MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) yang terinspirasi budaya Nusantara, meliputi fungsi pakai dan fungsi hias, berdasarkan contoh produk nyata.
- Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh produk aksesoris interior Nusantara (seperti hiasan dinding, lampu meja bermotif Nusantara, benda pakai bermotif ragam hias) beserta sumber budaya yang menginspirasinya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat hiasan dinding atau benda di rumah yang memiliki ukiran atau motif khas daerah tertentu di Indonesia?
- Menurut kalian, apakah sebuah benda pajangan di rumah hanya berfungsi sebagai hiasan, atau bisa juga memiliki kegunaan praktis sehari-hari?
- Bagaimana budaya lokal seperti tarian atau upacara adat bisa menjadi inspirasi dalam membuat produk interior rumah tangga yang modern?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
- Guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar produk interior (misal: hiasan dinding topeng kayu Sulawesi dan kerajinan logam lekuk penari).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
- Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang produk interior Nusantara.
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memfasilitasi murid untuk mengamati berbagai contoh produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) melalui tayangan visual atau benda nyata.
- Murid menyimak penjelasan interaktif mengenai perbedaan produk interior yang memiliki fungsi pakai (seperti lampu meja, tempat lilin) dan fungsi hias (seperti hiasan dinding topeng).
- Murid mengaitkan bentuk-bentuk peninggalan tradisi Nusantara dengan desain produk interior modern.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk melakukan observasi dan eksplorasi.
- Setiap kelompok diminta mengidentifikasi minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara dari berbagai sumber (buku, internet, atau pengamatan lingkungan sekitar).
- Murid menganalisis dan mengklasifikasikan ketiga produk tersebut ke dalam fungsi pakai atau fungsi hias, serta menuliskan sumber budaya yang menginspirasinya (misal: motif ukiran, bentuk rumah adat, atau karakter topeng).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi produk aksesoris interior Nusantara di depan kelas.
- Murid dari kelompok lain dan guru memberikan umpan balik (assessment for learning dan assessment as learning).
- Murid dibimbing untuk mengevaluasi proses belajarnya dan memaknai bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat diadaptasi menjadi produk bernilai guna dan estetika yang tinggi.
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang pengertian, fungsi pakai, fungsi hias, dan contoh produk aksesoris interior Nusantara.
- Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa lembar kerja mandiri.
- Guru menyampaikan rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya, yaitu merencanakan proyek pembuatan aksesoris interior berdasarkan kebutuhan di rumah.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan ragam sumber belajar visual (gambar/foto), audiovisual (video kerajinan), dan teks bacaan agar murid dapat memilih sesuai gaya belajarnya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh produk yang sudah spesifik untuk dianalisis, sedangkan murid yang lebih cepat tanggap diminta mengeksplorasi produk dari daerah asalnya sendiri atau produk yang lebih kompleks.
- Produk: Laporan hasil identifikasi kelompok dapat disajikan dalam bentuk tabel tertulis, peta konsep (mind map), atau infografis sederhana sesuai minat kelompok.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di awal kelas: 'Coba sebutkan satu benda di rumahmu yang memiliki unsur budaya tradisional (seperti batik atau ukiran kayu), dan apa fungsi benda tersebut?'
Proses:- Observasi guru menggunakan rubrik ceklis saat murid berdiskusi mengklasifikasikan fungsi pakai dan fungsi hias, serta memberikan pertanyaan pemantik tambahan bagi kelompok yang kesulitan.
Akhir:- Penugasan individu: Menuliskan minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara, menentukan apakah termasuk fungsi pakai atau hias, dan menjelaskan sumber budaya yang menginspirasinya.
Formatif:- Observasi keaktifan dan kolaborasi saat diskusi kelompok.
- Penilaian sejawat (peer assessment) dan umpan balik lisan saat presentasi hasil identifikasi.
Sumatif:- Lembar Kerja Murid (LKPD) tertulis di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian identifikasi 3 produk, fungsi, dan sumber budayanya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Fungsi Produk (Pakai dan Hias) | Belum mampu menjelaskan pengertian dan belum dapat membedakan fungsi pakai dan fungsi hias pada produk interior. | Mampu menjelaskan pengertian secara singkat, namun masih keliru dalam membedakan fungsi pakai dan fungsi hias pada beberapa contoh. | Mampu menjelaskan pengertian dan membedakan fungsi pakai dan fungsi hias dengan benar berdasarkan contoh produk nyata. | Mampu menjelaskan, membedakan, dan memberikan analisis yang komprehensif terkait fungsi pakai dan hias, serta mengaitkannya dengan nilai ergonomis produk. | | Identifikasi Produk dan Sumber Budaya | Belum mampu mengidentifikasi contoh produk aksesoris interior Nusantara dan sumber budayanya. | Mampu mengidentifikasi 1-2 contoh produk, namun penjelasan mengenai sumber budaya yang menginspirasinya kurang tepat atau tidak ada. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara beserta sumber budaya yang menginspirasinya dengan tepat. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 contoh produk, menjelaskan sumber budaya secara detail, dan menganalisis bagaimana elemen budaya tersebut disederhanakan/diadaptasi ke dalam produk. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah penggunaan gambar dan contoh nyata efektif dalam membantu murid membedakan fungsi pakai dan fungsi hias?
- Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah cukup dan berjalan efektif?
- Bagaimana tingkat antusiasme murid saat mengaitkan budaya lokal dengan produk interior modern?
Refleksi Murid:- Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menarik dan membuatmu bersemangat?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana benda di rumah yang berfungsi pakai dan mana yang berfungsi hias?
- Setelah melihat berbagai contoh, ide produk aksesoris interior Nusantara seperti apa yang ingin kamu buat untuk rumahmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud)
- Gambar/foto produk aksesoris interior Nusantara (contoh: hiasan dinding topeng kayu Sulawesi, kerajinan logam lekuk penari, tempat lilin)
- Proyektor, laptop, dan salindia (slide) presentasi
- Lembar Kerja Murid (LKPD)
|