Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Eksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan kelas 10 dengan topik "Eksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan Kelas 10: Eksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Eksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikEksplorasi Gagasan Ragam Hias Nusantara pada Produk Fesyen
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi keragaman produk fesyen Nusantara berdasarkan hasil pengamatan objek budaya dan artefak lokal dari berbagai wilayah Indonesia.
  2. Mendeskripsikan unsur ragam hias Nusantara yang bersumber dari objek budaya setempat sebagai sumber gagasan produk fesyen.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat kain atau busana tradisional Indonesia begitu unik dan bernilai tinggi?
  2. Dari mana inspirasi motif-motif ragam hias pada pakaian adat di berbagai daerah berasal?
  3. Bagaimana kita bisa mengadaptasi keindahan motif tradisional ke dalam produk fesyen modern tanpa menghilangkan maknanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa, dan memeriksa kehadiran murid (presensi).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari (misalnya, 'Hari ini kita akan menjadi penjelajah budaya, mencari tahu kekayaan fesyen Nusantara').
  • Guru memberikan asesmen awal berupa pertanyaan lisan singkat: 'Sebutkan satu produk fesyen tradisional dari daerahmu dan ciri khasnya!' untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat beberapa produk fesyen Nusantara (kain batik, tenun, kebaya, dll.) dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) agar siap berkolaborasi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mengamati dan mengeksplorasi sumber belajar yang disediakan (lembar gambar, artikel singkat, atau tautan video) tentang berbagai produk fesyen Nusantara dan objek budaya yang menjadi inspirasi motifnya (misalnya rumah adat, ukiran, tenun, anyaman).
  • Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi nama produk, asal daerah, bahan, dan ciri khas ragam hias yang digunakan.
  • Hasil identifikasi dituliskan dalam Lembar Kerja 1 (LK-1) yang berisi tabel: Nama Produk, Daerah Asal, Objek Budaya Inspirasi, dan Deskripsi Unsur Ragam Hias.
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan setiap anggota kelompok terlibat aktif.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih satu objek budaya lokal yang menurut mereka paling menarik dari hasil eksplorasi sebelumnya.
  • Mereka membuat sketsa sederhana pada Lembar Kerja 2 (LK-2) yang menunjukkan bagaimana unsur ragam hias dari objek budaya tersebut dapat diaplikasikan ke dalam produk fesyen (misalnya motif pada lengan baju, sulaman di kerah, atau pola di rok).
  • Murid menyampaikan gagasan secara lisan dalam kelompok, menjelaskan makna motif dan alasan pemilihannya.
  • Setiap kelompok menempelkan sketsa di papan tulis atau area display kelas, lalu perwakilan kelompok mempresentasikan hasilnya secara singkat (1-2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi lembar refleksi diri yang berisi pertanyaan: 'Apa yang sudah saya pahami tentang ragam hias Nusantara?', 'Bagaimana perasaan saya saat menggali budaya sendiri?', 'Apa yang ingin saya tingkatkan?', 'Bagaimana saya bisa menjaga warisan budaya ini?'
  • Secara berpasangan, murid saling memberikan umpan balik konstruktif terhadap sketsa teman (menggunakan panduan: satu pujian, satu saran perbaikan).
  • Beberapa murid menyampaikan refleksi secara lisan di depan kelas sebagai penguatan.
  • Guru menekankan kembali pentingnya menghargai budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa (Kewargaan).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan keragaman produk fesyen Nusantara dan potensi ragam hias sebagai sumber gagasan desain.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: 'Sebutkan dua contoh produk fesyen Nusantara dan objek budaya yang menginspirasinya!' dan mencatat respons beberapa murid.
  • Murid diminta membawa satu contoh gambar atau foto produk fesyen tradisional dari lingkungannya untuk pertemuan selanjutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengapresiasi partisipasi kelas dan mengingatkan agar terus peduli pada warisan budaya lokal.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tambahan support disediakan kartu bergambar produk fesyen Nusantara dengan keterangan sederhana. Murid yang cepat dapat mengeksplorasi sumber digital (video/artikel) yang lebih kompleks.
  • Proses: Kelompok heterogen dengan pembagian peran (juru gambar, pencatat, juru bicara) untuk mengakomodasi gaya belajar berbeda. Murid yang kesulitan menulis boleh mendeskripsikan secara lisan dan direkam.
  • Produk: Hasil kerja dapat berupa sketsa di kertas, kolase digital (jika tersedia perangkat), atau deskripsi tertulis/lisan sesuai minat dan kemampuan murid.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu produk fesyen tradisional dari daerahmu dan ciri khasnya!' (diagnostik pengetahuan awal).

Proses:

  • Lembar observasi diskusi kelompok (keaktifan, kemampuan mengidentifikasi, dan mendeskripsikan).
  • Checklist kelengkapan data pada LK-1 (nama produk, daerah, objek budaya, deskripsi unsur).

Akhir:

  • Kuis lisan pertanyaan singkat tentang contoh produk fesyen Nusantara dan sumber inspirasinya.
  • Rubrik penilaian sketsa dan presentasi pada LK-2.

Formatif:

  • Observasi kinerja kelompok selama eksplorasi dan diskusi menggunakan lembar observasi.
  • Penilaian diri (self-assessment) terhadap partisipasi dan pemahaman melalui lembar refleksi.
  • Penilaian antarteman (peer-assessment) saat sesi umpan balik sketsa.

Sumatif:

  • Kuis singkat di akhir pembelajaran untuk mengukur penguasaan identifikasi keragaman produk fesyen dan deskripsi unsur ragam hias.
  • Penilaian Lembar Kerja (LK-1 dan LK-2) yang dikumpulkan sebagai bukti belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi keragaman produk fesyen NusantaraHanya dapat menyebutkan 1-2 contoh produk fesyen tanpa keterangan daerah atau objek budaya.Menyebutkan 3-4 contoh produk fesyen dengan daerah asal, tetapi objek budaya inspirasi belum tepat atau kurang rinci.Menyebutkan lebih dari 5 contoh produk fesyen, lengkap dengan daerah asal, dan objek budaya inspirasi yang relevan.Mampu mengelompokkan produk berdasarkan jenis/fungsi, menjelaskan kaitan objek budaya dengan keragaman, serta memberikan contoh tambahan di luar sumber yang disediakan.
Kemampuan mendeskripsikan unsur ragam hias NusantaraDeskripsi sangat singkat (misal: 'motif bunga') tanpa menyebutkan ciri khas atau makna.Deskripsi menyebutkan satu atau dua ciri visual (warna, bentuk) tetapi belum mengaitkan dengan objek budaya asal.Deskripsi lengkap: menyebutkan unsur garis, bentuk, warna, tekstur, dan mengaitkannya dengan objek budaya yang menjadi sumber gagasan.Deskripsi mendalam disertai interpretasi makna simbolis, perbandingan dengan motif daerah lain, atau usulan kreatif pengembangan untuk produk fesyen.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah rencana pembelajaran yang saya susun dapat berjalan sesuai harapan?
  • Apakah setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berhasil memfasilitasi murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana tingkat antusiasme dan partisipasi murid? Apakah prinsip bermakna dan menggembirakan tercipta?
  • Apa kendala yang muncul dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apakah asesmen yang saya gunakan memberikan informasi yang cukup tentang pencapaian murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan selanjutnya agar lebih efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang produk fesyen Nusantara?
  • Dari mana inspirasi ragam hias yang paling menarik menurut saya? Mengapa?
  • Apa kesulitan yang saya alami saat mengidentifikasi atau membuat sketsa?
  • Bagaimana perasaan saya ketika melihat kekayaan budaya Indonesia melalui fesyen?
  • Apa yang akan saya lakukan untuk terus menghargai dan melestarikan warisan budaya tersebut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Kerajinan untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek 2022).
  2. Slide presentasi gambar/foto produk fesyen Nusantara (kain batik, tenun, songket, kebaya, aksesoris tradisional) dan objek budaya (rumah adat, ukiran, motif anyaman).
  3. Video pendek tentang proses pembuatan kain tradisional (misalnya dari kanal YouTube resmi Kemendikbud atau museum tekstil).
  4. Lembar Kerja 1 (tabel eksplorasi) dan Lembar Kerja 2 (lembar sketsa).
  5. Alat tulis, kertas gambar, pensil warna/spidol.
  6. Kartu bergambar (flashcard) produk fesyen Nusantara untuk diferensiasi konten.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.