Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Aksesoris Fesyen
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan uji coba teknik pembuatan ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen (misalnya teknik kawat, pahat logam tipis, atau anyam) sesuai desain yang telah dirancang.
  2. Murid dapat membuat bentuk ragam hias Nusantara pada produk aksesoris fesyen menggunakan bahan dan teknik yang telah ditentukan sesuai perencanaan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari desain aksesoris yang sudah kalian buat, teknik apa yang paling memungkinkan untuk mewujudkan ragam hias Nusantara yang kalian pilih — dan mengapa teknik itu cocok dengan bahan yang tersedia?
  2. Pernahkah kalian melihat perhiasan atau aksesoris tradisional Nusantara di sekitar kalian? Apa yang membuat tampilannya terasa 'khas' dibanding aksesoris modern biasa?
  3. Jika uji coba teknik pertama kalian tidak menghasilkan bentuk yang diinginkan, langkah apa yang akan kalian ambil agar produk akhir tetap sesuai desain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengucapkan salam, dan memastikan kondisi kelas siap untuk kerja praktik (meja bersih, alat dan bahan sudah di atas meja masing-masing atau di area kerja).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: meminta murid menunjukkan lembar desain aksesoris yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya, kemudian secara lisan guru menanyakan kepada 3–4 murid: 'Teknik apa yang kamu pilih untuk mewujudkan ragam hias di desainmu, dan sudah tahu langkah pertama yang akan kamu lakukan?'
  • Guru merangkum jawaban diagnostik: mengidentifikasi murid yang sudah yakin dengan teknik dan desainnya (siap lanjut ke produksi) versus yang masih ragu (perlu pendampingan di awal kegiatan inti).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menguji coba teknik pilihan dan mulai membuat bentuk ragam hias Nusantara pada produk aksesoris sesuai desain masing-masing.
  • Guru melempar pertanyaan pemantik: 'Dari desain aksesoris yang sudah kalian buat, teknik apa yang paling memungkinkan untuk mewujudkan ragam hias Nusantara yang kalian pilih?' Beri waktu 2 menit untuk murid berdiskusi singkat dengan teman sebangku.
  • Guru mengingatkan kesepakatan kerja praktik: keselamatan penggunaan alat (kawat, alat pahat, jarum), menjaga kebersihan area kerja, dan menghormati proses kerja teman lain.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka kembali lembar desain aksesoris mereka dan meninjau ulang secara sadar: motif ragam hias apa yang dipilih, bahan apa yang tersedia, dan teknik apa yang paling sesuai untuk mewujudkannya (kawat, pahat logam tipis, atau anyam).
  • Guru menayangkan atau menerangkan secara singkat (5 menit) prosedur dasar tiap teknik yang tersedia: (a) teknik kawat — cara membengkokkan dan mengunci ujung kawat untuk membentuk motif; (b) teknik pahat logam tipis — cara menekan permukaan logam untuk membentuk relief ragam hias; (c) teknik anyam — cara menyilangkan bahan untuk menghasilkan pola motif. Guru menekankan bahwa ini pengingat, bukan instruksi baru.
  • Murid diminta meluangkan 3 menit untuk membaca ulang desain mereka sendiri dan secara mandiri menuliskan di pojok lembar desain: teknik yang dipilih, bahan utama yang akan digunakan, dan estimasi urutan langkah kerja. Ini melatih kesadaran perencanaan sebelum bertindak (mindful planning).
  • Guru membuka ruang tanya singkat (3 menit): jika ada yang masih bingung memilih teknik atau bahan, murid bisa bertanya langsung. Guru mendorong teman sekelas yang sudah jelas untuk ikut memberikan saran, membangun kolaborasi ringan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memulai uji coba teknik pilihan menggunakan bahan sisa atau bahan uji coba (bukan bahan utama produk), selama kurang lebih 15 menit. Tujuannya menguji apakah teknik yang dipilih bisa menghasilkan bentuk ragam hias sesuai desain.
  • Selama uji coba, guru berkeliling sebagai fasilitator: mengamati proses, memberikan umpan balik teknis langsung jika ada kesalahan prosedur, dan mencatat murid yang menemui hambatan teknis signifikan.
  • Setelah uji coba, murid mengevaluasi hasilnya sendiri dengan pertanyaan pendek di buku kerja: 'Apakah bentuk ragam hias yang muncul sudah mendekati desainku? Jika belum, apa yang perlu disesuaikan sebelum mengerjakan produk utama?'
  • Murid yang hasil uji cobanya sudah cukup baik langsung melanjutkan ke proses pembuatan produk aksesoris utama menggunakan bahan dan teknik yang sudah dikonfirmasi.
  • Proses pembuatan produk utama: murid membentuk ragam hias Nusantara pada produk aksesoris (misalnya gelang kawat bermotif batik, giwang logam bermotif flora Nusantara, atau ikat kepala anyam bermotif geometris tradisional) sesuai desain perencanaan masing-masing.
  • Guru terus berkeliling, memberikan bantuan teknis kepada yang menemui hambatan, dan memberikan apresiasi verbal terhadap kemajuan proses kerja setiap murid untuk menjaga suasana kerja yang positif dan menggembirakan.
  • Di tengah proses (sekitar 20 menit setelah kerja produksi dimulai), guru menghentikan kegiatan sejenak selama 3 menit untuk sesi 'laporan cepat': tiap murid menyebutkan kepada pasangan/tetangga mejanya satu hal yang berjalan baik dan satu hambatan yang sedang dihadapi. Ini mendorong kolaborasi dan komunikasi teknis antar murid.
  • Murid melanjutkan proses pembuatan hingga minimal bentuk ragam hias pada produk sudah mulai terbentuk dan dapat diidentifikasi motifnya, meskipun belum selesai penuh (karena finishing touch dapat dilanjutkan di pertemuan berikutnya).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menghentikan proses kerja dan meletakkan alat. Murid melihat kembali produk yang sedang dikerjakan dan membandingkannya dengan desain awal mereka.
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat di buku kerja (disediakan guru atau format sederhana di kertas) dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Sejauh mana proses hari ini sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat? (2) Teknik atau bahan apa yang ternyata lebih sulit atau lebih mudah dari perkiraan, dan mengapa? (3) Apa langkah konkret yang akan kamu lakukan di pertemuan berikutnya untuk menyelesaikan dan menyempurnakan produk ini?
  • Guru mengajak 3–4 murid secara sukarela untuk berbagi refleksi mereka secara lisan di depan kelas, kemudian merespons dengan umpan balik konstruktif yang menekankan perkembangan proses, bukan hanya hasil akhir.
  • Guru menegaskan bahwa kesulitan yang ditemui saat uji coba dan proses pembuatan adalah bagian wajar dari belajar prakarya, dan mendorong murid untuk terus mencoba dengan strategi yang sudah diperbaiki.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: teknik yang diuji coba, proses pembuatan ragam hias Nusantara pada produk aksesoris, dan pembelajaran yang diperoleh dari hambatan yang ditemui.
  • Guru melakukan asesmen akhir formatif singkat: meminta tiap murid mengisi 'exit ticket' — selembar kertas kecil berisi: nama, teknik yang dipakai, satu hal yang berhasil hari ini, dan satu hal yang akan diperbaiki di pertemuan berikutnya.
  • Guru mengumpulkan exit ticket sebagai data asesmen proses dan bahan persiapan diferensiasi untuk pertemuan selanjutnya.
  • Murid merapikan area kerja, menyimpan produk yang sedang dikerjakan di tempat yang aman, dan meletakkan alat kembali ke tempatnya.
  • Guru menyampaikan informasi untuk pertemuan berikutnya: proses pembuatan dilanjutkan hingga finishing touch, sehingga murid diminta membawa kembali bahan dan alat yang sama.
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi atas semangat kerja hari ini dan mengingatkan murid bahwa produk aksesoris yang mereka buat merupakan wujud kebanggaan terhadap warisan budaya Nusantara.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum pernah menggunakan teknik kawat, pahat, atau anyam sama sekali, guru menyediakan lembar panduan visual langkah demi langkah (step-by-step illustrated guide) untuk teknik pilihannya. Bagi murid yang sudah menguasai teknik dasar, guru menyediakan referensi tambahan berupa tautan video teknik lanjutan (misalnya wire wrapping, chasing and repoussé, atau macramé knotting) untuk memperkaya eksplorasi.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan motorik halus atau belum terbiasa bekerja dengan alat logam didampingi guru lebih intensif di awal sesi dan diperbolehkan memilih teknik yang lebih mudah dikendalikan (seperti teknik anyam tali rami) tanpa mengubah tema ragam hias Nusantara yang sudah dirancang. Murid yang cepat selesai pada tahap uji coba dapat langsung mengeksplorasi variasi teknik kedua atau menambahkan elemen dekoratif tambahan pada desain mereka.
  • Produk: Produk akhir bersifat fleksibel sesuai kemampuan: murid yang baru belajar dapat menghasilkan satu elemen ragam hias yang sudah terbentuk jelas pada aksesoris sederhana, sementara murid yang lebih mahir diharapkan menghasilkan produk aksesoris dengan ragam hias yang lebih kompleks dan detail sesuai desain penuh mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menunjukkan lembar desain aksesoris dari pertemuan sebelumnya.
  • Guru bertanya secara lisan kepada 3–4 murid: 'Teknik apa yang kamu pilih untuk mewujudkan ragam hias di desainmu, dan sudah tahu langkah pertama yang akan kamu lakukan?' untuk mengukur kesiapan teknis dan kejelasan rencana kerja murid sebelum masuk ke produksi.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru saat murid melakukan uji coba teknik: apakah langkah kerja sesuai prosedur yang tepat untuk teknik yang dipilih.
  • Pengecekan kesesuaian antara desain dan produk yang sedang dibuat melalui pertanyaan teknis langsung saat guru berkeliling.
  • Sesi laporan cepat berpasangan di tengah proses pembuatan: guru mendengarkan dan mencatat hambatan yang muncul sebagai data umpan balik.
  • Pengisian pertanyaan evaluasi mandiri di buku kerja setelah uji coba: murid menilai sendiri apakah hasil uji coba sudah mendekati desain.

Akhir:

  • Penilaian produk work in progress menggunakan rubrik 4 aspek (kesesuaian ragam hias dengan desain, ketepatan teknik, kualitas pengerjaan, kelengkapan unsur budaya Nusantara).
  • Pengumpulan lembar refleksi tertulis murid yang memuat evaluasi proses dan rencana tindak lanjut.
  • Exit ticket sebagai dokumentasi perkembangan belajar individu untuk bahan diferensiasi di pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi proses kerja: guru mengamati dan mencatat ketekunan, kemampuan memilih teknik yang sesuai desain, dan kemandirian murid selama uji coba dan produksi.
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling: guru mengajukan pertanyaan teknis singkat kepada individu untuk mengecek pemahaman prosedur.
  • Laporan cepat berpasangan (peer sharing) di tengah sesi Mengaplikasi: murid menyampaikan kemajuan dan hambatan kepada teman sebangku.
  • Exit ticket di akhir pertemuan: teknik yang dipakai, satu keberhasilan, dan satu perbaikan ke depan.

Sumatif:

  • Penilaian produk aksesoris (work in progress): kesesuaian bentuk ragam hias dengan desain, ketepatan penggunaan teknik, dan kerapian pengerjaan dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi tertulis murid sebagai bukti kemampuan mengevaluasi proses dan merencanakan tindak lanjut.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Ragam Hias dengan DesainBentuk ragam hias yang dibuat tidak dapat dikenali atau sangat jauh berbeda dari desain yang sudah dirancang.Bentuk ragam hias mulai terbentuk tetapi masih memiliki banyak perbedaan signifikan dengan desain yang dirancang.Bentuk ragam hias sudah cukup sesuai dengan desain dengan beberapa penyesuaian minor yang dapat dijelaskan secara teknis.Bentuk ragam hias terwujud dengan baik dan sangat sesuai desain yang dirancang, mencerminkan motif Nusantara yang dapat diidentifikasi dengan jelas.
Ketepatan Penggunaan TeknikTeknik yang digunakan tidak sesuai atau murid tidak dapat menerapkan prosedur dasar teknik yang dipilih.Teknik diterapkan dengan banyak kesalahan prosedur sehingga hasil kurang stabil atau mudah rusak.Teknik diterapkan dengan benar pada sebagian besar proses, dengan beberapa bagian yang masih perlu disempurnakan.Teknik diterapkan dengan tepat dan konsisten sesuai prosedur, menghasilkan bentuk yang kuat, stabil, dan rapi.
Kualitas dan Kerapian PengerjaanHasil pengerjaan sangat kasar, tidak rapi, dan banyak bagian yang tidak terselesaikan.Pengerjaan mulai rapi di beberapa bagian tetapi masih banyak area yang kasar, tidak tersambung, atau tidak proporsional.Pengerjaan cukup rapi dan proporsional dengan beberapa detail yang masih perlu diperbaiki untuk finishing.Pengerjaan rapi, proporsional, dan detail teknis diperhatikan dengan baik sehingga produk tampak layak dan memiliki nilai estetika tinggi.
Kandungan Unsur Budaya NusantaraRagam hias yang dibuat tidak mencerminkan unsur budaya Nusantara yang dapat diidentifikasi.Terdapat satu unsur budaya Nusantara yang dapat dikenali tetapi belum kuat atau konsisten dalam keseluruhan produk.Ragam hias mencerminkan unsur budaya Nusantara dengan jelas dan sesuai konteks budaya yang dimaksud.Ragam hias secara kaya dan autentik mencerminkan unsur budaya Nusantara yang spesifik, dan murid dapat menjelaskan latar belakang budaya motif yang dipilih.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu antara uji coba teknik dan proses pembuatan produk sudah seimbang, atau perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan teknis lebih intensif, dan strategi diferensiasi apa yang akan disiapkan untuk mereka?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memicu keterlibatan aktif dan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kerja praktik?
  • Hambatan teknis apa yang paling banyak muncul hari ini, dan bagaimana cara mengantisipasi hambatan tersebut di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Sejauh mana produk aksesoris yang kamu buat hari ini sudah mencerminkan desain ragam hias Nusantara yang kamu rencanakan? Apa yang sudah berhasil dan apa yang perlu diperbaiki?
  • Teknik yang kamu pilih hari ini — apakah sesuai ekspektasimu? Jika ada yang di luar dugaan, apa yang kamu pelajari dari pengalaman itu?
  • Apa satu langkah konkret yang akan kamu lakukan di pertemuan berikutnya untuk membuat produk aksesorismu menjadi lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbudristek)
  2. Lembar desain aksesoris murid dari pertemuan sebelumnya (Kegiatan 4)
  3. Bahan/material aksesoris: kawat (berbagai ukuran), logam tipis/aluminium foil tebal, tali rami, benang wol, batuan alam, kulit imitasi
  4. Alat kerja: tang bulat, tang potong, alat pahat/embossing tool, jarum dan benang, gunting, penggaris, spidol permanen
  5. Lembar panduan visual teknik kawat, pahat logam tipis, dan anyam (disiapkan guru sebagai handout diferensiasi)
  6. Referensi video teknik tambahan (tautan disiapkan guru untuk murid mandiri): wire wrapping, chasing and repoussé, macramé
  7. Kelas/studio kerja dengan pencahayaan yang cukup dan meja kerja yang dapat digunakan untuk kegiatan prakarya
  8. Jurnal/buku kerja murid untuk pengisian refleksi dan catatan proses
  9. Lembar exit ticket (disiapkan guru, format sederhana di kertas kecil)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.