Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase DSemester 2

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Praktik Tindakan P3K pada Kejadian Darurat dan Pengembangan Karakter Tanggap Darurat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran PJOK kelas 9 dengan topik "Praktik Tindakan P3K pada Kejadian Darurat dan Pengembangan Karakter Tanggap Darurat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar PJOK Kelas 9: Praktik Tindakan P3K pada Kejadian Darurat dan Pengembangan Karakter Tanggap Darurat

PJOK - Kelas 9

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

PJOK — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Praktik Tindakan P3K pada Kejadian Darurat dan Pengembangan Karakter Tanggap Darurat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPJOK
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPraktik Tindakan P3K pada Kejadian Darurat dan Pengembangan Karakter Tanggap Darurat
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan prosedur tindakan P3K pada situasi cedera ringan hingga sedang, baik pada diri sendiri maupun orang lain, sesuai prinsip pertolongan pertama yang aman
  2. Murid dapat menerapkan sikap kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan dalam simulasi penanganan kejadian darurat sebagai wujud budaya hidup sehat di lingkungan sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau mengalami kejadian darurat di lingkungan sekolah? Apa yang kalian lakukan saat itu?
  2. Mengapa kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat penting bagi setiap orang, terutama di lingkungan sekolah?
  3. Bagaimana sikap tanggap darurat dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kondisi kelas kondusif
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid terkait kejadian darurat atau cedera yang pernah dialami atau disaksikan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari P3K dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video singkat tentang berbagai situasi kejadian darurat di lingkungan sekolah (pingsan, luka, perdarahan, keseleo, patah tulang)
  • Murid mengamati video dengan seksama dan mencatat jenis cedera yang muncul
  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok kecil (5-6 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok mendapatkan kartu skenario kejadian darurat yang berbeda (pingsan, luka dan perdarahan, keseleo, patah tulang, tersedak)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi prosedur P3K yang tepat sesuai skenario yang diterima, dengan merujuk pada lembar panduan P3K yang disediakan guru
  • Murid menuliskan langkah-langkah P3K secara berurutan pada lembar kerja kelompok

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok menyiapkan simulasi praktik P3K sesuai skenario yang diterima
  • Kelompok menentukan pembagian peran: korban, penolong utama, penolong pendamping, dan pengamat
  • Setiap kelompok mempraktikkan prosedur P3K di depan kelompok lain secara bergiliran (maksimal 5 menit per kelompok)
  • Kelompok lain mengamati dan mencatat pada lembar observasi: ketepatan prosedur, sikap kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang ditunjukkan
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memberikan umpan balik korektif terhadap teknik P3K yang masih perlu diperbaiki
  • Guru mendemonstrasikan ulang prosedur yang benar untuk bagian-bagian yang masih keliru

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke kelompok masing-masing untuk melakukan refleksi kelompok
  • Setiap kelompok mendiskusikan: apa yang sudah dilakukan dengan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan nyata
  • Perwakilan setiap kelompok menyampaikan refleksi mereka secara singkat (1-2 menit per kelompok)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang pentingnya sikap tanggap darurat sebagai bagian dari budaya hidup sehat
  • Murid secara individu menuliskan komitmen pribadi untuk menerapkan sikap tanggap darurat di lingkungan sekolah dan rumah

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang prosedur P3K dan pentingnya sikap tanggap darurat
  • Guru memberikan penguatan tentang nilai-nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang telah ditunjukkan murid
  • Murid mengisi lembar refleksi diri tentang proses pembelajaran hari ini
  • Guru memberikan tugas mandiri: membuat poster sederhana tentang salah satu prosedur P3K untuk ditempel di kelas atau area sekolah
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan penguatan, guru menyediakan lembar panduan P3K bergambar dengan langkah-langkah lebih sederhana. Untuk murid yang lebih cepat, guru memberikan skenario kejadian darurat yang lebih kompleks (kombinasi cedera)
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan lebih mendapat pendampingan intensif dari guru saat diskusi kelompok dan praktik. Murid yang lebih mandiri diberi kesempatan memimpin kelompok dan membantu teman yang kesulitan
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi hasil praktik: demonstrasi langsung, video simulasi, atau komik prosedur P3K. Rubrik penilaian tetap mengacu pada ketepatan prosedur dan sikap yang ditunjukkan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid terkait P3K dan pengalaman menangani kejadian darurat
  • Mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi kesadaran awal tentang pentingnya tanggap darurat

Proses:

  • Mengamati partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid mempraktikkan prosedur P3K
  • Menggunakan peer assessment: murid mengamati dan memberi masukan kepada kelompok lain melalui lembar observasi

Akhir:

  • Penilaian kinerja praktik P3K menggunakan rubrik yang mencakup ketepatan prosedur, keamanan, dan sikap
  • Penilaian refleksi diri murid melalui lembar refleksi tertulis
  • Penilaian komitmen pribadi murid dalam menerapkan sikap tanggap darurat

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok tentang pemahaman prosedur P3K
  • Penilaian kinerja saat praktik simulasi P3K
  • Penilaian sikap kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan melalui lembar observasi

Sumatif:

  • Penilaian praktik P3K menggunakan rubrik keterampilan
  • Penilaian sikap tanggap darurat menggunakan rubrik karakter
  • Penilaian produk poster prosedur P3K (tugas mandiri)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Prosedur P3KMelakukan kurang dari 50% langkah prosedur P3K dengan benar atau melakukan langkah yang dapat membahayakan korbanMelakukan 50-65% langkah prosedur P3K dengan benar, namun masih ada kesalahan yang signifikanMelakukan 66-85% langkah prosedur P3K dengan benar, kesalahan kecil tidak membahayakan korbanMelakukan lebih dari 85% langkah prosedur P3K dengan benar, aman, dan percaya diri
Kerja SamaTidak berpartisipasi dalam kelompok, bekerja sendiri tanpa koordinasi dengan anggota lainSesekali berpartisipasi dalam kelompok, namun masih sering bekerja sendiriAktif berpartisipasi dan berkoordinasi dengan anggota kelompok, kadang mengambil inisiatifSangat aktif berpartisipasi, berkoordinasi dengan baik, dan membantu anggota kelompok yang kesulitan
Tanggung JawabTidak menyelesaikan tugas yang diberikan, sering mengalihkan tanggung jawab kepada orang lainMenyelesaikan tugas dengan banyak bimbingan dan pengingat dari guru atau temanMenyelesaikan tugas dengan baik, kadang memerlukan sedikit bimbinganMenyelesaikan tugas dengan sangat baik tanpa bimbingan dan bertanggung jawab penuh terhadap peran dalam kelompok
KepemimpinanTidak mengambil peran kepemimpinan, pasif menunggu instruksiSesekali mengambil inisiatif memberi arahan, namun masih ragu-raguBerani mengambil peran memimpin, memberi arahan kepada anggota kelompok dengan jelasMemimpin kelompok dengan percaya diri, memberi arahan yang jelas, dan memastikan semua anggota berpartisipasi
Sikap Tanggap DaruratPanik, bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa saat menghadapi simulasi kejadian daruratMulai tenang namun masih ragu dalam mengambil tindakan, memerlukan banyak bantuanCukup tenang dan sigap dalam mengambil tindakan, memerlukan sedikit bantuanSangat tenang, sigap, dan percaya diri dalam mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kejadian darurat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif dalam memfasilitasi murid memahami dan mempraktikkan prosedur P3K?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam kegiatan kelompok?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah memberikan gambaran utuh tentang pencapaian kompetensi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa kesulitan yang kalian hadapi saat mempraktikkan prosedur P3K?
  • Bagaimana perasaan kalian setelah dapat mempraktikkan P3K dan bekerja sama dalam tim?
  • Apa yang akan kalian lakukan jika menemukan teman atau orang lain mengalami kejadian darurat?
  • Apa komitmen kalian untuk menerapkan sikap tanggap darurat di sekolah dan rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  2. Buku Siswa PJOK Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Video kejadian darurat dan prosedur P3K
  4. Lembar kerja kelompok dan lembar observasi
  5. Alat peraga P3K: kotak P3K, perban, kain segitiga (mitela), bidai sederhana, air bersih
  6. Poster atau infografis prosedur P3K dari PMI atau Kementerian Kesehatan
  7. Skenario kejadian darurat (kartu skenario)
  8. Lembar panduan P3K bergambar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.