Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

PJOK - Kelas 9

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Peran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPeran Aktivitas Jasmani dalam Pencegahan Penyakit dan Perancangan Pola Hidup Aktif
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis manfaat aktivitas jasmani terhadap pencegahan penyakit serta dampak negatif perilaku sedenter bagi kesehatan tubuh
  2. Murid dapat merancang strategi peningkatan aktivitas jasmani harian yang sesuai kebutuhan tubuh sebagai upaya pengembangan budaya hidup sehat secara berkelanjutan
  3. Murid dapat merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas jasmani remaja

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa orang yang jarang bergerak lebih mudah sakit dibandingkan yang aktif berolahraga?
  2. Apa yang terjadi pada tubuh kita jika terlalu lama duduk atau berbaring tanpa aktivitas fisik?
  3. Bagaimana caramu merancang rutinitas harian agar tetap aktif dan sehat di tengah kesibukan sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kebiasaan aktivitas jasmani murid sehari-hari
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: Mengapa orang yang jarang bergerak lebih mudah sakit?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video singkat tentang dampak gaya hidup sedenter (kurang gerak) terhadap kesehatan tubuh
  • Murid mengamati dan mencatat poin-poin penting dari video
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pengertian aktivitas jasmani, perilaku sedenter, dan hubungannya dengan pencegahan penyakit
  • Murid membaca handout tentang manfaat aktivitas jasmani (meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga berat badan ideal, mencegah penyakit jantung, diabetes, dan obesitas)
  • Guru menjelaskan rekomendasi WHO untuk aktivitas jasmani remaja (minimal 60 menit aktivitas intensitas sedang-tinggi per hari)
  • Murid mengidentifikasi jenis-jenis aktivitas jasmani yang dapat dilakukan remaja (olahraga terstruktur, permainan aktif, aktivitas sehari-hari seperti jalan kaki atau bersepeda)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok menganalisis studi kasus tentang remaja dengan gaya hidup sedenter dan remaja yang aktif secara fisik, membandingkan kondisi kesehatan keduanya
  • Kelompok merancang strategi peningkatan aktivitas jasmani harian yang realistis untuk remaja SMP (jadwal, jenis aktivitas, durasi, intensitas)
  • Kelompok juga merancang pola makan sehat dengan menganalisis kandungan gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral) yang sesuai kebutuhan aktivitas jasmani remaja
  • Setiap kelompok membuat poster digital atau manual yang berisi: (1) strategi aktivitas jasmani mingguan, (2) menu makan sehat harian, dan (3) tips menghindari perilaku sedenter
  • Kelompok mempresentasikan hasil rancangan mereka di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan refleksi tertulis secara individu: mengevaluasi pola aktivitas dan makan mereka sendiri saat ini, mengidentifikasi kekurangannya, dan merencanakan perubahan konkret yang akan dilakukan mulai minggu depan
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka secara sukarela
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas kesadaran dan komitmen murid
  • Murid mengisi lembar evaluasi diri: sejauh mana mereka memahami materi, bagian mana yang masih perlu diperdalam, dan strategi belajar apa yang berhasil

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini
  • Guru menegaskan pentingnya konsistensi dalam menerapkan gaya hidup aktif dan pola makan sehat
  • Murid mengerjakan kuis singkat (asesmen akhir) tentang materi hari ini
  • Guru memberikan penugasan: murid memulai menerapkan rancangan strategi aktivitas jasmani dan pola makan yang telah dibuat, serta mencatat progresnya selama satu minggu
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberikan artikel ilmiah populer tentang penelitian terbaru mengenai manfaat aktivitas jasmani terhadap kesehatan mental remaja. Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan infografis sederhana dengan poin-poin utama saja
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung merancang strategi dengan target lebih kompleks (misalnya program latihan 3 bulan dengan periodisasi). Murid yang membutuhkan bantuan dibimbing guru dengan lembar kerja berstruktur yang sudah menyediakan pilihan aktivitas dan menu
  • Produk: Murid dapat memilih format presentasi: poster digital interaktif, video animasi pendek, atau poster manual dengan ilustrasi. Produk disesuaikan dengan kemampuan dan minat masing-masing

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan kebiasaan aktivitas jasmani murid sehari-hari (berapa jam duduk di kelas, apakah rutin berolahraga, dll)
  • Guru meminta murid mengangkat tangan untuk menjawab: siapa yang berolahraga minimal 3x seminggu? Siapa yang merasa sering lelah meskipun tidak banyak aktivitas?

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi tentang dampak perilaku sedenter
  • Penilaian kemampuan analisis kelompok terhadap studi kasus menggunakan checklist
  • Monitoring proses perancangan strategi dan pola makan: apakah realistis, berbasis bukti, dan sesuai kebutuhan remaja
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid bekerja kelompok

Akhir:

  • Kuis tertulis (10 soal pilihan ganda dan 2 soal esai singkat) tentang manfaat aktivitas jasmani, dampak sedenter, dan prinsip pola makan sehat
  • Penilaian poster menggunakan rubrik (kelengkapan konten, kreativitas, ketepatan informasi)
  • Penilaian presentasi kelompok (kejelasan penyampaian, kemampuan menjawab pertanyaan)
  • Penilaian refleksi tertulis individu (kedalaman analisis diri, konkretnya rencana tindak lanjut)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas
  • Penilaian proses kerja kelompok saat menganalisis kasus dan merancang strategi
  • Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian produk poster (strategi aktivitas jasmani dan pola makan sehat)
  • Penilaian presentasi kelompok
  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran
  • Penilaian refleksi tertulis individu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menganalisis manfaat aktivitas jasmani dan dampak perilaku sedenterBelum dapat menjelaskan manfaat aktivitas jasmani atau dampak sedenter sama sekaliDapat menyebutkan 1-2 manfaat aktivitas jasmani atau dampak sedenter dengan bantuanDapat menjelaskan 3-4 manfaat aktivitas jasmani dan dampak sedenter dengan cukup jelasDapat menganalisis secara mendalam berbagai manfaat aktivitas jasmani dan dampak sedenter, serta menghubungkannya dengan contoh nyata
Kemampuan merancang strategi aktivitas jasmani harianBelum dapat membuat rancangan strategi atau rancangan tidak realistis dan tidak jelasMembuat rancangan strategi sederhana namun kurang detail (hanya menyebutkan jenis aktivitas tanpa durasi/frekuensi)Membuat rancangan strategi yang cukup lengkap (jenis, durasi, frekuensi) dan sesuai kemampuan remajaMembuat rancangan strategi yang komprehensif, realistis, variatif, dan disertai alasan pemilihan aktivitas berdasarkan manfaatnya
Kemampuan merancang pola makan sehat berdasarkan kandungan giziBelum dapat membuat rancangan pola makan atau tidak mempertimbangkan kandungan gizi sama sekaliMembuat rancangan menu makan namun belum memperhatikan keseimbangan gizi atau kebutuhan aktivitas jasmaniMembuat rancangan menu makan yang mempertimbangkan kandungan gizi dasar (karbohidrat, protein, sayur, buah) dan cukup sesuai kebutuhan remaja aktifMembuat rancangan menu makan yang lengkap, seimbang, variatif, dengan analisis kandungan gizi yang tepat sesuai kebutuhan aktivitas jasmani remaja
Kreativitas dan komunikasi dalam presentasi/posterPoster/presentasi tidak menarik, informasi tidak tersampaikan dengan jelasPoster/presentasi cukup menarik namun penyampaian informasi masih membingungkanPoster/presentasi menarik, informasi tersampaikan dengan cukup jelas dan terstrukturPoster/presentasi sangat menarik, informatif, mudah dipahami, dan mampu mengkomunikasikan ide dengan sangat efektif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pembelajaran yang saya gunakan hari ini efektif memfasilitasi pemahaman murid tentang pentingnya aktivitas jasmani?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid terlibat aktif? Strategi diferensiasi apa yang perlu ditambahkan untuk pembelajaran berikutnya?
  • Sejauh mana murid mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang aktivitas jasmani dan kesehatan?
  • Bagaimana kamu akan menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-harimu mulai minggu depan?
  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi dalam membuat rancangan strategi aktivitas dan pola makan tadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menyadari pola hidup yang sudah kamu jalani selama ini? Apa yang ingin kamu ubah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Kelas IX Kemendikbudristek
  2. Video edukatif tentang bahaya gaya hidup sedenter (YouTube/sumber video edukatif terpercaya)
  3. Handout tentang manfaat aktivitas jasmani dan rekomendasi WHO
  4. Infografis piramida makanan sehat dan panduan gizi seimbang untuk remaja
  5. Lembar kerja analisis studi kasus
  6. Alat tulis, kertas plano/HVS untuk membuat poster
  7. Laptop/proyektor untuk presentasi
  8. Referensi online: website Kemenkes RI tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.