas murid dan menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (pembuatan sketsa/desain lanjutan).
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan berbagai referensi budaya non-objek (video tarian, rekaman cerita rakyat, foto upacara adat) yang beragam sesuai minat siswa.
- Proses: Siswa yang kesulitan dibimbing secara intensif melalui pertanyaan pemantik tambahan untuk menemukan fungsi dasar, sementara siswa yang cepat tanggap diarahkan untuk mengeksplorasi teknik dan bahan yang lebih kompleks dan inovatif.
- Produk: Gagasan dapat disajikan dalam berbagai bentuk sesuai kenyamanan siswa, seperti catatan runut di jurnal, mind map visual, atau tabel LKS.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu contoh budaya non-objek di daerahmu dan satu benda aksesoris yang paling kamu butuhkan di kamarmu saat ini!'
Proses:- Memantau perkembangan pengisian LKS/Mind map siswa berkeliling kelas, memberikan pertanyaan pancingan jika siswa kesulitan menemukan inspirasi budaya atau menentukan bahan yang ergonomis.
Akhir:- Penilaian menggunakan rubrik terhadap hasil akhir LKS/Mind map yang dikumpulkan di akhir jam pelajaran.
Formatif:- Observasi keaktifan dan kedalaman bernalar kritis saat diskusi kelas.
- Umpan balik lisan (feedback) selama proses penyusunan gagasan di LKS/Mind map.
Sumatif:- Penilaian dokumen LKS/Mind map perencanaan proyek (mencakup gagasan, fungsi, inspirasi budaya, bahan, dan teknik).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Gagasan & Inspirasi Budaya Non-Objek | Belum mampu menentukan fungsi produk dan belum menemukan inspirasi budaya non-objek. | Mampu menentukan fungsi produk namun inspirasi budaya non-objek belum jelas atau kurang relevan. | Mampu menentukan fungsi produk, segmen pengguna, dan inspirasi budaya non-objek dengan jelas dan logis. | Mampu menentukan fungsi, segmen pengguna, dan mengaitkan inspirasi budaya non-objek secara sangat kreatif, bermakna, dan inovatif. | | Pemilihan Bahan, Alat, dan Teknik (Ergonomis & Estetis) | Belum mampu menyebutkan bahan, alat, dan teknik yang akan digunakan. | Menyebutkan bahan dan alat, namun pemilihan teknik kurang sesuai atau belum mempertimbangkan nilai ergonomis dan estetis. | Memilih bahan, alat, dan teknik yang logis serta mempertimbangkan nilai ergonomis dan estetis produk. | Memilih bahan, alat, dan teknik secara sangat detail, inovatif, serta sangat memperhatikan tingkat ergonomi dan estetika yang tinggi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah metode pengamatan kebutuhan rumah tangga efektif dalam memunculkan ide orisinal dari siswa?
- Apakah siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan konsep budaya Nusantara non-objek ke dalam desain benda fisik?
- Apakah suasana belajar sudah cukup menggembirakan dan membebaskan siswa untuk berkreasi?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari proses mencari ide produk ini yang paling menyenangkan bagi kalian?
- Apakah kalian merasa produk aksesoris yang kalian rencanakan benar-benar bermanfaat untuk rumah kalian?
- Tantangan apa yang paling sulit saat mencoba menggabungkan inspirasi budaya non-objek dengan fungsi produk?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud)
- Contoh gambar/video produk interior (misal: tempat lilin inspirasi penari, hiasan dinding topeng)
- Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Kertas kosong untuk Mind Map
- Lingkungan rumah siswa (sebagai sumber observasi kebutuhan sehari-hari)
|