Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Perancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Perancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerancangan Konsep Ragam Hias Nusantara pada Produk Busana
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang konsep produk busana dengan ragam hias Nusantara berdasarkan hasil eksplorasi objek budaya lokal, dengan mempertimbangkan kesesuaian motif, bahan, dan teknik.
  2. Murid dapat mengomunikasikan ide perancangan ragam hias Nusantara pada produk busana dalam bentuk sketsa desain yang disertai keterangan bahan dan teknik yang akan digunakan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana ragam hias Nusantara yang kamu eksplorasi dapat diwujudkan menjadi desain busana yang menarik dan bermakna?
  2. Teknik dan bahan apa yang paling sesuai untuk mengaplikasikan motif budaya lokal pada busana yang akan kamu rancang?
  3. Bagaimana caramu mengomunikasikan ide desainmu agar orang lain memahami konsep ragam hias Nusantara yang kamu terapkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa, menciptakan suasana positif dan penuh semangat.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan hasil eksplorasi objek budaya lokal yang telah dilakukan murid pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru mendemonstrasikan contoh-contoh ilustrasi fesyen dan penerapan detail desain ragam hias Nusantara pada produk busana menggunakan berbagai teknik (aplikasi kain, sulam, manik-manik).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan minat murid.
  • Guru menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan merancang konsep busana dengan ragam hias Nusantara dan mengomunikasikannya melalui sketsa desain.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dan mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam desain busana dengan ragam hias Nusantara: motif, warna, komposisi, teknik aplikasi, dan pemilihan bahan.
  • Murid menganalisis hubungan antara objek budaya lokal yang telah dieksplorasi dengan kemungkinan aplikasinya pada desain busana (lokasi penempatan motif, ukuran, adaptasi bentuk).
  • Murid mereview jurnal eksplorasi mereka dan memilih motif ragam hias Nusantara yang akan dikembangkan dalam desain busana.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang kesesuaian motif dengan jenis busana, target pengguna, dan nilai budaya yang ingin disampaikan.
  • Murid mengonstruksi pemahaman tentang prinsip desain busana yang menghargai kekayaan budaya Nusantara sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid merancang konsep produk busana dengan membuat sketsa desain yang menunjukkan aplikasi ragam hias Nusantara pada bagian tertentu (kerah, lengan, dada, punggung, atau bagian lain).
  • Murid menentukan teknik yang akan digunakan untuk mengaplikasikan ragam hias (sulam, aplikasi kain tradisional, bordir, manik-manik, atau kombinasi).
  • Murid memilih dan menentukan jenis bahan yang sesuai untuk busana dan bahan pendukung untuk ragam hias (kain tradisional, benang, manik-manik, dll).
  • Murid membuat keterangan lengkap pada sketsa desain: jenis busana, motif ragam hias yang digunakan, teknik aplikasi, bahan utama dan pendukung, serta alasan pemilihan desain.
  • Murid menyiapkan contoh bahan atau material yang akan digunakan untuk dilampirkan bersama sketsa desain.
  • Guru melakukan asistensi individual, memberikan umpan balik konstruktif dan bimbingan teknis kepada murid dalam proses perancangan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mempresentasikan sketsa desain busana mereka di depan kelompok kecil (4-5 orang), menjelaskan konsep, pilihan motif, teknik, dan bahan.
  • Murid saling memberikan umpan balik konstruktif melalui penilaian sejawat menggunakan panduan refleksi sederhana.
  • Murid merefleksi proses perancangan: Apa yang berjalan lancar? Apa tantangan yang dihadapi? Bagaimana mengatasinya?
  • Murid mengevaluasi kesesuaian desain mereka dengan objek budaya lokal yang telah dieksplorasi dan nilai budaya yang ingin disampaikan.
  • Murid menentukan langkah perbaikan atau penyempurnaan desain berdasarkan umpan balik dan refleksi diri.

Penutup:

  • Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan menanyakan pembelajaran yang diperoleh dan tantangan yang dihadapi murid.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan usaha murid dalam merancang konsep busana ragam hias Nusantara.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengumpulkan sketsa desain lengkap dengan keterangan dan contoh bahan.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: revisi desain dan persiapan produksi.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih tingkat kompleksitas desain ragam hias sesuai kemampuan: dari aplikasi sederhana pada satu bagian busana hingga kombinasi beberapa teknik pada beberapa bagian.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih mendapat asistensi intensif dari guru. Murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi variasi teknik dan kombinasi motif yang lebih kompleks, atau membantu teman sebaya.
  • Produk: Murid dapat menyajikan sketsa desain dalam berbagai format: gambar manual dengan pensil warna/cat air, digital, atau kombinasi gambar dan kolase bahan. Keterangan dapat berupa tulisan atau rekaman audio visual.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan dan mendokumentasikan hasil eksplorasi objek budaya lokal yang telah dilakukan murid: motif apa yang dipilih, mengapa, dan bagaimana rencana aplikasinya.
  • Guru mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang teknik dan bahan yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan ragam hias pada busana.

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat menganalisis dan merancang: apakah mereka mempertimbangkan kesesuaian motif, bahan, dan teknik secara kritis.
  • Umpan balik formatif selama asistensi: guru memberikan pertanyaan penggali dan saran perbaikan untuk membantu murid menyempurnakan konsep desain.
  • Penilaian sejawat saat presentasi kelompok kecil: murid saling memberi masukan konstruktif tentang desain teman.

Akhir:

  • Penilaian sketsa desain busana menggunakan rubrik dengan aspek: kesesuaian motif ragam hias dengan objek budaya lokal, ketepatan pemilihan teknik dan bahan, kelengkapan dan kejelasan keterangan desain, kemampuan komunikasi ide melalui sketsa.
  • Refleksi tertulis murid tentang proses perancangan dan pembelajaran yang diperoleh.

Formatif:

  • Observasi proses perancangan: kemampuan menganalisis kesesuaian motif dengan busana
  • Umpan balik lisan selama asistensi individual
  • Penilaian sejawat pada sesi presentasi kelompok kecil

Sumatif:

  • Penilaian sketsa desain busana berdasarkan rubrik: kesesuaian motif dengan objek budaya, pemilihan teknik dan bahan, kelengkapan keterangan, kemampuan komunikasi visual

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Motif Ragam Hias dengan Objek Budaya LokalMotif ragam hias tidak mencerminkan objek budaya lokal yang telah dieksplorasi atau tidak ada hubungan yang jelas.Motif ragam hias menunjukkan sebagian elemen objek budaya lokal tetapi masih sangat umum atau kurang spesifik.Motif ragam hias dengan jelas mencerminkan objek budaya lokal yang telah dieksplorasi dengan adaptasi yang sesuai pada desain busana.Motif ragam hias mencerminkan objek budaya lokal secara mendalam dengan interpretasi kreatif, menunjukkan pemahaman makna budaya dan estetika yang kuat.
Ketepatan Pemilihan Teknik dan BahanTeknik dan bahan yang dipilih tidak sesuai dengan motif ragam hias atau jenis busana yang dirancang.Teknik dan bahan yang dipilih cukup sesuai tetapi masih ada ketidaksesuaian dengan karakteristik motif atau busana.Teknik dan bahan yang dipilih sesuai dengan motif ragam hias dan jenis busana, menunjukkan pertimbangan praktis dan estetis.Teknik dan bahan yang dipilih sangat tepat, inovatif, dan menunjukkan pertimbangan mendalam terhadap karakteristik motif, fungsi busana, dan nilai estetis.
Kelengkapan dan Kejelasan Keterangan DesainSketsa desain tidak disertai keterangan atau keterangan sangat minim dan tidak jelas.Keterangan desain ada tetapi tidak lengkap, hanya menyebutkan sebagian informasi (motif, teknik, atau bahan).Keterangan desain lengkap mencakup motif ragam hias, teknik aplikasi, jenis bahan utama dan pendukung, serta alasan pemilihan.Keterangan desain sangat lengkap, detail, dan disertai contoh bahan atau referensi visual yang memperjelas konsep perancangan.
Kemampuan Komunikasi Ide Melalui SketsaSketsa desain tidak jelas, sulit dipahami, atau tidak menunjukkan ide aplikasi ragam hias pada busana.Sketsa desain cukup jelas tetapi masih memerlukan penjelasan verbal untuk memahami konsep ragam hias yang diterapkan.Sketsa desain jelas dan mudah dipahami, menunjukkan lokasi, bentuk, dan komposisi ragam hias pada busana dengan baik.Sketsa desain sangat jelas, proporsional, dan komunikatif dengan detail visual yang memudahkan pemahaman konsep tanpa penjelasan tambahan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah demonstrasi contoh desain dan asistensi individual efektif membantu murid merancang konsep busana dengan ragam hias Nusantara?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan fasilitasi agar lebih banyak murid berani mengeksplorasi teknik dan bahan yang beragam?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (memahami, mengaplikasi, merefleksi) sudah tepat dan mencukupi?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam memberikan umpan balik agar lebih konstruktif dan memotivasi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dan menantang dalam merancang konsep busana dengan ragam hias Nusantara?
  • Bagaimana kamu memutuskan teknik dan bahan yang akan digunakan untuk mengaplikasikan motif pada busana?
  • Apa yang kamu pelajari dari umpan balik teman dan guru tentang desainmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menyempurnakan desain busana ragam hias Nusantara mu?
  • Bagaimana pengalaman merancang ini membuatmu lebih menghargai kekayaan budaya Nusantara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X
  2. Jurnal eksplorasi objek budaya lokal murid (hasil pertemuan sebelumnya)
  3. Contoh ilustrasi fesyen dengan aplikasi ragam hias Nusantara (foto, majalah, atau digital)
  4. Alat gambar: pensil, pen, marker, pensil warna, atau cat air
  5. Contoh bahan/material: kain tradisional, benang sulam, manik-manik, kancing hias
  6. Referensi digital: situs atau video tentang teknik aplikasi ragam hias pada busana

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.