Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Uji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Uji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Uji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Uji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikUji Coba Teknik dan Pembuatan Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan uji coba teknik aplikasi ragam hias Nusantara (sulam, aplikasi kain tradisional, atau manik-manik) sesuai desain yang telah dirancang pada produk busana.
  2. Murid dapat membuat ragam hias Nusantara pada produk busana menggunakan bahan dan teknik lokal yang telah dipilih sesuai perencanaan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana teknik sulam atau aplikasi kain tradisional dapat mengubah tampilan busana biasa menjadi lebih bernilai budaya dan estetis?
  2. Tantangan apa yang mungkin kalian hadapi saat memindahkan desain ragam hias dari kertas ke atas produk busana, dan bagaimana kalian akan mengatasinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali desain ragam hias yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kesiapan alat, bahan, dan pemahaman murid mengenai teknik yang akan digunakan (sulam, aplikasi kain, atau manik-manik).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kembali desain ragam hias masing-masing dan mengidentifikasi prosedur kerja, alat, serta bahan yang dibutuhkan.
  • Guru memberikan penguatan terkait prosedur teknik aplikasi (misal: jahit tangan, sulam, atau penempelan manik-manik) dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar hasil rapi.
  • Murid menyiapkan area kerja (studio/kelas) dan memastikan seluruh material siap digunakan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan uji coba teknik pada kain perca atau bagian tersembunyi dari busana untuk memastikan kesesuaian teknik dengan bahan.
  • Setelah uji coba berhasil, murid mulai membuat dan mengaplikasikan ragam hias Nusantara pada produk busana utama sesuai dengan desain perencanaan.
  • Murid mendokumentasikan proses pembuatan karya dalam bentuk foto atau video di Lembar Kerja Siswa (LKS).
  • Guru berkeliling sebagai fasilitator, memberikan pendampingan, dan membantu murid yang menemui hambatan teknis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menghentikan sejenak aktivitasnya untuk melihat progres karya yang telah dibuat.
  • Murid mengevaluasi kesesuaian hasil sementara dengan desain awal, serta mengidentifikasi kendala yang dialami selama proses pengerjaan.
  • Murid menentukan strategi perbaikan atau penyesuaian (finishing touch) untuk menyempurnakan produk busana mereka.

Penutup:

  • Guru membimbing murid membuat kesimpulan mengenai pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam mengaplikasikan teknik ragam hias.
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan progres karya murid hari ini.
  • Guru menginformasikan kegiatan pada pertemuan berikutnya (penyelesaian akhir dan persiapan displai produk).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid diperbolehkan memilih teknik ragam hias sesuai minat dan ketersediaan bahan (sulam, aplikasi kain tradisional, manik-manik, atau pembentukan logam tipis/kawat).
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) bagi murid yang belum terampil menjahit/menyulam, sementara murid yang sudah mahir diberi kebebasan untuk mengeksplorasi teknik campuran yang lebih rumit.
  • Produk: Hasil akhir berupa produk busana dengan ragam hias yang tingkat kerumitan dan jenis tekniknya bervariasi sesuai dengan kemampuan dan desain masing-masing murid.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan untuk mengecek kesiapan desain, alat, bahan, dan pemahaman awal murid tentang teknik yang dipilih sebelum praktik dimulai.

Proses:

  • Observasi guru selama kegiatan inti (uji coba dan aplikasi teknik) untuk memberikan umpan balik langsung terkait cara memegang alat, kerapian jahitan/sulam, dan pemecahan masalah (assessment for learning).

Akhir:

  • Penilaian hasil kerja (progres produk busana) di akhir jam pelajaran, difokuskan pada kesesuaian dengan desain awal dan kerapian teknik aplikasi (assessment of learning).

Formatif:

  • Observasi praktik uji coba teknik
  • Jurnal/dokumentasi proses (foto/video)

Sumatif:

  • Penilaian produk (kesesuaian ragam hias dengan desain dan kerapian teknik)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian dengan Desain PerencanaanRagam hias yang dibuat sama sekali tidak sesuai dengan desain yang telah dirancang sebelumnya.Ragam hias yang dibuat kurang sesuai dengan desain, banyak detail yang hilang atau berubah tanpa alasan yang jelas.Ragam hias yang dibuat sudah sesuai dengan desain perencanaan, meskipun ada sedikit penyesuaian minor.Ragam hias yang dibuat sangat akurat sesuai desain perencanaan, proporsional, dan menunjukkan detail yang sangat baik.
Penguasaan Teknik dan KerapianBelum mampu melakukan teknik aplikasi (sulam/jahit/manik), hasil sangat berantakan dan merusak bahan.Mampu melakukan teknik aplikasi namun hasil masih kurang rapi (jahitan longgar, manik tidak kuat, sisa benang berantakan).Mampu melakukan teknik aplikasi dengan baik, hasil cukup rapi dan kuat menempel pada busana.Sangat mahir melakukan teknik aplikasi, hasil sangat rapi, kuat, estetis, dan menunjukkan tingkat kerumitan yang baik.
Kemandirian dan Pemecahan MasalahSangat bergantung pada bantuan guru dalam setiap langkah pengerjaan dan mudah menyerah saat menemui kendala.Sesekali mencoba mandiri namun masih sering meminta bantuan guru untuk hal-hal teknis dasar.Mampu bekerja secara mandiri dan dapat mengatasi kendala teknis sederhana dengan sedikit arahan.Sangat mandiri, fokus, dan mampu menemukan solusi kreatif secara mandiri saat menghadapi hambatan teknis selama proses produksi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2x45 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan uji coba dan aplikasi teknik pada busana?
  • Teknik apa yang paling banyak dipilih murid dan apa kendala utama yang mereka hadapi?
  • Apakah peran saya sebagai fasilitator sudah optimal dalam membantu murid yang kesulitan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana yang paling menantang saat mengaplikasikan teknik ragam hias pada busana?
  • Apakah teknik yang kamu pilih sudah tepat untuk mewujudkan desainmu? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu setelah melihat desainmu mulai terwujud secara nyata pada produk busana?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA kelas X (Kemdikbud)
  2. Alat dan bahan praktik: Alat jahit, jarum, benang sulam, manik-manik, kain perca, gunting, logam tipis/kawat
  3. Produk busana dasar yang akan dihias
  4. Lembar Kerja Siswa (LKS) / Jurnal Visual untuk dokumentasi
  5. Video tutorial atau referensi visual teknik sulam dan aplikasi kain tradisional

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.