Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Perancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerancangan Konsep Aksesoris Fesyen Nusantara
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang konsep produk aksesoris fesyen yang mengandung unsur ragam hias Nusantara dan serasi dengan produk busana yang telah dibuat, berdasarkan hasil eksplorasi pada kegiatan sebelumnya.
  2. Murid dapat membuat sketsa perancangan produk aksesoris fesyen Nusantara disertai keterangan kategori aksesoris (rambut/kepala, tubuh/busana, atau kaki), bahan, dan teknik yang akan digunakan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana sebuah aksesoris dapat mengubah karakter dan memperkuat identitas budaya pada busana Nusantara?
  2. Apa yang membuat aksesoris tidak sekadar pelengkap, tetapi mampu bercerita tentang kekayaan ragam hias daerahmu?
  3. Jika kamu akan memadukan ragam hias Nusantara ke dalam aksesoris sehari-hari, langkah kreatif apa yang akan kamu ambil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing (berkesadaran).
  • Guru melakukan apersepsi: mengingatkan kembali proyek modifikasi busana dengan ragam hias Nusantara pada kegiatan sebelumnya dan bertanya, 'Apa yang masih kurang agar busana tersebut tampil lebih memukau?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata murid.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu tentang aksesoris fesyen Nusantara.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan: menanyakan pengetahuan murid tentang jenis-jenis aksesoris tradisional, fungsi ragam hias, dan hubungannya dengan busana.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan gambar/video berbagai contoh aksesoris Nusantara (seperti kalung, gelang, ikat pinggang, hiasan kepala) dan mendiskusikan ciri khas ragam hias yang digunakan.
  • Guru menjelaskan materi singkat tentang definisi, kategori aksesoris (rambut/kepala, tubuh/busana, kaki), fungsi estetis dan simbolis, serta prinsip keserasian dengan busana (bermakna).
  • Murid secara mandiri membaca LKS atau buku panduan halaman terkait, lalu mengisi jurnal siswa: mencatat tiga hal penting yang baru dipahami tentang aksesoris Nusantara (berkesadaran).
  • Guru meminta beberapa murid menyampaikan temuan mereka dan memberikan klarifikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta mengeluarkan hasil eksplorasi mereka (catatan, foto, atau inspirasi budaya dari kegiatan 1 dan 2) dan produk busana yang telah dimodifikasi.
  • Guru memberikan instruksi: 'Rancanglah satu konsep aksesoris fesyen yang serasi dengan busanamu, ambil minimal satu unsur ragam hias Nusantara, dan buat sketsanya lengkap dengan keterangan kategori, bahan, dan teknik.'
  • Murid secara mandiri menuangkan ide dalam bentuk sketsa detail di kertas A4, boleh menggunakan pensil warna/cat air (menggembirakan).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, pertanyaan pendorong, dan umpan balik formatif (misalnya: 'Bagaimana kamu memastikan motif ini cocok dengan bordiran di bajumu?', 'Apa alternatif bahan jika bahan itu sulit didapat?').
  • Murid yang lebih cepat diminta membuat dua alternatif sketsa atau menambahkan penjelasan filosofis; murid lain cukup menyelesaikan satu sketsa dengan panduan langkah-demi-langkah (diferensiasi proses dan produk).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid saling menukarkan sketsa dengan teman sebangku untuk saling memberi masukan (peer feedback) berdasarkan kriteria: kejelasan konsep, keserasian dengan busana, dan kreativitas (kolaborasi singkat).
  • Setiap murid menulis jurnal refleksi: apa yang sudah berhasil, apa tantangannya, dan bagaimana mereka bisa memperbaiki desain di masa depan (berkesadaran).
  • Guru memandu diskusi kelas ringan: meminta beberapa sukarelawan menampilkan sketsa dan berbagi proses kreatifnya, kemudian guru merangkum temuan bersama (bermakna).
  • Guru mengapresiasi usaha dan keberanian murid bereksperimen dengan ragam budaya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan langkah-langkah merancang aksesoris fesyen Nusantara dan menekankan pentingnya kesatuan antara busana dan aksesoris.
  • Murid mengumpulkan sketsa dan jurnal refleksi sebagai portofolio asesmen akhir.
  • Guru memberikan tugas membaca untuk persiapan pembuatan aksesoris di pertemuan berikutnya.
  • Kelas ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid lambat belajar: difokuskan pada satu contoh aksesoris sederhana dengan ragam hias geometris. Murid cepat: diberikan tantangan menggabungkan dua motif dari daerah berbeda dalam satu aksesoris.
  • Proses: Murid lambat belajar: diberikan lembar panduan langkah-demi-langkah membuat sketsa dan template. Murid cepat: bekerja mandiri tanpa template dan boleh menggunakan riset internet.
  • Produk: Murid lambat belajar: sketsa cukup dengan satu tampak dan keterangan minimal. Murid cepat: sketsa multi-tampak dengan penjelasan filosofis dan alternatif material.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan contoh aksesoris tradisional yang kalian kenal! Apa fungsi aksesoris selain memperindah penampilan? Bagaimana ragam hias dapat diterapkan pada aksesoris?'

Proses:

  • Observasi aktivitas menggambar sketsa dan diskusi peer feedback, dicatat dalam lembar catatan guru.
  • Pemberian umpan balik langsung saat berkeliling (pertanyaan pendorong, saran).

Akhir:

  • Penilaian sketsa dan jurnal refleksi menggunakan rubrik yang mencakup kesesuaian konsep, kelengkapan keterangan, kreativitas, dan ketajaman refleksi.

Formatif:

  • Observasi dan tanya jawab saat murid merancang sketsa (umpan balik lisan).
  • Jurnal refleksi sebagai asesmen diri selama proses.

Sumatif:

  • Penilaian portofolio sketsa dan jurnal menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Konsep dengan Ragam Hias & BusanaBelum terlihat hubungan antara ragam hias Nusantara dengan aksesoris dan busana yang telah dibuat.Ragam hias dipilih, namun belum serasi atau hanya sedikit mendukung penampilan busana.Konsep aksesoris sudah memuat ragam hias Nusantara dan cukup serasi dengan busana; ide didasari hasil eksplorasi.Ragam hias Nusantara diadaptasi secara kreatif, sangat serasi dan memperkuat karakter busana; menunjukkan pemahaman mendalam terhadap budaya.
Kejelasan & Kelengkapan Sketsa (Kategori, Bahan, Teknik)Sketsa tidak jelas, keterangan kategori, bahan, atau teknik tidak lengkap.Sketsa dapat dikenali, tetapi beberapa keterangan penting belum ada atau kurang rinci.Sketsa detail dan informatif, mencantumkan kategori aksesoris, bahan, dan teknik yang sesuai.Sketsa sangat detail dengan beberapa tampak, dilengkapi alternatif bahan/teknik serta pertimbangan ergonomis; menunjukkan kemampuan mengomunikasikan ide dengan sangat baik.
Kreativitas & Estetika VisualTidak tampak upaya eksplorasi bentuk atau warna; sketsa asal jadi.Ada sedikit variasi, tetapi masih sangat sederhana dan mirip contoh.Desain menunjukkan sentuhan pribadi, penggunaan warna dan komposisi menarik, namun belum sangat orisinal.Desain orisinal, estetis, dan menunjukkan keberanian eksperimen; sketsa disajikan rapi dan memikat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu menghubungkan hasil eksplorasi sebelumnya ke dalam konsep aksesoris?
  • Bagaimana efektivitas umpan balik yang diberikan selama proses menggambar sketsa?
  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai secara merata, atau ada murid yang memerlukan pendampingan tambahan?
  • Bagaimana suasana pembelajaran: sudahkah berlangsung mendalam, bermakna, dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat merancang aksesoris agar selaras dengan busana?
  • Bagaimana kamu memastikan ragam hias yang dipilih benar-benar cocok dan tidak terlihat asal tempel?
  • Setelah mendapat masukan dari teman, adakah hal yang akan kamu ubah atau tambahkan?
  • Apa kebanggaan terbesar dari hasil sketsamu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek)
  2. Lingkungan sekitar, internet: contoh aksesoris Nusantara (foto, video)
  3. Alat gambar: pensil, penghapus, drawing pen, pensil warna/cat air, kertas A4
  4. Jurnal siswa (catatan eksplorasi kegiatan 1 & 2, produk busana yang telah dimodifikasi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.