MODUL AJAR Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E) Topik: Penyempurnaan Desain Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Penyempurnaan Desain Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyempurnakan sketsa desain ragam hias Nusantara pada produk busana dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi dan keindahan visual produk fesyen.
- Murid dapat menentukan bahan dan teknik yang paling sesuai untuk mengaplikasikan ragam hias Nusantara pada produk busana berdasarkan hasil uji coba awal.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membedakan desain ragam hias yang sekadar indah dipandang dengan desain yang benar-benar nyaman dan fungsional saat dikenakan?
- Bagaimana hasil uji coba awal dapat membantumu memilih bahan dan teknik terbaik untuk menyempurnakan desain ragam hias pada busana?
- Pernahkah kalian melihat produk busana bermotif Nusantara yang menurut kalian kurang tepat penempatannya? Apa yang bisa diperbaiki?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan pengecekan kehadiran murid.
- Guru menampilkan dua foto produk busana bermotif ragam hias Nusantara: satu dengan penempatan ergonomis dan satu yang kurang tepat, lalu meminta murid mengamati perbedaannya (asesmen awal diagnostik).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.
- Guru menghubungkan pertemuan ini dengan hasil eksplorasi dan sketsa awal yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan contoh penyempurnaan sketsa desain ragam hias pada produk busana, menjelaskan pertimbangan ergonomi (letak motif pada bagian tubuh, kenyamanan gerak) dan keindahan visual (proporsi, keseimbangan, harmoni warna).
- Murid menganalisis sketsa desain awal miliknya sendiri berdasarkan checklist prinsip ergonomi dan keindahan visual yang dibagikan guru.
- Murid mencatat minimal 3 aspek yang perlu disempurnakan pada sketsa desainnya di jurnal siswa.
- Guru memfasilitasi tanya jawab singkat untuk memastikan pemahaman murid tentang kriteria desain yang baik.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyempurnakan sketsa desain ragam hias Nusantara pada produk busana dengan memperbaiki penempatan motif, proporsi, dan kombinasi warna berdasarkan hasil analisis pada tahap sebelumnya.
- Murid menentukan bahan dan teknik aplikasi ragam hias yang paling sesuai berdasarkan hasil uji coba awal, dengan mencatat alasan pemilihan di lembar perencanaan desain.
- Murid melakukan asistensi singkat dengan guru atau teman sejawat untuk mendapat umpan balik terhadap sketsa yang disempurnakan.
- Murid merevisi sketsa berdasarkan umpan balik dan menambahkan keterangan teknis (jenis bahan, teknik aplikasi, ukuran motif) pada gambar desain final.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membandingkan sketsa awal dengan sketsa yang telah disempurnakan dan menuliskan 2-3 poin perubahan utama beserta alasannya di jurnal siswa.
- Murid melakukan penilaian diri menggunakan rubrik yang disediakan guru untuk mengevaluasi kualitas desain akhir mereka.
- Murid menuliskan rencana tindak lanjut: apa yang akan diperbaiki lagi jika ada kesempatan dan strategi belajar apa yang berhasil pada pertemuan ini.
Penutup:- Guru memfasilitasi 2-3 murid untuk mempresentasikan sketsa desain final dan menjelaskan pilihan bahan serta teknik yang ditentukan.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap proses penyempurnaan desain yang telah dilakukan murid.
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya dan mengingatkan murid untuk menyiapkan bahan sesuai perencanaan.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan contoh desain yang sudah disempurnakan sebagai referensi visual beserta panduan langkah demi langkah. Murid yang cepat diberikan tantangan mengeksplorasi kombinasi dua teknik aplikasi ragam hias berbeda.
- Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih mendapat pendampingan individual dari guru saat asistensi. Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya untuk membantu temannya sekaligus memperdalam pemahamannya.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menghasilkan satu sketsa desain final dengan keterangan bahan. Murid yang cepat menghasilkan sketsa desain dengan variasi alternatif bahan dan teknik beserta perbandingan kelebihan masing-masing.
ASESMENAwal:- Murid diminta mengidentifikasi perbedaan dua contoh desain ragam hias pada busana (ergonomis vs tidak ergonomis) dan menuliskan 2 alasan mengapa salah satu lebih baik. Hasil digunakan guru untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang prinsip ergonomi dan keindahan visual.
Proses:- Guru mengamati proses penyempurnaan sketsa dan mencatat apakah murid mempertimbangkan prinsip ergonomi dan keindahan visual.
- Guru memeriksa lembar perencanaan desain untuk memastikan murid mencantumkan alasan pemilihan bahan dan teknik berdasarkan hasil uji coba awal.
- Murid melakukan penilaian diri dengan rubrik setelah menyelesaikan sketsa final.
Akhir:- Penilaian produk: sketsa desain ragam hias Nusantara yang telah disempurnakan, dinilai berdasarkan rubrik 4 level mencakup aspek ergonomi, keindahan visual, kesesuaian bahan dan teknik, serta kandungan unsur budaya Nusantara.
Formatif:- Observasi proses penyempurnaan sketsa desain menggunakan lembar pengamatan guru.
- Umpan balik lisan saat asistensi desain (assessment for learning).
- Penilaian diri murid menggunakan rubrik (assessment as learning).
- Penilaian sejawat saat asistensi antar teman.
Sumatif:- Penilaian produk sketsa desain final beserta lembar perencanaan bahan dan teknik menggunakan rubrik holistik.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyempurnaan Desain (Ergonomi dan Keindahan Visual) | Sketsa desain belum menunjukkan penyempurnaan; penempatan motif tidak mempertimbangkan ergonomi dan keindahan visual. | Sketsa desain menunjukkan upaya penyempurnaan namun baru memenuhi salah satu aspek (ergonomi atau keindahan visual). | Sketsa desain disempurnakan dengan mempertimbangkan prinsip ergonomi dan keindahan visual secara tepat sesuai desain yang direncanakan. | Sketsa desain disempurnakan secara kreatif dan detail dengan pertimbangan ergonomi dan keindahan visual yang sangat baik, menghasilkan desain yang orisinal dan fungsional. | | Pemilihan Bahan dan Teknik Berdasarkan Uji Coba | Belum dapat menentukan bahan dan teknik yang sesuai; tidak ada kaitan dengan hasil uji coba awal. | Sudah menentukan bahan dan teknik namun alasan pemilihan belum didasarkan pada hasil uji coba awal. | Menentukan bahan dan teknik yang sesuai berdasarkan hasil uji coba awal dengan alasan yang logis. | Menentukan bahan dan teknik yang paling tepat berdasarkan hasil uji coba awal dengan analisis kelebihan dan kekurangan setiap alternatif. | | Kandungan Unsur Budaya Nusantara | Belum ada unsur budaya Nusantara yang teridentifikasi dalam desain. | Sudah ada unsur budaya Nusantara namun belum terintegrasi dengan baik pada desain busana. | Unsur budaya Nusantara ditambahkan dengan bahan yang sesuai dan terintegrasi dalam desain busana. | Unsur budaya Nusantara ditambahkan dengan bahan dan teknik yang sesuai, terintegrasi secara harmonis dan memperkuat identitas desain busana. | | Kemampuan Mengomunikasikan Ide Desain | Sketsa dan keterangan teknis tidak jelas; ide desain sulit dipahami. | Sketsa cukup jelas namun keterangan teknis (bahan, teknik, ukuran) belum lengkap. | Sketsa jelas disertai keterangan teknis yang lengkap sehingga ide desain dapat dipahami dengan baik. | Sketsa sangat detail dan komunikatif, disertai keterangan teknis lengkap serta penjelasan konsep desain yang meyakinkan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu menerapkan prinsip ergonomi dan keindahan visual dalam menyempurnakan desain mereka?
- Apakah scaffolding dan asistensi yang diberikan cukup membantu murid yang kesulitan?
- Strategi apa yang perlu diperbaiki agar proses penyempurnaan desain lebih efektif pada pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah menjangkau kebutuhan semua murid?
Refleksi Murid:- Apa perubahan paling signifikan yang saya lakukan pada sketsa desain saya dan mengapa perubahan itu penting?
- Apakah pilihan bahan dan teknik yang saya tentukan sudah benar-benar berdasarkan hasil uji coba, atau masih berdasarkan asumsi?
- Apa yang masih perlu saya pelajari lebih lanjut untuk menghasilkan desain ragam hias Nusantara yang lebih baik?
- Strategi belajar apa yang berhasil saya gunakan hari ini dan akan saya terapkan lagi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek)
- Jurnal siswa (catatan eksplorasi dan uji coba awal dari pertemuan sebelumnya)
- Alat gambar: pensil, pen, marker, pensil warna/cat air
- Contoh bahan/material ragam hias (kain, benang, manik-manik, dll.)
- Contoh produk busana bermotif ragam hias Nusantara (foto atau realia)
- Checklist prinsip ergonomi dan keindahan visual (disiapkan guru)
- Rubrik penilaian diri untuk murid
|