MODUL AJAR PJOK — Kelas 9 (Fase D) Topik: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K): Pengertian, Jenis Cedera, dan Alat P3K INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K): Pengertian, Jenis Cedera, dan Alat P3K |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menganalisis pengertian P3K, macam-macam cedera yang umum terjadi, dan fungsi masing-masing alat P3K sebagai bagian dari budaya hidup sehat.
- Murid dapat mengidentifikasi risiko kesehatan akibat penanganan cedera yang tidak tepat dan menjelaskan prinsip dasar pertolongan pertama berdasarkan prosedur yang benar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu atau orang di sekitarmu mengalami cedera saat berolahraga atau kegiatan sehari-hari? Apa yang kamu lakukan saat itu?
- Menurutmu, apa yang terjadi jika seseorang yang patah tulang dipindahkan dengan cara yang salah sebelum bantuan medis datang?
- Jika kamu menemukan kotak P3K, alat apa saja yang kamu kenali, dan apa fungsinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas: memahami pengertian P3K, jenis-jenis cedera, alat P3K, dan risiko penanganan yang salah (2 menit).
- Asesmen Awal — Guru menampilkan 3 kartu gambar situasi cedera (luka sayat, keseleo, pingsan) dan meminta murid secara lisan menjawab: 'Apa yang pertama kali kamu lakukan?' Guru mencatat variasi jawaban di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal kelas (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk memicu diskusi singkat dan membangun rasa ingin tahu murid (3 menit).
- Guru menjelaskan mekanisme kegiatan hari ini menggunakan model Window Shopping (diskusi kelompok, presentasi tempel, kunjungan antar kelompok) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mendapat satu topik kajian: Kelompok 1 — Pengertian dan Tujuan P3K; Kelompok 2 — Macam-macam Cedera Umum (luka, keseleo, patah tulang, pingsan); Kelompok 3 — Macam-macam Alat P3K dan Fungsinya; Kelompok 4 — Risiko Penanganan Cedera yang Tidak Tepat. (2 menit pembagian)
- [Berkesadaran] Setiap kelompok membaca materi dari buku teks, kartu informasi yang disiapkan guru, dan/atau sumber digital yang disetujui guru. Murid diminta membaca dengan fokus penuh selama 7 menit tanpa gangguan, lalu mencatat poin kunci secara mandiri terlebih dahulu sebelum berdiskusi.
- [Bermakna] Kelompok mendiskusikan hasil bacaan dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata: 'Apakah situasi ini pernah terjadi di sekitarmu? Bagaimana seharusnya ditangani?' Hasil diskusi ditulis dengan jelas pada kertas plano/karton besar menggunakan spidol warna (8 menit).
- Setiap kelompok menempelkan hasil diskusinya di dinding/sudut kelas yang berbeda-beda.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- [Menggembirakan] Kegiatan Window Shopping: Setiap anggota kelompok berpencar dan mengunjungi hasil kerja kelompok lain. Mereka membaca, mencatat informasi baru, dan menuliskan minimal 1 pertanyaan pada sticky note yang ditempelkan langsung pada karton kelompok yang dikunjungi (8 menit).
- [Bermakna] Setiap kelompok kembali ke karton miliknya sendiri, membaca pertanyaan yang ditinggalkan kelompok lain, lalu mendiskusikan jawaban terbaik bersama. Guru berkeliling memfasilitasi, meluruskan miskonsepsi, dan memberikan umpan balik langsung (7 menit).
- Sesi tanya-jawab lintas kelompok: Satu perwakilan kelompok membacakan pertanyaan yang masuk, kelompok yang relevan menjawab secara lisan. Guru memandu diskusi kelas untuk memastikan konsep kunci (pengertian P3K, prinsip dasar pertolongan pertama, fungsi alat P3K, dan risiko penanganan salah) tersampaikan dengan tepat (7 menit).
- [Bermakna] Guru menunjukkan kotak P3K nyata atau gambar kotak P3K lengkap. Murid diminta secara bergiliran mengidentifikasi satu alat, menyebut namanya, dan menjelaskan fungsinya berdasarkan hasil diskusi tadi. Guru memberikan konfirmasi atau koreksi singkat (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- [Berkesadaran] Setiap kelompok menyusun simpulan akhir secara tertulis di bagian bawah karton mereka: 3 poin paling penting dari topik yang mereka pelajari hari ini (3 menit).
- Satu perwakilan tiap kelompok membacakan simpulan kelompoknya secara bergiliran. Murid lain mendengarkan dan dapat menambahkan jika ada poin yang terlewat (4 menit).
- [Bermakna] Guru memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Informasi baru apa yang paling mengejutkanmu hari ini? Mengapa penting bagimu mengetahui hal ini dalam kehidupan sehari-hari?' Beberapa murid berbagi secara sukarela (3 menit).
- Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan tertulis di buku atau lembar kerja): (1) Apa yang sudah saya pahami? (2) Apa yang masih membingungkan? (3) Bagaimana saya akan menerapkan pengetahuan ini? (3 menit).
Penutup:- Guru merangkum poin-poin kunci pembelajaran: definisi P3K, jenis cedera umum, fungsi alat P3K, dan prinsip dasar pertolongan pertama (3 menit).
- Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan/tertulis singkat: 5 pertanyaan pilihan ganda atau isian pendek mencakup kedua TP. Murid menjawab secara individual (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses pembelajaran hari ini: apresiasi pada partisipasi aktif dan poin yang perlu diperkuat (2 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati kotak P3K yang ada di rumah atau lingkungan sekitar dan mencatat isinya untuk dibahas di pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan mendapat kartu informasi bergambar (visual aids) yang lebih sederhana dan ringkas dengan poin-poin kunci yang sudah digarisbawahi. Murid yang sudah lebih maju mendapat artikel atau skenario kasus cedera tambahan yang lebih kompleks untuk dianalisis.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya yang lebih mahir selama Window Shopping dan diberi panduan pertanyaan terstruktur untuk membantu mereka menulis. Murid yang sudah mahir diminta berperan sebagai fasilitator mini dalam kelompok dan diminta mengaitkan materi dengan skenario P3K di lapangan olahraga.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan minimal 3 poin simpulan dalam bentuk kalimat sederhana. Murid yang sudah mahir diminta membuat bagan/diagram alur penanganan satu jenis cedera lengkap dengan alat yang dibutuhkan.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 3 kartu gambar situasi cedera (luka sayat, keseleo, pingsan) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'Apa yang pertama kali kamu lakukan jika menghadapi situasi ini?' Guru mencatat ragam jawaban di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar checklist selama diskusi kelompok: apakah murid aktif berdiskusi, memberikan kontribusi ide, dan mencatat informasi dengan tepat.
- Kualitas pertanyaan pada sticky note yang ditempelkan saat Window Shopping: dinilai apakah pertanyaan menunjukkan pemahaman atau rasa ingin tahu yang kritis terhadap topik.
- Kualitas jawaban lisan saat sesi tanya-jawab lintas kelompok: ketepatan konsep dan kemampuan menjelaskan dengan bahasa sendiri.
- Lembar refleksi diri (3 pertanyaan) yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi: digunakan guru sebagai umpan balik untuk mendeteksi area yang masih membingungkan.
Akhir:- Kuis individual 5 soal (pilihan ganda atau isian pendek) yang mencakup: (1) pengertian dan tujuan P3K, (2) minimal 3 jenis cedera umum dan ciri-cirinya, (3) fungsi 2 alat P3K spesifik, (4) risiko konkret dari penanganan cedera yang salah, (5) satu prinsip dasar pertolongan pertama. Skor 4–5 = Sangat Berkembang, 3 = Berkembang, 2 = Mulai, 0–1 = Belum Berkembang.
- Simpulan tertulis kelompok dinilai berdasarkan rubrik: ketepatan konsep, kelengkapan poin, dan kejelasan penyampaian.
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok dan Window Shopping menggunakan lembar observasi guru.
- Kualitas pertanyaan yang ditulis pada sticky note saat mengunjungi hasil kerja kelompok lain (dinilai relevansi dan kedalaman pertanyaan).
- Umpan balik lisan guru selama sesi tanya-jawab lintas kelompok.
- Lembar refleksi diri murid di akhir kegiatan inti.
Sumatif:- Kuis lisan/tertulis singkat 5 soal di akhir pembelajaran mencakup pengertian P3K, jenis cedera, fungsi alat P3K, dan risiko penanganan yang tidak tepat.
- Penilaian simpulan kelompok tertulis berdasarkan ketepatan dan kelengkapan konsep.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep P3K dan Jenis Cedera | Murid tidak dapat menjelaskan pengertian P3K dan tidak dapat menyebutkan jenis cedera dengan benar. | Murid dapat menyebutkan pengertian P3K secara umum dan menyebutkan 1–2 jenis cedera namun belum akurat. | Murid dapat menjelaskan pengertian P3K dengan tepat dan menyebutkan minimal 3 jenis cedera umum beserta ciri-cirinya. | Murid dapat menganalisis pengertian P3K secara mendalam, menyebutkan dan membedakan minimal 4 jenis cedera umum beserta ciri dan dampaknya, serta menghubungkannya dengan konteks kehidupan nyata. | | Pengenalan Alat P3K dan Fungsinya | Murid tidak dapat mengidentifikasi alat P3K atau menyebutkan fungsinya. | Murid dapat menyebutkan 1–2 alat P3K tetapi penjelasan fungsinya masih kurang tepat atau tidak lengkap. | Murid dapat menyebutkan minimal 4 alat P3K dan menjelaskan fungsi masing-masing dengan tepat. | Murid dapat menyebutkan lebih dari 4 alat P3K, menjelaskan fungsinya dengan tepat, dan mampu menentukan alat yang tepat untuk jenis cedera tertentu. | | Pemahaman Risiko Penanganan Cedera yang Tidak Tepat | Murid tidak dapat menjelaskan risiko yang ditimbulkan dari penanganan cedera yang salah. | Murid dapat menyebutkan 1 risiko penanganan cedera yang tidak tepat secara umum. | Murid dapat mengidentifikasi minimal 2 risiko konkret dari penanganan cedera yang tidak tepat dan mengaitkannya dengan jenis cedera tertentu. | Murid dapat mengidentifikasi berbagai risiko penanganan cedera yang tidak tepat, menjelaskan prinsip dasar pertolongan pertama yang benar, dan memberikan contoh skenario nyata beserta penanganan yang tepat. | | Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok | Murid pasif selama diskusi, tidak memberikan kontribusi ide, dan tidak menyelesaikan tugas kelompok. | Murid berpartisipasi hanya jika diminta, memberikan kontribusi minimal, dan kurang aktif dalam Window Shopping. | Murid aktif berdiskusi, memberikan kontribusi ide yang relevan, menulis pertanyaan yang bermakna, dan berpartisipasi dalam sesi tanya-jawab. | Murid sangat aktif memimpin diskusi, mengajukan pertanyaan kritis dan mendalam, memberikan penjelasan yang membantu pemahaman teman, dan berkontribusi pada simpulan akhir yang komprehensif. | | Kemampuan Menyampaikan Simpulan | Murid tidak dapat menyusun atau menyampaikan simpulan pembelajaran. | Murid dapat menyusun simpulan namun tidak lengkap atau kurang tepat konsepnya. | Murid dapat menyusun simpulan yang mencakup poin-poin kunci dengan tepat dan menyampaikannya dengan jelas. | Murid dapat menyusun simpulan yang komprehensif, logis, dan menggunakan bahasa yang jelas, serta mampu menjawab pertanyaan lanjutan dari teman atau guru. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif selama kegiatan Window Shopping? Kelompok mana yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangun rasa ingin tahu dan mengaktifkan pengetahuan awal murid?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian?
- Miskonsepsi apa yang paling sering muncul selama diskusi? Bagaimana strategi untuk meluruskannya di pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup memfasilitasi murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
Refleksi Murid:- Apa informasi paling penting tentang P3K yang kamu pelajari hari ini dan mengapa informasi itu menurutmu penting?
- Adakah konsep atau prosedur P3K yang masih membingungkan bagimu? Apa langkah yang akan kamu ambil untuk memahaminya?
- Bagaimana pengetahuan tentang P3K yang kamu pelajari hari ini dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari atau saat berolahraga?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemdikbudristek)
- Buku Siswa PJOK Kelas IX Fase D (Kurikulum Merdeka)
- Kartu informasi bergambar tentang jenis cedera dan alat P3K (disiapkan guru)
- Kotak P3K nyata atau gambar/poster kotak P3K lengkap beserta isinya
- Kertas plano/karton besar dan spidol warna untuk kegiatan Window Shopping
- Sticky note (kertas tempel) untuk kegiatan kunjungan antar kelompok
- Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)
- Video singkat demonstrasi penanganan cedera dasar (opsional, jika tersedia fasilitas)
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Deep Learning (Kemdikbudristek 2025)
|