Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerencanaan Proyek: Eksplorasi Gagasan dan Konsep Produk Aksesoris Interior Nusantara
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior rumah tangga yang terinspirasi budaya Nusantara non-objek, mencakup penentuan fungsi produk, sumber inspirasi budaya, dan segmen pengguna.
  2. Murid dapat mengeksplorasi pilihan bahan, alat, dan teknik yang sesuai untuk mewujudkan produk aksesoris interior Nusantara yang ergonomis dan memiliki nilai estetis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat hiasan dinding atau lampu di rumah yang bentuknya mengingatkan pada tarian tradisional atau cerita rakyat daerah?
  2. Jika kalian bisa membuat satu aksesoris interior untuk kamar kalian yang terinspirasi dari budaya lokal, produk apa yang akan kalian buat dan apa fungsinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan menanyakan kabar untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dan aman secara psikologis.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik lisan) dengan menanyakan pemahaman awal siswa tentang budaya non-objek dan kebutuhan aksesoris di rumah mereka.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran yang berfokus pada eksplorasi gagasan secara mandiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan contoh visual produk aksesoris interior (misalnya tempat lilin yang terinspirasi dari lekuk tubuh penari tradisional atau hiasan dinding dari topeng adat).
  • Guru memandu diskusi interaktif mengenai fungsi produk tersebut, sumber inspirasi budaya non-objek yang digunakan, dan siapa segmen penggunanya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengeksplorasi gagasan produk aksesoris interior berdasarkan kebutuhan ruang di rumah masing-masing (misal: ruang tamu, kamar tidur).
  • Murid menentukan unsur budaya Nusantara non-objek setempat yang akan menjadi sumber inspirasi desain.
  • Murid mengeksplorasi dan menuliskan pilihan bahan, alat, serta teknik yang sesuai agar produk tersebut ergonomis dan estetis.
  • Murid menuangkan seluruh gagasan tersebut ke dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) atau dalam bentuk mind map yang kreatif.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid mempresentasikan secara singkat gagasan awal dan konsep produk yang telah mereka buat.
  • Guru dan murid lainnya memberikan umpan balik konstruktif mengenai kesesuaian fungsi, nilai estetika, ergonomi, dan kelogisan bahan/teknik yang dipilih.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan hasil eksplorasi gagasan pada hari ini.
  • Guru mengumpulkan LKS/Mind Map sebagai bentuk asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas murid dan menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (pembuatan sketsa/desain lanjutan).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan berbagai referensi budaya non-objek (video tarian, rekaman cerita rakyat, foto upacara adat) yang beragam sesuai minat siswa.
  • Proses: Siswa yang kesulitan dibimbing secara intensif melalui pertanyaan pemantik tambahan untuk menemukan fungsi dasar, sementara siswa yang cepat tanggap diarahkan untuk mengeksplorasi teknik dan bahan yang lebih kompleks dan inovatif.
  • Produk: Gagasan dapat disajikan dalam berbagai bentuk sesuai kenyamanan siswa, seperti catatan runut di jurnal, mind map visual, atau tabel LKS.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu contoh budaya non-objek di daerahmu dan satu benda aksesoris yang paling kamu butuhkan di kamarmu saat ini!'

Proses:

  • Memantau perkembangan pengisian LKS/Mind map siswa berkeliling kelas, memberikan pertanyaan pancingan jika siswa kesulitan menemukan inspirasi budaya atau menentukan bahan yang ergonomis.

Akhir:

  • Penilaian menggunakan rubrik terhadap hasil akhir LKS/Mind map yang dikumpulkan di akhir jam pelajaran.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kedalaman bernalar kritis saat diskusi kelas.
  • Umpan balik lisan (feedback) selama proses penyusunan gagasan di LKS/Mind map.

Sumatif:

  • Penilaian dokumen LKS/Mind map perencanaan proyek (mencakup gagasan, fungsi, inspirasi budaya, bahan, dan teknik).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Gagasan & Inspirasi Budaya Non-ObjekBelum mampu menentukan fungsi produk dan belum menemukan inspirasi budaya non-objek.Mampu menentukan fungsi produk namun inspirasi budaya non-objek belum jelas atau kurang relevan.Mampu menentukan fungsi produk, segmen pengguna, dan inspirasi budaya non-objek dengan jelas dan logis.Mampu menentukan fungsi, segmen pengguna, dan mengaitkan inspirasi budaya non-objek secara sangat kreatif, bermakna, dan inovatif.
Pemilihan Bahan, Alat, dan Teknik (Ergonomis & Estetis)Belum mampu menyebutkan bahan, alat, dan teknik yang akan digunakan.Menyebutkan bahan dan alat, namun pemilihan teknik kurang sesuai atau belum mempertimbangkan nilai ergonomis dan estetis.Memilih bahan, alat, dan teknik yang logis serta mempertimbangkan nilai ergonomis dan estetis produk.Memilih bahan, alat, dan teknik secara sangat detail, inovatif, serta sangat memperhatikan tingkat ergonomi dan estetika yang tinggi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pengamatan kebutuhan rumah tangga efektif dalam memunculkan ide orisinal dari siswa?
  • Apakah siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan mengaplikasikan konsep budaya Nusantara non-objek ke dalam desain benda fisik?
  • Apakah suasana belajar sudah cukup menggembirakan dan membebaskan siswa untuk berkreasi?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari proses mencari ide produk ini yang paling menyenangkan bagi kalian?
  • Apakah kalian merasa produk aksesoris yang kalian rencanakan benar-benar bermanfaat untuk rumah kalian?
  • Tantangan apa yang paling sulit saat mencoba menggabungkan inspirasi budaya non-objek dengan fungsi produk?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud)
  2. Contoh gambar/video produk interior (misal: tempat lilin inspirasi penari, hiasan dinding topeng)
  3. Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Kertas kosong untuk Mind Map
  4. Lingkungan rumah siswa (sebagai sumber observasi kebutuhan sehari-hari)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.