Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Identifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Identifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Identifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Identifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikIdentifikasi Bahan, Alat, dan Teknik Ragam Hias pada Produk Fesyen
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi berbagai bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias Nusantara pada produk fesyen, seperti kain tradisional, benang sulam, manik-manik, kawat, dan kulit.
  2. Murid dapat menjelaskan variasi teknik aplikasi ragam hias Nusantara pada produk fesyen, antara lain teknik sulam, aplikasi kain, dan penambahan manik-manik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat pakaian atau aksesori yang dihiasi motif khas daerah tertentu di Indonesia? Apa yang membuat hiasan itu terlihat istimewa dan berbeda dari hiasan biasa?
  2. Menurut kalian, bahan apa saja yang dibutuhkan untuk menambahkan ragam hias Nusantara pada sebuah pakaian polos? Mengapa pemilihan bahan itu penting?
  3. Jika kalian ingin menambahkan motif tradisional pada kaos favorit kalian, teknik mana yang kira-kira akan kalian pilih, dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama. (±3 menit)
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan suasana kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal — Guru membagikan sticky note atau meminta murid menuliskan di buku: satu bahan yang mereka ketahui untuk membuat hiasan pakaian dan satu teknik (jika tahu). Jawaban dikumpulkan/ditampilkan sekilas untuk memetakan pengetahuan awal. (±5 menit)
  • Guru menampilkan 3–4 foto produk fesyen bergaya Nusantara (batik, tenun, sulam, manik-manik) melalui layar/proyektor atau cetakan, lalu melontarkan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu. (±5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (TP 10.1.3.1 dan 10.1.3.2) dan alur kegiatan secara singkat sehingga murid tahu ke mana arah pembelajaran. (±2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan mini-galeri bahan dan alat: meja atau nampan berisi sampel nyata (potongan kain tradisional, benang sulam, manik-manik, kawat, kulit sintetis, jarum sulam, gunting kain, dan sebagainya). Murid diminta mengamati, memegang, dan mencatat kesan tekstur/fungsi tiap bahan di lembar observasi. (±10 menit) [Berkesadaran — murid hadir penuh mengamati material secara sensoris]
  • Guru membagi murid menjadi kelompok 4–5 orang. Tiap kelompok menerima kartu informasi bergambar yang berisi penjelasan singkat 3 teknik utama: (1) teknik sulam, (2) aplikasi kain, (3) penambahan manik-manik. Kelompok mendiskusikan: apa yang membedakan tiap teknik, bahan/alat apa yang diperlukan masing-masing. (±10 menit) [Bermakna — menghubungkan teknik dengan bahan yang sudah diamati]
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat (1–2 menit per kelompok). Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi, menekankan kaitan antara pilihan bahan, alat, dan teknik dalam menghasilkan ragam hias yang berkualitas. (±7 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Tiap kelompok mendapat satu lembar kanvas kain polos (ukuran A4) dan serangkaian bahan pilihan (benang sulam, potongan kain tradisional kecil, manik-manik). Kelompok memilih satu teknik yang akan mereka coba, lalu merancang penempatan ragam hias sederhana di atas kanvas tersebut dengan pensil/kapur kain. (±8 menit) [Menggembirakan — kebebasan memilih teknik memunculkan antusiasme]
  • Murid mulai mempraktikkan teknik yang dipilih pada kanvas kain: menyulam, menempel kain, atau menata dan merekatkan manik-manik. Guru berkeliling, mengamati proses, dan memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan teknis. (±12 menit) [Bermakna — belajar teknik langsung pada material nyata, konteks produk fesyen]
  • Setiap kelompok mengisi lembar kerja singkat: (1) nama bahan yang dipakai, (2) nama alat yang dipakai, (3) nama teknik yang dipraktikkan, (4) satu kelebihan dan satu tantangan dari teknik tersebut. (±5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Tiap kelompok memajang kanvas hasil praktik di meja masing-masing. Seluruh murid melakukan gallery walk (±5 menit): mengamati hasil kelompok lain dan menuliskan satu catatan apresiasi atau pertanyaan pada sticky note yang ditempelkan di kanvas kelompok lain. [Berkesadaran — refleksi kritis terhadap karya sendiri dan orang lain]
  • Kelas berkumpul kembali. Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Teknik mana yang terasa paling menantang? Bahan mana yang menurutmu paling serbaguna untuk ragam hias Nusantara? Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengulang kegiatan ini?' (±5 menit) [Bermakna — mengaitkan pengalaman praktik dengan pemahaman konseptual]
  • Setiap murid secara mandiri menuliskan refleksi pribadi di lembar refleksi (3–4 kalimat): apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan, dan bagaimana hasil belajar hari ini berguna untuk proyek fesyen mereka ke depan. (±3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pertemuan: ragam bahan dan alat untuk ragam hias Nusantara serta tiga teknik utama aplikasinya pada produk fesyen. (±3 menit)
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan atau kartu exit ticket dengan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 3 bahan yang bisa digunakan untuk membuat ragam hias pada produk fesyen! (2) Jelaskan satu perbedaan antara teknik sulam dan teknik aplikasi kain! Murid menjawab tertulis pada kartu dan dikumpulkan sebelum keluar. (±5 menit)
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu produk fesyen bergaya Nusantara di sekitar mereka (bisa dari foto/internet) dan mencatat bahan serta teknik yang diperkirakan digunakan — sebagai bahan diskusi pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid dan salam penutup. (±2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memiliki pengetahuan awal tentang teknik kerajinan, sediakan kartu panduan teknik bergambar langkah demi langkah yang lebih detail. Bagi murid yang sudah familiar, berikan kartu tantangan berisi teknik tambahan (misalnya teknik lukis kain atau tie-dye) untuk dieksplorasi mandiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat bekerja berdampingan dengan teman sebaya yang lebih mahir dalam kelompok (peer tutoring). Murid yang lebih cepat selesai dapat diminta mendokumentasikan proses mereka dengan foto/sketsa dan membuat catatan komparasi antara dua teknik berbeda.
  • Produk: Murid dengan kemampuan dasar menyelesaikan lembar kerja identifikasi bahan, alat, dan teknik secara tertulis. Murid yang lebih mahir dapat mempresentasikan hasil kanvas mereka secara lisan disertai penjelasan pilihan teknik dan alasan estetisnya, atau mengusulkan kombinasi teknik untuk desain produk fesyen mereka sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di Pendahuluan: murid menuliskan satu bahan dan satu teknik yang mereka ketahui terkait ragam hias pada pakaian. Guru membaca sekilas untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penekanan materi.
  • Tanya jawab informal saat menampilkan foto produk fesyen Nusantara: guru mengajukan pertanyaan pemantik dan mendengarkan respons spontan murid sebagai data awal.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama diskusi kartu informasi (tahap Memahami): guru mencatat kelompok yang kesulitan membedakan teknik untuk diberikan scaffolding.
  • Pemantauan lembar kerja kelompok selama praktik (tahap Mengaplikasi): guru memeriksa ketepatan identifikasi bahan dan alat yang dicatat.
  • Umpan balik langsung saat praktik: guru memberikan koreksi teknis dan pertanyaan menggiring kepada murid yang mengalami kesulitan.
  • Sticky note gallery walk (tahap Merefleksi): kualitas komentar dan pertanyaan antar kelompok sebagai indikator pemahaman.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis dengan 2 soal: (1) Sebutkan minimal 3 bahan yang digunakan dalam pembuatan ragam hias Nusantara pada produk fesyen! (2) Jelaskan satu perbedaan antara teknik sulam dan teknik aplikasi kain!
  • Lembar refleksi pribadi murid: menilai kemampuan murid mengevaluasi proses belajarnya sendiri dan mengaitkan pembelajaran dengan konteks yang relevan.

Formatif:

  • Observasi aktif guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi bahan dan alat dengan benar.
  • Pengamatan proses praktik teknik: ketepatan langkah teknik yang dipilih (sulam, aplikasi kain, atau manik-manik).
  • Lembar kerja kelompok: kelengkapan dan ketepatan pengisian nama bahan, alat, teknik, kelebihan, dan tantangan.
  • Gallery walk dengan sticky note: kualitas catatan apresiasi atau pertanyaan yang diberikan antar kelompok.

Sumatif:

  • Exit ticket (kartu keluar) dengan 2 pertanyaan tertulis: identifikasi minimal 3 bahan dan penjelasan 1 perbedaan antara dua teknik.
  • Lembar refleksi pribadi: kedalaman refleksi murid terhadap proses belajar dan relevansinya dengan proyek fesyen.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Bahan dan Alat (TP 10.1.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau salah menyebutkan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias Nusantara pada produk fesyen.Murid dapat menyebutkan 1–2 bahan atau alat dengan benar, namun belum dapat mengaitkan fungsinya dengan teknik ragam hias tertentu.Murid dapat menyebutkan minimal 3 bahan dan alat dengan benar serta menjelaskan fungsi masing-masing secara umum.Murid dapat menyebutkan berbagai bahan dan alat dengan benar, menjelaskan fungsi dan kelebihan masing-masing, serta mengaitkannya dengan teknik ragam hias yang sesuai secara tepat.
Pemahaman Teknik Ragam Hias (TP 10.1.3.2)Murid tidak dapat menjelaskan teknik aplikasi ragam hias Nusantara atau mencampuradukkan nama dan cara kerja teknik-teknik yang ada.Murid dapat menjelaskan 1 teknik (sulam, aplikasi kain, atau manik-manik) secara umum, namun belum mampu membedakannya dari teknik lain.Murid dapat menjelaskan 2–3 teknik ragam hias Nusantara dan menyebutkan perbedaan utama di antara teknik-teknik tersebut.Murid dapat menjelaskan variasi teknik ragam hias Nusantara secara lengkap, membandingkan kelebihan dan keterbatasan masing-masing teknik, serta memberikan contoh penerapannya pada produk fesyen nyata.
Praktik Teknik pada Kanvas (Proses Aplikasi)Murid tidak menyelesaikan praktik atau hasil kanvas tidak menunjukkan penerapan teknik ragam hias yang dipilih.Murid mencoba mempraktikkan teknik yang dipilih namun hasilnya belum mencerminkan teknik ragam hias Nusantara dengan jelas.Murid mempraktikkan teknik yang dipilih dengan cukup benar dan hasil kanvas menunjukkan ragam hias Nusantara yang dapat dikenali.Murid mempraktikkan teknik dengan tepat, hasil kanvas menampilkan ragam hias Nusantara yang rapi dan estetis, serta murid mampu menjelaskan pilihan teknik dan bahan yang digunakan secara logis.
Refleksi dan Komunikasi Hasil BelajarMurid tidak mengisi lembar refleksi atau jawaban tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.Murid mengisi lembar refleksi secara singkat namun hanya menyebutkan kegiatan tanpa menganalisis proses atau hasil belajarnya.Murid mengisi lembar refleksi dengan mengidentifikasi apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan, dan mengaitkannya dengan tujuan pembelajaran.Murid merefleksi proses belajar secara kritis dan mendalam: mengevaluasi strategi belajar yang digunakan, menentukan tindak lanjut yang konkret, dan menghubungkan hasil belajar dengan konteks proyek fesyen mereka ke depan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan observasi bahan dan praktik teknik hari ini? Kelompok mana yang membutuhkan pendampingan lebih intensif?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna dari murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan cukup membantu murid dengan tingkat kemampuan berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Berdasarkan hasil exit ticket, seberapa besar persentase murid yang sudah mencapai TP 10.1.3.1 dan 10.1.3.2? Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan?

Refleksi Murid:

  • Bahan dan alat apa yang paling menarik perhatianmu hari ini? Mengapa?
  • Teknik ragam hias mana yang ingin kamu pelajari lebih dalam? Apa yang membuatmu tertarik dengan teknik tersebut?
  • Apa yang masih membingungkanmu tentang bahan, alat, atau teknik ragam hias Nusantara? Bagaimana kamu akan mencari jawabannya?
  • Bagaimana pengalaman belajar hari ini membantumu memahami nilai budaya Nusantara yang ada dalam ragam hias?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbudristek)
  2. Sampel bahan nyata: potongan kain tradisional (batik, tenun, songket), benang sulam, manik-manik berbagai ukuran, kawat kerajinan, kulit sintetis
  3. Alat praktik: jarum sulam, gunting kain, lem kain, jarum pentul, pensil kain/kapur jahit
  4. Kanvas kain polos ukuran A4 (satu per kelompok) sebagai media praktik
  5. Kartu informasi teknik bergambar (sulam, aplikasi kain, penambahan manik-manik) — disiapkan guru
  6. Foto atau gambar digital produk fesyen bergaya Nusantara (ditampilkan via proyektor atau dicetak)
  7. Lembar observasi bahan dan alat — disiapkan guru
  8. Lembar kerja kelompok identifikasi bahan, alat, teknik — disiapkan guru
  9. Lembar refleksi pribadi murid — disiapkan guru
  10. Kartu exit ticket (2 pertanyaan tertulis) — disiapkan guru
  11. Sticky note untuk asesmen awal dan gallery walk
  12. Ruang kelas atau studio kerja dengan meja yang dapat diatur untuk kerja kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.