Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengantar Produk Aksesoris Interior Nusantara: Fungsi Pakai dan Fungsi Hias
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) yang terinspirasi budaya Nusantara, meliputi fungsi pakai dan fungsi hias, berdasarkan contoh produk nyata.
  2. Murid dapat mengidentifikasi minimal tiga contoh produk aksesoris interior Nusantara (seperti hiasan dinding, lampu meja bermotif Nusantara, benda pakai bermotif ragam hias) beserta sumber budaya yang menginspirasinya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat hiasan dinding atau benda di rumah yang memiliki ukiran atau motif khas daerah tertentu di Indonesia?
  2. Menurut kalian, apakah sebuah benda pajangan di rumah hanya berfungsi sebagai hiasan, atau bisa juga memiliki kegunaan praktis sehari-hari?
  3. Bagaimana budaya lokal seperti tarian atau upacara adat bisa menjadi inspirasi dalam membuat produk interior rumah tangga yang modern?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar produk interior (misal: hiasan dinding topeng kayu Sulawesi dan kerajinan logam lekuk penari).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang produk interior Nusantara.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi murid untuk mengamati berbagai contoh produk aksesoris interior rumah tangga (home decor) melalui tayangan visual atau benda nyata.
  • Murid menyimak penjelasan interaktif mengenai perbedaan produk interior yang memiliki fungsi pakai (seperti lampu meja, tempat lilin) dan fungsi hias (seperti hiasan dinding topeng).
  • Murid mengaitkan bentuk-bentuk peninggalan tradisi Nusantara dengan desain produk interior modern.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk melakukan observasi dan eksplorasi.
  • Setiap kelompok diminta mengidentifikasi minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara dari berbagai sumber (buku, internet, atau pengamatan lingkungan sekitar).
  • Murid menganalisis dan mengklasifikasikan ketiga produk tersebut ke dalam fungsi pakai atau fungsi hias, serta menuliskan sumber budaya yang menginspirasinya (misal: motif ukiran, bentuk rumah adat, atau karakter topeng).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil identifikasi produk aksesoris interior Nusantara di depan kelas.
  • Murid dari kelompok lain dan guru memberikan umpan balik (assessment for learning dan assessment as learning).
  • Murid dibimbing untuk mengevaluasi proses belajarnya dan memaknai bagaimana kekayaan budaya Nusantara dapat diadaptasi menjadi produk bernilai guna dan estetika yang tinggi.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang pengertian, fungsi pakai, fungsi hias, dan contoh produk aksesoris interior Nusantara.
  • Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa lembar kerja mandiri.
  • Guru menyampaikan rencana kegiatan untuk pertemuan berikutnya, yaitu merencanakan proyek pembuatan aksesoris interior berdasarkan kebutuhan di rumah.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan ragam sumber belajar visual (gambar/foto), audiovisual (video kerajinan), dan teks bacaan agar murid dapat memilih sesuai gaya belajarnya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh produk yang sudah spesifik untuk dianalisis, sedangkan murid yang lebih cepat tanggap diminta mengeksplorasi produk dari daerah asalnya sendiri atau produk yang lebih kompleks.
  • Produk: Laporan hasil identifikasi kelompok dapat disajikan dalam bentuk tabel tertulis, peta konsep (mind map), atau infografis sederhana sesuai minat kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal kelas: 'Coba sebutkan satu benda di rumahmu yang memiliki unsur budaya tradisional (seperti batik atau ukiran kayu), dan apa fungsi benda tersebut?'

Proses:

  • Observasi guru menggunakan rubrik ceklis saat murid berdiskusi mengklasifikasikan fungsi pakai dan fungsi hias, serta memberikan pertanyaan pemantik tambahan bagi kelompok yang kesulitan.

Akhir:

  • Penugasan individu: Menuliskan minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara, menentukan apakah termasuk fungsi pakai atau hias, dan menjelaskan sumber budaya yang menginspirasinya.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kolaborasi saat diskusi kelompok.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) dan umpan balik lisan saat presentasi hasil identifikasi.

Sumatif:

  • Lembar Kerja Murid (LKPD) tertulis di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian identifikasi 3 produk, fungsi, dan sumber budayanya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Fungsi Produk (Pakai dan Hias)Belum mampu menjelaskan pengertian dan belum dapat membedakan fungsi pakai dan fungsi hias pada produk interior.Mampu menjelaskan pengertian secara singkat, namun masih keliru dalam membedakan fungsi pakai dan fungsi hias pada beberapa contoh.Mampu menjelaskan pengertian dan membedakan fungsi pakai dan fungsi hias dengan benar berdasarkan contoh produk nyata.Mampu menjelaskan, membedakan, dan memberikan analisis yang komprehensif terkait fungsi pakai dan hias, serta mengaitkannya dengan nilai ergonomis produk.
Identifikasi Produk dan Sumber BudayaBelum mampu mengidentifikasi contoh produk aksesoris interior Nusantara dan sumber budayanya.Mampu mengidentifikasi 1-2 contoh produk, namun penjelasan mengenai sumber budaya yang menginspirasinya kurang tepat atau tidak ada.Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh produk aksesoris interior Nusantara beserta sumber budaya yang menginspirasinya dengan tepat.Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 contoh produk, menjelaskan sumber budaya secara detail, dan menganalisis bagaimana elemen budaya tersebut disederhanakan/diadaptasi ke dalam produk.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan gambar dan contoh nyata efektif dalam membantu murid membedakan fungsi pakai dan fungsi hias?
  • Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah cukup dan berjalan efektif?
  • Bagaimana tingkat antusiasme murid saat mengaitkan budaya lokal dengan produk interior modern?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menarik dan membuatmu bersemangat?
  • Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan mana benda di rumah yang berfungsi pakai dan mana yang berfungsi hias?
  • Setelah melihat berbagai contoh, ide produk aksesoris interior Nusantara seperti apa yang ingin kamu buat untuk rumahmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud)
  2. Gambar/foto produk aksesoris interior Nusantara (contoh: hiasan dinding topeng kayu Sulawesi, kerajinan logam lekuk penari, tempat lilin)
  3. Proyektor, laptop, dan salindia (slide) presentasi
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.