Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Observasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Observasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Observasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Observasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikObservasi Kebutuhan Produk Aksesoris Interior di Lingkungan Rumah Tangga
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melakukan observasi dan/atau wawancara kepada anggota keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata produk aksesoris interior di rumah tangga sebagai dasar perencanaan proyek.
  2. Menyimpulkan potensi nilai ekonomis produk aksesoris interior Nusantara berdasarkan data kebutuhan yang diperoleh dari hasil observasi lingkungan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja benda aksesoris yang ada di ruang tamu rumahmu? Menurutmu, apa fungsinya?
  2. Bagaimana budaya Nusantara dapat menginspirasi aksesoris interior yang bernilai jual?
  3. Adakah kebutuhan aksesoris interior di rumahmu yang belum terpenuhi? Coba jelaskan!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab: 'Apa yang kalian ketahui tentang aksesoris interior? Apa contohnya? Pernahkah kalian mengamati kebutuhan aksesoris di rumah sendiri?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan kaitannya dengan perencanaan proyek aksesoris interior Nusantara.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pengertian produk aksesoris interior, fungsi pakai dan fungsi hias, serta contoh-contohnya dari budaya Nusantara melalui tayangan gambar/video singkat.
  • Murid membaca LKS yang berisi tabel daftar kebutuhan produk aksesoris (ruang tamu, keluarga, makan, dapur, kamar tidur) dan petunjuk cara mengisi.
  • Guru mengajak murid berdiskusi: 'Mengapa kita perlu mengamati kebutuhan sebelum membuat produk?' dan 'Bagaimana budaya setempat bisa menambah nilai ekonomis?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri mewawancarai anggota keluarga (atau teman sekelas secara simulasi) untuk mengisi LKS: mengidentifikasi kebutuhan produk aksesoris interior tiap ruangan, fungsi (pakai/hias), dan ide produk yang terinspirasi budaya Nusantara.
  • Murid menganalisis data hasil observasi: menghubungkan kebutuhan dengan potensi nilai ekonomis, misalnya 'Aksesoris hias dinding dari anyaman bambu bisa laku karena banyak yang butuh penghias ruang tamu dengan nuansa etnik'.
  • Murid menuliskan kesimpulan sederhana tentang potensi nilai ekonomis produk aksesoris interior Nusantara berdasarkan data kebutuhannya.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik, dan mencatat perkembangan murid (asesmen proses).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menulis refleksi singkat: kendala saat wawancara, temuan paling menarik, dan perasaan setelah mengaitkan budaya dengan kebutuhan pasar.
  • Beberapa murid diminta berbagi hasil refleksi secara sukarela.
  • Guru mengajak murid menyadari bahwa mengamati lingkungan sendiri adalah langkah penting dalam berkarya, dan menghargai potensi budaya lokal yang bernilai ekonomi.
  • Guru memberi penguatan: observasi yang cermat menghasilkan produk yang tepat guna dan laku di pasaran.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: pentingnya observasi kebutuhan sebagai dasar perencanaan proyek aksesoris interior Nusantara.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu kebutuhan aksesoris interior di ruang keluargamu dan bagaimana budaya Nusantara bisa membuatnya bernilai ekonomis!'
  • Guru memberikan tugas rumah: menyempurnakan lembar kerja hasil observasi dan membaca materi tentang unsur budaya non-objek untuk pertemuan selanjutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi dan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid lambat: disediakan LKS dengan contoh isian dan panduan wawancara yang lebih terstruktur. Untuk murid cepat: diberikan tantangan mengeksplorasi minimal tiga ruangan dan menganalisis lebih dari satu potensi budaya Nusantara.
  • Proses: Murid lambat didampingi secara intensif oleh guru dan dapat bekerja berpasangan. Murid cepat dapat bekerja mandiri dan langsung mengembangkan ide.
  • Produk: Hasil observasi boleh disampaikan dalam bentuk tabel tertulis (semua), voice note, atau sketsa ide awal bagi yang ingin langsung mengekspresikan kreativitasnya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: mengecek pengetahuan awal tentang aksesoris interior, fungsi pakai/hias, dan pernah atau tidaknya mengamati kebutuhan di rumah. Digali secara lisan dengan pertanyaan terbuka.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan catatan anekdotal saat murid melakukan wawancara/mengisi LKS, memperhatikan keaktifan, kemampuan bertanya, dan analisis data.
  • Penilaian LKS sementara: kelengkapan data ruangan, kejelasan fungsi, dan keterkaitan dengan budaya.

Akhir:

  • Pemberian pertanyaan lisan reflektif: menyebutkan satu kebutuhan aksesoris interior dan potensi nilai ekonomis budayanya.
  • Pengumpulan LKS lengkap sebagai portofolio perencanaan proyek.

Formatif:

  • Observasi guru selama proses wawancara dan diskusi (catatan anekdotal)
  • Penilaian lembar kerja siswa (LKS) yang diisi saat inti

Sumatif:

  • Jawaban lisan murid pada asesmen akhir (pertanyaan di penutup)
  • Kumpulan LKS yang telah dilengkapi menjadi dokumen perencanaan proyek

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Observasi Kebutuhan (Identifikasi kebutuhan nyata aksesoris interior di rumah tangga)Belum mampu menyebutkan kebutuhan aksesoris di ruang yang diamati, atau data tidak relevan.Mampu menyebutkan 1-2 kebutuhan aksesoris, namun kurang spesifik fungsi dan ruang.Mampu mengidentifikasi minimal 3 kebutuhan aksesoris dari 2 ruangan berbeda dengan fungsi yang jelas.Mampu mengidentifikasi >3 kebutuhan aksesoris dari 3 ruangan atau lebih, lengkap dengan fungsi (pakai/hias) dan alasan yang kuat.
Analisis Potensi Ekonomis (Menyimpulkan nilai ekonomis berdasarkan data kebutuhan & budaya)Belum dapat menghubungkan data kebutuhan dengan potensi nilai ekonomis, atau kesimpulan tidak berdasar.Mampu menyebutkan potensi ekonomis secara umum, namun belum mengaitkan dengan budaya Nusantara.Mampu menyimpulkan potensi nilai ekonomis dengan mengaitkan satu unsur budaya Nusantara dan data kebutuhan, disertai alasan sederhana.Mampu menyimpulkan potensi nilai ekonomis secara meyakinkan dengan mengaitkan lebih dari satu unsur budaya, menganalisis kecenderungan pasar, dan memberikan alasan logis dari data observasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu menyelesaikan LKS observasi sesuai alokasi waktu?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat wawancara dan diskusi? Adakah yang kesulitan?
  • Apakah contoh budaya yang saya berikan mempermudah murid mengaitkan potensi ekonomis?
  • Apa yang perlu diperbaiki agar pembelajaran lebih bermakna dan menggembirakan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit saat mengobservasi kebutuhan aksesoris di rumahmu?
  • Apakah kamu sudah memahami cara mengubah data kebutuhan menjadi ide produk bernilai ekonomi?
  • Menurutmu, seberapa besar potensi budaya daerahmu untuk diangkat menjadi aksesoris interior?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang perencanaan proyek aksesoris interior Nusantara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Lembar Kerja Siswa (LKS) Tabel 2.1: Daftar Kebutuhan Produk Aksesoris Interior Rumah
  3. Contoh gambar/video produk aksesoris interior Nusantara (dari internet atau koleksi pribadi)
  4. Lingkungan rumah tangga/kelas sebagai sumber observasi langsung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.